e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 1 KEPAHIANG TAHUN PELAJARAN 2019 / 2020 DALAM MEMAHAMI MATERI EKONOMI AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN JASA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar memahami materi ekonomi akuntansi laporan keuangan perusahaan jasa, pada siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 kepahiang Tahun pelajaran 2019 / 2020, yang merupakan subyek pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data pada peneitian ini dengan wawancara dan dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh kerumitan materi, motivasi dan minat belajar, sarana dan prasarana , serta sumber belajar yang kurang memadai. Sebaiknya mengaitkan materi pembelajaran dengan kejadian-kejadian yang biasa dialami oleh pembelajara, harus tercipta suasana kelas yang menyenangkan, penggunaan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif, melengkapi sarana dan prasarana serta sumber belajar yang mendukung kegaitan pembelajaran akuntansi laporan keuangan perusahaan jasa.This study aims to provide an overview of students' learning difficulties in accounting economics material for class XII IPS 1 at SMA Negeri 1 Kapahiang for the 2019/2020 academic year. The research method used is a qualitative approach. The sample of this research is 30 students. Data collection techniques in this study using interviews, observation and documents. The data analysis used was data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that there were difficulties in learning accounting economics in the material of financial statements of service companies experienced by students of class XII IPS 1. This learning difficulty was caused by a lack of basic knowledge and skills on the material being studied in the form of understanding and skills in analyzing, calculating and recording transaction data. ; lack of student interest in learning material on service company financial reports; low student concentration while taking accounting lessons; teacher teaching methods are less attractive during accounting lessons because teachers use more assignment methods; as well as incomplete learning infrastructure such as class inventory, unavailability of viewers and inadequate supply of money accounting textbooks
Fungsi Bahasa pada Wacana Berasan Etnik Rejang di Kabupaten Lebong
The purpose of this study was to describe the function of language in the procession of Berasan in the Rejang ethnic group in Lebong Regency. The research method uses qualitative content analysis methods. The main data of this research is in the form of oral text on Berasan. Data collection techniques using documentation, observation, and interviews. Data analysis techniques are by means of interpreting the content of communication, both in text and in context, reading symbols, and interpreting the content of symbolic interactions that occur in communication. Test the validity of the data using triangulation of data sources and member check. The results showed that the custom of Rejang ethnic Berasan in Bioa Sengok Village, Rimbo Pengadang District, Lebong Regency was dominated by 67.74% referential functions while directive and fatigue functions were complementary functions respectively 25.80% and 6.43%. The function that is very influential on the Berasan event is the directive function so that there is an agreement between the two prospective brides in carrying out the marriage. Although in fact, this Berasan event is a traditional formality event because the agreement has been discussed by both parties, especially the prospective groom and the bride before the Berasan event is held.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi bahasa dalam prosesi Berasan pada etnik Rejang di Kabupaten Lebong. Metode penelitian menggunakan metode analisis isi kualitatif. Data utama penelitian berupa teks lisan Berasan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan cara memaknai isi komunikasi, baik secara teks maupun konteks, membaca simbol-simbol, dan memaknai isi interaksi simbolis yang terjadi dalam komunikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Berasan etnik Rejang di Desa Bioa Sengok, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong didomiansi fungsi referensial terdapat 67,74 % sedangkan fungsi direktif dan fatik merupakan fungsi pelengkap masing-masing 25,80% dan 6,43 %. Fungsi yang sangat berpengaruh terhadap acara Berasan yaitu fungsi direktif sehingga terjalin kesepakatan kedua calon pengantin dalam melaksanakan pernikahan. Walaupun sebenarnya, acara Berasan ini merupakan acara formalitas adat karena kesepakatan sudah dibicarakan oleh kedua belah pihak terutama calon pengantin laki-laki dengan calon pengantin perempuan sebelum acara Berasan dilaksanakan
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS DAN FASILITASI UJI TEKAN BATU BATA MERAH DI KAMPUNG DURUNG KIDUL, BOJONG, NAGREG JAWA BARAT
