E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
    909 research outputs found

    Evaluation of Outpatient Prescription Compliance in A Bukittinggi Hospital

    Full text link
    Prescriptions are written requests from doctors or dentists to pharmacists, whether in paper or electronic form to provide and deliver medicines to patients in accordance with applicable regulations. Pharmacists play an important role in preventing medication error by performing prescription screening to reduce the risks of harm on patients. The objective of the study was to evaluate the compliance of outpatient prescriptions in Bukittinggi Hospital. This research was performed using descriptive observational with a cross-sectional design. An amount of 119 prescriptions from July to September 2017 were collected. All prescriptions were screened for their compliance to Pharmaceutical Care Standard in Indonesian Hospitals, which consists of three criteria: 1) administrative requirements, 2) pharmaceutical compatibilities and 3) clinical considerations, and derived into 21 sub-criteria. Data analysis was performed using descriptive statistics. After screened thoroughly, there were no prescriptions which totally comply with the standard. There were only 10 of 21 sub-criteria which were fulfilled by the prescriptions, which were registration number, R/ mark, patient`s name, dosage form, frequency, duration of therapy, drug name, strength, drug interaction, and drug duplication. It can be concluded that the prescriptions have not fulfilled the pharmaceutical care standard. Thus, hospital pharmacists need to improve pharmaceutical services

    Faktor yang Mempengaruhi Pernikahan Usia Dini di Desa Baru Kabupaten Kerinci

    Full text link
    Early marriage is marriage for teenagers under the age of 20 who should not be ready to carry out marriage. The 2018 Riskesdas data held by BPS, namely the existence of early marriage among women aged ≤ 16 years, 15.66% were married at the age of 17-18 years there were 20.03%. The purpose of this study was to determine the factors that influence early marriage in Baru Village, Air Warm Barat District, Kerinci Regency in 2019. This type of research is analytic with cross sectional design. The population of this study was all married women in Baru Village, Air Warm Barat District, totaling 207 people with a sample of 67 people. Data collection using a questionnaire by interview. The sampling technique in this study is simple random sampling. The study was conducted in January - August 2019. Data collection was carried out on 09 - 19 July 2019. Data were analyzed univariately and bivariately using computerization. The results showed less than half (47.8%) of respondents married early, more than half (61.2%) had a low level of knowledge about early marriage, more than half (53.7%) had a supportive culture about early marriage, More out of half (62.7%) having the role of peers plays a role. There is a relationship between the level of knowledge, culture, the role of peers and early marriage in Baru Village, Air Warm Barat District, Kerinci Regency in 2019 Pernikahan dini adalah pernikahan pada remaja di bawah usia 20 tahun yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan. Data Riskesdas 2018 yang diadakan oleh BPS yaitu adanya pernikahan dini pada perempuan usia ≤ 16 tahunterdapat 15,66% menikah pada usia 17-18 tahun terdapat 20,03%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan usia dini di Desa Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh wanita yang sudah menikah di Desa Baru Kecamatan Air Hangat Barat, yang berjumlah 207 orang dengan sampel 67 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Agustus 2019. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 09 – 19 Juli 2019. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan kurang dari separoh (47,8%) responden menikah dini, lebih dari separoh (61,2%) memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang pernikahan dini, lebih dari separoh (53,7%) memiliki budaya mendukung tentang pernikahan dini , Lebih dari separoh (62,7%) memiliki peran teman sebaya berperan. Ada hubungan tingkat pengetahuan, budaya, peran teman sebaya dengan penikahan dini di Desa Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci tahun 2019

    Persepsi Perawat Tentang Evidence Based Nursing Practice (EBNP) di Rumah Sakit

    Full text link
    Evidence-Based Practice is a systematic approach to improving the quality of nursing practiceby collecting the best evidence. The application of Evidence Based Nursing Practice (EBNP) in nursing services has focused on the hospital setting. The concept of EBNP is acceptable but difficult to implement, so it is necessary to study how nurses' perceptions of EBNP are. This study aims to explore nurses' perceptions about EBNP at Bukittinggi Hospital. Qualitative research design with a phenomenological approach. Data collection was carried out through in-depth interviews with six participants using purposive sampling technique. Criteria for inclusion in the sample are the head of the room or the team leader in the nursing service unit. Data were analyzed by the Colaizzi method. The results this research found four themes, (1) Lack of nurses 'understanding of EBNP, (2) Obstacles in EBNP implementation (3) Nurses' expectations in implementing EBNP, (4) Benefits in implementing EBNP. The conclusion this research is the lack of nurses 'understanding of EBNP, there are obstacles in implementing EBNP, nurses' expectations in implementing EBNP and the advantages in implementing EBNPEvidence-Based Practice adalah pendekatan sistematis untuk meningkatkan kualitas praktik keperawatan dengan mengumpulkan bukti terbaik. Penerapan Evidence Based Nursing Practice (EBNP) dalam pelayanan keperawatan telah difokuskan pada tatanan rumah sakit. Konsep EBNP dapat diterima namun sulit dalam implementasinya, sehingga perlu dikaji bagaimana persepsi perawat tentang EBNP. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi perawat tentang EBNP di RSAM Bukittinggi. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada enam partisipan dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi sampel adalah kepala ruangan atau ketua tim pada unit pelayanan keperawatan. Data dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian ditemukan empat  tema yaitu (1) Kurangnya pemahaman perawat tentang EBNP, (2) Hambatan dalam penerapan EBNP (3) Harapan perawat dalam penerapan EBNP, (4) Keuntungan dalam menerapkan EBNP. Kesimpulan penelitian ini yaitu kurangnya pemahaman perawat tentang EBNP, terdapat hambatan dalam penerapan EBNP, harapan perawat dalam penerapan EBNP dan keuntungan dalam menerapkan EBN

