E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
    1365 research outputs found

    PENGARUH DOSIS BIO URIN DAN DOSIS AMPAS KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L)

    Get PDF
    Bio Urin dan Ampas Kopi telah dapat digunakan sebagai perlakuan. Kedua kombinasi perlakuan ini akan dicobakan pada tanaman bayam merah untuk meningkatkan produksi secara kwantitas dan kwalitas karena bayam merah merupakan kelompok sayuran yang mempunyai manfaat yang sangat baik bagi kesehatan manusia dan mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dan dapat dibudidayakan di lahan pekarangan sebagai salah satu program peningkatan pangan dan gizi keluarga. Karena mengandung vitamin yang lengkap dan juga bermanfaat untuk obat herbal dan mengandung vitamin B1 B2, A, C, mengandung carotenes, kalsium, kalium, protein zinc. Percobaan ini dilaksanakan di desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng pada ketinggian 200 meter dpl dengan suhu rerata 32-35 0C, curah hujan rerata 150 mm bulan-1 mulai bulan Juli 2021- September 2022. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi dan pengaruh tunggal masing masing antara dosis ampas kopi dan bio urin terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Metoda penelitian dengan Rancanagan Acak Kelompok 3 ulangan. Perlakukan terdiri dua faktor: (1) B0 = Tanpa Bio Urin/0 pot-1, B1 = 50 ml Bio Urin. pot-1, B2 = 100 ml bio urin. pot-1, B3 = 150, Bio Urin. pot-1 dan (2) K0 = Tanpa Ampas kopi/ 0.pot-1 K1 = 20 g ampas kopi .pot-1, K2 = 40 g ampas kopi .pot-1 K3 = 60 g ampas kopi. pot-. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dosis bio urin berpengaruh nyata terhadap variabel hasil, yaitu: berat segar tajuk, berat segar akar, berat kering oven akar dan berat kering oven total pertanaman kecuali terhadap berat segar daun dan berat kering oven daun. Dosis ampas kopi berpengaruh tidak nyata pada taraf uji F 5% terhadap variabel pertumbuhan dan hasil, yaitu tinggi tanaman pada semua umur pengamatan, kecuali terhadap diameter batang umur 14 hst.  Interaksi kombinasi perlakuan dosis bio urin dan dosis ampas kopi berpengaruh sangat nyata pada taraf  uji F 1% terhadap  vaiabel berat segar akar dan berpengaruh nyata taraf  uji F 5% pada semua variabel hasil,  yaitu berat segar tajuk, berat segar akar, berat kering oven akar dan  berat kering oven total pertanaman,  kecuali berpengaruh tidak nyata uji F 5%  terhadap variabel berat segar daun dan berat kering oven daun, yaitu pada perlakuan  0 g bio urin dan 0 g ampas kopi ,yaitu 60.700 g dan berpengaruh nyata  terhadap berat segar tajuk tanaman, yaitu dosis bio urin 100 ml  dan dosis ampas kopi 60 g,  yaitu 148,633 g, dosis berat kering akar dosis bio urin 0 ml dan dosis mmpas kopi 0 g yaitu 9,067 g dan berat kering total pada dosis bio urin 0 ml dan dosis ampas kopi 0 g,  yaitu 27,967 g

    BUDIDAYA RUMPUT LAUT DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT

    Get PDF
     Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana budidaya rumput laut yang dilakukan masyarakat Kelurahan Pallette dalam meningkatkan perekonomian mereka.  Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan beberapa informan termasuk petani sebagai pelaku budidaya rumput laut, penyuluh serta Lurah.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses budidaya, mereka masih menggunakan teknik sederhana sesuai kemampuan dan pengetahuan yang mereka miliki. Namun demikian para informan mengakui produksi yang dihasilkan dapat terjual dan diterima di pasaran yang mendorong adanya peningkatan pendapatan sehingga perekonomian mereka menjadi lebih baik

    FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI SAYUR ORGANIK DI PASAR MODERN KOTA SURABAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui karateristik konsumen sayur organik, jenis sayur yang dibeli, dan faktor-faktor yang memengaruhi keutusan konsumen dalam membeli sayur organik di pasar modern Kota Surabaya. Responden dalam penelitian ini adalah 50 konsumen sayur organik di pasar modern Kota Surabaya. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif, dan SEM-PLS. Hasil riset menunjukan: 1) Karakteristik konsumen sayur organik didominasi oleh perempuan, dengan usia 39-49 tahun, memiliki status sudah menikah, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, pendidikan terakhir S1, dan dengan rata-rata pendapatan 4.000.000 – 6.000.000/bulan. 2) Jenis sayur yang paling banyak dibeli oleh konsumen adalah sawi, banyaknya sayur yang dibeli dalam satu kali transaksi >500g. 3) Faktor budaya berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan konsumen sayur organik, faktor sosial berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan konsumen sayur organik, faktor pribadi berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan konsumen sayur organik, dan faktor psikologis berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan konsumen sayur organik

    LAMA WAKTU PERENDAMAN BENIH PORANG DENGAN EKSTRAK TAUGE TERHADAP VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT PORANG

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serta lama waktu terbaik perendaman benih porang dengan esktrak tauge terhadap viabilitas dan pertumbuhan bibit porang. Penelitian ini terdiri dari dua kegiatan, pertama uji viabilitas benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Variabel yang diamati adalah Indeks Vigor, Keserempakan Tumbuh, Daya Berkecambah, Kecepatan Tumbuh, Panjang Plumula dan Panjang Radikula. Dengan perlakuan (1)= tanpa perendaman, (2)=  perendaman 1 jam), (3)= perendaman 2 jam, (4)= perendaman 3 jam, (5)= perendaman 4 jam.  Percobaan kedua yaitu uji Pertumbuhan bibit porang menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan yang digunakan sama seperti pengujian pertama. Variabel yang diamati adalah Tinggi Tanaman dan Jumlah Batang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa lama perendaman benih porang dengan ekstrak tauge tidak meningkatkan viabilitas perkecambahan dan pertumbuhan bibit porang, namun perendaman benih porang selama 2 jam dapat meningkatkan pertumbuhan panjang plumula dan radikula pada benih porang

    PUPUK BERBAHAN AKTIF Trichoderma spp. SEBAGAI AGEN HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KENTANG DI DESA KAPONAN KECAMATAN PAKIS, MAGELANG

    Get PDF
    Trichoderma spp. adalah jamur antagonis yang secara alami merupakan parasit dan mampu menyerang banyak jenis jamur penyebab penyakit tanaman sehingga berpotensi digunakan sebagai pupuk yang mampu dimanfaatkan dalam upaya pengendalian hayati sekaligus alternatif pengganti pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan cara pemberian pupuk Trichoderma spp. yang efektif digunakan untuk memacu pertumbuhan kentang, dan yang menunda serangan penyakit pada tanaman kentang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 5 (lima) perlakuan yang terdiri dari atas 5 perlakuan dan kontrol yaitu P0 :tanpa perlakuan Trichoderma; P1 :aplikasi semprot Trichoderma 80 gram/10 liter air. P2 :aplikasi semprot Trichoderma 100 gram/10 liter air, P3 :aplikasi Kocor Trichoderma 80 gram/10 liter air,;P4 : aplikasi Kocor Trichoderma 100 gram/10 liter air,; P5: aplikasi Kocor + Semprot Trichoderma 80 gr/10 liter air. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Magelang dengan ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran tinggi tanaman perlakuan P5 secara signifikan berbeda secara dengan P0 (kontrol) sedangkan perlakuan lainnya (P1,P2,P3,dan P4) tidak terlau berbeda signifikan. Pengukuran jumlah daun, perlakuan P1 dan P5 berbeda secara signikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Pengukuran banyaknya pertumbuhan tunas setiap tanaman, perlakuan P1 dan P5, berbeda secara signifikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Untuk pengukuran skore serangan penyakit P1,P4, dan P5 berbeda secara signikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2, dan P3) tidak terlalu berbeda signifikan.Pengukuran produksi umbi kentang per-tanaman perlakuan P1 dan P5, berbeda secara signifikan dengan P0 (kontrol), sedangkan perlakuan lainnya (P2,P3, dan P4) tidak terlalu berbeda signifikan. Kesimpulan dari penelitian adalah aplikasi Kocor + Semprot Trichoderma dan dosis pupuk Trichoderma spp. 80gram/10 liter air yang paling baik meningkatkan pertumbuhan dan menunda serangan penyakit pada tanaman kentan

