E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI DESA KUMPULREJO KECAMATAN KAPAS BOJONEGORO
This research aims to describe and identify supporting and inhibiting factors in the role of village government and analyze the influence of the role of village government in supporting/inhibiting factors in agricultural development in Kumpulrejo Village, Kapas Bojonegoro District. This type of research includes descriptive qualitative, the presence of the researcher as a research instrument, data mining techniques are carried out using interviews, observations and field notes involving participants as sources of research data. Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. Based on the results of data analysis carried out by the government of Kumpulrejo Village, Kapas Bojonegoro District, it is carrying out its role as Regulator, Dynaminsator, Facilitator and Catalyst in rice development so that rice farming in the village can continue and farmers can more easily obtain agricultural needs. Supporting factors are support from the central government, farmer participation, while the obstacles are limited development funds/budgets and minimal participation in planning
PENGARUH KOMBINASI LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ALUVIAL
Hybrid corn (Zea mays.) is the main food commodity cultivated after rice. The use of alluvial soil for planting hybrid corn concerns the physical, chemical and biological properties of the soil, because the soil structure is poor, it is massive, low pH, minimal nutrients and C-Organic is soil that has just undergone development and has a high ground water level. The research aims to determine the effect of a combination of red mud and chicken manure on the availability of N, P, K nutrients and the growth of corn plants in Alluvial Soil. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 9 treatments, namely, A1(100 g red mud + 1 kg chicken manure), A2(100 g red mud + 2 kg chicken manure), A3(100 g red mud + 3 kg chicken manure), A4(200 g red mud + 1 kg chicken manure), A5(200 g red mud + 2 kg chicken manure), A6(200 g red mud + 3 kg chicken manure), A7(300 g red mud + 1 kg chicken manure), A8(300 g red mud + 2 kg chicken manure), A9(300 g red mud + 3 kg chicken manure). The results of this study showed that treatment, A6 (200 g red mud + 3 kg chicken manure) could increase soil pH, organic carbon, total nitrogen, available phosphorus, and exchangeable potassium, plant height and stem diameter by 25.88% - 112, 78%
REVITALISASI TEMBI SEBAGAI DESA WISATA NATURAL BERBASIS LAHAN PERTANIAN PASKA GEMPA BUMI 27 MEI 2006
Tembi merupakan Desa Wisata yang menawarkan berbagai sajian alam dan eksotis, keramahan dan ketulusan khas penduduk desa, serta pemandangan sawah yang mengelilingi kawasan desa. Gempa bumi 27 Mei 2006 berdampak besar bagi masyarakat, khususnya masyarakat di Dusun Tembi. Tingkat kerusakan kawasan mencapai 75%, antara lain kerusakan bangunan tempat tinggal, fasilitas sosial, galeri, dan bengkel home industry. Berbagai beban dan permasalahan yang muncul pascabencana semakin disadari oleh warga sebagai tantangan yang tidak mungkin dapat diatasi jika warga sendiri tidak berusaha untuk berubah atau berjuang mengatasi permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal menjadi spirit dan modal sosial untuk penanganan pasca gempa 27 Mei 2006, termasuk merevitalisasi Tembi sebagai Desa Wisata Berbasis Lahan Pertanian Alami. Kearifan lokal tersebut meliputi: obah mamah, cacak kalah menang cacak, sayuk rukun saiyeg saeka praya dan holobis kuntul baris
HASIL SELEKSI IN VITRO CEKAMAN GARAM (NaCl) TERHADAP RESISTENSI PLANLET ANGGREK Cattleya sp. SECARA IN VITRO
Anggrek Anggrek Cattleya sp. merupakan anggrek epifit yang dijuluki the queen of orchid karena keindahan bunga dan kecantikan bunganya. Uji resistensi ketahanan tanaman pada cekaman garam dapat dilakukan dengan menggunakan seleksi secara in vitro. Salah satu cara alternatif yang efesien dan efektif untuk mengatasi cekaman pada tanaman yaitu dengan menggunakan varietas yang toleran terhadap cekaman garam dan menggunakan agen seleksi seperti NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kisaran konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya secara in vitro dan menetukan tingkatan resistensi planlet anggrek Cattleya terhadap cekaman garam (NaCl) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf konsentrasi NaCl, yaitu 0%, 0,25%, 0,50%,0,75%, dan 1%. Analisis data kuantitaf pada setiap parameter dianalisis menggunakan uji Levene dan oneway ANOVA dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya adalah konsentrasi 0,25%dan 0,50% yang dikategorikan cekaman garam sedang, sedangkan konsentrasi 0,75% dan 1% dikategorikan cekaman garam berat. Tingkatan resistensi planlet anggrek Cattleya terhadap cekaman garam (NaCl) secara in vitro pada seluruh konsentrasi adalah ketahan moderat
