E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
909 research outputs found
Sort by
Identifikasi Obesitas Pada Balita Di Posyandu Berbasis Artificial Intelligence
Mengidentifikasi obesitas pada balita bertujuan untuk mengetahui tingkat kelebihan bobot tubuh pada balita. Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat membutuhkan perhatian kita saat ini. Karena balita yang terlalu gemuk, akan mengakibatkan proses perkembangan balita tersebut terlambat. Pengukuran Bobot tubuh telah dilakukan dengan pengukuran yang tepat oleh kader posyandu yang disebut dengan IMT (Indeks Massa Tubuh) dimana perbandingan antara bobot tubuh dengan tinggi balita. Pada posyandu identifikasi obsesitas pada balita masih dilakukan secara manual, dengan perhitungan yang sederhana. Berdasarkan hal tersebut penulis akan menerapkan suatu sistem yang berbasis artificial intelligent yaitu sistem pakar. Sistem pakar ini bertujuan untuk membantu kader posyandu dalam identifikasi obesitas pada balita. Pada penelitian ini dapat diidentifikasi apakah balita tersebut mengalami obesitas primer atau obesitas sekunder serta mampu memberikan solusi kepada pasien berupa terapi untuk balita yang mengalami obesitas , sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining, dan bahasa pemprograman berorentasi objek yaitu Delphi 7, serta database yang digunakan adalah MySQL.Identifying obesity in toddlers aims to determine the level of excess body weight in toddlers. Obesity in children is one of the health problems that are in dire need of our current attention. Because toddlers are too fat, will result in the process of development of the toddler is too late. Measurements Body weights have been performed with precise measurements by a posyandu cadre called the BMI (Body Mass Index) where the ratio of body weight to height is high. In posyandu, obsessive identification in toddlers is still done manually, with a simple calculation. Based on this the authors will apply a system based on Artificial intelligent expert system. This expert system aims to assist Posyandu cadres in the identification of obesity in infants. In this study can be identified whether the child is obese primary or secondary obesity and able to provide solutions to patients in the form of therapy for obese infants, this expert system using forward chaining method, and object oriented programming language that is Delphi 7, and the database used is MySQL
PEMBANGUNAN APLIKASI PEMASARAN PERUMAHAN DEVELOPER KOTA PADANG DENGAN KONSEP COSTUMER RELATIONSHIP MANAGEMEN (CRM)
AbstractThe House is one of the primary requirements for the community. But sometimes to get information on home ideals must take that much because of the need to visit the offices of developer the related needs and income. Problems of information and time is less effective make the researcher wants to help people who want to get information about housing so there is no need to leave the Office only requires internet access so that everyone who wants to buy a home can get the information detail, because on the web developer developer gathering designed in the field in one of the web so that people who want to have a home can look, choose, which corresponds to a location location, price, specs and a home equipped with galleries. This is because the activities of the Customer Relationship Management (CRM) is still traditional. The absence of an organized marketing well, many industrial developers who do marketing and consumer saving data offline. In this research will be an application of Customer Relationship Management to marketing. Consumer relationship should be done with a web media with a variety of on-site CRM. So consumers will be comfortable in the update information.AbstrakRumah merupakan salah satu yang sudah menjadi kebutuhan primer untuk masyarakat. Tetapi terkadang untuk mendapatkan informasi tentang rumah idaman harus memakan waktu yang banyak karena harus mengunjungi kantor-kantor developer yang terkait yang sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan. Permasalahan informasi yang kurang dan waktu yang kurang efektif membuat peneliti ingin membantu masyarakat yang ingin mendapatkan informasi tentang perumahan sehingga tidak perlu meninggalkan kantor hanya membutuhkan akses internet sehingga setiap orang yang ingin membeli rumah bisa mendapatkan informasi yang detail, karena pada web yang dirancang mengumpulkan developer developer dikota padang dalam satu web sehingga masyarakat yang ingin mempunyai rumah bisa melihat, memilih, yang sesuai dengan lokasi yang strategis, harga, spesifikasi rumah dan dilengkapi dengan galeri. Hal ini disebabkan karena kegiatan Customer Relationship Management (CRM) yang masih traditional. Tidak adanya pemasaran yang terorganisasi secara baik, Banyak Pelaku industri developer yang melakukan pemasaran dan menyimpan data konsumen secara konvensional. Dalam Penelitian ini akan dibangun suatu aplikasi Customer Relationship Manajemen untuk pemasaran. Hubungan dengan konsumen akan dilakukan dengan suatu media web dengan berbagai fasilitas CRM. Sehingga konsumen akan nyaman dalam update informasi
