E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS MIKROORGANISME LOKAL BUAH PEPAYA DAN POPULASI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.)
This research was conducted to investigate the effects of papaya fruit local microorganisms (MOL) dosage and plant population on growth and yield of long beans (Vigna sinensis L.). The experimental design employed in this research was a Factorial Randomized Complete Block Design consisting of two factors; MOL dosage and plant population. The first factor, MOL dosage (M), included four levels: 0 ml, 37,5 ml, 75 ml and 112,5 ml. The second factor, plant population (P) included 3 levels: 1, 2 and 3 plants per polybag. The research results showed that a MOL dosage of 112,5 ml gave the best effect on the number of pods and pod weight of long beans. The population of 1 plant per polybag gave the best effect on plant height, number of leaves, number of pods, pod weight as well as fresh and dry weight of the crown. There was an interaction between treatments on the height of long beans at 4 weeks after planting with the M1P1 treatment combination and the number of pods at the second harvest with the M3P3 treatment combination. Keywords: local microorganism, plant population, long beans INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikroorganisme lokal (MOL) buah pepaya dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang (Vigna sinensis L.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu dosis MOL dan populasi tanaman. Faktor pertama yaitu dosis MOL (M) terdiri dari 4 taraf, diantaranya dosis 0 ml, 37,5 ml, 75 ml, dan 112,5 ml. Sedangkan faktor kedua yaitu populasi tanaman (P), terdiri atas 3 taraf diantaranya 1, 2 dan 3 tanaman per polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis MOL buah pepaya 112,5 ml (M3) memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah polong dan bobot polong tanaman kacang panjang. Populasi 1 tanaman per polybag (P1) memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman kacang panjang, jumlah polong, bobot polong, bobot segar dan kering tajuk. Terdapat interaksi antara dosis MOL buah pepaya dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kacang panjang saat 4 MST dengan kombinasi perlakuan M1P1 dan jumlah polong pada pemanenan kedua dengan kombinasi perlakuan M3P3. Kata kunci: mikroorganisme lokal, populasi tanaman, kacang panjan
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DAN KESEDIAAN PETANI UNTUK MEMBAYAR (WTP) PUPUK BIO-SLURRY DI JAWA TENGAH
Pupuk bio-slurry merupakan pupuk organik hasil dari pemanfaatan limbah biogas dari hasil proses fermentasi tanpa oksigen dalam ruang tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui distribusi kesediaan petani untuk membayar (WTP) pupuk bio-slurry berdasarkan persepsi petani di Jawa Tengah; (2) mengetahui hubungan antara persepsi dengan WTP petani untuk pupuk bio-slurry di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2020. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa petani di Kabupaten Demak dan Magelang telah mengkomersialkan ampas biogas (bio-slurry) menjadi pupuk organik. Data primer diperoleh dengan purposive sampling dari kuisioner dengan 80 responden. Analisis data menggunakan korelasi Rank-Kendall untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan WTP. Atribut persepsi yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemudahan untuk dicoba, dan manfaat hasil yang dapat diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semakin baik persepsi maka kesediaan petani untuk membayar bio-slurry makin naik; (2) keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, dan manfaat hasil yang dapat diamati, memiliki hubungan positif dengan kesediaan petani untuk membayar pupuk bio-slurry, sedangkan kemudahan untuk dicoba tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kesediaan untuk membayar (WTP) pupuk bio-slurry oleh petani. Semakin baik persepsi petani terhadap pupuk bio-slurry, maka akan semakin besar juga kesediaan petani untuk membayar pupuk bio-slurry diatas harga pasar
ANALISIS PENYUSUNAN SOP TERHADAP PELAKU UMKM KOPI DI ACEH TENGAH
Central Aceh is one of the districts in Aceh, the Indonesian province of world-famous coffee producers. Almost the average MSMEs in Central Aceh does business with coffee as a product. To carry on this business SOPs has a big role for the success of a company. The purpose of this study was to determine the feasibility or effectiveness of 15 MSMEs data obtained by researchers in the preparation of SOPs for MSMEs in Central Aceh, by analyzing the preparation of SOPs owned by these businesses. Based on the results of the analysis, the researchers found that there were several MSMEs that did not have SOPs and there were several MSMEs that had effective and ineffective SOPs. The ineffectiveness (appropriateness) of SOPs owned by Central Aceh business actors is due to incomplete procedures, both