E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Keterlibatan Perempuan dalam Organisasi Teroris Boko Haram di Nigeria
ABSTRACTBoko Haram is an Islamic extremist organization that believes that politics in Northern Nigeria hasbeen taken over by fake Muslim groups (Walker, 2012). This organization makes women both asagents of combatants as well as victims of violence and harassment. The Boko Haram case thatattracted international attention was the kidnapping of 276 female students in Chibok City on April14, 2014 (BBC, 2016). Therefore, the author formulates this research problem by discussing thebasic question, namely How is the involvement of women in the Boko Haram terrorist organizationin Northern Nigeria? This research is qualitative and descriptive. By using secondary data sourcessuch as books, journals, news articles, and other sources. Boko Haram implements a genderterrorist strategy by using women as sex slaves, human shields, weapons couriers, and sources ofransom. Where Boko Haram has justified gender-based violence as a terror strategy. Nigeria'scurrent strategy for dealing with terrorism has been adapted to emphasize gender sensitiverehabilitation and reintegration processes. This effort is intended for those involved with violentextremist organizations as both victims and perpetrators.Keywords: Terrorism, Boko Haram, Gender, Women, Nigeria, Counter-terorris
KAJIAN INHIBITOR NaNO2 SEBAGAI PENGENDALIAN LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL DALAM LINGKUNGAN NACl 3,5%
Korosi merupakan kerusakan material dari reaksi kimia antara logam dengan lingkungannya. Peristiwa korosi banyak ditemukan serta menimbulkan kerugian bagi sektor industri dan kemerosotan perekonomi negara. Dampak akibat korosi cukup besar meliputi biaya tambahan produksi, perawatan, perbaikan sampai menurunnya efisiensi peralatan yang mengakibatkan pembengkakan biaya dan menurunnya devisa negara. Pencegahan korosi dapat dilakukan dengan penambahan inhibitor korosi. Pengendalian korosi yang tepat dapat mengurangi kerugian yang terjadi akibat korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi inhibitor natrium nitrit yang terbaik dalam mengendalikan laju korosi pada stainless steel tipe 201, 304 dan 316L dalam lingkungan NaCl 3,5 %. Penelitian ini dilakukan dengan metode polarisasi potensiostat dengan variasi konsentrasi larutan natrium nitrit sebesar 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm dan 700 ppm. Pada penelitian ini didapatkan hasil terbaik dengan penambahan konsentrasi natrium nitrit sebesar 500 ppm memberikan laju korosi pada SS 201 sebesar 0,0854 mpy dengan efisiensi inhibitor sebesar 57,4770%, pada SS 304 laju korosi sebesar 0,0470 mpy dengan efisiensi inhibitor sebesar 68,1758% dan pada SS 316L laju korosi sebesar 0,0046 mpy dengan efisiensi inhibitor sebesar 81,3854. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.304
ARANG AKTIF SERBUK KAYU JATI MENGGUNAKAN AKTIVATOR H3PO4 DAN MODIFIKASI TiO2
Arang aktif ialah material arang yang memiliki pori-pori yang luas permukaannya besar sehingga sering dimanfaatkan. Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan serbuk kayu jati dengan menggunakan aktivator H3PO4 dan modifikasi titanium dioksida. Proses yang digunakan dalam pembuatan arang aktif serbuk kayu jati menggunakan proses pirolisis. Serbuk gergaji ditimbang dengan rasio berat awal sebesar 200 gram, 300 gram dan 400 gram. Proses aktivasi arang aktif serbuk kayu jati dilakukan aktivasi secara kimia dan tanpa aktivasi. Pada proses aktivasi kimia arang aktif yang didapatkan dari proses pirolisis direndam dengan menggunakan agen aktivasi asam fosfat dengan rasio konsentrasi yaitu sebesar 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Setelah dilakukan proses aktivasi menggunakan asam fosfat, kemudian dilakukan modifikasi atau penambahan titanium dioksida dengan rasio perbandingan (4:1). Penelitian ini memberikan hasil optimum pada berat awal 200 gram dengan konsentrasi sebesar 15% didapatkan kadar air sebesar 8,75% dan kadar abu sebesar 15,84%. Hasil uji EDX diperoleh penyusun komponen kimia arang aktif ialah arang (C) sebesar 22,27% berat, Oksigen (O) sebesar 33,26% berat, Alumunium (Al) sebesar 0,93% berat, Silikon (Si) sebesar 2,01% berat, Fosfor (P) sebesar 3.12% berat dan Titanium (Ti) sebesar 38,4% berat. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.304
ANALISIS PENERAPAN APLIKASI MUSEUM VIRTUAL INDONESIA (SIMVONI)
Penelitian ini mengggunakan metode deskriptif analisis dengan tujuan untuk mengetahui peran SIMVONI sebagai sistem informasi baru yang dapat mempermudah pengunjung museum dalam melakukan kunjungan sehingga dapat menjaga eksistensi kunjungan museum itu sendiri di tengah pandemi Covid-19. Teknologi tersebut dinamakan virtual tour, di tengah pandemic virtual tour menjadi primadona di berbagai sektor termasuk sektor pariwista. Pengembangan SIMVONI digunakan untuk menjaga eksistensi kunjungan museum ditengah segala keterbatasan yang ada. Dengan hasil kuesioner yang didapatkan menunjukkan terdapat gap yang sangat jauh terhadap minat pengguna, dimana pengunjung memiliki niat yang cukup besar untuk berkunjung secara langsung ke museum setelah melakukan tur di SIMVONI. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa saat atau setelah menerapkan SIMVONI di museum memberikan dampak yang positif. DOi : https://doi.org/10.33005/sibc.v15i1.287