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN SARANA LABORATORIUM SISTEM INFORMASI
AbstractLaboratory is one of the supporting facilities in im[roving the learning process. Problems found by students regarding the information system laboratory facilities at STMIK Indonesia Padang are the computers that suddenly die when operated, the less cold room, display data is blurred, making the inconvenience in the learning process that causes the students less satisfied with the services provided. Students will feel satisfied if the service is expected to match the received. Therefore, a decision support system is needed to analyze the quality of services provided to the students so that it can support the role and function of the laboratory optimally and what attributes need to be improved the quality of service. The method used is Fuzzy Service Quality (Servqual) method. The results showed that the service quality received was not in accordance with the expected because there is a gap of -1.55 for tangibles dimension. Attributes that need to be improved the quality of services are laboratory space is cool and comfortable, the use of laboratories relevant to the field of science, the responsibility of laboratory assistant, the availability of professional teachers and attitudes and behavior of labor officers.AbstrakLaboratorium merupakan salah satu fasilitas pendukung dalam meningkatkan proses pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan mahasiswa mengenai fasilitas laboratorium sistem informasi pada STMIK Indonesia Padang adalah komputer yang tiba-tiba mati saat dioperasikan, ruangan yang kurang dingin, data display yang buram sehingga membuat ketidaknyamanan dalam proses pembelajaran yang menyebabkan mahasiswa kurang puas terhadap layanan yang diberikan. Mahasiswa akan merasa puas apabila layanan yang diharapkan sesuai dengan yang diterima. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan untuk menganalisis kualitas layanan yang diberikan kepada mahasiswa sehingga dapat mendukung peran dan fungsi laboratorium secara optimal serta atribut apa saja yang perlu ditingkatkan kualitas layanannya. Metode yang digunakan adalah metode Fuzzy Service Quality (Servqual). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diterima belum sesuai dengan yang diharapkan karena terdapat gap sebesar -1.55 untuk dimensi tangibles. Atribut yang perlu ditingkatkan kualitas layanannya yaitu ruangan laboratorium yang sejuk dan nyaman, penggunaan laboratorium yang relevan dengan bidang ilmu, tanggungjawab asisten labor, tersedianya tenaga pengajar yang professional dan sikap serta perilaku petugas laborKata kunci : sistem pendukung keputusan, laboratorium, fuzzy, servqua
Data Mining Rekam Medis Untuk Menentukan Penyakit Terbanyak Menggunakan Decision Tree C4.5
Data rekam medis yang terdapat di rumah sakit jarang sekali digunakan untuk penelitian dan menambah pengetahuan. Data rekam medis tersebut sangat banyak dan hanya memenuhi media penyimpanan yang ada di rumah sakit, baik itu penyimpanan secara elektronik ataupun penyimpanan secara fisik berupa kertas. Penggunaan data mining dalam mengolah data rekam medis bisa diterapkan untuk menggali pengetahuan dan pengambilan keputusan. Salah satu metode yang digunakan dalam data mining adalah klasifikasi. Dengan klasifikasi, keputusan dapat dibuat dalam bentuk desicion tree. Dengan menerapkan metode decision tree algoritma c4.5, kita dapat mengklasifikasi sebaran penyakit disuatu wilayah tertentu dengan mengacu pada variabel-variabel jenis kelamin, usia dan kecamatan. Dari data mining yang diperoleh di Rumah Sakit Umum Citra BMC Padang yang berobat pada bulan Januari 2013, dilakukan analisis dan tahapan-tahapan dalam proses klasifikasi baik secara manual maupun menggunakan software Knime sehingga didapatkan sebaran penyakit terbanyak terdapat pada BAB XVIII (R00-R99) yaitu sebanyak 8 orang dari 21 pasien rawat inap yang berobat di rumah sakit umum Citra BMC Padang.Medical record data in hospitals is rarely used for research and increase knowledge. Medical record data stored electronically or stored in the form of archives, periodically will be removed by the hospital according to existing rules, because the data is considered waste that will burden the storage media only. The main purpose of this research is how to utilize the medical record data that is considered to be a waste in order to give positive contribution for all parties both for hospital in making policy, for health facility, and for government in handling health. From data mining obtained at Citra BMC Padang General Hospital in January 2013, data analysis, data classification and decision tree making using algortima c4.5 were used, so that from total of 21 patients who got treatment got total entrophy 2,5061441 with amount most cases were found in CHAPTER XVIII (R00-R99) as many as 8 patients from 21, with sex details (female 5 patients and 3 men), age (elderly 5 patients, young and adults 1 patient, infant and child 2 patient), address (Padang Timur 4 patients, North Padang 1 patient, Lubuk Begalung 2 patient and Padang Barat 1 patient)