    Ankle Brachial Indeks (ABI), Kadar Glukosa Darah dan Nutrisi Pada Ulkus Diabetikum

    Full text link
    The increasing number of people with diabetes mellitus each year, the client has also experienced one of the complications, namely ulcers. During this time, the concern of nurses at Raden Mattaher Jambi Hospital is only an ulcer on the client, but no intervention has been made to determine the factors causing the duration of the client's ulcer resolved. The kind of is a cross-sectional. The sample in this study was 27 respondents who had criteria by what was to be studied. The sampling technique is done by accidental sampling that is taking samples by taking cases or respondents who happen to be available or available. Analysis of the data in this study was Univariate and Bivariate. It was held on April 29th until June 29th 2019 with uses observation sheets and questionnaires as aids in data collection. Statistical test results obtained p-value <0.05, meaning that there is a relationship between ABI values, blood glucose levels and nutrients with the area of diabetic ulcer. It can be concluded that the ABI value, blood glucose level and nutrition affect the area of diabetic ulcer. It is expected that Raden Mattaher Jambi Hospital can make ABI examination a Standard Operational Procedure and control blood glucose and nutrition levels as a factor in accelerating wound healing. Semakin meningkatnya angka penderita diabetes mellitus tiap tahunnya, maka semakin meningkat pula klien mengalami salah satu komplikasinya yaitu ulkus. Selama ini, yang menjadi perhatian perawat di RSUD Raden Mattaher Jambi hanya ulkus pada klien, namun belum ada intervensi yang dilakukan guna mengetahui faktor penyebab lamanya ulkus klien teratasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian cros sectional. Sampel dalam penelitian ini 27 responden yang memiliki kriteria sesuai dengan yang akan diteliti. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia. Analisa data dalam penelitian ini secarra Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilaksanakan dari 29 April-29 Juni 2019 dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner sebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value < 0,05, artinya ada hubungan antara nilai ABI, kadar glukosa darah dan nutrisi dengan luas ulkus diabetikum. Dapat disimpulkan bahwa nilai ABI, kadar glukosa darah dan nutrisi mempengaruhi luas ulkus diabetikum. Diharapkan kepada pihak RSUD Raden Mattaher Jambi dapat menjadikan pemeriksaan ABI sebagai Standar Prosedur Operasional dan melakukan pengontrolan kadar glukosa darah serta nutrisi sebagai faktor mempercepat penyembuhan luka

    Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada Hotel Permai Pekanbaru

    No full text
    The purpose of this study was to determine how much influence work motivation on employee work discipline at Permai Hotel Pekanbaru. In this study the authors used data analysis with Quantitative methods, namely data that can be calculated in the form of numbers obtained through questionnaires on respondents or the employee itself, and consists of Primary data and Secondary data. The results of the study based on regression analysis found that there was an effect of work motivation on employee work discipline positive correlation coefficient means having a unidirectional relationship. The better the motivation possessed by an employee, the higher the work discipline of the employee. Conversely, if the employee's work motivation is low then the work discipline will also be low, therefore the company leader, especially the hotel game will still provide motivation to employees to be able to improve work discipline.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap disiplin kerja karyawan pada Hotel Permai Pekanbaru.Di dalam Penelitian ini penulis menggunakan analisa data dengan metode Kuantitatif, yaitu data yang dapat dihitung berupa angka-angka diperoleh melalui penyebaran angket penelitian terhadap responden atau karyawan itu sendiri, dan terdiri dari data Primer dan data Sekunder. Hasil penelitian berdasarkan analisis regresi ditemukan ada pengaruh motivasi kerja terhadap disiplin kerja karyawan koefisien korelasi positif artinya memiliki hubungan yang searah. Semakin baik motivasi yang dimiliki oleh seorang karyawan maka akan semakin tinggi disiplin kerja karyawan, Sebaliknya apabila motivasi kerja karyawan rendah maka disinlin kerja juga akan rendah, oleh karena itu pimpinan perusahaan khususnya hotel permai tetap memberikan motivasi kepada karyawan untuk dapat meningkatkan disiplin kerja

