E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
909 research outputs found
Sort by
PENGARUH AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI WISMA CINTA KASIH
Bad sleep quality causes fatigue, difficulty concentrating, and often drowsiness in the elderly. The purpose of this study was to determine the effect of aroma of lavender therapy on the quality of elderly sleep at Wisma Cinta Kasih Padang. This type of research is quantitative with pre-experimental design using One Group Pretest-Posttest Design design using T-test dependent test. Sampling technique in this research use purposive sampling 30 responden as intervention group. The research to do in Wisma Cinta Kasih Padang. The results of the study found that all elderly (100%) had poor sleep quality before lavender aromatherapy and only 40% experienced poor sleep quality after lavender therapy. The statistical test obtained p value = 0.000, where there is influence of lavender therapy to sleep quality of elderly in Wisma Cinta Kasih Padang. The smell of lavender therapy can improve the quality of elderly sleep. Officer Wisma Cinta Kasih Padang in order to provide lavender therapy every 2 times / week at bedtime so as to improve the quality of elderly sleep. Kualitas tidur buruk menyebabkan kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan sering mengantuk pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aroma terapi lavender terhadap kualitas tidur lansia di Wisma Cinta Kasih Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain preekperimental menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design menggunakan uji T-test dependent. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling 30 responden sebagai kelompok intervensi. Penelitian dilakukan di Wisma Cinta Kasih Padang. Hasil penelitian didapatkan seluruh lansia (100%) mengalami kualitas tidur yang buruk sebelum diberikan aromaterapi lavender dan hanya 40% yang mengalami kualitas tidur buruk sesudah diberikan aroma terapi lavender. Uji statistik didapatkan nilai p= 0,000, dimana terdapat pengaruh terapi lavender terhadap kualitas tidur lansia di Wisma Cinta Kasih Padang. Aroma terapi lavender dpat meningkatkan kualitas tidur lansia. Petugas Wisma Cinta Kasih Padang agar dapat memberikan terapi lavender setiap 2 kali/ minggu saat menjelang tidur sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur lansia.Kualitas tidur buruk menyebabkan kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan sering mengantuk pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aroma terapi lavender terhadap kualitas tidur lansia di Wisma Cinta Kasih Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain preekperimental menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design menggunakan uji T-test dependent. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling 30 responden sebagai kelompok intervensi. Penelitian dilakukan di Wisma Cinta Kasih Padang. Hasil penelitian didapatkan seluruh lansia (100%) mengalami kualitas tidur yang buruk sebelum diberikan aromaterapi lavender dan hanya 40% yang mengalami kualitas tidur buruk sesudah diberikan aroma terapi lavender. Uji statistik didapatkan nilai p= 0,000, dimana terdapat pengaruh terapi lavender terhadap kualitas tidur lansia di Wisma Cinta Kasih Padang. Aroma terapi lavender dpat meningkatkan kualitas tidur lansia. Petugas Wisma Cinta Kasih Padang agar dapat memberikan terapi lavender setiap 2 kali/ minggu saat menjelang tidur sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur lansia. Bad sleep quality causes fatigue, difficulty concentrating, and often drowsiness in the elderly. The purpose of this study was to determine the effect of aroma of lavender therapy on the quality of elderly sleep at Wisma Cinta Kasih Padang. This type of research is quantitative with pre-experimental design using One Group Pretest-Posttest Design design using T-test dependent test. Sampling technique in this research use purposive sampling 30 responden as intervention group. The research to do in Wisma Cinta Kasih Padang. The results of the study found that all elderly (100%) had poor sleep quality before lavender aromatherapy and only 40% experienced poor sleep quality after lavender therapy. The statistical test obtained p value = 0.000, where there is influence of lavender therapy to sleep quality of elderly in Wisma Cinta Kasih Padang. The smell of lavender therapy can improve the quality of elderly sleep. Officer Wisma Cinta Kasih Padang in order to provide lavender therapy every 2 times / week at bedtime so as to improve the quality of elderly sleep
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PNEUMONIA BALITA DI PUSKESMAS UMBAN SARI PEKANBARU TAHUN 2016
