E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
PENGARUH CITRA MEREK, HARGA, KUALITAS DAN KEMASAN BERAS KITA TERHADAP MINAT BELI ULANG MASYARAKAT SURABAYA
Perum BULOG as a company assigned directly by the government to manage food logistics, has not made our products, KITA, excel in the market. This research aims to analyze the influence of brand image, price, product quality, and packaging on the repurchase intention of Beras KITA. The sampling method used in this study is purposive sampling, with 95 respondents. The research employs the Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM PLS) analysis. Brand image (X1), price (X2), product quality (X3), and packaging (X4) have a positive and significant impact on repurchase intention (Y). The results of this study provide insights to Perum BULOG for optimizing marketing strategies and product development to enhance the brand image, quality, and attractiveness of Beras KITA in the eyes of consumers, thereby gaining a competitive edge in the market. Keywords: brand image, price, product quality, packaging, repurchase intentionINTISARI Perum BULOG sebagai perusahaan diberikan tugas langsung oleh pemerintah dalam mengatur logistik pangan, hal terebut tidak menjadikan produk KITA unggul dalam pasar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image, harga, kualitas produk, dan kemasan terhadap minat beli ulang Beras KITA. Metode penentuan sampel secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 95 orang. Penelitian ini menggunakan Analisis Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM PLS). Brand image (X1), harga (X2), kualitas produk (X3), dan kemasan (X4) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang (Y). Hasil penelitian memberikan wawasan kepada Perum BULOG untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan pengembangan produk untuk meningkatkan citra merek, kualitas, dan daya tarik Beras KITA di mata konsumen, sehingga dapat lebih unggul di pasaran. Kata kunci: brand image, harga, kualitas produk, kemasan, minat beli ulan
STRATEGI BERTAHAN INDUSTRI KEDAI KOPI (COFFE SHOP) DI MASA PANDEMI COVID-19
The objective of this study to analyze the survival strategy of coffee shop in Padang during Covid-19 pandemic. The Bacarito Coffee Shop were taken as respondents. This research used 10 key informants from business, government and academics and 30 customer were collected by accidental method. The data analyzed by using IFE and EFE Matrices and SWOT Analysis. The results indicate that to survive during the pandemic, the coffee shop industry needs to design marketing and product innovation by means of digitalization marketing and innovation on menu design based on millenial consumer preferences.INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungan strategis internal dan eksternal usaha kedai kopi serta menganalisis strategi bertahan kedai kopi di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada salah satu kedai kopi di Kota Padang yang terdampak selama pandemi yakni “Bacarito Kopi”. Penelitian ini menggunakan 10 orang key informant dan 30 responden yang dipilih secara aksidental. Analisis data dilakukan dengan menggunakan matrik IFE dan EFE serta analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk bertahan di masa pandemi, usaha coffee shop harus berani melakukan inovasi pemasaran dan inovasi produk dengan melakukan digitalisasi marketing dan menawarkan menu yang sesuai dengan preferensi selera konsumen milenial
ANALISIS POTENSI DAN UPAYA PENGEMBANGAN DESA WISATA JAMU GENDONG DUSUN KIRINGAN KABUPATEN BANTUL
Desa Jamu Gendong Kiringan is a tourist village that offers a unique experience in the production and consumption of traditional herbal medicine. There are several tourist activities that can be done, such as education on herbal plants and their benefits, witnessing and directly practicing the process of making jamu, and cycling around the village. This concept of a tourist village is not widely found in Indonesia, making it an attraction for tourists. Despite being officially designated as a tourist village for 7 years, the number of visits and product purchases has not reached the target. In-depth analysis of the potential and threats is necessary in order to develop the tourist village and increase visits and purchases. This research aims to analyze the potential and efforts to develop