E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    1885 research outputs found

    CHARACTERISTICS OF CATFISH (Pangasius pangasius) VISCERA OIL PURIFIED WITH BENTONITE

    No full text
    The fishing industry is a very broadline business with various processes that have by-products. Catfish viscera which includes digestive tract, liver, bile, and stored fat (belly fat) is a potential source of fat to be processed into fish oil with high content of unsaturated fatty acids, especially omega 3. This study aims to determine the effect of adding bentonite to the purification process of catfish oil from viscera on the characteristics of pure fish oil. This study used a completely randomized design (CRD) consisting 4 treatments of bentonite percentage, 0%, 4%, 7% and 10%. Parameters measured were free fatty acid, acid number, peroxide number, paraanisidin number (p-anisidin), total oxidation, and yield. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan's Multiple Distance Test. The results of this study indicate that the addition of bentonite to pure fish oil has a significant effect on the characteristics of fish oil from each treatment. The best purification was found in the addition of 10% bentonite that having the characteristics of 0.62% free fatty acids, 0.12 mgKOH/g acid number, 0 meq/kg peroxide number (not detected), paraanisidin number 1.60 meq/kg, total oxidation 1.60 meq/kg, and yield of 75.23 ± 0.194%. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.322

    KARAKTERISTIK ALIRAN TAYLOR SISTEM GAS-LIQUID DALAM MICROCHANNEL BERPENAMPANG LINGKARAN

    Full text link
    Sistem miniaturisasi memiliki kinerja yang unggul dibandingkan dengan alat-alat konvensional karena mampu menghasilkan luas permukaan spesifik (A/V) yang sangat besar untuk berlangsungnya perpindahan massa dan panas antar fase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi aliran dua fase metanoludara dalam microchannel berpenampang lingkaran dari bahan PTFE (Poly tetra fluoro etilen) yang meliputi karakterisasi dimensi bubble dari 3 jenis konfigurasi channel, pengaruh besarnya kecepatan gas dan liquid serta perubahan tekanan sepanjang channel terhadap dimensi panjang bubble di bagian inlet dan outlet tube. Percobaan dilakukan dengan cara memvisualisasi pola aliran gas-liquid (jenis Taylor) dan mengukur dimensi panjang bubble inlet dan outlet yang terbentuk dalam channel dengan diameter dalam 1 mm. Aliran Taylor yang menjadi fokus pengamatan memiliki bentuk dan dimensi yang seragam serta tetap dari waktu ke waktu. Peningkatan rasio kecepatan linier (UG/UL) menyebabkan peningkatan panjang bubble di seluruh bagian channel dari bagian inlet sampai outlet. Panjang bubble di bagian outlet lebih besar daripada di bagian inlet karena pengaruh peningkatan pressure drop sepanjang tube dan kadang-kadang karena munculnya fenomena penggabungan bubble. Sifat pembasahan fase liquid terhadap dinding dalam channel menentukan jenis pola aliran, dan dimensi panjang bubble di sepanjang channel. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.378

    PEMANFAATAN LIMBAH NASI AKING PADA PEMBUATAN BIOPLASTIK DENGAN KITOSAN DAN PLASTICIZER SORBITOL

    Full text link
    Bioplastik merupakan salah satu jenis plastik yang dapat terdegradasi oleh aktivitas mikroorganisme di lingkungan. Nasi aking mengandung kadar pati yang tinggi yaitu 70,68% dan berpotensi digunakan sebagai sumber bahan utama pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimal penambahan kitosan dan sorbitol serta mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas produksi bioplastik. Pembuatan bioplastik ini dilakukan menggunakan metode solution casting dengan komposisi tepung nasi aking sebanyak 6 gr yang ditambahkan dengan kitosan dan sorbitol sesuai variasi. Pada penelitian ini, variasi penambahan sorbitol berpengaruh pada persen elongasi. Sedangkan variasi penambahan kitosan berpengaruh pada kuat tarik. Berdasarkan hasil uji, penambahan kitosan 10 gram dan sorbitol 5ml menghasilkan bioplastik dengan kualitas sebagai berikut: nilai kuat tarik sebesar 5,716 Mpa, nilai elongasi sebesar 22,10%, dan persentase biodegradasi sebesar 32,91% dalam waktu 45 hari. Hasil yang diperoleh telah memenuhi SNI No.7188.7 untuk nilai elongasi dan terdegradasi sempurna dalam waktu 45 hari sesuai dengan ASTM 5338. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.379

