E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
TINGKAT DINAMISASI KELIMPAHAN BAKTERI VIBRIO DAN BEBAN LIMBAH ORGANIK PADA BUDIDAYA UDANG POLA INTENSIF
Vibrio sp merupakan bakteri patogen yang terdapat pada tambak udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara quorum sensing rate dengan kelimpahan bakteri Vibrio sp di tambak udang vaname (L. vannamei). Metode penelitian yang digunakan adalah desain kausal ex-pose facto dengan purposive sampling. Kelimpahan bakteri Vibrio sp sebenarnya berfluktuasi dengan peningkatan tertinggi pada akhir siklus budidaya udang. Kelimpahan fluktuasi bakteri Vibrio sp juga terdeteksi pada hasil analisis pemodelan dinamis. Dari hasil analisis pemodelan dinamik terlihat bahwa fluktuasi kelimpahan bakteri Vibrio sp berkorelasi dengan kemampuan quorum sensing bakteri dan kelimpahan biomassa bakteri di perairan tambak. Selain itu, kelimpahan bakteri Vibrio sp juga berkorelasi dengan kelimpahan bahan organik di perairan tambak yang digambarkan dengan grafik berosilasi. Dalam analisis pemodelan dinamik juga digambarkan bahwa tingkat beban limbah di perairan tambak akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya umur budidaya udang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelimpahan bakteri Vibrio sp di tambak memiliki model yang sama dengan kondisi eksisting, dan kelimpahan bakteri Vibrio sp juga mempengaruhi quorum sensing rate dengan menggambarkan model fluktuasi dari grafik pemodelan yang sama
PENGETAHUAN PETANI DALAM KONSERVASI DAN PENGELOLAAN TANAH PADA PERTANIAN KOPI DI MANDAILING NATAL SUMATERA UTARA
Petani kopi di daerah Kabupaten Mandailing Natal mempunyai pengetahuan tentang pengelolahan tanah dalam sistem pertanian berbasis kopi. Pengetahuan petani didapatkan dari wawancara langsung kepada petani, baik secara individu maupun secara kelompok. Pengetahuan masyarakat didapatkan berasal dari pengalaman dan petani mempelajarinya dari lingkungan sekitar serta didapat dari pelatihan yang sering diadakan oleh pemerintah setempat dengan tujuan pengembangan produksi petani secara maksimal. Hal ini dapat terlihat dari pemahaman petani kopi tentang konservasi, di sini petani sudah melakukan teknik konservasi seperti pembuatan teras, tanaman pelindung dan sebagainya. Walaupun para petani telah memahami tentang sistem konservasi dan pengolahan tanah, tetapi masih banyak juga petani yang tidak menerapkan sistem konservasi tersebut. Hal tersebut dikarenakan harga jual kopi yang rendah sedangkan biaya untuk menerapkan sistem konservasi dan pengolahan tanah mereka anggap mahal dan akan menambah biaya produksi kopi. Hal tersebut menjadi salah satu hambatan bagi petani untuk melakukan teknik konservasi
ANALISIS MARJIN PEMASARAN, FARMER SHARE, DAN SALURAN DISTRIBUSI KOMODITI TOMAT, KENTANG, DAN KUBIS DI KABUPATEN MAGELANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marjin pemasaran, farmer share, dan saluran distribusi tomat, kentang, dan kubis di Kabupaten Magelang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu analisis yang bertujuan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan suatu objek penelitian melalui data yang telah terkumpul lalu diuraikan dan disusun kedalam format yang lebih mudah untuk dipahami. Hasil penelitian menunjukan nilai margin rata-rata tomat Rp1.766,00 dan rata-rata farmer share 70,92%, untuk kentang rata-rata margin total Rp1.671,00 dan rata-rata farmer share 85,42%, dan kubis memiliki nilai rata-rata marjin Rp1.428,00 dan rata-rata farmer share 69,40%. Saluran distribusi pada komoditas tomat memiliki 6 model saluran pemasaran, komoditas kentang dan kubis masing-masing memiliki 7 model saluran pemasaran
SOLUSI PENCEGAHAN KERUSAKAN PRODUK TEH KERING DI PT CANDI LOKA
Daya saing produk teh kering salah satunya dilihat dari kualitas teh tersebut. Oleh karena itu, untuk menghasilkan teh berkualitas baik diperlukan usaha mengurangi kerusakan pada hasil teh kering. Pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) saat proses pemetikan pucuk teh basah dan Good Manufacturing Practices (GMP) saat pengolahan untuk menghasilkan teh kering merupakan cara untuk memperoleh teh yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan teh selama proses produksi. Studi kasus dilakukan di PT, Candi Loka Ngawi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study) dan desain kualitatif. Beberapa penyebab kerusakan yang terjadi pada proses produksi teh kering tadalah kebiasaan buruk petani saat memetik pucuk teh, kecerobohan pekerja pabrik saat melakukan sortasi, dan kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh pekerja tidak sesuai dengan GAP dan GMP. Berdasarkan tiga penyebab tersebut, penyebab utama kerusakan produk teh kering yaitu pekerja yang tidak menerapkan GAP dan GMP saat proses produksi, sehingga kualitas teh kering yang dihasilkan kurang baik. Solusi pencegahan kerusakan produk teh kering adalah dengan menambah satu sampai tiga petugas grading, dan membayar petikan pucuk petani sesuai dengan hasil grading-nya
