E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
    1365 research outputs found

    PENGARUH JARAK TANAM DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS ETHANA

    Get PDF
    Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) menjadi salah satu komoditas tanaman hortikultura yang produksinya meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan interval waktu pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Ethana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Rancangan ini terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf yaitu j1 (40 x 60 cm), j2 (50 x 60 cm) dan j3 (60 x 60 cm). Faktor kedua adalah interval waktu pemberian pupuk dengan 4 taraf yaitu t0 (tanpa pemupukan), t1 (1x pemupukan), t2 (2x pemupukan) dan t3 (3x pemupukan). Diperoleh 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Pengaruh perlakuan selanjutnya dianalisis ragam dan jika uji F 5% signifikan, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pada jarak tanam dan interval waktu pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Ethana. Faktor jarak tanam (j) secara mandiri memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter pengamatan luas daun dan bobot buah per petak. Semua faktor interval waktu pemberian pupuk anorganik (t) belum mampu memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Ethana pada semua jarak tanam

    ANALISIS SEKTOR BASIS DAN PERKEMBANGAN SEKTOR BASIS DI KOTA SALATIGA: PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT DAN DYNAMIC LOCATION QUOTIENT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis serta perkembangan sektor basis di Kota Salatiga. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi yang ditentukan yaitu Kota Salatiga dengan metode purpossive. Data sekunder yang digunakan berupa data PDRB yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika Kota Salatiga dan Provinsi Jawa Tengah. Metode analisis data yang digunakan yaitu Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor basis di Kota Salatiga yaitu sektor pengadaan listrik dan gas; sektor pengadaan air pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; sektor konstruksi; sektor transportasi dan pergudangan; sektor penyediaan akomodasi dan makan minum; sektor jasa keuangan dan asuransi; sektor real estate; sektor jasa perusahaan; sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; sektor jasa pendidikan; sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Sektor basis di masa yang akan datang yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan; sektor industri pengolahan; sektor transportasi dan pergudangan

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI PADI DENGAN FAKTOR PRODUKSI DAN HASILNYA DI KABUPATEN BOGOR

    Get PDF
    Salah satu komoditas tanaman pangan unggulan Indonesia adalah padi. Produksi dan produktivitas padi relatif tinggi dan seragam tetapi pada kenyataannya berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi karakteristik petani padi dan hubungannya dengankteristik petani padi dengan hasil produksi dan faktor produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan studi literatur dan analisis data sekunder dari skripsi. Jumlah sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 sampel dengan ukuran sampelnya 77 petani padi. Analisis karakteristik petani padi menggunakan analisis statistik deskriptif. Analisis Hubungan antara karakteristik petani padi dengan faktor produksi dan hasil produksi menggunakan analisis Crosstab dan uji Chi-square. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara status keanggotaan, status kepemilikan lahan dan lama pengalaman berusahatani dengan penggunaan faktor produksi pupuk urea. Sedangkan, untuk karakteristik yang lainnya tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan hasil produksi dan faktor produksi. Harapan dari penelitian ini adalah adanya pelatihan dan pengawasan dalam penggunaan pupuk agar tidak merusak lahan

    ANALISIS DESKRIPTIF DAN KORELATIF USAHATANI JAMBU KRISTAL DI DESA BANTARSARI: KARAKTERISTIK INDIVIDU PETANI, FAKTOR PRODUKSI DAN PENERIMAAN USAHA TANI

    Get PDF
    Petani di Desa Bantarsari, Jawa Barat mulai melakukan budidaya jambu kristal tahun 2010 karena harganya yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik individu petani, faktor produksi dan pendapatan usahatani jambu kristal serta menganalisis hubungan karakteristik individu petani dengan faktor produksi dan penerimaan usahatani. Sampel penelitian yaitu 25 petani jambu non anggota poktan. Data diolah dengan statistika desktiptif, metode crosstab dan uji chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas petani jambu kristal non anggota poktan di Desa Bantarsari berusia 45-69 tahun, memiliki 168-275 pohon jambu kristal, penguasaan lahan sempit (< 0,43 hektar), memadukan penggunaan pupuk anorganik dan organik, upah tenaga kerja di bawah Rp2.180.000,00, jumlah panen sebesar 1,8-5,2 ton dan pendapatan usaha tani berkisar Rp12.600.000,00–Rp132.000.000,00 per tahun. Variabel yang berkorelasi signifikan yaitu usia petani dengan penggunaan pupuk organik dan jumlah hasil panen. Luas lahan petani berkorelasi nyata dengan penggunaan pupuk anorganik dan penerimaan usaha tani. Jumlah pohon petani berkorelasi nyata dengan jumlah hasil panen, penggunaan pupuk anorganik, upah tenaga kerja luar keluarga dan penerimaan usahatani. Dengan demikian luas lahan dan jumlah pohon harus ditingkatkan agar penerimaan usahatani jambu kristal di Desa Bantarsari akan lebih meningkat

