E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Pembuatan Game Edukasi ”Garbage Sorter” Berbasis Android Untuk Mengenal Jenis-Jenis Sampah Menggunakan Unity
Sampah merupakan material atau barang hasil sisa dari kegiatan masyarakat yang tidak digunakan, tidak diinginkan dan yang dibuang. Sebelum dibuang ke pembuangan akhir sampah-sampah tersebut akan dipilah sesuai dengan jenisnya seperti sampah organik, anorganik, kertas, dan lain sebagainya. Akan tetapi, masih banyak masyarakat khususnya anak-anak yang masih membuang sampah sembarangan dan tidak sesuai dengan jenisnya. Dari permasalahan ini, peneliti membuat suatu aplikasi game yang mana dapat dimainkan sekaligus mengedukasi pemain dalam pengenalan jenis sampah dan cara membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Game edukasi “Garbage Sorter” ini dibuat dengan maksud memberikan edukasi kepada pemain mengenai pentingnya mengenal jenis-jenis sampah dan membuangnya sesuai dengan jenisnya. Game “Garbage Sorter” ini didesain dengan gameplay yang cukup sederhana sehingga pemain dapat memainkan dengan mudah. Hasil dari penelitian ini akan berupa dalam sebuah aplikasi game smartphone android yang dapat memberikan edukasi kepada pemain mengenai pentingnya mengenal jenis-jenis sampah dan membuangnya sesuai dengan jenisnya
Pemetaan Komunikasi Risiko Kesehatan Berbasis Model CERC pada Satgas Covid-19 di Malang Raya
In a crisis, the public expects responsive, appropriate, and transparent governance and public communication practices from the government before the crisis, during the crisis, and after the crisis, as a form of government response and responsibility in controlling the Covid-19 pandemic, namely by forming a Covid-19 Task Force at the center and the regional level. This study focuses on mapping health risk communications carried out by the Covid-19 Task Force in Malang City and Regency based on the CERC model. The CERC model, known as Crisis and Emergency-Risk Communication, has five stages that can assist actors in mapping conditions from pre-crisis to crisis over, especially in public communication. This study aimed to determine the practice of crisis communication carried out by the Malang City and Regency Covid-19 Task Force during the pandemic. This research was conducted from August-October 2021. The data collection techniques were non-participant observation, intermittent interviews, and a literature study. Research findings show that the Malang City Covid-19 Task Force is more responsive in responding to information related to the Covid-19 pandemic through the internet and social media. The Malang Regency Covid-19 Task Force carried out a different strategy by prioritizing cross-sectoral coordination considering that geographically, the Malang Regency area is more comprehensive than Malang City. Another interesting strategy from the Malang City Covid-19 Task Force is the intensity of communication carried out by the Mayor of Malang through his personal social media account when conveying government appeals such as PSBB, PPKM, implementation of 3T (testing-tracing-treatment), and strict application of health protocols in society. The final result of this research is an integrated Covid-19 pandemic risk communication model between the government - experts - the general public according to the cultural context of the affected community.Keywords: risk communication; health communication; CERC model; pandemic; Covid-19 task force Abstraksi-Dalam situasi krisis, masyarakat mengharapkan adanya tata kelola dan praktik komunikasi publik pemerintah yang responsif, tepat, dan transparan saat sebelum krisis, ketika krisis berlangsung dan setelah krisis. Sebagai bentuk respons dan tanggung jawab pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19 yaitu dengan membentuk Satgas Covid-19 di pusat dan di tingkat daerah. Penelitian ini memfokuskan pada pemetaan komunikasi risiko kesehatan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 di Kota dan Kabupaten Malang berbasis model CERC. Model CERC, atau yang dikenal dengan Crisis and Emergency-Risk Communication memiliki lima tahapan yang mampu membantu aktor dalam melakukan pemetaan kondisi sejak pra-krisis hingga krisis usai, terutama dalam aspek komunikasi publik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui praktik komunikasi krisis yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota dan Kabupaten Malang selama masa pandemi. Penelitian dilakukan sejak bulan Agustus-Oktober 2021. Teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan, wawancara intermiten, dan studi kepustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Satgas Covid-19 Kota