E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH PADA PAKAN TERHADAP INCOME OVER FEED COST BROILER
Penelitian bertujuan untuk mengetahui Income Over Feed Cost ayam broiler yang diberi suplementasi tepung bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 minggu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali, dengan jumlah ayam setiap satuan percobaan sebanyak 4 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian tepung bawang putih (komersial) yang ditambahkan pada pakan dengan beberapa taraf perbandingan yakni P0 (tanpa pemberian tepung bawang putih), P1 (dengan tepung bawang putih 0,5 persen), P2 (dengan tepung bawang putih 1,25 persen) dan P3 (dengan tepung bawang putih 2 persen). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung bawang putih memberikan pengaruh yang siginfikan terhadap pertambahan bobot badan dan Income Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler. Income Over Feed Cost tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar Rp. 13.117 dan terendah pada perlakuan P0 dengan nilai Rp 8.323
KAJIAN KONTRIBUSI TENAGA KERJA KELUARGA PADA USAHA BUDIDAYA PUYUH DENGAN METODE ANOVA DI KABUPATEN BOYOLALI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi tenaga kerja keluarga peternak puyuh metode anava di kabupaten boyolali berdasarkan skala usaha. Lokasi penelitian dikhususkan pada kawasan sentra burung puyuh berdasarkan data dari BPS yaitu Kecamatan Banyudono, Kecamatan Teras, dan Kecamatan Andong. Jumlah responden yang ditentukan oleh peneliti adalah 47 peternak dengan asumsi telah memenuhi distribusi normal statistik. Pengambilan data dilakukan pada bulan September – Oktober 2022. Metode analisis dilakukan dengan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tenaga kerja pada usaha ternak puyuh responden dibagi menjadi lima kegiatan yaitu penyediaan pakan dan minuman, pemberian obat dan vaksin, pembersihan kandang, pemanenan, pasca panen dan pemasaran. Pada penggunaan tenaga kerja keluarga paling banyak adalah kegiatan pascapanen dan pemasaran telur puyuh yaitu 2,49 HOK. Penggunaan tenaga kerja keluarga untuk skala usaha puyuh di Kabupaten Boyolali yang nilainya sedang dan besar nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan usaha skala kecil. Hal ini disebabkan kebutuhan tenaga kerja keluarga yang lebih besar untuk kegiatan panen dan pascapanen seperti pengemasan telur. Petani di Kabupaten Boyolali cenderung melibatkan keluarga untuk membantu kegiatan panen dan pascapanen karena dirasa lebih mudah daripada mempekerjakan tenaga luar. Sedangkan penggunaan tenaga kerja luar pada usaha skala besar lebih tinggi dibandingkan skala menengah dan kecil. Hal ini disebabkan jumlah ternak yang semakin meningkat, sehingga membutuhkan tenaga kerja luar yang lebih tinggi
ANALISIS SALURAN PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO
Pemasaran merupakan salah satu unsur penting bagi petani untuk menjual produk bawang merahnya. Adanya rantai pemasaran yang panjang dan selisih harga yang tinggi di antara lembaga pemasaran membuat petani semakin sulit untuk mencapai pendapatan yang tinggi dan sejahtera. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa saluran pemasaran, margin pemasaran, dan efisiensi pemasaran bawang merah di Kecamatan Arjasa. Responden adalah petani bawang merah yang dipilih secara acak sebanyak 30 orang petani bawang merah dan 3 orang responden dipilih menggunakan metode snowball sampling yang merupakan pedagang pengepul dan pedagang pengecer. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif untuk menganalisa saluran pemasaran, analisa margin pemasaran, dan analisa farmer’s sharing untuk menganalisa efisiensi pemasaran. Hasil analisa menunjukkan pola pemasaran bawang merah di Kecamatan Arjasa terdapat 3 pola, pola I: petani-konsumen, pola II: petani-pedagang pengepul-pedagang luar kota-konsumen, dan pola III: petani-pedagang pengepul-pedagang pengecer-konsumen. Margin pemasaran pada pola I Rp 0, pola II Rp9.000, dan pola III Rp 7.000. Sedangkan saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran pola III dengan nilai farmer’s share sebesar 72%
