Tarjih: Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam
Not a member yet
    130 research outputs found

    Ulama Sebagai Penyeimbang Kekuatan Sosial Politik di Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji kaitan agama dengan bidang kehidupan sosial yang menjadikan politik sebagai salah satu ruang lingkupnya. Mulai dari zaman Orde Lama, Orde Baru, bahkan zaman reformasi pun, partai Islam yang nota bene merupakan perwakilan aspirasi politik umat Islam tidak pernah menjadi pemenang dalam setiap pemilu. Pertanyaannya adalah ada apa dengan umat Islam Indonesia sehingga dalam setiap proses demokrasi hanya dimanfaatkan oleh kelompok yang ingin meraih kekuasaan di negeri ini. Tulisan ini memperkaya khazanah pemikiran tentang peran ulama dalam bidang politik dan juga dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam dalam kehidupan bernegara. Permasalahannya berdasar pada pemahaman umat Islam tentang kekuasaan, ayat, dan hadis yang berisi tentang kekuasaan yang selalu multi intrepretatif, yang pada gilirannya melahirkan puspawarna pemahaman dan mengkristal menjadi kelompok yang solid. Perbedaan itu cenderung sulit disatukan dalam satu wadah politik. Eksistensi primodialisme lebih menonjol daripada memikirkan kemajuan umat Islam dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat

    Tauhid Budaya: Strategi Sinergitas Islam dan Budaya Lokal dalam Perspektif Antropologi Islam

    Full text link
    Akulturasi Islam dan budaya lokal di Indonesia menghasilkan ragam religiositas yang unik dan berbeda dengan religiositas muslim di tempat lain. Artikel berikut menunjukkan suatu konsep yang berisi asumsi dan strategi dalam memandang kompromi antara Islam dengan budaya lokal yang disebut sebagai tauhid budaya. Sebagai sebuah konsep, tauhid budaya menjadi sebuah teori sekaligus strategi dalam melihat dan merespons religiositas Islam Nusantara. Tauhid budaya mengakomodasi dua cara pandang sekaligus, yaitu Islam normatif dan Islam faktual

    Halaman Sampul Depan, Daftar Isi, dan Pengantar

    No full text

    Perkawinan Beda Agama dalam Tinjauan Syariah dan Hukum Positif (Menyoal Pasal 2 ayat (1) UU No. 1 Th. 1974)

    Full text link
    Perkawinan merupakan bagian dari dimensi kehidupan yang bernilai ibadah sehingga menjadi sangat penting, Manusia yang telah dewasa, dan sehat jasmani serta rohaninya pasti membutuhkan teman hidup untuk mewujudkan ketenteraman, kedamaian dan kesejahteraan dalam hidup berumah tangga. Dengan perkawinan itu pula manusia dapat membentuk keluarga, masyarakat dan bahkan bangsa. Karena begitu pentingnya institusi perkawinan tersebut sehingga agama-agama yang ada di dunia ini ikut mengatur masalah perkawinan itu, bahkan adat masyarakat serta institusi negara pun turut mengambil bagian dalam pengaturan masalah perkawinan

    Zakat dan Solidaritas Kemanusiaan

    Full text link
    Secara bahasa, kata zakât berarti tumbuh, berkembang, produktif (barakah), suci, sehat atau baik, dan terpuji. Kata tersebut jika dikaitkan dengan seseorang, berarti orang itu baik (ṣâlih), jika dikaitkan sengan sesuatu, berarti tumbuh. Sesuatu yang tumbuh biasanya akan berkembang.1 Menurut istilah syara‘, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.2 ‘Abd al-Rahmân al-Jâzirî mendefinisikan zakât dengan memberikan hak milik harta tertentu kepada orang yang berhak dengan syarat-syarat tertentu

    Tajdid Muhammadiyah di Abad II (Perjumpaan Tradisi, Modernitas dan Posmodernitas)

    Full text link
    Ketika Muhammadiyah berdiri tahun l912, seluruh dunia Muslim masih berada di bawah penjajahan. Belum banyak yang merdeka secara politis dari cengkeraman imperalisme dan kolonialisme Barat. Di tengah-tengah kesulitan seperti itu, Muhammadiyah berdiri dengan membawa optimisme baru. Kata-kata atau slogan “Islam yang berkemajoean” amat didengung-dengungkan saat itu. Mungkin belum disebut Islam “modern” atau ”reformis” seperti yang disematkan orang dan para pengamat pada paroh kedua abad ke-20. Namun dalam perjalanan waktu, identitas gerakan Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari arti penting dari Dakwah dan Tajdid. Kata kunci Dakwah terkait dengan mengemban dan mengamalkan Risalah Islam, mengajak ke kebaikan (al-Khair) dan melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Sedangkan sistem tata kelolanya, usaha dakwah dalam artian luas tersebut memerlukan Tajdid, baik yang bersifat pemurnian maupun pembaharuan

