e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    PEMBUATAN PAPAN MADING SEBAGAI SARANA INFORMASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI MUARA TAMI KOTA JAYAPURA

    Get PDF
    The present Field Work Lecture activity aimed to: 1) provide an information service medium in the form of a bulletin board at school, 2) help students receive regular information services, 3) help students develop themselves and their ability to make decisions through the provision of concrete information services, and 4) facilitate Guidance and Counseling teachers to provide interesting and innovative information services. This activity applied the observation method and carried out work and evaluation programs. This field work lecture activity involved 10 students in the 5th semester and 2 supervisors from the Guidance and Counseling Program, Teaching and Education Faculty, Cendrawasih University. The activity was carried out for 1 week in the SMP Negeri Muara Tami Kota Jayapura, Papua environment. The research findings were obtained from all accumulated questions/statements in which students answered 'strongly agree' as much as 32%, students answered 'agree' as much as 18%, students answered 'quite agree' as much as 8%, students answered 'disagree' as much as 14% , and students answered 'strongly disagree' as much as 28%. Thus, it was concluded that 58% of students of SMP Negeri Muara Tami received and felt helped by providing information services through the provision of bulletin boards.Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini bertujuan : 1) Menyediakan media layanan informasi papan mading pada sekolah, 2) Membantu siswa menerima  layanan informasi secara berkala, 3) Membantu siswa membentuk diri dan mampu mengambil keputusan dengan adanya layanan informasi yang kongkrit 4) Membantu memfasilitasi guru BK untuk memberikan layanan informasi yang menarik dan inovatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi, menjalankan program kerja dan evaluasi. Kegiatan kuliah kerja lapangan ini melibatkan 10 mahasiswa semester 5 dan 2 dosen pembimbing Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNCEN, kegiatan dilakukan selama 1 minggu pada lingkungan sekolah SMP Negeri Muara Tami Kota Jayapura, Papua. Hasil dari penelitian ini seluruh pertanyaan/pernyataan diakumulasikan dimana siswa yang menjawab sangat setuju sebesar 32%, siswa yang menjawab setuju sebesar 18%, siswa yang menjawab cukup sebesar 8%, siswa yang menjawab tidak setuju sebesar 14% dan siswa yang menjawab sangat tidak setuju sebesar 28%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 58% siswa SMP Negeri Muara Tami menerima dan terbantu dengan adanya pemberian layanan informasi dengan media papan mading

    Michael Henchard’s Frustration in Thomas Hardy’s the Mayor of Casterbridge

    Get PDF
    This study is about Michael Henchard’s frustration with Thomas Hardy the Mayor of Casterbridge. Using a qualitative approach and the theory of regression, the researcher finds that the main character behaves and speaks similarly to his character in his earlier years of life when he began a carrier. Thus, he undergoes a frustration that he behaves like before twenty years ago: abandoning others and escaping to liquor. &nbsp

    KENDALA GURU BAHASA INGGRIS SMP/MTs DALAM PEMBELAJARAN ONLINE PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MANOKWARI PAPUA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala guru bahasa inggris dalam pembelajaran online pada masa pandemi covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian adalah guru dan peserta didik MTs Negeri Manokwari. Objek dari penelitian adalah kondisi mental peserta didik selama masa pandemi covid-19. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing atau verification, analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa inggris dilakukan secara online  mengalami banyak permasalahan. Permasalahan ini dialami oleh guru dan siswa. Permasalah tersebut diantaranya kurangnya pengetahuan tentang teknologi informasi oleh peserta didik mapungurgu, kurangnya fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran daring seperti adanya siswa yang tidak memiliki handphone, laptop, ataupun komputer dan kurangnya akses jaringan internet (kuota) yang memadai, pembelajaran menjadi membosankan dan penilaian pembelajaran yang seharusnya bisa dilakukan secara langsung jadi tidak bisa dilakukan. Pembelajaran jadi kurang efektif karena adanya hambatan-hambatan tersebut

