e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK SISWA MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK GEOGEBRA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa melalui metode penemuan terbimbing berbantuan software Geogebra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan sampel sebanyak 80 siswa. Sampel terdiri dari dua kelas eksperimen, yaitu kelas VII-1 sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen-1 dan kelas VII-4 sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen-2. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematik. Data yang diperoleh, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis varians dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mendapat pembelajaran metode penemuan terbimbing berbantuan software Geogebra lebih tinggi daripada tanpa berbantuan software Geogebra
IMPLEMENTASI KONSEP FENOMENOLOGI , HERMENEUTIKA, BERPIKIR KRITIS DAN MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
Munculnya persepsi bahwa pelajaran sejarah yang merupakan salah satu Pengetahuan Ilmu Sosial yang kurang diminati oleh siswa, mereka beranggapan bahwa pelajaran tersebut membosankan, menjenuhkan dan kurang bermanfaat karena matapelajaran ini merupakan pelajaran yang syarat dengan teks, konsep atau teori pada kurun waktu lampau, sehingga tujuan pembelajaran sejarah yang sesungguhnya seperti membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini dan masa depan belum dapat tercapai secara maksimal, oleh karena itu guru matapelajaran sejarah dituntut untuk dapat berpikir mencari suatu solusi yang kreatif dan inovatif dalam meramu, menyajikan dan menyampaikan materi sejarah agar apa yang menjadi tujuan pembelajaran khususnya dapat tercapai serta menghilangkan persepsi negatif dari pelajaran tersebut. Oleh karena itu artikel ini akan menelaah bagaimana implementasi konsep filosofi fenomenologi, hermenutika, teori kritis dan multikulturalisme dalam pembelajaran sejarah. Penulisan artikel ini dengan menggunakan metode literatur atau kepustakaan. Pada saat guru matapelajaran sejarah melihat suatu fakta dan data yang ada bahwa siswa yang dihadapinya adalah siswa dengan karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda, maka dia akan melakukan suatu penafsiran yang akan berdampak pada guru tersebut akan melakukan suatu inovasi yang kreatif sebagai bentuk perwujudan berpikir kritisnya dengan menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi seperti pembelajaran dengan model problem based learning, ataupun dengan variasi model lainnya dalam proses pembelajaran sejarah disetiap pertemuannya. Pada saat guru sejarah telah melaksanakan hal tersebut artinya guru telah berupaya menghormati dan menghargai perbedaan dan keragaman siswa yang dihadapinya atau dengan kata lain guru telah mengimplementasikan nilai filosofi multikulturalisme yang diawali dengan adanya fenomenologi, hermeneutika dan berpikir kritis
ANALISIS BUKU GLOBALISASI (JALAN MENUJU KESEJAHTERAAN) DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN IPS
This writing aims to analyze the content of the book “Globalization: Road to Prosperity” and its relevance to social studies education, particularly in preparing social studies teachers to equip themselves as educators teaching social studies from a global perspective. The qualitative method is employed with a literacy study approach. Based on the analysis results, it can be concluded that the book “Globalization: Road to Prosperity” is more applicable to developed countries, while for developing countries, including Indonesia, it is more of a discourse, indicating that although we are in the era of globalization, entering it still requires a considerable amount of time. One notable agreement is that a statement in this book mentions, "Undeniably, we are now in communication, meaning that global communication is deceptive. When the internet is present in a country, it becomes more difficult to control what citizens do with it. However, modern technology is a double-edged sword, making it easier to regulate and monitor specific object movements. In education, facing the era of globalization, educators are responsible for developing and equipping learners with skills and confidence to face increasingly challenging life situations. Social studies educators can incorporate global education into social studies instruction to make learning more meaningful
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI KELAS VIII SMP
The purpose of this study is to ascertain the impact of implementing the explicit instruction type’s cooperative learning model to enhance students' comprehension of concepts in vibration, waves, and sound material. This research uses Quasi Experiment Design, by research design is Posttest Nonequivalent Kontrol Group Design. This research conducted at SMPN 7 Tambang, class VIII B students (31 total) and class VIII C students (30 total) served as the study's subjects. A two-tiered multiple choice question with a total of 17 questions served as the data collection method in this study. The average result of students' conceptual understanding when using the cooperative learning model of the explicit teaching type is significantly higher than the average result of students' conceptual understanding when using traditional learning models, with an average difference of 9.80. where the control group received an average score of 48.89 whereas the experimental group received an average score of 58.69.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran kooperatip tipe explicit instruction terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi getaran, gelombang, dan bunyi. Penelitian ini menggunakan Quasi Experiment Design, desain penelitiannya adalah Posttest Nonequivalent Kontrol Group Design. Penelitian dilakukan di SMPN 7 Tambang, siswa kelas VIII B (total 31) dan siswa kelas VIII C (total 30) dijadikan sebagai subjek penelitian. Soal pilihan ganda dua tingkat (two-tier multiple choice) dengan total 17 soal menjadi metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil rata-rata pemahaman konsep siswa saat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe explicit instruction secara signifikan lebih tinggi daripada hasil rata-rata pemahaman konsep siswa saat menggunakan model pembelajaran konvesional, dengan selisih rata-rata 9,80. Grup kontrol memperoleh skor rata-rata 48,89 sedangkan grup eksperimen memperoleh skor rata-rata 58,69
Penerapan Metode Bermain Kartu Kata untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SDN 1 Limboto
Abstract
The study aims to improve the initial reading skills of SDN 1 Limboto 1st graders through the word card method. This study used the Classroom Action Research (CAR) method. The steps that will be performed in this PTK are in the form of a continuous loop. In this step, the researcher used the John Elliot model using two cycles. The research method is qualitative. The research project used consisted of 4 stages, namely: plan, implement, observe and reflect. This survey will be conducted in SD Negeri 1 Limboto, Kayubulan Village, Limboto District, Gorontalo District, Gorontalo Province. The subjects of this research were 1st year students, totaling 20 students. Data collection in this study includes observation techniques, interviews and documentation. Data analysis was performed in three steps: reduction, data description and conclusion. The results showed that the results of learning to read before action did not reach the goal of success. The percentage of obtaining the results of the initial reading before the action (pre-action) reached only 58.93%. After the action in cycle I, the results showed an increase with a percentage of 62.5%. In addition, cycle II showed a significant increase with a percentage of 78.57%. Therefore, the application of the word card game method can improve early reading skills in 1st grade SDN 1 Limboto.
