e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    Sosialisasi Pembuatan Lilin Aroma Terapi Serai dari Minyak Jelantah untuk Pengusir Lalat dan Nyamuk Pada Masyarakat Desa Rantau Jaya

    Get PDF
    Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara dengan target sasaran masyarakat Desa Rantau Jaya. Berdasarkan hasil analisis terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan hasil diskusi, teridentifikasi persoalan yang dialami oleh mitra, diantaranya: kurangnya keterampilan masyarakat tentang proses pembuatan lilin aroma terapi serai dari minyak jelantah. Sehingga diharapkan setelah selesai kegiatan PKM ini mitra  mampu membuat lilin aroma terapi serai dari minyak jelantah sebagai alternatif untuk mengusir serangga, khususnya lalat dan nyamuk. Adapun metode yang TIM gunakan adalah metode sosialisasi dan pelatihan tentang cara pembuatan lilin aroma terapi serai dari minyak jelantah. Berdasarkan hasil angket keterampilan yang diberikan TIM kepada responden sebanyak 25 orang, sebanyak 73% mitra (masyarakat desa Rantau Jaya) mampu membuat lilin aroma terapi serai dari minyak jelantah sendiri dengan komposisi yang tepat, dan menyatakan siap memproduksi dan menggunakannya secara rutin di lingkungan rumah tangga

    Pentingnya Kesadaran Sejarah dalam Membangun Identitas dan Karakter Bangsa

    No full text
    Kesadaran sejarah merupakan elemen krusial dalam pembentukan identitas dan karakter bangsa. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap sejarah, individu dan masyarakat dapat mengenali akar budaya, nilai-nilai, serta perjuangan yang telah dilalui oleh generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana kesadaran sejarah dapat berkontribusi dalam memperkuat rasa kebangsaan dan identitas kolektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif terhadap berbagai sumber sejarah, termasuk dokumen dan sumber literatur, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran sejarah memberikan pemahaman kepada individu tentang bagaimana peristiwa-peristiwa masa lalu membentuk identitas sosial, budaya, dan politik di masa kini. Dengan memahami konteks sejarah, individu dapat melihat dirinya sebagai bagian dari proses panjang yang melibatkan interaksi antar kelompok yang berbeda, sehingga memperkuat rasa identitas kolektif dan kohesi sosial. Dalam masyarakat majemuk, sejarah sering kali menjadi sumber identitas bagi kelompok-kelompok tertentu. Ketika individu menyadari kontribusi dan pengalaman kelompok lain dalam sejarah, hal ini dapat mengurangi prasangka, stereotip, dan meningkatkan toleransi. Selain itu, kesadaran sejarah dapat membantu mengurangi konflik antar kelompok dengan memberikan perspektif yang lebih luas tentang asal-usul ketegangan sosial dan mendorong dialog untuk rekonsiliasi. Hal ini pada akhirnya memperkuat fondasi masyarakat yang inklusif dan toleran, di mana perbedaan dipahami sebagai kekuatan daripada sumber konflik. Meningkatkan kesadaran sejarah, bangsa ini dapat membangun karakter yang tangguh, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta keadilan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendidikan sejarah yang lebih mendalam dalam kurikulum pendidikan nasional sebagai upaya untuk membentuk generasi yang sadar akan sejarah dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa

    Social Criticism: Charlotte’s Web Analysis

    Get PDF
    Aim of this analysis was to describe social criticism in Charlotte’s Web. Descriptive qualitative method was applied in analyzing. Novel became main focus to be analyzed. Unfair friendship like a toxic friendship and bad relationship between characters in the novel are found as the social critics. Besides, It was also analyzed that a complicated friendship was happen and left a conflict like different perspective on the way someone though about life. There was no willingness to listen to and discuss with partners. Trust became one point that was analyzed. Trust to others was so essential. When one believed in others so all things run well becuse there was a respectable eachother. In addition, social criticsm was also seen in this novel by analyzing that friend was widely loved and care about but it is not as beautiful as thought by writer. Social problems and classification like what was called by bad circle that gave a very strong influence to the way one interact with others

    Workshop Penyusunan Instrumen Koneksi Matematika Berbasis PMRI pada Materi Eksponen

    Get PDF
    Kemampuan koneksi matematika merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika abad ke-21, karena memungkinkan siswa untuk mengaitkan konsep-konsep matematika dengan pengalaman nyata secara bermakna. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan ini masih tergolong rendah di kalangan siswa Indonesia, salah satunya akibat keterbatasan instrumen penilaian yang relevan dan kontekstual. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) menawarkan paradigma pembelajaran berbasis konteks yang dapat mendorong pengembangan koneksi matematika secara lebih optimal. Untuk itu, diperlukan instrumen penilaian yang sejalan dengan karakteristik PMRI. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan workshop penyusunan instrumen koneksi matematika berbasis PMRI, khususnya pada materi eksponen. Workshop dirancang sebagai forum kolaboratif antara akademisi dan praktisi pendidikan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam menyusun instrumen penilaian yang valid, reliabel, dan aplikatif. Kegiatan meliputi sesi pengantar konseptual, praktik penyusunan soal dan rubrik penskoran, hingga evaluasi hasil kerja peserta. Hasil workshop menunjukkan bahwa peserta mampu mengembangkan instrumen yang mencerminkan prinsip-prinsip koneksi matematika dalam konteks PMRI. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong transformasi pengetahuan dan penguatan jejaring profesional dalam pengembangan instrumen penilaian. Workshop ini diharapkan menjadi model pengembangan kapasitas yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Indonesia

