e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
Pembelajaran IPS dalam Perspektif Global
Abstract
This article is the result of a review of various literatures, with the aim of describing the social studies learning process in a global perspective. The results of this study can be described as that the global perspective emphasizes every human being as a citizen of the world. So that social interaction is also not only with close community members but also with citizens of the world. Therefore, teachers must instill good values in students and provide an understanding that their lives and ours are part of the life of the world. The role of teachers in instilling good values is as a communicator or liaison between students and the outside world. For this reason, a teacher must care about events and activities in the community, both in the local, national, and international communities; actively seeking information related to lessons nationally and internationally; teachers must be open and receptive to reforms; and able to select information according to needs. In addition, social studies learning in a global perspective invites students to think globally and act locally by prioritizing the principle of conservation over locality. Global issues and problems are studied from a global perspective and implemented in social studies learning. Global issues that can be discussed in social studies learning are population and family planning, development, human rights, migration, global common ownership, environment and natural resources, hunger and foodstuffs, peace and security, prejudice and discrimination
Optimalisasi Hasil Belajar Mahasiswa melalui Inovasi Bahan Ajar Berbasis Literasi Digital
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan hasil belajar mahasiswa berbasis literasi digital. Metode penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian pengembangan R&D pada tahap penilaian (assessment). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penggunaan bahan ajar. Desain penelitian yang dipilih adalah metode pre-experimental design jenis one group pretest-postest design. Untuk mengetahui uji keefektifan bahan ajar hasil penelitian dengan membandingkan hasil pretest dan postest dan dilanjutkan pengujian uji T menggunakan SPSS 16. Sampel dalam penelitian berjumal 34 mahasiswa semester III yang mengambil konsentrasi mata kuliah bahasa dan sastra daerah Program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Adapun hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dapat dilihat dari hasil uji keefektifan yang melibatkan 34 mahasiswa didapat nilai pretes ≥ 6,6 berjumlah 24 mahasiswa atau 70,58 % nilai terendah 50 tertingi 80 dengan nilai rata-rata 70 standar devisiasi 7.58. Sementara postes ≥ 6,6 berjumlah 30 mahasiwa atau 88,23% nilai terendah 60 nilai tertinggi 90 nilai rata-rata didapat 75.58 dengan standar devisiasi 7.36. Kemudian dilanjutkan melalui Uji-t One-Sample Test didapat nilai rata-rata pretes 70 dan standar deviasi 7.58 dan sig (2-tailed) = 0,00. Sementara nilai rata-rata postes 75,58 standar deviasi 7.36. Dengan demikian, bahan ajar berbasis literasi digital efektif digunakan pada pembelajaran mata kuliah bahasa dan sastra daerah. Hal itu didasarkan pada nilai sig (2-tailed) 0,00 lebih kecil dari nilai 0,05 (alpha value)
Studi Keanekarangaman dan Kelimpahan Teripang (Holothuroidea) di Perairan Pantai Samido dan Pantai Anfyarmun Kabupaten Biak Numfor
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis teripang yang hidup di perairan pantai Samido dan pantai Anfyarmun Kabupaten Biak Numfor dan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan kelimpahan teripang di perairan pantai Samido dan pantai Anfyarmun Kabupaten Biak Numfor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek garis dengan plot transek 25 x 25 meter dan jarak stasiun satu dengan yang lainnya, dan luas plot masing 10x10 meter, di mana setiap stasiun terdapat 3 transek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 4 spesies teripang yaitu Holothuria scabra, Holothuria microthele nobilis, Holothuria leucopsilota, dan Holothuria fuscocinerea. Tingkat keanekaragaman dan kelimpahan teripang di pantai Samido dalam kategori rendah dengan indeks keanekaragaman 0,309. Selanjutnya tingkat keanekaragaman dan kelimpahan teripang di pantai Anfyarmun dengan indeks keanekaragaman 0,800. Hal ini menunjukkan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan teripang di perairan pantai Samido dan pantai Anfyarmun Kabupaten Biak Numfor dalam kategori rendah