in terms of SOPs for cleaning and inspection and so on. This study used a descriptive qualitative method with a population of 15 MSMEs actors and the data collection technique used an open questionnaire. The subject of this research is MSMEs in Central Aceh and the research object is SOPs (Standard Operational Procedure).INTISARI Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten di Aceh, provinsi Indonesia penghasil kopi terkenal di dunia. Hampir rata-rata UMKM Aceh Tengah berbisnis kopi sebagai produknya. Untuk melangsungkan usaha tersebut SOP mempunyai peranan besar untuk kesuksesan sebuah perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyusunan SOP UMKM Aceh Tengah yang memiliki kelayakan atau efektivitas dari 15 data UMKM yang diperoleh peneliti, dengan cara menganalisis penyusunan SOP yang dimiliki usaha tersebut. Berdasarkan hasil analisis peneliti menemukan ada beberapa UMKM yang tidak memiliki SOP dan ada beberapa UMKM yang memiliki SOP efektif dan tidak efektif. Ketidak-efektivan (kelayakan) SOP yang dimiliki pelaku usaha Aceh Tengah dikarenakan prosedur yang dumilikinya tidak lengkap, baik itu dari segi SOP kebersihan maupun pemeriksaan dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan populasi 15 pelaku UMKM dan teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner terbuka. Adapun subjek penelitian ini adalah UMKM Aceh Tengah dan objek penelitiannya adalah SOP (Standard Operasional Prosedur)
KOMPARASI DAYA SAING CRUDE PALM OIL (CPO) INDONESIA DAN MALAYSIA DI NEGARA TUJUAN EKSPOR UTAMA
Palm oil is one of the main commodities of the plantation sector which is superior in Indonesia. Palm oil which is processed into Crude Palm Oil has an important role as the largest contributor to foreign exchange in the national economy, namely as a mainstay commodity for non-oil and gas exports. The purpose of this study is to analyze the competitiveness of Indonesian CPO in the main destination countries and to analyze Indonesia's ability to seize the CPO export market. The method used in this study is Revealed Comparative Advantage (RCA) and AR (Acceleration Ratio), using time series data from 1992 to 2021. The results of the study show that Indonesian CPO is highly competitive in India, the Netherlands, China. Indonesia's Crude Palm Oil has a large share of the export market and has a strong position in seizing the export market as indicated by the average value of 1.0
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG BUNCIS (Phaseolus Vulgaris L ) TERHADAP PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN AYAM DAN POC KULIT PISANG
This study used a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors, the first factor was chicken manure bokashi with 4 levels, namely A0: no treatment (control), A1: 50 gr/plant, A2: 100 gr/plant, A3: 150 gr/plant plants and the second factor was giving POC banana peels with 3 levels, namely P0: no treatment (control), P1: 100 ml/plant, P2: 300 gr/plant. There were 12 treatment combinations which were repeated 3 times to produce 36 experimental units, the number of plants per plot was 6 plants with 3 sample plants, the total number of plants was 216 plants. Parameters observed were plant height, number of leaves, fruit weight per sample and fruit weight per plot. The results showed that the administration of bokashi chicken manure had no significant effect on all parameters, the administration of POC banana peels showed no significant effect on all parameters and the interaction of the two treatments showed no significant effect on all parameters but had a significant effect on the parameter of fruit weight per plot at harvest. 1. Keywords : Green Beans, Bokashi Chicken Manure, POC Banana Peel. INTISARIPenelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama bokashi kotoran ayam dengan 4 taraf yaitu A0 : tanpa perlakuan (kontrol) , A1 : 50 gr/tanaman, A2 : 100 gr/tanaman, A3 : 150 gr/tanaman dan faktor kedua pemberian POC kulit pisang dengan 3 taraf yaitu P0 : tanpa perlakuan (kontrol), P1 : 100 ml/tanaman, P2: 300 gr/tanaman. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36 satuan percobaaan, jumlah tanaman per plot 6 tanaman dengan 3 tanaman sampel, jumlah tanaman seluruhnya 216 tanaman. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat buah per sampel dan berat buah per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter, pemberian POC kulit pisang menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter dan interaksi dari kedua perlakuan menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter tetapi berpengaruh nyata pada parameter berat buah per plot pada panen 1. Kata Kunci : Kacang Buncis, Bokashi Kotoran Ayam, POC Kulit Pisang
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN ABU SEKAM PADI PADA TANAH ULTISOL