Jamu Gendong Kiringan Village using the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats matrix. The data collection methods used are observation, interviews, and literature study. The analysis results show that this tourist village has strengths in the authenticity of jamu products, the potential of unique products, and management skills. However, there are weaknesses such as a lack of knowledge and adequate infrastructure. Threats come from changing consumption trends, but there are opportunities through government support and training programs. Active participation of the community and the improvement of human resources through training are crucial in developing the tourist village. Keywords: Tourist Village, Herbal Medicine, SWOT Matrix. INTISARIDesa Jamu Gendong Kiringan merupakan desa wisata yang menawarkan pengalaman unik dalam pembuatan dan konsumsi jamu tradisional. Terdapat beberapa kegiatan wisata yang dapat dilakukan yaitu edukasi mengenal tanaman herbal dan khasiatnya, melihat dan mempraktikan secara langsung proses pembuatan jamu, dan bersepeda keliling kampung. Konsep desa wisata ini tidak banyak ditemukan di Indonesia, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selama 7 tahun diresmikan menjadi desa wisata, kunjungan dan daya beli produk masih belum mencapai target. Analisis mendalam terhadap potensi dan ancaman sangat diperlukan dalam upaya pengembangan desa wisata untuk meningkatkan kunjungan dan daya beli. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi dan upaya pengembangan Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan dengan menggunakan matriks Strength, Weakness, Opportunity, dan Threath. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa desa wisata ini memiliki kekuatan dalam keaslian produk jamu, potensi produk khas, dan keterampilan manajemen. Namun, juga terdapat kelemahan seperti kurangnya pengetahuan dan infrastruktur yang memadai. Ancaman datang dari perubahan tren konsumsi, tetapi terdapat peluang dari dukungan pemerintah dan program pelatihan. Partisipasi aktif masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan sangat penting dalam mengembangkan desa wisata.Kata kunci: Desa Wisata, Jamu Tradisional, Matriks SWOT
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI DESA PRAI HAMBULI KECAMATAN NGGAHA ORI ANGU KABUPATEN SUMBA TIMUR
This study aims to analyze the effect of farmer characteristics on corn farming income. This research activity was carried out in Prai Hambuli Village, Nggaha Ori Angu District, East Sumba Regency where this study aimed to analyze the influence of farmer characteristics on corn farming income in Prai Hambuli Village. The research lasted for four months, starting from September 2022 to December 2022. The number of samples used in this study were 77 farmers who have corn farming in Prai Hambuli Village. To find out the income of corn farmers at the research location, an income analysis was carried out on a predetermined sample. Then to determine the effect of farmer characteristics on farmers' income, data analysis was carried out using multiple linear regression analysis with the Ordinary Least Square (OLS) estimation method, where to determine the significance level of the regression coefficient of each independent variable (independent variable). ) on the dependent variable (dependent variable) statistical tests were carried out including the R² test, t test, and F test. The results of this study illustrate that the average income of corn farmers in the research location is IDR 13,974,126/hectare. There is no effect of age, education, farming experience, and number of family dependents on farmers' income, while the effect of land area has a significant effect on the income of corn farmers in the study location. Overall, all indicators of farmer characteristics influence farmers' income in corn farming in Prai Hambuli Village. Keywords: Characteristics, Income, Influence.INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik petani terhadap pendapatan usahatani jagung. Penelitian dilaksanakan di Desa Prai Hambuli Kecamatan Nggaha Ori Angu Sumba Timur. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik petani terhadap pendapatan usahatani jagung di Desa Prai Hambuli. Penelitian berlangsung selama empat bulan, mulai bulan September 2022 sampai Desember 2022. Jumlah sampel penelitian ini adalah 77 orang petani yang mempunyai usahatani jagung di Desa Prai Hambuli. Untuk mengetahui pendapatan petani jagung di lokasi penelitian dilakukan analisis pendapatan terhadap sampel yang telah ditentukan. Kemudian untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani terhadap pendapatan petani, analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan metode estimasi Ordinary Least Square (OLS), dimana untuk mengetahui tingkat signifikansi koefisien regresi masing-masing variabel bebas (independen). variabel). ) terhadap variabel terikat (dependent variabel) dilakukan uji statistik antara lain uji R², uji t, dan uji F. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa rata-rata pendapatan petani jagung di lokasi penelitian adalah Rp 13.974.126/hektar. Umur, pendidikan, pengalaman bertani, dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh terhadap pendapatan petani, sedangkan pengaruh luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani jagung di lokasi penelitian. Secara keseluruhan seluruh indikator karakteristik petani berpengaruh terhadap pendapatan petani pada usahatani jagung di Desa Prai Hambuli. Kata kunci: karakteristik, pendapatan, pengaru
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN DAN KEUNTUNGAN USAHATANI PADI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DAN NON JAJAR LEGOWO DI NAGARI KAMBANG TIMUR KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
The research objectives are to compare the cultivation technique of the Jajar Legowo and non-Jajar Legowo rice planting systems and compare the income and profits of both rice planting systems in Nagari Kambang Timur, Lengayang Pesisir Selatan District. This research uses a survey method. This study's results indicate differences in implementing Jajar Legowo and non-Jajar Legowo farming systems. The differences are in the planting system, spacing, the number of seeds used, the use of seeds, the use of fertilizers, and the amount of labor. The production of the Jajar Legowo planting system was 5.435,27 kg, higher than the non- Jajar Legowo planting system of 4.646,32 kg. The income obtained by the Jajar Legowo farmers is Rp.18.329.968,39/Ha/MT higher than the non-Jajar Legowo farmers of Rp. 15.505.373,42/Ha/MT. The profit of the Jajar Legowo rice farming system is higher than the non- Jajar Legowo. The average profit of the Jajar Legowo farming system is Rp. 11.903.093,63/ha/MT, while the profit of the non- Jajar Legowo farming system is Rp. 9.947.382,92/ha/MT. For the R/C ratio, both are equally profitable and feasible to run. The R/C Ratio value of rice farming Jajar Legowo planting system is 1.78, which is higher than the non-Jajar Legowo planting system, which is 1.75. Statistical tests show significant differences between the production, income, and profits of the Jajar Legowo farming system and the non-Jajar Legowo farming system. Therefore, farmers of the non-Jajar Legowo should consider switching to the Jajar Legowo system.INTISARITujuan penelitian ini adalah membandingkan kultur teknis sistem tanam padi jajar legowo dan non jajar legowo dan membandingkan pendapatan dan keuntungan usahatani padi sistem tanam jajar legowo dan non jajar legowo di Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pelaksanaan usahatani sistem tanam jajar legowo dengan non jajar legowo. Perbedaannya dilihat pada sistem tanam, jarak tanam, jumlah penggunaan benih penggunaan bibit, penggunaan pupuk dan jumlah tenaga kerja. Produksi yang dihasilkan sistem tanam jajar legowo 5.435,27 kg lebih tinggi dibandingkan sistem tanam non jajar legowo 4.646,32 kg. Pendapatan yang diperoleh sistem tanam jajar legowo sebesar Rp 18.329.968,39/ha/MT lebih tinggi dibandingkan sistem tanam non jajar legowo sebesar Rp 15.505.373,42/ha/MT. Keuntungan usahatani padi sistem tanam jajar legowo lebih tinggi daripada keuntungan usahatani non jajar legowo. Rata-rata keuntungan usahatani sistem tanam jajar legowo adalah Rp 11.903.093,63/ Ha/MT, sedangkan keuntungan usahatani padi sistem non jajar legowo adalah Rp 9.947.382,92/Ha/MT. Untuk R/C rationya kedua-duanya sama-sama menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Nilai R/C Rationya usahatani padi sistem tanam jajar legowo sebesar 1,78 lebih tinggi dari sistem tanam non jajar legowo yaitu 1,75. Berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara produksi, pendapatan dan keuntungan usahatani sistem tanam jajar legowo dengan usahatani sistem non jajar legowo, sehingga diharapkan petani padi sistem tanam non jajar legowo mempertimbangkan untuk beralih ke sistem tanam jajar legow