Tantangan dan Manfaat Penggunaan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Instruksi dalam Pembelajaran EFL: Studi Kasus di Sekolah Menengah Indonesia
Penelitian ini mengkaji tantangan dan manfaat penggunaan English Medium Instruction (EMI) dalam pembelajaran English as a Foreign Language (EFL) di dua SMA negeri di Kota Manokwari, Papua Barat. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan melibatkan 10 guru bahasa Inggris dan 50 siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi EMI menghadapi kendala linguistik, keterbatasan infrastruktur, dan faktor sosial-budaya. Meskipun demikian, EMI memberikan manfaat berupa peningkatan kepercayaan diri siswa dalam berbicara, motivasi belajar, dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa EMI berpotensi efektif di konteks EFL terpencil apabila diterapkan secara fleksibel dan disesuaikan dengan konteks lokal
Bahasa dalam Masa Kritis: Tinjauan Psikologi Perkembangan Anak
Anak usia awal mengalami perkembangan yang cenderung cepat pada berbagai aspek karena sedang ada di Masa usia dini merupakan periode emas dalam perkembangan anak, termasuk dalam aspek linguistik. Kemampuan anak dalam mengenal dan menggunakan ragam bahasa Indonesia tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pemerolehan bahasa yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana faktor-faktor psikologis dan lingkungan sosial berkontribusi dalam perkembangan ragam bahasa pada anak usia awal. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan, kajian ini menemukan bahwa perkembangan kognitif, keterlibatan orang tua, interaksi dengan lingkungan budaya, serta hubungan dengan teman sebaya memiliki peran penting dalam merangsang dan membentuk kemampuan berbahasa anak. Melalui proses observasi, imitasi, dan pengulangan, anak mulai mengakuisisi ragam bahasa yang digunakan di sekitarnya. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya stimulasi bahasa yang kaya dan kontekstual dalam mendukung tumbuh kembang linguistik anak sejak usia dini
PENGARUH IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MUNYA-MUNYA TERHADAP PENINGKATAN BERKOMUNIKASI DAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS V SD GUGUS III KABUPATEN MIMIKA
Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal "Munya-Munya" terhadap peningkatan kemampuan berkomunikasi dan berpikir kritis siswa kelas V SD Gugus III Kabupaten Mimika. Metodologi mixed methods dengan desain quasi-eksperimental pre-post test pada sampel 80 siswa kelas V dari 4 SD Gugus III (purposive sampling, kontrol dan eksperimen), instrumen tes HOTS C4-C6 Bloom (berkomunikasi: presentasi oral, berpikir kritis: analisis solusi), observasi rubrik kolaborasi, angket motivasi, dan wawancara guru. Analisis kuantitatif paired t-test (signifikan p<0.01), N-gain 0.74 (kategori tinggi), efek Cohen's d=1.32; kualitatif tematik triangulasi menunjukkan peningkatan berkomunikasi 38% (dari deskriptif ke persuasif) dan berpikir kritis 42% (analisis-evaluasi solusi adat) post-intervensi 8 minggu. Hasil mengonfirmasi PBL Munya-Munya efektif tingkatkan keterampilan abad 21 melalui relevansi budaya Papua, motivasi intrinsik naik 45%, retensi konsep IPA/sosial 80%, melebihi model konvensional 55%, dengan kelebihan inklusivitas adat dan kekurangan literasi riset awal dimitigasi scaffolding guru. Implikasi teoritis perkaya kajian konstruktivisme kontekstual, praktis panduan RPP Kurikulum Merdeka berbasis kearifan lokal Mimika, manfaat sekolah Gugus III program unggulan, kebijakan Kemdikbud integrasi adat Papua untuk Profil Pelajar Pancasila.Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal "Munya-Munya" terhadap peningkatan kemampuan berkomunikasi dan berpikir kritis siswa kelas V SD Gugus III Kabupaten Mimika. Metodologi mixed methods dengan desain quasi-eksperimental pre-post test pada sampel 80 siswa kelas V dari 4 SD Gugus III (purposive sampling, kontrol dan eksperimen), instrumen tes HOTS C4-C6 Bloom (berkomunikasi: presentasi oral, berpikir kritis: analisis solusi), observasi rubrik kolaborasi, angket motivasi, dan wawancara guru. Analisis kuantitatif paired t-test (signifikan p<0.01), N-gain 0.74 (kategori tinggi), efek Cohen's d=1.32; kualitatif tematik triangulasi menunjukkan peningkatan berkomunikasi 38% (dari deskriptif ke persuasif) dan berpikir kritis 42% (analisis-evaluasi solusi adat) post-intervensi 8 minggu. Hasil mengonfirmasi PBL Munya-Munya efektif tingkatkan keterampilan abad 21 melalui relevansi budaya Papua, motivasi intrinsik naik 45%, retensi konsep IPA/sosial 80%, melebihi model konvensional 55%, dengan kelebihan inklusivitas adat dan kekurangan literasi riset awal dimitigasi scaffolding guru. Implikasi teoritis perkaya kajian konstruktivisme kontekstual, praktis panduan RPP Kurikulum Merdeka berbasis kearifan lokal Mimika, manfaat sekolah Gugus III program unggulan, kebijakan Kemdikbud integrasi adat Papua untuk Profil Pelajar Pancasila
