E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
    1365 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUPUK CAIR MULTIFUNGSI TERHADAP TANAMAN JAMBU MADU (Syzygium aqueum) HASIL STEK

    Get PDF
    Honey guava (Syzygiym aqueum) is a fruit plant that grows well in areas with an altitude of 3 – 500 meters above sea level. This research was carried out on Jl. Madura, Pahlawan Village, North Binjai District, Binjai City, North Sumatra Province with a height of 28 meters above sea level. This research used a non-factorial randomized block design (RAK) with 4 treatment levels, namely: P0 = 0 ml/liter of air, P1 = 2 ml/liter of air, P2 = 4 ml/liter of air, P3 = 6 ml/liter of air. The observation parameters for this research include plant height (cm), number of leaves (sheet), leaf area (cm2), number of branches (branch), branch length (cm) and stem diameter (mm).Keywords: Honey Guava, Grafting Result, Multifuncional Liquid FertilizerINTISARIJambu madu (Syzygiym aqueum) merupakan tanaman buah yang sangat baik tumbuh pada daerah dengan ketinggian 3 – 500 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Madura, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 28 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 4 taraf perlakuan, yakni: P0 = 0 ml/liter air/plot, P1 = 2 ml/liter air/plot, P2 = 4 ml/liter air/plot, P3 = 6 ml/liter air/plot. Parameter pengamatan penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), jumlah cabang (cabang), panjang cabang (cm) dan diameter batang (mm). Kata Kunci: Jambu Madu, Sambung pucuk, Pupuk Cair Multifungsi

    SANITASI DAN BIOSEKURITI YANG EFEKTIF PADA TERNAK

    Get PDF
    Animal husbandry is an effort to cultivate livestock which is used to produce milk, meat and eggs. In animal husbandry, pest and disease control is required, so in animal husbandry we look for ways to ensure that livestock are free from disease outbreaks. The aim of this study is to find out how effective sanitation and biosecurity methods are used. is a literature study or literature study. The results of this paper show that sanitation is an action to kill bacteria, while biosecurity is all actions for the first defense in controlling an outbreak which is carried out by preventing all possibilities of transmission with infected livestock so that the chain of spread can be minimized. The three components of biosecurity measures are Isolation, traffic control, prusip sanitation, effective sanitation and biosecurity are preparation and prevention for early detection, identification of biological and chemical agents, bioterrorism response

    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA DALAM MENGENDALIKAN HAMA Crocidolomia binotalis Zell PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)