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG IKAN RUCAH TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa suplementasi tepung ikan rucah (TIR) berpengaruh terhadap kualitas fisik telur itik. Penelitian ini menggunakan 60 ekor itik mojosari. Perlakuannya adalah suplementasi tepung ikan rucah P0, P1, P2, P3 dengan konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% TIR. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati: indeks telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, skor warna kuning telur, berat telur, berat dan ketebalan kerabang. Data dianalisis dengan uji Analysis of Variance. Hasil: tepung ikan rucah tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur sebanyak 61,13; 61,13; 62,80; dan 61,93. Indeks telur berpengaruh tidak nyata dengan nilai 79,01; 79,37; 78,05; dan 78,93. Indeks kuning telur berpengaruh tidak nyata dengan nilai37,40; 39,40; 40,00; dan 40,90. Indeks putih telur berpengaruh tidak nyata dengan nilai 0,98; 1,06; 1,00; dan 0,84. Warna kuning telur tidak berpengaruh nyata dengan nilai 14,20; 13,93; 14,20; dan 14,53. Berat kerabang berpengaruh tidak nyata dengan nilai 8,13; 8,66; 8,33; dan 8,00. Ketebalan kerabang berpengaruh tidak nyata dengan nilai 0,26; 0,28; 0,34; dan 0,24. Tepung ikan rucah tidak berpengaruh terhadap berat telur, indeks telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, berat kerabang, warna kuning telur, dan ketebalan kerabang
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA KOI PADA UNIT PEMBENIHAN RAKYAT (UPR) RAMA KOI
Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Rama Koi merupakan salah satu pembudidaya masih aktif menjalankan usaha budidaya dan penjualan ikan hias jenis Koi di Kabupaten Sidrap. Produksi UPR ini dipasarkan ke berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan bahkan ke luar pulau Sulawesi. Banyaknya usaha serupa yang bermunculan, tidak membuat usaha budidaya dan penjualan Koi di UPR ini surut bahkan terus melakukan perbaikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan finansial usaha budidaya ini. Proses awal dalam analisis ini adalah mengetahui dan menghitung jumlah pengeluaran UPR Rama Koi dalam mengelola usaha budidaya ikan Koi, selanjutnya mengitung beberapa kriteria seperti NPV, IRR, B/C Ratio, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan usaha budidaya ikan Koi di UPR ini masih layak untuk dijalankan dengan nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp575.137.935; Net B/C yang diperoleh sebesar 1,70; IRR sebesar 31.64% pada tingkat suku bunga sebesar 12% dengan Payback Period sebesar 2,27
EFISIENSI USAHA TANI PADI DENGAN PENERAPAN SISTEM OPTIMALISASI PENINGKATAN INDEKS PERTANAMAN (OPIP) DI DESA KARAKAN KECAMATAN WERU KABUPATEN SUKOHARJO
Sukoharjo Regency is one of the districts in Central Java Province that has the highest rice productivity, namely 69.19 quintar/hectare. The realization of planting from the Optimization of Planting Index Improvement (OPIP) system activities in Sukoharjo Regency is interesting to study, where Weru District is one of those selected to implement this system. The basic method used in this research is descriptive qualitative. The location was chosen purposively in Karakan Village, Weru District with a total of 40 respondents, lowland rice farmers who implemented the OPIP system. The research results show that the average cost of producing lowland rice using the OPIP system is IDR 5,137,503.00/hectare. The average income from OPIP system rice farming is more in one planting season, namely IDR 46,477,600.00/hectare/planting season than the income in one year (IDR 139,432,800.00/3 times planting season/hectare). The average income of OPIP system lowland rice farming is IDR 19,194,150.00/hectare/planting season in one-year income (IDR 57,582,450.00/3 times planting season/hectare. The B/C ratio value of the OPIP system and irrigation lowland rice farming business respectively, the technical values are 0.64 and 0.70, which means it is not worth cultivating. The R/C ratio values for OPIP system rice and technical irrigation are 1.64 and 1.70, which means both are worth cultivating. Key-words: Efficiency, Farming, OPIP INTISARI Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki produktivitas padi tertinggi yaitu sebesar 69,19 ku/ha. Realisasi tanam dari kegiatan sistem Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) di Kabupaten Sukoharjo menjadi menarik untuk dikaji, dimana Kecamatan Weru menjadi salah satu yang terpilih dalam penerapan sistem tersebut. