Portal Jurnal Elektronik UPG 1945 NTT (Universitas Persatuan Guru)
Not a member yet
85990 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ASUPAN GIZI PROTEIN TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA ATLET TINJU DI ASRAMA ATLET PPLD NTT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan gizi protein terhadap kebugaran jasmani pada atlet tinju di asrama atlet PPLD NTT. Kebuguran jasmani merupakan aspek penting yang mendukung performa atlet dalam setiap cabang olahraga, termasuk tinju. Tinju adalah olahraga yang menurut kekuatan, serta koordinasi tubuh yang optimal. Untuk mencapai performa maksimal, atlet tinju memerlukan pola latihan yang intesif dan asupan gizi yang sesuai khususnya protein. Protein memiliki peran penting dalam pemulihan otot, regenerasi sel, dan peningkatan kekuatan fisik, sehingga asupan protein yang cukup menjadi salah satu kunci dalam menunjang kebugaran jasmani atlet. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Quasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah 5 orang. Walaupun populasi di asrama atlet PPLD NTT berjumlah 10 orang, akan tetapi tidak di jadikan sampel, karena penelitian menggunakan kriteria dalam penelitian ini yang meliputi: a) usia minumal 20 tahun, b) lama bergabung di asrama atlet tinju PPLD NTT minimal tiga tahun, c) banyaknya mengikuti kompetisi minimal 5 kali dan jenis kelamin wajib laki-laki. Dengan demikian dari 10 orang peneliti hanya menggunkan 5 orang sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada Terdapat korelasi antara asupan protein terhadap kebugaran atlet tinju PPLD NTT. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian peneliti Terdapat korelasi antara protein terhadap aktivitas fisik atlet tinju PPLD NTT. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, aktivitas sedang dan berat yang dilakukan oleh para atlet tinju berkorelasi dengan aktivitas latihan yang dijalani oleh para sisw
LATIHAN LARI ZIG-ZAG MENINGKATKAN KECEPATAN BOLA QUICK PADA ATLET BOLA VOLI PUTRA SMA NEGERI 5 KUPANG
Masalah dalam penelitian ini adalah Dalam pelaksanaan permainan bola voli tentunya pada saat penerapan dilapangan ternyata mengalami hambatan yaitu kurang pahamnya siswa dalam melakukan teknik pengambilan bola Quick dapat dikarenakan siswa kurang menguasai materi pada saat penyampaian materi dalam teori permainan bola voli. Berkaitan dengan masalah di atas maka, peneliti terterik untuk melakukan penelitian, dengan Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lari zig-zagpermainan bola voli melalui latihan lari zig-zag dapat meningkatkan kecepatan bola Quick atlet bola voli putra SMA Negeri 5 Kupang. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 10 orang Tenik analisis data dalam penelitian ini menggunakan data statistik yang di hitung menggunakan rumus t = tes. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama tiga minggu, diperoleh temuan bahwa program latihan lari zig-zag mampu meningkatkan kecepatan bola quick secara signifikan pada peserta ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 5 Kupang. Latihan lari zig-zag yang dilakukan selama 3 minggu terbukti efektif meningkatkan kecepatan bola quick pada peserta ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 5 Kupang. Terjadi peningkatan sebesar 75%, yang menunjukkan bahwa latihan ini berpengaruh positif terhadap kelincahan dan kecepatan pukulan dalam permainan bola voli
PENERAPAN MOTODE FIELD TRIP PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENANAMAN NILAI KARAKTER RELIGIUS DAN NASIONALISME DI SMP NEGERI FATUKNUTUK TAHUN AJARAN 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan metode field trip pada pembelajaran sejarah terhadap penanaman nilai karakter religius dan nasionalisme di SMP Negeri Fatuknutuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode field trip mampu membuat siswa aktif serta dapat memahami pembelajaran IPS, yang pada gilirannya berdampak pada penanaman nilai karakter religius dan nasionalisme
Bentuk Makna dan Fungsi Tarian Likurai Masyarakat Desa Tesa Kecamatan Laen Manen Kabupaten Malaka: Indonesia
Tujuan penelitiannya adalah 1. Menjelaskan bentuk tarian likurai masyarakat desa tesa kecamatan laen manen Kabupaten malaka, 2. Menjelaskan fungsi tarian likurai masyarakat desa tesa kecamatan laen manen kabupaten malaka, 3. Menjelaskan makna tarian likurai masyarakat desa tesa kecamatan laen manen kabupaten malaka. Dengan menggunakan teori semiotik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tarian likurai dapat dilaksanakan untuk penyambutan tamu penting, upacara adat, pertunjukan seni, dan festival budaya. Bentuk tarian likurai adalah bentuk garis sejajar dan bentuk lingkaran, Makna tarian likurai adalah makna penghormatan, makna religius, dan makna ungkapan syukur, fungsi tarian likurai adalah fungsi menghibur merupakan, fungsi menjodohkan, gotong royong, dan memuliakan Tuhan adalah menyangkut kepercayaan manusia kepada Tuhan.