    SEMINAR DAN PELATIHAN PADA MAHASISWA TERKAIT IDENTIFIKASI ISU KEBIJAKAN DAN PENYUSUNAN POLICY BRIEF

    Get PDF
    Isu kebijakan publik dan permasalahan publik berkolerasi pada penyelenggaraan pemerintahan. Pembuatan dan pembentukan kebijakan yang tidak melakukan riset kebijakan dan berbasiskan bukti dalam pembuatan kebijakan menyebabkan kebijakan tidak berkualitas dan berdampak pada masyarakat. Kemampuan sumber daya manusia dibutuhkan dalam identifikasi isu kebijakan dan menyusun ringkasan kebijakan. Khusus dalam ringkasan kebijakan atau disebut policy brief merupakan konsep dalam pembuatan dan pembentukan kebijakan alternatif yang memberikan pengaruh sebagai media komunikasi dalam penentuan keputusan. Sehingga diselenggarakan kegiatan pengabdian pada tanggal 1-2 November 2022. Lokasi kegiatan di salah satu ruang pertemuan Universitas Panca Marga. Berdasarkan korelasi antara masalah dan metode serta solusi pada problematika yang dihadapi mitra, secara substansi gambaran kegiatan yang telah diselenggarakan dalam pengabdian ini meliputi: Seminar dengan materi isu kebijakan publik dan masalah kebijakan serta Pemaparan desain policy brief dan pelatihan action plan penyusunan policy brief. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi dalam upaya peningkatan kesadaran dan kepercayaan diri para mahasiswa Prodi Administrasi Publik FISIP Universitas Panca Marga dalam penyusunan hasil riset dan kajian kebijakan publik dalam bentuk rekomendasi kebijakan publik di daerah relevan dengan kewenangan unit kerja

    Peran Pemahaman Teori Ambiguitas dalam Menyelesaikan Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi

    Get PDF
    Ambiguity is prone to occur in conversation. When communicating, the possibility of misunderstandings occurs due to unclear intentions or the existence of double meanings in the words and sentences used. Misunderstanding when communicating can occur at the phonetic, grammatical and lexical levels. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. Data were obtained by interviewing and recording conversations of Bengkulu University students. Recorded data was obtained from 36 informants. Then the data is transcribed and then classified. After being classified, the data were analyzed using ambiguity theory. Finally, conclusions are drawn. In this study, the misunderstandings found in student conversations occurred at the grammatical and lexical level. An understanding of semantics, especially ambiguity theory, needs to be mastered by both educators and students in order to overcome and resolve misunderstandings in conversation.Ambiguitas rentan terjadi dalam percakapan. Saat berkomunikasi kemungkinan kesalahpahaman terjadi sebab ketidakjelasan maksud atau adanya makna ganda pada kata dan kalimat yang digunakan. Kesalahpahaman saat berkomunikasi dapat terjadi pada tataran fonetik, gramatika, dan leksikal. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan mewawancarai dan merekam percakapan mahasiswa Universitas Bengkulu. Data rekam didapat dari 36 informan. Selanjutnya data ditranskripsi lalu diklasifikasi. Setelah diklasifikasi, data dianalisis menggunakan teori ambiguitas. Terakhir dilakukan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini, kesalahpahaman yang ditemukan dalam percakapan mahasiswa terjadi pada tataran gramatikal dan leksikal. Pemahaman mengenai semantik terutama teori ambiguitas perlu dikuasai oleh pendidik maupun peserta didik agar dapat mengatasi dan menyelesaikan kesalahpahaman dalam percakapan

    BIMBINGAN BELAJAR BAHASA INGGRIS GRATIS UNTUK SISWA MI YA BUNAYYA HIDAYATULLAH MANOKWARI

    Get PDF
    It is undeniable that English is one of the subjects that is a scourge for most students. On the other hand, whether we realize it or not, English is indispensable in various aspects of science and everyday life. This activity aims to provide assistance to students at MI Ya Bunayya Hidayatullah Manokwari. Mentoring activities are carried out by providing private tutoring. In each activity students are separated into small groups of 1-3 people according to their respective grade levels. With this method, all students can participate in more intensive learning activities. If you pay attention, it can be seen that the enthusiasm and motivation of students to learn is increasing. It is hoped that this activity can trigger the enthusiasm of the students to enjoy and learn English more.Tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi momok bagi kebanyakan siswa. Di sisi lain, disadari atau tidak, bahasa inggris sangat diperlukan dalam berbagai aspek keilmuan serta kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada siswa-siswa yang ada di MI Ya Bunayya Hidayatullah Manokwari. Kegiatan pendampingan dilaksanakan dengan memberikan bimbingan belajar privat. Dalam setiap kegiatan siswa dipisah menjadi kelompok-kelompok kecil 1-3 orang sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing. Dengan metode ini semua siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran lebih inttensif. Jika diperhatikan, dapat dilihat bahwa semangat dan motivasi belajar siswa semakin lama semakin meningkat. Diharapkan kegiatan ini dapt memicu semangat para siswa untuk lebih menyenangi dan mempelajari bahasa inggris