According to the health ministry Indonesia, pneumonia is an cause death to two infants after diarrhea. Pneumonia is an acute infection of the respiratory system that has symptoms cough, fever and shortness of breath. This research aims to determine the relationship of nutritional status with the incidence of pneumonia in toddlers in health center Umban Sari Pekanbaru year 2016. This type of research is quantitative with correlation analysis. Research design cross sectional. Population in this research is population of all under five working area of Puskesmas Umban Sari Pekanbaru year 2016 in November to December. Sampling technique sampel use Simple Random Sampling with the number of samples 187 people. It is hoped that this research can beused as input for health workers, especially midwives in improving health service for children, by way of providing education to mothers who have children under five about the provision of nutritional in take to their children and identification risk factor that occur when a poorly metabolized intake leads to infection. Menurut Kementerian Kesehatan, pneumonia merupakan penyebab kematian kedua balita setelah diare. Pneumonia merupakan infeksi akut pada sistem pernafasan yang mempunyai gejala batuk, demam dan sesak nafas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Umban Sari Pekanbaru Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis korelasi. Desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi seluruh balita di wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari Pekanbaru Tahun 2016 pada bulan November sampai Desember. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 187 orang. Adapun hasil bivariat dari uji Chi-square menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan masukkan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi balita
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI PEKANBARU
Diarrheal is still a global problem with high degree of morbidity and mortality in many countries, especially in developing countries, as well as one of high rates s of morbidity and mortality in the world. This study aims to examine the factors that affect the incidence of diarrhea in infants at area health center Rejosari Year in 2017. This type of research quantitative with cross sectional design with chi square test. Place of research at the health center Rejosari Pekanbaru on 01 to 13 May 2017. The Sampling technique using consecutive sampling technique, population in this study amounted to 379 people and a sample of 195 people. Primary data collection with questionnaire. The processing data is SPSS includes editing, coding, sorting, entry, scoring and tabulating. The analysis is univariate and bivariate. The result of research there is correlation factor between independent variable and dependent variable which means Ha accepted and Ho rejected with p-value <α = 0,05. education p-value = 0,000, knowledge p-value = 0,000, handwashing behavior p-value = 0,000. So it is concluded that there is a factor relationship that affects the incidence of diarrhea in infants in the work area of health center Rejosari Pekanbaru in 2017Penyakit diare masih menjadi masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang, dan juga sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan uji Chi square. Tempat penelitian di Puskesmas Rejosari Pekanbaru pada tanggal 01 hingga 13 Mei tahun 2017. Teknik sampling consecutive sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 379 orang dan sampel berjumlah 195 orang. Pengumpulan data primer dengan lembar kuesioner. Pengolahan data SPSS meliputi editing, coding, sorting, entry, skoring dan tabulating. Analisa data adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan faktor antara variabel independen dan variabel dependen yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan nilai p-value<α=0,05. pendidikan p-value= 0,000, pengetahuan p-value= 0,000, perilaku mencuci tangan p-value= 0,000. Maka disimpulkan terdapat hubungan faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru tahun 2017
HUBUNGAN BBLR DAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS LIMA PULUH PEKANBARU
Stunting is one of the long-term indicators for malnutrition. Stunting prevalence in Indonesia about 37.2%. Babies born with low birth weight is 10.2% and the achievement of exclusive breastfeeding is 30.2%. Survey in Limapuluh Health Centre Pekanbaru, from 18 children who perform measurements, obtained 13 infants suffered stunting. The result of interviews showed that three of them were born with low birth weight (BBLR) and five are not given exclusive breastfeeding. This research is to find-out the correlation between low birth weight (BBLR) and exclusive breastfeeding with stunting in Limapuluh Health Centre Pekanbaru in 2017. This study was a quantitative analysis study used cross sectional strategy. Population consists of 300 people, sample consists of 75 people by accidental sampling technique. Analysis using univariat and bivariate. The result were 25 infant (33,3%) are stunting, 22 infant (29,3%) with low birth weight (BBLR) and not given exclusive breastfeeding are 55 infant (73,3%). There was a significant association between low birth weight (BBLR) with stunting was obtained p value 0.000 and association between exclusive breastfeeding with stunting was obtained p value 0.021 its mean p<0,05. There is a relationship between BBLR and exclusive breastfeeding with stunting events, the Ha accepted.Stunting merupakan salah satu indikasi buruknya status gizi pada anak. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 37,2%. Angka kejadian bayi dengan BBLR sebanyak 10,2% dan pencapaian ASI ekslusif 30,2%. Survey di Puskesmas Lima Puluh kota Pekanbaru Provinsi Riau didapatkan dari 18 orang balita yang di ukur, 13 orang diantaranya mengalami stunting. Hasil wawancara memperlihatkan bahwa 3 orang diantaranya lahir dengan BBLR dan 5 orang tidak diberikan ASI ekslusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dan ASI ekslusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 300 orang balita, sampel 75 responden dengan teknik accidental sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 25 orang (33,3%) balita mengalami stunting, balita dengan BBLR sebanyak 22 orang (29,3%) dan yang tidak diberikan ASI ekslusif sebanyak 55 orang (73,3%). Ada hubungan yang bermakna antara berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting dimana p value 0.000 dan terdapat hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting diperoleh nilai p value 0.021 artinya p<0,05. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara BBLR dan ASI eklusif dengan kejadian stunting, maka Ha diterima
METODE BERMAIN PUZZLE BERPENGARUH PADA PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH
Pre-school is a period to increase fine motor development of children. This research aims to determine the increasing of fine motor development using the puzzle for preschoolers. his research is using one-group pre-post test design without control and procedures for statistical analysis through Wilcoxon Sign Rank Test with a confidence level of 95% and α: 5%. The subjects of this study were 40 children. The results of the analysis showed that there was effect of the intervention method by playing puzzle through the development of fine motor skills at pre-school children in mind that the value of Z sign p = 0.001 where significant value of p <0.05. Puzzle play method can improve child language development. The results of this research can be used as the basic for doing the puzzles therapy in children because it can improve fine motor skills development of children. Masa prasekolah merupakan masa peningkatan perkembangan motorik halus. Motorik halus adalah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok otot-otot kecil seperti jari-jemari. Pada survey awal hampir sebagian anak mengalami perkembangan motorik suspek. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak pra sekolah. Penelitian ini menggunakan one-group pra-post test design tanpa control dan analisis statistik menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kepercayaan 95% dan α : 5%. Populasi penelitian 50 anak dan sample 40 anak dengan tehnik Simple Random Sampling. Setelah data terkumpul dengan menggunakan DDST selanjutnya dianalisa. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh metode bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus diketahui p sign = 0,001 dimana nilai signifikan p < 0,05. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan terapi puzzle pada anak untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak
EXPERIENCE OF NURSE ASSOSIATE TO IMPLEMENT TRIAGE IN EMERGENCY ROOM INSTALLATION
Triageis a system of in the Emergency Room aims to select or classify all patients who need the help and assign priority handling. A study on the phenomena that occur on experience in performing triage nurse. Researchers use qualitative research design with phenomenology approach. The research was conducted at Emergency Installation of Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Population and sample in this research is numbered 3 participants, the study was obtained by purposive sampling.. Instrument Participant of the research is the nurse in the room of the Emergency Room Installation, the research in this research is the researcher himself. The study of 3 participants gained six themes, namely: (1) skill Technically nurse triage, (2) the principle of triage, (3) the ability of sorting patients is still not effective, (4) infrastructure, (5) the impact of doing mistakes triage and (6) solutions for patient safety. Hospital and emergency room is recommended to add special training triage nurse triage, is expected to provide motivation for the triage nurse and triage nurse are expected to be in the room triage to be able to do sorting.Triage adalah suatu proses yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat . Tujuan Triage adalah mengelompokkan atau mengkategorikan semua pasien yang butuh pertolongan untuk menetapkan prioritas penanganannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi mengenai pengalaman perawat dalam melaksanakan triage. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 3 orang partisipan, penelitian tersebut diperoleh dengan teknik purposive sampling.. Instrumen Partisipan penelitian adalah perawat pelaksana diruangan Instalasi Gawat Darurat, penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Hasil penelitian terhadap 3 partisipan diperoleh 6 tema, yaitu: (1) keterampilan teknikal perawat triage, (2) prinsip triage, (3) kemampuan dalam pemilahan pasien masih belum efektif, (4) sarana prasarana, (5) dampak dalam melakukan kesalahan triage, dan (6) solusi untuk keselamatan pasien. Rumah sakit dan Instalasi Gawat Darurat disarankan untuk menambahkan pelatihan khusus triage bagi perawat triage, di harapkan dapat memberikam motivasi bagi para perawat triage, serta perawat triage diharapkan dapat selalu berada di ruang triage untuk dapat melakukan pemilahan.