The purpose of the study is 1. To explain the form of the likurai dance of the Tesa village community, Laen Manen sub-district, Malaka Regency, 2. To explain the function of the likurai dance of the Tesa village community, Laen Manen sub-district, Malaka Regency, 3. To explain the meaning of the likurai dance of the Tesa village community, Laen Manen sub-district, Malaka Regency. By using semiotic theory. The method used in this study is descriptive qualitative. The results of the study show that the likurai dance can be performed to welcome important guests, traditional ceremonies, art performances, and cultural festivals. The form of the likurai dance is the form of parallel lines and the shape of a circle, The meaning of the likurai dance is the meaning of respect, religious meaning, and the meaning of expressing gratitude, the function of the likurai dance is the function of entertaining, the function of matching, mutual cooperation, and glorifying God is related to human belief in God
Silent Songs of Kolbano : Messages And Meanings In Dawan Death Speech Tradition In South Pene Kolbano Subdistrict South Central Timor Regency: English
This study explores the "Function, Meaning, and Value of the Death Speech of the Dawan Ethnic Group in South Pene Village, Kolbano Subdistrict, South Central Timor Regency." The death speech is a central element of funeral rituals, serving as a medium for cultural, social, and spiritual expression. The research employs a descriptive qualitative method, with data gathered through observation, interviews, and documentation. The analysis is grounded in cultural linguistics, Jakobson’s theory of language functions, and Alisjahbana’s classification of values. Findings reveal that death speech performs multiple essential functions: guiding the soul to the ancestral realm (spiritual), uniting the community in mourning (social), affirming inheritance rights (customary), conveying moral lessons (educational), and preserving cultural identity (cultural). It embodies symbolic, religious, historical, and genealogical meanings and reflects the core values of Dawan life. The study concludes that death speech is not merely a traditional practice but a vital form of intangible cultural heritage that must be preserved and passed on to future generations
Pengaruh Model Pembelajaran Bermain Peran Untuk Mencegah Perilaku Bullying Di Kelas XI SMA Negeri 2 Kota Kupang: Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran Bermain Peran Untuk Mencegah Perilaku Bullying Di Kelas XI SMA Negeri 2 Kota Kupang. Penelitian ini menggunaka metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 2 Kota Kupang. Dengan jumlah populasi sebanyak 396 siswa. Sampel dalam penelitian ini 36 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian ada Pengaruh Model Pembelajaran Bermain Peran Untuk Mencegah Perilaku Bullying Di Kelas XI SMA Negeri 2 Kota Kupang. Karena berdasarkan hasil penelitian, F tabel 0,05 = 4.11 > F hitung 0,05 = 396.418 maka hipotesis Ha ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran bermain peran terhadap perilaku bullying. Dengan adanya pengaruh model pembelajaran bermain peran untuk mencegah perilaku bullying. Berdasarkan perhitungan statistik F hitung < F tabel. Hal ini berarti membuktikan bahwa dengan adanya model pembelajaran bermain peran dapat berdampak pada perilaku bullying.