Chicken manure and rice husk ash applied to ultisol soil can reduce limiting factors in ultisol soil both physically, chemically, and biologically to increase the productivity of cayenne pepper. The research aims to determine the best interaction between doses of chicken manure and rice husk ash in increasing the growth and yield of cayenne pepper on ultisol soil. The research method uses a completely randomized factorial design, namely chicken manure treatment with three levels (20, 30, and 40 tons ha-1) and rice husk ash treatment with three levels (15, 20, and 25 tons ha-1). The results of the research show that the interaction of 20 tons ha-1 of chicken manure and 20 tons ha-1 of rice husk ash is an efficient treatment in increasing the best growth and yield of cayenne pepper on ultisol soil based on the variables of number of branches and fruit weight per plant.Keywords: cayenne pepper production, chicken manure, rice husk ash, ultisol soil INRISARIPupuk kandang ayam dan abu sekam padi yang diaplikasikan pada tanah ultisol memiliki kemampuan dalam menurunkan faktor pembatas pada tanah ultisol baik secara fisik, kimia, dan biologi sehingga dapat meningkatkan produktivitas cabai rawit. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui interaksi terbaik dari dosis pupuk kandang ayam dan abu sekam padi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah ultisol. Metode penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yaitu perlakuan pupuk kandang ayam dengan 3 taraf (20, 30, dan 40 ton ha-1) serta perlakuan abu sekam padi dengan 3 taraf (15, 20, dan 25 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang ayam 20 ton ha-1 dan abu sekam padi 20 ton ha-1 merupakan perlakuan yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit terbaik pada tanah ultisol berdasarkan variabel jumlah cabang dan berat buah per tanaman.Kata Kunci: abu sekam padi, produksi cabai rawit, pupuk kandang ayam, tanah ultiso
STRATEGI MARKETING MIX OLAHAN SINGKONG (Manihot utilissima) DI PAKUDERJAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
This study aims to find out about the right strategy to increase the marketing of processed cassava in PAKUDERJAN. This research was conducted at PAKUDERJAN, Job Village, Beji Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. The data taken by researchers are primary data and secondary data. Primary data was obtained by observational data using a questionnaire with respondents in the study being PAKUDERJAN visitors or consumers consisting of 50 people. Secondary data obtained from literature studies sourced from journals, scientific books. Data collection was carried out during May 2023. The data analysis technique taken was the swot analysis technique, the swot matrix, the formulation of the IFAS matrix, the EFAS matrix and the IE matrix. The analysis phase is carried out by calculating the IFAS matrix consisting of strengths and weaknesses, the EFAS matrix consisting of opportunities and threats, the swot matrix to form a strategy in the marketing mix. Based on the research results, it is known that the total IFAS matrix is 3.23 and the total EFAS matrix is 3.09. Based on the results of the IFAS matrix and EFAS matrix values, the position of the IE matrix diagram is in quadrant 1, which means processed cassava food products are in phase (grow and build).Keywords: Cassava, PAKUDERJAN, Matriks EFAS, Matrik IFAS. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang strategi yang tepat untuk meningkatkan pemasaran olahan singkong di PAKUDERJAN. Penelitian ini dilakukan di PAKUDERJAN dusun Kerjan desa Beji kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Data yang diambil oleh peneliti yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan data observasi yang menggunakan alat bantu kuisioner dengan responden dalam penelitian adalah pengunjung PAKUDERJAN atau konsumen yang terdiri dari 50 orang. Data sekunder diperoleh dari studi Literatur yang bersumber dari jurnal,buku ilmiah. Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan pada bulan Mei 2023. Teknik analisis data yang diambil adalah teknik analisis swot,matrik swot perumusan matriks IFAS, matriks EFAS dan matriks IE. Tahapan analisis dilakukan dengan langkah-langkah menghitung matrik IFAS yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan, matrik EFAS yang terdiri dari peluang dan ancaman,matriks swot untuk membentuk strategi dalam bauran pemasaran. Bedasarkan hasil penelitian, diketahui total matriks IFAS adalah 3,23 dan total matriks EFAS adalah 3,09. Berdasarkan hasil nilai matriks IFAS dan matrik EFAS maka posisi diagram matriks IE berada di posisi sel 1 yang artinya produk makanan olahan singkong dalam fase (grow and build) tumbuh dan membangun.Kata kunci : Singkong, PAKUDERJAN, Matriks EFAS, Matrik IFAS
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG NASI (Vigna umbellata)