PEMETAAN MODEL BISNIS RED HOUSE COFFEE DENGAN PENDEKATAN BISNIS MODEL CANVAS
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia, dan dikenal juga sebagai negara yang menjadi referensi produksi kopi berkualitas baik. Budaya minum kopi sekarang merupakan menjadi rutinitas atau bahkan menjadi kebiasaan yang sering kita jumpai mulai dari kedai kopi di gang sempit, persimpangan jalan, hingga mal – mal di perkotaan. Hal ini menjadi penanda bahwa fenomena kedai kopi menjadi sebuah bisnis baru yang cukup menjajikan, salah satunya yaitu red house coffee. Pertumbuhan UMKM di kabupaten bener meriah ditambah dengan adanya program pemerintah yaitu PPKM membuat pendapatan para pelaku usaha semakin berkurang. Red house coffee merupakan coffee Honey, wine, natural,luwak,robusta, speacility berlokasi di kabupaten bener meriah, provinsi aceh yang harus terus berinovasi agar usahanya dapat bertahan yang dapat dilakukan dengan memetakan model bisnis dan mengevaluasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan memetakan operasional bisnis usaha mikro dengan studi pada “red house coffee” dengan pendekatan Business Model Canvas. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Sembilan blok business model canvas. Hasil penelitian menunjukan bahwa bisnis model kanvas red house coffee terdapat aspek yang masih lemah pada red house coffee dan perlu diperbaharui, yaitu aspek Channels yang masih mengandalkan penjualan dari outlet dan kurang mengoptimalkan penjualan online, meningkatkan promosi melalui social media seperti Instagram, facebook, tiktok dan youtub dengan melakukan iklan berbayar. Aspek value propotition yang belum menambahkan logo pada kemasan produk, menambah fasilitas wifi. Aspek customer relationship membangun awareness merek dan mengadakan membership. Aspek Revenue stream yaitu bisa menambah pendapatan dengan penyewaan tempat. Dan aspek key partner yaitu bisa memasok produk pada retail atau pun melalui minimarket local dan nasional
PENERAPAN KOMBINASI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PENYIRAMAN DI LAHAN KERING DESA SEKON KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
Untuk mengetahui kombinasi perlakuan media tanam dan interval penyiraman yang tepat untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy di lahan kering Desa Sekon Kabupaten Timor Tengah Utara.Penelitian di laksanakan pada rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Timor pada bulan juni sampai oktober 2022 dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor yakni Faktor pertama kombinasi media tanam (M) terdiri dari tiga taraf yakni M0=100% tanah entisol, M1=75% tanah entisol : 25% biochar+Pks dan M2 = 50% tanah entisol : 50% biochar+Pks. Faktor kedua interval penyiraman terdiri dari 3 taraf yakni V0=Interval penyiraman rutin pagi dan sore, V1= Interval penyiraman rutin 2 hari sekali pagi dan sore, dan V2= Interval penyiraman rutin 4 hari sekali pagi dan sore, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan dengan kombinasi 75% tanah entisol : 25% biochar+PKS dengan interval penyiraman rutin pagi dan sore memberikan hasil yang terbaik
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR DAN PUPUK KOMPOS ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea)
Kailan merupakan komoditas hortikultura yang digunakan sebagai sayuran dan obat. Pertumbuhan dan hasil tanaman kailan di Indonesia masih rendah. Penggunaan biochar dan pupuk organik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis biochar dan pupuk organik serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 Faktor yaitu faktor pertama biochar dengan 3 taraf yaitu : B0= Kontrol (tanpa biochar), B1= 10 g/polybag biochar, B2= 20 g/ polybag biochar dan Faktor kedua yaitu pupuk kompos terdiri dari 3 taraf : K1= Kontrol (tanpa pupuk kompos), K1= 10 g/polybag pupuk kompos , K2= 20 g/ polybag pupuk kompos, secara keseluruhan terdapat 9 kombinasi perlakuan masing-masing perlakuan memiliki 3 ulangan sehingga penelitian ini mempunyai 27 satuan unit. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan biochar terbaik di jumpai pada B1= 10 g/polybag biochar dan B2= 20 g/ polybag biochar sedangkan pada perlakuan Kompos organik terbaik di jumpai pada K2= 20 g/ polybag pupuk kompos. Tidak terdapat interaksi antara dosis biochar dan pupuk organik terhadap semua perlakuan
