Tarjih: Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam
Not a member yet
    130 research outputs found

    Membaca Gerak Politik Muhammadiyah Dan NU Pasca Reformasi

    No full text
    ORGANISASKI EMASYARAKATAN sosial terbesar di Indonesia, sampai hari ini yang tetap berdiri tegak dan kokoh, dengan basis massa yang cukup besar hanya ada dua, yaitu Muharnmadiyah dan NU. Kedua Ormas ini "saling bersaing" dalam banyak hal: agama, budaya, pendidikan, amal usaha dan yang paling penting adalah persaingan dalam hal politik. Kedua organisasi ini sama-sama memiliki pengalaman politik yang membanggakan dan juga sangat pahit. Pada era reformasi, Muharnmadiyah dan NU sama-sama merniliki kepentingan dengan partai politik, di mana NU dengan segala macam penafsirannya merniliki hubungan kultural dan basis pemilih yang sama dengan PKB. Begitu juga dengari Muhammadiyah, mayoritas pemilih warga Muharnrnadiyah adalah PAN meskipun ada beberapa golongan yang tidak sama besar memilih partai lain di luar PAN

    Metode Penafsiran Al-Qur\u27an Dalam Muhammadiyah

    Full text link
    Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi mungkar dan tajdid yang bersumber kepada Al-Quran dan Sunnah1 dan bersemboyan “kembali kepada Al-Quran dan Sunnah”, dengan sendirinya perlu dan dituntut untuk dapat memberikan pemahaman Al-Quran melalui tafsir2 dalam mengungkap kandungan-kandungannya. Usaha penafsiran ini penting artinya bagi Muhammadiyah, baik dalam rangka memberikan tuntunan keagamaan kepada warganya maupun dalam rangka menjalankan misi dakwahnya secara keseluruhan dan sebagai kontribusi dalam pengembangan peradaban Indonesia dan pembinaan karakter bangsa

    UU Terorisme Antara Idealita Dan Realita

    Full text link
    Bahwa dalam persoalan Terorisme harus kita akui jika bangsa Indonesia dalam membuat aturan hukum tentang hal tersebut adalah berdasarkan responsif dari berbagai suatu peristiwa pengeboman di berbagai daerah seantero Indonesia sejak tahun 1998, serentetan peristiwa yang terjadi baik mulai dari peristiwa di Rumah Susun Tanah Tinggi Jakarta, yang kemudian diikuti peristiwa lain seperti di Plaza Atrium Senen hingga terjadi sebanyak tiga kali, di Masjid Istiqlal Jakarta, di depan Balai Sidang Senayan & Bunderan Hotel Indonesia, Gedung Bundar Kejaksaan, Kediaman Dubes Filipina, halaman Kedubes Malaysia, Gedung BEJ, Gereja Koinonia Jatinegara, Asrama Mahasiswa Aceh Manggarai, rumah kos Cikoko Pancoran, jembatan fly-over Slipi & Mampang Prapatan, dll. Juga di Kota Medan terjadi lima tempat, Pematang Siantar, Yogyakarta, Bandung, Sukabumi, Mojokerto, Batam, Pekanbaru, Mataram, Semarang, Surabaya, Makassar, Palu, Manado hingga Bali pada tanggal 12 Oktober 2002 yang memicu dibuatnya peraturan perundangan tentang Terorisme tersebut

    Aplikasi Tingkat Kecerlangan Langit dalam Penentuan Waktu Subuh

    Full text link
    Tingkat kecerlangan langit bergantung pada posisi benda langit, keadaan atmosfer, dan polusi cahaya. Posisi matahari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecerlangan langit. Hal ini berkaitan juga dengan penentuan waktu salat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghitung selisih awal waktu salat subuh yang ditentukan dengan perhitungan hisab dan perhitungan dengan menggunakan moving average perubahan tingkat kecerlangan langit sebagai fungsi waktu. Tingkat kecerlangan langit didapatkan dari pengukuran Sky Quality Meter (SQM) yang dipasang di Yogyakarta. Data tersebut dicocokkan dengan perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak accurate times dan Hisab Muhammadiyah. Hasil pengukuran menunjukkan waktu salat subuh lebih lambat daripada waktu yang dihasilkan dari perhitungan

    Sistem Ekonomi Islam (Syariah) Dan Permasalahan Bunga Bank

    Full text link
    Kita patut bersyukur kepada Allah swt yang telah memberikan tuntunan berupa agama Islam untuk dijadikan pedoman dalam menempuh dan menjalani segala aspek kehidupan termasuk di bidang ekonomi. Islam mengajarkan bahwa setiap perbuatan ekonomi dan semua perbuatan lainnya tak boleh terlepas dari, dan haruslah didasarkan kepada, iman dan takwa (aqidah), aturan yang telah digariskan (syariah) serta perilaku (akhlak) yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. Allah dengan tegas menyatakan bahwa hanya Islamlah agama yang diridhai Allah.  Oleh karena itu, dan sejalan dengansalah satu amanat Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Malang yang memutuskan agar Muhammadiyah "Mengupayakan terlaksananya ekonomi syariah yang lebih kuat dan terorganisasi dan tersistem" diperlukan kerangka acuan (framework) serta prinsip-prinsip pokok mengenai sistem ekonomi Islam, atau yang di Indonesia lebih populer dengan sistem ekonomi Syariah. Sebagai "Diharamkan bahan diskusi, tulisan ini merupakan kajian awal yang masih perlu disempurnakan