KARAKTERISTIK KIMIA TANAH GAMBUT YANG DIAMELIORASI DENGAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI MEDIA TUMBUH BAWANG PUTIH
Biochar added to peat media will affect changes in soil chemical properties such as an increase in pH, organic C, total N, total P, total K, basic cations such as Ca, Mg, Na, CEC and base saturation. These changes will affect nutrient uptake, growth and yield of garlic. Biochar application with the right dose needs to be known so that it would be efficient and economical in biochar utilization. The aim of the study was to know the chemical characteristics of peat soil ameliorated with corn cob biochar and to find the effective dose of biochar for growth and yield of garlic.This research was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The experiment used a completely randomized design, consisting of 5 treatments, each treatment consisting of 4 replications. The treatments were: b1 = without biochar; b1 = 50 g/polybag; b2=100g/poly bag; b3= 150 g/polybag and b4= 200 g/polybag. The observed variables ware chemical characteristics of the peat media including pH, organic C, total N, C/N, available P, Base saturation, CEC, Ca, Mg, K, Na, Pb, Cd. Other observations were plant dry weight, tuber dry weight, N, P, K, Pb and Cd content in garlic plant tissue. The results showed that the application of biochar did not cause significant changes in pH, C-Organic and Total N, but the addition of biochar doses tended to further increase the levels of P in the soil. The application of biochar increased the available K and Na levels and soil base saturation, but the Ca and Mg levels, available Ca and Mg levels tended to decrease with increasing doses of biochar. The dry weight of garlic plants increased with increasing doses of biochar. The dose of 200 g of biochar was the most effective for the growth and yield of garlic bulbs on peat soil. Keywords: Garlic, Corncob Biochar, Peat INTISARI Biochar yang ditambahkan pada media gambut akan mempengaruhi perubahan sifat kimia tanah seperti peningkatan pH, C organik, N total, P total, K total, kation-kation basa seperti Ca, Mg, Na, KTK dan Kejenuhan Basa. Perubahan-perubahan ini akan mempengaruhi serapan hara dan pertumbuhan serta hasil bawang putih. Pemberian dengan dosis yang tepat perlu diketahui agar effisien dan ekonomis dalam pemanfaatan biochar. Tujuan penelitian mengkaji karakteristik kimia tanah gambut yang diameliorasi dengan biochar tongkol jagung dan mencari dosis biochar yang effektif untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Percobaab menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 5 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan.Perlakuan tersebut: b1= tanpa biochar; b1 = 50 g/polibag; b2=100 g/polibag; b3= 150 g/polibag dan b4= 200 g/polibag. Variabel pengamatan meliputi perubahan karakteristik kimia media gambut meliputi pH, C organik, N total, C/N, P tersedia, KB, KTK, Ca-tersedia, Mg-tersedia, K tersedia, Na-tersedia, Pb total, Cd total. Pengamatan lainnya adalah berat kering tanaman, berat kering umbi, kandungan N, P, K, Pb dan Cd pada jaringan tanaman bawang putih. Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar tidak menyebabkan perubahan yang signifikan pada pH, C-Organik dan N Total, namun penambahan dosis biochar cenderung semakin meningkatkan kadar P2O5 pada tanah. Pemberian biochar meningkatkan kadar K dan Na tersedia serta Kejenuhan Basa tanah, namun kadar Ca dan Mg, kadar Ca dan Mg tersedia cenderung menurun dengan meningkatnya dosis biochar. Berat berat kering tanaman bawang putih meningkat dengan meningkatnya dosis biochar. Dosis 200 g biochar adalah yang paling effektif untuk pertumbuhan dan hasil umbi bawang putih di tanah gambut. Kata Kunci: Bawang Putih,Biochar Tongkol jagung, Gambu
EVALUASI STATUS KESUBURAN KIMIA TANAH PADA KAWASAN PERBUKITAN MENOREH DI DESA BIGARAN KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH
Bigaran Village, which is located in the Menoreh Hills, has a hilly topography and is dominated by dry land which is thought to be lacking in nutrients. Evaluation of soil fertility is required to diagnose nutrient problems in the soil. This research was conducted with the aim of identifying soil chemical properties, determining soil chemical fertility status, and making a map of soil chemical fertility status in Bigaran Village Research management includes field surveys, determination of sample point locations, soil sampling, laboratory analysis of soil chemical properties, and evaluation of soil chemical fertility. The research was conducted from February to March 2023. Assessment of soil fertility status based on the 1995 soil fertility technical guidelines. Representative sample points were determined purposively based on the results of overlaying thematic maps (Slope Slope Map, Land Use Map, and Soil Type Map) and obtained 13 land units. The research of results showed that the Cation Exchange Capacity (CEC) values at the study sites ranged from 12.61-27.76 me/100g, Base Saturation values (KB) from 34.96-67.88%, P2O5 HCl content 25% 20.24 -105.53 mg/100g, K2O content between 15.26-128.12 mg/100g, C-Organic content ranging from 0.48-1.35%, N-Total content 0.10-0.17%, pH content 5.78-6.49%. Of the 13 sample points tested, all showed low soil fertility status. Map of Soil Chemical Fertility Status in Bigaran Village presented at a scale of 1:12,000. Low soil fertility status is symbolized in yellow. Keywords : Fertility Status, Menoreh Hills, Bigaran Village, Map INTISARIDesa Bigaran yang berada di Perbukitan Menoreh memiliki topografi berbukit serta didominasi oleh lahan kering yang diduga minim akan unsur hara. Diperlukan evaluasi kesuburan tanah untuk mendiagnosa masalah-masalah keharaan dalam tanah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah, menentukan status kesuburan kimia tanah, dan membuat peta status kesuburan kimia tanah Desa Bigaran. Tata laksana penelitian meliputi survey lapangan, penentuan lokasi titik sampel, pengambilan sampel tanah, analisis laboratorium sifat kimia tanah, dan evaluasi kesuburan kimia tanah. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2023. Penilaian status kesuburan tanah berdasarkan petunjuk teknis kesuburan tanah 1995. Titik sampel pewakil ditentukan secara purposive berdasarkan hasil overlay peta tematik (Peta Kemiringan Lereng, Peta Penggunaan Lahan, dan Peta Jenis Tanah) dan didapatkan 13 satuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) pada lokasi penelitian berkisar antara 12,61-27,76 me/100g, nilai Kejenuhan Basa (KB) dari 34,96-67,88%, kandungan P2O5 HCl 25% 20,24-105,53 mg/100g, kandungan K2O antara 15,26-128,12 mg/100g, kandungan C-Organik berkisar antara 0,48-1,35%, kandungan N-Total 0,10-0,17%, kandungan pH 5,78-6,49% Dari 13 titik sampel yang diuji, semua menunjukan status harkat kesuburan tanah rendah. Peta Status Kesuburan Kimia Tanah Desa Bigaran disajikan dengan skala 1:12.000. Status kesuburan tanah rendah disimbolkan dengan warna kuning. Kata kunci : Status Kesuburan, Perbukitan Menoreh, Desa Bigaran, Pet
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA JAMUR MERANG (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah Sleman)
Straw mushrooms are one type of mushroom that is commonly consumed. This mushroom, with the scientific name Volvariella volvacea, has become a popular cultivation object among farmers in Indonesia. Cultivating straw mushrooms at the Anwar Futuhiyyah Islamic Boarding School has bright prospects because the cultivation process is relatively simple, with a relatively short harvest period, around one to three months, which means the capital invested in this business can be turned over quickly. This research aims to assess the financial aspects of cultivating straw mushrooms at the Anwar Futuhiyyah Islamic Boarding School located in Blotan Hamlet, Wedomartani, Ngemplak, Sleman Regency, Yogyakarta. The method used in this research is a case study, using primary and secondary data. The data is then analyzed using various evaluation methods, such as Payback Period (PP), Break Even Point (BEP), Benefit-Cost Ratio (BC), and Income-Cost Ratio (R/C). Based on the results of data analysis, it was found that in the cultivation of straw mushrooms at the Anwar Futuhiyyah Islamic Boarding School, the Payback Period (PP) is 3 years or the equivalent of 12 production cycles. The Breakeven Point (BEP) at the unit level is around 64.7 units, while in rupiah it is around IDR 1,681,810. The Benefit-Cost Ratio (BC) stands at 0.36, while the Revenue-Cost Ratio (R/C) is 1.36. The results of this