E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
    909 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN REWARD, PEMBERIAN PUNISHMENT OLEH GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII DI MTsN PUNGGASAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII di MTsN Punggasan, 2) Pengaruh pemberian punishment oleh guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII di MTsN Punggasan 3) Pengaruh pemberian reward, pemberian punishment oleh guru secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII MTsN Punggasan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Punggasan yang berjumlah sebanyak 248 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Proporsional Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 152 orang. Alat pengumpulam data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Teknik Analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Pemberian reward oleh guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu  kelas VIII MTsN Punggasan. 2) pemberian punishment oleh guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII di MTsN Punggasan  3). Pemberian reward, pemberian punishmentoleh guru secara bersama-sama berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII MTsN Punggasan. Dalam proses pembelajaran seorang guru tampil sebagai pendidik profesional, dimana seorang guru yang memiliki multi peran tidak hanya sebatas transfer of knowledge. Seorang guru harus bisa menyampaikan materi pembelajaran dengan baik dan memahami berbagai pendekatan dalam pembelajaran salah satunya yaitu dengan memberikan reward dan punishment guna untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan tercapinya tujuan pembelajaran secara maksimal. ABSTRACTThis research aims to analyze: 1) The effect of reward to motivate student learning in social studies the Integrated class VIII in MTsN Punggasan, 2) impact of being exposed punishment teacher has about a student learning motivation in social studies the Integrated class VIII in MTsN Punggasan 3) The effect reward, punishment is by teachers Award simultaneously to the student motivation in social studies class VIII Integrated MTsN Punggasan.This research population is all class student VIII MTsN Punggasan amounting to as many 248 person. The sampling technique Proportional Random Sampling with a total sample of 152 people. Pengumpulam tool data used in this study was a questionnaire. Mechanical Analysis of data using multiple linear regression using SPSS software version 18. Results showed that: 1). Reward teachers and significant positive effect on the students motivation in social studies class VIII the Integrated MTsN Punggasan. 2) provision of punishment is by teachers' positive and significant impact on the students motivation in social studies class VIII in MTsN the Integrated Punggasan 3). Reward, awarding punishment is by teachers simultaneously significant positive effect on student learning motivation in social studies class VIII the Integrated MTsN Punggasan.Inside learning process of a teacher perform as an a professional educator, where a teacher who has a multi role is not only limited transfer of knowledge. A teacher should be able to deliver learning materials properly and understanding the various approaches to learning one of them is by giving reward and punishment in order to increase student's motivation to learn and learning objectives to the maximum

    PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA

    Get PDF
    Abstract               The quality of human resources (SDM), among others, determined by the quality and level of education. The quality of education is low causing low quality of human resources; the higher the education level, the higher the quality of human resources that will affect the way of thinking, reasoning, insight, breadth and depth of knowledge.               The professionalism of teachers in improving the quality of human resources will be reflected in the implementation of the tasks that are marked with expertise both in material and methods. With his expertise, a teacher is able to demonstrate its independence, both personal as well as professional stakeholders. In addition to their expertise, professional figure teacher demonstrated through its responsibility in implementing all professional dedication should be able to assume and carry out the responsibility as a teacher to the students, parents, community, nation state, and religion. Teacher professional social responsibility, intellectual, moral, and spiritual. Keywords: professionalism, improve human resources. Abstrak            Kualitas sumber daya manusia (SDM) antara lain ditentukan oleh mutu dan tingkat pendidikan. Kualitas pendidikan yang rendah menyebabkan kualitas SDM rendah; makin tinggi tingkat pendidikan maka makin tinggi pula kualitas SDM yang akan berpengaruh terhadap cara pikir, nalar, wawasan, keluasan dan kedalaman pengetahuan.            Profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas SDM akan tercermin pada pelaksanaan tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Dengan keahliannya itu, seorang guru mampu menunjukkan otonominya, baik pribadi maupun sebagai pemangku profesinya. Di samping dengan keahliannya, sosok profesional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa negara, dan agamanya. Guru professional mempunyai tanggung jawab sosial, intelektual, moral, dan spiritual. Kata kunci: profesionalisme, meningkatkan, sumber daya manusia