    STRATEGI BRANDING KABUPATEN MALANG MELALUI “PESONA BUDAYA GONDANGLEGI” DALAM MEMBENTUK IMAGE SEBAGAI KOTA PARIWISATA

    Full text link
    Pariwisata merupakan industri global yang bisa menghidupkan jutaan orang di dalam suatu negaramelalui devisa yang didapatkan untuk menumbuhkan perekonomian suatu bangsa. Salah satu Negara yangmengembangkan industri pariwisata adalah Indonesia. Agar memiliki daya tarik minat wisatawan yang datangdari dalam negeri maupun mancanegara untuk berkunjung lebih lama dan tinggal, untuk menikmati sebuahdestinasi maka dibutuhkan pemasaran pariwisata. Strategi pemasaran sangat memainkan peran penting dalamindustri pariwisata yang telah ditetapkan untuk bisa menjalankan akitifitas promosi sehingga dengan adanyastrategi pariwisata yaitu promosi bisa berkembang. Diperlukannya pemasaran pariwisata ini adalah untukmembuat wisatawan berkeinginan untuk berkunjung ke sebuah destinasi. Metode dalam penelitian ini adalahmenggunakan pendekatan kualitatif, melalui observasi yang lebih mendalam dan teliti terhadap objek-objekpenelitian. Berbagai upaya ditempuh daerah untuk mempromosikan program pariwisatanya, salah satunya yangsaat ini sedang menjadi tren adalah konsep destination branding daerah. Di Kabupaten Malang memiliki eventyang bertajuk gelar budaya melalui carnaval dengan tema Pesona Budaya Gondanglegi, dimana event ini digelarsetiap satu tahun sekali. Proses branding destinasi pariwisata bukan hanya sekedar mengaplikasikan strategibranding melalui Brand Positioning, Brand Identity, Brand Personality, tetapi juga bisa dengan cara yang lain.Strategi pemasaran ini harus dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan destinasi pariwisata.Kata kunci : Strategi branding, Pesona budaya Gondanglegi, Brand imag

    Tantangan dalam Membentuk Pemimpin Perempuan yang Memiliki Literasi Digital di Indonesia

    Full text link
    Empowering women as leaders is an important target in human development both at the global level and at the national level in Indonesia because it can increase the country's competitiveness and promote inclusive growth. This research aims to contribute to efforts to reduce the gender gap in leadership by increasing women's digital literacy. This research method uses a literature study using secondary data and the data collection method is library research. This study concludes that efforts to increase digital literacy (agility, adaptability, and fluency) by women as leaders are determined by culture which provides opportunities for women to easily access information technology (digital access), and digital infrastructure support.ABSTRAKSIPemberdayaan perempuan sebagai pemimpin merupakan target penting dalam pembangunan manusia baik pada tingkat global maupun di tingkat nasional di Indonesia karena dapat meningkatkan daya saing negara dan mendorong pertumbuhan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi dalam upaya mengurangi kesenjangan gender kepemimpinan dengan meningkatkan literasi digital perempuan. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menggunakan data sekunder dan metode pengumpulan data adalah studi Pustaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya peningkatan literasi digital (agility, adaptability, dan fluency) oleh kaum perempuan sebagai pemimpin ditentukan oleh budaya (culture) yang memberi kesempatan kepada perempuan untuk dengan mudah mengakses teknologi informasi (digital access), dan dukungan infrastruktur digital

    TATA KELOLA JARINGAN PEMERINTAHAN PROVINSI SULAWESI UTARA DALAM PEMBANGUNAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) PARIWISATA LIKUPANG