    MORPHOMETRIC AND MERISTIC STUDY OF MANTIS SHRIMP (Harpiosquilla raphidae) IN SEI BEROMBANG WATERS, LABUHANBATU REGENCY, NORTH SUMATERA

    No full text
    As basic information on identification process, the morphometric and meristic of mantis shrimp study can be used to initiate of mantis shrimp resource from Indonesia especially from North Sumatera. Mantis shrimp (Harpiosquilla raphidea) have big chance as one of the potential crustacean species as the source nutrition of future but not used optimally. This research was used the quantitative method were determining the sampling point through the purposive random sampling method. This study was conducted from November 2021 to January 2022 in around of Sei Berombang coastal water. The H. raphidea samples was carried out at 3 observation sites using trawl nets. The morphometric result showed that H. raphidea body length size was found range from 8.45 to 30.32 cm. In the meristic analysis of mantis shrimp, there were 5-6 telson spines, 7-8 spines for dactylus, and 15-17 for propodus. These results were described that the body length size of mantis shrimp dominated by small size class. and with this part has confirmed that the mantis found in Berombang estuary waters is H. raphidea

    PENDAMPINGAN LINKED PRODUK LOKAL MASYARAKAT DAN BUMDES

    Get PDF
    Petungsewu Village is one of the villages located in the Dau sub-district, Malang Regency. Petungsewu Village is a village that has superior citrus products and is a contributor most significant citrus production in East Java. The village community manages several owned businesses, but the home-based business has not been linked to BUMDes, owned by Petungsewu Village. In addition, the proportion of BUMDes in Petungsewu village that is actively operating is smaller than the BUMDes that are actively producing. The unlinked home-owned business owned by the community with BUMDes is one of the causes of economic growth. However, the improvement of community welfare has not been able to develop rapidly. The first problem that partners complained about to the service team was related to the unlinked business owned by the community and the BUMDes owned by the village. The second problem relates to the fact that there are still many BUMDes that are not yet actively operating, so the economic potential of Petungsewu village has not been maximized in the welfare of the community. Based on the two problems partners face, the service team provides a solution by linking or connecting owned businesses managed by each community and BUMDes to offer solutions to the first problem. Furthermore, the service team will reactivate BUMDes that are not yet actively operating. The method used to implement the first solution is to conduct FGD by inviting several representatives of owned business owners, BUMDes managers and representatives of village officials. Furthermore, the service team will use the solution to the second problem to carry out socialization and assistance. The service team invited all BUMDes managers, DPMD representatives and village officials in this activity.Desa Petungsewu merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Desa Petungsewu adalah desa yang memiliki produk unggulan jeruk dan menjadi penyumbang terbesar produksi jeruk di Jawa Timur. Terdapat beberapa usaha milik yang dikelola oleh masyarakat desa namun usaha rumahan tersebut belum terlink dengan BUMDes yang dimiliki oleh Desa Petungsewu. Selain itu, BUMDes di desa Petungsewu yang aktif beroperasi proporsinya lebih kecil daripada BUMDes yang telah aktif berproduksi. Tidak terlinknya usaha milik rumahan yang dimiliki oleh masyarakat dengan BUMDes menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat belum dapat berkembang pesat. Permasalahan pertama yang dikeluhkan oleh mitra kepada tim pengabdi berkaitan dengan belum terlinknya antara usaha milik yang dikelola oleh masyarakat dengan BUMDes yang dimiliki oleh desa. Permasalahan kedua berkaitan dengan masih banyak BUMDes yang belum aktif beroperasi sehingga potensi ekonomi desa Petungsewu belum dapat maksimal dalam menyejahterakan masyarakat. Berdasarkan kedua permasalahan yang dihapai oleh mitra, tim pengabdi memberikan solusi berupa akan melakukan linked atau keterhubungan antara usaha milik yang dikeola oleh masing-masing masyarakat dengan BUMDes untuk memberikan solusi atas permasalahan yang pertama. Selanjutnya tim pengabdi akan mengaktifkan kembali BUMDes yang belum aktif beroperasi. Metode yang digunakan untuk megimplementasikan solusi pertama adalah melakukan FGD dengan mengundang beberapa perwakilan pemilik usaha milik, pengelola BUMDes dan perwakilan perangkat desa. Selanjutnya, metode yang akan digunakan oleh tim pengabdi untuk melaksanakan solusi atas permasalahan yang kedua adalah dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan. Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdi mengundang semua pengelola BUMDes, perwakilan DPMD dan perangkat desa