calculation show that the straw mushroom cultivation business has the potential to be a profitable investment and is worth continuing. Keywords: Feasibility Analysis, Straw Mushroom INTISARIJamur merang adalah salah satu varietas jamur yang umum dikonsumsi. Jamur ini, dengan nama ilmiah Volvariella volvacea, telah menjadi objek budidaya yang populer di kalangan petani di Indonesia. Budidaya jamur merang di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah memiliki prospek yang cerah karena proses budidayanya relatif sederhana, dengan masa panen yang relatif singkat, sekitar satu hingga tiga bulan, yang berarti modal yang diinvestasikan dalam usaha ini dapat diputar dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai aspek keuangan dalam budidaya jamur merang di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah yang terletak di Dusun Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan berbagai metode evaluasi, seperti Periode Pengembalian Modal (PP), Titik Impas (BEP), Rasio Manfaat-Biaya (BC), dan Rasio Pendapatan-Biaya (R/C). Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa dalam budidaya jamur merang di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah, Periode Pengembalian Modal (PP) adalah 3 tahun atau setara dengan 12 siklus produksi. Titik Impas (BEP) pada tingkat unit adalah sekitar 64,7 unit, sedangkan dalam nilai rupiah sekitar Rp 1.681.810. Rasio Manfaat-Biaya (BC) mencapai 0,36, sementara Rasio Pendapatan-Biaya (R/C) adalah 1,36. Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa usaha budidaya jamur merang memiliki potensi menjadi investasi yang menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Kata kunci : Kelayakan Usaha, Jamur Meran
PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)
The research aimed to determine response of the growth and yield of eggplant (Solanum melongena L) under NPK fertilizer with vermicompost. The research was located in the integrated agricultural system area, Serang City, Banten from December 2022 to March 2023. This research used a factorial randomized block design (RBD) consisting two factors. The first factor was the level of NPK fertilizer and the second factor was the vermicompost. The results showed NPK fertilizer 20 g/plant had a significant effect on plant height parameter 4 week after planting (WAP) (18.52 cm). Vermicompost 10 g/plant affects plant height parameter 4 WAP (18.21 cm). There were interactions between combination of NPK fertilizer and Vermicompost with the best combination of NPK 20 g/plant and Vermicompost 200 g/plant on the parameters of plant height 2 WAP (13.43 cm), number of fruits per plant (17.44 eggplants), weight of fruits per plant (2.15 kg) and length of fruit (21,61 cm).Keywords : Eggplant, NPK Fertilizer, Vermicompost.INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman terong (Solanum melongena L) yang diberi pupuk NPK dan pupuk kascing. Penelitian ini berlokasi di kawasan sistem pertanian terpadu, Kota Serang, Banten pada bulan Desember 2022 sampai dengan Maret 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK dan faktor kedua adalah pupuk kascing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK 20 g/tanaman berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 4 MST (18,52 cm). Pupuk kascing 10 g/tanaman mempengaruhi parameter tinggi tanaman 4 MST (18,21 cm). Terdapat interaksi antara kombinasi pupuk NPK dan pupuk kascing dengan kombinasi terbaik NPK 20 g/tanaman dan pupuk kascing 200 g/tanaman pada parameter tinggi tanaman 2 MST (13,43 cm), jumlah buah per tanaman (17,44 terong), berat buah per tanaman (2,15 kg) dan panjang buah (21,61 cm).Kata kunci: pupuk kascing, pupuk npk, terung
PERSEPSI SANTRI TERHADAP MINAT WIRAUSAHA BIDANG PERTANIAN DI PONDOK PESANTREN AL MUMTAZ KERJAN, BEJI, PATUK, GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
This research aims to determine the perceptions of students, to find out the interests of students and to find out the factors that influence students' perceptions of students' interests. This research is a descriptive research method with a quantitative approach. Data collection in this research uses the interview method, and distributes questionnaires. Validity test and reliability, which are needed to measure the strength and validity of research instruments, descriptive statistical analysis methods and multiple linear regression analysis. The income expectation variable (2,452) t table (2,000) and the Sig value 0.017 0.05 h₀ The income expectation variable has a positive effect with partial significance towards students' interest (accepted), family environment variables (2,000) t table (2,000) and sig value. 