Keywords: card game, reading skills, 1st year studentsAbstrak
Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN 1 Limboto melalui metode bermain kartu kata. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahapan yang akan dilaksanakan dalam PTK ini berbentuk suatu siklus yang berkelanjutan. Pada tahapan ini peneliti menggunakan model John Elliot dengan menggunakan dua siklus. Metode penelitian bersifat kualitatif. Disain penelitian yang digunakan terdiri dari 4 langkah , yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 1 Limboto, Desa Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi, mendeskripsikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar membaca permulaan sebelum tindakan belum mencapai target keberhasilan. Persentase ketercapaian hasil membaca permulaan sebelum tindakan (pra tindakan) hanya mencapai 58,93%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, hasil menunjukkan peningkatan dengan capaian persentase 62,5%. Selanjutnya, siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan capaian persentase 78,57%. Jadi, penerapan meode bermain kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan di kelas 1 SDN 1 Limboto.
Kata Kunci: bermain kartu kata, keterampilan membaca, siswa kelas 1 SD
 
I TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA INTRAKSI JUAL BELI PEDAGANG DI PASAR CIPUTAT
This study examines the illocutionary speech acts that occur in the buying and selling interactions of traders in the Ciputat market. The purpose of this study is to describe illocutionary speech acts in the interaction of buying and selling of traders in the Ciputat market. The data in this study are the interaction speech of traders and buyers which are indicated to contain illocutionary speech acts in the buying and selling process at the Ciputat market which were obtained from recordings of the interaction of traders and buyers with details of traders and buyers selected by non-probability sampling with the convenience sampling technique, which means that the researcher has the freedom to choose whoever is found to be the sample. The method used is descriptive method. The research instrument was carried out using observation guidelines and documentation. The technique used to analyze the data obtained in the research is an interactive analysis technique. This technique has four components of analysis, namely: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found (1) Assertive speech acts are characterized by the functions of declaring, demanding and telling, (2) directive speech acts are characterized by the functions of begging, offering, and suggesting, (3) expressive speech acts are characterized by complaining, apologizing, saying thank you, (4) commissive speech acts marked by guaranteeing, offering, and promising, (5) declarative speech acts marked by decidingPenelitian ini mengkaji tindak tutur ilokusi yang terjadi pada interaksi jual beli pedagang di pasar Ciputat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi pada interaksi jual beli pedagang di pasar Ciputat. Data dalam penelitian ini adalah tuturan interaksi pedagang dan pembeli yang diindikasikan mengandung tindak tutur ilokusi pada proses jual beli di pasar Ciputat yang didapatkan dari rekaman interaksi pedagang dan pembeli dengan rincian pedagang dan pembeli yang dipilih secara non probability sampling dengan teknik convience sampling yang artinya peneliti memiliki kebebasan untuk memilih siapa saja yang ditemui untuk menjadi sampel. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Instrumen penelitian dilakukan dengan pedoman observasi serta dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dalam penelitian ialah teknik analisis interatif. Teknik ini memiliki empat komponen analisis yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan (1) tindak tutur Asertif ditandai dengan fungsi menyatakan,menuntut dan memberitahu, (2) tindak tutur direktif ditandai dengan fungsi memohon,menawarkan, dan menyarankan, (3) tindak tutur ekspresif ditandai dengan mengeluh,meminta maaf, ucapan terima kasih ,(4) tindak tutur komisif ditandai dengan menjamin,menawarkan,dan berjanji ,(5) tindak tutur deklaratif ditandai dengan memutuskan
PEMBERDAYAAN ANAK PUTUS SEKOLAH MELALUI OPTIMALISASI PKBM DI DESA BATU BERIGA
