E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
909 research outputs found
Sort by
Aktivitas Antioksidan Infusa Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Warna Daun
Daun dari tanaman kelor bermanfaat sebagai antioksidan. Hal ini telah diketahui dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Namun dalam hal perbedaan warna daun mempengaruhi kekuatan antioksidan yang dimiliki oleh daun kelor belum diteliti maka pada penelitian ini peneliti menguji kekuatan aktivitas antioksidan infusa daun kelor hijau muda dan hijau tua yang diambil dari daerah Bengkulu-Indonesia. Metode ekstraksi yang digunakan untuk pengujian ini adalah infusa sedangkan zat radikal yang digunakan adalah DPPH. Hasil kekuatan aktivitas antioksidan 50% infusa daun kelor hijau muda, daun kelor tua, dan vitamin C berturut-turut adalah sebesar 181,45µg/m;, 318,57µg/mL; 5,49 µg/mL. Hasil pengujian memperlihatkan kekuatan aktivitas antioksidan infusa daun kelor muda lebih besar daripada daun kelor hijau tua. Hasil signifikansi konsentrasi dihitung dengan menggunakan uji T Paired Two Sample dengan nilai α = 0,05.The leaves of Moringa plants are useful as antioxidants. This has been known from several results of studies that have been done before. However, in terms of differences in leaf color affecting the antioxidant power possessed by Moringa leaves has not been studied, in this study the researchers tested the strength of the antioxidant activity of light green and dark green Moringa leaves taken from the Bengkulu-Indonesia area. The extraction method used for this test is infusion while the radical used is DPPH. The results of the strength of the antioxidant activity of 50% infusion of young green Moringa leaves, old Moringa leaves, and vitamin C respectively were 181.45 µg / m ;, 318.57 µg / mL; 5.49 μg / mL. The test results showed the strength of the antioxidant activity of young Moringa leaf infusion was greater than the dark green Moringa leaves. The results of the significance of the concentration were calculated using the Paired Two Sample T test with a value of α = 0.05
Daya Antihiperglikemia Yoghurt Pada Mencit Putih Jantan
Research has been conducted on the antihyperglycemic of yogurt in male white mice. Yogurt contains probiotics that have a positive effect on both type 1 and types 2 diabetes mellitus. Yogurt is given for 3 weeks at a dose of 200 grams / Kg BW / day and 400 grams / Kg BW / day to mice that have been alloxan-induced. As a comparison, a positive control group was created, the alloxan-induced mice group, but not given yogurt and a negative control group, the mice group without any treatment. After 3 weeks of treatment with yogurt, it was found that there was a significant difference between the average blood glucose levels in the mice of the 200 grams/ Kg BW group and the 400 grams / Kg BW dose with the positive control group. From the data on the percentage increase in blood glucose levels of mice, it is known that by giving yogurt for 3 weeks, reducing the high percentage of increase in blood glucose levels in mice. From these data, it can be concluded that the administration of yogurt with a dose of 200 grams / Kg / day and 400 grams / Kg / day can help reduce blood glucose levels in alloxan-induced mice. Telah dilakukan penelitian mengenai daya antihiperglikemia yogurt pada mencit putih jantan. Yogurt mengandung probiotik yang memberikan pengaruh positif terhadap diabetes mellitus baik tipe 1 maupun tipe 2. Yogurt diberikan selama 3 minggu dengan dosis 200/Kg BB/hari dan 400 gram/Kg BB/hari kepada mencit yang telah diinduksi aloksan. Sebagai pembanding dibuat kelompok kontrol positif yaitu kelompok mencit yang diinduksi aloksan, namun tidak diberi yogurt dan kelompok kontrol negatif, yaitu kelompok mencit tanpa perlakuan apapun. Setelah 3 minggu perlakuan dengan yogurt, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan bermakna antara rata-rata kadar glukosa darah mencit kelompok dosis 200 gram/Kg BB dan dosis 400 gram/Kg BB dengan kelompok kontrol postif. Dari data persentase kenaikan kadar glukosa darah mencit, diketahui bahwa dengan pemberian yogurt selama 3 minggu, mengurangi tingginya persentase kenaikan kadar glukosa darah mencit.dari data-data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian yogurt dengan dosis 200 gram/Kg BB/hari dan 400 gram/Kg BB/hari dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah mencit yang diinduksi aloksan
Analisis Pengalaman Keluarga Merawat Pasien Skizofrenia dengan Masalah Halusinasi Pendengaran Pasca Hospitalisasi
Clients with hallucinations really need continuous family support both internal and external families. Reduced external family support will cause a heavy burden on the internal family in caring for hallucinatory clients. The reason families bring to the hospital is the inability to treat patient hallucinations at home after hospitalization because hallucinations pose a burden on the family. The purpose of this study was to find out in-depth information about family experience in treating schizophrenic patients who experience auditory hallucinations after hospitalization. This research is qualitative research, the phenomenology approach uses the method of collecting data by in-depth interviews and document review. Data were obtained by in-depth interviews with six participants. The results of the study are two main themes, namely family understanding of recognizing