E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG (GAWANGAN) DENGAN TANAMAN BIJI-BIJIAN PADA BERBAGAI TINGKAT UMUR KELAPA SAWIT
Pemanfaatan gawangan di perkebunan kelapa sawit khususnya pada saat tanaman belum menghasilkan (TBM) berpotensi untuk memberikan tambahan produksi non sawit. Tanaman biji2an (jagung dan kacang tanah) merupakan salah satu alternatif yang dapat ditanam diantara tanaman kelapa sawit muda. Tujuan penelitian adalah untuk memanfaatkan lahan diantara baris tanaman kelapa sawit pada saat TBM dengan tanaman jagung dan tanaman kacang tanah. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial disusun dengan rancangan acak kelompok (Randomized Complete Block Design) terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah tingkat umur kelapa sawit yang terdiri dari 3 aras yaitu : 2 tahun (TBM 2), 3 tahun (TBM 3), dan 4 tahun (TM 1), sedangkan faktor kedua yaitu jenis tanaman yang terdiri dari 2 aras yaitu jagung dan kacang tanah. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan jenjang nyata 5%. Bila ada beda nyata diteruskan dengan uji DMRT dengan jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan diantara baris tanaman kelapa sawit sampai dengan tanaman umur 4 tahun masih layak untuk dimanfaatkan dengan jagung dan kacang tanah. Berat biji jagung per tanaman semakin tinggi apabila ditanam diantara tanaman sawit yang masih muda, sedangkan tanaman kacang tanah menghasilkan berat biji per tanaman yang sama baiknya sampai umur tanaman kelapa sawit 4 tahun. Semakin bertambahnya umur tanaman sawit menyebabkan penurunan kandungan karbohidrat, protein, lemak dan serat pada jagung, sedangkan pada kacang tanah penurunan kandungan protein dan lemak. Perkebunan kelapa sawit berpotensi untuk menghasilkan hasil pertanian non sawit pada saat tanaman masih muda (TBM)
ANALISIS RETURN COST RATIO DAN BENEFIT COST RATIO PADA USAHA PETERNAKAN KAMBING DI DESA TANDASSURA KECAMATAN LIMBORO, KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan finansial usaha peternakan kambing, dengan batasan variabel pada aspek Return Cost Ratio (R/C) dan Benefit Cost Ratio (B/C). Penelitian ini dilaksanakan di JK Community, Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi. Penentuan responden menggunakan purposive sampling. Analisis data secara deskriptif dengan menghitung R/C rasio dan B/C rasio.Variabel dalam penelitian ini, yaitu biaya variabel, biaya tetap, penerimaan melalui penjualan kambing dan biourin, serta pendapatan. Hasil penelitian diperoleh nilai R/C rasio sebesar 1.66> 1 dan nilai B/C rasio sebesar 0.66 yang menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI SEBELUM DAN SESUDAH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN NAGAN RAYA
Pengalih fungsi lahan merupakan fenomena yang dilakukan oleh masyarakat petani dalam mencapai kebutuhan yang semakin meningkat guna memperoleh keuntungan dimasa mendatang. Kabupaten Nagan Raya adalah wilayah yang pertaninya banyak melakukan alih fungsi lahan pertanian padi sawah menjadi perkebunan kelapa sawit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbadingan hasil pendapatan petani sebelum dan sesudah alih fungsi lahan. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dan metode pengambilan sampel penelitian menggunakan sampling jenuh. Data dianalisis dengan uji Paired Sampel t Test menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dinyatakan dengan adanya perbedaan nyata antara pendapatan petani padi sawah dan petani perkebunan kelapa sawit. Di sini pendapatan petani padi sawah Rp 20.237.045/ha/tahun jauh lebih besar dibandingkan pendapatan petani perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 16.800.225 /ha/tahun. Dengan demikiandapat disimpulkan bahwa alih fungsi lahan pertanian bukanlah hal yang tepat
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH SINTESIS IAA DAN IBA PADA PERTUMBUHAN SEMAI PRONOJIWO (Sterculia javanica R.Br.)