HUBUNGAN PERANTI ORTODONTI CEKAT TERHADAP KESEHATAN JARINGAN PERIODONTAL
Orthodontic treatment, especially with fixed orthodontic appliances is aimed at improving facial aesthetics, tooth structure and for obtaining good static occlusion and function relationships. But the disadvantages that are often caused mainly the health problems of periodontal tissues such as the occurrence of gingivitis and periodontitis. Periodontal disorders associated with fixed orthodontic treatment are due to plaque retention, orthodontic band irritation, archwire or ligature and the influence of orthodontic pressure itself. This study aims to determine the relationship of periodontal tissue health to users of fixed devices with those who do not use the appliance. The type of this research is analytic survey research with cross sectional approach. The research was conducted at Dental and Orthology Hospital of Baiturrahmah University Dentistry Faculty which was held from April to November 2010. The subject of this research is the co-ass student of Dentistry Faculty of Baiturrahmah University. Subjects were randomly picked as many as 30 people who were using fixed orthodontic appliances and 30 people without using devices. Data was collected from the Russell Index checks. Chy-Square analysis showed that there was a significant correlation between users of fixed orthodontic appliances with those not using devices on their periodontal tissue health (p value = 0.002). So it is concluded that users of fixed appliances of periodontal tissue health are worse than those who do not use fixed appliances. Perawatan ortodonti terutama dengan peranti ortodonti cekat adalah bertujuan untuk memperbaiki estetika wajah, susunan gigi geligi serta untuk mendapatkan hubungan oklusi statis dan fungsi yang baik. Namun kerugian yang sering ditimbulkannya adalah terutama masalah kesehatan jaringan periodontal seperti terjadinya gingivitis dan periodontitis. Kelainan-kelainan periodontal yang berhubungan dengan perawatan ortodonti cekat disebabkan oleh adanya retensi plak, iritasi band ortodonti, archwire atau ligature serta pengaruh tekanan ortodonti itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesehatan jaringan periodontal pada pemakai peranti cekat dengan yang tidak memakai peranti. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah yang dilaksanakan pada bulan April s/d November 2010. Subjek penelitian adalah mahasiswa co-ass Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Subjek diambil secara acak sederhana sebanyak 30 orang yang sedang memakai peranti ortodonti cekat dan 30 orang tanpa memakai peranti. Data dikumpul dari pemeriksaan Indeks Russel. Analisis Chy-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemakai peranti ortodonti cekat dengan yang tidak memakai peranti terhadap kesehatan jaringan periodontalnya (p value = 0,002). Sehingga disimpulkan bahwa pemakai peranti cekat kesehatan jaringan periodontalnya lebih buruk dari yang tidak memakai peranti cekat
THE INFLUENCE OF GROUP ACTIVITY SOCIALIZATION TOWARD AMONG CLIENTS WITH IMPAIRED SOCIAL
Social isolation is a diagnosis 3 largest of the diagnosis inthe area of jambi province. This is given to the isolation of social one is thheraupeutic activity of socialization. Social isolation is a disorder of interpersonal relationships that occur due to the inflexible personality, giving rise to maladaptive behavior and interfere with the functioning of a person in touch. Socialization Activity Group Therapy is seeking to facilitate the socialization of a number of clients with impaired social relationships in groups. The purpose of study was to determine the influence of group activity socialization toward among clients with impaired social. This study design using the one group pretest-posttest, the sampling technique is purposive sampling of 12 respondents. Client socialization skills were measured before and after intervention using observation sheet Est. Analysis of data with paired samples T-test. The analysis shows value of the average capability of the respondents before TAKS 2,42 and after TAKS 19,00.The analysis shows a significant influence on the taks on socialization skills with p = 0.009. It is concluded that there is influence of group activity therapy disseminate the client socialization ability of social isolation in inpatient psychiatric hospitals of the province of Jambi in 2016.Isolasi sosial merupakan diagnosa 3 terbesar dari 7 diagnosa yang ada di rumah sakit jiwa daerah provinsi Jambi. Terapi yang diberikan kepada klien isolasi sosial salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Isolasi sosial adalah gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel, sehingga menimbulkan prilaku yang maladaptif dan mengganggu fungsi seseorang dalam berhubungan. Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) adalah upaya memfasilitasi sosialisasi sejumlah klien dengan kerusakan hubungan social secara kelompok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh TAKS terhadap kemampuan sosialisasi klien isolasi sosial.Desain penelitian ini menggunakan rancangan the one group pretest-postest, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 12 responden. Kemampuan sosialisasi klien diukur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi TAKS menggunakan lembar observasi. Hasil analisa data menunjukkan nilai rata-rata kemampuan sosialisasi responden sebelum diberikan TAKS adalah 2,42 dan sesudah di berikan TAKS menunjukan nilai rata-rata 19,00. Analisa data dengan uji paired sample T-test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari TAKS terhadap kemampuan sosialisasi dengan p=0,009. Penelitian ini ada pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan sosialisasi klien isolasi sosial di ruang rawat inap rumah sakit jiwa daerah provinsi Jambi tahun 2016.Social isolation is a diagnosis 3 largest of the diagnosis inthe area of jambi province. This is given to the isolation of social one is thheraupeutic activity of socialization. Social isolation is a disorder of interpersonal relationships that occur due to the inflexible personality, giving rise to maladaptive behavior and interfere with the functioning of a person in touch. Socialization Activity Group Therapy is seeking to facilitate the socialization of a number of clients with impaired social relationships in groups. The purpose of study was to determine the influence of group activity socialization toward among clients with impaired social. This study design using the one group pretest-posttest, the sampling technique is purposive sampling of 12 respondents. Client socialization skills were measured before and after intervention using observation sheet Est. Analysis of data with paired samples T-test. The analysis shows value of the average capability of the respondents before TAKS 2,42 and after TAKS 19,00.The analysis shows a significant influence on the taks on socialization skills with p = 0.009. It is concluded that there is influence of group activity therapy disseminate the client socialization ability of social isolation in inpatient psychiatric hospitals of the province of Jambi in 2016.Isolasi sosial merupakan diagnosa 3 terbesar dari 7 diagnosa yang ada di rumah sakit jiwa daerah provinsi Jambi. Terapi yang diberikan kepada klien isolasi sosial salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Isolasi sosial adalah gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel, sehingga menimbulkan prilaku yang maladaptif dan mengganggu fungsi seseorang dalam berhubungan. Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) adalah upaya memfasilitasi sosialisasi sejumlah klien dengan kerusakan hubungan social secara kelompok. Desain penelitian ini menggunakan rancangan the one group pretest-postest, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 12 responden. Kemampuan sosialisasi klien diukur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi TAKS menggunakan lembar observasi. Hasil analisa data menunjukkannilai rata-rata kemampuan sosialisasi responden sebelum diberikan TAKS adalah 2,42 dan sesudah di berikan TAKS menunjukan nilai rata-rata 19,00. Analisa data dengan uji paired sample T-test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari TAKS terhadap kemampuan sosialisasi dengan p=0,009. Penelitian ini ada pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan sosialisasi klien isolasi sosial di ruang rawat inap rumah sakit jiwa daerah provinsi Jambi tahun 2016
DETERMINAN DISMENOREA DI SMAN 2 BAGAN SINEMBAH KABUPATEN ROKAN HILIR