    PENGARUH JENIS DAN LAMA PERENDAMAN BAHAN STERILAN TERHADAP EKSPLAN ANTER GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi jenis sterilan dan lama perendaman dari bahan sterilan tersebut. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan sterilisasi bunga gambir terbaik adalah bunga gambir yang dijadikan sebagai eksplan disemprot dengan fungisida dan bakterisida pada sore hari dan diisolasi sebelum bunga diambil pada besok pagi, bunga yang diambil di lapangan, kemudian dibilas dengan air mengalir dan direndam dengan bayclin 10 % selama 1 menit serta dibilas dengan aquades steril sebanyak tiga kali, terakhir bunga direndam dengan asam askorbit 0,02 % selama 5 menit.This study aims to obtain a combination of sterilan and immersion of the sterilan. The design used in this study is Completely Randomized Design. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that the best gambir flower sterilization was used as explant spray with fungicide and bactericide in the afternoon and isolated before the flowers were taken tomorrow morning, the flower taken in the field, then rinsed with running water and soaked With 10% bayclin for 1 minute and rinsed with sterile aquades three times, the last flower was soaked with 0.02% ascorbic acid for 5 minutes.

    PENGARUH PENYULUHAN GIZI DENGAN PERUBAHAN PERILAKU SARAPAN PAGI SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Basic Health Research Data years 2010-2013 showed an increased prevalence of nutritional status (BMI for Age) with a category of thin 7,6%, while in 2013 increased to 11,2%. Total of 16 provinces have prevalence thin School Age Children above the national prevalence, one of the province are the West Sumatra Province. One of the causes of the incident is school age children's food consumption is not good. This study aims to determine the effect of nutrition counseling to behavior change of breakfast in elementary school students. This type of research with pre experimental study. The research approach using a design one group pre and post test design. The study was conducted in 05 Elementary Schools of South Solok District. The research was conducted from November 2015 to May 2016. The population in this study all students in fourth and fifth grade 05 Elementary School South Solok District. These samples included 58 people with the sampling technique stratified random sampling. Data analysis was performed using mutivariat General Linear Model (GLM) Repeated Measures analysis. The survey results revealed an increase in the average behavior before and after counseling 3 times. Average behavior before the counseling 18 ± 4,2, post test I increased to 25 ± 4,4, post test II increased to 30 ± 2,2 and post test III increased 37 ± 3,5. Based on the analysis of the GLM Repeated Measures according breakfast behavior known that increasing breakfast behavior has occurred in the post test I (p = 0,000), as well as post test II and III (p = 0,000)

    PERBEDAAN INDEKS MASSA TUBUH PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 DAN 3 BULAN

    Get PDF
    Injection method is the most widely used contractive because the usage are safe, simple, effective and practice as long as the high these acceptor it is certaily followed by complain of side effects such weight changes, the purpose study uses an analitic with cross sectional approach. The population where 188 people where the acceptor injection contraceptives the sample amounted to 33 clients in each acceptor of 1 and 3 month the data collection are demographic data and questionaire sheet and it was analyzed by paired t-test and independent t-test. The result of this study showed that most of then were totally weight gains wich the difference mean value between pretest and postest the acceptor KB of 1 month is 3,71 kg/m² the while a mean value of the acceptor 3 months is 5,10 kg/m² those means there were a change of impact on weight gains amoung the acceptor KB of 1 and 3 months. While the value of independent t-test showed p=0,021 (p>0,05). Baced on these results it can be concluded that there were significantly  difference wight changes between and acceptor injectable contraceptives 1 and 3 month expecte

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA DIRI RENDAH PADA LANSIA DI KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI TAHUN 2016