    No full text
    Tanaman sawi merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai  komersial ditinjau dari segi, teknis  ekonomis, sosialnya dan tanaman ini layak  diusahakan di Indonesia. Tanama ini merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Dalam budidaya tanaman sawi masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya yaitu tanaman di serang  hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman, bahkan menyebabkan kegagalan panen. Salah satu hama yang menyerang tanaman sawi adalah hama ulat, serangan hama ulat merupakan faktor yang menghambat dalam budidaya tanaman sawi, oleh karena itu, pengendalian hama ini perlu dilakukan dengan alternatif lain, salah satunya adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari berbagai ekstrak tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan Untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas Crocidolomia binotalis pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Proteksi Tanaman Pangan NTB. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 3 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan 1 tanpa perlakuan (kontrol), masing– masing perlakuan terdapat 3 kali ulangan yakni, K0 (kontrol)= 0 g daun papaya + 1L air, K1 = 300 g daun papaya + 1L air, K2 = 400 g daun pepaya + 1L air, K3 = 500 g daun pepaya + 1L air. Sehingga terdapat 12 unit percobaan, setiap percobaan menggunakan 10 ekor larva  uji yaitu 120 ekor  larva. Data di analisis menggunakan ANOVA diteruskan dengan uji Duncan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak Daun Pepaya memiliki toksisitas tinggi karena berpengaruh terhadap Ulat C. binotalis dengan rata-rata mortalitas tertinggi yaitu mencapai 100%. Kata Kunci : Eekstrak Daun Pepaya, Hama,Tanaman SawiTanaman sawi merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai  komersial ditinjau dari segi, teknis  ekonomis, sosialnya dan tanaman ini layak  diusahakan di Indonesia. Tanama ini merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Dalam budidaya tanaman sawi masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya yaitu tanaman di serang  hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman, bahkan menyebabkan kegagalan panen. Salah satu hama yang menyerang tanaman sawi adalah hama ulat, serangan hama ulat merupakan faktor yang menghambat dalam budidaya tanaman sawi, oleh karena itu, pengendalian hama ini perlu dilakukan dengan alternatif lain, salah satunya adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari berbagai ekstrak tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan Untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas Crocidolomia binotalis pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Proteksi Tanaman Pangan NTB. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 3 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan 1 tanpa perlakuan (kontrol), masing– masing perlakuan terdapat 3 kali ulangan yakni, K0 (kontrol)= 0 g daun papaya + 1L air, K1 = 300 g daun papaya + 1L air, K2 = 400 g daun pepaya + 1L air, K3 = 500 g daun pepaya + 1L air. Sehingga terdapat 12 unit percobaan, setiap percobaan menggunakan 10 ekor larva  uji yaitu 120 ekor  larva. Data di analisis menggunakan ANOVA diteruskan dengan uji Duncan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak Daun Pepaya memiliki toksisitas tinggi karena berpengaruh terhadap Ulat C. binotalis dengan rata-rata mortalitas tertinggi yaitu mencapai 100%. Kata Kunci : Eekstrak Daun Pepaya, Hama,Tanaman Saw

    Penerapan Sanksi Pidana Tambahan Pemecatan Dari Dinas Militer Terhadap Prajurit Tni Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

    No full text
                 Prajurit TNI  sebagai alat pertahanan negara melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan berbagai macam motif  karena ingin coba-coba, karena pengaruh lingkungan dan karena motif ekonomi untuk mencari keuntungan, padahal penerapan sanksi yang tegas dijatuhkan kepada prajurit TNI yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan pidana tambahan pemecatan dari dinas militer namun tidak menjadikan prajurit TNI takut atau segan tetapi  dengan sengaja melanggar aturan perundang-undangan. Oditurat Militer II-10 Yogyakarta pada tahun 2022 dan 2023 terdapat 2 (dua) kasus perkara  dengan Putusan Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta Nomor 28-K/PM.II-11/AD/VII/2022 dan Nomor 11-K/PM.II-11/AD/I/2023.            Jenis penelitian dalam tesis ini menggunakan penelitian hukum normatif dan metode penelitian menggunakan pendekatan Perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh langsung melalui wawancara, data sekunder diperoleh dari dokumen resmi buku-buku yang berhubungan dengan obyek penelitian, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi dan peraturan perundang undangan. Lokasi penelitian di Kantor Oditurat Militer II-10 Yogyakarta. Alat Pengumpul Data dengan menggunakan metode studi dokumen dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan klasifikasi, sistematisasi, dan analisis secara deskriptif kritis.            Kesimpulan dalam penulisan tesis ini adalah Seorang Prajurit TNI yang terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika, maka penerapan sanksi pidana penjara dan pidana denda diatur sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan penjatuhan pidana tambahan pemecatan dari dinas militer ini diatur dalam Pasal 6 KUHPM, sedangkan dasar dari hakim memutus perkara Terdakwa pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkotika dengan pidana tambahan pemecatan dari dinas militer diatur dalam Pasal 26 KUHPM. Dampak apabila Prajurit TNI tidak dijatuhi Pidana Tambahan pemecatan dari dinas militer adalah akan menggangu pelaksanaan tugas Pokok TNI. Kata Kunci : Pemecatan, Prajurit TNI, Penyalahgunaan Narkotika, Sanksi Pidan