Dysmenorrhea is one of gynecological disorder which commonly found in women. The preliminary survey at SMAN 2 Bagan Sinembah revealed that many female students were absent from school because of suffering from dysmenorrhea. The objective of the research was to identify the determinants of the factors which were correlated with dysmenorrhea at SMAN 2 Bagan Sinembah, Rokan Hilir Regency, in 2016. The research used cross sectional designand 141 of them were used as the samples. The research variables were anemia, the habit of doing sport, history of family, and nutritional status. The data were analyzed by using univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis with logistic regression test. The result of bivariate analysis showed the variables of anemia (p=<0.000), the habit of doing sport (p=<0.000), history of family (p=<0.000), and nutritional status (p=<0.000), while the result of multivariate analysis showed that nutritional status had p-value=0.000 (p<0.05), OR=5,508 (95% CI; 2.842-23.824). The conclusion was that there was the correlation of anemia, the habit of doing sport, history of family, and nutritional status with dysmenorrhea. The factor which had the most dominant correlation was nutritional status. The respondents should improve their knowledge of determinants of dysmenorrhea, either from their eating pattern or from their habitual actionsDismenorea atau nyeri haid merupakan salah satu keluhan ginekologi yang paling umum pada perempuan muda. Berdasarkan survey pendahuluan yang peneliti lakukan di SMAN 2 Bagan Sinembah banyak siswi yang izin tidak masuk sekolah, dan alasan yang didapat oleh peneliti mereka izin tidak masuk sekolah dikarenakan dismenorea yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenorea di SMAN 2 Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 141 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah, anemia, kebiasaan olahraga, riwayat keluarga dan status gizi. Analisis data digunakan secara bertahap mencakup analisis univariat, analisis bivariat, serta analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat diperoleh variabel anemia (p=<0,000), kebiasaan olahraga (p=<0,000), riwayat keluarga (p=<0,000) dan status gizi (p=<0,000), sedangkan analisis multivariat menunjukkan status gizimemiliki nilai p=0,000 (p<0,05), OR = 5,508 (95% CI; 2,842-23,824). Kesimpulannya adanya hubungan anemia, kebiasaan olahraga, riwayat keluarga dan status gizi dengan dismenorea, serta faktor yang paling dominan adalah status gizi. Disarankan kepada responden untuk lebih menambah pengetahuannya tentang determinan dismenorea baik dari segi menjaga pola makanannya serta kebiasaan yang dilakukannya
PERGESERAN NILAI BUDAYA JAWA DALAM NOVEL CANTING KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO: SUATU KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA
This reseacrh to interpreting the shifting forms of Javanese culture in Canting novel by Arswendo Atmowiloto: literary anthropological studies. This research is a literary research with hermeneutical method. The data in this study are words and sentences relating to the shift of Javanese culture in Canting novels. The data collection technique is the documentation which further read, understand, and record, and classify the data. Data analysis techniques by reviewing data and interpreting research data and drawing conclusions. The results show that in the novel Canting by Arswendo Atmowiloto there is a shift in Javanese culture in terms of knowledge, belief, art, and morals, as well as laws and customs. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan bentuk-bentuk pergeseran budaya Jawa dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto:kajian antropologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian sastra dengan metode hermeneutika. Data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat yang berkaitan dengan pergeseran budaya Jawa dalam novel Canting. Adapun teknik pengumpulan data adalah dokumentasi yang selanjutnya membaca, memahami, dan mencatat, serta mengklasifikasikan data. Teknik analisis data dengan meninjau kembali data dan menginterpretasikan data penelitian dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto terdapat pergeseran budaya Jawa ditinjau dari pengetahuan, kepercayaan, kesenian, dan moral, serta hukum dan adat istiadat
Grammatical Problems In Introduction Section Of Thesis Written By English Literature Students
Introduction section is the first section of the thesis that has an important role which summarizes background information about the topic. The ability to write a clear and concise introduction section of a thesis is indispensable skill to writers; thus it is essential for students to be aware of linguistic aspects of writing. Past literature in writing studies have shown that although many studies have been written about the grammatical errors and mistakes in writing, there is very little research done on grammatical problems in writing introduction section of thesis. This research was a descriptive qualitative research which aimed to analyze grammatical problems found in the introduction section of thesis written by English literature students at STIBA Persada Bunda Pekanbaru. The source of data in this research was documents taken from students’ thesis. The data were collected by using coding sheets. The findings of this research showed that the most common grammatical problems found in introduction section of thesis was incorrect verbs which dominated by tenses confusion and lack of subject and verb agreement. The possible solutions to overcome students’ grammatical problems were using indirect method in teaching grammar and prioritizing grammar structures to teach
