Portal Jurnal Elektronik UPG 1945 NTT (Universitas Persatuan Guru)
Not a member yet
    85990 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Dalam Pembelajaran Ips Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Viii Smp Negeri 3 Kodi Utara Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kemampuan berpikir kritis siswa sebelum penerapan model Problem Based Learning (PBL), proses penerapan PBL, dan efektivitas PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Kodi Utara. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kodi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, dari 24 peserta didik, hanya 6 siswa (25%) yang tuntas dengan nilai rata-rata 55,2%, sementara 18 siswa (75%) belum tuntas. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, terdapat 20 siswa (83,3%) yang tuntas dari 24 siswa, dengan nilai rata-rata 72,08%, dan hanya 4 siswa (16,7%) yang belum tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran PBL pada mata pelajaran IPS efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

    Upacara adat perkawinan suku amanatun desa batnun kabupaten timor tengah selatan propinsi nusa tenggara timur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang proses berjalannya Upacara Adat Perkawinan, Fungsi dari Upacara Adat Perkawinan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Adat Perkawinan Suku Amanatun Desa Batnun Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penentuan informan dalam penelitian ini yaitu dilakukan secara Snowball Sampling . Orang yang terpilih menjadi informan yaitu tua-tua adat dan tokoh masyarakat yang berusia 50 tahun keatas, dipercaya, sehat, berpengalaman dan selalu terlibat dalam proses Upacara Adat Perkawinan. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah informan yang terlibat langsung dalam proses terjadinya Upacara Adat Perkawinan dan sumber data sekunder adalah kepustakaan atau literatur-literatur dan dokumen-dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumen. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: latar belakang berjalannya Upacara Adat Perkawinan adalah yang menjadi pekerjaan utama bagi masyarakat Desa Batnun adalah sebagai petani sawah dan lahan kering. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mereka hanya mengandalkan hasil pertanian yang sampai saat ini masih dikerjakan dengan sistem pertanian yang sangat tradisional. Kebiasaan yang masih dilakukan dalam bidang pertanian ini yang melahirkan suatu kebudayaan bagi masyarakat Desa Batnun. Hal ini terlihat dalam kebiasaan yang dilakukan dalam sistem pertanian. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat hingga saat ini Upacara Adat Perkawinan. Proses berjalannya Upacara Adat Perkawinan dimulai dari tahap persiapan yaitu : Makan siri pinang, masuk minang dan ikat, nikah, adat, transfer perempuan. Berfungsi menjaga kelestarian budaya, mempererat tali silaturahmi, memberi ligitimasi sosial, menghormati para leluhur, menjaga stabilitas sosial, untuk setiap orang yang membangun rumah tangga baru. Nilai dari Upacara Adat Perkawinan yaitu : nilai ekonomis, nilai persatuan dan keutuhan, nilai gotong royong, nilai sejarah, nilai kerendahan hati, nilai etika/sopan dan menghargai.

    Pe Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Hasil Latihan Dribbling Bola Pemain UKM Futsal UPG 1945 NTT

    No full text
    Research Objective: This study aims to determine the effect of zig-zag run training on dribbling agility of players of UKM Futsal UPG 1945 NTT. Research Method: The method used is a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group design. Research Sample: The sample consisted of 20 people divided into two groups: experimental and control, each consisting of 10 players. The experimental group was given treatment in the form of zig-zag run training for 6 weeks, while the control group did not receive any special treatment. Results of the study: Shows that the average dribbling time in the experimental group decreased from 13.08 seconds (pre-test) to 11.54 seconds (post-test), with an average difference of 1.54 seconds. The t-test shows a significant value (t count = 24.92> t table = 2.262; p <0.05), which means that there is a significant effect of zig-zag run training on dribbling agility. In contrast, the control group showed no significant change in time (average difference of 0.01 seconds; t count = 0.23 <t table = 2.262; p> 0.05). Conclusion: Thus, it can be concluded that zig-zag run training is effective in improving dribbling agility in futsal players