    Hadis di Mata Orientalis

    Full text link
    Dalam khazanah keilmuan Islam, hadis merupakan salah satu sumber utama ajaran yang dijunjung tinggi oleh umat Islam. Sejak abad pertama perkembangan Islam, hadis menempati porsi yang cukup besar dalam kajian studi keislaman. Hadis sebagai salah satu bidang kajian dalam studi Islam pun tidak hanya menarik perhatian para intelektual muslim, tetapi juga para orientalis. Kelompok kedua ini mempelajari hadis dengan beragam latar dan perspektif berspektrum sangat luas: dari yang objektif hingga bertendensi negative dan skeptis. Artikel ini menelusuri beberapa pandangan para orientalis yang pernah mencuat dalam kancah studi hadis serta respons yang diberikan oleh para akademisi muslim

    Tadwin Al-Hadits: Kontroversi Sekitar Autentisitas Hadis Larangan Penulisan Hadis

    No full text
    Telah terjadi kontroversi yang berkepanjangan mengenai kodifikasi hadis dari sejak proses penulisan sampai pada pembukuan hadis sebagai akibat banyaknya "kepentingan" terhadap hadis sebagai sumber hukum kedua dalam Islam. Timbulnya kontroversi tersebut di samping memang karena adanya berbagai kepentingan, juga karena di satu sisi memang ada hadis yang melarang penulisan hadis dan ada yang membolehkan bahkan memerintahkan penulisan hadis. Terhadap hadis yang membolehkan penulisan hadis ternyata para ulama tidak banyak mempermasalahkan kualitas keshahihannya, namun terhadap hadis yang melarang penulisan hadis mereka berbeda pandangan. Setelah penulis meneliti hadis larangan penulisan ternyata sanad hadis tersebut berkualitas shahih li dzatih yang berarti otentik dari Nabi saw. Karena itu perlu upaya "penyelesaian" terhadap dua dalil tersebut, tanpa menafikan salah satunya karena sama-sama shahih

    Tindak Lanjut Kalender Hijriah Global Turki 2016 "Tinjauan Usul Fikih"

    Full text link
    Penanggalan yang dipedomani oleh umat Islam untuk menentukan waktu-waktu peribadatan, seperti haji dan puasa Ramadan, adalah penanggalan hijriah yang berdasarkan pada penanggalan bulan. Hanya saja, masih belum ada kesepakatan bulat di kalangan umat mengenai tata cara penentuan tanggal tersebut. Sebagai akibatnya, perbedaan tanggal merupakan hal yang biasa bagi umat Islam. Upaya penyatuan terus dilakukan, salah satunya melalui International Hijri Calendar Unity Congress di Turki tahun 2016 yang menyepakati kalender hijriah tunggal melalui pemungutan suara. Artikel ini membahas seluk-beluk gagasan kalender hijriah tunggal ini dari perspektif usul fikih untuk melihat kemungkinan penerapannya

    Autentisitas Dan Otoritas Hadis Dalam Keilmuan Ulama Muslim Dan Sarjana Barat

    Full text link
    Perjalanan hadis yang lebih rumit dibanding perjalanan Al-Qur\u27an menjadikan hadis berada pada posisi agak sulit, autentisitasnya dipertanyakan. Sementara, hadis mempunyai fungsi strategis terhadap Al-Qur\u27an, menjadi "petunjuk praktis" dalam implementasi Al-Qur\u27an. Serba salah. Bila hadis segera dibukukan seperti Al-Qur\u27an, ada kekhawatiran kesulitan membedakan keduanya. Bila tidak dibukukan, dikhawatrkan hadis akan terhapus bersama wafatnya para penghafal hadis. Penciptaan hadis maudhu\u27 membuat sejarah hadis menjadi buram dan menambah masalah dalam menghimpunnya dalam bentuk dokumen. Setelah pembukuannya dilakukan dengan penundaan cukup lama, akhirnya tidak ada kitab hadis "versi pemerintah", yang ada versi perseorangan, dengan irnplikasi, kadar autentisitasnya tidak setinggi Al-Qur\u27an. Bersama ini para ulama merurnuskan kriteria-kriteria hadis yang pantas dijadikan sandaran beragama dan hadis yang tidak pantas. Karena itu ada sebuah hadis yang dijadikan hujjah dan ada yang ditolak. Bahkan ada hadis yang dijadikan hujjah oleh aliran tertentu yang tidak dipakai oleh aliran lain

    Cover + Daftar isi

    No full text

    95

    full texts

    130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tarjih: Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