    ANALISIS KEUNTUNGAN DAN NILAI TAMBAH KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) MENJADI TEMPE (Studi Kasus di UMKM Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju)

    Get PDF
    Tempe adalah jenis makanan ciri khas Indonesia yang diketahui banyak orang di dunia. Umumnya tempe digunakan sebagai lauk dan makanan tambahan. Tempe berpotensi meningkatkan kesehatan dan harganya relatif murah sehingga menjdai alternatif makanan bergizi dan terjangkau masyarakat. Industri tempe merupakan industri kecil yang menyerap sejumlah besar tenaga  kerja,  baik  terkait  langsung dalam proses produksi maupun terkait dengan perdagangan bahannya. Prospek industri tempe sangat baik, pertumbuhan  permintaan  tempe  setelah tahun 1998 mencapai 4% per tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya keuntungan dan kelayakan usaha industri rumah tangga tempe serta nilai tambah kedelai menjadi tempe di Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan kajian mendalam (Indepth study). Penelitian dilakukan di Kelurahan Plaju Kecamatan Plaju Kota Palembang Sumatera Selatan. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja. Penelitian dilaksanakan pada Januari sampai Februari 2022. Hasil perhitungan menunjukkan usaha pembuatan tempe kedelai memberikan  keuntungan Rp5.396.793 per satu bulan proses produksi (30) kali. Sedangkan keuntungan yang diperoleh setiap kilogram bahan baku kedelai sebesar Rp 3.598, Tingkat keuntungan 54,5%. Nilai tambah yang diperoleh dari kedelai menjadi tempe adalah sebesar sebesar Rp 6.598 per kilogram bahan baku kedelai.  Usaha pembuatan tempe kedelai ini dapat dikatakan layak untuk diusahakan karena hasil dari R/C adalah 1,29 yang berarti setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp 1,29

    STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS PINANG DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Areca palm plants in Kubu Raya Regency have the advantage of being an export commodity. The aim of this research is to develop a strategy by identifying key factors in the development of areca nut commodities in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The research method was carried out using a survey method. Data collection method using FGD. The analysis method uses SWOT. The research results show that the potential for areca nut development is strong, supported by the availability of suitable land. farmer motivation, available labor and superior varieties. There is a large opportunity for development supported by it as an export commodity, availability of parent/seed plantations and local government supportKeywords; betel nut; export commodities; SWOT; strategyINTISARITanaman pinang di Kabupaten Kubu Raya mempunyai keunggulan sebagai komoditas ekspor. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi dengan mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam usaha pengembangan komoditas pinang di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey. Metode pengumpulan data dengan FGD. Metode analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pengembangan pinang kuat didukung oleh ketersediaan lahan, lahan yang sesuai. motivasi petani, tenaga kerja yg tersedia dan varietas yang unggul. Peluang pengembangannya besar didiukung sebagai komoditas eksport, tersedia kebun induk/benih dan dukungan pemerintah daerahKata kunci; pinang; komoditas eksport; SWOT; strateg

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM BROILER DAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR KELAPA UNTUK PERTUMBUHAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica chinensis L)