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI SORGUM DI KABUPATEN SITUBONDO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendapatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani sorgum di Kabupaten Situbondo. Sampel petani sorgum sebanyak 19 responden yang ditentukan dengan teknik sampling kuota. Data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder yang dianalisis menggunakan analisa pendapatan dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa per hektar lahan petani dalam satu tahun usaha tani sorgum menguntungkan dengan nilai pendapatan Rp.55.184.836,-/ha. Faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani sorgum secara parsial dipengaruhi oleh produksi, harga jual, dan biaya pestisida. Sementara secara simultan pendapatan dipengaruhi oleh luas lahan, produksi, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, harga jual, pengalaman, dan biaya tenaga kerja

    PENGARUH PEMBERIAN POC KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN DI LAHAN GAMBUT

    Get PDF
    One effort to increase cucumber productivity is to increase fertilizer input. One of the fertilizer products on the market is Organic Liquid Compost (OLC). This research aims to determine the effect of giving chicken manure OLC on the availability of N, P, K nutrients as well as the growth and yield of cucumber plants in peat soil. The research consisted of 5 treatments and 4 replications, so there were 20 experimental units. The parameters used in this research include: soil pH, soil C-Organic, soil N-total, soil available P, soil K-DD, fruit length per plant, number of fruit per plant, fruit weight per plant, plant height, and number of leaves per plant. From the research results it is known that the OLC treatment of 300 ml/l chicken manure gave the best results in P-available, namely 2077 ppm, in fruit length per plant, namely 23.66 cm, in the number of fruit per plant, namely 2.25 fruit, in fruit weight per plant, namely 366.6 grams, as well as plant height, namely 101.35 cm. Keywords: cucumber plant, olc chicken manure, pead soil INTISARISalah satu upaya meningkatkan produktivitas mentimun adalah dengan meningkatkan input pupuk. Salah satu produk pupuk yang beredar di pasaran adalah Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC kotoran ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K serta pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun di tanah gambut. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: pH tanah, C-Organik tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, K-dd tanah, panjang buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, tinggi tanaman, dan jumlah daun per tanaman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan POC kotoran ayam 300 ml/l memberikan hasil terbaik pada P-tersedia, yaitu 2077 ppm, pada panjang buah per tanaman, yaitu 23,66 cm, pada jumlah buah per tanaman, yaitu 2,25 buah, pada berat buah per tanaman, yaitu 366,6 gram, serta pada tinggi tanaman, yaitu 101,35 cm. Kata kunci: poc  kotoran ayam, tanaman mentimun, tanah gambu

    PERSEPSI ANAK PETANI TERHADAP PEKERJAAN DI SEKTOR USAHA TANI PADI DI DESA TELANG JAYA KECAMATAN MUARA TELANG KABUPATEN BANYUASIN