    Pelatihan Fundamental Spoken English dalam Meningkatkan Kemampuan Presentasi Software ( English For Specific Purposes: Information System Students At STMIK BNJ Lubuklinggau

    Get PDF
    Pelatihan Fundamental Spoken English dalam Meningkatkan Kemampuan Presentasi Software ( English for Specific Purposes: Information System Students at STMIK BNJ Lubuklinggau) bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tentang bagaimana mahasiswa Sistem Informasi mempresentasikan software dengan baik dan penuh percaya diri. Metode yang digunakan adalah drill dalam bentuk diskusi dan presentasi melalui pelatihan selama 4 pertemuan. Jumlah peserta pelatihan adalah 27 mahasiswa. Hasil PPM yang ingin dicapai yaitu terlaksananya pembelajaran tentang teori presentasi, praktik dan keahlian presentasi Bahasa Inggris. Kegiatan PPM ini melibatkan 3 orang mahasiswa Universitas PGRI Silampari  yang diharapkan dapat memberikan pengalaman diluar kampus bagi mereka tentang bagaimana mempersiapkan administrasi pelatihan, mempersiapkan materi dan perlengkapan serta melihat secara nyata proses pelatihan English Presentation yang melibatkan mahasiswa Sistem Informasi sebagai peserta. Dengan diikutsertakan mereka dalam pelatihan ini, diharapkan mereka kelak memiliki keterampilan mumpuni untuk melaksanakan pelatihan dengan materi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengabdian ini juga memberikan dampak positif bagi dosen sebagai pelatihan yang terencana, dan berdampak pada masyarakat, yakni para peserta menjadi mahir dan percaya diri ketika berbicara di depan umum dalam bahasa Inggris karena telah melalui latihan yang terstruktur dan intensif serta sesuai dengan kebutuhan. Selain itu dosen juga menambah pengalaman berkoordinasi dengan mitra, bekerjasama, melakukan aktivitas pembelajaran bermanfaat tidak  hanya di dalam kampus tapi juga diluar kampus. Selain itu, Materi English for Presentation dapat digunakan oleh dosen sebagai bahan ajar pada Mata Kuliah Public Speaking. Skill Speaking ini juga akan dijadikan sebagai akar ilmu bagi dosen dalam melaksanakan penelitian, sehingga menjadi rangkaian tri dharma perguruan tinggi yang tidak terpisah

    Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Limbah Bongol Pisang Menjadi Keripik dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Suka Kaya Kecamatan Saling

    Get PDF
    Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah batang pisang menjadi keripik bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Desa Suka Kaya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa dalam mengolah limbah batang pisang menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Tahapan pelaksanaan dalam PKM: tahap persiapan, tahap pelatihan/pendampingan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi Hasil dari PKM ini menunjukkan bahwa masyarakat desa dapat meningkatkan pendapatan mereka dengan memanfaatkan limbah batang pisang menjadi keripik yang dapat dipasarkan secara lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara efektif dan efisien

    Makna Simbolik Dalam Naik Garudo Oleh Pengantin Pada Upacara Pernikahan Adat Melayu Jambi

    No full text
    Culture is emotion, creativity and intention. Culture is the result of human production itself. Culture always coexists with tradition. This research aims to determine the symbolic meaning of wedding traditions in the Malay community in Jambi, Mersam District. Garudo riding is a community tradition in Mersam District, Mersam District, Jambi City. We can see the Naik Garudo tradition at weddings or during the procession of the bride and groom during the day. The research methodology used in writing this research consists of four stages, namely elicitation, source criticism, interpretation, and historiography. The types of sources used in writing this research are library research and technical historical analysis using interpretation of historical facts which include books, documents and journals related to Jambi Malay customs. The results of this research are that "garudo" or "garuda" in Indonesian is a palanquin in the shape of an eagle decorated as a bridal carriage. Garuda is carried by male and female family members. Naik Garudo has a symbolic meaning. Garudo which appears in the Jambi Malay tradition has a symbolic meaning. Garudo means strength, courage and justice. During the wedding process, using Galudo can bring blessings and good luck to the bride and groom.Kebudayaan adalah emosi, kreativitas dan karsa. Kebudayaan adalah hasil produksi manusia itu sendiri. Kebudayaan selalu hidup berdampingan dengan tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik tradisi pernikahan pada masyarakat Melayu di Jambi Kecamatan Mersam. Menunggang garudo merupakan tradisi masyarakat di Kecamatan Mersam, Kecamatan Mersam, Kota Jambi. Tradisi Naik Garudo dapat kita jumpai pada acara pesta pernikahan atau pada saat prosesi kedua mempelai pada siang hari. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini terdiri dari empat tahap, yaitu elisitasi, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Jenis sumber yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah penelitian kepustakaan serta teknis analisis sejarah dengan menggunakan penafsiran fakta sejarah yang meliputi buku, dokumen dan jurnal yang berkaitan dengan adat Melayu Jambi. Hasil dari penelitian ini adalah “garudo” atau “garuda” dalam bahasa Indonesia adalah tandu berbentuk burung garuda yang dihias sebagai kereta pengantin. Garuda digendong oleh anggota keluarga laki-laki dan perempuan. Naik Garudo mempunyai makna simbolis Garudo yang muncul dalam tradisi Melayu Jambi mempunyai makna simbolis Garudo berarti kekuatan, keberanian dan keadilan. Dalam proses pernikahan, penggunaan Galudo dapat mendatangkan keberkahan dan keberuntungan bagi kedua mempelai

