E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERFORMANSI FISIK DAN FISIOLOGIS BENIH BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum, L.)
Allium ascallonicum L. merupakan tanaman semusim yang memiliki umbi yang berlapis, berakar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja benih bawang merah secara fisik dan fisiologis dalam kaitannya dengan dosis pupuk kandang. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Benih Hortikultura, TanamanPangan dan Tanaman perkebunan (UPTDBBHTPP) pada Dinas Pertanian danPerkebunan Aceh pada bulan Februari sampai dengan Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri dari empat perlakuan dosis pupuk kandang antara lain P0 (tanpa perlakuan), P1 (40 gram/tanaman), P2 (60 gram/tanaman) dan P3 (80 gram/tanaman). Pemberian pupuk kandang terhadap performansi fisik dan fisologis benih bawang merah dijumpai pada perlakuan 40 gram dan 60 gram
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BERAS ORGANIK PADA KELOMPOK TANI MADYA JAYAN KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL
Tujuan dari penelitian ini antara lain : 1) Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam pengembangan padi organik pada Kelompok Tani Madya Jayan 2) Menganalisa alternatif strategi dan prioritasnya yang digunakan untuk mengembangkan usaha beras organik. Metode pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM. Berdasarkan hasil penelitian keunggulan Kelompok Tani Madya Jayan antara lain petani mempunyai pengalaman dalam budidaya organik, lahan sudah bersertifikat organik, produk menawarkan banyak manfaat kesehatan dan ramah lingkungan, produk bersertifikat organik dan mempunyai brand, Sudah memiliki jaringan pemasaran tetap, keinginan besar petani untuk maju, serta dapat melakukan pemurnian benih. Kelemahan antara lain kemasan masih sederhana, harga jual beras organik sama dengan beras non organik, sistem keuangan masih sederhana, pengurus belum konsisten menjalankan tugasnya, serta kemampuan administrasi masih rendah. Peluangnya antara lain adanya dukungan dari Dinas Pertanian, tersedianya pasar beras organik yang masih luas, gaya hidup sehat dikalangan masyarakat, serta kemajuan dan inovasi teknologi. Ancamannya antara lain permintaan terbatas dari konsumen menengah keatas serta persaingan dalam industri semakin meningkat. Prioritas alternatif strategi pengembangan usaha beras organik di kelompok tani ini berdasarkan analisis QSPM adalah menguatkan kelembagaan kelompok tan
FLUKTUASI HARGA DAN EFISIENSI PEMASARAN CABAI RAWIT DI DESA SEPANJANG KECAMATAN GLENMORE KABUPATEN BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa fluktuasi harga, saluran, lembaga, margin dan efisiensi pemasaran cabai rawit di Desa Sepanjang. Sampel petani key informans yang digunakan sebanyak 25 orang. Data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analitik. Hasil Penelitian menunjukkan fluktuasi harga cabai rawit di Desa Sepanjang disebabkan oleh naik turunnya penawaran cabai rawit karena cuaca yang tidak menentu. Terdapat 3 saluran pemasaran cabai rawit di Desa Sepanjang. Ketiga saluran pemasaran cabai rawit di Desa Sepanjang tergolong dalam kategori efisien
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN GURAME DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS, KOTA MEDAN
Penelitian dilakukan di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan pada bulan Juni – Juli 2021. Tujuan penelitian dilaksanakan untuk mengetahui nilai tambah ikan gurami pada produk olahan bakso dengan metode Hayami dan pendapatan pengolah bakso ikan. Penentuan sample menggunakan metode sensus dengan penarikan responden metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah produk bakso ikan sebesar Rp 5.635,-/ kilogram dengan harga output sebesar Rp 130.000,-/kilogram, penggunaan tenaga kerja sebanyak 2 orang dengan upah Rp 50.000,-/HOK/proses. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 3.803.-/ kilogram pada 1 kali proses produksi. Sehingga pendapatan yang diperoleh untuk 1 bulan Rp 532.420,-/bula
PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata)
Penelitian lapangan dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk organik,dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan yang dikeringkan di Dusun Mudal Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman, yang berlangsung dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2022. Perlakuan pemupukan diatur dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri atas 4 perlakuan, yaitu P0 = tanpa pemberian pupuk, P1 = pupuk organik 5,0 ton/ha, P2 = pupuk campuran antara pupuk organik 2 ton/ha ditambah dengan pupuk anorganik urea: 200kg/ha, SP-36: 50kg/ha dan KCl: 50kg/ha, P3 = pupuk anorganik urea : 450kg/ha, SP-36:100kg/ha dan KCl:100kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali sebagai kelompok/blok, sehingga terdapat 12 blok tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (Uji-F), apabila hasil analisis sidik ragam menunjukkan perbedaan nyata dilanjutkan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD) pada taraf 5% . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan campuran pupuk organik 2,0 ton/ha ditambah dengan pupuk anorganik berupa urea:200kg/ha+SP-36:50kg/ha + KCl: 50kg/ha cenderung memberikan hasil yang terbaik pada sebagian besar para meter yang diambil
PERBANYAKAN VEGETATIF TUNAS MIKRO ANGGREK DENDROBIUM (Dendrobium sp) SECARA IN VITRO DENGAN PEMBERIAN BAP DAN ARANG AKTIF