    Full text link
    Efforts to explore this matter are based on the premise that network governance is central in coordinating the complexity of actors and their interests in the policy process to mobilize resources for collective action. Concerning the case of the development of the Likupang Tourism Special Economic Zone (SEZ) for 2019-2021, the brief description above aims to understand how the North Sulawesi Provincial Government promotes policies and manages the complexity of the network of actors in the development of the Likupang Tourism SEZ which is a highly centralized sector but operates in the context of political decentralization. More specifically, this research will seek to understand the Likupang Tourism SEZ policy-making process by the government interacting with various actors and the substantive, strategic, and institutional complexities the Provincial government faces. This research was conducted with qualitative methods. The results of this research show that in building a special economic zone (SEZ) for Likupang tourism, it is necessary to map the actors and affirm the relations between the actors involved, form a special task force that concentrates on the specification of the task of managing and developing AbstraksiUpaya untuk mengekplorasi hal ini didasarkan pada premis bahwa tata kelola jaringan pemerintahan adalah sentral dalam mengkoordinasikan kompleksitas aktor dan kepentingannya dalam proses kebijakan sehingga mampu memobilisasi sumber daya untuk tindakan kolektif. Dengan mengacu pada kasus pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang Tahun 2019-2021, deskripsi singkat di atas bertujuan untuk memahami bagaimana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong kebijakan dan mengelola kompleksitas jaringan aktor dalam pembangunan KEK Pariwisata Likupang yang merupakan sektor yang sangat sentralistik tetapi beroperasi dalam konteks desentralisasi politik. Lebih khusus, penelitian ini akan berusaha untuk memahami tidak hanya proses pembuatan kebijakan KEK Pariwisata Likupang oleh pemerintah yang berinteraksi dengan berbagai aktor, tetapi juga kompleksitas substantif, strategis dan kelembagaan yang dihadapi pemerintah Provinsi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan dalam membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Likupang maka perlu ada pemetaan aktor dan penegasan relasi antar aktor yang terlibat, membentuk suatu satuan tugas khusus yang terkonsentrasi pada spesifikasi tugas pengelolaan dan pengembanagan KEK Pariwisata Likupang serta berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat.Kata Kunci: Tata Kelola, Kelembagaan, Kawasan Ekonomi Khusu

    PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA WINDUAJI, KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai proses collaborative governance dalam memecahkan masalah masyarakat sebagai bentuk upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Winduaji Kecamatan Pauyangan Kabupaten Brebes. Permasalahan stunting terhadap perkembangan anak dan balita saat ini menjadi salah satu perhatian khusus dimasyarakat yang dihadapi secara berkelanjutan oleh pemerintah baik di level pemerintah daerah sampai pemerintah pusat. Kabupaten Brebes khususnya Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan merupakan salah satu daerah yang memiliki komitmen dalam upaya menanggulangi dan percepatan terhadap penurunan angka stunting saat ini yang terbilang masih tinggi ditas standart rata-rata nasinal maupun internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagimana proses collaborative governance yang dilakukan antara pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan pihak swasta dalam bekerjasama dan bersinergi untuk menanggulangi dan menurunkan angka stunting di lingkungan masyarakat. Penelitian ini tertuju pada masing-masing pihak yang berperan dan saling bertanggungjawab satu sama lain yang tertuang dalam satu komitmen bersama yang dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan teknik analisis data menggunakan triangulasi data dan sumber, sedangkan pemilihan informan dipilih berdasarkan kemampuan sesuai dengan kaidah purposive sampling. Hasil penelitian ini terbagi atas beberapa aspek yang meliputi kondisi awal dalam proses collaborative governance dengan melihat situasi dan kondisi masyarakat yang tergolong dalam pemasalahan stunting di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Aspek kepemimpinan dan forum komunikasi yang terjaring dalam masyarakat mulai dari level pemerintah desa, kelurahan, sampai tingkat kabupaten dan bersama para pihak-pihak swasta yang terjalin dalam penanggulangan stunting. Forum yang digunakan koordinasi melalui kelompok posyandu dan Tim Percepatan Penurunan Stunting yang selama ini tersebar di masing-masing desa dan kelurahan. Hasil dari proses collaborative governance ini mampu berjalan dengan prinsip dan nilai-nilai dalam proses kerjasama, sehingga secara bertahap pemerintah mampu mengurangi angka stunting dan mengembangkan model jaringan sosialisasi dan edukasi kesehatan meliputi pola makan dan pola asuh anak dalam upaya penanggulangan dan percepatan penuruanan stunting di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes

    Implementasi Birokrasi Digital di Indonesia : Studi Kasus Tanda Tangan Elektronik di Pemerintah Provinsi Jawa Barat