ENVIRONMENTAL CIVIL RESISTANCE IN LEMBAK ETHNIC FOLK STORIES AND ITS IMPLEMENTATION IN LITERATURE LEARNING IN JUNIOR HIGH SCHOOL
The purpose of this study is to describe environmental civilization in Lembak ethnic folklore and its implementation in literature learning in junior high schools. The research method used is a qualitative descriptive method with a library approach. Data sources are folklore and student learning outcomes. The data in this study are quotes that show environmental civilization encompassing; environmental civilization, ecosystem civilization, population civilization in Lembak ethnic folklore. Based on the results of the study, it is known that environmental civilization is a scope occupied by a living creature together with living and non-living things. Not only that, there is also a complex system, consisting of various elements that interact with each other, including humans and other living things, and also includes components of space, objects, power, and conditions that affect life and development between living things. In ecosystem civilization refers to the reciprocal relationship of living things such as plants, animals, soil, water, air, sunlight and microorganisms. In the ecosystem, all these components depend on each other to maintain their survival. In civilization, population refers to a larger group and has certain characteristics that are to be studied and as a collection of individual organisms in a place that have similar characteristics, have the same origin. Based on the results of the implementation of learning in students with the results of student abilities after implementation, students were obtained classically above 96.77% with an average value of 78.19. Based on the results of the study, it can be concluded that the Lembak ethnic folklore has environmental civilization values that can be implemented in literature learning in junior high schoolsTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tamadun lingkungan dalam cerita rakyat etnik Lembak dan implementasinya pada pembelajaran sastra di SMP. Metode penelitian yang dilakukan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data yaitu cerita rakyat dan hasil belajar siswa. Data dalam penelitian ini yaitu kutipan yang menunjukkan tamadun lingkungan melingkupi; tamadun lingkungan, tamadun ekosistem, tamadun populasi pada cerita rakyat etnik Lembak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tamadun lingkungan sebagai ruang lingkup yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan benda mati. Tidak hanya itu saja terdapat juga sistem yang kompleks, terdiri dari berbagai unsur yang saling berinteraksi, termasuk manusia dan makhluk hidup lainnya, dan juga mencakup komponen ruang, benda, daya, dan kondisi yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan antara makhluk hidup. Pada tamadun ekosistem merujuk pada hubungan timbal balik makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, tanah, air, udara, cahaya matahari dan mikroorganisme. Dalam ekosistem semua komponen tersebut saling bergatungan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pada tamadun populasi merujuk pada kelompok yang lebih besar dan memiliki karakteristik terntentu yang ingin dipelajari dan sebagai kumpulan individu organisme di suatu tempat yang memiliki sifat serupa, mempunyai asal-usul yang sama. Berdasarkan hasil implementasi pembelajaran pada siswa dengan hasil kemampuan siswa setelah implementasi diperoleh siswa secara klasikal di atas 96,77% dengan rata-rata nilai 78,19. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan jika cerita rakyat etnik Lembak memiliki nilai tamadun lingkungan yang dapat di implementasikan pada pembelajaran sastra di SM
Edukasi Fisika Terapan: Automated Drip Irrigation Bagi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Sidorejo Kota Lubuklinggau
