e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    Pelatihan Media Pembelajaran Menggunakan Konteks Wisata Lokal Bagi Guru Matematika

    Get PDF
    The training of learning media using the context of local tourism for mathematics teachers was carried out with the aim of improving the ability of teachers in compiling learning media using the context of local tourism that is familiar to students so that it can facilitate the learning process in the classroom, in addition, with this activity a teacher can have more experience in designing or planning a learning media that is in accordance with the student's residential environment, furthermore through this activity can provide a more meaningful mathematics learning experience to students, where mathematics is really linked to things that students often encounter. The methods used in this activity are discussion, lecture and demonstration, the results of data analysis in the form of a response questionnaire. Based on the results of the calculation of the response questionnaire to the training, a percentage score of 92.625% was obtainedPelatihan media pembelajaran menggunakan konteks wisata lokal bagi guru matematika dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan para guru dalam menyusun media pembelajaran menggunakan konteks wisata lokal yang akrab dengan siswa sehingga dapat mempermudah proses pembelajaran di kelas, selain itu dengan  kegiatan ini seorang guru dapat memiliki pengalaman lebih banyak dalam mendesain atau merancang suatu media pembelajaran yang susuai dengan lingkungan tempat tinggal siswa, lebih lanjut melalui kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajara matematika yang lebih bermakna pada siswa, dimana matematika benar-benar dikatkan dengan hal-hal yang sering siswa temui. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah diskusi, cerama dan demontrasi,  hasil analisis data berupa angket respon. Berdasarkan hasil perhitungan angket respon terhadap pelatihan diperoleh skor persentase sebesar 92,625 %

    Analisis Manfaat Media Digital Berbasis Budaya Terhadap Kemampuan Literasi dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis manfaat media digital berbasis budaya terhadap kemampuan literasi dan pemahaman konsep matematika siswa. Transformasi digital dalam pendidikan menciptakan peluang baru untuk mengintegrasikan teknologi dengan kearifan lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi sejauh mana media digital berbasis budaya dapat meningkatkan kompetensi literasi digital dan pemahaman matematika siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), mencakup analisis berbagai penelitian relevan dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital berbasis budaya meningkatkan literasi digital siswa hingga 42% dan pemahaman konsep matematika hingga 38%. Media ini juga berkontribusi dalam pelestarian nilai-nilai budaya lokal, meningkatkan motivasi belajar, dan memperkuat karakter siswa. Meskipun demikian, tantangan seperti kesenjangan digital dan keterbatasan infrastruktur teknologi perlu ditangani. Kesimpulannya, media digital berbasis budaya efektif dalam meningkatkan literasi dan pemahaman matematika serta mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif

    Students’ Academic Adjustment Viewed From Peer Interpersonal Communication

    Get PDF
    This study investigates the influence of peer interpersonal communication on academic adjustment among students of the Guidance and Counseling Study Program at Cenderawasih University. Using a quantitative associative design, data were collected from 102 students through total sampling and analyzed using simple linear regression. The results revealed a significant and positive relationship between peer communication and academic adjustment (t = 10.717, p < 0.05), with a correlation coefficient of R = 0.788 and R² = 0.621. These findings indicate that 62.1% of students’ academic adjustment can be explained by their level of interpersonal communication with peers. Students who demonstrate higher communication skills tend to adapt better academically, showing improved emotional stability, motivation, and collaboration. Theoretically, this study supports Devito’s interpersonal communication framework and Bandura’s Social Learning Theory, highlighting communication as a crucial factor in adaptive learning. Practically, the findings emphasize the need for universities to strengthen peer-based mentoring and communication training programs to enhance students’ academic resilience and success in higher education

    CAMPUR KODE BAHASA MELAYU DIALEK JAMBI DALAM KOLOM KOMENTAR PADA LAMAN “KABAR KAMPUNG KITO”