Redbrick craftsmen can be found in various regions in West Java, one of which is in the area of Kampung Durung Kidul Bojong Nagreg. The skills of craftsmen making bricks in the area are passed down from generation to generation. The process of making red bricks is carried out simply by utilizing the clay in the surrounding environment which is mixed then molded and burned using husks. The results of observations and interviews identified that the understanding of the craftsmen to improve the quality and understanding of the importance of brick products by SNI standards was still lacking. Based on this, in this activity, counseling was carried out on the SNI standard for red bricks and facilitated the craftsmen to test the red brick products, especially with the test of pressure tests. The test results showed that the compressive strength of 45 samples ranged from 6.75 - 14.616 N / mm2, with the quality category according to the SNI 15-2094-2000 standard being class II and class III. This shows that the craftsmen in Bojong Village need to be helped to improve the quality of their brick products. Community service activities provide a plan for improving the quality of the red bricks that craftsmen need to do.Pengrajin batu bata merah banyak ditemui diberbagai daerah di Jawa Barat, salah satunya adalah di daerah Kampung Durung Kidul Bojong Nagreg. Keterampilan pengrajin membuat batu bata di daerah tersebut diperoleh secara turun temurun. Proses pembuatan batu bata merah dilakukan secara sederhana yaitu memanfaatkan tanah liat yang berada di lingkungan sekitar yang dicampur kemudian dicetak dan dibakar menggunakan sekam. Hasil pengamatan dan wawancara teridentifikasi bahwa pemahaman pengrajin untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman pentingnya produk bata yang sesuai dengan standar SNI masih kurang. Berdasarkan hal tersebut maka dalam kegiatan ini dilakukan penyuluhan mengenai standar SNI batu bata merah dan memfasilitasi pengrajin untuk menguji produk batu bata merah khususnya terkait pengujian uji tekan. Hasil pengujian menunjukkan nilai kuat tekan dari 45 sampel berkisar dari 6.75 – 14.616 N/mm2, dengan kategori kualitas menurut standar SNI 15-2094-2000 adalah kelas II dan kelas III. Hal ini menunjukkan pengrajin di Desa Bojong perlu dibantu untuk meningkatkan kualitas produk batu batanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan rancangan rencana peningkatan kualitas batu bata merah yang perlu dilakukan para pengrajin
TEACHING READING COMPREHENSION BY USING LISTEN-READ-DISCUSS (LRD) STRATEGY TO THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMK YADIKA LUBUKLINGGAU
The objective of this study was to find out whether or not it is effective to teach reading comprehension by using comprehension Listen-Read-Discuss (LRD) Strategy to the Tenth Grade Students of SMK Yadika Lubuklinggau in academic year 2019/2020. The writer formulated two hypotheseses in this study. There were null hypotheses (Ho) and the alternative hypotheses (Ha). The population of this study was all the tenth grade students at SMK Yadika Lubuklinggau in academic year 2019/2020 and the total of the sample was 34 students. The sample of this study was taken through purposive sampling technique. The writer used the pre-experiment method. The collecting of data, the writer used the written test that was given twice to students. The first, the writer gave pre-test. The second, the writer gave post-test in analyzing the data, the writer used three techniques: individual score, conversion score, and hypotheses testing. Based on the result of analyzing the data, the writer found that the average of students in pre-test was 62.35. On the other hand, in the post-test their average score increased to be 76.47. The result of matched test was 6.75, while t-table was 1.692 (Ha) was accepted. So It meant that it was significantly effective to teach reading comprehension by using comprehension Listen-Read-Discuss (LRD) Strategy to the Tenth Grade Students of SMK Yadika Lubuklinggau in the academic year 2019/2020
KEANEKARAGAMAN ODONATA DI WADUK SELOREJO KABUPATEN MALANG DAN SUMBER CLANGAP KABUPATEN KEDIRI
The Selorejo Reservoir administratively is located in Malang district while Sumber Clangap is located in Kediri district. Both of these locations have different environmental conditions both abiotic and biotic components. Selorejo Reservoir has fewer tree canopies and the area dominated with herbs from Poaceae. Sumber Clangap has heterogeneous vegetation from trees, bush, and herbs. Odonata diversity at Waduk Selorejo is never been studied before while Odonata diversity data at Sumber Clangap needed an update. This study aims to determine the diversity of Odonata in Sumber Clangap and Selorejo Reservoir. The method used in this study is the transect belt and visual day flying to get the data type and number of Odonata. Data were analyzed used the Shannon-Wiener Index. Selorejo Reservoir has 75 individual that is divided into 2 families of Odonata. Sumber Clangap Have 399 individual that is divided into 5 families. The results showed that there were 17 species of Odonata included in six families in both locations. The data showed that the measured diversity by Shannon-Wiener Index at Sumber Clangap H' = 1.81 which is higher than the diversity of the Waduk Selorejo, H' = 1.7