hallucinatory problems after hospitalization and family experience in treating schizophrenic patients with hallucinatory problems.It is hoped that health services will further improve the quality of health services in providing health education to families about how to properly care for hallucinatory patients and families are expected to be able to treat hallucinogenic patients well.Klien dengan halusinasi sangat membutuhkan dukungan dari keluarga secara terus menerus baik keluarga internal maupun eksternal. Berkurangnya dukungan keluarga eksternal akan menimbulkan beban yang berat bagi keluarga internal dalam merawat klien halusinasi. Alasan keluarga membawa ke RSJ adalah ketidakmampuan merawat halusinasi pasien dirumah pasca rawat inap karena halusinasi menimbulkan beban bagi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mendalam tentang pengalaman keluarga dalam merawat pasien skizofrenia yang mengalami masalah halusinasi pendengaran pasca hospitalisasi. Penelitian ini merupahkan penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap enam partisipan. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian yaitu terdapat 2 utama tema yaitu pemahaman keluarga tentang mengenal masalah halusinasi pasca hospitalisasi dan pengalaman keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dengan masalah halusinasi.Diharapkan bagi pelayanan kesehatan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara merawat pasien halusinasi yang benar dan keluarga diharapkan dapat merawat pasien halusinasi dengan baik
Hubungan Teknik Nafas Dalam Terhadap Pengurangan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif di Klinik Pratama Jambu Mawar
Delivery pain is a matter of physiology experienced by the mother. Most of delivery (90%) is accompanied by pain. One of non-pharmacological efforts to reduce delivery pain is a deep breathing technique. Deep breathing techniques carried out during contraction will release the hormon endorphin as a natural pain reliever in the body. The purpose of the research was to determine the relationship of deep breathing techniques to reducing pain intensity during the active phase. This research is quantitative analysis with quasi experiment approach. Population was mothers giving birth from November 2018 to January 2019. Sample using non random assignment technique consist of control and intervention group . Analysis is univariat and bivariat, data test is done by parametric statistic using “t” test to measure pain scale before and after treatment. The results research in the intervention group showed average intensity of labor pain before treatment was 5,40 and after treatment was 4,07. The different value is 1,33 with standar deviation of 1,163.The statistical test results obtained p value of 0,000 <0,05, so Ho was rejected. There is a relationship of deep breathing techniques to reducing pain intensity during the active phase, the Ha was acceptedNyeri persalinan merupakan proses alamiah yang dirasakan ibu yang akan melahirkan. Sebagian besar (90%) persalinan disertai rasa nyeri. Salah satu upaya non-farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan dengan teknik nafas dalam. Teknik nafas dalam yang dilakukan pada saat kontraksi akan mengeluarkan hormon endorphin sebagai penghilang rasa sakit alami didalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan teknik nafas dalam terhadap pengurangan intensitas nyeri kala I fase aktif. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperiment. Populasi seluruh ibu bersalin periode November 2018 sampai Januari 2019. Sampel dengan teknik non random assignment yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Analisis data secara univariat dan bivariat, pengujian data menggunakan uji t untuk mengukur skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukkan rata-rata intensitas nyeri persalinan sebelum diberikan perlakuan adalah 5,40 dan setelah diberikan perlakuan adalah 4,07. Terlihat nilai perbedaan adalah 1,33 dengan standar deviasi 1,163. Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Kesimpulan : terdapat hubungan antara teknik nafas dalam terhadap pengurangan intensitas nyeri kala I fase aktif, maka Ha diterim
Korelasi Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Pruritus Pada Pasien Hemodialisa
Dialysis is a process that aims to remove fluid and waste products from the body when kidney function is unable to carry out the process. One complication that is often experienced by patients is pruritus. This study aims to determine the long-standing relationship of undergoing hemodialysis with pruritus in patients with chronic renal failure. The design of the study was descriptive analytic with a cross sectional approach. The population of this study was all patients who underwent hemodialysis amounted to 83 people and all populations taken as samples with the technique used was total sampling. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using correlation test. The results showed that the average length of patients undergoing hemodialysis was 20.58 months with minimum and maximum values of 1 month and 98 months. The average score of patients who experience pruritus is 9.40 with a minimum and maximum value of 0 and 19. Relationship analysis showed a long association with hemodialysis with pruritus (p Value 0.023, r = 1). It is expected that nurses can modify the provision of nursing care by providing understanding to patients the importance of maintaining skin to prevent further pruritus by applying prutitus management in the hemodialysis room. Dialisis merupakan proses yang bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika fungsi ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Salah satu komplikasi yang sering dialami pasien adalah pruritus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan pruritus pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitiannya adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani hemodialisa berjumlah 83 orang dan semua populasi diambil sebagai sampel dengan teknik yang digunakan adalah adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian didapatkan rata-rata lama pasien yang menjalani hemodialysis adalah 20,58 bulan dengan nilai minimum dan maksimum adalah 1 bulan dan 98 bulan. Rata-rata skor pasien yang mengalami pruritus adalah 9.40 dengan dengan nilai minimum dan maksimum adalah 0 dan 19. Analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan lama menjalani hemodialisa dengan pruritus (p Value 0.023, r = 1). Diharapkan perawat dapat memodifikasi pemberian asuhan keperawatan dengan memberikan pemahaman kepada pasien pentingnya menjaga kulit untuk mencegah pruritus lebih lanjut dengan menerapkan manajemen prutitus di ruang hemodialisa
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Suami Terhadap Pemilihan Kontrasepsi Tubektomi
Indonesia is still facing the problem of relatively high population growth rate. One way to reduce the population by promoting Family Planning (KB) program. In the Family Planning Program, one of the problems faced today is the low use of the Long Term Contraception Method, which is tubectomy contraception. Based on Indonesia Demographic Health Survey (SDKI) in 2007 tubectomy KB participants only 3%. The choice of contraceptives can be influenced by several factors including husband's knowledge and support. This study aims to determine the relationship of knowledge and support of the husband to Tuberculosis Contraceptive Selection at Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru in 2016. This research type is quantitative with cross sectional design. Sampling technique using accidental sampling, the population in this study amounted to 111 people and the sample amounted to 87 people. Data collection using primary data using questionnaire sheet. The analysis used is univariate and bivariate with chi square test. The results obtained Knowledge (Pvalue = 0.021) and husband support (Pvalue = 0,000). These results indicate a relationship of knowledge and support of the husband to tuberculosis contraceptive selection. In the hope for the health center to increase promotion, counseling and health education to improve knowledge of mother and husband about tubectomy contraception.Indonesia masih menghadapi masalah laju pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi. Salah satu cara untuk menekan jumlah penduduk dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Dalam program KB, salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, yaitu kontrasepsi tubektomi. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 peserta KB tubektomi hanya 3% saja. Pemilihan alat kontrasepsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap Pemilihan Kontrasepsi tubektomi di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 orang dan sampel berjumlah 87 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh Pengetahuan (Pvalue =0,021) dan dukungan suami (Pvalue=0,000). Hasil ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap pemilihan kontrasepsi tubektomi. Di harapkan bagi pihak Puskesmas untuk meningkatkan promosi, konseling dan penyuluhan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan ibu dan suami tentang kontrasepsi tubektomi
Nyeri Punggung Bawah Pada Pegawai Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau
Low back pain is a condition that is more than a sensation by certain stimuli that cause pain that is felt in the lower back area, may be local pain, or radicular pain, or both. Some causes of lower back pain is sitting and sitting position. This study aims to determine the factors associated with the incidence of lower back pain in employees of the field of Bina Marga in the Department of Public Works Riau Province 2014.Survey conducted on 30 employees, it is known that 21 employees (70%) said that having experienced low back pain after work this is because employees work in static position, many activities by sitting in front of the computer. This type of research is quantitative analytics with cross sectional design. This research was conducted on clan field employee in Public Work Department of Riau Province on date 4 s / d 24 August 2014. The sample in this research amounted to 50 people, sampling technique using accidental sampling technique. Data collection uses the Employee Assessment Worksheet RULES and questionnaires. Data analysis using frequency distribution and chi square test with α 0,05. The result of the research shows that the four significant variables are sitting position (p value = 0.001), sitting length (p value = 0.004), age (p value = 0.001) and gender (p value = 0.001). Based on the result of this research, it can be seen that sit position, long sitting, age and gender factors affect lower back pain on employee of Bina MArha field at Public Works Department of Riau Province. Nyeri punggung bawah/ Low back pain adalah kondisi yang lebih dari sekedar sensasi yang oleh stimulus tertentu yang menyebabrasa nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat berupa nyeri lokal, maupun nyeri radikuler, maupun keduanya. Beberapa penyebab nyeri punggung bawah yaitu posisi duduk dan lama duduk.