E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
    909 research outputs found

    PENERAPAN BELAJAR MELALUI BERMAIN DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI

    No full text
    Learning through play are believed by many as the most appropriate way to promote creativity and fine motor skills of early childhood through games beam unit. This study uses a quasi experimental design with "Nonequivalent Control Group Design", involving 23 children as a control group and 21 children as the experimental group. Results of the study showed that data processing before being given the treatment of the results of the pre-test in the control group and the experimental group did not differ significantly. After the application of learning through play beam unit applied to the experimental group, the creativity of children increased significantly compared with the control group. This shows that the application of learning through play beam unit significantly affect the increase creativity, whereas the conventional approach does not affect the development of the creativity of young children. Furthermore, researchers recommend that the application of learning through play beam unit at Khadija Al Kubro TKIT Bangkinang particular and TK / RA in Kampar regency in general need to be developed in a way to learn while playing by using the tools of educational games are more varie

    PEMANFAATAN TANAH VULKANIK DALAM SISTEM MULTIPLE SOIL LAYERING (MSL) TERHADAP PEMURNIAN AIR IRIGASI TERPOLUSI

    No full text
    The research aimed to make Volcanic soil of Multiple Soil Layering (MSL) with different Hydraulic Loading Rate (HLR) on the purification of polluted irrigation water and to determine the appropriate HLR against purification of polluted irrigation water. The research used an MSL system of the same Soil Mixture Block (SMB) size from a study done by (Chen et al., 2007) arranged in an Acrylic box measuring 50 cm x 10 cm x 60 cm (PxLxT). Making SMB is done by mixing volcanic soil, sawdust, iron, charcoal that has been mashed by 50 mesh sieve, with a combination of 7: 1: 1: 1. The MSL system is supplied with irrigation water taken from the Gunuang Nago irrigation and Pasar Baru area, Cupak Tangah village, Pauh IX sub-district, Padang continuously with different HLR of 250 L/m2/day,     500 L/m2/ day and 1000 L/m2/day. From the result of this research, it is found that MSL system can decrease pollutant content in polluted irrigation water until the concentration below the water quality standard based on PP. 82 of 2001 and MSL system with HLR 250 L/m2/day have high ability in purifying BOD and COD and HLR 1000 L/m2/day has a high ability in purifying NH4+, NO2- and NO3- on polluted irrigation water. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh tanah vulkanik dalam sistem Multiple Soil Layering (MSL) dengan Hydraulic Loading Rate (HLR) yang berbeda terhadap pemurnian air irigasi terpolusi. Penelitian  menggunakan sistem MSL dengan ukuran Soil Mixture Block (SMB) yang sama dari penelitian yang telah dilakukan (Chen, Sato, Wakatsuki, & Masunaga, 2007)yang disusun di dalam kotak Acrylic berukuran 50 cm x 10 cm x 60 cm (PxLxT).  Soil Mixture Block terdiri dari tanah vulkanik, serbuk gergaji, besi, arang yang telah dihaluskan oleh ayakan 50 mesh, dengan perbandingan kombinasi 7:1:1:1.  Sistem MSL dialirkan air irigasi yang diambil dari irigasi Gunuang Nago dan Kawasan Pasar Baru, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh IX, Padang secara terus menerus dengan HLR yang berbeda yaitu 250 L/m2/hari,  500 L/m2/hari dan 1000 L/m2/hari. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sistem MSL mampu menurunkan kandungan zat pencemar pada air irigasi terpolusi  mencapai kosentrasi di bawah baku mutu air berdasarkan PP No. 82 tahun 2001 dengan HLR 250 L/m2/hari mempunyai kemampuan yang tinggi dalam memurnikan kadar pencemar BOD dan COD sedangkan HLR 1000 L/m2/hari mempunyai kemampuan yang tinggi dalam memurnikan kadar pencemar NH4+, NO2- dan NO3- pada air irigasi terpolusi

    A Study on The Crack Behavior of Jute-Polyester Composites

    No full text
    Natural fiber composites are an alternative for replacing environmentally harmful synthetic materials and help control pollution problems. In addition, they are low cost, have better mechanical properties and require low production energy consumption. Also, using such materials in construction works, it is possible to improve the sustainability by eliminating construction wastes. The purpose of this paper is to investigate the crack propagation of bending test on jute fiber-reinforced resin composites with orientation of 90° and 45°. In this study Jute fiber was spun with a diameter 1.5 mm and arranged into two layers with orientation 90o and 45o . It’s used  a matrix of clear resin type polyester with a volume fraction 5:95. Bending test specimen is based on ASTM D5045. The results showed that composites with 45o fiber orientation had greater value of crack propagation than  composites with 90o fiber orientation. The elastic energy of composites with 45o fiber orientation  tend to decrease dramatically as the initial crack length increases