Ketersediaan bibit pronojiwo (Sterculia javanica R.Br.) sebagai tanaman obat ditingkatkan melalui perkembangbiakan secara vegetatif stek. Upaya meningkatkan keberhasilan stek dengan indikator pertumbuhan banyak dilakukan di persemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT berupa IAA dan IBA dengan perlakuan pemotongan akar terhadap pertumbuhan stek S. javanica R.Br. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai Februari 2022 di persemaian PT. Permada Nusantara Hijau, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Di Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu perendaman hormon auksin IAA (A), IBA (B) dan IAAIBA (C), faktor kedua yaitu konsentrasi hormon 75ppm (7), 100ppm (1) dan 200ppm (2) dan faktor ketiga yaitu perlakuan pada akar tanaman yaitu kontrol (K), pangkal (P) dan ujung akar (UA). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kedua hormon, konsentrasi hormon dan perlakuan akar yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, daya hidup tanaman dan kekompakan akar pronojiwo. Namun dari keseluruhan pemberian perlakuan hormon, konsentrasi hormon dan akar yang berbeda, IBA 100ppm kontrol memberikan pengaruh terbaik pada kecepatan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, daya hidup tanaman dan kekompakan akar pronojiwo
RESPON PETANI TERHADAP USAHATANI KAKAO DI DESA BANJARHARJO, KECAMATAN KALIBAWANG, KABUPATEN KULON PROGO
This study aims to evaluate the importance of cocoa plant farming in Banjarharjo Village, Kalibawang District, Kulon Progo Regency. The study was conducted for one month, from November to December 2022, using the Non Probably Sampling technique, where all cocoa farmer populations were sampled because the population was less than 30 people. Data was collected through three stages, namely observation, interview, and documentation. The data analysis technique uses the Likert scale to measure the level of farmer response to cocoa farming. The results showed that based on a number of measured indicators, the quality of cocoa farming in Banjarharjo Village can be considered high. For example, "Availability of cocoa seeds" has a value of 3.30, which falls into the category of "Very high." The average value of the overall indicator is 2.97, which also falls into the category "High." This result provides a positive picture of the level of achievement and quality of cocoa farming in Banjarharjo Village. The results of this study can provide guidance for stakeholders, such as farmers, local governments, and related institutions, to support and develop cocoa farming in the region to improve farmers' welfare and the contribution of the agricultural sector to the local economy. Keywords: cocoa farming, evaluation, Likert scale, farmer response INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pentingnya usahatani tanaman kakao di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian dilakukan selama satu bulan, dari November hingga Desember 2022, dengan menggunakan teknik Non Probably Sampling, di sini semua populasi petani kakao dijadikan sampel karena populasi tidak lebih dari 30 orang. Data dikumpulkan melalui tiga tahap, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat respon petani terhadap usahatani kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan sejumlah indikator yang diukur, kualitas usahatani kakao di Desa Banjarharjo dapat dianggap tinggi. Contohnya, "Ketersediaan bibit kakao" memiliki nilai 3,30, yang termasuk dalam kategori "Sangat tinggi." Rata-rata nilai indikator keseluruhan adalah 2,97, yang juga masuk dalam kategori "Tinggi." Hasil ini memberikan gambaran positif tentang tingkat pencapaian dan kualitas usahatani kakao di Dususn Salakmalang Desa Banjarharjo. Hasil penelitian ini dapat memberikan panduan bagi para pemangku kepentingan, seperti petani, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, untuk mendukung dan mengembangkan usahatani kakao di wilayah ini demi meningkatkan kesejahteraan petani dan kontribusi sektor pertanian pada ekonomi lokal. Kata Kunci : Usahatani kakao, evaluasi, skala likert, respon petani.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN BIBIT TANAMAN PANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA: (STUDI KASUS NAGORI BIRONG ULU MANRIAH KAB.SIMALUNGUN)
Natural resources in Nagori Birong Ulu Manriah Village are classified as good. One of the best industries to improve people's welfare is agriculture. To improve food security in agriculture, this research aims to maximize the use of home yards for vegetable farming. observation, interviews, and documentation with sources are the methods used in this research. In creating food security in the yards of the residents of Nagori Birong Ulu Manriah Village, Sidamanik District through increasing agricultural food production. Therefore, to combat the conversion of agricultural land and meet the food needs of the community, efforts must be made to increase family income and household food security. This community service project aims to help the residents of Nagori Birong Ulu Manriah Village to learn more about plant cultivation and to inspire them to use their yards to increase the local food supply and income for the residents. It is hoped that the Nagori Birong Ulu Manriah Village Government will continue this program to encourage food security and increase household income for