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung bawah pada pegawai bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tahun 2014. Survey awal yang dilakukan pada 30 pegawai, diketahui bahwa 21 orang pegawai (70%) mengatakan pernah mengalami nyeri punggung bawah setelah bekerja hal ini dikarenakan pegawai bekerja dalam posisi statis, banyak melakukan aktifitas dengan duduk di depan komputer. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada pegawai bidang bina marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau pada tangal 4 s/d 24 Agustus 2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang, teknik pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data mengunakanRULA Employee Assesment Worksheet dan kuesioner. Analisa data mengunakan distribusi frekuensi dan uji chi square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan keempat variabel yang berhubungan secara signifikan adalah posisi duduk (pvalue = 0.001), lama duduk (pvalue = 0.004), umur (pvalue = 0.001) dan jenis kelamin (pvalue = 0.001). Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa factor posisi duduk, lama duduk, umur dan jenis kelamin mempengaruhi nyeri punggung bawah pada pegawai Bidang Bina MArha di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pasien Memilih Jasa Pelayanan Kesehatan
Demand for health services in indonesia has declined, many are less satisfied with the health services provided by the hospital. Several influential factors such as: quality of service and the marketing mix. If the perceived service meet sorexceeds the expectations of the patient, the patient will be satisfied and remain willing to establish long-term relationships with hospital as well as being loyal to the hospital. From 6 patients who were interviewed, 3 patients said they wanted to choose another hospital if requiring hospitalization in the future. The purpose ofthis study was to determine the relationship ofservice quality and loyalty marketing mixwiththe patient consideration related to satisfaction of hospital services at hasanuddin hospital south Bengkulu. The type of this research was descriptive analytic reserach. The population were patients who were treated in hasanuddin general hospital in the year 2014, where the samples were taken by using the inclusion criteria (worth studying criteria) as many as 171 people. Data were collected by using question naires and interviews. Data analysis was performed by using univariate and bivariatechi square at α 5%.this research has been conducted in may-june 2014, with the results: the majority(49.1%) of respondents believe that service quality was not good, small proportion(18.7%) of respondents believethat the marketing mixwas not good, a minority of respondents (35.1%) were less well argued about loyalty, a minority of respondents (33.9%) did not choose hasanuddin hospital care if needed hospitalized health services again. There was no significant relationship between the quality of health care with the patients choice related to health care (p =0.516), there was no significant relationship between marketing mix with patients decision in choosing health services (p =1.000), there was no significant relationship between patient loyalty with patients decision in choosing health services (p =0.697). Permintaan pelayanan kesehatan di indonesia semakin menurun, banyak kurang puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit. Faktor berpengaruh : kualitas pelayanan dan bauran pemasaran. Dari 6 pasien diwawancara, 3 pasien mengatakan ingin memilih rumah sakit lain jika memerlukan jasa rawat inap lagi. Tujuan penelitian :untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan, bauran pemasaran dan loyalitas dengan keputusan pasien memilih jasa pelayanan kesehatan .jenis penelitian yaitu deskriptif analitik. Populasi adalah pasien yang dirawat di rsud hasanuddin damrah tahun 2014, sampel 171 orang.teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan chi square pada 5%. Penelitian dilaksanankan bulan mei-juni 2014 dengan hasil separuh (49,i%) responden berpendapat kualitas pelayanan adalah kurang baik, sebagian kecil (18,7%) responden berpendapat bauran pemasaran adalah kurang baik, sebagian kecil (35,1%) responden berpendapat loyalitas pasien adalah kurang baik, sebagian kecil (33,9%) responden tidak memilih rsud hasanuddin damrah jika membutuhkan pelayanan kesehatan rawat inap kembali. Tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan dengan keputusan pasien memilih jasa pelayanan kesehatan (p= 0,516), tidak terdapat hubungan signifikan antara bauran pemasaran dengan keputusan pasien memilih jasa pelayanan kesehatan (p = 1,000), tidak terdapat hubungan signifikan loyalitas pasien dengan keputusan pasien memilih jasa pelayanan kesehatan (p= 0,697)
Metode Storytelling Efektif Sebagai Media Edukasi Untuk Meningkatkan Kepatuhan Gosok Gigi Malam
