E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
909 research outputs found
Sort by
VARIASI JARGON CHATTING WHATSAPP GRUP MAHASISWA TADRIS BAHASA INDONESIA
The research, entitled "Whatsapp Chat Indonesian Language Group Jargon Variations" aims to describe the variety of language jargon conducted by the Indonesian Language Tadris student community. The research method used is descriptive qualitative which analyzes the results of research in the form of words. Where the data is obtained, analyzed, classified and interpreted based on the results of research in the field. The technique used in the study is a technique to see and note. The results showed that there were 76 findings of data classified in (a) form of jargon, (b) classification of language variations in jargon in language level, (c) pattern of jargon language variation, (d) factors that led to language variations in jargonPenelitian yang berjudul “Variasi Jargon Chatting Whatsapp Grup Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia” bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa jargon yang dilakukan oleh komunitas mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menganalisis hasil penelitian berupa kata-kata. Dimana data-datanya diperoleh, dianalisis, diklasifikasikan dan diinterpretasikan berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya 76 temuan data yang diklasifikasikan dalam (a) wujud jargon, (b) klasifikasi variasi bahasa jargon dalam tingkat bahasa, (c) pola variasi bahasa jargon, (d) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya variasi bahasa jargo
PERUBAHAN KATA “TIADA” DALAM TIGA KARYA SASTRA: BUSTAN AS-SALATIN (1640), HIKAYAT SIAK (1855), DAN KETIKA CINTA BERTASBIH 2 (2009)
In the reality, language will always change. One of examples is the change of language that used in Malay literature manuscripts. In this research, researcher analyzed the language change of “tiada” word that occured in three different periods of manuscript. The approaches used in this research were semantic, morphologic, and syntactic approach. In analyzing those approaches, researcher used semantic restrictions from Verhaar (1992), morphologic restriction from Chaer (1994), and syntactic restriction from Kridalaksana (1999). The researcher used descriptive analysis method. The data used in this research were three literary manuscripts with a span of two centuries, Bustan as-Salatin (1640), Hikayat Siak (1855), and Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009). The analysis of this research resulted information that containing “tiada” which covered all of the language aspects; semantic, morphologic, and syntactic. From the analysis, the researcher got the conclusions that “tiada” in the manuscript at the beginning period had more varied form than the manuscript in the two periods thereafter. Then, in the final period, there were changes of “tiada” that undergoes semantic and morphologic changes from the text of the two previous periods.Dalam kenyataannya, bahasa akan selalu berubah. Salah satu contohnya adalah perubahan bahasa yang digunakan dalam naskah sastra Melayu. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis perubahan bahasa kata "tiada" yang terjadi dalam tiga periode naskah yang berbeda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semantik, morfologi, dan sintaksis. Dalam menganalisis pendekatan tersebut, peneliti menggunakan batasan semantik dari Verhaar (1992), pembatasan morfologis dari Chaer (1994), dan pembatasan sintaksis dari Kridalaksana (1999). Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga naskah sastra dengan rentang waktu dua abad, Bustan as-Salatin (1640), Hikayat Siak (1855), dan Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009). Analisis penelitian ini menghasilkan informasi yang mengandung "tiada" yang mencakup semua aspek bahasa; semantik, morfologis, dan sintaksis. Dari hasil analisis, peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa "tiada" dalam naskah pada periode awal memiliki bentuk yang lebih bervariasi daripada manuskrip dalam dua periode sesudahnya. Kemudian, pada periode akhir, terjadi perubahan "tiada" yang mengalami perubahan semantik dan morfologis dari teks dua periode sebelumnya
PRESUPPOSITION STRATEGIES IN DATA INTERPRETATION: CORPUS DATA ANALYSIS
This study aims to describe the proses of data interpretation using presupposition strategy. Generally, presupposition refers to what the speaker assumes to be the case before making an utterance (Yule, 1996: 42). This study applies the types of presupposition proposed by Levinson (1983). Levinson had underlined nine presupposition types, which are Existential Presupposition, Factive Presupposition, Lexical Presupposition, Nonfactive Presupposition, Structural Presupposition, Counter Factual Presupposition, Iterative Presupposition, Implicative Presupposition and Temporal Presupposition. In order to emphasize the presupposition types in Malay, this research used a data corpus developed by Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP). The results indicated that the nine presupposition types proposed by Levinson (1983) are being used in Malay sentences and speeches. Eventually, this research emphasized that the presuppositions used in communication are able to give a certain understanding to the reader or receiver especially when they get to comprehend the strategies underlined.