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Sidorejo Kota Lubuklinggau dalam menerapkan teknologi irigasi tetes otomatis (automated drip irrigation) berbasis fisika terapan. Permasalahan utama mitra meliputi penyiraman tanaman yang masih dilakukan secara manual, pemborosan air, serta kurangnya pemahaman tentang teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu edukasi konsep fisika dasar yang relevan (tekanan fluida, gravitasi, debit aliran, dan otomatisasi), demonstrasi alat, praktik perakitan sistem irigasi, uji coba lapangan, serta pendampingan lanjutan. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan selama dua hari, dan hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan skor pemahaman rata-rata meningkat dari 38 menjadi 88. Peserta mampu merakit dan mengoperasikan sistem irigasi dengan baik, dan uji coba lapangan menunjukkan penghematan air hingga ±40% dibandingkan penyiraman manual. Selain peningkatan pengetahuan teknis, kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan antusiasme peserta dalam mengaplikasikan teknologi berbasis fisika di lingkungan rumah tangga
Exploring the Ethnomathematics Values in the Sikapur Sirih Dance: A Cultural Learning Analysis
Tari Sikapur Sirih is a traditional dance from Jambi that is rich in cultural and aesthetic values. This research aims to explore the ethnomathematical values contained in Tari Sikapur Sirih as part of cultural learning. Tari Sikapur Sirih, which is a cultural heritage of the Jambi community, not only has profound philosophical and spiritual meanings but also contains various mathematical concepts such as patterns, symmetry, and geometry that can be integrated into mathematics learning. Through an ethnomathematical approach, this study analyzes how the dance elements can enrich students' understanding of mathematics contextually while fostering appreciation for local culture. The results of the research indicate that Tari Sikapur Sirih serves as an effective learning medium in connecting cultural values and mathematical concepts, making learning more meaningful and relevant for students while supporting the preservation of traditional culture.Tari Sikapur Sirih merupakan tarian tradisional dari Jambi yang kaya akan nilai budaya dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai etnomatematika yang terkandung dalam Tari Sikapur Sirih sebagai bagian dari pembelajaran budaya. Tari Sikapur Sirih, yang merupakan warisan budaya masyarakat Jambi, tidak hanya memiliki makna filosofis dan spiritual yang mendalam, tetapi juga mengandung berbagai konsep matematika seperti pola, simetri, dan geometri yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika. Melalui pendekatan etnomatematika, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen-elemen tari tersebut dapat memperkaya pemahaman siswa terhadap matematika secara kontekstual sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Sikapur Sirih berperan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam menghubungkan nilai budaya dan konsep matematika, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi siswa serta mendukung pelestarian budaya tradisional
Pengaruh Metode Pembelajaran Kolaboratif Terhadap Keterampilan Berbicara Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia di STKIP Muhammadiyah Manokwari
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara mahasiswa dengan menggunakan metode pembelajaran kolaboratif. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan berbicara mahasiswa tergolong baik. Aspek intonasi menempati posisi tertinggi dalam kategori sangat baik, mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengekspresikan gagasan secara ekspresif dan menarik. Selanjutnya, aspek konten dan kejelasan juga menunjukkan hasil positif, mengindikasikan bahwa mahasiswa mampu menyampaikan ide secara relevan dan mudah dipahami. Namun demikian, pada aspek kefasihan dan ketepatan, sebagian mahasiswa masih berada dalam kategori cukup, menandakan perlunya peningkatan dalam hal kelancaran berbicara serta penggunaan struktur bahasa yang tepat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan program pelatihan berbicara yang menekankan praktik intensif serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pesan secara jelas, runtut, dan sesuai kaidah bahasa akan semakin meningkat. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran keterampilan berbicara di lingkungan pendidikan tinggi