ANALISIS TINGKAT KESUBURAN TANAH PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PUJON
The level of land criticality in the Pujon sub-district area reaches a critical potential of 7.37% and very critical of 5.54%. This can be seen from the continued impact of the existence of critical land, namely landslides and floods in the Pujon area, causing the disconnection of access to the Malang - Kediri route. The occurrence of natural disasters in the Pujon sub-district area will cause the originally productive land to decline and if this tendency is allowed to continue it will allow a decrease in soil fertility status, therefore to suppress the decline in soil productivity / fertility it is necessary to analyze the level of soil fertility on agricultural land in Pujon sub-district. The assessment of soil fertility status in Pujon District is classified as medium to low soil fertility level. Land with low fertility dominates Pujon District to a large extent. The medium soil fertility rate is 7303.30 ha or 66.32% and the low soil fertility rate is only 33.68% of the area of 3708.38 ha located in a small part of Pujon sub-district. The texture of topsoil and subsoil soils in various land uses in the Pujon District area is sandy clay and clayey clay. Soil texture is an important factor that affects the physical, chemical, biological properties of the soil. Midifier K is found in land units T2, K2, K3, H3, Midifier KH is found in land units T3 and H2, Midifier K (Slope) is found in land units T4 (21%), K4 (24%), K (23%). Efforts needed to increase soil fertility are by fertilizing to increase the N content, controlling erosion and maintaining soil pH to increase the K content, applying lime to the soil to increase the pH, and making bench terraces to overcome slopes.intisariTingkat kekritisan lahan di wilayah kecamatan pujon mencapai potensial kritis sebesar 7.37% dan sangat kritis sebesar 5.54%. Hal ini dapat dilihat dari dampak lanjutan dari adanya lahan kritis yaitu terjadinya longsor dan banjir di wilayah Pujon sehingga menyebabkan terputusnya akses jalur Malang – Kediri. Terjadinya bencana alam di wilayah kecamatan pujon akan menyebabkan lahan yang semula produktif menjadi menurun dan jika kecenderungan ini dibiarkan secara terus menerus akan memungkinkan terjadinya penurunan status kesuburan tanah, Oleh karena itu untuk menekan menurunnya produktivitas / kesuburan tanah diperlukan Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Pada Lahan Pertanian Dikecamatan Pujon. Penilaian status kesuburan tanah di wilayah Kecamatan pujon tergolong dalam tingkat kesuburan tanah sedang hingga rendah. Tanah dengan tingkat kesuburan rendah mendominasi Kecamatan Pujon seluas. Tingkat kesuburan tanah sedang seluas 7303,30 ha atau 66,32% dan tingkat kesuburan tanah rendah hanya 33,68% dari luas wilayah yaitu 3708,38 ha yang terletak di sebagian kecil wilayah kecamatan Pujon. Tekstur tanah topsoil dan subsoil pada berbagai penggunaan lahan di wilayah Kecamatan Pujon merupakan Lempung berpasir dan lempung berliat. Tekstur tanah merupakan faktor penting yang berpengaruh pada sifat fisik, kimia, biologi tanah. Midifier K terdapat pada satuan lahan T2, K2, K3, H3, Midifier KH terdapat pada satuan lahan T3 dan H2, Midifier K(Slope) terdapat pada satuan lahan T4 (21%), K4 (24%), K (23%). Upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan pemupukan untuk meningkatkan kandungan N, pengendalian erosi dan mempertahankan pH tanah untuk meningkatkan kandungan K, pemberian kapur pada tanah untuk meningkatkan pH, dan membuat teras bangku untuk mengatasi kemiringan lereng
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum, L)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan takaran pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L). Penelitian ini dilaksanakan di UPTD BBHTPP DISTANBUN ACEH, Desa Suka Mulia, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Percobaan berlangsung dari Maret 2022 - April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial dengan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf. Sementara faktor kedua adalah pupuk kandang sapi yang terdiri dari 4 taraf. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam 10 cm x 15 cm dan takaran pupuk kandang sapi memberikan bobot basah per plot terbaik, yaitu menghasilkan 5,3 g per rumpun. Sementara hasil umbi kering per rumpun terbaik diperoleh dari perlakuan 10 cm x 20 cm yang menghasilkan 17,6 g per rumpun