    Pemanfaatan Limbah Botol Air Mineral 1,5 Liter Sebagai Media Tanam Hidroponik untuk Budidaya Sayuran Pada Lahan Yang Sempit

    Get PDF
    Sampah atau botol plastik yang menumpuk di mana-mana merupakan masalah yang sering dijumpai di lingkungan masyarakat, seperti yang kita ketahui bahwa botol plastik sangat susah diuraikan sehingga dapat mengotori dan mencemari lingkungan. Salah satu sampah yang mendominasi setiap tahunnya adalah botol plastik yang sekali pakai dan dibuang, di mana sebagian besar dari sampah botol plastik akan berakhir di tempat pembuangan dan sebagiannya berakhir mencemari lingkungan maupun lautan. Guna mengurangi penumpukan sampah botol plastik yang melimpah maka cara yang paling mudah dilakukan adalah memanfaatkan kembali botol plastik tersebut yang berguna dan bermanfaat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan limbah botol plastik bekas untuk dijadikan media tanam hidroponik. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan kepada masyarakat secara langsung sebagai objek dan subjek dalam kegiatan. Metode evaluasi yang digunakan yaitu dapat melihat jumlah semua unit persemaian dan jumlah botol yang disiapkan. Hasil kegiatan menunjukkan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dalam memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam hidroponik untuk budidaya sayurandi lahan yang sempit dalam rangka mengurangi pencemaran lingkungan.&nbsp

    Pelatihan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pengrajin Jamu Tradisiona Di O Mangunharjo

    Get PDF
    Digital marketing training is a strategic approach to strengthen the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), especially traditional herbal medicine craftsmen who face marketing challenges in the digital era. This study aims to evaluate the impact of digital marketing training on improving the economic welfare of herbal medicine craftsmen in O Mangunharjo. The study used a descriptive qualitative approach through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that the training not only improved online promotion skills but also built the confidence of business actors in facing a wider market. Digital marketing training has been shown to contribute to increasing income and the existence of local herbal medicine products on digital platforms.   Keywords: digital marketing, welfare, traditional herbal medicine, MSMEs, O MangunharjoPelatihan digital marketing merupakan pendekatan strategis untuk memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengrajin jamu tradisional yang menghadapi tantangan pemasaran di era digital. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pelatihan digital marketing terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi pengrajin jamu di O Mangunharjo. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing oleh pengrajin jamu tradisional tidak hanya meningkatkan kemampuan promosi daring, tetapi juga membangun kepercayaan diri pelaku usaha dalam menghadapi pasar yang lebih luas. Pelatihan digital marketing terbukti berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan eksistensi produk jamu lokal di platform digital. Kata kunci: digital marketing, kesejahteraan, jamu tradisional, UMKM, O Mangunharj

    Penguatan Kompetensi Mahasiswa Calon Guru Sejarah melalui Pendampingan Lapangan Berbasis Wisata Edukasi di Sumatra Barat

    Get PDF
    Mahasiswa calon guru sejarah perlu memiliki kompetensi pedagogis dan wawasan kontekstual yang kuat agar mampu mengembangkan pembelajaran sejarah yang bermakna dan relevan. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan lapangan berbasis wisata edukasi pada situs-situs sejarah lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru sejarah melalui keterlibatan langsung dalam praktik lapangan berbasis wisata edukasi di Sumatra Barat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi persiapan materi pembelajaran sejarah lokal, pelaksanaan kunjungan edukatif ke situs sejarah, serta refleksi dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami konteks sejarah lokal, merancang pembelajaran kontekstual, dan mengembangkan media ajar berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini juga memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah. Praktik lapangan berbasis wisata edukasi terbukti efektif sebagai media penguatan kompetensi calon guru sejarah. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan pemanfaatan potensi lokal dalam pengembangan pendidikan sejarah

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