    Pengaruh Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja Karyawan PT. Cassia Coop Sungai Penuh

    No full text
    The purpose of the research is to find out the Effect of Work Environment and Individual Characteristics on the Employee Performance of PT. Cassia Coop Sungai Penuh. The samples taken were 42 people who worked at PT Cassia Coop Sungai Penuh. The method of data analysis in this research is quantitative descriptive method and qualitative descriptive method. The results showed that partially the work environment did not significantly influence the performance of PT. Cassia Coop Sungai Penuh employees. Partially Individual Characteristics have a significant effect on the performance of PT Cassia Coop Sungai Penuh employees. Simultaneously the work environment and individual characteristics significantly influence the performance of the PT Cassia Coop Sungai Penuh employees. The magnitude of the contribution of the influence of work environment variables and Individual Characteristics on the performance of PT Cassia Coop Sungai Penuh employees is 46.4% while the remaining 53.6% is influenced by other variables not included in this study.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu terhadap Kinerja Karyawan PT. Cassia Coop Sungai Penuh. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Cassia Coop Sungai Penuh, kemudian diambil sampel sebanyak 42 orang. Metode analisis data penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan PT. Cassia Coop Sungai Penuh. Secara parsial Karakteristik Individu berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan PT. Cassia Coop Sungai Penuh. Secara simultan lingkungan kerja dan Karakteristik Individu berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan PT. Cassia Coop Sungai Penuh. Besarnya sumbangan pengaruh variabel lingkungan kerja dan Karakteristik Individu terhadap Kinerja karyawan PT Cassia Coop Sungai Penuh adalah sebesar 46,4% sedangkan sisanya 53,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

    STUDENTS’ ABILITY, PROBLEMS AND CAUSES OF PROBLEM IN WRITING EXPLANATION TEXT AT THE FIRST GRADE OF SMAN 1 BATUSANGKAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan, masalah serta penyebab masalah yang dialami siswa dalam menulis teks explanation. Jenis penelitian ini adalah deskriftif-qualitatif.  Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X  SMAN 1Batusangkar yang terdiri dari 70 siswa. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari tes menulis yang dilaksanakan di kelas. Sedangkan, data kualitatif diperoleh dari wawancara yang dilakukan terhadap 70 orang siswa tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan dan masalah yang dihadapi siswa dalam menulis teks explanation, dapat digolongkan dalam beberapa kriteria yaitu pola teks, konteks bahasa, ejaan kata dan sintaksis bahasa. Dari kriteria tersebut, hasil rata-rata kemampuan siswa dapat digolongkan bagus. Nilai rata-rata siswa dalam menulis teks explanation adalah 67,74. Namun, sebagian dari mereka masih menemukan masalah terutama dalam konteks bahasa khususnya tata bahasa. Temuan juga menunjukkan bahwa penyebab kesulitan tersebut adalah pengaruh bahasa pertama, bahasa sasaran yang begitu sulit, dan kurangnya pengetahuan siswa tentang komponen dalam menulis teks explanation.Kata Kunci: Kemampuan, Masalah, Peneyabab Masalah dan Teks Explanatio

    PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF

    No full text
    Kognitif diartikan sebagai potensi intelektual, lebih jelasnya kemampuan kognitif diartikan sebagai kemampuan yang dapat diamati dari aktivitas mental untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sendiri. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di STT Dumai diketahui bahwa belum tersedia bahan ajar yang memfasilitasi mahasiswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Maka pada penelitian ini dilakukan pengembangan dan penerapan modul fisika berbasis model pembelajaran process oriented guided inquiry learning (POGIL) untuk meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari tahapan analysis, design, development, implementation, and evaluation. Untuk melihat peningkatan kemampuan kognitif mahasiswa pada tahap implementation model ADDIE dilakukan pre experiment dengan one group pretest-posttest design, dan sampel penelitian dipilih menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk menyelidiki peningkatan kemampuan kognitif mahasiswa adalah  tes. Pengolahan data kemampuan kognitif dilakukan dengan menghitung rata-rata gain yang dinormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatakan kemampuan kognitif mahasiswa yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata gain yang dinormalisasi sebesar 0,62 pada kategori sedang