Malang lebih responsif dalam menanggapi informasi terkait pandemi Covid-19 melalui pemanfaatan internet dan media sosial. Strategi yang berbeda dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Malang dengan lebih mengedepankan koordinasi lintas sektor mengingat secara geografis, wilayah Kabupaten Malang lebih luas dibanding Kota Malang. Strategi lain yang menarik dari Satgas Covid-19 Kota Malang yaitu intensitas komunikasi yang dilakukan oleh Walikota Malang melalui akun media sosial pribadi miliknya ketika menyampaikan himbauan pemerintah seperti PSBB, PPKM, pelaksanaan 3T (testing-tracing-treatment), dan penerapan protokol kesehatan secara ketat di masyarakat. Terakhir, hasil akhir penelitian ini yaitu model komunikasi risiko pandemi Covid-19 yang terintegrasi antara pemerintah – ahli (expert) – masyarakat umum menyesuaikaan dengan konteks kultural masyarakat terdampak
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA (Studi Kasus di Desa Wisata Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes)
This study aims to determine community empowerment through the development of tourist villages in an effort to increase the ability of human resources in terms of their capacity and quality in a case study in Winduaji Tourism Village, Paguyangan District, Brebes Regency. With the policy regarding the empowerment of rural economic communities based on the Village-Owned Enterprises (BUMDes) regulations in the Law of the Republic of Indonesia of 2014 and Law Number 6 of 2014. This regulation explains the top-down policies related to economic development. local through the village. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research is the aspect of the concept of community empowerment which is focused on tourism awareness groups and other community elements in Winduaji Village, Paguyangan District, Brebes Regency. The informants of this research are elements of the government, tourism awareness groups, elements of the community and third parties. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses a Cresswell analysis model, while the validity of the data uses triangulation to obtain valid data. The results showed that tourism awareness groups and community elements were able to develop community empowerment in increasing the capacity and quality of tourism village development management which could be used as a form of stimulant step to change the economic welfare of the community around Winduaji Village, Paguyangan District, Brebes Regency.Keywords: Community Empowerment, Tourism Dssa, Tourism Awareness GroupAbstraksi-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dalam upaya peningkatan kemampuan sumberdaya manusia dalam hal kapasitas dan kualitas yang dimilikinya dalam studi kasus di Desa Wisata Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Dengan adanya kebijakan mengenai pemberdayaan masyarakat ekonomi desa didasarkan atas dengan adanya peraturan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Peraturan ini menjelaskan terkait dengan kebijakan yang bersifat top-down dalam pembangunan perekonomian bersifat lokal melalui desa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah aspek konsep pemberdayaan masyarakat yang tertuju pada kelompok sadar wisata dan unsur masyarakat lainnya Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Informan penelitian ini adalah Unsur pemerintah, kelompok sadar wisata, unsur masyarakat dan pihak ketiga. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis cresswell, sedangkan validitas data menggunakan trianggulasi untuk memperoleh data secara valid. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok sadar wisata dan unsur masyarat mampu mengembangkan pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kpasistas dan kualitas pengelolan pengembangan desa wisata yang dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk langkah stimulant merubah keseahteraan ekonomi masyarakat sekitar Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes
Analisis Motif Bantuan Luar Negeri Indonesia Terhadap Krisis di Afghanistan Tahun 2020-2021