    Get PDF
    This research aims to describe the types of code-mixing, identify the factors that influence its use, and explain its relation to moral and educational values in the comment section of the Kabar Kampong Kito Instagram account. This study employs a qualitative descriptive method with data collection through documentation techniques and data analysis using distributional and referential methods. The results show that the most dominant type of code-mixing is inner code mixing, which involves mixing Indonesian vocabulary with Jambi dialect Malay within a single utterance. In addition, outer code mixing was also found, involving the insertion of foreign terms such as shock therapy, viral, and goldlane, as well as hybrid code mixing, which combines all three languages in one comment. Identified code-mixing patterns include Jambi-Indonesia-Jambi, Jambi-Indonesia–Jambi–Indonesia-Jambi,Indonesia-Inggris, and Indonesia–Inggris-Jambi.The factors that contribute to code-mixing include local language habits, cultural and social identity, emotional expression, the influence of social media and digital trends, as well as contextual needs in delivering social criticism or satire. Code-mixing serves not only as a means of communication but also as a medium for conveying moral and educational values, such as responsibility, discipline, legal awareness, and character education indirectly. It is also used as a form of cultural participation and preservation of regional identity in the digital space. Thus, the findings indicate that code-mixing is a dynamic and contextual language practice that functions as an educational medium and a reflection of the social and cultural identity of the Jambi community.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis campur kode, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan campur kode, serta menjelaskan keterkaitannya dengan nilai-nilai moral dan pendidikan dalam kolom komentar akun Instagram Kabar Kampong Kito. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi data dan analisis melalui metode agih dan padan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada pendapat Nababan (1984), Suwito (1985), dan Holmes (2013) mengenai klasifikasi dan fungsi campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis campur kode yang paling dominan adalah campur kode ke dalam (inner code mixing), yaitu percampuran kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Melayu dialek Jambi dalam satu tuturan. Di samping itu, juga ditemukan campur kode ke luar (outer code mixing) berupa penyisipan kata atau istilah dari bahasa asing seperti shock therapy, viral, dan goldlane, serta campur kode campuran (hybrid code mixing) yang menggabungkan ketiga bahasa tersebut dalam satu komentar. Pola-pola campur kode yang diidentifikasi meliputi pola Jambi-Indonesia-Jambi, Jambi-Indonesia–Jambi–Indonesia-Jambi,Indonesia-Inggris, dan Indonesia–Inggris–Jambi. Faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode antara lain: kebiasaan berbahasa lokal, identitas budaya dan sosial, ekspresi emosi, pengaruh media sosial dan tren digital, serta kebutuhan kontekstual dalam menyampaikan kritik sosial atau sindiran. Penggunaan campur kode tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan penyampaian nilai-nilai moral dan pendidikan, seperti tanggung jawab, sikap disiplin, kesadaran hukum, dan pendidikan karakter secara tidak langsung. Campur kode juga digunakan sebagai bentuk partisipasi budaya dan pelestarian identitas daerah dalam ruang digital. Dengan demikian, temuan ini menunjukkan bahwa campur kode merupakan praktik kebahasaan yang dinamis dan kontekstual, yang berfungsi sebagai media edukatif dan refleksi sosial budaya masyarakat Jambi

    KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH SISWA KELAS XI JURUSAN VOKASI DI MAN 2 BANYUMAS

    Get PDF
    Scientific writing skills are one of the important skills that students need to have, especially vocational students, because scientific writing skills are needed in the workplace and train critical, systematic, and logical thinking. However, many students still experience difficulties in writing scientific papers, both in terms of writing structure and linguistic aspects. This study aims to describe the scientific writing skills of grade XI vocational students at MAN 2 Banyumas in the 2024/2025 academic year based on the writing structure (beginning, main/content section, and ending section) and linguistic aspects (language variety, spelling, punctuation, cohesion, coherence, and main idea). These two aspects are listed in the learning objectives of scientific work material. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through documentation, observation, and interviews. The main data were seven student scientific papers in the form of papers. The results of the study indicate that in terms of writing structure, each data indicates that the components in the beginning, core/content, and end are incomplete. Similarly, many linguistic aspects, namely language variety, spelling, punctuation, cohesion and coherence, are still not fulfilled. Only two data have fulfilled the cohesion and coherence. And each data already contains the main idea. Thus, the scientific writing skills of vocational students from the writing structure and linguistic aspects have been fulfilled with an average achievement of 22.45%. This finding indicates that vocational students need guidance to be able to produce scientific papers that are systematically structured, have a complete writing structure, and comply with linguistic rules.Keterampilan menulis karya ilmiah merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh siswa, khususnya siswa jurusan vokasi, karena keterampilan menulis karya ilmiah diperlukan dalam dunia kerja serta melatih berpikir kritis, sistematis, dan logis. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis karya ilmiah, baik dari segi struktur penulisan maupun aspek kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas XI jurusan vokasi di MAN 2 Banyumas tahun ajaran 2024/2025 berdasarkan struktur penulisan (bagian awal, bagian inti/isi, dan bagian akhir) serta aspek kebahasaan (ragam bahasa, ejaan, tanda baca, kohesi, koherensi, dan ide pokok). Kedua aspek tersebut tercantum dalam tujuan pembelajaran materi karya ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data utama berupa tujuh karya ilmiah siswa dalam bentuk makalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada segi struktur penulisan, setiap data menunjukkan bahwa komponen-komponen di bagian awal, bagian inti/isi, dan bagian akhir belum lengkap. Sama halnya dengan aspek kebahasaan yaitu ragam bahasa, ejaan, tanda baca, kohesi dan koherensi masih banyak yang belum terpenuhi. Hanya terdapat dua data yang sudah memenuhi kohesi dan koherensinya. Serta setiap data sudah terdapat ide pokok. Dengan demikian, keterampilan menulis karya ilmiah siswa jurusan vokasi dari struktur penulisan dan aspek kebahasaan telah terpenuhi dengan rata-rata ketercapaiannya adalah 22,45%. Temuan ini menunjukkan siswa jurusan vokasi memerlukan bimbingan agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang tersusun secara sistematis, memiliki struktur penulisan yang lengkap, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan

    Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana Menggunakan Barang Bekas untuk Guru SD Negeri 2 Marga Baru

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 2 Marga Baru dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran sederhana dengan menggunakan barang bekas. Kegiatan ini dilator belakangi berdasarkan pada rendahnya pemanfaatan media pembelajaran di sekolah dasar akibat keterbatasan fasilitas dan belum optimalnya kemampuan guru dalam mengembangkan alat bantu ajar yang inovatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, workshop, implementasi media di kelas, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru terkait media pembelajaran, terciptanya berbagai produk media berbasis barang bekas yang kreatif dan relevan, serta meningkatnya antusiasme guru dalam berinovasi. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah rumah tangga secara edukatif dan ramah lingkungan. Kegiatan ini berdampak positif terhadap proses pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna, serta mendorong terciptanya budaya pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pendampingan serupa sangat disarankan untuk direplikasi di sekolah dasar lainnya