Pengembangan Sound Card Laptop sebagai Alat Praktikum Fisika untuk Penentuan Percepatan Gravitasi Bumi
The purpose of this research is to develop a laptop soundcard as a physics practice tool for the determination of Earth grafitational acceleration. The Earth's gravitational force is the power that makes the Earth draw objects to its center. This tool is designed using 3 pieces of copper coil separated by a certain distance. The Data obtained is presented in the form of Time (t) which is calculated from the symptoms of induction by magnetic through the coil. When the magnet is dropped, time is measured from the emergence of pulse when the magnet induces the coil using the Audacity software. From the Pulse brings out the results of time in each distance. This research uses development methods with Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). The laptop's practicum soundcard tool is validated by expert tools for technical aspects and students as a test user. Data collection techniques in this research using poll. Angket is used to measure the feasibility of the development of laptop soundcard equipment. The poll is given to 3 members of the Practicum tools and students as a user. A poll validation analysis uses a Likert scale with a value range of 1 to 5. This results in a practical tool that has a good graphing perceptant measurement accuracy with a 2.33% error. While the result of validation shows that both validation provides excellent responsiveness so that, practicum soundcardlaptop tool can be used practicum.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan soundcard laptop sebagai alat praktikum fisika untuk penentuan percepatan grafitasi bumi. Gaya gravitasi bumi adalah kekuatan yang membuat bumi menarik objek ke pusatnya. Alat ini didesain menggunakan 3 buah lilitan koil tembaga yang dipisahkan oleh jarak tertentu. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk waktu (t) yang dihitung dari gejala induksi oleh magnet yang melalui lilitan. Ketika magnet dijatuhkan, waktu diukur dari munculnya pulsa ketika magnet menginduksi lilitan dengan menggunakan software audacity. Dari pulsa tersebut memunculkan hasil waktu pada masing-masing jarak lilitan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Alat praktikum soundcard laptop divalidasi oleh ahli alat untuk aspek teknis dan mahasiswa sebagai uji pengguna. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Angket digunakan untuk mengukur kelayakan pengembangan alat praktikum soundcard laptop. Angket diberikan kepada 3 ahli alat praktikum dan mahasiswa sebagi pengguna. Analisis validasi angket menggunakan skala likert dengan rentang nilai 1 sampai 5. Hasilnyan didapakan alat praktikum yang memiliki akurasi pengukuran perceptan grafitasi yang baik dengan error 2,33%. Sedangkan hasil dari validasi menunjukkan bahwa kedua validasi memberikan responyang sangat baik sehingga, alat praktikum soundcardlaptop dapat digunakan Praktikum
Struktur Naratif Legenda Candi Pari dan Candi Sumur di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo
One culture that is still inherent in society is oral literature. Oral literature existed before the public recognized written literature, but its existence is difficult to preserve because it depends on the speaker. In this connection, the researcher was interested and wanted to explore the narrative structure of the Pari and Sumur Temples in Porong District, Sidoarjo Regency. The theory used in this research was Maranda's narrative analysis theory and Kasim's comparative literature. The method used is descriptive qualitative because the data analyzed in the form of words or sentences. Data sources came from in-depth interviews with several informants. Data collection techniques used by researchers are observation, interviews, recording, recording, documentation, transcript techniques, and transliteration techniques. To obtain valid data, researchers used source triangulation by comparing information obtained from several different informants. The results of this study indicate that there is a linkage between the term narrative structure and function in the legend of Pari Temple and Sumur Temple. The most prominent characteristic between the two temples is that the Pari Temple is always synonymous with places of worship for Hindus, while the Sumur Temple is used as a place to take water to purify oneself before worshiping at Pari Temple.Salah satu budaya yang masih melekat pada masyarakat adalah sastra lisan. Sastra lisan sudah ada sebelum masyarakat mengenal sastra tulis, tetapi keberadaannya sulit untuk dilestarikan karena bergantung pada penutur tersebut. Berkaitan dengan itu, peneliti tertarik dan berkeinginan untuk menggali tentang struktur naratif legenda Candi Pari dan Candi Sumur di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis naratif ala Maranda dan sastra perbandingan milik Kasim. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena data yang dianalisis berupa kata-kata atau kalimat. Sumber data berasal dari wawancara mendalam dengan beberapa informan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu obsrvasi, wawancara, rekaman, pencatatan, dokumentasi, teknik transkip, dan teknik transliterasi. Untuk memperoleh data yang valid, peneliti menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari beberapa informan yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keterkaitan struktur naratif term dan fungsi dalam legenda Candi Pari dan Candi Sumur. Karakteristik yang paling menonjol antara dua candi itu adalah Candi Pari selalu identik dengan tempat ibadah bagi umat beragama Hindu, sedangkan Candi Sumur digunakan sebagai tempat untuk mengambil air guna menyucikan diri sebelum beribadah di Candi Pari
Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII.1 MTS Negeri 2 Kaur
Learning to write description texts is carried out by Indonesian language teachers with a variety of strategies. The strategy used by the teacher aims to achieve the learning objectives of students being able to write description texts well. For this reason, explanations are needed regarding the implementation of writing description texts, especially for students of class VII.1 MTs Negeri 2 Kaur. The research method used was descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Test the validity of the data using triangulation of data sources. The results showed that the implementation of Indonesian language learning material to write a description text for grade VII.1 MTs Negeri 2 Kaur students was good enough. The teacher has used a scientific approach that is observing, asking, exploring, associating, and communicating. Learning activities carried out in three stages: first, preliminary activities, the teacher makes apperception, motivation, and delivery of learning objectives. Second, the core activity of learning, the teacher invites students to understand the notion of descriptive text, identify the structure of the text, and correct errors in the use of punctuation / spelling. Third, the closing activity, the teacher concludes the learning material by involving students in order to know the students' abilities during the learning process. The learning steps taken by the teacher are in accordance with what is written in the Learning Implementation Plan (RPP).Pembelajaran menulis teks deskripsi dilaksanakan oleh guru bahasa Indonesia dengan beraneka ragam strategi. Strategi yang digunakan oleh guru bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu menulis teks deskripsi dengan baik. Untuk itu, diperlukan penjelasan tentang pelaksanaan menulis teks deskripsi khususnya pada siswa kelas VII.1 MTs Negeri 2 Kaur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis teks deskripsi siswa kelas VII.1 MTs Negeri 2 Kaur sudah cukup baik. Guru telah menggunakan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tiga tahapan: pertama, kegiatan pendahuluan, guru melakukan apersepsi, motivasi, dan penyampaian tujuan pembelajaran. Kedua, kegiatan inti pembelajaran, guru mengajak siswa memahami pengertian teks deskripsi, mengidentifikasi struktur teks, dan memperbaiki kesalahan penggunaan tanda baca/ejaan. Ketiga, kegiatan penutup, guru menyimpulkan materi pembelajaran dengan melibatkan siswa agar mengetahui kemampuan siswa selama proses pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan apa yang tertulis di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
PELATIHAN PENULISAN CERPEN REMAJA PADA SISWA SMP NEGERI 8 KOTA TANGERANG SELATAN
The literacy culture of literary works today needs to be encouraged. Considering several government programs that insert some literacy-related teaching were developed and carried out in schools. Like some literacy movements pursued by the Ministry of Education and Culture in schools to improve children's reading ability, especially at the junior and senior high schools. But it should also be noted that literacy culture is not only focused on reading but also present in other forms of language activities namely writing. It cannot be denied that the art of writing is very important. Not only to write ideas into writing but also by writing, the information that we want to convey can spread well especially in this digital era, an article now will be very easily published even posted through social media accounts or other digital media. In order for children or especially students to write well and develop their ideas, the PKM team from the Faculty of Literature, Indonesian Literature Study Program held a dedication to the community to foster a literacy culture in the field of writing. The training that was held by the PKM team