    Kepemilikan Jaminan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta

    No full text
    Quality of service is an important thing that must be considered by every facility of health services in providing service to patients. Quality of service is closely linked with comprehensive and systematic services to provide excellent service without distinguishing any patients either public or health-care users. The purpose of this study to determine the relationship between the ownership of health insurance with patient satisfaction in Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta. This research is a quantitative research with cross- sectional design. Samples in this study were patients who came to visit or seek treatment and enrolled in Puskesmas Jetis 1 Bantul as many as 97 people taken by accidental sampling technique. Data were analyzed using chi-square analysis. The results showed most of the respondents who have collateral such as Askes, JKN, Jamkesda, and Jamkesmas (67%) were satisfied with the services provided. The result of chi-square correlation test shows that there is correlation between assurance ownership and patients satisfaction at Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta which is shown by Sig value. of 0.00 (Sig <0.05). This study can be concluded that there is a significant relationship between guarantee ownership and patient satisfaction with the majority of patients who have more satisfied health insurance.Kualitas pelayanan merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.Kualitas pelayanan berhubungan erat dengan pelayanan yang komprehensif dan sistematis untuk memberikan pelayan yang prima tanpa membedakan setiap pasien baik umum maupun pengguna jaminan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepemilikan jaminan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang datang berkunjung atau berobat dan terdaftar di Puskesmas Jetis 1 Bantul sebanyak 97 orang yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling.Data dianalisis menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang memiliki jaminan seperti Askes, JKN, Jamkesda, dan Jamkesmas (67%) merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil uji korelasi chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara kepemilikan jaminan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta yang ditunjukkan dengan nilai Sig. sebesar 0,00 (Sig < 0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan jaminan dengan kepuasan pasien dengan mayoritas pasien yang memiliki jaminan kesehatan yang lebih merasa puas

    Gambaran Penggunaan Gentamisin Pasien Pediatri di Bangsal Anak Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu

    No full text
    Gentamicin is one of the 10 most widely used drugs in pediatric patients. Gentamicin is an antibiotic class of aminoglycosides used in severe infections caused by aerobic negative bacteria, especially bactericidal activity against pseudomonas aeroginosa and enterobacter species. The purpose of this study was to find out the percentage characteristics of patients receiving gentamicin drugs based on sex, disease diagnosis, route of administration, and age. This study is an observational study to determine the use of gentamicin in pediatrics. This research is a descriptive study, with a purposive sampling approach by retrospectively retrieving data based on medical records and primary data from direct interviews with patients and families of patients using gentamicin drugs in the pediatric ward of Bengkulu III TK Bhayangkara Hospital. This study connects the independent variables, namely the level of use of gentamicin drugs in pediatrics and dependent variables which include the patient's gender, route of administration of drugs, dosage, dosage form, age, and diagnosis of the disease. The measurement results in this study were in the form of a percentage (%). The results of the study on the use of gentamicin in the respondents found as many as 30 respondents with the highest age characteristics namely male sex 66.67% and women 33.33% with the diagnosis of the most diseases GEA (Gastrointestinal) 43.34%, the highest drug delivery route is injection 86.67%, with the highest patient age, ie Babies (1 Month-1 Yr) 43.34%.Gentamisin termasuk 10 besar obat yang paling banyak digunakan pada pasien anak. Gentamisin merupakan antibiotika golongan aminoglikosida yang digunakan pada infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri negatif aerob terutama aktivitas bakterisidal terhadap pseudomonas aeroginosa dan spesies enterobacter. Tujuan dari penelitian ini mengetahui persentase karakteristik jumlah pasien yang mendapat obat gentamisin berdasarkan jenis kelamin, diagnosa penyakit, rute pemberian obat, dan umur. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional untuk mengetahui penggunaan gentamisin pada pediatri. Penelitian ini  merupakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan secara purposive sampling dengan melakukan pengambilan data secara retrospektif yang didasarkan dari rekam medik  dan data primer dari wawancara langsung ke pasien maupun keluarga pasien yang menggunakan obat gentamisin di bangsal anak Rumah Sakit Bhayangkara TK III Polda Bengkulu. Penelitian ini menghubungkan variabel independent yaitu tingkat penggunaan obat gentamisin pada pediatri dan variabel dependent yaitu meliputi jenis kelamin pasien, rute pemberian obat, dosis, bentuk sediaan, umur, dan diagnosa penyakit. Hasil  ukur dalam  penelitian ini berupa persentase (%). Hasil penelitian tentang penggunaan gentamisin pada responden didapatkan  sebanyak 30 responden dengan karakteristik umur tertinggi yaitu jenis kelamin laki-laki 66,67% dan perempuan 33.33% dengan diagnosa penyakit yang paling banyak GEA (Gastrointestinal) 43,34 %, rute pemberian obat tertinggi yaitu injeksi 86,67 %, dengan umur pasien yang tertinggi yaitu Bayi (1 Bln-1 Thn) 43,34%

    183

    full texts

    909

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