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN MICROSOFT POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS X MA KM MUHAMMADIYAH PADANG PANJANG

    No full text
    Pemamfaatan media pembelajaran di MA KM Muhammadiyah Padangpanjang belum optimal, salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan fasilitas yang ada adalah dengan mengembangkan suatu media pembelajaran berupa multimedia interaktif menggunakan Microsoft Power Point yang dikemas dalam CD (Compact Disc). Model pengembangan  menggunakan  model pengembangan 4-D yaitu define, design, develop dan disseminate. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media pembelajaran dengan multimedia interaktif menggunakan Microsoft Power Point dalam pembelajaran matematika kelas X MA KM Muhammadiyah Padangpanjang memenuhi kriteria media yang baik. Pada aspek kevalidan, kualitas isi dan tujuan pembelajaran media pembelajaran yang telah dibuat memperoleh penilaian 82 % dengan kategori sangat valid sedangkan dari sisi media itu sendiri memperoleh penilaian 82 % dengan kategori sangat valid. Sedangkan pada aspek kepraktisan media pembelajaran ini memperoleh penilaian 78 % dengan kategori praktis

    SISTEM PAKAR MENU MAKANAN SEHAT BAGI PENDERITA KOLESTEROL DENGAN METODE FORWARD CHAINING

    No full text
    Penelitian ini membangun suatu sistem pakar untuk menentukan menu makanan sehat berdasarkan golongan darah dan tingkat kadar kolesterol pasien dengan metode Forward Chaining. Tujuan untuk membantu orang awam dalam menentukan menu makanan sehat untuk pasien kolesterol. Sistem ini menganalisa masalah penentuan menu makanan sehat berdasarkan golongan darah dan tingkat kadar kolesterol pasien. Hasil yang diperoleh dari sitem pakar ini adalah berupa informasi makanan sehat yang akan dikonsumsi oleh pasien kolesterol dengan jenis golongan darah dan tingkat kadar kolesterol yang berbeda. Analisa dilakukan dengan cara mengetahui jenis golongan darah dan tingkat kadar kolesterol pasien yang ditampilkan oleh program sistem pakar ini, rancangan sistem ini menggunakan inference forward chaining, dengan implementasi sistem menggunakan sistem database Microsoft Office Access dan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Dari rancangan aplikasi sistem pakar yang dibuat, maka orang awam yang memderita kolesterol dapat menentukan menu makanan sehat untuk di konsumsi berdasarkan golongan darah dan tingkat kadar kolesterol dengan menjalankan aplikasi sistem pakar.This study builds an expert system to determine the healthy food menu based on blood type and cholesterol levels of patients with Forward Chaining method. The goal is to help the layman in determining a healthy diet for cholesterol patients. This system analyzes the problem of determining healthy food menu based on blood group and patient cholesterol level. The results obtained from this expert system is in the form of healthy food information that will be consumed by cholesterol patients with the type of blood group and different cholesterol levels. From the design of expert system applications created, the layman who memderita cholesterol can determine the healthy diet to be consumed by blood type and cholesterol level by running an expert system application

    SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN PENERIMA BEASISWA DENGAN METODE MULTIPLE AHP

    No full text
    Permasalahan dalam proses penentuan penerima beasiswa pada SMA Santa Maria terjadi karena sistem yang digunakan belum menggunakan model matematis dan masih secara manual yaitu satu per satu sehingga membutuhkan ketelitian dan waktu yang lama karena data siswa akan dibandingkan dengan kriteria beasiswa satu per satu. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem terkomputerisasi guna memberikan informasi secara kuantitatif sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sistem penunjang keputusan (SPK) yang dirancang dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Analytical Hierarchy Process (AHP). Penilaian yang dilakukan terdiri dari beberapa kriteria, subkriteria dan alternatif. Proses pertama yang dilakukan adalah mendapatkan bobot dari masing-masing kriteria dan subkriteria serta score dari masing-masing alternatif. Kemudian setelah proses tersebut selesai, dilakukan penilaian pada setiap siswa yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa. Keluaran sistem berupa daftar siswa yang terseleksi untuk mendapatkan beasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC). SDLC merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan, memelihara dan atau mengganti sistem informasi. Melalui penelitian dan pengembangan sistem informasi pada SMA Santa Maria diperoleh hasil bahwa penerapan sistem penunjang keputusan yang akan dirancang memberikan solusi dalam penyeleksian siswa untuk mendapatkan beasiswa.Problems in the process of determining the scholarship recipients in Santa Maria SMA occurs because the system uses a mathematical model used yet and still manually, one by one so that requires precision and a long time because the student data will be compared with the scholarship criteria one by one. Therefore, it takes a computerized system to provide quantitative information for consideration in decision making. Decision support systems (DSS) which is designed in this study using a model Analytical Hierarchy Process (AHP). Assessment conducted consisted of several criteria, sub-criteria and alternatives. The first process is done is to get the weights of each criteria and sub-criteria and the score of each alternative. Then, after the process is completed, an assessment of every student who applied for the scholarship. Output system in the form of a list of students selected for the scholarship. The method used is the System Development Life Cycle (SDLC). SDLC is a method of research used to develop, maintain and update or replace the system. Through research and development of information systems at Santa Maria High School obtained the result that the application of decision support systems will be designed to provide solutions in the selection of students for the scholarshi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DAN TINGKAT RETARDASI MENTAL DENGAN KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT

    No full text
    Retardasi mental merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah (IQ<70) yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dan tingkat retardasi mental dengan kemampuan keluarga merawat anak retardasi mental.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sebanyak 40 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.Dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak 50% responden memiliki pengetahuan rendah, 60% anak dengan tingkat retardasi mental rendah dan 55% kemampuan keluarga merawat anak kurang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan keluarga dan tingkat retardasi mental dengan kemampuan keluarga merawat anak retardasi mental. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya mengevaluasi kembali perkembangan anak dan memberikan informasi tentang merawat anak retardasi mental. Mental retardation is a condition characterized by a low intelligence (IQ <70) that cause the inability of the individual to learn and adapt to public demand for capabilities that are considered normal. The aims of this research to know relations family knowledge and the level of mental retardation with the family's ability to care for mentally retarded children. This study was a quantitative using cross sectional method. There were 40 respondents participated in this research. Data were collected through administering questionnaire with total sampling technique. Then, data were analysed through univariate and bivariate. The result of univariate statistic test revealed that as much as 50% respondents had low knowledge, 60% respondents with a lower level of mental retardation and 55% respondents the ability of poor families caring for children. Based on bivariate analysis showed that there was a relationship between family knowledge and the level of mental retardation with the family's ability to care for mentally retarded children. This riset showed that need to re-evaluate child development and provides information about caring for mentally retarded children

    TERAPI THOUGTH STOPPING (TS) UNTUK ANSIETAS MAHASISWA PRAKTIK KLINIK DI RUMAH SAKIT

    No full text
    Anxiety are general problem to nursing student when get clinical pratice in the hospital. Anxiety can cause nursing student have lack performance in the clinical area. Aims of this study was to indentify effectifity of Thought Stopping to reduce student anxiety when get clinical practice in the hospital. The design of this study was quasy experiment with control group. There were 37 control group and 37 intervention groups of student. Anxiety was measured using DASS 21. Thought Stopping impelented three sessions. Result : there are significant different of anxiety between control and intevention group  after given TS with p value 0,049 (p value < 0,05). There are 10,703 means different with  pre and post test in intervention group. There is significan different with pre and post test in intervention group with p value 0,000 (p value , 0,05). Recomendation : this study can be self therapy to reduce anxiety when get clinical pratice in hospital area.Ansietas adalah masalah umum yang terjadi pada mahasiswa yang sedang menjalani praktik klinik di rumah sakit. Seringkali ansietas menyebabkan performa praktik mahasiswa menjadi menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan Thought Stopping (TS) untuk mengurangi ansietas mahasiswa keperawatan  saat melaksanakan praktik klinik di  rumah sakit. Peneltian ini menggunakan design quasy experiment with control group. Terdapat 37 reponden sebagai kelompok kontrol, dan 37 responden sebagai kelompok intervensi. Intervensi TS dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tngkat kecemasan pada kelompok kontrol dan intervensi dengan p value 0,049. Perbedaan nilai mean antara kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan TS adalah 10,703. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan TS dengan p value 0,000 (pvalue,0,05). Penelitian ini diharapkan bisa menjadi panduan mahasiswa secara mandiri untuk mengatasi kecemasannya selama menjalani praktik klinik