0.050 0.05 h₀ The family environment variable has a positive effect with partial significance on students' interest (accepted), the entrepreneurship education variable (0.596) t table (2.000) and the Sig value. 0.553 0.05h₀ The entrepreneurship education variable has no partial significant effect on students' interest (rejected). The Income Expectation variable has a significant effect on the Entrepreneurship Interest Variable, the Family Environment variable has a significant effect on the Entrepreneurship Interest Variable, Entrepreneurship Education has no significant effect on the Entrepreneurship Interest Variable, Madrasah Aliyah Al Mumtaz Islamic Boarding School educational institutions must always maximize entrepreneurship programs in the agricultural sector both in terms of creativity, quality and quantity. Keywords: Perception, Family Environment, Entrepreneurship Education, Interest. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: persepsi santri, minat santri dan faktor yang mempengaruhi persepsi santri terhadap minat santri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan membagikan kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas diperlukan untuk mengukur kekuatan dan keabsahan instrumen penelitian, metode analisis statistik deskripsi dan analisis regresi linier berganda, variabel ekspektasi pendapatan (2.452) > t tabel (2.000) dan nilai Sig 0,017 < 0,05, variabel ekspektasi pendapatan berpengaruh positif secara signifikasi parsial terhadap minat santri (diterima),variabel lingkungan keluarga ( 2.000) t tabel (2.000) dan nilai sig. 0,050 < 0,05, variabel lingkungan keluarga berpengaruh positif secara signifikasi parsial terhadap minat santri (diterima),variabel pendidikan kewirausahaan (0.596) t tabel (2.000) dan niali Sig. 0,553 > 0.05h₀ variabel pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh secara siginifikasi parsial terhadap minat santri (ditolak).Variabel ekspektasi pendapatan berpengaruh signifikan terhadap variabel minat berwirausaha,variabel lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap variabel minat berwirausaha, pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha, lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Mumtaz perlu selalu memaksimalkan program kewirausahaan di bidang pertanian baik dari segi kreativitas, kualitas maupun kuantitas. Kata kunci: Pesepsi, Lingkungan Keluarga, Pendidikan Kewirausahaan, Mina
Model Sustainable Development Wisata Desa : Strategi Penghidupan Berkelanjutan Pada Masyarakat Berbasis Pariwisata
Mengatasi dan menghapus kemiskinan dalam segala dimensi dan bentuknya, merupakan tanggung jawab dan tantangan global yang paling besar serta merupakan prasyarat utama untuk pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pendekatan mainstream yang mendominasi kebijakan pengentasan kemiskinan yang selama ini dilakukan, yaitu pendekatan berbasis masalah (problem based approach), selama ini tidak cukup efektif, perlu dimunculkan sebuah pendekatan yang lebih menekankan kemampuan desa untuk mengatasi permasalahannya sendiri dengan berbasis pada sumber daya yang dimiliki oleh desa itu sendiri, yaitu pendekatan berbasis asset (asset based approach). Upaya mempertahankan keberlanjutan penghidupan masyarakat Desa Sambirejo dihadapkan pada berbagai tantangan. Terjadinya transformasi penghidupan yang semula sebagai penambang batu dan harus beralih pada sektor wisata, dalam perspektif ekonomi kuantitatif saat itu telah menunjukkan keberhasilan yang luar biasa, yaitu dari sisi peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja. Tetapi ada potensi permasalahan dalam jangka panjang yang perlu memperoleh perhatian serius mengingat sektor pariwisata adalah bersifat rentan, sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor makro ekonomi, keamanan, lingkungan, alam, kesehatan dan sebagainya. Ketergantungan padanya akan berpotensi membawa risiko terhadap keberlanjutan penghidupan masyarakat lokal. Berdasarkan metode kualitatif, penelitian ini mengkaji pemanfaatan modal/aset penghidupan masyarakat dalam mempertahankan keberlanjutan penghidupannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelola wisata dan desa telah berupaya meningkatkan kapabilitas masyarakat lokal untuk mampu mengakses aset penghidupan berkelanjutan tetapi kesadaran untuk memikirkan keberlanjutan penghidupan belum dipahami oleh seluruh pengambil kebijakan