    Get PDF
    Perception of rice farmers' children in continuing their family's rice farming business is very influential in all forms of sustainability of existing rice farming businesses. Rice farming activities will run smoothly if young farmers are willing to actively participate in making their contribution to rice farming activities in Telang Jaya Village.The purpose of the research are to: 1) Analyze the characteristics of rice farmer’s children those who are still continuing school and those who are not continuing their education anymore, 2) Analyze the perceptions of rice farmer’s children those who are still continuing school and those who are not continuing their education anymore in continuing rice farming, and 3) Analyze what factors influence perceptions of rice farmer’s children in continuing rice farming. Sampling method that used in this research was stratified random sampling method, where there are two layers of farmer’s children, the first layer is farmer’s children who are in junior high school and senior high school who are still in scholl, and the second layer is farmer’s children who should be in junior high school and senior high school but are not continuing their education anymore. The result of this research 1) Characteristics of rice farmer’s children who are still continuing school, the most dominant age criteria is 13-15 years (52.50%), for education the number is the same between junior high scholl and senior high school, namely the same 20 of rice farmer’s children, the average length of participation in family farming is 6-8 years (72.50%), and the gender of of rice farmer’s children is dominated by 24 women (60.00%), and Characteristics of rice farmer’s children who are not continuing their education anymore, the most dominant age criteria is 16-18 years (80.00%), for education the most dominant is senior high school as many as 16 people (80.00%), the average length of participation in family farming is 6-8 years (75.00%), and the gender of rice farmer’s children is dominated by 12 men (60.00%), 2) The interest of rice farmer’s children who are still continuing school is in the criteria of less interest, and the interest of rice farmer’s children who are not continuing their education anymore is at Interest criteria, 3) Factors that influence the interest of rice farmer’s children in continuing rice farming, at logit 1 (less interested) which have a significant influence are education and socialization from the family. Meanwhile, in logit 2 (Interested), the significant influence is socialization from the family.Key-words: interest, perception, sustainability of rice farming business INTISARIPersepsi anak petani padi dalam melanjutkan usahatani padi milik keluarga sangat berpengaruh dalam segala bentuk keberlanjutkan usahatani padi  yang ada. Kegiatan usahatani padi akan bejalan dengan lancar jika petani muda mau ikut serta berpartisipasi aktif dalam memberikan kontribusi mereka untuk kegiatan usahatani padi di Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menganalisis karakteristik anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah dan yang tidak melanjutkan sekolah lagi, 2) Menganalisis persepsi anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah dan yang tidak melanjutkan sekolah lagi dalam melanjutkan usahatani padi,  dan 3) Menganalisis faktor apa yang memengaruhi persepsi anak petani padi dalam melanjutkan usahatani padi. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode sampel acak berlapis, di sini terdapat  dua lapisan anak petani, lapisan pertama adalah anak petani yang duduk di bangku SMP-SMA yang masih sekolah dan lapisan kedua adalah anak petani yang seharusnya duduk di bangku SMP-SMA namun tidak melanjutkan sekolahnya lagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah pada kriteria umur yang paling dominan adalah 13-15 tahun (52,50%), untuk pendidikan memiliki jumlah yang sama antara SD dan SMP, yaitu sama-sama 20 anak petani padi,  lama keikutsertaan dalam usahatani keluarga rata-rata adalah 6-8 tahun (72,50%), dan jenis kelamin anak petani padi didominasi oleh perempuan sebanyak 24 orang (60,00%), sedangkan karakteristik anak petani padi  yang tidak melanjutkan sekolah lagi pada kriteria umur yang paling dominan adalah 16-18 tahun (80,00%), untuk pendidikan yang paling dominan adalah SMA sebanyak 16 orang (80,00%),  lama keikutsertaan dalam usahatani keluarga rata-rata adalah 6-8 tahun (75,00%), dan jenis kelamin anak petani padi didominasi oleh laki-laki sebanyak 12 orang (60,00%), 2) Minat anak petani yang masih melanjutkan sekolah dalam melanjutkan usahatani padi berada pada kriteria kurang berminat, dan minat anak petani yang tidak melanjutkan sekolah lagi dalam melanjutkan usahatani padi berada pada kriteria berminat, 3) Faktor yang memengaruhi minat anak petani dalam melanjutkan usahatani padi, pada logit 1 (kurang berminat) yang berpengaruh signifikan adalah pendidikan dan sosialisasi dari keluarga. Pada logit 2 (berminat) yang berpengaruh signifikan adalah sosialisasi dari keluarga. Kata kunci: keberlanjutan usahatani padi, minat, perseps

    PENGARUH LAMA PENYINARAN LAMPU LED (Light Emitting Diode) DAN JENIS MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREENS BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