    POLA KOMUNIKASI KELUARGA DAN TINGKAT DEPRESI PADA USIA LANJUT

    No full text
    Depression is the most mental disorder occurss in elderly. Previous research have investigated how vulnerable is depression within symptoms of mild to moderate between 50% -75%. Symptoms of depression were not treated promptly influencing of quality of life expectancy and physical function. For families who lived with elderly depressive symptoms had to fight in maintaining their health. The aim of the study was to identify the correlation of family communication patterns at the depression level among elderly people. This study method employed a quantitative correlation approach. Seventy-seven elderly people participated in this study that collects in purposive sampling. Questionnaires were applied to collect data of demographic, family communication pattern and depression level. Data were analyzed by Spearman’s rho. The results of study showed that most of elders, men were more susceptible to mild depression level. There is a significant correlation of family communication patterns at depression levels among elderly people. Depression level in elderly people affected by dysfunctional family communication patterns. The further study recommended emotional change’s assessment to detect early depression sign among elderly people.Depresi merupakan ganguan mental yang sangat rentan terjadi pada usia lanjut. Data penelitian memperlihatkan gejala depresi ringan sampai sedang antara 50%-75%. Gejala depresi yang tidak ditangani segera mempengaruhi kualitas harapan hidup dan kemunduran fisik. Penerapan pola komunikasi yang baik antara keluarga dan lansia akan memperkecil dampak buruk dari depresi.. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi pada usia lanjut di Kota Jambi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Tujuh puluh tujuh orang yang berusia lebih dari 60 tahun terlibat dalam penelitian yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner tentang data demografi, pola komunikasi keluarga dan tingkat depresi lansia. Uji korelasi Spearman’s rho diaplikasikan untuk menganalisa ada tidaknya hubungan antara kedua variabel, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari analisis diketahui bahwa sebagian besar laki-laki yang telah berusia lanjut lebih rentan mengalami gejala depresi tingkat ringan. Terdapat korelasi antara pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi usia lanjut. Tingkat depresi pada usia lanjut dipengaruhi adanya pola komunikasi disfungsional dalam keluarga yang tinggal dengan usia lanjut. Oleh karenanya, perlu dilakukan pengkajian perubahan emosional pada usia lanjut untuk mendeteksi gelaja awal depresi

    HUBUNGAN UMUR, PARITAS DAN PENDAMPING PERSALINAN DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I

    No full text
    Proses persalinan kala I fase aktif akan menimbulkan respon nyeri yang dialami semua ibu bersalin. Salah satu pengaruh efek nyeri persalinan yaitu efek prilaku. Dari laporan bulanan PWS-KIA  Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru didapatkan jumlah ibu bersalin pada Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo sebanyak 2.800 orang pada tahun 2014. Klinik Pratama Sarinah dengan jumlah penanganan persalinan dalam tahun 2015 sebanyak 160 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, paritas dan pendamping persalinan dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif deselerasi di Klinik Pratama Sarinah Pekanbaru.Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif, dengan desain korelasional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel minimum. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, instrumen dalam penelitian ini berupa observasi dan data checklis. Berdasarkan analisis chi square  didapatkan nilai p value < 0.05 yang artinya adanya hubungan yang bermakna antara umur, paritas dan pendamping persalinan dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif deselerasi. The process of the first stage of labor active phase will cause a response of pain experienced by all women giving birth. One effect of the effect of labor pain is the effect of behavior. From the monthly report PWS-KIA Pekanbaru Health Department found the number of women giving birth at PuskesmasSidomulyoconsists of2,800 people in 2014. Primary Clinic Sarinah with the number of deliveries in 2015 of handling consists of 160 people. The purpose of this study was to determine the relationship of age, parity and labor companion to the first stage of labor pain intensity active phase of deceleration Clinic Primary Sarinah.This research has done by analytical quantitative, with correlation design byminimumsampling techniques. Data collection techniques was using primary and secondary data, the instrument in this study has done by checklis. Based on chi square analysis P value <0.05, its mean significant relationship between age, parity and labor companion to the first stage of labor pain intensity active phase of deceleration

    183

    full texts

    909

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