RESPON BEBERAPA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP CEKAMAN ALUMINIUM
Increasing corn production can be done by carrying out extensification in marginal areas, one of which is acidic soil. However, problems in acidic soil include low soil fertility and high Al content which can poison plants. One approach that can be taken is the use of tolerant corn varieties. This study aims to evaluate the growth and tolerance levels of several corn varieties to aluminum stress. The study was conducted from January to February 2024 at the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Tissue Culture Laboratory and Biology Laboratory of Andalas University. The study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with a concentration treatment of 0 ppm, 180 ppm AlCl3 and corn varieties, each consisting of three replications. Each replication consisted of 8 plants with 4 sample plants planted on seedbed media containing Hoagland nutrient solution composition. The results of the study from the six varieties evaluated showed that there were 3 varieties, namely P32, Bisi 18, and Lamuru, which were classified as somewhat tolerant to aluminum stress
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KELAPA SAWIT PLASMA DAN SWADAYA DI KECAMATAN PELEPAT ILIR KABUPATEN BUNGO
Oil palm farming in Pelepat Ilir District, Bungo Regency has two farming patterns, namely plasma and independent oil palm. Differences in farming patterns affect the income and expenses earned by farmers. This study aims to determine: (1) comparison of plasma and self-help farming income, (2) comparison of the feasibility level of plasma and self-help oil palm farming. The sampling technique used purposive sampling with 30 respondents. The data used were primary data (questionnaires, interviews, observations, and documentation) and secondary data (related agencies). The analysis techniques used are R/C Ratio, Price BEP, Production BEP, and T Test. The results showed that plasma oil palm farming income was IDR 6.466.945 while self-help was higher with a value of IDR 7.871.897. The results of the T test of plasma and self-help income show Sig 0.013 or there is a difference. The R/C ratio value of plasma oil palm is 1.31 and self- help is greater with a value of 1.37, both are feasible because > 1. The BEP price of plasma oil palm business amounted to IDR 1.538/kg/ha < IDR 2.023/kg/ha and self-help of IDR 1.48/kg/ha < IDR2.031/kg/ha, which means both are feasible to run. The BEP value of plasma oil palm farming production is 10.158 kg/ha < 13.356 kg/ha and independent of 10.507 kg/ha < 14.383 kg/ha, so both are feasible because the production value is greater than the BEP value
PENGARUH PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) AKAR BAMBU DAN PUPUK KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT
The improvement of edamame soybean on peat soil is done by applying PGPR bamboo root and KNO3 fertilization. The purpose of the study was to determine the effect of the interaction between bamboo root PGPR concentration and KNO3 dosage and to determine the best concentration of bamboo root PGPR and KNO3 dosage on the yield and growth of edamame soybean plants on peat soil. This study uses a Factorial Complete Randomized Design (CRD) consisting of 2 treatment factors repeated 3 times. The first factor is PGPR bamboo root (P) consisting of 3 levels (p1 = 15 ml/L, p2 = 20 ml/L, p3 = 25 ml/L) and KNO3 fertilizer (K) consisting of 3 levels (k1 = 500 kg/ha equivalent to 2.5 g/plant, k2 = 600 kg/ha equivalent to 3 g/plant, k3 = 700 kg/ha equivalent to 3.5 g/plant). Based on the results showed that there was an interaction between the application of PGPR and KNO3 fertilizer on the growth and yield of edamame soybean on peatland and the interaction between PGPR concentration of 20 ml/L and KNO3 fertilizer dose of 500 kg/ha equivalent to 2.5 g/plant is an effective dose to increase the growth and yield of edamame soybean on peat soil