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi dipilih secara purposive di Desa Karakan Kecamatan Weru dengan jumlah responden sebanyak 40 petani padi sawah yang menerapkan sistem OPIP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata biaya produksi padi sawah sistem OPIP sebesar Rp5.137.503,00/ha. Rerata penerimaan usaha tani padi sawah sistem OPIP lebih banyak satu kali musim tanam yaitu sebesar Rp46.477.600,00/ha/MT daripada penerimaan dalam satu tahun (Rp139.432.800,00/3 kali MT/ha). Rerata pendapatan usaha tani padi sawah sistem OPIP sebesar Rp19.194.150,00/ha/MT dalam satu tahun pendapatan (Rp57.582.450,00/ 3 kali MT/ha. Nilai rasio B/C usaha tani padi sawah sistem OPIP dan irigasi teknis masing-masing sebesar 0,64 dan 0,70 yang berarti tidak layak untuk diusahakan. Nilai rasio R/C padi sawah sistem OPIP dan irigasi teknis sebesar 1,64 dan 1,70 yang berarti keduanya layak diusahakan. Kata kunci: Efisiensi, OPIP, Usaha tan
KAJIAN PROGRAM DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA TANI PADI SAWAH DI DESA KEMINGKING LUAR KECAMATAN TAMAN RAJO KABUPATEN MUARO JAMBI
The purpose of this study is to describe the picture of the implementation of the 2019-2023 village fund program and to examine the village fund program in increasing the income of rice farming businesses in Kemingking Luar Village. The data used in this study is qualitative data, the method of collection uses: observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the process of managing village funds includes preparation, budgeting and implementation. The use of village funds by the Kemingking Luar Village government, Taman Rajo District, has followed the technical instructions that have been regulated in the legislation, but in the process it is still not optimal. Factors that influence the management of village funds include supporting factors, namely community participation, facilities and infrastructure. While the inhibiting factors are human resources, technical instructions for managing funds that change every year and communication
POTENTIAL FOR USE OF COW URINE LIQUID ORGANIC FERTILIZER AS PLANT NUTRITION IN DRIP HYDROPONIC SYSTEMS
AB mix is an nutrient that is commonly used for hydroponic system, but the price is expensive so it requires an alternatve to using liquid organic fertilizer. Thies research aims to determine the potential of organic fertilizer as a nutrient for the growth of kale, pakchoy and lecttuce in a wick hydroponic system. Thies research was prepared using aspilt plot design (SPD) with the main plot consisting of AB Mix 5 ml/liter (N1), liquid organic fertililizer cow urine 40 ml/liter (N2), liquid organic fertililizer cow urine 80 ml/liter (N3). The subplots consist of kale (T1), pakchoy (T2), and lettuce (T3). The parameters observed were plant height, number of leaves, root length, plant fresh weight. The results of this research show that the nutrients from liquid organic fertilizer from cow unire and AB mix have no significant effect on the growth of kale, pakchoy and lettuce in the drip hydroponic system. A dose of liquid organic fertilizer from cow urine of 80 ml/liter gave the best average results on plant height, number of leaves and fresh wight of kale, pakchoy and lettuce, but the results obtained were lower when compared with the application of AB mix. The dosage of cow urine liquid organic fertilizwer still needs to be increased to produce the best plant growth and production in the drip hydroponic systemAB mix is an nutrient that is commonly used for hydroponic system, but the price is expensive so it requires an alternatve to using liquid organic fertilizer. Thies research aims to determine the potential of organic fertilizer as a nutrient for the growth of kale, pakchoy and lecttuce in a wick hydroponic system. Thies research was prepared using aspilt plot design (SPD) with the main plot consisting of AB Mix 5 ml/liter (N1), liquid organic fertililizer cow urine 40 ml/liter (N2), liquid organic fertililizer cow urine 80 ml/liter (N3). The subplots consist of kale (T1), pakchoy (T2), and lettuce (T3). The parameters observed were plant height, number of leaves, root length, plant fresh weight. The results of this research show that the nutrients from liquid organic fertilizer from cow unire and AB mix have no significant effect on the growth of kale, pakchoy and lettuce in the drip hydroponic system. A dose of liquid organic fertilizer from cow urine of 80 ml/liter gave the best average results on plant height, number of leaves and fresh wight of kale, pakchoy and lettuce, but the results obtained were lower when compared with the application of AB mix. The dosage of cow urine liquid organic fertilizwer still needs to be increased to produce the best plant growth and production in the drip hydroponic syste