    FUNGSI RITUSL HOLE DALAM MASYARAKAT SABU DESA RAMEDUE KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan serta fungsi dari ritual adat Hole dalam kehidupan masyarakat Sabu, khususnya di Desa Ramedue, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Ritual Hole merupakan upacara adat masyarakat Jingitiu yang sarat nilai spiritual, sosial, dan ekologis, yang berkaitan erat dengan siklus pertanian dan kepercayaan terhadap kekuatan ilahi (Deo Ama) serta roh leluhur. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa ritual Hole berfungsi sebagai sarana ungkapan syukur atas hasil panen, permohonan keselamatan dan keberkahan, serta upaya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu, ritual ini juga memperkuat ikatan sosial masyarakat, menjadi media pewarisan budaya, dan membentuk identitas kolektif masyarakat Sabu. Dalam konteks perubahan zaman dan tantangan globalisasi, pelestarian ritual Hole menjadi kunci dalam mempertahankan nilai-nilai lokal dan ketahanan budaya masyarakat setempat.

    TUTURAN RITUAL PE’IU MANU SEBAGAI LAMBANG PERDAMAIAN PADA MASYARAKAT SABU DI DESA LOBOHEDE KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA

    Full text link
    Tuturan Ritual Pe’iu Manu Sebagai Lambang Perdamaian Pada Masyarakat Sabu di Desa Lobohede Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Taji Ayam (Pe’iu Manu) Pada Masyarakat Sabu di Desa Lobohede Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua dan untuk mengetahui Nilai-Nilai Apa Saja Yang Terdapat Dalam Tuturan Ritual Taji Ayam ( Pe’iu Manu)  Pada Masyarakat Sabu di Desa Lobohede Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Lokasi penelitian ini bertempat di Desa Lobohede Kecamatan Hawu Mehara. Teknik yang digunakan dengan cara wawancara dan observasi, infomasi yang didapatkan dari tiga orang yaitu satu ketua adat dan dua lainnya orang yang mengetahui dengan jelas tentang Tuturan Ritual Taji Ayam (Pe’iu Manu). Sumber yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder yang diperoleh dari proses wawancara dan observasi. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah ketua adat yaitu Mateni Kerabba dan dengan kriteria penetuan informan yakni yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang Tuturan Ritual Taji Ayam (Pe’iu Manu).

    ANALISIS KETEPATAN SHOOTING MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM PADA ATLET FUTSAL UKM UPG 1945 NTT

    Full text link
    Masalah utama yang dihadapi para atlet futsal UKM UPG 1945 NTT apakah ada pengaruh variasi latihan menggunakan target terhadap ketepatan shooting menggunakan kaki bagian dalam. Berkaitan dengan permasalahan diatas maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi latihan menggunakan target terhadap ketepatan shooting menggunakan kaki bagian dalam pada atlet futsal UKM Futsal UPG 1945 NTT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tektik test atau pengukuran pada objek akan dilakukan melalui pre-test dan post-test.jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 10 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah data dikelompokkan berdasarkan variabel yang diteliti, lalu disajikan dalam bentuk tabel (tabulasi) untuk masing-masing jenis responden. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada ketepatan shooting menggunakan kaki bagian dalam setelah diberikan perlakuan latihan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa, Latihan shooting menggunakan kaki bagian dalam berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan ketepatan shooting pada atlet futsal UKM UPG 1945 NTT. Peneliti menyarankan agar latihan shooting menggunakan kaki bagian dalam secara terstruktur dan berulang dapat dijadikan bagian dari program latihan rutin untuk meningkatkan kemampuan shooting pemain futsal.  Adapun keterbatasan penelitian ini adalah waktu, biaya, dan tempat penelitian

    Peranan Tupitu nakaf abraham baitanu dalam perkembangan wilayah penkase dari masa wilayah ketemukungan hingga menjadi wilayah desa pada tahun 1965-1998