Perbandingan Kalimat Yang Mengandung Unsur Metafora Dalam Bahasa Jepang Dan Mandarin Pada Novel Totto-Chan Karya Tetsuko Kuroyanagi
Penulis akan meneliti kalimat bahasa Jepang dan Mandarin yang mengandung unsur metafora/hiyu「比喩」pada novel Totto-chan. Pertama penulis akan mengambil kalimat-kalimat yang mengandung unsur metafora/hiyu pada light novel tersebut. Penulis akan mengumpulkan setidaknya 4 kalimat yang mengandung unsur metafora sebagai korpus data dari penelitian ini. Adapun keempat kalimat tersebut mengandung unsur metafora yang berbeda. Sesuai dengan jenisnya, penulis akan mengumpulkan kalimat-kalimat yang mengandung unsur chokuyu「直喩」/明喻(míngyù) dan inyu「隠喩」/暗喻(ànyù) dalam beberapa kalimat. Penulis akan menganalisis arti dari perumpamaan tersebut dengan teori -teori yang penulis dapatkan dan penulis bandingkan dengan Bahasa Mandarin. Korpus data akan diteliti dan dianalisis menggunakan kajian teori mengenai metafora dan teori makna. Metode yang penulis gunakan adalah metode kepustakaan. Selanjutnya setelah data-data terkumpul, penulis akan memulai penelitian dengan cara menganalisis data menggunakan metode deskriptif analitik. Untuk simpulan sementara adalah meskipun terdapat perbedaan cara baca, tetapi terdapat persamaan fungsi dan pola gaya bahasa metafora yang mirip satu dengan yang lainnya.In this research, I will analysis Japanese and Chinese metaphors texts (hiyu)/「比喩」using Totto-chan novel. Firstly, I will pick up some texts contain metaphors in this light novel, at least 4 sentences. Those sentences will be divided into 2 different metaphors. First is chokuyu直喩」/明喻(míngyù) and the second one is inyu「隠喩」/暗喻 (ànyù). Those Japanese and Chinese metaphors will be compared using Chinese and Japanese language metaphors theories. For that reasons, I will use literature collection method in this research. And after completed the sentences data, those sentences will be analyzed using descriptive analytic. As a conclusion, even though both of the words did not have similar pronunciation, intonation, and character, but both of the metaphor sentences have similar function and metaphor literary style
THE DISTINCTIVE LINGUISTIC FEATURES IN BLURBS AS FOUND IN NON FICTIONS; A STYLISTIC ANALYSIS
This research discusses about the special language style from the comments on the book cover of non fictions based on the using of distinctive linguistic features. The style of language is analyzed from stylistics point of view and put the lexical cohesion, reference and another linguistic elements as the part of distinctive linguistic features to be the analysis focus then reflect it to the function and the effect it brings. The methods are referential and formal. Based on the analyis, it can be found that in the comments of the book cover, generally, include all of the lexical and reference elements. The most significant element that mostly occur is repetition and personal reference. While, another forms such as synonym, general word, super ordinate, collocation, demonstrative and comparative reference occur in less percentage. The purpose of using these elements is in order that the comments of the non fictions‟ book can influence the reader through the choosing features then bring the psychological effect for commercial purposes. Moreover, the effect that it caused for the reader is being influenced the readers‟ thought to be more interested to the book from its dictions or the specific distinctive linguistic features
PERUBAHAN MAKNA TERHADAP HUMOR DALAM KOMIK DARI TWIT-NYA RADITYA DIKA
This paper contains a discussion of the changes in meaning that occur in comics written by Raditya Dika. The change of meaning is the transition of meaning that occurs due to various factors such as linguistic factors, history, one's psychology, and others. The method used in data collection of this research is qualitative. Qualitative data used includes several things such as detailed descriptions of situations, activities, or certain events or phenomena; direct opinions from people who have experience, their views, attitudes, beliefs, and way of thinking; snippets of documents, report documents, archives, and history; and a detailed description of a person's attitude and behavior. The source of this research data is written data sources. The data in this study are in the form of speech contained in the comic by Raditya Dika. The results of the study show that the changes in meaning contained in the comic are included in the substitution of meaning in the form of criticism. The criticism made in the form of humor is expected to be conveyed without directly confusing the feelings of the person being criticized Tulisan ini berisi pembahasan tentang perubahan makna yang terjadi pada komik yang ditulis oleh Raditya Dika. Perubahan makna merupakan peralihan makna yang terjadi akibat berbagai faktor seperti faktor kebahasaan, sejarah, psikologi seseorang, dan lain-lain. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah kualitatif. Data kualitatif yang digunakan mencakup beberapa hal seperti deskripsi yang mendetail tentang situasi, kegiatan, atau peristiwa maupun fenomena tertentu; pendapat langsung dari orang-orang yang telah berpengalaman, pandangannya, sikapnya, kepercayaan, dan jalan pikirannya; cuplikan dari dokumen, dokumen laporan, arsip-arsip, dan sejarahnya; dan deskripsi yang mendetail tentang sikap dan tingkah laku seseorang. Sumber data penelitian ini berupa sumber data tulisan. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang terdapat di dalam komik karya Raditya Dika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan makna yang terdapat di dalam komik tersebut termasuk dalam pergantian makna berupa kritikan. Kritikan yang dibuat dalam bentuk humor diharapkan dapat tersampaikan tanpa secara langsung menyingung perasaan orang yang dikriti
EMOSI MARAH DALAM BAHASA MINANGKABAU
This paper describes a study of emotional expressions of anger in Minangkabau language (BM) because every language has a different vocabulary for basic emotional expressions as well as in BM. From the research done by Yanti (2013a, 2014), she found angry emotions in BM that can be expressed literally and metaphorically. The data of the research were taken from the Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology's Padang Field station database, and a number of newspapers using BM. The research used qualitative descriptive method because it describes the result of the study with words not by statistic number. Some theories used in this study refers to the concepts stated by Parrot (2001), Kovecses (2002), Fiehler (2002), Fournier (2009), Yanti (2013, 2013a). The results show (1) variations of vocabularies used to express angry emotions in BM, such as berang, bangih, and marabo, and (2) angry emotions expressed metaphorically, i.e. an analogy of a concept to another concept that has a similarity, such as anger with boiling hot liquid, anger with physical annoyance or pain, for example manggalagak darah, mandidiah darah, marumeh / mamiyuah paruik. Then, the results are useful for the learners who study Minangkabau language as additional information of the Minangkabau language dictionary, especially for angry words as well as inspiring linguists or others to do the further researches about language and emotion.Makalah ini memaparkan tentang kajian bahasa emosi marah dalam bahasa Minangkabau (BM). Setiap bahasa memiliki kosakata yang berbeda untuk ungkapan emosi dasar begitu juga dalam BM. Dari penelitian Yanti (2013a,2014) ditemukan emosi marah dalam BM yang dapat diungkapkan secara harfiah dan secara metaforis. Data penelitian diambil dari database Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology’s Padang Field station, dan sejumlah koran yang menggunakan BM. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif karena memaparkan hasil kajian dengan kata-kata tidak menggunakan angka statistik. Konsep teoretis yang digunakan diambil dari Parrot (2001), Kovecses (2002), Fiehler (2002), Yanti (2013). Dari hasil kajian ditemukan (1) variasi kosakata emosi marah dalam BM, seperti berang, bangih, dan marabo, (2) emosi marah secara metaforis, yaitu menganalogikan rasa marah dengan sesuatu yang memiliki kesamaan sifat, seperti marah dengan cairan panas yang mendidih, marah dengan sakit fisik, misalnya manggalagak darah, mandidiah darah, marumeh/mamiyuah paruik. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pemelajar BM, sebagai informasi tambahan untuk melengkapi kamus BM, khususnya tentang kata berang ‘marah’ sekaligus sebagai inspirasi bagi ahli bahasa untuk penelitian bahasa dan emosi
Penerapan Metode ANFIS untuk Prediksi Nilai Akhir dan Kelulusan Uji Kompetensi
Untuk meningkatkan kelulusan peserta uji kompetensi Computer Literate Certified Professional (CLCP) yang dilaksanakan Tempat Uji Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TUKTIK) perlu dilakukan perbaikan terus menerus dengan memperbanyak try out uji kompetensi. Nilai-nilai lampau uji kompetensi dapat digunakan sebagai pemodelan untuk memprediksi nilai akhir dan kelulusan uji kompetensi. Dengan adanya pemodelan dapat diprediksi kelulusan peserta uji kompetensi melalui try out-try out yang dilakukan sehingga dapat diketahui kelemahan calon peserta uji kompetensi dari tiga unit kompetensi CLCP. Pemodelan yang digunakan untuk memprediksi nilai akhir dan kelulusan uji kompetensi ini adalah Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Digunakan 20 data lampau peserta uji kompetensi dengan 6 kriteria sebagai nilai input dari tiga unit kompetensi CLCP yaitu Word Processing, Spreadsheet, dan Presentation. Prediksi yang dihasilkan cukup akurat dengan nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error) untuk