    No full text
    Populasi lansia terus meningkat, dimana Umur Harapan Hidup lansia di Indonesia dari 70,1 tahun (tahun 2010-2015) menjadi 72,2 tahun (tahun 2020-2035). Seiring dengan bertambahnya usia, lansia terjadi perubahan sebagai akibat proses menua yang berpotensi menimbulkan masalah fisik dan psikososial. Masalah psikososial pada lansia salah satunya adalah harga diri rendah. Banyak faktor yang menyebabkan harga diri rendah pada lansia, jika tidak ditangani maka mengakibatkan lansia mengalami depresi, menarik diri, perilaku kekerasan dan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan harga diri rendah pada lansia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah lansia di PSTW Kab. Bungo berjumlah 163 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data pada data primer dan sekunder serta diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar lansia berjenis kelamin perempuan 103 (63,2%) orang, sebagian besar lansia status perkawinannya sebagai janda/duda 88 (54,0%) orang dan sebagian besar lansia mengalami harga diri rendah 111 (68,1%). Berdasarkan pengolahan data didapatkan ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,001) dan status perkawinan (p-value = 0,003) dengan terjadinya harga diri rendah pada lansia

    TECHNIQUES OF PAIN REDUCTION IN THE NORMAL LABOR PROCESS : SYSTEMATIC REVIEW

    No full text
    Pain during labor is a physiological condition commonly experienced by most maternity mothers. Labor pain is a subjective experience caused by uterine muscle ischemia, withdrawal and traction of uterine ligaments, ovarian traction, fallopian tubes and lower uterine distension, pelvic floor muscles and perineum. The pain in labor arises from psychic responses and physical reflexes. The purpose of this Systematic review is to look at effective methods for reducing pain in the labor process so that it can be used as an alternative method of reducing pain in patients who will give birth. This review systematic review of the published artike through google scholar site with 17 journals reviewed. In an effort to reduce labor pain there are various methods that can be used in providing midwifery care in the process of childbirth. Based on this systematic review it can be concluded that many methods of pain reduction that can be used in reducing labor pain are counter pressure and abdominal lifting, hypnobirthing, religious and murottal music, classical music and local music, relaxation, compress, warm ginger drink, acupressur , TENS, account and aromatherapy

    TEACHING READING COMPREHENSION BY USING DIRECTED ACTIVITIES RELATED TO TEXT (DRTA) FOR THE STUDENTS

    No full text
    Membaca merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Membaca tidak hanya melihat atau membaca apa yang tertulis namun juga memahami isi bacaan sehingga pembaca memperoleh ilmu serta informasi dari bacaan tersebut. Beberapa komponen membaca yang dikemukakan oleh para ahli, seperti pemahaman ide pokok, ide pendukung, kosakata, serta tata bahasa, membuat guru harus cermat dalam mengaplikasikan metode dalam mengajar bahasa Inggris khususnya membaca. Directed Activities related to Text (DART) merupakan metode mengajar yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan membaca. Metode ini diaplikasikan melalui aktivitas rekonstruksi dan analisis. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan cara pengajaran membaca melalui metode DART. Penulisan merujuk kepada kajian kepustakaan yang mendukung teori DART dalam pengajaran membaca. Dengan adanya informasi mengenai DART yang didukung oleh teori para ahli, dapat dijadikan sumber informasi tentang metode pengajaran bahasa Inggris khususnya membaca yang dapat diterapkan oleh guru di sekolah menengah.Reading is a skill that must be mastered by students in learning English as a foreign language. Reading not only see or read what is written but also understand the contents of the reading therefore the readers get the knowledge and information from the text. Some reading components are suggested by experts, such as understanding the main idea, supporting ideas, vocabulary, and grammar, it makes the teachers must be careful in applying methods in teaching English, especially reading. Directed Activities related to Text (DART) is a teaching method that can be applied in reading activities. This method is applied through reconstruction and analysis activities. The purpose of writing this article is to describe how teaching of reading through the DART method. The article support by a literature review  of DART theory in teaching reading. The information about of DART supported by expert theory, it can be used as a source of information about English teaching methods especially reading that can be applied by teachers in high school