the benefits of the community. Key-words: Optimization, Empowerment, Food Security INTISARI Sumber daya alam di Desa Nagori Birong Ulu Manriah tergolong baik. Salah satu industri terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat adalah pertanian. Untuk meningkatkan ketahanan pangan di bidang pertanian, penelitian ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan lahan pekarangan rumah untuk pertanian sayuran. observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan narasumber merupakan suatu metode yang diaplikasikan pada penelitian ini. Dalam menciptakan ketahanan pangan di pekarangan rumah penduduk Desa Nagori Birong Ulu Manriah Kecamatan Sidamanik melalui peningkatan produksi pangan pertanian. Oleh karena itu, untuk memerangi alih fungsi lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, harus dilakukan upaya peningkatan pendapatan keluarga dan ketahanan pangan rumah tangga. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu warga Desa Nagori Birong Ulu Manriah untuk belajar lebih banyak tentang budidaya tanaman dan menginspirasi mereka untuk menggunakan pekarangan mereka untuk meningkatkan pasokan makanan lokal dan pendapatan penduduk. Diharapkan Pemerintah Desa Nagori Birong Ulu Manriah melanjutkan program ini untuk mendorong ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan rumah tangga demi kepentingan masyarakat. Kata kunci: Optimalisasi, Pemberdayaan,Ketahanan Panga
PERAN PENYULUH TERHADAP IMPLEMENTASI PENGELOLAAN OPT DALAM RANGKA KEBERLANJUTAN EKOSISTEM PERTANIAN SERTA KAITANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI KABUPATEN ASAHAN
A study of the role of extension workers in the implementation of OPT management in the context of sustainable agricultural ecosystems and its relation to lowland rice productivity in Asahan Regency is very relevant to carry out. Analyzing the impact of the role of extension workers on the use of different pest management techniques in encouraging the adoption of sustainable practices will provide valuable insights for the development of more sustainable agriculture, reducing environmental and health risks, and increasing farmer productivity and welfare. The research method used is "Field Research" with a "Case Study" approach. The research results show that lowland rice farmers in Asahan Regency have implemented various components of sustainable management of Plant Pest Organisms (OPT) using various approaches. They use physical, mechanical, technical culture, resistant varieties, biological control techniques, as well as control with rules and regulations to face the challenges of plant pests and diseases. Through a combination of these techniques, farmers strive to achieve a balance between the effectiveness of pest control and their positive impact on the environment Keywords: extension agent, OPT, sustainability INTISARIKajian tentang peran penyuluh terhadap implementasi pengelolaan OPT dalam rangka keberlanjutan ekosistem pertanian serta kaitannya dengan produktivitas padi sawah di Kabupaten Asahan sangat relevan untuk dilakukan. Dengan menganalisis dampak dari peran penyuluh terhadap penggunaan teknik pengelolaan OPT yang berbeda dalam mendorong adopsi praktek-praktek berkelanjutan, akan memberikan wawasan berharga bagi pengembangan pertanian yang lebih berkelanjutan, mengurangi risiko lingkungan dan kesehatan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah “Penelitian Lapangan” dengan pendekatan “Studi Kasus.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi sawah di Kabupaten Asahan telah mengimplementasikan berbagai komponen pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berkelanjutan dengan beragam pendekatan. Mereka menggunakan teknik pengendalian fisik, mekanik, kultur teknis, varietas tahan, hayati, serta pengendalian dengan peraturan dan regulasi untuk menghadapi tantangan hama dan penyakit tanaman. Melalui kombinasi teknik ini, petani berupaya mencapai keseimbangan antara efektivitas pengendalian hama dan dampak positifnya bagi lingkungan Kata kunci: penyuluh, OPT, keberlanjuta
PARTISIPASI MASYARAKAT AGRARIS DALAM PENGEMBANGAN DESA PERTANIAN BERBASIS USAHA KULINER DI KABUPATEN KULON PROGO
Culinary business development in Kulon Progo Regency is experiencing very rapid development. This is one form of developing the potential of agricultural villages. This development cannot be separated from the participation of the surrounding community, whose livelihood is as farmers. This research aims to: 1) Examine the stages of agricultural community participation in the development of culinary business-based agricultural villages, 2) Analyze the faktors that influence the participation of agrarian communities in the development of culinary business-based agricultural villages. The research method used is descriptive quantitative. Sampling was carried out using a simple random sampling method with 60 farmers as respondents. The data analysis used in this research is frequency analysis and multiple linear regression analysis. The research results show that participation at the planning, implementation and benefit-taking stages in the development of culinary business-based agricultural villages is in the high category. Meanwhile, participation at the evaluation stage was in the low category. Faktors that influence the participation of agricultural communities in the