ABSTRACTThe humanitarian crisis that has occurred in Afghanistan in the last few years, especially in 2020-2021, Indonesia has had a strong historical relationship with Afghanistan since the early days ofindependence. Now through a statement, the Indonesian Minister of Foreign Affairs is committed toproviding assistance and sustainable development for the Afghan people. This study aims to answerthe motives for Indonesia's foreign aid to Afghanistan and how this assistance impacts thedevelopment of Afghan society. The research method used to conduct the analysis is the descriptiveanalysis method with a qualitative approach, using secondary data. In the end, the motive forIndonesia's foreign aid tends to be humanitarian motives, identity, and ideological motives. In thisassistance are a series of forms of construction in establishing strategic relations between Indonesiaand Afghanistan. Indonesia's strategic rationale has a role as a mediator in reconciling the conflictthat occurred in Afghanistan in creating peace. The economic reason supports the interests ofsustainable development in reconstructing the crisis that occurred in Afghanistan by restoringhuman security as a form of solidarity.Keywords: Indonesian Foreign Aid, Afghanistan Humanitarian Crisis, Aid Motives, DevelopmentAssistance
KINETIKA REAKSI FERMENTASI GLUKOSA DARI BUAH SUKUN MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE
Bioetanol dapat dibuat dari buah sukun yang memiliki kandungan karbohidrat sebesar 35,5%.. Fermentasi glukosa dari buah sukun menjadi bioetanol menggunakan Saccharomyces cerevisiae dimulai dengan persiapan bahan baku yaitu buah sukun. Kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis secara enzimatis yang terdiri dari proses likuifikasi dengan penambahan enzim α-amilase dan proses sakarifikasi dengan penambahan enzim glukoamilase. Glukosa hasil hidrolisis dengan konsentrasi sebesar 10% kemudian difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada suhu 25, 30, dan 35°C serta pada waktu 4, 5, 6, 7, dan 8 hari. Hasil fermentasi kemudian diuji kadarnya menggunakan refraktometer alkohol dan refraktometer gula. Setelah itu dapat diperoleh kinetika reaksinya yang dinyatakan dengan persamaan reaksi Monod. Konsentrasi alkohol paling besar hasil fermentasi yaitu sebesar 11% dengan waktu fermentasi selama 4 hari dan pada suhu 25°C. Serta didapatkan nilai konstanta kecepatan reaksi (k) yang didapatkan pada interval waktu 4-8 hari adalah 0,08867-0,26851 dan nilai konstanta Monod adalah 0,2286-0,5098. Persamaan kecepatan fermentasi glukosa dari buah sukun menjadi bioetanol dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada reaktor batch optimum mengikuti persamaan rc=-rA=0,26851 Cc CA / (CA + 0,5098) mol/L.hari. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
PENGARUH DISIPLIN, PENGAWASAN, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI PERUM BULOG KANWIL JAWA TIMUR
BULOG is a state-owned public company that is important in the distribution of food logistics. The success of a company in achieving its goals is certainly influenced by many factors, one of which is the productivity of human resources. In improving the productivity of human resources, it is necessary to improve the quality and effectiveness of work that is influenced by good work discipline, work supervision and a supportive environment. The purpose of this study is to identify the procedures and implementation of disciplinary regulations, supervision and work environment and its influence on the effectiveness of employee work in the Bulog Regional Office of East Java. This research was conducted at Bulog Regional Office of East Java. This study uses an associative approach with primary data sources. Data collection techniques are through interviews, observations and questionnaires. Sampling techniques used are purposive sampling and obtained by 34 respondents. The result of this research is the procedure on the discipline, supervision and work environment presented by the company has been agreed by all employees and has a rule book for each employee. The application of discipline, supervision and work environment regulations has been established by the company, all employees have complied with the regulations well. The work environment affects the effectiveness of work, but discipline and supervision of work have no effect on the effectiveness of employee work in the Bulog Regional Office of East Java. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v11i1.309
Analisis Struktur Organisasi Badan Usaha Milik Desa di Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen
ABSTRAK Struktur organisasi sering dinilai lemah dan tidak memadai sebagai dasar BUMDesa yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang dimensi struktur organisasi yang meliputi spesialisasi aktivitas, standarisasi aktivitas, koordinasi aktivitas, sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan, dan ukuran unit kerja pada Badan Usaha Milik Desa. Penelitian dilakukan di BUMDesa Kencana Mukti di Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta menggunakan dokumentasi untuk memperkaya data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi BUMDesa Kencana Mukti tidak memiliki spesialisasi aktivitas. Pembagian tugas cenderung bersifat umum karena keterbatasan jumlah sumber daya manusia dan struktur organisasi yang sederhana. Dalam hal standarisasi aktivitas, BUMDesa sudah memiliki standar baku yang mengatur aktivitas organisasi berupa kententuan-ketentuan yang termuat dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dimensi koordinasi aktivitas yang dilakukan oleh BUMDesa Kencana Mukti sudah berjalan secara efektif melalui koordinasi antar pegawai dalam forum formal atau informal. BUMDesa Kencana Mukti memiliki struktur yang sederhana, sehingga dalam pengambilan keputusan lebih cenderung pada sentralisasi dengan mengedepankan asas musyawarah. Terkait ukuran unit kerja, BUMDesa Kencana mukti merupakan organisai dengan tipe sederhana, yakni hanya terdiri dari 10 pengurus dan 3 bidang. Struktur organisasi BUMDesa Kencana Mukti secara umum memperlihatkan kapasitas dan profesionalisme yang masih lemah. Kata kunci: Struktur organisasi, Badan usaha milik desa, BUMDesa ABSTRACT Organizational structure is considered as weak and inadequate as a strong foundation of BUMDesa. This research aims to describe the organizational structure dimension involving activity specialization, activity standardization, activity coordination, decision making centralization and decentralization, and work unit size in Village-Owned Enterprises. The research took place in BUMDesa Kencana Mukti in Puro Village, Karangmalang Sub District, Sragen Regency. Data was collected through interview, observation, and documentation techniques to enrich the data. The result of research showed that organizational structure of BUMDesa Kencana Mukti has no activity specialization. Task distribution tends to be general in nature, due to limited human resource quantity and simple organizational structure. In relation to activity standardization, BUMDesa has had basic standard governing the organizational activities in the form of stipulations mentioned in the enterprise’s Bylaw (AD/ART). Activity coordination dimension has been implemented effectively by BUMDesa Kencana Mukti through coordination between personnel (officers) in either formal or informal forum. BUMDesa Kencana Mukti has simple structure, so that decision making tends to be centralized by prioritizing discussion. In relation to work unit size, BUMDesa Kencana Mukti is a simple type of organization, consisting of 10 (ten) administrators and 3 (three) divisions. Organizational structure of BUMDesa Kencana Mukti generally reveals poor capacity and professionalism. Keywords: Organizational structure, Village-Owned Enterprises, BUMDes
Pikiran Talcot Parsons Terhadap Fenomena Pasca Bencana Alam
AbstractThe article that discusses Talcot Parsons' thoughts and their implementation in post-earthquake natural disasters, has its own uniqueness and becomes a serious problem. Starting from that, the problems that need to be answered in this study are 1). What changes will occur after the disaster? 2). Is Talcot Parsons' way of thinking still relevant in seeing changes in society in post-disaster social life? The findings obtained conclude that the phenomenon of natural disasters in Indonesia brings changes in social, cultural behavior, economy, infrastructure for disaster victims. The concept of social system change developed by Talcot Parsons is still relevant to be developed in Indonesia because disaster victims can make social changes through adaptation mechanisms, achieve goals, can integrate, can maintain elements of togetherness in building disaster victims and have a high civilization. In managing disaster victims, the government is responsible for building new communities through the construction of new houses for disaster victims as well as through repairing damaged houses and building infrastructure to launch the economy of the victims. The government also always improves maximum service to disaster victims by increasing disaster anticipation training and comparative studies for disaster victims who have succeeded in building new villages for disaster victims. Key person: Disasters and Safety, Goal, Adaptasi, Integrasi,Laten.AbstraksiArtikel yang membahas pikiran Talcot Parsons dan implementasinya terhadap bencana alam pascagempa, memiliki keunikan tersendiri dan menjadi permasalahan yang serius. Bertolak dari hal itu, maka masalah yang perlu dijawab dalam penelitian ini adalah 1). Perubahan apa yang akan terjadi setelah bencana? 