    Kunut Salat Subuh dalam Hadis dan Fikih

    Full text link
    Masalah kunut dalam salat subuh merupakan masalah khilafiah fikih yang telah timbul sejak berabad-abad lamanya. Ada pendapat bahwa kita tidak perlu lagi membicarakannya karena tidak akan pernah selesai, hanya akan menyedot energi yang seharusnya dapat kita gunakan untuk mengkaji masalah-masalah lain yang lebih relevan. Pandangan ini benar dari satu sisi karena kita harus ekonomis dalam menggunakan energi kita, tetapi dari sisi lain sikap ilmiah menghendakiseseorang menerima sesuatu harus berdasarkan pengetahuan yang terjustifikasi. Di samping itu juga dalam masalah agama pengamalan sesuatu hal yang penting harus berdasarkan pengetahuan yang memadai mengenai duduk persoalan yang sebenarnya dari sesuatu yang kita amalkan itu. Lebih jauh lagi masyarakat juga berhak untuk mendapat suatu gambaran komprehensif dan jelas mengenai masalah tersebut

    Theodicy: Pendekatan Tauhidi dalam Menghadapi Musibah dan Bencana

    Full text link
    Peter L. Berger, seorang sosiolog agama asal Austria-Amerika, menegaskan bahwa agama telah memberikan jawaban dan harapan bagi semesta kehidupan manusia. Tidak ada sumber etika dan etos yang mampu memberikan harapan sedemikian mendalam selain agama. Hal ini disebabkan karena agama dapat memberikan jawaban yang fundamental dalam kondisi ekstrem yang dihadapai manusia, seperti wabah penyakit, bencana, dan kematian. Dalam konteks kajian Islam, fungsi dan peran agama seperti ini juga disampaikan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyah, seorang ulama besar Islam abad ke-21, yang mengatakan bahwa agama telah memberikan jawaban dan harapan bagi semesta kehidupan manusia. Tidak ada sumber etika dan etos yang mampu memberikan harapan sedemikian mendalam selain agama . Pada saat sumber etika lainnya seperti adat dan hukum terhenti menghadapi persoalan tersebut, agama tampil dengan nilai-nilai yang memberikan jawaban jelas. Agama yang merupakan “theological factor” telah menjelma menjadi “social factor” bagi kehidupan manusia

    Ulil Amri dan Tanggung Jawab Pemerintah dalam Negara Modern

    Full text link
    Ulil Amri dan sejumlah persoalan pemerintahan dan negara dalam ajaran Islam berkembang menjadi masalah pada masa sekarang disebabkan karena semua konsep ajaran Islam itu harus beroperasi dalam sistem negara bangsa (the nation state). Negara-bangsa adalah sistem ketatanegaraan yang pertama kali terbentuk berdasarkan Perjanjian Westphalia 1648 yang mengakhiri perang 30 tahun di Eropa. Isi perjanjian itu terutama adalah memisahkan urusan antara agama dan negara (sekularisme). Gereja Katholik yang semula berkuasa secara politik di Eropa harus melepaskan kekuasaannya dalam bidang pemerintahan dan menyerahkan kepada para Raja yang menguasai suatu teritorial tertentu. Gereja sendiri hanya berwenang mengurus bidang keagamaan. Maka, terjadilah pemisahan urusan antara Gereja yang berwenang dalam bidang keagamaan dan Raja yang berwenang dalam bidang pemerintahan

    Ulil Amri dalam Perspektif Fikih

    Full text link
    Umat Islam memiliki tujuan dan cita-cita hidup agar terwujudnya kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Untuk mewujudkan tujuan ini Allah telah menurunkan pedoman kepada umat Islam berupa wahyu al-Quran dan al-Hadis yang merupakan sabda hamba-Nya Muhammad Saw.2 Tujuan dan cita-cita hidup yang mulia ini merupakan ajaran al-Quran3 yang diekspresikan oleh umat Islam dalam bentuk doa yang dipersembahkan kepada Allah di setiap waktu. Pedoman dan aturan yang telah diturunkan Allah ini, tentu tidak dapat berjalan sendiri tanpa ada kepemimpinan yang mengendalikan pelaksanaannya. Peran pemimpin dalam Islam sangat urgent dan penting. Dan bahkan, Islam sangat menganjurkan dan membutuhkan kepemimpinan

    95

    full texts

    130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tarjih: Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