Dental and oral problems in Indonesia mostly experienced by school age children. One of the most fundamental cause is the lack of parents’ awareness who don’t treat their children to brush their teeth at the right time. Whereas, nnhealthy condition of the dental and oral will result broad impact and affect the condition of the body. Therefore, night toothbrushing is important to prevent the development of bacteria that damage the teeth. The aim of this research was to determine the effectiveness of health education using storytelling method on night toothbrushing in school age children. The methods of this research used pre-experimental quantitative method with one group pretest-posttest design. The data were collected by giving checklist sheet of night toothbrushing habit. The number of sample in this study were 142 respondents selected by stratified sampling and purposive sampling technique. The data was analyzed by Wilcoxon test. The result of data showed that from 142 respondents most characteristic aged 11 years old were 20,4% respondents and the respondents in grade 6 were 22,5% respondents. The study showed that 35,9% respondents didn’t doing night toothbrushing before giving treatment, and 20,4% respondents were did night tootbrushing after intervention. Wilcoxon test showed p-value of 0,000 (p-value <0,05). Researcher conclude that health education with storytelling method was effective to build up the night toothbrushing habit in school age children. Permasalahan gigi dan mulut di Indonesia paling banyak dialami oleh anak usia sekolah. Salah satu penyebab paling mendasar adalah kurangnya kesadaran dari orang tua dalam membiasakan anak untuk menyikat gigi pada waktu yang tepat. Padahal, kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat akan berdampak luas dan mempengaruhi kondisi tubuh. Oleh karena itu, gosok gigi malam penting untuk mencegah perkembangan bakteri yang merusak gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dengan metode storytelling terhadap kepatuhan gosok gigi malam pada anak usia sekolah. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist tindakan gosok gigi malam. Jumlah responden sebanyak 142 siswa yang diambil dengan teknik stratified sampling kemudian dilanjutkan dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisa diperoleh bahwa dari 142 siswa sebagian besar memiliki karakteristik usia 11 tahun sebanyak 20,4% dengan tingkat pendidikan sebagian besar kelas 6 yaitu 22.5%. Hasil penelitian menunjukkan 35,9% responden tidak pernah melakukan gosok gigi malam sebelum diberikan pendidikan kesehatan, dan 20,4% responden melakukan gosok gigi malam setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai p atau p-value 0,000 (p-value <0,05). Peneliti menyimpulkan bahwa edukasi dengan metode storytelling efektif untuk menumbuhkan perilaku gosok gigi malam pada anak
Pengalaman Menjalani Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis
The number of patients undergoing hemodialysis regularly increases every year. In 2013 as many as 670 thousand people underwent routine HD while 2014 increased to 703 thousand people. Patients who undergo routine HD as much as 25% of HD patients stop doing hemodialysis without information. This study aim to explore the experience of patients who undergo hemodialysis in order to continue to routinely perform hemodialysis. The number of participants in data collection by interviewing as many as 6 people. Taking participants in this study begins with purposive sampling. The results of the study found 4 research themes, namely (1) experiences during HD, (2) obstacles during HD, (3) motivation and (4) expectations. Patients undergoing hemodialysis have several experiences that are different from the condition before illness. Patients also get obstacles during HD but this can be minimized by the motivation of the patientin order to stay healthy. The hope of patients, especially to families, is to be able to always accompany and provide support during HD. Hopefully this study can be a reference especially for people with CRF and families to increase motivation support for people who undergoing hemodialysis so that they can achieve a good quality of life.Indonesia Renal Registrasi menyebutkan jumlah penderita yang menjalani hemodialisa secara rutin meningkat tiap tahun. Tahun 2013 sebanyak 670 ribu orang menjalani HD rutin sedangkan 2014 meningkat menjadi 703 ribu orang. Dari penderita GGK yang menjalani HD rutin sebanyak 25% pasien HD berhenti melakukan hemodialisa tanpa keterangan. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman penderita GGK yang menjalani hemodialisa agar dapat terus rutin melakukan hemodialisa. Jumlah partisipan dalam pengumpulan data dengan wawancara sebanyak 6 orang. Pengambilan partisipan dalam penelitian ini diawali dengan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit Achmad Moechtar Bukittinggi pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2018. Hasil penelitian didapatkan 4 tema penelitian yaitu (1) pengalaman selama HD, (2) hambatan selama HD, (3) motivasi dan (4) harapan pasien HD. Pasien yang menjalani hemodialisa mempunyai beberapa pengalaman yang berbeda dari keadaan sebelum sakit. Pasien juga mendapat hambatan selama HD tetapi ini dapat diminimalkan dengan adanya motivasi dari keluarga dan diri sendiri yang memiliki keinginan untuk tetap sehat. Harapan pasien terutama kepada keluarga adalah untuk dapat selalu mendampingi dan memberikan dukungan selama HD. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi referensi khususnya bagi penderita GGK dan keluarga agar meningkatkan motivasi,dukungan bagi penderita GGK dalam menjalani hemodialisa sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang baik