e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 LUBUKLINGGAU
This study aims to describe the effect of the Contextual Teaching and Learning model on the learning outcomes of class XI students of SMA Negeri 2 Lubuklinggau. The research method used was pure experiment. Data collection techniques in research using tests. The data analysis technique used the following steps: normality test, homogeneity test, and hypothesis testing. Based on the results of research and discussion, it is known that there is an effect of the Contextual Teaching and Learning learning model on the learning outcomes of class XI students of SMA Negeri 2 Lubuklinggau. 11. After being given treatment by applying the Contextual Teaching and Learning learning model, it is known that the final test result (post-test) of the experimental class is 80.82 greater than the result of the calculation of the final test (post-test) of the control class with an average value of 76, 4. Then the data analysis was carried out using the t-test formula so that the t-test value was 2.112. This result was compared with the t-table at the significant level of 5%, namely: 2.112> 1.671. that there is an effect of the Contextual Teaching and Learningn learning model on the history learning outcomes of class XI students at SMA Negeri 2 Lubuklinggau.Penelitian ini Bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan eksperimen murni. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes. Teknik analisis data dengan langkah-langkah: uji normalitas,uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan , diketahui bahwa ada pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Lubuklinggau.hal dibuktikan dari hasil tes awal(pre-test) kelas eksperimen adalah 69,8 dan kelas kontrol adalah 62,11. Setelah diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning ,diketahui hasil tes akhir (post-test) kelas eksperimen adalah 80,82 lebih besar dari pada hasil perhitungan tes akhir (post-test) kelas kontrol dengan nilai raa-rata adalah 76,4. Kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan rumus t-test maka diperoleh nilai thitung sebesar 2,112 hasil ini dibandingkan dengan ttabel pada taraf sikmifikan 5% yaitu : 2,112 > 1,671 .berdasarkan pernyataan diatas dapat vditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti terbukti kebenaranya, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learningn terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Lubuklinggau
Karakteristik Bahasa Teks SMS Kolom “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu
The purpose of this study was to describe a precise, in-depth, and detailed understanding of, 1) the use of language in the SMS text of the "Lapor Cik" column of the Harian Rakyat Bengkulu, in terms of formality, the use of slang (slang), word abbreviations, (2 ) the style of language used in the SMS text of the "Lapor Cik" column of the Harian Rakyat Bengkulu. This type of research is descriptive research. The analytical tool used is qualitative, namely by interpreting the meaning contained in the SMS text. The results showed that: 1) the use of the SMS language "Lapor Cik" there are several language uses, namely formal language with a percentage of 0.03%, the use of a foreign language that includes Indonesian, or often referred to as language mixing with a percentage of 0.02%, the use of slang with a percentage of 0.14%, and abbreviation of words with a percentage of 0.34%, meaning that from the overall use of the SMS language "Lapor Cik" is dominated by abbreviations. Then, 2) shortening the language of the SMS "Lapor Cik" using clipping as a part of the process of forming new words, while in the context of SMS Lapor Cik, clipping is used not to form new words, but to save characters and of course credit, and (3) on the styles that can be found in the "Lapor Cik" SMS of the Harian Rakyat Bengkulu, namely: (a) oppositional figure of speech, (b) comparative language style, (c) and linked language style.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman yang tepat, mendalam, dan rinci tentang, 1) penggunaan bahasa dalam teks SMS kolom “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu, ditinjau dari sudut pandang formalitas, penggunaan bahasa gaul (slang), penyingkatan kata, (2) gaya bahasa yang digunakan dalam teks SMS kolom “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Alat analisis yang digunakan adalah kualitatif yakni dengan menginterprestasi makna yang terkandung dalam teks SMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan bahasa SMS “lapor cik” terdapat beberapa penggunaan bahasa, yaitu bahasa formal dengan persentase 0,03%, penggunaan bahasa asing yang disertakan bahasa Indonesia, atau sering disebut dengan language mixing (campur bahasa) dengan persentase 0,02%, penggunaan bahasa gaul (slang) dengan persentase 0,14%, dan penyingkatan kata dengan persentase 0,34%, artinya dari keseluruhan penggunaan bahasa SMS “Lapor Cik” didominasi oleh penyingkatan kata. Kemudian, 2) penyingkatan bahasa SMS “Lapor Cik” menggunakan kliping sebagai salah satu bagian dari proses pembentukan kata baru, sedangkan dalam konteks SMS Lapor Cik, kliping digunakan tidak untuk membentuk kata-kata baru, tetapi untuk menghemat karakter dan tentu saja pulsa, dan (3) pada style (gaya) yang dapat dijumpai dalam SMS “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu yakni: (a) majas pertentangan, (b) gaya bahasa perbandingan, (c) dan gaya bahasa bertautan