    Get PDF
    The concept of urban farming, such as microgreens, as an effort to increase indoor plant cultivation, can be a solution to land problems. This research was carried out to determine the response of providing long periods of LED lighting and different types of planting media on the growth and production of red spinach microgreens (Amaranthus tricolor L.). The method used in this research is an experimental method with a Split Plot Design (Split plot or ) which consists of two factors, namely the length of exposure of the LED lights as the main plot with 4 levels including 14 hours of exposure, 16 hours of exposure, 18 hours of light, and 20 hours of light and types of planting media as sub plots with 4 levels including cocopeat, zeolite, malang sand and husk charcoal which was carried out with 3 repetitions . The results showed that there was an interaction between alignment time and planting media on the observation parameters of plant height, wet weight, wet crown weight and root length, while the number of leaves was not significantly different. Key-words: long exposure time, planting media, red spinach microgreen INTISARIKonsep urban farming seperti microgreens sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan budidaya tanaman dilakukan secara indoor, dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan lahan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui respons pemberian lama penyinaran lampu LED dan jenis media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil produksi microgreens bayam merah (Amaranthus tricolor L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi (Split plot) atau yang terdiri dari dua faktor, yaitu lama penyinaran lampu LED sebagai main plot dengan 4 taraf, yaitu 14 jam penyinaran, 16 jam penyinaran, 18 jam penyinaran, dan 20 jam penyinaran dan jenis media tanam sebagai sub plot dengan 4 taraf , yaitu cocopeat,  zeolite, pasir malang, dan arang sekam yang   dilakukan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara lama penyinaran dan media tanam pada parameter pengamatan tinggi tanaman, bobot basah, bobot basah tajuk, dan panjang akar sedangkan pada jumlah daun tidak berbeda nyata. Kata kunci : lama penyinaran, media tanam, microgreen bayam mera

    STUDI KELAYAKAN ASPEK TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN BAMBU DI KECAMATAN GOLEWA, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

    Get PDF
    Bamboo is a non-timber forest product (NTFP) commodity that has high SEE (Social, Economic and Ecological) benefits for meeting community needs and as a soil and water conservation commodity. However, the bamboo population is currently relatively small because bamboo development is still not optimal either by the government or the community, and especially the community thinks that bamboo is only used or exploited by lower class people and has little economic value. Currently, bamboo is used as an industrial tree or commodity with high economic value and industrial demand is relatively high, so its population needs to be increased, especially by the community, because bamboo cultivation is relatively easy and does not require large investments. Basically, the feasibility study for the technical, social and ecological aspects of bamboo cultivation used in this research is to carry out an analysis of the environmental conditions of the bamboo development area in Golewa District, Ngada Regency. This analysis then produces recommendations for the feasibility of developing bamboo cultivation at that location, in this way it will be possible to obtain things that are obstacles in the technical development of bamboo cultivation in Golewa District, Ngada Regency. The results of this research show that technically the development of intensive bamboo cultivation has the potential to be considered feasible because it has human resources that are ready to be trained, good physical infrastructure is available, and communication networks are already available. However, there are several notes to pay attention to, namely that human resources who have knowledge about intensive bamboo cultivation are still limited. It is necessary to carry out continuous counseling and assistance efforts for intensive cultivation and utilize available communication networks by establishing a market information system for bamboo trading

    OPTIMALISASI POLA TANAM LAHAN KERING PADA KAWASAN EKONOMI MASYARAKAT (KEM) DI KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA

    Get PDF
    The aim of this research ware: (1) Analyzing the income from each farming pattern of the Community Economic Area in Gumantar Village, Kayangan District, North Lombok Regency; (2) Analyzing the planting pattern of the Community Economic Area in a year that maximizes profits; (3) Knowing the problems of Community Economic Area farmers in carrying out crop farming, both technical cultivation, economic, and institutional issues. The method used in this study is a descriptive method, while the data collection process is carried out using survey techniques. The results of the study ware: (1). The highest amount of income obtained by farmers with a planting pattern was (Melon-Tomato-Chili) of Rp. 243,497,507 per Ha, and the lowest with a planting pattern (Corn-Bero-Bero) of Rp. 8,750,325 per Ha. (2). The optimal planting pattern in the Community Economic Area is Melon-Tomato-Chili, and (3). The problems faced by farmers are the use of irrigation water that was difficult to anough of the land area, technical plant cultivation includes: pests and diseases, the availability of production facilities, seeds, and subsidized fertilizers that are not evenly distributed

    1,245

    full texts

    1,365

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Janabadra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