This research aims to determine the effect of the best organic fertilizer and its response and interaction in applying organic fertilizer and biochar on the growth of rice bean plants. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors consisting of 6 levels and 3 replications. factors namely the first factor of organic fertilizer namely: control (P0), guano 15 tons/ha (P1), and cow dung 15 tons/ha (P2). The second factor is biochar (B) namely 5 tons/ha (B2), 10 tons/ha (B3), and 15 tonnes/ha (B5). The results of the research showed that applying 15 tons/ha of guano fertilizer and 10 tons/ha of biochar had an authentic influence on the growth parameters of plant height, number of leaves, and stem diameter. The type of fertilizer, sometimes cattle 15 tons/ha and biochar 15 tons/ha, significantly affects plant height and stem diameter parameters.Keywords: Guano fertilizer, manure, biocharINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik yang terbaik dan respon serta interaksinya pada aplikasi pupuk organik dan biochar terhadap pertumbuhan tanaman kacang nasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yang terdiri dari 6 taraf dan 3 ulangan. faktor yakni faktor pertama pupuk organik yakni : kontrol (P0), guano 15 ton/ha (P1) dan kotoran sapi 15 ton/ha (P2). Faktor kedua biochar (B) yakni 5 ton/ha ( B2), 10 ton/ha (B3) dan 15 ton/ha (B5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian pupuk guano 15 ton/ha dan biochar 10 ton/ha memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun diameter batang. Jenis pupuk kadang sapi 15 ton/ha dan biochar 15 ton/ha memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang. Kata kunci: Pupuk guano, pupuk kandang,biocha
UPAYA PENERAPAN DIVERSI DALAM KASUS TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP PELAKU ANAK GUNA MEWUJUDKAN KEADILAN SUBTANSIAL
Permasalahan anak yang terjadi di Indonesia dirasa telah mencapai tingkat yang cukup meresahkan sehingga anak akan terjerumus dalam permasalahan hukum. Kondisi ini tentu harus disikapi dengan cepat untuk merespon tindakan-tindakan yang secepatnya dilakukan karena seluruh elemen masyarakat harus bertanggungjawab dengan adanya permasalahan anak yang berhadapan dengan hukum, hal ini dipertimbangkan karena anak adalah generasi bangsa yang perlu mendapat perlindungan. Permasalahannya adalah Bagaimana penerapan perlindungan hukum terhadap anak sebagai pelaku dan korban tindak pidana Pencabulan? Dan Bagaimana perwujudan keadilan subtansial dalam kasus tindak pidana pencabulan yang melibatkan anak sebagai pelaku dan anak korban?Penelitian hukum normative. Pendekatanyang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan. (statute approach), dan Yuridis, Data yang digunakan data primer dan data sekunder, Teknik pengumpulan data studi document/kepustakaan dan wawancara, Metode Analisa Data diskriptif kualitatif.Penerapan perlindungan hukum ter hadap pelaku anak dalam tindak pidana pencabulan ialah dilaksanakan dengan upaya pemenuhan hak-hak anak dalam menjalankan proses hukum pendampingan oleh Balai Pemasyarakatan koordinasi dengan intansi terkait seperti pekerja sosial yang ada di Kemetrian Sosial dengan melibatkan Badan PemberdayaanMasyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana serta Perangkat Desa, Tokoh masyarakat, agama, pendampingan psikologiPerwujudan Keadilan Subtansial Kasus Tindak Pidana Pencabulan yang Melibatkan Anak sebagai Pelaku dan anak sebagai korban, dijalankan dengan pemenuhan hak-hak pelaku dan korban secara proposiona
HARGA POKOK PRODUKSI BUDIDAYA IKAN LELE PADA SANGGAR PETANI MUDA DESA LANGKAK DENGAN METODE ABC
Lembaga Bengkel Petani Muda Desa Langkak merupakan satu-satunya lembaga usaha budidaya ikan lele di kolam terpal yang ada di Desa Langkak. Usaha ini dikelola oleh anak muda dan didampingi oleh mahasiswa UTU. Usaha ini hanya menghitung Harga Pokok Produksi berdasarkan perkiraan dan tidak menghitung biaya-biaya yang terjadi pada setiap kegiatan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada usaha budidaya ikan lele di Bengkel Petani Muda Desa Langkak Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Pemilihan lokasi penelitian ini bersifat purposive karena merupakan salah satu desa yang menjadi lokasi program PPK ORMAWA BEM FP UTU dan terdapat budidaya lele yang mendukung proses penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2022. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer seperti biaya bahan baku, biaya overhead pabrik dan biaya tenaga kerja dari hasil wawancara dan data sekunder seperti luas wilayah, wilayah sektor perikanan dari BPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui Harga Pokok Produksi yang akurat. Metode analisis data yang digunakan adalah Activity Based Costing. Unit produksi yang dihasilkan adalah 300 kg ikan lele. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode Full Costing adalah sebesar Rp. 25.314,37/kg sedangkan dengan menggunakan metode Activity Based Costing diperoleh nilai Rp. 26.814,37/kg. Maka dari itu Bengkel Petani Muda di Desa Langkak mengalami undercost sebesar Rp. 1.500/kg