setiap unit kompetensi sebesar 0,31492%, 0,284202%, dan 0,267167%To improve the graduation of Computer Literate Certified Professional (CLCP) competence test conducted by Competence Test of Information and Communication Technology (TUK-TIK) needs to be done continuous improvement by increasing try out competency test. Past values of the competency test can be used as modeling to predict the final score and the passing of the competency test. With the modeling can be predicted the passing of competency test participants through try out-try out done so that can be known weakness of candidate competency test from three units of CLCP competence. The modeling used to predict the final score and the passing of this competency test is the Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) method. Used 20 past data of competency test participants with 6 criteria as input value from three CLCP competence units namely Word Processing, Spreadsheet, and Presentation. The resulting prediction is accurate enough with MAPE (Mean Absolute Percentage Error) value for each competency unit of 0.31492%, 0.284202%, and 0.267167
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA UNTUK MENDUKUNG PROMOSI PARIWISATA DAERAH
Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan kabupaten yang berada di dalam Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat yang mencoba mengembangkan potensi wisata dimilikinya, baik wisata alam, wisata budaya, dan wisata sejarah. Dengan di bangunnya sistem informasi geografis tentang Pariwisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota nantinya akan dapat membantu para pengunjung maupun wisatawan dan masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mendapatkan informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan lokasi Pariwisata yang ada sehingga diharapkan nantinya akan dapat mendukung upaya Promosi pemerintah kota dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lima Puluh Kota.Sistem Informasi Geografis,Pariwisata, Promosi, Kabupaten Lima Puluh Kot
FAKTOR RESIKO INFARK MIOKARD DI KOTA JAMBI
Myocardial infarction is a disease caused by blood supply decreased due to narrow of the coronary arteries due to atherosclerosis critical or total blockage of a coronary artery by an embolus or thrombus. Statistics have shown that myocardial infarction was the leading cause of death in many countries. The purpose of this study was to determine the link between hypertension and cholesterol with the incidence of myocardial infarction. This study is a quantitative observational study using a retrospective case-control design. 62 patients treated at the Clinic Heart Hospital Raden Mattaher Jambi last year, which consisted of 31 cases and 31 controls, with purposive sampling and then searched for patient medical record data. Based on the results of the study respondents with hypertension amounted to 69.4%, while respondents with high triglycerides amounted to 51.6%, and based on the results of research there is a significant links between hypertension with values (p = 0.006 <0.05 and OR = 6.328, 95% Cl = 1.787 to 22.409) and cholesterol values (p = 0.022 <0.05, and OR = 3.818, 95% CI = 1.332 to 10.942). This research has shown that hypertension and cholesterol have contrubuted to leading myocardial infarction and people who had hypertension and hight cholesterol risk to myocardial infarction. Infark miokard adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh penurunan suplai darah akibat penyempitan kritis arteri koroner karena aterosklerosis atau penyumbatan total arteri koroner oleh embolus atau trombus. Data statistik menunjukkan bahwa penyakit jantung infark miokard merupakan penyebab utama kematian di banyak negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dan kolesterol dengan kejadian infark miokard. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional menggunakan rancangan kasus kontrol secara retrospektif 62 pasien yang berobat di Poliklinik Jantung RSUD Raden Mattaher Jambi setahun terakhir yag menjadi sampel dalam penelitian ini, yang terdiri dari 31 kasus dan 31 kontrol, diambil secara purposive sampling kemudian ditelusuri data catatan medik pasien. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- square. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan hipertensi berjumlah 69,4%, sedangkan responden dengan trigliserida tinggi berjumlah 51,6% dan berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan bermakna antara hipertensi dengan nilai (p=0,006<0,05 dan OR=6,328, 95% Cl = 1,787-22,409) dan kolesterol dengan nilai (p=0,022<0,05, dan OR=3,818, 95% Cl = 1,332-10,942). Penelitian ini menunjukkan hipertensi dan kolesterol memiliki kontribusi terhadap kejadian infark miokard dan orang dengan hipertensi dan kolesterol tinggi mempunyai resiko untuk menderita infark miokard