Dendrobium merupakan anggrek epifit, tumbuh menempel pada tumbuhan lain. Dendrobium memiliki keragaman yang tinggi karenanya teknik kultur jaringan sangat membantu dalam perkembangbiakannya. Medium yang digunakan mengandung nutrisi yang dideferensiasi kecocokannya seperti penggunaan arang aktif dan penambahan ZPT yang dalam penelitian ini BAP (Benzil Amino Purine). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan perkembangan perbanyakan vegetatiftunas tanamann Anggrek Dendrobium sp dengan pemberian BAP dan Arang Aktif sebagai media dan ZPT secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan dari Juni hingga Agustus 2019. Teknik pengerjaan dilaksanakan melalui tahapan dalam metode kultur jaringan, dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama: Media padat Arang aktif, A1= 1 gr/l, A2= 2 gr/l, A3= 3 gr/l. Faktor kedua zat pengatur tumbuh BAP terdiri dari 3 taraf yaitu, B0= tanpa BAP, B2= 1ml/l, B3= 2 ml/l. sehingga didapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Metode analisis data untuk menarik kesimpulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial metode linier.Parameter amatan meliputi jumlah daun (cm), jumlah tunas, tinggi tanaman (cm), jumlah akar dan panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan arang aktif menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap jumlah daun dan jumlah akar tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, tinggi tanaman dan panjang akar. Zat pengatur tumbuh BAP tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah akar dan panjang tanaman
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TUKAR NELAYAN (NTN) DI DESA PACIRAN, JAWA TIMUR
Desa paciran adalah salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kehidupan masyarakat Desa Paciran tidak bisa dipisahkan dengan letak keberadaan desanya yang bersebelahan langsung dengan laut Jawa, letaknya yang langsung berhadapan dengan laut membuat masyarakat Desa Paciran khususnya di dusun Jetak dan dusun Paciran kebanyakan memilih bekerja sebagai seorang nelayan. Terdapat tiga jenis nelayan di desa paciran yaitu nelayan juragan, nelayan kecil (nelayan rajungan), dan nelayan buruh/anak buah kapal (ABK). Masing-masing jenis nelayan memiliki tingkat pendapatan yang berbeda dan memiliki nilai tukar (NTN) yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif. Berdasarkan analisis prndapatan di dapat nilai pendapatan keluarga nelayan juragan sebesar juragan sebesar Rp 4.118.181, Nelayan kecil sebesar Rp 2.367.83, Nelayan buruh sebesar Rp 2.017.200. statistik menggunakan NTN didapatkan nilai NTN nelayan juragan sebesar 1,6, nelayan kecil 1,5, dan nelayan buruh 1,3, dimana NTN > 1 maka dapat dinyatakan bahwa mayoritas nelayan yang ada di desa paciran sejahtera
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT KAWASAN WISATA TAMAN GLUGUT DALAM REKAYASA SOSIAL PENGOLAHAN LIMBAH BAMBU (Studi Kasus di Kawasan Taman Glugut Desa Wonokromo, Pleret, Bantul)
Wisata Taman Glugut yang terletak di Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan wisata edukasi yang memanfaatkan tanaman bambu sebagai obyek utama wisatanya. Pemeliharaan kebersihan di taman ini sudah terlaksana baik namun limbah berupa serasah daun bambu hanya dibiarkan saja atau dibakar oleh petugas kebersihan. Padahal, serasah daun bambu yang terbengkalai tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi, yaitu sebagai bahan baku pembuatan pupuk cair. Dalam hal mewujudkan peningkatan nilai jual limbah tersebut maka diperlukan pelatihan kepada masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat sekitar. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pengambilan responden menggunakan sistem random sampling. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sekitar Wisata Taman Glugut mengalami peningkatan dengan adanya rekayasa sosia
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKTIVITAS PADI DI KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas padi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas padi di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Februari s/d September 2019. Metode pengambilan sample berdasarkan Proportional Stratified Random Sampling. Sampel acak kemudian dipilih berdasarkan strata agroekosistem lahan ; 1. Lahan pasang surut, lahan tadah hujan dan lahan ladang. Jumlah sampel adalah 130 orang di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Analisis menggunakan fungsi Cobb-Douglas dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil survei menunjukkan bahwa produktivitas rata-rata padi di Kabupaten Sambas adalah 3.23 ton/ha. Hasil analisis secara simultan menunjukkan bahwa variabel independent berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent pada taraf kepercayaan 5%. Namun hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa yang berpengaruh signifikan adalah jumlah penggunaan pupuk urea, penggunaan alat mesin pertanian (traktor) dan musim, sementara jumlah benih, jumlah pupuk NPK, umur, pendidikan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produktivitas padi di Kabupaten Sambas
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PORANG TERHADAP BEBERAPA DOSIS KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit porang serta mendapatkan dosis terbaik kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit porang di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan dan Laboratorium Agroklimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dari bulan Oktober - Januari. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k0=0%, k1=10%, k2=20%, k3=30%, k4=40% TKKS/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah waktu muncul tunas (WMT), tinggi tanaman (TT), waktu muncul khatak (WMK), jumlah khatak (JK) dan jumlah batang (JB). Kesimpulan hasil penelitian adalah kompos TKKS berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit porang dan dosis kompos TKKS 20%/polybag lebih optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan waktu muncul khatak tanaman porang di tanah aluvial