    KONSENTRASI POC KULIT PISANG DAN DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa) SECARA HIDROPONIK

    Get PDF
    Penelitianxini dilakukan untukxmengetahui pengaruh konsentrasi POC kulit pisang dan daun kelor terhadap hasil tanaman selada pada sistem  hidroponik.xPenelitian ini menggunakanxRancangan AcakxLengkap (RAL)xterdiri atas 2xmacam factor perlakuan denganx4 ulangan.xFaktor pertama yangxditeliti adalahx beberapaxmacam pupuk organikxcair (M) yangxterdiri dari M1: POCxDaun Kelor, dan M2: POCxKulit xpisang. Faktor perlakuan kedua berupaxbeberapa macamxkonsentrasi (K) yangx terdiri dari K1: 40 ml/L,xK2: 50 ml/L, K3:x60ml/L dan K4:x70ml/L. Data yangxdiperoleh dianalisisxmenggunakan uji sidikxragam One-WayxANOVA (Uji F)xpada taraf 5%xdan 1%. xPengujian kemudianxdilanjutkan denganxuji jarakxberganda DuncanxMultiple RangexTest (DMRT)xpada tarafx5% untukxmengetahui perlakuanxmana yang terbaikxdan berpengaruhxnyata terhadapxrespon parameter.xHasil penelitianxmenunjukkan bahwaxxPemberian POCxkulit pisang denganxkonsentrasi 50xml/L (M2K2) memberikanxhasil terbaikxpada parameterxjumlah daunxdan beratxkonsumsi

    ANALISIS PEMASARAN BERAS DI DESA KAMBUHAPANG KECAMATAN LEWA KABUPATEN SUMBA TIMUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, tingkat margin, dan efisiensi pemasaran beras di Desa Kambuhapang Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling yang ditentukan secara sengaja di Desa Kambuhapang Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur dengan pertimbangan Desa tersebut merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani padi. dan menjadi salah satu sentra padi sawah di Kabupaten Lewa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Snowball Sampling, dengan jumlah sampel 82 petani. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif untuk menggambarkan saluran pemasaran, tingkat margin, dan efisiensi pemasaran beras di Desa Kambuhapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk saluran pemasaran beras di Desa Kambuhapang, yaitu: (1) petani menjual beras langsung ke konsumen akhir; (2) petani menjual ke pengepul, kemudian pengepul menjual ke konsumen akhir; (3) petani menjual ke pengepul, pengepul menjual ke pengecer, kemudian pengecer menjual ke konsumen akhir; (4) petani menjual ke pengecer, kemudian pengecer menjual ke konsumen akhir. Saluran pemasaran 1, tidak ada margin pemasaran karena petani langsung menjual beras ke konsumen tanpa melalui perantara, nilai bagi hasil petani 100% dan efisiensi pemasaran 6%. Saluran pemasaran 2, tingkat margin Rp 3.000/kg dengan nilai pangsa petani 72,73%, dan nilai efisiensi pemasaran 7,96%. Saluran pemasaran 3, tingkat margin Rp 4.000/kg dengan nilai petani 66,67%, dan nilai efisiensi pemasaran 14,10%. Saluran pemasaran 4, tingkat margin Rp 3.000/kg dengan nilai farming share 75%, dan nilai efisiensi pemasaran 9,07%. Berdasarkan nilai Farmer's Share, keempat saluran pemasaran tersebut efisien bagi petani, dengan saluran pemasaran 1 merupakan saluran yang paling efisien bagi petani dengan nilai Farmers's Share tertinggi. Berdasarkan nilai efisiensi pemasaran, keempat saluran pemasaran tersebut sudah berada pada kategori efisien, dengan saluran pemasaran 4 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien dengan nilai efisiensi pemasaran terkecil