Sustainability Analysis Of Communal IPAL Institution
Abstrak Penanganan air limbah domestik merupakan salah satu permasalahan lingkungan di Surabaya. Selain dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, air limbah juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satu cara untuk mengolah air limbah adalah InstaIasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Salah satu IPAL Komunal yang ada di Surabaya terletak di Jalan Granting gang 1 Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Keberadaan IPAL Komunal tersebut memberikan manfaat bagi kelesterian lingkungan hidup, terutama kebersihan sungai di Kelurahan Simokerto namun kemanfaatan tersebut semakin berkurang karena keberlanjutan kelembagaannya yang semakin melemah. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk menjelaskan dan mengkaji serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kelembagaan dalam pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat pada kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat Pengelola IPAL Komunal Jalan Granting gang 1 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Kota Surabaya. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan analisa kelembagaan dalam 3 (tiga) pilar atau aspek, yakni pilar regulatif, pilar normatif, pilar dan pilar kultural kognitif bahwa kelembagaan IPAL Komunal di Jalan Granting gang 1, Kelurahan Simokerto, Kecamtan Simokerto, Kota Surabaya memerlukan regenerasi organisasi agar keberlanjutan kelembagaan IPAL Komunal ini dapat terus berjalan. Kata Kunci : Keberlanjutan, Kelembagaan, IPAL Komunal Abstract Domestic wastewater management is one of the environmental problems in Surabaya. It is not only causing environmental pollution but also health problems. One way to treat wastewater is through communal wastewater management installation (IPAL). One of the Communal IPAL in Surabaya is located in Granting street 1st block Simokerto sub-district in Surabaya. The existence of communal IPAL provides benefits for environmental sustainability, especially the cleanliness of rivers in Simokerto, but the benefits are decreasing due to the weakening of institutional sustainability. Furthermore, this qualitative research uses a case study approach that aims to explain and examine the factors that support and hinder institutions in community-based sanitation management at the community organization for IPAL management community Granting Street 1st Block, Simokerto sub-district. Data collection is conducted through the interview, direct observation, and documentation. The results of the research are obtained by using institutional analysis in three pillars or aspects, namely the regulative, normative, cognitive cultural pillars that communal IPAL requires organizational regeneration so that the sustainability of this institution can continue to serve. Keywords: sustainability, institutional, communal IPAL, wastewater management DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.297
PELAPISAN KAIN DRYFIT DENGAN TETRAETILORTOSILIKAT (TEOS) DAN NONACOSANEDIOLS
Nanosilika dan Nonacosanediols adalah material yang digunakan untuk menghasilkan permukaan hidrofobik. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik kain dryfit setelah pelapisan nanosilika dan nonacosanediols dari ekstrak daun teratai menggunakan katalis asam, mengetahui komposisi TEOS dan ekstrak daun teratai terbaik dalam pelapisan kain serta menghitung pertambahan sudut kontak air. Dilakukan 3 proses yakni proses pembuatan larutan TEOS, pembuatan larutan ekstrak, dan dipcoating kain dalam larutan. Pembuatan larutan TEOS dilakukan dengan menambahkan etanol 10ml dengan variasi TEOS 1ml; 3ml; 5ml; 7ml; 10ml kemudian distirer selama 10 menit. Proses pembuatan larutan ekstrak daun teratai dengan memaserasikan daun yang telah dipotong kecil dengan n-heksana selama 24 jam. Larutan TEOS dan ekstrak dengan variabel 0,5ml; 1ml; 1,5ml; 2ml; 2,5ml; dicampurkan lalu ditambah aquadest 10ml dan HCL hingga pH 2 untuk membentuk larutan pelapis. Larutan pelapis yang terbentuk digunakan untuk dipcoating kain lalu dikeringkan. Analisa sifat hidrofobik kain dengan metode MC/MR dan sudut kontak air menunjukkan kondisi terbaik pada sampel ke-5 (dengan TEOS 10ml + ekstrak daun teratai 2,5ml) menghasilkan material dengan MC/MR terendah sebesar 6,14%; 5,78% dan sudut kontak 150º. Karakterisasi SEM menunjukkan penambahan larutan TEOS dan ekstrak daun teratai dapat meningkatkan kekasaran permukaan dan komposisi kimia yang semakin nonpolar sehingga meningkatkan sifat hidrofobik kain. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Di Kabupaten Banyumas: Model Pergeseran Paradigma Pengelolaan Potensi Desa