was a training on writing short stories with the theme of teenagers who are very close to children, especially junior high school students. The activity that took place at the South Tangerang 8 Middle School is expected to help children become more creative and can help them develop their writing skills.Budaya literasi terhadap karya sastra pada saat sekarang ini perlu digalakan kembali. Mengingat beberapa program pemerintah yang menyisipkan beberapa pengajaran terkait literasi dikembangkan dan dilakukan di sekolah. Seperti beberapa gerakan literasi yang dicanangkan kemendikbud di sekolah untuk meningkatkan daya baca anak-anak khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tetapi perlu diketahui juga bahwa budaya literasi itu tidak hanya berkutat pada membaca saja tetapi juga hadir pada bentuk kegiatan bahasa lain yakni menulis. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa seni menulis sangat penting. Tidak hanya untuk menuliskan gagasan kedalam sebuah tulisan tetapi juga dengan menulis, informasi yang ingin kita sampaikan dapat tersebar dengan baik apalagi di era serba digital ini sebuah tulisan sekarang akan sangat mudah diterbitkan bahkan di posting melalui akun-akun media sosial atau media digital lainnya. Agar anak-anak atau khusunya siswa-siswa dapat menulis dengan baik dan mengembangkan gagasannya, tim PKM dari Fakultas Sastra, Program Studi Sastra Indonesia mengadakan sebuah pengabdian kepada masyarakat untuk menumbuhkan budaya literasi di bidang menulis. Pelatihan yang diadakan oleh tim PKM ini adalah pelatihan menulis cerpen yang bertemakan remaja yang sangat dekat dengan anak-anak khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama. Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Tangerang Selatan ini diharapkan dapat membantu para siswa menjadi lebih inovatif dan dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan menulisnya
museum, Majapahit MUSEUM MAJAPAHIT DI TAHUN 2018-2019 SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DAN REKREASI SERTA TEMPAT BERSEJARAH
On April 24, 1924 R.A.A Kromodjojo Adinegoro, one of the Regents of Mojokerto, collaborated with Ir. Henry Maclaine Pont, an architect of Balanda, founded Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM), an association aimed at examining Majapahit's heritage. However, the OVM has undergone many name changes and has also moved a lot from the past to the present. Until now it is known as the PIM (Majapahit Information Center) which is protected by the BPCB JATIM (Cultural Heritage Conservation Center). Until now, the Majapahit Information Center (PIM) or often called the Trowulan Museum is currently located on Jl. Pendopo Agung, Dusun Unggahan, Trowulan Village, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto, East Java Province. This building is located on a land area of 54,935 mm. The museum consists of 3 main buildings namely buildings a, b, and c and small buildings.1) Building A, is a residential building located in the western part of the city. and is the main building of the museum until now. 2) Building B, a building built in 1926 is a semi-open building with wooden walls and a joglo shaped roof. The location of the building is to the east of building A, slightly protruding from the sea. 3) Building C, this building was founded in 1927 and was completed around 1928. The building is located to the east of building B. The shape of the building is quite interesting because the overall shape is similar to starfruit.Pada tanggal 24 april 1924 R.A.A Kromodjojo Adinegoro salah seorang Bupati Mojokerto, bekerja sama dengan Ir. Henry Maclaine Pont seorang arsitek Balanda mendirikan Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM) yaitu suatu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit. Akan tetapi OVM telah mengalami banyak perubahan nama dan juga banyak berpindah-pindah tempat dari dulu hingga sekarang. Hingga pada saat ini dikenal dengan nama PIM (Pusat Informasi Majapahit) yang dinaungi oleh BPCB JATIM( Balai Pelestarian Cagar Budaya).
Sampai saat ini Pusat Informasi Majapahit (PIM) atau yang sering disebut Museum Trowulan saat ini terletak di Jl. Pendopo Agung, Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Bangunan ini terletak di tanah seluas 54.935 mm.
Museum tersebut terdiri dari 3 bangunan utama yaitu bangunan a, b, dan c serta bangunan kecil.
1) Bangunan A, merupakan bangunan rumah tinggal yang terletak dihalaman bagian barat dan menjadi bangunan utama museum sampai sekarang.
2) Bangunan B, bangunan yang dibangun pada tahun 1926 ini bangunan semi-terbuka yang berdinding kayu dengan atap berbentuk joglo. Lokasi bangunan berada disebelah timur bangunan A, sedikit menjorok kebarat laut.
3) Bangunan C, bangunan ini didirikan pada tahun 1927 dan selesai dibangun sekitar tahun 1928. Bangunan ini terletak di sebelah timur bangunan B. Bentuk bangunannya cukup menarik karena keseluruhan bentuknya mirip dengan buah belimbing.
Kata Kunci: museum,majapahit