e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
Pelatihan Media Ajar Inovatif: Integrasi Video Animasi dan Permainan bagi Guru Sekolah Dasar
This training program aimed to enhance elementary school teachers' competencies in designing and utilizing instructional media that integrate technology and educational games. The program was conducted at SD Negeri 1 Embacang Baru and SD Negeri 2 Embacang Lama, Karang Jaya District, involving 25 participating teachers. The training was structured into five stages: needs assessment, conceptual training, media design practice, reflection and evaluation, and remote mentoring. The training content included the development of animated learning videos using Powtoon and the implementation of educational games such as LEGO and snakes and ladders. The results demonstrated high levels of engagement and enthusiasm among participants throughout all sessions. Based on self-assessment and satisfaction surveys, 80–90% of participants agreed or strongly agreed with all satisfaction indicators. Skill evaluations showed that most participant groups achieved ratings in the “Good” to “Very Good” categories. The training significantly improved teachers’ understanding, creativity, and confidence in developing effective, engaging, and curriculum-relevant instructional media.Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dan permainan edukatif di Sekolah Dasar. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Embacang Baru dan SD Negeri 2 Embacang Lama, Kecamatan Karang Jaya, dengan jumlah peserta sebanyak 25 guru. Metode dilakukan melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan konseptual, praktik desain media, refleksi dan evaluasi, serta pendampingan. Materi pelatihan meliputi pembuatan video animasi menggunakan Powtoon dan penggunaan media permainan LEGO dan ular tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan aktif dalam setiap sesi. Evaluasi diri dan kepuasan menunjukkan bahwa 80–90% peserta menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap semua indikator kepuasan. Penilaian keterampilan menunjukkan mayoritas kelompok berada pada kategori “Baik” dan “Sangat Baik”. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman, kreativitas, dan kepercayaan diri guru dalam menyusun media ajar yang menarik dan relevan
Pendampingan Pengenalan Proses Editing Terbitan Media Cetak Linggau Pos pada Mahasiswa Universitas PGRI Silampari
The ultimate goal of implementing this PKM is to educate students so that they gain direct experience in the form of practical knowledge about the editing process and the application of effective editing techniques. In addition, this activity also aims to broaden students' horizons about the development of the media industry and open up opportunities for collaboration between universities and the media. This is in line with the goal of achieving the Main Performance Indicators (IKU) 2 of higher education institutions, namely improving the quality of learning and graduate competencies through learning to gain experience outside the campus by involving experienced practitioners. The implementation of the activity was carried out for two weeks, namely at the end of February to early March 2025 at the Linggau Pos Daily office. The form of mentoring activities was in the form of counseling and socialization by implementing lecture, question and answer, and discussion methods. The target or participants in the PKM activity were 29 students in the fifth semester of the Indonesian Language and Literature Education study program. Initial findings from the results of the analysis of question and answer data with the director of the Linggau Pos daily, he welcomed this activity. According to his observations so far, many graduates or alumni of universities are still lacking in practical experience related to the world of work. Resulting in graduates being less ready to enter the world of work. After the PKM activity program was carried out, students realized the importance of gaining direct experience that could link the theories they got in college with real practices in the workplace. The results of the student response questionnaire on the activities carried out were 7.93% of students who responded as normal or quite good, 38.97% who responded as good and appropriate, and 53.10% who responded as very good or very appropriate.Tujuan akhir pelaksanakan PKM ini adalah mengedukasi mahasiswa sehingga memperoleh pengalaman langsung berupa pengetahuan praktis mengenai proses editing dan penerapan teknik-teknik editing yang efektif. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang perkembangan industri media serta membuka peluang kolaborasi antara universitas dan media. Hal ini sejalan tujuan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 perguruan tinggi, yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan melalui belajar mendapatkan pengalaman di luar kampus dengan melibatan praktisi berpengalaman. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama dua minggu, yaitu pada akhir Februari s.d. Awal Maret 2025 bertempat di kantor Harian Linggau Pos. Bentuk kegiatan pendampingan berupa penyuluhan dan sosialisasi dengan menerapkan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Sasaran atau peserta dalam kegiatan PKM adalah mahasiswa semester V program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berjumlah 29 mahasiswa. Temuan awal dari hasil analisis data tanya jawab dengan direktur harian Linggau Pos, beliau menyambut gembira kegiatan ini. Menurut pengamatannya selama ini banyak lulusan atau alumni peguruan tinggi yang masih kurang dibekali pengalaman praktis berkaitan dengan dunia kerja. Mengakibatkan lulusan kurang siap pakai dalam memasuki dunia kerja. Setelah dilakukan program kegiatan PKM, mahasiswa menyadari pentingnya pemerolehan pengalaman langsung yang bisa mengaitkan antara teori yang mereka dapatkan di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia kerja. Hasil angket respons mahasiswa terhadap kegiatan yang dilakukan ada 7,93% mahasiswa yang merespons biasa saja atau cukup baik, 38.97% yang merespn baik dan sesuai, dan ada 53.10 yang merespon sangat baik atau sangat sesuai
Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Kegiatan Pembelajaran di SD Negeri 4 Megang Sakti
Kegiatan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di SD Negeri 4 Megang Sakti bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi secara efektif di dalam kelas. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, berbasis kebutuhan, dan berorientasi pada praktik langsung. Langkah awal dimulai dengan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi tingkat literasi digital guru serta kondisi sarana prasarana pendukung. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki keterbatasan dalam penggunaan perangkat dan aplikasi digital, serta infrastruktur yang belum memadai. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang program pelatihan dan workshop yang menitikberatkan pada penggunaan aplikasi yang mudah diakses, seperti PowerPoint, Canva, Google Form, dan Quizizz. Selama pelatihan, guru didorong untuk membuat media ajar digital dan mensimulasikannya dalam konteks pembelajaran. Selanjutnya, proses implementasi dilakukan di kelas dengan pendampingan langsung, termasuk observasi dan pemberian umpan balik. Monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru, mendorong kreativitas, dan memperkaya metode pembelajaran. Selain itu, penggunaan media digital terbukti meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas proses belajar mengajar dan membuktikan bahwa dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, guru-guru di sekolah dasar dapat beradaptasi dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21
PENERAPAN MODEL CIRCUIT LEARNING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 50 LUBUKLINGGAU
This study aims to determine the completeness of social studies learning outcomes of grade V students of SD Negeri 50 Lubuklinggau after the application of the circuit learning model assisted by image media. The research method used is pre-experimental design. The population taken was all students of grade V of SD Negeri 50 Lubuklinggau and as a sample of class V which amounted to 28 students. The collection of dta is carried out by test technique. The collected data was analyzed using the z-test at a significant level of 0.05. So that zcalculate = 6,11and ztable = 1.64 (zcalculate≥ztable). Based on the analysis of the data of the last test, it can be concluded that the learning outcomes of students after participating in social studies learning with the circuit learning model assisted by image media have been significantly completed.
Keywords: Learning Outcomes, Social Studies, Image Media, Circuit Learning Mode
Analisis Kritis Fenomena Sampah Plastik dari Perspektif Etika Lingkungan
Krisis limbah plastik dewasa ini bukan sekadar masalah ekologis, melainkan refleksi mendalam dari krisis moralitas manusia terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara limbah plastis dan moralitas manusia melalui pendekatan filsafat lingkungan dan nilai keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan analisis kritis terhadap lima artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akar permasalahan limbah plastik terletak pada pandangan antroposentris yang memisahkan manusia dari alam, mengakibatkan degradasi moral ekologis. Diperlukan transformasi nilai menuju paradigma ekosentris dan tanggung jawab moral kolektif untuk menjaga keberlanjutan planet. Kajian ini menegaskan bahwa penyelesaian krisis lingkungan menuntut integrasi antara kesadaran etika, kebijakan publik, dan tindakan nyata berbasis nilai keberlanjutan
Pengembangan Chemistry E-Magazine Berbasis Chemo-Edutainment Pada Materi Kimia Hijau di SMA Negeri 02 Kota Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment yang layak serta untuk mengetahui penilaian guru dan respon peserta didik terhadap pengembangan chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment pada materi kimia hijau di SMA Negeri 02 Kota Jambi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yakni Analysis (Analisis). Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa Chemistry e-magazine yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Validasi ahli materi memperoleh skor 65 dengan rata-rata 4,3 dalam kategori Sangat Layak, dan validasi ahli media memperoleh skor 72 dengan rata-rata 4,5 dalam kategori Sangat Layak. Hasil penilaian guru menunjukkan bahwa chemistry e-magazine yang dikembangkan memperoleh skor 67 dengan rata-rata 4,46 dalam kategori Sangat Layak, dan hasil respon peserta didik memperoleh hasil skor 465 dengan persentase 93% yang termasuk kategori Sangat Baik. Secara keseluruhan, dari hasil validasi ahli materi, validasi ahli media, hasil penilaian guru dan hasil respon dari peserta didik dapat membuktikan bahwa chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam membantu guru dalam mengajar dan dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi kimia melalui media pembelajaran chemistry e-magazine