One of the problems in Batu Beriga Village is the problem of education. From the educational statistics for the Batu Beriga village community, the highest number of graduates of 517 was elementary school graduates, then 342 junior high school graduates and 280 high school graduates. And also data on dropouts in Batu Beriga village were 10 elementary school dropouts, 15 junior high school dropouts, and 15 people dropped out of high school. The twelve-year compulsory education program with the policies and programs of the Student Operational Assistance (BOS) and the Smart Indonesia Program (PIP) set by the government. Therefore, knowledge about the importance of education and PKBM will be given to out-of-school children in Batu Beriga village with an Inspirational Talk Show on Strengthening Educational Motivation for Dropout Children to collect data on children's interest in participating in PKBM, and registering children to take part in PKBM. The method used is the counseling method with the preparation and licensing stages, the implementation stage, and the evaluation stage. Overall, this community service activity went very well and was conducive. All participants who attended calmly followed the whole activity. Until the completion of the presentation of the material by the speaker, all participants listened carefully. There were 7 school dropouts who enrolled in PKBM
KOMUNIKASI EFEKTIF SEBAGAI BEKAL MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI
Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pembekalan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pemberian pembekalan mahasiswa KKN oleh dosen Universitas PGRI Silampari diiringi dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai Tri Darma Perguruan Tinggi. Sementara pelaksanaan dalam pengabdian ini yaitu pembukaan, penyampaian materi, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil dan pembahasan bahwa materi pengabdian yang diberikan mudah dikuasai oleh mahasiswa. Hal ini dapat dilihat materi yang disampaikan merupakan materi yang sangat penting bagi mahasiswa sebagai bekal melaksanakan Kuliah Kerja Nyata. Selama kegiatan pengabdian, mahasiswa sangat antusias dan berperan aktif menyimak, mempelajari, dan mempraktikan dalam berkomunikasi dengan teman. Keberhasilan pembekalan mahasiwa KKN terkait komunikasi efektif ini belum dapat dilihat secara langsung, hal ini akan terlihat jika nanti diimplementasikan di masyarakat. Namun jika dilihat dari hasil penyampaian materi, tingginya antusias mahasiswa manfaat yang didapatkan tentunya bertambahnya ilmu pengetahuan dan wawasan keterampilan komunikasi efektif yang diharapkan dapat membantu mahasiswa bersosialisasi selama mengabdi kepada masyarakat
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PEMBUKUAN SEDERHANA PRODUKSI INDUSTRI RUMAH TANGGA BERBASIS UBI KAYU DI DUSUN II KELURAHAN M. SITIHARJO
The objectives of this PKM activity are to (1) provide an understanding of the benefits of having bookkeeping in business administration, and (2) provide assistance to UMKM entrepreneurs who are the target group regarding procedures for compiling simple bookkeeping, especially in calculating the cost of production and profit and loss. The stages of implementation in PKM: the preparation stage, the training/socialization stage, the implementation stage, and the evaluation stage. This cassava-based processing business carried out by women in the M.Sitiharjo sub-district has adequate business prospects, and is possible to develop in the future. The implementation of this community service took place due to the open, adaptive and enthusiastic attitude of the participants. This situation, the existence of business potential for development, the expectations expressed by participants for this PKM activity to continue, as well as the existence of government policies to encourage the downstream of various products became the basis for consideration for the team to continue PKM activities in cassava-based home industry business groups that in the village of M. Sitiharjo
PEWARNAAN BATIK MENGGUNAKAN TEKNIK SHIBORI DI SDIT RAUDHATUL JANNAH KOTA LUBUKLINGGAU
Keterampilan seorang peserta didik sekolah dasar dalam disiplin ilmu seni dituntut untuk bisa mengembangkan kemampuannya untuk merangsang kreatifitas peserta didik dalam bidang seni. Karenanya diperlukan seorang pendidik yang ahli dalam mentransfer wawasan, keterampilan, dan pengalaman terhadap peserta didik dalam hal bidang seni. Fokus dan tujuan utama kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ialah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan peserta didik mengenai pewarnaan batik menggunakan teknik “Shibori”. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yakni melalui pelatihan pewarnaan batik menggunakan teknik “Shibori” bagi murid-murid SDIT Raudhatul Jannah kota Lubuklinggau. Kegiatan ini guna mengoptimalkan potensi serta memberikan pengalaman seni pada peserta didik. Karena peserta didik menjadi pondasi sebuah pendidikan kedepannya, bila peserta didik terampil dalam mengolah, memanfaatkan dan membuat sesuatu menjadi lebih bermakna maka itu juga yang akan menjadi majunya sebuah bangsa. Sehingga kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menjadi bagian penting dalam memfasilitasi kebutuhan siswa khususnya pada mata pelajaran SBDP untuk menambah wawasan serta pengetahuannya mengenai pewarnaan batik menggunakan teknik “Shibori”