    Full text link
    Abstrak                Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal wilayah Penkase sebelum kepemimpinan Abraham Baitanu, menganalisis proses terpilihnya Abraham Baitanu sebagai temukung pada tahun 1965, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan yang diterapkannya, serta menjelaskan peranan Abraham Baitanu dalam pemekaran wilayah Penkase dari sistem ketemukungan menjadi desa. Subjek penelitian ini adalah wilayah Penkase dan tokoh Abraham Baitanu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, melalui tahapan heuristik untuk mengumpulkan sumber, kritik sumber untuk menilai keaslian dan kredibilitasnya, interpretasi untuk memaknai data yang ditemukan, dan historiografi sebagai tahapan penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penkase awalnya merupakan wilayah ketemukungan dengan sistem pemerintahan tradisional yang kental. Abraham Baitanu, setelah terpilih sebagai temukung, melakukan berbagai kebijakan progresif, termasuk penguasaan wilayah Oeleta dan menjadikan Penkase sebagai desa mandiri. Peran krusial Abraham Baitanu sangat menonjol dalam transformasi Penkase dari struktur ketemukungan menjadi desa, yang secara signifikan memengaruhi perkembangan sosial dan administratif wilayah tersebut pada periode 1965-1998. Kata Kunci: Abraham Baitanu, Penkase, Ketemukungan, Pemekaran Wilayah, Sejarah Lokal &nbsp

    MAKNA NATONI DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN BAGI MASYARAKAT DESA KUSI KECAMATAN KUANFATU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan nilai yang terkandung dalam natoni pada upacara adat perkawinan bagi masyarakat Desa Kusi, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian kualitatif ini dilakukan di Desa Kusi, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi. Analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa natoni dalam upacara perkawinan adat di Desa Kusi memiliki dua makna utama: sebagai identitas dan sebagai media komunikasi. Selain itu, natoni juga mengandung tiga nilai penting: nilai estetika, nilai gotong royong, dan nilai harmoni sosial. Kata kunci: Natoni, Upacara Adat Perkawinan, Masyarakat Desa Kus

    Upacara Kaos “Banu” Dalam Tradisi Masyarakat Desa Taiftob Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan

    Full text link
      ___________________________________________________________________                  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang, proses, dan fungsi upacara Kaos Banu dalam tradisi masyarakat Desa Taiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Subjek penelitian adalah masyarakat Desa Taiftob. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Kaos Banu masih dilakukan dan dilestarikan sebagai warisan budaya turun-temurun dari nenek moyang. Upacara ini memiliki latar belakang yang mendalam, mencerminkan penghormatan terhadap leluhur dan pelestarian tradisi. Pelaksanaan Kaos Banu merupakan ritual adat suku Dawan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan alam. Setiap tahapan upacara Banu dilakukan melalui musyawarah adat yang melibatkan ketua adat dan tokoh masyarakat. Kata Kunci: Upacara Adat, Kaos Banu, Tradisi

    PENERAPAN METODE ROLE PALYING BERBASIS BILLINGUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN HASIL BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VIII SMP NEGERI 5 KUPANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan metode Role Playing berbasis Bilingual pada mata pelajaran IPS di kelas VIII SMPN 5 Kupang, dan (2) mengetahui apakah metode Role Playing berbasis Bilingual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 5 Kupang. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kupang pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Data penelitian diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan siswa, guru, dan kepala sekolah, serta dokumen arsip dan foto kegiatan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode Role Playing berbasis Bilingual terdiri dari persiapan, pemilihan peran, penjelasan skenario, pelaksanaan bermain peran, diskusi dan analisis, serta evaluasi dan kesimpulan. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) IPS kelas VIII SMP Negeri 5 Kupang adalah 74% dengan presentase ketuntasan klasikal minimal 74%. Setelah pemberian perlakuan selama dua siklus, terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan. Rata-rata hasil post-test siswa pada siklus I adalah 73, dan meningkat menjadi 85 pada siklus II. Presentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 68% pada siklus I menjadi 93% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Role Playing Berbasis Bilingual dapat meningkatkan kemampuan dan hasil berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 5 Kupang.

    215

    full texts

    85,990

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Elektronik UPG 1945 NTT (Universitas Persatuan Guru)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