ANALYSIS OF LANDSLIDE SUSCEPTIBILITY LEVEL USING SCORING METHOD IN THE NOTOHAMIDJOJO CAMPUS, SATYA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY
Penebangan hutan yang sebelumnya dilakukan untuk pembangunan gedung kampus di kampus Notohamidjojo dikhawatirkan akan menyebabkan erosi tanah. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis sebaran spasial tingkat kerentanan tanah longsor. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan GIS sebagai alat analisis utama. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis tingkat kerentanan tanah longsor adalah metode scoring. Parameter penelitian ini meliputi kecuraman lereng, penggunaan lahan, erodibilitas tanah, dan intensitas curah hujan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% kawasan Kampus Notohamidjojo rawan terhadap bencana tanah longsor. Kelas tinggi mempunyai wilayah sebaran terluas di kampus Notohamidjojo dengan luas 5,77 ha atau 46,50% dari total luas. Kelas sedang mempunyai luas sebaran terkecil dengan luas 0,01 ha atau 0,09% dari total luas wilayah. Kelas sangat rendah mempunyai luas 4,48 ha atau 36,10% dari luas wilayah. Kelas sangat tinggi mempunyai luas 1,19 ha atau 9,61% dari total luas wilayah. Kelas rendah mempunyai luas 0,96 ha atau 7,71% dari total luas wilayah
TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT TERHADAP PENGAPLIKASIAN KAPUR DOLOMIT DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Growth and production of chili pepper on red-yellow podzolic soil which is acidic and contains little organic matter by applying dolomite lime can increase soil pH to neutral and applying empty palm oil bunch compost improves soil physical properties which are not good enough so that chili pepper can grow and develop well. The aim of the research was to examine the role of dolomitic lime and empty palm fruit bunch compost in increasing the growth and production of chili pepper on red-yellow podzolic soils. The experiment was carried out in a green house and took place in Pontianak City, West Kalimantan from August to October 2022. The experiment was arranged using a split plot design, the main plot was dolomite lime treatment with 3 levels (1, 2 and 3 tons ha-1) and subplots, namely empty palm fruit bunch compost with 3 levels (20, 25 and 30 tons ha-1), each treatment combination was repeated 3 times. The results showed that the application of dolomitic lime with empty palm fruit bunches compost played a role in influencing the growth and production of chili pepper on red-yellow podzolic soil. Dolomite lime applied at a dose of 3 tons ha-1 with various doses of empty palm fruit bunches compost showed the best treatment. Keywords: dolomitic lime, chili pepper, compost of empty palm oil bunches, red-yellow podzolic soils INTISARIPertumbuhan dan Produksi cabai rawit pada tanah podsolik merah kuning yang bersifat masam dan sedikit mengandung bahan organik dengan penggaplikasian kapur dolomit dapat meningkatkan pH tanah menjadi netral dan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit memperbaiki sifat fisik tanah yang kurang baik sehingga tanaman cabai dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji peran kapur dolomit dan kompos tandan kosong kelapa sawit dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit pada tanah podsolik merah kuning. Percobaan dilaksanakan di dalam green house dan bertempat di Kota Pontianak Kalimantan Barat dari bulan Agustus sampai Oktober 2022. Percobaan disusun menggunakan rancangan petak terbagi (splitplot), petak utama yaitu perlakuan kapur dolomit dengan 3 taraf (1, 2 dan 3 ton/ha) serta anak petak yaitu kompos tandan kosong kelapa sawit dengan 3 taraf (20, 25 dan 30 ton/ha), setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian kapur dolomit dengan kompos tandan kosong kelapa sawit berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan dan produksi cabai rawit pada tanah podsolik merah kuning. Kapur dolomit yang diaplikasikan pada dosis 3 ton/ha dengan berbagai dosis kompos tandan kosong kelapa sawit menunjukkan perlakuan yang terbaik Kata Kunci : cabai rawit, kapur dolomit, kompos tandan kosong kelapa sawit, tanah podsolik merah kunin