    Pelatihan E-Learning Berbasis Web Blog Bagi Guru SD

    Get PDF
    In the current digital era, the use of science and technology is a must for educators. Technology, information and communication (ICT)-based learning innovation is one of the important things to be implemented in educational units. Therefore, it is very important to increase the ability of human resources to use ICT, starting from skills and knowledge, planning, operation, maintenance and supervision, as well as increasing ICT capabilities in various agencies, especially in the education sector. Educators have a main role so they must continue to learn to improve their competence, because the students they face are the generation born in the current digital era. The development of ICT has given rise to various new applications as a means of learning, known as e-learning. E-learning is the basis and logical consequence of the development of information and communication technology. E-learning is part of a system that can simplify the teaching and learning process by utilizing online media. Based on the results of the TEAM's observations at SD Negeri Purwara V, Kelumpang Jaya Village, it was found that the majority of elementary school teachers did not have skills in the field of technology, especially in creating e-learning. Teachers' limited knowledge in managing technology for e-learning is one of the obstacles teachers face. So far, teachers have only carried out the learning process using textbooks and have not used technology-assisted learning media. The condition of the teachers at SD Negeri Purwara V, Kelumpang Jaya Village, Nibung District, most of whom do not know how to manage technology into e-learning and can be used as a learning medium, so there is a need to update scientific and technological information, namely by holding e-learning outreach and training web-based blog. With e-learning, it is hoped that teachers can further develop learning media which in the end can improve student learning outcomes and improve the quality of human resources in elementary schools. The aim of this Community Service is to provide education and practice in creating web blogs for Purwara V State Elementary School teachers. The method of implementing activities is divided into four stages, namely, the preparation stage, the training stage, the implementation stage and the evaluation stage. The service activities carried out for teachers at SD N Purwara V have gone well. This can be seen from the very high enthusiasm of teachers in participating in training activities. This indicates that the teachers responded positively to the activities that had been carried out. In accordance with the school's expectations, they really hope that there will be activities that provide refreshment for teachers at SD N Purwara V, both related to deepening study material and related to teaching methods and learning media. The principal and teachers enthusiastically welcomed the implementation of this activity and hoped that the implementation of the activity could be carried out continuously to help improve the quality of teachers in the elementary school. The principal also hopes that there will be similar activities specifically to guide teachers in implementing the creation of other media that can be used for the classroom learning process. In training activities, the teachers were very enthusiastic in practicing the science and technology-based learning media that had been prepared. Thus, this service activity has gone wellPada era  digital  saat  ini  pemanfaatan  IPTEK merupakan  sebuah keharusan bagi   para pendidik. Inovasi   pembelajaran   berbasis   teknologi,   informasi   dan komunikasi  (TIK)  menjadi  salah  satu  hal  yang  penting  untuk  diterapkan  pada satuan   pendidikan. Oleh  karena  itu, sangatlah   penting   peningkatan   kemampuan   sumber   daya   manusia   terhadap penggunaan   TIK,   mulai   dari   keterampilan   dan   pengetahuan,   perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK di berbagai   instansi   khususnya   di   bidang   pendidikan. Pendidik mempunyai   peran   utama   sehingga   harus   terus   belajar   untuk   meningkatkan kompetensinya, karena peserta didik yang dihadapinya adalah generasi yang lahir pada era digital saat ini. Perkembangan  TIK  memunculkan  berbagai  aplikasi  baru  sebagai  sarana pembelajaran yang dikenal dengan sebutan e-learning. E-learning   merupakan   dasar   dan   konsekuensi   logis   dari perkembangan  teknologi  informasi  dan  komunikasi. E-learning bagian  dari sistem  yang  dapat  mempermudah  suatu  proses  belajar mengajar  dengan  memanfaatkan  media  online. Berdasarkan hasil observasi TIM di SD Negeri Purwara V Desa Kelumpang Jaya didapatkan bahwa sebagian besar guru SD tersebut belum memiliki kemampuan dalam bidang teknologi khususnya dalam membuat e-learning. Keterbatasan pengetahuan guru dalam mengelola teknologi menjadi e-learning menjadi salah satu kendala yang dihadapi guru. Guru-guru selama ini hanya melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan buku paket dan belum menggunakan media pembelajaran yang berbantuan teknologi. Kondisi guru-guru SD Negeri Purwara V Desa Kelumpang Jaya Kecamatan Nibung yang sebagian besar belum mengetahui pengelolaan teknologi menjadi e-learning dan dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran sehingga perlu adanya pembaruan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu dengan diadakannya sosialisasi dan pelatihan e-learning berbasis web blog. Dengan adanya e-learning tersebut, diharapkan guru-guru dapat lebih mengembangkan media pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di SD tersebut. Tujuan dari Pengabdian pada Masyarakat ini adalah memberikan pendidikan dan praktek pembuatan web blog bagi guru-guru SD Negeri Purwara V. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi empat tahapan yaitu, tahap persiapan, tahap pelatihan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada guru – guru di SD N Purwara V telah berlangsung dengan baik. Hal ini terlihat dari animo guru dalam mengikuti kegiatan pelatihan yang sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa para guru menyambut positif kegiatan yang telah dilakukan. Sesuai dengan harapan sekolah, mereka sangat mengharapkan adanya kegiatan – kegiatan yang sifatnya memberi penyegaran bagi para guru di SD N Purwara V, baik terkait dengan pendalaman materi bidang studi maupun terkait dengan metode mengajar dan media pembelajaran. Kepala sekolah dan guru – guru menyambut antusias terkait pelaksanaan kegiatan ini dan berharap pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara kontinu untuk membantu meningkatkan kualitas guru – guru yang ada di SD tersebut. Kepala sekolah juga berharap ada kegiatan serupa yang khusus untuk membimbing guru – guru dalam pelaksaan pembuatan media – media lain yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran dikelas. Dalam kegiatan pelatihan, para guru sangat antusias dalam mempraktekkan media – media pembelajaran berbasis IPTEK yang telah disiapkan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini telah berlangsung dengan bai