DETEKSI DINI PERKEMBANGAN BALITA DENGAN METODE DDST II DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUANDA SAMARINDA
The toddler is a vulnerable age for the issue of developmental disorders. DDST is one of the methods of screening for child development disorders.The DDST assessment is to assess the development of children in four sectors. There are assessments of personal social, fine motor, language, and gross motor. the purpose of this study to see the development of children through DDST. This research was conducted at 7 Integrated Health Pos (Posyandu) in Community Health Center of Samarinda. Sampling technique using purposive sampling. The sample of this research was children aged 1-5 years as many as 113 children. Data collection was obtained through direct testing of the child through DDST II and interviews with respondents' parents. Researcher analyzed data using Univariate by searching for frequency distribution. The result of the conclusion of all aspects on development of children under five years using DDST II method showed normal child development were 93 children (82.3%), 2 abnormal children (1.8%), and 18 children suspected (15.9%).Anak balita merupakan usia yang rentan untuk terjadinya masalah gangguan perkembangan. DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Penilaian DDST ini menilai perkembangan anak dalam empat sektor, yaitu penilaian terhadap personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Tujuan penelitian ini untuk melihat tingkat perkembangan anak dengan penilaian DDST. Penelitian ini dilaksanakan di 7 Posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Samarinda. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah anak balita usia 1-5 tahun sebanyak 113 balita. Pengumpulan data diperoleh melalui pengujian langsung terhadap anak yang bersangkutan melalui tes DDST II dan melakukan wawancara dengan orang tua responden. Analisis data menggunakan Univariat dengan mencari distribusi frekuensi. Hasil kesimpulan keseluruhan aspek perkembangan pada balita menggunakan metode DDST II didapatkan perkembangan anak normal berjumlah 93 balita (82.3%), abnormal ada 2 balita (1.8%), dan suspect ada 18 balita (15.9%)
PEMBERIAN INFRA RED, STRIPPING DAN STRETCHING TERHADAP NYERI TENSION HEADACHE DI PUSKESMAS TAPUS
Prevalence of headache in Indonesia is very high. More than 90% of patients consult a doctor. The aim of research is to know the difference of pain after giving Infra Red, Stripping, and Stretching to the pain of tension headache. This research design is quasi experiment with pre and post test design. Population in this research is all patient of tension headache at Tapus Health Center. Sampling using accidental sampling with 10 samples. The data were collected using observation sheet of pain caused by tension headache. Data analysis was done by computerized using Wilcoxon test. The results showed that the mean intensity of pain before the 5.60 decreased to 4.78 after intervention and the mean intensity of tenderness before the 6.10 decreased to 5.27 after the intervention. The results of analysis showed that there was a difference in the intensity of pain (p = 0,005) and tenderness (p = 0,005).It can be concluded that therapy with Infra Red (IR), Stripping, and Stretching is effective to decreased pain intensity due to tension headache. For that it is expected to patients with pain complaints to tension headache to be always active and disciplined follow effective therapy in reducing the intensity of pain. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Lebih dari 90% pasien yang berkonsultasi ke dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nyeri tekan dan gerak setelah pemberian Infra Red, Stripping, dan Stretching terhadap nyeri pada kasus tension headache di Puskesmas Tapus Kabupaten Pasaman tahun 2016. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien tension headache di Puskesmas Tapus pada bulan Juni sampai Juli tahun 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri akibat tension headache. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri gerak sebelum intervensi 5,60 menurun menjadi 4,78 setelah intervensi dan rata-rata intensitas nyeri tekan sebelum intervensi 6,10 menurun menjadi 5,27 setelah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri gerak (p=0,005) dan nyeri tekan (p=0,005) sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR), Stripping, dan Stretching efektif terhadap penurunan intensitas nyeri akibat tension headache. Diharapkan kepada pasien dengan keluhan nyeri akibat tension headache untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri
MILD Terhadap Perilaku Pasien Diabetes Mellitus Di Kelurahan Maharani Rumbai Bukit Pekanbaru
The increasing prevalence of Diabetes Mellitus (DM) and its complications will give impact on the quality of life of the community. DM patient care is very closely related to lifestyle settings. Changes in healthy lifestyles in community require education of health workers. While education related to improvements in motivation and lifestyle changes in preventing the occurrence of DM complications is still not running to its full potential. This research aims to know the influence of Motivational Interviewing Lifestyle Diabetes (MILD) against the readiness of DM patient behavior changes. This research is one of the application of educational and counseling techniques independently and collaboration for nurses in order to prevent the occurrence of wound DM. Its application needs a proper guideline and the right process. This quantitative research was conducted in Kelurahan Maharani Working Area Puskesmas Rumbai Bukit Pekanbaru. The population was 23 people with purposive sampling. The result of Chi Square test, there is influence of MILD technique on the readiness of patient behavior change DM (p value: 0.000 <α: 0.05). Expected this research can be used as a guide in conducting self-care intervention nursing DM patients. Further research need to be done by involving medical teams such as doctors, nutritionists and labs, and also addition of larger samples with different designs.Meningkatnya prevalensi Diabetes Mellitus (DM) dan komplikasinya akan memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Perawatan pasien DM sangat berkaitan erat dengan pengaturan gaya hidup. Perubahan gaya hidup sehat di masyarakat membutuhkan edukasi dari tenaga kesehatan. Sementara edukasi terkait perbaikan motivasi dan perubahan gaya hidup dalam mencegah terjadinya komplikasi DM masih belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivational Interviewing Lifestyle Diabetes (MILD) terhadap kesiapan perubahan perilaku pasien DM. Penelitian ini merupakan salah satu penerapan teknik edukasi dan konseling secara mandiri dan kolaborasi bagi perawat dalam rangka mencegah terjadinya luka DM. Penerapannya membutuhkan suatu panduan dan proses yang tepat. Penelitian kuantitatif ini dilakukan di Kelurahan Maharani Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit Pekanbaru. Populasi adalah sebanyak 23 orang denganpurposive sampling. Hasil analisis bivariat uji Chi Square diketahui ada pengaruh teknik MILD terhadap kesediaan perubahan perilaku pasien DM (p value: 0.000 < α: 0.05). Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai panduan dalam melakukan intervensi mandiri keperawatan pasien DM. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang melibatkan tim medis lain seperti dokter, laboran dan ahli gizi, serta penambahan jumlah sampel yang lebih besar dengan desain yang berbeda
ANALISA PENTINGNYA PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA DALAM KELANCARAN BERKOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS
Penelitian ini membahas tentang pentingnya pemahaman lintas budaya terhadap kelancaran berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman budaya barat berperan terhadap kelancaran berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada mahasiswa. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik khususnya Cross Cultural Pragmatics oleh Yule, yang melihat pentingnya pemahaman lintas budaya dalam berkomunikasi. Selanjutnya teori lintas budaya oleh Hall tentang high vs low context juga digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris yang barasal dari dua Sekolah Tinggi yaitu STBA Prayoga Padang dan STBA Haji Agus Salim Bukittinggi. Total jumlah sampel sebanyak 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pemahaman yang bagus terhadap budaya Barat memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang bagus dan lancar. Dari total sampel, ada sebanyak 8 orang yang memiliki pemahaman yang bagus dan lancar dalam berkomunikasi. Sebanyak 6 dikategorikan memiliki pemahaman yang kurang bagus atau sedang terhadap budaya barat, sehingga komunikasi dalam bahasa Inggris juga kurang lancar. Selanjutnya, 6 orang hampir tidak memahami budaya barat dan berkomunikasi sangat tidak bagus atau buruk