INDEKS AKTIVITAS LITERASI DASAR MEMBACA MAHASISWA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai indeks Aktivitas Literasi Dasar Membaca (Alidabaca) Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. Ruang lingkup penelitian aktivitas literasi dasar membaca, meliputi aspek (1) literasi bahasa, (2) literasi numerik, (3) literasi sains, (4) literasi digital, (5) literasi finansial, dan (6) literasi budaya dan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Populasi penelitian, semua mahasiswa semester III (Ganjil 2022/2023). Sampel melalui teknik purposif, yakni hanya menggunakan kelas A sebanyak 33 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik angket. Instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 24 butir pertanyaan yang berkaitan dengan aspek literasi dasar membaca. Teknik Analisis data untuk menentukan nilai indeks aktivitas literasi dasar membaca menggunakan rumus rata-rata indeks. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai indeks aktivitas literasi dasar membaca (Alidabaca) mahasiswa berkategori Sangat tinggi, dengan nilai indeks 98,55 (rentang 96,01—120,00) atau angka indeks 82,12 (rentang 80,01—100,00). Hasil ini terbukti dari enam aspek nilai indeks Alidabaca mahasiswa, yakni aspek (1) literasi bahasa kategori sangat tinggi dengan nilai indeks 17,56 (rentang 16,01—20,00) atau angka indeks 87,73 (rentang 80.01—100,00), (2) literasi numerik kategori tinggi dengan nilai indeks 15,46 atau angka indeks 77,27, (3) literasi sains kategori tinggi dengan nilai indeks 15,88 atau angka indeks 79,39), (4) literasi digital kategori sangat tinggi dengan nilai indeks 16,06 atau angka indeks 80,15, (5) literasi finansial kategori tnggi dengan nilai indeks 15,94 atau angka indeks 79,69, dan (6) literasi budaya dan kewarganegaraan kategori sangat tinggi dengan nilai indeks 17,67 atau angka indeks 88,33. Hasil angka indeks aktivitas literasi dasar membaca (Alidabaca) mahasiswa ini masih perlu ditingkatkan agar setiap aspek mencapai nilai maksima
OPTIMALISASI MODEL PEMBALAJARAN STAD SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR DRAMA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI
Penelitian tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur drama pada mahasiswa Universitas PGRI Silampari melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Subjek penelitian berjumlah 20 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non-tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur drama. Pada tahap pratindakan, jumlah mahasiswa yang tuntas sebanyak 7 orang (35%), sedangkan yang belum tuntas 13 orang (65%). Setelah pelaksanaan siklus I, jumlah mahasiswa yang tuntas meningkat menjadi 14 orang (70%) dengan nilai rata-rata 71,5. Pada siklus II, jumlah mahasiswa yang tuntas meningkat lagi menjadi 17 orang (85%) dengan nilai rata-rata 72,5, sedangkan mahasiswa yang belum tuntas berjumlah 3 orang (15%). Dengan demikian, penerapan model pembelajaran STAD terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur drama pada mahasiswa Universitas PGRI Silampari serta menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia lebih menyenangkan, kreatif, dan inovatif
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS VIII SMP SULTAN ISKANDAR MUDA
The purpose of this study was to analyze the extent to which the application of the Discovery Learning model significantly influences the speech writing skills of eighth-grade students at Sultan Iskandar Muda Junior High School. This study used a quantitative approach with an experimental method, because the main focus is to test the influence or causal relationship between the use of the Discovery Learning model and students' speech writing skills. The subjects of this study were eighth-grade students of Sultan Iskandar Muda Junior High School. Class VIII was selected based on the consideration that at this level students already have basic writing skills, but still require further guidance in composing systematic and communicative speech texts. The study population consisted of 32 students, and the sampling technique used was total sampling, so that all members of the population were used as research samples. The results showed that the application of Discovery Learning (variable X) had a positive and significant influence on students' speech writing skills (variable Y) in the Indonesian Language subject. In other words, the more optimal the application of the Discovery Learning model, the better the students' ability to write speech texts effectively.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana penerapan model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis teks pidato siswa kelas VIII di SMP Sultan Iskandar Muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, karena fokus utamanya adalah untuk menguji adanya pengaruh atau hubungan sebab-akibat antara penggunaan model Discovery Learning dan keterampilan menulis pidato siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Sultan Iskandar Muda. Pemilihan kelas VIII dilakukan dengan pertimbangan bahwa pada tingkat ini siswa telah memiliki keterampilan dasar menulis, namun masih memerlukan pembinaan lanjutan dalam menyusun teks pidato yang sistematis dan komunikatif. Jumlah populasi penelitian terdiri dari 32 siswa, dan teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah total sampling, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning (variabel X) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menulis teks pidato siswa (variabel Y) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan kata lain, semakin optimal penerapan model pembelajaran Discovery Learning, semakin baik pula kemampuan siswa dalam menulis teks pidato secara efektif
IMPLEMENTING THE MAKE A MATCH LEARNING MODEL TO IMPROVE VOCABULARY MASTERY
This study “aimed to improve students’ vocabulary mastery through the implementation of the Make a Match learning model at Pontrenmu Darul Arqom Natar. The research was conducted as a Classroom Action Research (CAR) in two cycles, involving 10 eighth-grade students. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. Data were collected using observation, documentation, and vocabulary tests, and were analyzed both quantitatively and qualitatively. The findings revealed significant improvements in students’ vocabulary achievement. The average score increased from 71.6 in Cycle I with 40% mastery to 83.3 in Cycle II with 90% mastery. Qualitative observations also showed that students became more enthusiastic, confident, and actively engaged in the learning process. In conclusion, the Make a Match model proved effective not only in enhancing vocabulary mastery but also in creating an interactive and enjoyable classroom environment. Therefore, this method is recommended as an alternative strategy for teaching vocabulary.