    ANALISIS ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH KECAMATAN PUJON

    Get PDF
    Konversi tata guna lahan merupakan konsekuensi yang logis dari peningkatan aktivitas penduduk dan jumlah penduduk. Konversi tata guna lahan pada dasarnya merupakan hal yang umum terjadi, namun jika konversi lahan dilakukan tanpa memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air akan menyebabkan degradasi lahan. Perkembangan jumlah penduduk di Kecamatan Pujon menyebabkan tingginya kebutuhan yang menuntut untuk melakukan alih guna lahan tanpa memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air sehingga mengalami degradasi lahan, hal ini dapat dilihat dari adanya dampak lanjutan akibat degradasi lahan yaitu terjadinya kekeringan panjang terjadi dimusim kemarau, longsor dan banjir pada musim hujan di wilayah Pujon menyebabkan terputusnya akses jalur Malang – Kediri. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan lahan dengan tujuan untuk menekan tingkat degradasi lahan di wilayah Kecamatan Pujon. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiga kelas kemampuan lahan yaitu kelas III, IV, dan VIII. Faktor pembatas dominan yang mempengaruhi kelas kemampuan lahan yaitu kemiringan lereng dan permeabilitas tanah, terdapat pengunaan lahan yang tidak sesuai dengan kelas kemampuannya sehingga diarahkan untuk Hutan Lindung

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH SAYUR DAN RED MUD PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Get PDF
           Red-yellow podzolic soil has constraints for cauliflower cultivation because of its low soil fertility and acid soil.  One effort to fix this is by adding vegetable waste bokashi and red mud. This study aims to obtain the best interaction dose of bokashi vegetable waste and red mud for the growth and yield of cauliflower on red-yellow podzolic soil. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is bokashi vegetable waste (S) consisting of s1 = 10 tons/ha, s2 = 20 tons/ha and s3 = 30 tons/ha. The second factor, namely red mud (R) consists of r1 = 0.5 ton/ha, r2 = 1 ton/ha and r3 = 1.5 ton/ha. The variables observed in this study were the number of leaves, root volume, plant dry weight, flower fresh weight, and flower diameter. The results showed that there was an interaction between the addition f vegetable waste bokashi and red mud on fresh weight of flowers with an effective dose of 30 tons/ha of vegetable waste bokashi and 1.5 tons/ha of red mud. Keywords: Cauliflower, Red Mud, Red-Yellow Podzolic,Vegetable Waste Bokashi INTISARITanah podsolik merah kuning memiliki kendala untuk budidaya kubis bunga karena tingkat kesuburan tanahnya rendah dan reaksi tanah yang masam. Satu diantara upaya untuk memperbaikinya adalah dengan pemberian bokashi limbah sayur dan red mud. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi limbah sayur dan red mud yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama, yaitu bokashi limbah sayur (S) terdiri dari s1 =  10 ton/ha, s2 = 20 ton/ha dan s3 = 30 ton/ha. Faktor kedua, yaitu red mud (R) terdiri dari r1 = 0,5 ton/ha, r2 = 1 ton/ha dan r3­­ = 1,5 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian  menunjukkan terjadi interaksi antara  pemberian bokashi limbah sayur dan red mud terhadap berat segar bunga dengan dosis efektif 30 ton/ha bokashi limbah sayur dan 1,5 ton/ha red mud. Kata Kunci: Bokashi Limbah Sayur, Kubis Bunga, Podsolik Merah Kuning, Red Mu