AbstrackThe formation of BUMDes has been in accordance with the direction of the development of the paradigm of public administration, because there has been a paradigm shift from Old Public Administration to New Public Management which is implemented in the village government. Therefore, the establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) is one model of utilizing village financial capacity to utilize village potential and assets. The purpose of this study is to compare the traditional management of village potential through the village government and management based on public enterprises (public enterprise). The results of the study indicate that there are fundamental differences in the management of village potential. Therefore, the shift in the village potential management model from the government to a public enterprise for managing village potential has been on the right path. BUMDes as a form of public enterprise at the village level is moving from a bureaucratic paradigm to the business sector, but not just pure business but social business. Keywords: Local Competitiveness, New Public Management, Public Enterprise, Social Businesses Model. AbstrakPembentukan BUMDes telah sesuai dengan arah perkembangan paradigma administrasi publik, karena terjadi pergeseran paradigma dari Old Public Administration ke New Publik Management yang diterapkan di pemerintah desa. Oleh karena itu, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu model pemanfaatan kapasitas finansial desa untuk pemanfaatan potensi dan aset desa. Tujuan penelitian ini membandingkan pengelolaan potensi desa secara tradisional melalui pemerintah desa dan pengelolaan berbasis badan usaha publik (public enterprice). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar dalam pengelolaan potensi desa. Oleh karena itu, pergeseran model pengelolaan potensi desa dari pemerintah ke arah public enterprise untuk pengelolaan potensi desa telah berada di jalan yang benar. BUMDes sebagai bentuk public enterprise di level desa bergerak dari paradigma birokratik ke sektor bisnis, namun bukan sekadar bisnis murni melainkan bisnis sosial. Kata Kunci: Local Competitiveness, New Public Management, Public Enterprice, Social Businesses Model.
MANAJEMEN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA SROWOT KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS
The approach in economic development of rural communities is one of the goals in creating national development. The new paradigm is the economic development of rural communities initiated through strengthening economic institutions is one of the efforts carried out in a sustainable manner. This study aims to determine the management system and mechanism in the management of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in an effort to develop and develop BUMDes and Increase village original income in the casestudy of BUMDes Ujug, Srowot Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research is the management model aspect which is focused on the management of BUMDes Ujug, Srowot Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The informants of this research are elements of the village government, BUMDes managers, community elements and other parties. Data collection techniques are interview, observation and documentation, while the validity of the data using triangulation to obtain valid data. The results of the study refer to the management aspect in termn of planning, organizing, implementing program, monitoring, budgetingBUMDes and evaluating. It is hoped that it can provide big impacts such as good BUMDes management and be able to ncerease the villages original income which is submitted every through deliberation with the parties involved in it.Keyword: Management, BUMDes, Community Empowerment. ABSTRAKSIPendekatan dalam pembangunan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu tujuan dalam menciptakan pembangunan nasional. Paradigma baru dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa yang di inisiasi melalui penguatan kelembagaan ekonomi menjadi salah satu upaya yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan mekanisme manajemen dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam upaya pengembangan dan pembangunan BUMDes serta peningkatan pendapatan asli desa dalam studi kasus BUMDes Ujug Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah aspek model manajemen yang tertuju pada Pengelolaan BUMDes Ujug Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Informan penelitian ini adalah Unsur pemerintah desa, pengelola BUMDes, unsur masyarakat dan pihak-pihak lainnya. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan trianggulasi untuk memperoleh data secara valid. Hasil penelitian merujuk pada aspek manajemen yang dilihat dari sisi perencanaan, perngorganisasian, pelaksanaan program, pengawasan, penganggaran BUMDes, dan evaluasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa BUMDes Ujug Desa Srowot mampu mengembangkan manajemen dalam pengelolaan BUMDes seiring dengan besarnya penyertaan modal yang ditujukan kepada BUMDes dalam pengembangannya yang diharapkan dapat memberikan impek yang besar seperti pengelolaan BUMDes yang baik dan mampu meningkatkan pendapatan asli desa yang diserahkan setiap tahun melalui musyawarah bersama pihak-pihak yang terlibat didalamnya.Kata Kunci: Manajemen, BUMDes, Pemberdayaan Masyarakat2022 UPNVJT. All rights reserve