    PENDAMPINGAN MENONTON FILM LASKAR PELANGI DALAM RANGKA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK-ANAK DIKELURAHAN ANDAY MANOKWARI

    Get PDF
    Pendampingan menonton film laskar pelangi dalam meningkatkan motivasi belajar anak merupakan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu upaya pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Metode pendampingan menonton film dilakukan dengan pendekatan cinema therapy, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Anday pada hari Senin tanggal 14 Februari 2022 dalam pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh 23 anak dalam kegiatan pendampingan menonton film laskar pelangi di Kelurahan Anday Manokwari. Proses pendampingan yang dilakukan berjalan dengan baik dan lancar. Hasil yang diperoleh dari pendampingan menonton film laskar pelangi ini cukup bagus. Anak-anak sangat antusias selama proses pendampingan dan merasa sangat senang dengan kegiatan tersebut sehingga anak-anak juga termotivasi untuk belajar lebih rajin sehingga bisa mencapai cita-cita yang di impikan

    Perbandingan Self-Efficacy dan Hasil Belajar pada Pembelajaran Fisika Berbantuan Edmodo dan Line

    Get PDF
    This study aimed to describe the differences in self-efficacy and student learning outcomes between Edmodo and Line-assisted physics learning. This study applied a quasi-experimental with samples taken by purposive sampling. The sample is 59 students from two classes, one was assisted by Edmodo learning management system and the other was by Line instant messaging app. Self-efficacy data were taken using a scale consisting of 20 items, learning outcomes data were collected using test of 20 multiple choice questions. The data analysis technique was conducted using independent sample t-test. The test results for self-efficacy obtained the value of sig. (2 tailed) of 0.009 which means that there is a significant difference in self-efficacy between the Edmodo class and the Line class. However, in the aspect of higher-order cognitive abilities and inquiry skills, there were no significant differences between the two classes. For learning outcomes data, it is obtained the value of sig. (2 tailed) overall is 0.000. That is, there is a significant difference in learning outcomes between the two classes. However, if viewed per level, the difference is only seen at the low cognitive level, while at the high cognitive level, there is no significant difference in the two classes. These results indicate that learning physics assisted by MIM Line has the potential to improve learning outcomes and self-efficacy. Furthermore, learning physics assisted with MIM Line is seemed better than assisted by LMS Edmodo.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan Self- Efficacy dan hasil belajar siswa pada pembelajaran fisika berbantuan Edmodo dan Line pada materi Usaha dan Energi. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan sampel yang diambil secara purposive sampling. Sampel berjumlah 59 siswa dari dua kelas, kelas pertama berbantukan Edmodo dan kelas kedua berbantukan Line. Data self-efficacy diambil menggunakan skala yang terdiri dari 20 butir pernyataan, data hasil  belajar diambil menggunakan soal tes hasil belajar berisi 20 soal pilihan jamak beralasan. Teknik analisis data menggunakan uji independent sampel t-test. Hasil uji untuk data Self-Efficacy diperoleh nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,009 yang berarti terdapat perbedaan Self-Efficacy yang signifikan antara kelas Edmodo dengan kelas Line. Namun, pada aspek kemampuan kognitif  tingkat tinggi dan keterampilan inquiri, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Untuk pengujian hasil belajar, didapatkan nilai sig. (2 tailed) secara keseluruhan adalah 0,000. Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas. Namun jika ditinjau per level, perbedaan tersebut hanya terlihat pada level kognitif tingkat rendah, sedangkan pada level kognitif tingkat tinggi tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kelas. Hasil ini memberikan indikasi bahwa pembelajaran fisika yang berbantuan MIM Line potensial dalam membantu meningkatkan hasil belajar, dan lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran fisika yang berbantuan LMS Edmodo

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