    PENGARUH ABU SABUT KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
              Peat soil has low soil pH and less available macro nutrients. Application of coconut coir ash had the purpose of increasing the pH of the soil, whereas NPK fertilizer aimed to increase the availability of macro elements needed for plant growth. This research aims to obtain the best dose of coconut coir ashes and NPK fertilizer on the growth and yield of radish. This research was conducted in the Eastern Pontianak, The city of Pontianak, West Kalimantan, April -May 2023. The design used is completely Random Disign with Factorial Pattern, consists of 2 factors with 3 repetitions.The first factor is the coconut cor ash (A) with dosage treatment, which is, a1 = 109 g / poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/ poybag. The second factor is a NPK fertilizer (P) with dosage treatment is, p1 = 18 g / poybag, p2 = 24 g/polybag, p3 = 30 g/polybag. Variables observation is the number of leaves, weight of fresh plants, weight of fresh bulbs, length of blub, diameter of bulb, and dry weight of plants. The results showed that the application of coconut coir ash dose of 33.33 tons/ha and NPK fertilizer dose of 300 kg/ha gave the best results on the diameter of radish tubers. Keywords: Coconut Coir Ash, NPK Fertilizer, Peat, RadishINTISARI          Tanah gambut mempunyai kendala sebagai media tumbuh lobak yaitu pH tanah yang rendah dan unsur hara makro yang kurang tersedia. Pemberian abu sabut kelapa mempunyai tujuan untuk meningkatkan pH tanah, sedangkan pupuk NPK diberikan untuk menambah ketersediaan unsur hara makro yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sabut kelapa dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang berlangsung pada April - Mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Faktorial Pola Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah abu sabut kelapa (A) dengan 3 taraf  dosis yaitu, a1 = 109 g/poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/poybag. Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (P) dengan perlakuan dosis yaitu, p1 = 18 g/poybag, p2 = 24 g/poybag, p3 = 30 g/polybag. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis abu sabut kelapa 33,33 ton/ha dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap diameter umbi tanaman lobak. Kata kunci : Abu Sabut Kelapa, Gambut , Lobak, Pupuk NP

    EFISIENSI USAHATANI PAPRIKA (Capsicum annuum L.)

    Get PDF
    This research aims to analyze the factors that influence paprika production, analyze the technical and economic efficiency of the use of production factors in paprika farming. The respondents in this research were Buluballea paprika farmers. The method used is quantitative descriptive using multiple linear regression with the Cobb-Douglas production function model as well as technical and economic efficiency analysis. The research results show that the input factors of labor, seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal, and pesticides simultaneously and partially have a significant effect on paprika production with the RTS yield scale being on the Increasing Return to Scale business scale. Furthermore, production input factors, namely labor, seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal, and pesticides have a positive and significant effect on paprika production. The results of the technical efficiency analysis of the production factors used are labor, paprika seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal and pesticides which are not technically efficient. Where all production factors need to be reduced. The results of the analysis of the economic efficiency of paprika farming show that production factors that are inefficient are seeds, AB mix fertilizer, husk charcoal and pesticides, so they need to be added to achieve optimal conditions, while production factors that are inefficient are labor, so they need to be reduced to achieve optimal conditions. Keywords : Cobb-Douglas, Farming Efficiency, Paprika INTISARIPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi paprika, menganalisis efisiensi teknis      dan ekonomi dari penggunaan faktor produksi usahatani paprika. Responden dalam penelitian ini adalah petani paprika Buluballea. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan regresi linier berganda dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas serta analisis efisiensi teknis dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan faktor  input tenaga kerja, benih, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi paprika dengan keadaan skala hasil RTS berada pada  skala usaha Increasing Return to Scale. Selanjutnya, faktor input produksi yaitu tenaga kerja, benih, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida berpengaruh positif dan signifikan terhadap   produksi paprika. Hasil analisis efisiensi teknis faktor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja, benih paprika, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida tidak efisien secara teknis. Dimana seluruh faktor produksi perlu dikurangi. Hasil analisis efisiensi ekonomi usahatani paprika menunjukkan faktor produksi yang belum efisien yaitu benih, pupuk AB mix, arang sekam, dan pestisida sehingga perlu ditambah untuk mencapai kondisi optimal, sedangkan faktor produksi yang tidak efisien yaitu tenaga kerja, sehingga perlu dikurangi untuk mencapai kondisi optimal. Kata Kunci : Cobb-Douglas, Efisiensi Usahatani, Paprik

    1,245

    full texts

    1,365

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Janabadra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