TINDAK PENGANCAMAN DAN PENYELAMATAN WAJAH ANIES BASWEDAN DAN BASUKI “AHOK” TJAHAJA PURNAMA
This article is aimed to investigate face threathening acts and face saving acts demonstrated by Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama as the candidates of DKI Jakarta governor during the debate held in April 2017. Face threatening act and face saving act are analyzed because they are able to show not only their positive image but also the negatve one in front of not only to each candidate but also to the audience watching the debate. Politeness theory from Brown and Levinson (1987.) are employed to analyze both candidates’ face threatening acts and saving acts since this theory provides detailed descriptions of a large range of strategies that can be used to deeply understand both face threatening acts and face saving act performed by the candidates. The context surrounding the debate becomes a crucial point to analyze how politeness strategy is applied to show face thratening act and face saving act. Through qualitative method, this study found that 1) Bald on-record is the strategy used by the candidates to show face threatening and they are intended to show contradictions, to disagree, to insult, to interrupt, to speak out-of-topic, to challenge, and to exaggerate. 2) Both candidates use positive and negative strategies to show face saving act intended to show contradictions, to assert common ground, to show agreement, to joke, to apologize, and to avoid disagreement. 3) The face threatening act and saving acts can be considered as the efforts to defend their argumentations and to preserve their positive faces, 4.) The use of the word “kita” and passive voice can be seen as markers in both candidates’ utterances to minimize the imposed face threatening act and to signal solidarity to each candidate and to audience, 5) While Anies is revealed to be the one who more frequently uses face threatening act, Basuki is the candidate who uses face saving act more often during the debate. The study is expected to enrich the study in the field of pragmatics focusing on the use of politeness strategy. Artikel ini bertujuan untuk menginvestigasi tindak pengancaman muka wajah dan tindak penyelamatan wajah yang ditunjukkan oleh Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama pada Debat Pilkada gubernur provinsi DKI Jakarta 2017. Tindak pengancaman wajah dan penyelamatan wajah diteliti pada makalah ini karena dapat merepresentasikan citra positif maupun citra negatif kandidat pilkada Gubernur DKI tidak hanya dihadapan masing-masing kandidat tetapi juga kepada masyarakat umum yang menyaksikan. Teori kesantunan dari Brown dan Levinson digunakan untuk menganalisis tindak pengancaman muka dan tindak penyelamatan muka kedua kandidat karena teori ini memiliki penjelasan yang komprehensif tentang berbagai strategi yang dapat dipergunakan untuk memahami secara mendalam bagaimana tindak pengancaman dan penyelamatan wajah ditunjukkan oleh kedua kandidiat. Konteks topik debat yang diangkat dipahami untuk dapat menganalisis tindak pengancaman dan penyelamatan wajah oleh Anies dan Basuki. Melalui metode kualitatif, studi ini menemukan bahwa 1) Bald on-record adalah strategi yang sering digunakan untuk menunjukkan tindak pengancaman muka dan ditujukan untuk menyatakan kontradiksi, menyatakan ketidaksetujuan, menyinggung, menginterupsi, berbicara di luar topik pembicaraan, menantang kandidat lain, dan memberikan pernyataan yang berlebihan. 2) Tindak penyelamatan muka dilakukan dengan strategi kesantunan positif dan negatif seperti menyatakan kontradiksi, menegaskan common ground, memberikan persetujuan, membuat lelucon, meminta maaf, dan menghindari ketidaksetujuan. 3) Tindak pengancaman muka dan penyelamatan muka dapat dianggap sebagai cara untuk mempertahankan argumentasi kedua kandidat dan untuk melindungi wajah positif masing-masing.4) Penggunaan kata “kita” dan kalimat pasif dimaksudkan untuk meminmalisiri ancaman sekaligus sebagai sinya solidaritas.5) Anies ditunjukkan sebagai kandidat yang lebih sering menggunakan tindak pengancaman muka, sedangkan Basuki adalah kandidat yang lebih sering menunjukkan penyelamatan muka selama debat berlangsung. Studi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman di bidang pragmatik khususnya tentang penggunaan strategi kesantuna