    Pelatihan Guru SD dalam Mengembangkan Pembelajaran Matematika Kontekstual Berbasis Wisata Edukasi melalui Math City Map di Taman Beregam, Musi Rawas

    Get PDF
    This community service aimed to improve elementary teachers’ competence in designing contextual mathematics learning using Math City Map at Taman Beregam, Musi Rawas. The two-day training covered preparation, implementation, and mentoring stages. Results indicated an increase in teachers’ understanding of contextual learning from 26% to 82%. Eleven out of fifteen participants (73.3%) successfully created contextual tasks integrating measurement, geometry, and ratio concepts with real park objects. Interview analysis revealed six main themes: learning transformation, technological innovation, adaptation challenges, implementation plans, institutional support, and teacher professionalism. The training effectively enhanced teachers’ innovative capacity in developing contextual, technology-supported mathematics learning.Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SD dalam merancang pembelajaran matematika kontekstual berbasis wisata lokal melalui Math City Map di Taman Beregam, Musi Rawas. Pelatihan berlangsung dua hari dengan tiga tahap utama: persiapan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran kontekstual dari 26% menjadi 82%. Sebanyak 11 dari 15 guru (73,3%) berhasil membuat task kontekstual yang mengintegrasikan konsep pengukuran, bangun datar, dan perbandingan dengan objek nyata di lingkungan taman. Analisis wawancara mengungkap enam tema utama, yaitu transformasi pembelajaran, inovasi teknologi, tantangan adaptasi, implementasi, dukungan kelembagaan, dan peningkatan profesionalisme guru. Pelatihan ini terbukti efektif menumbuhkan kemampuan inovatif guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika berbasis konteks dan teknolog

    Pelatihan Pmri Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual Siswa

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru SD Negeri 85 Lubuklinggau dalam menerapkan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) berbasis deep learning guna memperkuat pemahaman konseptual siswa. Pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah dan diskusi yang memfasilitasi guru dalam memahami prinsip-prinsip PMRI, konsep deep learning, serta integrasi keduanya dalam pembelajaran matematika. Hasil pretest menunjukkan bahwa pemahaman awal guru terkait PMRI dan deep learning masih rendah. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman guru yang ditunjukkan melalui skor posttest dan penilaian peserta terhadap kejelasan materi, relevansi, kualitas fasilitator, serta kesempatan refleksi. Mayoritas guru memberikan respons positif dan menyatakan bahwa pelatihan bermanfaat, relevan, dan dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesiapan guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pemahaman mendalam melalui integrasi PMRI dan deep learning

    Penguatan Budaya Literasi Sekolah Melalui Pembentukan dan Pendampingan Satgas Literasi di SMAN Karang Jaya

    Get PDF
    Penguatan budaya literasi di sekolah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi siswa di era Kurikulum Merdeka. SMAN Karang Jaya, berupaya mewujudkan melalui program pembentukan dan pendampingan Satgas Literasi sebagai motor penggerak Gerakan Literasi Sekolah. Melalui PKM ini, dilakukan serangkaian kegiatan mulai dari penyuluhan pentingnya literasi, penetapan struktur Satgas Literasi, hingga pelatihan intensif terkait strategi membaca, literasi digital, pengelolaan pojok baca, dan integrasi literasi dalam pembelajaran. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membantu tim menjalankan program literasi secara lebih terarah, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan sekolah. Dampak positif terlihat dari meningkatnya minat baca siswa, bertambahnya aktivitas perpustakaan, serta tumbuhnya semangat guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi. Program ini menunjukkan bahwa pembentukan dan pendampingan Satgas Literasi bukan hanya memperkuat budaya literasi sekolah, tetapi juga menciptakan ekosistem literasi yang melibatkan seluruh warga sekolah secara aktif. Dengan demikian, SMAN Karang Jaya memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan budaya literasi yang berkelanjutan

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