e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
Prasasti Batu Gong : Studi Historis Peninggalan Sejarah Lokal Jember yang Terbengkalai
Local history is a branch of history that is interesting to discuss the culture or history of a region. One of Jember's local historical relics is the stone gong inscription. The Batu Gong Inscription is located in Kaliputh, Rambipuji District. This inscription is thought to have existed since the 7th – 8th century AD. This inscription was discovered by Dutch archaeologist W.F. Stutterheim and H.R. Heekeren in 1933. The aim of this research is to analyze the various factors that caused this inscription to receive less attention and outline the historical context of the Batu Gong inscription in the development of local Jember history which reflects the culture and traditions of the community at that time. This research uses literature, observation and interview methods. Factors in which the stone gong inscriptions have been neglected are lack of attention from the government and society, lack of promotion and education, as well as lack of coordination and governance. It can be seen from the literature that the role of government and society is very necessary. The government can be a motivator, facilitator and dynamist in preserving the Batu Gong Inscription.
Sejarah lokal merupakan salah satu cabang ilmu sejarah yang menarik untuk didiskusikan mengenai kebudayaan ataupun sejarah dari suatu wilayah. Salah satu peninggalan sejarah lokal Jember adalah prasasti batu gong. Prasasti Batu Gong berlokasi di Kaliputh, Kecamatan Rambipuji. Prasassti ini diperkirakan ada sejak abad 7 M – 8 M. Prasasti ini ditemukan oleh arkeolog Belanda W.F. Stutterheim dan H.R. Heekeren pada tahun 1933. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan prasasti ini kurang mendapatkan perhatian dan menguraikan konteks historis prasasti batu gong dalam perkembangan sejarah lokal Jember yang mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode literatur, observasi, dan wawancara. Faktor terbengkalainya prasasti batu gong adalah kuranngnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat, kurangnya promosi dan edukasi, serta kurangnya koordinasi dan tata kelola, Dapat diketahui dari literatur bahwa peran pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah dapat menjadi motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam pelestarian Prasasti Batu Gong
Penerapan Model Problem Based Learning Berbatuan Wordwall Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah
This article discusses the application of the problem based learning model assisted by wordwall media to improve students' critical thinking skills in history subjects at SMAN 2 Palembang. The research method used was classroom action research carried out in 2 cycles. Data collection uses observation sheet instruments, written tests and student worksheets. The results of the research showed that there was an increase in students' critical thinking skills, which in cycle 1 was 39.53% and in cycle 2 it was 83.72%.Artikel ini membahas mengenai penerapan model problem based learning berbantuan media wordwall untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran sejarah di SMAN 2 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan 2 siklus. Pengumpulan data menggunakan instrument lembar observasi, tes tertulis dan lembar kerja peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang mana pada siklus 1 sebesar 39,53% dan pada siklus 2 sebesar 83,72%
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Peta Konsep dalam Pembelajaran IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri 09 Lubuklinggau
Pembelajaran merupakan salah satu kegiatan inti yang harus diikuti oleh siswa karena pembelajaran ini digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain dan menambah pengetahuan yang akan menjadi bekal di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Peta Konsep dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SD Negeri 09 Lubuklinggau dan menghasilkan LKS yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model yang digunakan adalah 4D. Objek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kualitas LKS dilihat dari aspek validitas dikatakan masuk dalam kategori valid dengan koefisien Aiken v untuk ahli bahasa 0,85, ahli material 0,80, ahli media 0,76 dengan kategori tinggi. Sementara itu, hasil analisis penilaian kepraktisan LKS guru dan siswa memenuhi kriteria praktik dengan nilai rata-rata 76%, dan efektivitas dengan rata-rata 84,9%, sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS dalam pembelajaran IPA memenuhi kriteria yang valid, praktis, dan efektif sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran
Aliran Idealisme, Pragmatisme dan Eksistensialisme dalam Pendidikan Kontemporer
Pendidikan merupakan proses sadar yang bertujuan mengembangkan potensi manusia secara utuh, baik intelektual, moral, maupun spiritual. Dalam praktiknya, setiap sistem pendidikan tidak dapat dipisahkan dari dasar filsafat yang melandasinya. Filsafat berperan menentukan arah, nilai, dan makna pendidikan, sehingga pemahaman terhadap berbagai aliran filsafat menjadi penting bagi pendidik dan pembuat kebijakan. Tulisan ini menelaah tiga aliran utama filsafat pendidikan yang memiliki pengaruh besar, yaitu Idealisme, Pragmatisme, dan Eksistensialisme, serta implikasinya terhadap dunia pendidikan modern. Idealisme menempatkan ide, nilai moral, dan spiritualitas sebagai realitas tertinggi. Pendidikan dalam pandangan ini berfungsi menyempurnakan jiwa manusia melalui pembentukan akal budi dan karakter yang luhur. Sebaliknya, Pragmatisme memandang kebenaran sebagai sesuatu yang dinamis dan kontekstual, yang bergantung pada manfaatnya dalam kehidupan. Pendidikan berlandaskan pragmatisme menekankan pengalaman langsung, pembelajaran aktif, dan kemampuan memecahkan masalah nyata. Sementara itu, Eksistensialisme menekankan kebebasan, tanggung jawab pribadi, serta pengembangan diri yang autentik. Pendidikan dipandang sebagai proses membantu peserta didik menemukan makna dan arah hidupnya secara sadar dan bertanggung jawab. Ketiga aliran tersebut saling melengkapi: Idealisme memberi arah moral dan nilai spiritual, Pragmatisme mengarahkan pada kegunaan praktis dan adaptasi terhadap perubahan, sedangkan Eksistensialisme menegaskan pentingnya kebebasan dan tanggung jawab pribadi. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, sintesis dari ketiganya sangat relevan untuk membangun manusia yang berkarakter, kreatif, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan global. Oleh karena itu, kajian filsafat pendidikan ini menjadi landasan penting untuk mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang humanis dan bermakna
Pandangan Mahasiswa Semester 4 STKIP Muhammadiyah Manokwari Terhadap Film 172 Days Karya Nadzira Shafa dengan Pendekatan Semiotik
This research aims to analyze the views of fourth-semester students on the film 172 Days by Nadzira Shafa using a semiotic approach. This film tells the spiritual journey of Nadzira Shafa, who transforms from a free-spirited life to making a hijrah after meeting Ameer Azzikra. The method used in this research is descriptive qualitative. The research results show that the community views this film as a representation of the hijrah process, which is full of challenges yet meaningful, with an emphasis on the values of sincerity, patience, and responsibility in living a religious life. Additionally, this film is also viewed as an effective medium for preaching, conveying Islamic messages in a contemporary manner. This research is expected to contribute to understanding the role of film media as a communication tool in society and to enrich semiotic studies in the context of culture and religion
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Model Discovery Learning Pada Materi Suhu, Kalor dan Pemuaian Kelas VII SMP Muhammadiyah Jajaran Baru II
Motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam memahami konsep-konsep fisika, khususnya materi suhu, kalor, dan pemuaian. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui penerapan model Discovery Learning. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 28 peserta didik kelas VII SMP Muhammadiyah Jajaran Baru II. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket motivasi belajar berdasarkan model ARCS yang mencakup aspek attention, relevance, confidence, dan satisfaction. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik pada setiap indikator setelah penerapan model Discovery Learning. Penerapan model ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, yang ditunjukkan melalui peningkatan skor dari pra-siklus hingga akhir Siklus II. Motivasi belajar peserta didik meningkat dari 55% pada pra-siklus (kategori kurang), menjadi 74% pada Siklus I (kategori baik), dan mencapai 86% pada Siklus II (kategori sangat baik). Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi IPA, khususnya suhu, kalor, dan pemuaia
Inventarisasi Jenis Bulu Babi (Echinoidea) di Zona Pasang Surut Pantai Urbisu di Kepulauan Numfor Kabupaten Biak Numfor
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis bulu babi babi (Echinoidea) yang terdapat di pantai Urbisu Kepulauan Numfor dan mengetahui kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) di pantai Urbisu Kepulauan Numfor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah (Cruise Method). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mencari keberadaan jenis-jenis bulu babi (Echinoidea) di zona pasang surut pantai Urbisu kemudian didokumentasikan dan diteliti berdasarkan jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bulu babi yang ditemukan di pantai Urbisu Kepulauan Numfor sebanyak empat spesies yaitu Diadema setosum, Tripneustes gratilla, Echinus melo, dan Echinothrix calamaris. Kelimpahan tertinggi terdapat pada Bulu Babi Tripneustes gratilla sebesar 81,81%, kelimpahan sedang terdapat pada bulu babi Diadema setosum sebesar 14,55%, kelimpahan rendah terdapat pada bulu babi Echinothrix calamaris sebesar 3,03% dan kelimpahan yang sangat rendah terdapat pada bulu babi Echinus melo sebesar 0,61%
TINGKAT HIERARKI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW PADA TOKOH UTAMA DALAM SERIAL TELEVISI YANG BERJUDUL GADIS KRETEK YANG DISUTRADARAI OLEH KAMILA ANDINI DAN IFA ISFANSYAH
This study aims to identify five levels of hierarchy of needs according to Abraham Maslow's theory in the main character in the television series entitled Gadis Kretek. The research method used is descriptive qualitative, namely a research method that aims to examine the object or subject of research in detail, such as presenting information such as events, symptoms, and incidents as they are. The data collection technique used is the technique of observing and recording, while the data analysis technique uses a technique consisting of data reduction, then presenting the data and then drawing conclusions. The results of this study are the discovery of five levels of hierarchy of needs according to Maslow's theory, namely physiological needs, security needs, social needs, esteem needs and self-actualization needs. The main character Jeng Yah in the television series entitled Gadis Kretek has achieved the highest need of Maslow's five needs, namely the need for self-actualization. This is because the main character, Jeng Yah, has achieved four levels of Maslow's hierarchy of needs, namely physiological needs, security needs, social needs, and esteem needs.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lima tingkat hierarki kebutuhan menurut teori Abraham Maslow pada tokoh utama dalam serial televisi yang berjudul Gadis Kretek. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang bertujuan meneliti objek atau subjek penelitian secara terperinci seperti memaparkan informasi misalnya peristiwa, gejala, dan kejadian sebagaimana adanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik yang terdiri atas reduksi data lalu menyajikan data selanjutnya menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah ditemukan lima tingkat hierarki kebutuhan menurut teori Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Tokoh utama Jeng Yah pada serial televisi yang berjudul Gadis Kretek ini telah mencapai kebutuhan yang paling tinggi dari kelima kebutuhan Maslow yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Hal ini disebabkan karena tercapainya empat tingkat hierarki kebutuhan Maslow pada diri tokoh utama yaitu Jeng Yah yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan social, dan kebutuhan penghargaan
PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN FONOLOGIS DAN PENGUASAAN HURUF PADA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN DISLEKSIA: SUATU STUDI LITERATUR SISTEMATIS
Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis pengaruh pendekatan multisensori terhadap peningkatan kesadaran fonologis dan penguasaan huruf pada siswa sekolah dasar dengan disleksia. Studi ini menggunakan desain studi literatur sistematis dengan pencarian pada PubMed, ERIC, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, menggunakan kata kunci terkait multisensory instruction, phonological awareness, letter sound mapping, dan dyslexia. Sintesis terhadap studi primer dan meta analisis menunjukkan bahwa pendekatan multisensori memberikan peningkatan signifikan dengan besaran efek kecil hingga sedang pada kesadaran fonologis dan penguasaan huruf, terutama pada intervensi yang intensif dan terstruktur. Pendekatan multisensori direkomendasikan sebagai komponen penting intervensi literasi awal bagi siswa dengan disleksia, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat validitas eksternal dan membandingkannya dengan fonik eksplisit murniArtikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis pengaruh pendekatan multisensori terhadap peningkatan kesadaran fonologis dan penguasaan huruf pada siswa sekolah dasar dengan disleksia. Studi ini menggunakan desain studi literatur sistematis dengan pencarian pada PubMed, ERIC, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, menggunakan kata kunci terkait multisensory instruction, phonological awareness, letter sound mapping, dan dyslexia. Sintesis terhadap studi primer dan meta analisis menunjukkan bahwa pendekatan multisensori memberikan peningkatan signifikan dengan besaran efek kecil hingga sedang pada kesadaran fonologis dan penguasaan huruf, terutama pada intervensi yang intensif dan terstruktur. Pendekatan multisensori direkomendasikan sebagai komponen penting intervensi literasi awal bagi siswa dengan disleksia, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat validitas eksternal dan membandingkannya dengan fonik eksplisit murn
Pendampingan Guru SD Negeri Kalibening dalam Implementasi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) Berbasis Proyek
The mentoring program for teachers at SD Negeri Kalibening aims to improve their understanding and skills in implementing deep learning through project-based learning (PjBL). The limited experience of teachers in designing and carrying out PjBL serves as the basis for the need for structured training. This community service program was conducted in three training sessions involving seminars, workshops, discussions, and simulated practice using a drill-practice approach. This approach enabled teachers to learn PjBL concepts, develop teaching materials, and implement project-based learning gradually and repeatedly. Evaluation through pre-tests and post-tests showed an increase in the average score from 91 to 105, indicating improved teacher understanding and competence after the mentoring program. In addition, teachers were able to develop lesson plans, student worksheets, and authentic assessment instruments that better aligned with the principles of deep learning. The program also encouraged teachers to design learning activities that are relevant to students’ real-life contexts, thus supporting the creation of meaningful learning experiences. Overall, this mentoring program effectively enhanced the readiness of SD Negeri Kalibening teachers to implement PjBL as part of deep learning in the classroom.Kegiatan pendampingan bagi guru SD Negeri Kalibening bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis proyek. Minimnya pengalaman guru dalam merancang dan melaksanakan project-based learning (PjBL) menjadi dasar perlunya pelatihan yang terstruktur. Program pengabdian dilaksanakan melalui tiga sesi pelatihan yang mencakup seminar, workshop, diskusi, dan praktik simulasi dengan pendekatan drill practice. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi guru untuk mempelajari konsep PjBL, menyusun perangkat ajar, serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek secara bertahap dan berulang. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 91 menjadi 105, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman dan kompetensi guru setelah mengikuti pendampingan. Selain itu, guru mampu menyusun RPP, LKPD, dan instrumen penilaian autentik yang lebih baik sesuai prinsip pembelajaran mendalam. Program ini juga mendorong perancangan pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan siswa sehingga mendukung terciptanya pengalaman belajar yang bermakna. Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan ini efektif dalam meningkatkan kesiapan guru SD Negeri Kalibening untuk mengimplementasikan PjBL sebagai bagian dari pembelajaran mendalam di kelas