This study aims to determine the Influence of Role-Playing Learning Model to Prevent Bullying Behavior in Class XI of SMA Negeri 2 Kupang City. This study uses a quantitative descriptive research method. This study was located at SMA Negeri 2 Kupang City. With a population of 396 students. The sample in this study was 36 students. The sampling technique in this study used a saturated sampling technique. The data collection technique used in the study was a questionnaire and the data analysis technique used was simple linear regression. The results of the study showed the Influence of Role-Playing Learning Model to Prevent Bullying Behavior in Class XI of SMA Negeri 2 Kupang City. Because based on the results of the study, F table 0.05 = 4.11> F count 0.05 = 396,418 then the hypothesis Ha there is a significant influence between the role-playing learning model and bullying behavior. With the influence of the role-playing learning model to prevent bullying behavior. Based on the statistical calculation F count <F table. This means that the existence of a role-playing learning model can have an impact on bullying behavior
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DENGAN PERFORMA PADA ATLET PUTRA JUNIOR DIKLUB NAGA TIMUR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Asupan Gizi Dengan Performa pada Atlet Putra Junior di Klub Naga Timur. Metode penelitian: penelitian ini mengunakan menggunakan metode eksoerimen dengan pendapatan kuantitatif. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh hubungan asupan gizi di klub naga timur.hasil penelitian : data observasi dalam penelitian ini yang di transformasikan menjadi data kuantitatif agar memudahkan dalam menganalisis. Data observasi di analisis dengan deskriptif kuantitatif. Untuk menentukan performa pada atlet putra junior diklub naga timur. Kesimpulan : berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa asupan gizi dengan performa pada atlet yang di lakukan satu minggu 5 kali dapat meningkatkan kualitas atlet putra junior diklub naga timur sebesar 25%
STRATEGI PENGEMBANGAN TENUN IKAT SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU DAWAN DESA OEBESI KECAMATAN AMARASI TIMUR KABUPATEN KUPANG
Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan tenun ikat sebagai kearifan lokal masyarakat Suku Dawan Amarasi di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat serta merumuskan strategi pengembangan tenun ikat. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 20 informan yang dipilih melalui purposive sampling, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara terarah, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenun ikat merupakan warisan budaya turun-temurun yang berperan sebagai identitas sosial. Produksinya dilakukan oleh kaum perempuan menggunakan alat tradisional dan bahan alami. Faktor pendorong meliputi: pewarisan budaya, kemudahan perolehan sumber daya alam, peningkatan ekonomi keluarga, dan pemanfaatan waktu luang. Di sisi lain, faktor penghambat mencakup: produksi untuk konsumsi sendiri, penggunaan bahan kimia, keterbatasan modal, dan dominasi tenaga kerja non-produktif. Selain itu, faktor fisik seperti cuaca dan lokasi juga memengaruhi pengembangan tenun ikat. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika pengembangan tenun ikat di komunitas tersebut
Tradisi Belis Dalam Adat Perkawinan Suku Timor Di Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang dan makna yang terkandung dalam tradisi belis pada adat perkawinan Suku Timor di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Subjek penelitian adalah individu-individu yang memiliki pengetahuan mendalam tentang tradisi belis. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Amarasi di Desa Tunbaun masih melestarikan tradisi belis dalam adat perkawinan Suku Timor. Pelaksanaan tradisi ini meliputi tahap peminangan, pengerahan belis, dan pindah marga, yang dipimpin oleh tokoh adat. Tradisi belis mengandung nilai dan makna penting yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, mendorong mereka untuk mempertahankan kebudayaan ini
Fungsi upacara perkawinan adat pada masyarakat Desa Skinu kecamatan Toianas Kabupaten Timor Tengah Selatan
Skripsi ini meneliti fungsi upacara perkawinan adat pada masyarakat Desa Skinu, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan, nilai-nilai yang terkandung, dan makna yang menjadi tolak ukur dalam mempertahankan budaya perkawinan adat di Desa Skinu. Subjek penelitian adalah masyarakat Desa Skinu, dengan penentuan informan melalui metode Snowball Sampling. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan studi dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara perkawinan adat di Desa Skinu merupakan manifestasi kearifan lokal dan sistem sosial yang kuat. Prosesi perkawinan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai, norma, dan identitas budaya masyarakat setempat, khususnya suku Atoin Meto. Upacara ini memiliki peran signifikan dalam kehidupan sosial dan budaya, dengan setiap tahapan menyimpan makna mendalam yang menggambarkan hubungan sosial, ekonomi, dan spiritual antar-keluarga dan masyarakat. Prosesi ini sangat penting dalam mempertahankan budaya di kalangan masyarakat Desa Skinu