2). Apakah cara berpikir Talcot Parsons masih relevan dalam melihat perubahan masyarakat dalam kehidupan sosial pascabencana terjadi? Temuan yang diperoleh menyimpulkan fenomena bencana alam di Indonesia membawa perubahan sosial, perilaku budaya, ekonomi, infrastruktur bagi masyarakat korban bencana. Konsep perubahan sistem sosial yang dikembangkan Talcot Parsons masih relevan untuk dikembangkan di Indonesia karena korban bencana dapat melakukan perubahan sosial melalui mekanisme adaptasi, pencapaian tujuan, dapat melakukan integrasi, dapat memelihara unsur kebersamaan dalam membangun masyarakat korban bencana dan memiliki peradaban yang tinggi. Dalam mengelola warga masyarakat korban bencana, pemerintah ikut bertanggung jawab dalam membangun komunitas baru melalui pembangunan rumah baru bagi warga korban bencana maupun melalui perbaikan rumah warga yang rusak serta membangun infrastruktur untuk melancarkan roda perekonomian warga korban. Pemerintah juga selalu meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada warga korban bencana melalui peningkatan pelatihan antisipasi bencana dan studi banding kepada warga korban bencana yang sudah sukses membangun perkampungan baru bagi korban bencana.Kata Kunci: Bencana, Keamanan, Adaptasi, Integrasi, Laten
ANALISIS MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SOSIS ANALOG KACANG MERAH DAN REBUNG
Sosis analog atau sosis nabati merupakan sosis yang terbuat dari protein nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sosis analog kacang merah dan rebung terbaik yang memenuhi standar mutu sosis daging menurut SNI 3820:2015. Penelitian ini merupakan penelitian eskperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan, diikuti dengan uji DNMRT pada taraf 5%. Perlakuan pada penelitian ini adalah rasio kacang merah dan rebung dengan empat tingkat: 100:0, 85:15, 70:30, dan 55:45. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, dan uji sensori. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa rasio kacang merah dan rebung berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan terpilih pada penelitian ini adalah rasio kacang merah dan rebung 55:45 dengan kadar air 60,48%, kadar abu 1,74%, kadar lemak 4,79%, kadar protein 13,76%, dan kadar serat kasar 10,77%.Kata kunci : sosis analog, kacang merah, rebung DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.301
Geoekonomi Papua: Analisis Untung Rugi Akuisisi Saham Freeport
AbstractIn the Timika area, Papua, Indonesia has a Freeport mine which is one of the largest mines in the world. Freeport is managed by PT Freeport Indonesia, a mineral mining company which is an affiliate of Freeport-McMoRan and Mining Industry Indonesia (MIND ID). This mining company, which became the beginning of foreign investment in Indonesia, at the end of 2019, a 51.23% stake has officially become the owner of the Indonesian government. The acquisition of these shares is expected to be a new beginning for Indonesia to regain the 'rights' that should have been obtained long ago. In the acquisition of shares of 51%, observers have seen indications of losses in the success, so the authors are interested in examining how much the comparison of the profits obtained with the threat of future losses is. In this research method, the author uses a descriptive research method by analyzing the profit and loss of the acquisition of Freeport shares. The conclusion of the analysis states that Indonesia gains greater benefits from the threat of losses obtained after the acquisition of shares. Keywords: Freeport, Papua, Share Divestment, Share Acquisitions AbstrakDi daerah Timika, Papua, Indonesia memiliki tambang Freeport yang merupakan salah satu tambang terluas di dunia. Freeport dikelola oleh PT Freeport Indonesia, perusahaan tambang mineral yang merupakan hasil afiliasi dari Freeport-McMoRan dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). Perusahaan tambang yang menjadi awal mula adanya investasi asing di Indonesia ini pada akhir tahun 2019, saham sebesar 51,23% telah resmi menjadi pemilik pemerintah Indonesia. Akuisisi saham ini diharapkan dapat menjadi awal baru bagi Indonesia untuk mendapatkan kembali ‘hak-hak’ yang semestinya bisa didapatkan sejak dulu. Dalam akuisisi saham sebesar 51%, para pengamat telah melihat adanya indikasi kerugian dalam keberhasilan tersebut, sehingga penulis tertarik untuk meneliti seberapa besar perbandingan keuntungan yang diperoleh dengan ancaman kerugian di masa depan. Dalam metode penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menganalisis mengenai untung rugi akuisisi saham Freeport. Kesimpulan analisis tersebut menyatakan bahwa Indonesia mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari ancaman kerugian yang didapat pasca akuisisi saham. Kata Kunci: Freeport, Papua, Divestasi Saham, Akuisisi Saham DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i2.300