Tempat Usaha Salah Satu Properti Yang Laku Untuk Disewakan
Pengusaha baru banyak bermunculan dengan adanya aplikasi online. Di Yogyakarta sendiri bermunculan aplikasi jasa kirim online seperti grabfood, gofood dan shopeefood. Tempat berjualanpun saat ini tidak seperti dulu yang harus berada di pertokoan ataupun kaki lima. Saat ini orang berjualan dipermudah dan lebih kekinian, dengan konsep toko kecil dipinggir jalan tanpa harus sewa kios yang cenderung mahal dan naik tiap tahunnya. Berjualan dengan hanya sewa lokasi atau lahan saja lebih murah bagi pengusaha pemula. Jurnal pengabdiandengan judul “Tempat usaha salah satu properti yang laku untuk disewakan”Tempat Usaha Di Desa Condongcatur Di Kabupaten Sleman, kendala-kendala yang bisa terjadi dalam perjanjian sewa-menyewa tempat usaha dan bagaimana penyelesaiannya. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kendala-kendala dalam perjanjian sewa-menyewa dan bagaimana penyelesaiannya. perjanjian sewamenyewa tempat usaha di Desa Condongcatur memiliki kendala keterlambatan dalam pembayaran dan pengembalian tempat usaha yang dilakukan oleh penyewa. Penyelesaian kendala yang timbul akibat keterlambatan pengembalian tempat usaha oleh penyewa dilakukan secara kekeluargaan dengan memberikan jangka waktu kepada penyewa untuk dapat menyelesaikan tunggakan sewa dan atau dengan memberikan ganti kerugian dengan jaminan display penyewa
Strategi Sukses Berwirausaha di Masa Pandemi Dengan Pemanfaatan Teknologi Modern
Angkringan merupakan usaha tempat jualan makanan keliling yang berbentuk gerobak dorong dengan cita rasa Indonesia. Salah satu angkringan yang berada di Jalan Pandega Marta, Pogung Lor, Sinduadi, Mlati Sleman adalah angrkingan dengan konsep di tengah kebun yang lebih dikenal dengan Angkringan Kebun. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan angkringan ini agar lebih dikenal oleh masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan pemasangan instalasi listrik seperti stopkontak dan lampu hias, serta melakukan kegiatan promosi melalu media sosial Instagram
Peningkatan Derajat Kesehatan Lansia Melalui Posyandu Lansia Wredha Arum di Dusun Krapyak Sidoarum Godean, Sleman
Pengabdian dengan judul “Peningkatan Kesehatan lansia Melalui Posyandu Lansia Wredha Arum di Dusun Krapyak Sidoarum Godean Sleman” dilakukan karena kesehatan menjadi landasan penguatan kualitas dan produktivitas lansia, juga bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kebahagiaan lansia dalam kegiatan yang dilakukan dalam paguyuban Posyandu Lansia. Proses kehidupan yang dialami manusia salah satunya yaitu proses menua. Posyandu lansia berfungsi dalam mempertahankan pelayanan yang sifatnya preventif pada lansia, supaya status kesehatan lansia dapat ditingkatkan, disamping itu Posyandu lansia merupakan wadah pengelolaan dan pembinaan lansia dalam bidang kesehatan di masyarakat. Posyandu Lansia bukan hanya untuk melayani kesehatan di kelompok usia lanjut, tetapi juga dapat memberikan layanan sosial, agama, olah raga dan seni budaya serta pelayanan lain yang dibutuhkan. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara meningkatkan pelayanan kesehatan melalui posyandu lansia dengan dukungan sarana prasarana yang memadai. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran dalam pelayanan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan berbagai kegiatan yatitu olah raga, pemeriksaan Kesehatan, social keagamaan, penyuluhan, rekreasi khusus untuk kelompok lansia. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan ikut serta dalam pemberdayaan Posyandu Lansia Wredha Arum, mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap bulan sekali dan kegiatan tambahan lainnya. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik meliputi pendampingan, peningkatan fasilitas yang mendukung kegiatan Posyandu Lansia Wredha Arum. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan manfaat yang cukup signifikan terhadap peningkatan kemampuan layanan posyandu lansia Wredha Arum, yaitu layanan yang lebih lengkap dan semakin diminati oleh masyarakat setempat, khususnya lansia