    Get PDF
     INTISARIPakcoy (Brassica chinensis L.) merupakan tanaman sayuran yang dapat tumbuh di daerah dataran tinggi maupun rendah. Pakcoy berperan sebagai sumber vitamin dan mineral essensial yang banyak mengandung serat. Di sijunjung jenis sayuran ini belum di budidayakan, oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam broiler dan pupuk organik cair (POC) air kelapa untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica chinensis L.). Rancangan yang digunakan pada penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yang diteliti, yaitu : faktor pupuk kandang ayam broiler (A) dan faktor pupuk organik cair air kelapa (P). Parameter yang di amati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang daun (cm), lebar daun (cm), bobot segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam broiler pada dosis 300 g/polybag dengan rerata tertinggi yaitu 30 helai pada jumlah daun dan 31.5 cm pada panjang daun dan pupuk organik cair (POC) air kelapa pada dosis 125 ml/L air dengan rerata tertinggi yaitu 30 helai pada jumlah daun dan 28, 6 cm pada panjang daun. Pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk organik cair (POC) air kelapa ini dapat menghasilkan rerata yang baik dari parameter lainnya, seperti tinggi tanaman, lebar daun, dan bobot segar pada tanaman pakcoy (Brassica chinensis L.) Pemberian dosis yang tepat terdapat pada perlakuan A4P4 yang dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica chinensis L.).Kata kunci : pupuk kandang ayam broiler, pupuk organik cair, air kelapa, pakco

    DAMPAK HUTAN TANAMAN INDUSTRI PT. WIRAKARYA SAKTI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA BINAAN KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

    Get PDF
    This study aims to: 1) describe HTI management by PT. WKS District I, 2) analyze socio-economic conditions of assisted village communities, and 3) examine HTI management impact on community transformation and development. Using primary and secondary data with quantitative descriptive analysis, the research covered 97 respondents from Purwodadi, Delima, and Dataran Kempas villages. Results indicate well-planned HTI management creates a conducive economic climate and positive multiplier effect on community welfare. Observed socio-economic impacts include: 1) secondary education level (59.79% high school) and good health (98.97% healthy), 2) new business opportunities (20.62% entrepreneurs/traders, 41.24% permanent employees/laborers), 3) high average village income (IDR 4,462,371), and 4) correlation between education, work type, and income, with higher incomes leading to more consumptive lifestyles and health awareness

    ANALISIS USAHATANI TANAMAN SAMBUNG NYAWA (Gynura Procumbens) DI DESA WISATA JAMU GENDONG KIRINGAN, CANDEN , YOGYAKARTA

    Get PDF
    This research aims to analysis farming practices and business prospects of the resurrection plant in Jamu Gendong Kiringan Tourist Village, located in the Kiringan hamlet, Canden sub-village, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region. The resurrection plant, Gynura procumbens, is a herbal plant indigenous to Southeast Asia. This research utilizes a mixed-method approach, combining quantitative and qualitative methods. Purposive sampling was used to select a sample of 30 members from the Berkah Mandiri Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani - KWT). Data collection techniques included interviews, observations, and direct engagement with KWT members. The results of this study indicate that the profits generated from farming activities exceeded the costs, with a Revenue/Cost Ratio (R/C Ratio) of 1.5, indicating the efficiency of farming the resurrection plant. The one-year analysis of farming activities demonstrated that the profits outweighed the costs, confirming the viability of farming the resurrection plant and its potential for development as an alternative source of income, contributing to the welfare of the members of the Berkah Mandiri KWT. The findings of this research are expected to serve as a reference for the development of farming the resurrection plant.  Keywords: Gynura procumbens, economic analysis, Business prospects INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani dan prospek usaha tanaman sambung nyawa di Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan yang berlokasi di dukuh Kiringan, dusun Canden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanaman sambung nyawa merupakan tanaman herbal yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman sambung nyawa memiliki prospek usaha yang dapat dikembangkan di desa Kiringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif (mix method), teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah mandiri. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan praktek langsung dengan anggota KWT. Hasil Penelitian ini menunjukkan keuntungan yang dihasilkan melebihi biaya yang dikeluarkan, dengan rasio R/C (Revenue/Cost Ratio) sebesar 1,5 yang mengindikasikan efisiensi usahatani tanaman sambung nyawa. Hasil analisis usahatani selama satu tahun menunjukkan keuntungan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, sehingga usahatani tanaman sambung nyawa layak dilakukan dan memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai alternatif sumber pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan bagi anggota KWT Berkah mandiri. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi terkait pengembangan usahatani tanaman sambung nyawa. Kata Kunci: Sambung Nyawa, Usahatani, Prospek usah

    1,245

    full texts

    1,365

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Janabadra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