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SMA YAPIS MANOKWARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa inggris siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment, pada siswa kelas X SMA Yapis Manokwari. Sampel penelitian sebanyak 60 siswa, terdiri atas 30 siswa kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas X2 sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda, angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan keefektifan penggunaan model pembelajaran discovery learning pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji beda Z = -3.815 pada tingkat signifikansi 0,000<0,05 serta hasil akhir motivasi belajar mendapat persentase 75% pada kelas eksperimen artinya efektif, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 62% artinya cukup efektif. (2) ada perbedaan keefektifan penggunaan model pembelajaran discovery learning pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol dalam meningkatkan hasil belajar bahasa siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji beda Z = -2.934 pada tingkat signifikansi 0,003<0,05 serta hasil belajar menunjukkan skor persentase 70% pada kelas eksperimen artinya efektif, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 61% artinya cukup efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa
Analisis Framing Pemberitaan Puan Maharani Abaikan Interupsi Saat Sidang Paripurna pada Media Daring Tempo.co dan Kompas.tv
The news frame or framing is the media's perspective in writing news. The purpose of this research is to describe the framing of Puan Maharani's news which ignores interruptions during the Plenary Session of the Feasibility Test of General Andika Perkasa as TNI Commander. The framing analysis carried out in this study used the Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki models. The research method used in this study is descriptive qualitative method and analysis that presents data in the form of a description of the results of the analysis that relies on interpretation based on data. The subjects in this study were the online press media Tempo.co and Kompas.Tv. While the object of this research is about the reporting of Puan Maharani who ignores the interruptions made by members of the DPR during the Plenary Session. Data collection techniques in this study used reading and note-taking techniques, while for data analysis techniques, namely by collecting data about the news, data reduction by sorting news, analyzing data, presenting data, and drawing conclusions. The results obtained from this study are: 1) an analysis of Puan Maharani's news framing which ignores interruptions in the Tempo.co media produces news that highlights aspects of Puan Maharani's inappropriate attitude as the leader of the trial, and 2) an analysis of Puan Maharani's news framing that ignores interruptions in the media. Kompas.Tv media provides the principle of balance and not only emphasizes the aspect of Puan Maharani's attitude, but also emphasizes the interrupting aspect which is considered inappropriate so that the attitude of Puan Maharani who ignores it is understandable.Bingkai berita atau framing merupakan cara pandang media dalam menulis berita. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk medeksripsikan pembingkaian berita Puan Maharani yang mengabaikan interupsi pada saat Sidang Paripurna Uji Kelayakan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Analisis framing yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dan analisis yang menyajikan data berupa uraian kata-kata hasil analisis yang mengandalkan penafsiran berdasarkan data. Subjek pada penelitian ini yaitu media pers daring Tempo.co dan Kompas.Tv. Sedangkan objek pada penelitian ini yaitu mengenai pemberitaan Puan Maharani yang mengabaikan interupsi yang dilakukan anggota DPR pada saat sidang Paripurna. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat, sedangkan untuk teknik analisis data yaitu dengan melakukan pengumpulan data mengenai pemberitaan tersebut, reduksi data dengan memilah pemberitaan, menganalisis data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1) analisis framing pemberitaan Puan Maharani yang mengabaikan inteurpsi pada media Tempo.co menghasilkan pemberitaan yang menonjolkan aspek sikap Puan Maharani yang tidak patut sebagai pimpinan sidang, serta 2) analisis framing pemberitaan Puan Maharani yang mengabaikan interupsi pada media Kompas.Tv memberikan prinsip keberimbangan dan tidak hanya menonjolkan aspek sikap Puan Maharani, tetapi menonjolkan aspek penginterupsi yang dinilai tidak tepat sehingga sikap Puan Maharani yang mengabaikannya dapat dimaklumi
TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI AREA KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SUKARNO BENGKULU
This study aimed to determine the types of ferns in the Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu campus Area which allow them to be preserved and utilized optimally. This research uses descriptive research method. The sampling method uses observation techniques by going directly to the field for observation and sampling. The data obtained from ferns (Pteridophyta) were then identified in the laboratory by observing fern specimens in the form of roots, stems, leaves and spores. Based on the results of research on the diversity of ferns in the UINFAS Bengkulu campus area, 15 species of ferns were found consisting of 13 families, namely Polypodiaceae 2 species, Lygodiaceae 2 species, Davaliaceae 1 species, Dryopteridaceae 1 species, Aspleniaceae 1 species, Lycopodiaceae 1 species, Pteridaceae 1 species, Thelypteridaceae 1 species, Gleicheniaceae 1 species, Selaginellaceae 1 species, Lomoriopsidaceae 1 species, Blechnaceae 1 species, and Psilotaceae 1 species
UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNASAN MINIMAL MELALUI WORKSHOP DI LUBUKLINGGAU
School action research with problem formulation What are the efforts to improve the ability of teachers in setting Minimum Completeness Criteria (KKM)? and whether through the workshop can improve the ability of teachers in setting Minimum Completeness Criteria (KKM) subject teachers. The purpose of this research is to increase the ability of teachers in determining the Minimum Completeness Criteria (KKM) for subjects. The results of this study are expected to be useful and provide a learning experience for teachers, because through the workshop teachers are given materials and exercises to determine the Minimum Completeness Criteria (KKM) according to their subjects. And subject teachers can have the ability to set Minimum Completeness Criteria so that the teaching and learning process is better. 40 teachers were involved in the research through this workshop. The research design is cyclical, consisting of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. From the analysis, it is found that there is an increase in teacher readiness and performance in determining minimum completeness criteria from cycle I to cycle II. The achievement of performance indicators is found in the second cycle of action. Therefore, it can be concluded that through workshops can improve teacher performance in setting minimum completeness criteria in Lubuklinggau. Thus, it can be suggested to supervisors or other researchers that workshop activities can be used as an alternative in improving teacher performance in setting minimum completeness criteria.
Penelitian tindakan sekolah dengan rumusan masalah Bagaimana upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ? dan apakah melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) guru mata pelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah peningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan pengalaman belajar bagi guru, karena melalui Workshop guru diberikan materi dan latihan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) sesuai dengan mata pelajarannya. Serta guru mata pelajaran dapat memiliki kemampuan dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal sehingga proses belajar mengajar lebih baik. Guru yang diikut sertakan dalam penelitian melalui kegiatan workshop ini sebanyak 40 orang. Rancangan penelitian bersifat siklustik, terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kesiapan dan Kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal dari siklus I ke siklus II. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan siklus II. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan Kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di Lubuklinggau. Dengan demikian dapat disarankan kepada pengawas atau peneliti yang lain bahwa kegiatan workshop dapat dipakai sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan Kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Fisika Berbasis Scientific pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Berbasis Scientific pada pokok bahasan Elastisitas dan Hukum Hooke yang valid, dan praktis. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana mendesain dan mengembangkan Lembar Kerja Siswa Fisika berbasis scientific pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke Kelas XI SMA Negeri 4 (Model) Lubuklinggau?, 2) Bagaimana kualitas LKS untuk pembelajaran fisika jika ditinjau dari segi kevalidan, dan kepraktisan?, Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 5 yang terdiri dari 6 siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengembangan penelitian menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 1) Analisis Kebutuhan (Analysis), 2) perancangan (design), 3) pengembangan (develop), 4) Implementasi (Implement), 5) Evaluasi (Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket respon siswa. Dan validasi terdiri dari 3 validasi ahli, validasi materi dengan penilaian 44 dalam kategori sangat baik, validasi bahasa dengan penilaian 18 dalam kategori baik, dan validasi media dengan penilaian 29 dalam kategori baik. Validasi yang dilakukan mendapatkan hasil dengan penilaian 91 dalam kategori baik. Respon siswa terhadap lembar kerja siswa fisika berbasis Scientific dengan penilaian 34,16 dalam kategori sangat baik sedangkan hasil uji kompetensi siswa dengan 6 orang sampel 1 orang tidak tuntas 5 orang yang mencapai KKM. Sehingga dapat dikatakan bahwa Lembar Kerja Siswa fisika berbasis Scientific yang dikembangkan telah Valid, dan praktis
Analisis Kemampuan Multirepresentasi Verbal dan Gambar pada Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Memahami Konsep Reaksi Inti Matahari
Multirepresentative ability is the ability to use several media to assist in teaching or material achievement. Multi-representation ability is usually used by educators to make it easier to convey the material provided to students so that it can be understood more by students. Verbal Multirepresentation Ability is a person's ability to understand a theory using verbal sentence instruments. Meanwhile, the ability of multi-representation images is a person's ability to understand a theory using image media. Physics students learn the concepts of the Solar Core Reaction. The Sun's Core Reaction Theory is one that we cannot see directly in our lives but that we can benefit from. The purpose of this study was to analyze the student's ability to analyze a problem using a verbal approach to understanding this material. This research uses descriptive quantitative method. Of the two shortener between the verbal approach and the pictorial approach from the results of this study, students tended to better understand verbal questions with sentences that they were familiar with during their education or with familiar words among physics students compared to pictures that they were not sure if they were what they were. intended because in some books it does not show illustrations or other supporting images to complement the explanation of a theory.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan mahasiswa dalam menganalisis sebuah permasalahan dengan menggunakan pendekatan verbal pada pemahaman materi ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini fokus pada pemahaman mahasiswa mengenai teori tentang Reaksi Inti Matahari. Pengambilan sampel dilakukan pada Mahasiswa semester 3 Fisika pada bulan November 2020 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 43 responden dari Mahasiswa semester 3 Pendidikan Fisika Universitas Jember. Pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner untuk mengumpulkan data. Kuisioner menggunakan aplikasi google Formulir dengan menggunakan pendekatan multirepresentasi verbal dan gambar. Kemampuan Multi representasi biasa digunakan seorang tenaga pendidik untuk dapat lebih mudah dalam penyampaian materi yang diberikan kepada peserta didik agar lebih dapat dipahami oleh peserta didik. Kemampuan Multirepresentasi Verbal adalah kemampuan seseorang untuk memahami sebuah teori dengan menggunakan instrumen kalimat kalimat verbal. Sedangkan Kemampuan multi representasi Gambar adalah kemampuan seseorang untuk memahami sebuah teori dengan menggunakan media gambar. Mahasiswa fisika mempelajari konsep tentang Reaksi Inti Matahari. Dari kedua pendekan antara pendekatan verbal maupun pendekatan gambar dari hasil penilitian ini mahasiswa cenderung lebih memahami pertanyaan pertanyaan verbal dengan kalimat-kalimat yang ia kenal selama menempuh pendidikan atau dengan kata kata yang familiar di kalangan mahasiswa fisika dibandingkan dengan gambar yang ia tidak yakin apakah itu yang dimaksudkan karena dalam beberapa buku tidak memperlihatkan gambar ilustrasi maupun gambar pendukung lainnya untuk melengkapi penjelasan sebuah teori
Struktur Sastra Lisan Tembang Naseb Anak Mude dan Tige Serangkai di Desa Ujan Mas Kabupaten Muara Enim