    Full text link
    Today the bureaucracy is experiencing triple disruption, namely the development of information technology, pandemics and environmental changes. One form of adaptation carried out by the bureaucracy is through the transformation of its business processes. This research looks at how the implementation of digital bureaucracy is carried out, by taking a case study of the Implementation of Electronic Signatures (TTE) in the Provincial Government of West Java, by looking at the institutional framework in implementation, opportunities and challenges, as well as the impact of TTE implementation. The research method used is a qualitative research method that combines data obtained from interviews with secondary data from related literature. The results of the study show that the impact of implementing TTE in the West Java Provincial Government includes time efficiency; distance efficiency.; file transfer efficiency; reducing the potential for human error; and HR efficiency.ABSTRAKSIDewasa ini birokrasi mengalami triple distrupsi, yakni perkembangan teknologi infomasi, pandemi dan perubahan lingkungan. Salah satu bentuk adaptasi yang dilakukan birokrasi adalah melalui transformasi proses bisnisnya. Penelitian ini melihat bagaimana implementasi birokrasi digital dilakukan, dengan mengambil studi kasus Implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan melihat kerangka kelembagaan dalam implementasi, peluang dan tantangan, serta dampak dari implementasi TTE ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang memadukan antara data yang didapatkan dari wawancara dengan data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak dari implementasi TTE di Pemerintah Provinsi Jawa Barat diantaranya adalah terjadi efisiensi waktu; efisiensi jarak.; efisiensi pengiriman berkas; reduksi potensi human error; dan efisiensi SDM

    Formulasi Minuman Fungsional Antidiabetes Okra dan Alginat dengan Metode Mixture Design

    No full text
    Diabetes adalah penyakit  dimana  penderita memiliki kadar gula darah diatas batas normal. Salah satu upaya menurunkan kadar gula darah adalah mengkonsumsi obat-obatan, makanan atau minuman yang dapat menjaga gula darah tetap normal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi minuman fungsional antidiabetes dengan bahan dasar okra dan alginat. Penelitian ini menggunakan Mixture Design dimana akan ada beberapa formulasi yang dibuat dan satu formulasi terbaik menurut program Design Expert 13®. Data dianalisis dengan ANOVA. Mutu minuman fungsional ditentukan berdasarkan mutu fisik seperti total padatan terlarut, viskositas, stabilitas, mutu kimia seperti keasaman dan mutu organoleptik berdasarkan warna, aroma, rasa dan tekstur dengan metode hedonik dan mutu hedonik serta penerimaan umum. Formulasi terbaik pada minuman fungsional akan dilakukan uji penunjang berupa proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) serta uji antioksidan. Hasil formulasi terbaik berdasarkan optimasi program Design Expert 13® menghasilkan total padatan terlarut 1,8 °Brix, viskositas 845 cP, stabilitas 80%, keasaman 0,10479, hedonik warna agak suka, hedonik aroma agak suka, hedonik rasa netral, hedonik tekstur netral dan penerimaan umum agak suka secara keseluruhan. Minuman fungsional formulasi optimum memiliki kadar air 97,9%, kadar abu 0,21%, kadar protein 0,44%, kadar lemak 0,34%, kadar karbohidrat 1,11%. Serta diuji aktivitas antioksidannya menghasilkan 71,58% dengan IC50 0,687 ppm. DOi : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.351

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA KRISTAL DARI BATANG TEMBAKAU

    Full text link
    Batang tembakau tergolong limbah yang berpotensi untuk dijadikan bahan baku selulosa kristal dikarenakan kandungan selulosanya yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi selulosa kristal dari batang tembakau serta mengetahui kondisi terbaik dari sintesis selulosa kristal berdasarkan waktu bleaching serta konsentrasi asam sulfat. Proses sintesis selulosa kristal dilakukan dalam 3 rangkaian proses yakni proses delignifikasi, proses bleaching, dan proses hidrolisis asam. Proses delignifikasi dilakukan dengan larutan NaOH 12% dilanjutkan proses bleaching dengan larutan H2O2 2% dengan variasi waktu 1 jam ; 1,5 jam ; 2 jam ; 2,5 jam ; 3 jam. Analisa kadar selulosa dengan metode Chesson Datta menunjukkan kondisi terbaik terjadi pada waktu bleaching 1,5 jam dengan kadar selulosa 63,1554%. Proses hidrolisis asam menggunakan larutan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 20% ; 30% ; 40% ; 50% ; 60%. Karakterisasi dilakukan dengan analisa FTIR dan SEM. Penelitian menunjukkan bahwa selulosa kristal belum mencapai ukuran nano. Konsentrasi asam sulfat terbaik dalam mereduksi ukuran selulosa adalah 40%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.378

    1,629

    full texts

    1,885

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