    PERBANDINGAN VERBATRANSITIF DAN INTRANSITIFBAHASA INDONESIA DAN BAHASAJEPANG: TINJAUAN ANALISIS KONTRASTIF

    No full text
    Penelitian ini berfokus terhadap perbedaan gramatikal bentuk verba transitif dan intransitif bahasa Indonesia dan bahasa Jepang yang dianalisis dengan cara membandingkan bentuk verba transitif dan intransitif bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode analisis kontrastif, dari semua unsur lingual kajian linguistic dalam penelitian ini yang menjadi objek kajian adalah morfologi bentuk verba transitif dan intransitif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Setelah dikontrastifkan bagaimana bentuk verba transitif dan verba intransitif dari kedua bahasa tersebut kemudian ditarik kesimpulan sebagai hasil akhir dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, (1) verba transitif dalam bahasa Jepang memerlukan objek penderita pada kalimat tersebut dan verba intransitif dalam bahasa Jepang tidak perlu objek penderita dalam sebuah kalimat. Sedangkan verba transitif dalam bahasa Indonesia adalah verba  yang membutuhkan objek. (2) Verba transitif dalam bahasa Jepang ini berpola (subjek) wa/ga (objek) o (kata kerja transitif-tadoushi). Sedangkan verba intransitif dalam bahasa Jepang berpola (subyek) ga (kata kerja intransitif-jidoushi). Sedangkan dalam bahasa Indonesia pola kalimat verba transitif dan intransitif S+P, yang membedakan dari kedua verba tersebut hanyalah pada objek masing-masing. (3) dalam bahasa Jepang verba transitif dan intransitif memiliki akhiran sebagai penanda masing-masing verba. Yaitu:a)  -aru (tran), -eru (intran), b) –aru (intran), -u (tran), c) –reru (intra), -su (tran), d) –reru (intra), -ru (tran), e) – arareru (intran), -u (trans), f) –ru (intran), -su (tran), g) –eru (intran), -asu (tran), h) –u (intran), -asu (tran), i) –iru (intra), -osu (tran), dan j) –u (intran), -eru (tran). Sedangkan dalam bahasa Indonesia untuk verba transitif ditandai dengan imbuhan Me-, memper-, memper-kan,  me-i, memper-I, me-kan dan verba intransitif ditandai dengan Verba dasar, dan imbuhan  ber-, ber-kan, ter-, ke-an.

    KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT RAWAT INAP RSUD SELASIH PANGKALAN KERINCI

    Get PDF
    Low back pain adalah rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya tulang belakang daerah spinal, otot, saraf, atau struktur lainnya disekitar daerah tersebut. Dari 10 perawat 6 perawat mengalami keluhan low back pain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor Keluhan Low back pain.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, pada 25 juni- 3 juli  di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci. Penelitian dilakukan pada 30 perawat dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan secara univariat,Hasil penelitian: 13 orang (43,3%) mengalami keluhan low back pain. Hasil uji bivariat terdapat hubungan antara sikap kerja, dan kebiasaan olahraga terhadap kejadian low back pain. Hasil analisis multivariate menunjukkan variable sikap kerja merupakan variable yang paling mempengaruhi kejadian low back pain deng nilai OR 43 kali. Dimana variable IMT merupakan counfounding terhadap variable sikap kerja dan kebiasaan olah raga dan variable kebiasaan olahraga merupakan counfounding terhadap variable IMT.Peneliti mengharapkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci mengadakan seminar tentang sikap kerja yang baik, menjaga IMT karyawan <25 dan  mengadakan kegiatan olah raga secara teratur di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci. Low back pain is pain that felt in the lower back that is the source of the spine area of spinal, muscles, nerves, or other structures surrounding areas. of the 10 nurses 6 nurses complain of low back pain. the purpose of this study was to determine the factors complaint low backpain.Type quantitative research cross-sectionaldesign, on 25 June-3 July at the General Hospital of Selasih Pangkalan Kerinci. The study was conducted on 30 nurses by questionnaires. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate.Eesults of the study: 13 patients (43.3%) had complaints of low backpain.The result of bivariate correlation between working attitude and exercise habits on the incidence of low backpain.Results of multivariate analysis showed variable working attitude is the variable that most influences the incidence of low back pain deng OR value 43 times. Where the variable BMI is counfounding to variable working attitude and exercise habits and variable exercise habits is counfounding to variable IMT.Researchers expect the Regional General Hospital Basil Pangkalan Kerinci hold a seminar on good working attitude, keep IMT employees <25 and hold sports activities regular exercise in the District General Hospital Basil Pangkalan Kerinci

    183

    full texts

    909

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