development of culinary business-based agricultural villages are the age and education level of farmers. Meanwhile, the faktors of gender and income level of farmers do not influence participation in the development of culinary business-based agricultural villages. Keywords: Participation, Agricultural Villages, Cafe, Resto INTISARIPembangunan usaha kuliner di Kabupaten Kulon Progo mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengembangan potensi desa pertanian. Pengembangan tersebut tidak lepas dari adanya partisipasi masyarakat sekitar yang notabennya bermata pencaharian sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji tahapan partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner di Kabupaten Kulon Progo, 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner di Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan responden sebanyak 60 petani. Analisis data untuk mengkaji tahapan partisipasi masyarakat agraris digunakan analisis frekuensi. Sementara untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner digunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengambilan manfaat dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner berada pada kategori tinggi. Sementara itu, partisipasi pada tahap evaluasi berada dalam kategori rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat agraris dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner adalah usia dan tingkat pendidikan petani. Sementara faktor jenis kelamin dan tingkat pendapatan petani tidak berpengaruh terhadap partisipasi dalam pengembangan desa pertanian berbasis usaha kuliner. Kata Kunci: Partisipasi, Desa Pertanian, Cafe, Rest
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KOMPOS JERAMI PADI DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP SERAPAN N, P, K DAN HASIL TERUNG UNGU (SOLANUM MELONGENA L.) PADA TANAH ALUVIAL
This research aims to determine the nutrient uptake of N, P and K from purple eggplant plants in alluvial soil. This research will take place from July – September 2023, carried out at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak City, West Kalimantan. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, namely: P0 = 0 (control); P1 = 100% rice straw; P2 = 100 rice husk biochar; and P3 = 75% rice straw compost + 25% rice husk biochar; P4 = 25% rice straw compost + 75% rice husk biochar; P5 = 50% rice straw compost + 50% rice husk biochar. Each treatment was repeated 4 times so there were 24 polybags. The variables observed in this study were the dry weight of the top of the plant, the uptake of N, P and K, the number of fruit per plant, the weight of the fruit per plant and the weight of the fruit per plant. The results of this study showed that the combination of rice straw compost and rice husk biochar had no significant effect on N, P and K uptake
PENGARUH LAMA PENYINARAN LAMPU LED (Light Emitting Diode) DAN JENIS MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREENS BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)
The concept of urban farming, such as microgreens, as an effort to increase indoor plant cultivation, can be a solution to land problems. This research was carried out to determine the response of providing long periods of LED lighting and different types of planting media on the growth and production of red spinach microgreens (Amaranthus tricolor L.). The method used in this research is an experimental method with a Split Plot Design (Split plot or ) which consists of two factors, namely the length of exposure of the LED lights as the main plot with 4 levels including L1 (14 hours of exposure), L2 (16 hours of exposure), L3 (18 hours of light) and L4 (20 hours of light) and types of planting media as sub plots with 4 levels including M1 (cocopeat), M2 (zeolite), M3 (malang sand) and M4 (husk charcoal) which was carried out with 3 repetitions . The results showed that there was an interaction between alignment time and planting media on the observation parameters of plant height, wet weight, wet crown weight and root length, while the number of leaves was not significantly different. Key-words: long exposure time, planting media, red spinach microgreens INTISARIKonsep urban farming seperti microgreens sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan budidaya tanaman dilakukan secara indoor, dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan lahan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui respons pemberian lama penyinaran lampu LED dan jenis media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil produksi microgreens bayam merah (Amaranthus tricolor L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan Rancangan Petak Terbagi (Split plot atau ) yang terdiri dari dua faktor yaitu lama penyinaran lampu LED sebagai main plot dengan 4 taraf diantaranya L1 (14 jam penyinaran), L2 (16 jam penyinaran), L3 (18 jam penyinaran) dan L4 (20 jam penyinaran) dan jenis media tanam sebagai sub plot dengan 4 taraf diantaranya M1 (cocopeat), M2 (zeolite), M3 (pasir malang) dan M4 (arang sekam) yang dilakukan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara lama penyinaran dan media tanam pada parameter pengamatan tinggi tanaman, bobot basah, bobot basah tajuk, dan panjang akar sedangkan pada jumlah daun tidak berbeda nyata. Kata kunci : lama penyinaran, media tanam, microgreens bayam mera