Rambang is a part of the province of South Sumatra. Rambang has a wealth of diverse literature and culture, one of which is the songs Naseb Anak Mude and Tige Serangkai in Ujan Mas Village, Muara Enim Regency. Therefore, the purpose of this study was to describe the structure of the oral literature of the songs Naseb Anak Mude and Tige Serangkai. The research method uses qualitative content analysis methods. The research data collection technique used documentation techniques obtained by recording oral literature of the Naseb Anak Mude and Tige Serangkai songs in Ujan Mas Village, Muara Enim Regency. Based on the results of the study, it shows that the Naseb Anak Mude and Tige Serangkai songs in Ujan Mas Village, Muara Enim Regency have a unique structure, especially the physical structure which has a meter shape, meaning that the form of the song does not change, both from the type of rhyme ab, ab and in terms of rows only consists of four lines.Rambang adalah salah satu daerah bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Rambang memiliki kekayaan sastra dan kebudayaan yang beragam, salah satunya tembang Naseb Anak Mude dan Tige Serangkai di Desa Ujan Mas Kabupaten Muara Enim. Untuk itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan struktur sastra lisan tembang Naseb Anak Mude dan Tige Serangkai. Metode penelitian menggunakan metode analisis isi kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik dokumentasi yang diperoleh dengan merekam sastra lisan Tembang Naseb Anak Mude dan Tige Serangkai di Desa Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Tembang Naseb Anak Mude dan Tige Serangkai di Desa Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim memiliki struktur yang senantiasa unik, terutama struktur fisiknya yang memiliki bentuk metrum, artinya bentuk tembang tersebut tidak berubah-ubah, baik dari tipe persajakan a-b, a-b maupun dari segi barisnya hanya terdiri dari empat baris
“I Don’t Understand English Reading”: Utilizing Webtoon as Edutainment Medium to Foster Students’ Reading Comprehension
The demands of 21th century forced students to master in English reading. Yet, the problems faced by the students in reading comprehension still become the reason of alleviation in university level. Therefore, webtoon expected to be the medium that can foster students’ reading comprehension. This experimental study aims to investigate the effect of using webtoons in teaching reading comprehension in English. The design of this research was quasi-experimental. The research sample consisted of the 33 students of X TKL/A (class A of Electricity Department) as sample of experimental class and 36 students of X TKL/C (class C of Electricity Department) as sample in control class. Multiple choice type of test was given to the student and collected as the data of this research. Based on the result of data analysis, the alternative hypothesis is accepted which is there is significant effect used webtoon in teaching reading at the first grade of vocational state school in Majalengka. The data analysis showed that mean score in experimental class that utilized webtoon as medium was higher than control class that used printed narrative text only as medium. The independent t-test result also showed that tcount was higher than ttable (2.019>2). In brief, webtoon as edutainment medium is effective to foster students’ reading comprehension especially in reading narrative text.Tuntutan abad 21 memaksa siswa untuk menguasai membaca bahasa Inggris. Namun, kendala yang dihadapi mahasiswa dalam pemahaman bacaan masih menjadi alasan pengentasan di tingkat universitas. Oleh karena itu, webtoon diharapkan dapat menjadi media yang dapat menumbuhkan pemahaman membaca siswa. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penggunaan webtoon dalam pengajaran pemahaman membaca dalam bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu. Sampel penelitian terdiri dari 33 siswa X TKL/A (kelas A Jurusan Kelistrikan) sebagai sampel kelas eksperimen dan 36 siswa X TKL/C (kelas C Jurusan Kelistrikan) sebagai sampel kelas kontrol. Jenis tes pilihan ganda diberikan kepada siswa dan dikumpulkan sebagai data penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data, hipotesis alternatif diterima yaitu terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan webtoon dalam pembelajaran membaca di kelas I SMK Negeri di Majalengka. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor di kelas eksperimen yang menggunakan webtoon sebagai media lebih tinggi daripada kelas kontrol yang hanya menggunakan teks naratif cetak sebagai media. Hasil uji t independen juga menunjukkan bahwa thitung lebih tinggi dari ttabel (2,019>2). Singkatnya, webtoon sebagai media edutainment efektif untuk menumbuhkan pemahaman membaca siswa terutama dalam membaca teks naratif