e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN LITERASI SAINS SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 EMBACANG BARU
Tujuan dari PKM ini keberhasilan siswa mencapai nilai yang tinggi, dan dari setiap materi yang disampaikan dapat dihubungkan dalam kehidupan sehari. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan literasi sains siswa sehingga pembelajaran di kelas lebih interaktif. Selain itu siswa sekaligus mendapatkan pencerahan dalam pembelajaran dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Juli s.d Agustus 2023. PKM ini melibatkan tim peneliti yang berjumlah 1 orang ketua dan 1 orang anggota dosen, 3 orang anggota mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, dan praktek pembelajaran menggunakan model kontekstual dengan melibatkan peserta dalam diskusi secara berkelompok, dan Pendampingan pasca pelatihan. Untuk efektivitasnya kegiatan pelatihan ini, tim pelaksana membatasi peserta yang mengikuti pelatihan adalah siswa kelas VI. Selama proses berjalannya PKM ini, tim menyiapkan instrumen tes untuk mengukur ketercapaian materi selama pelatihan. Adapun pelatihan yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap pendampingan. Hasil belajar yang diperoleh dalam evaluasi pembelajaran sains siswa kelas VI, rata-rata 75, mencapai persentase rata-rata 75% dengan kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan pendampingan Literasi Sains Siswa SDN 1 Embacang Baru dapat menigkatkan hasil belajar siswa
PELATIHAN DAN PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER CERDAS FORMAT KELAOMPOK (PKC-KO) GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA NEGERI 2 JAYAPURA DALAM RANGKA MEMBENTUK GENERASI BERKARAKTER DAN CERDAS
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk 1) agar guru bimbingan dan konseling mampu melaksanakan PKC-KO ini kepada siswa, 2) agar generasi penerus bangsa yakni siswa memiliki karakter cerdas sesuai norma pancasila dan norma yang berlaku di masyarakat, 3) agar siswa mampu melaksanakan, menghayati, mengamalkan dan menaati norma pancasila dan norma yang berlaku di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pegabdian kepada masayarakat ini adalah metode pelatihan dan penerapan. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan buku saku PKC-KO sebagai pegangan dan panduan saat pelaksanaan kegiatan. Pelatihan dan penerapan ini dilaksanakan da dipandu oleh para dosen dan mahasiswa dari program studi bimbingan dan konseling, jurusan ilmu pendidikan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas cenderawasih. Hasilnya diantaranya 1) luaran bagi peserta yang dicapai yaitu peningkatan pemahaman dan ketrampilan pelaksanaan layanan dalam bimbingan dan konseling khususnya dengan menggunakan layanan PKC-KO, 2) bagi tim pengabdi, luaran yang dicapai adalah draf modul yang dapat digunakan kedepan untuk pelatihan dan penerapan PKC-KO guru bimbingan dan konseling, dan 3) Publikasi pada media online, yaitu website Jurnal Cemerlang: Pengabdian Pada Masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pengabdian pada Masyarakat dan Kerjasama (LP4MK) STKIP PGRI Lubuklinggau
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH GEOGRAFI SEJARAH
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh media audio visual terhadap motivasi dan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah geografi sejarah di STKIP-PGRI Lubuklinggau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik analisa data menggunakan statistik parametris dengan uji z dan rumus persentase untuk menganalisis angket. Dari analisis postes hasil belajar mahasiswa pada kelas eksperimen menghasilkan rata-rata nilai 68,45 dan kelas kontrol 48,21. Dan berdasarkan uji z di dapat bahwa zhitung= 4,17 dengan derajat kebebasan dk = n1 + n2 – 2 = 20 +19 – 2 = 37 dan = 0,01 diperoleh Ztabel = 2,58 Maka Zhitung = 4,17 > ztabel= 2,58, hal ini berarti Ha diterima Ho ditolak. Sehingga ada pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah geografi sejarah. Kemudian pengaruh media audio visual terhadap motivasi belajar mahasiswa dapat dilihat dari analisis data angket yang diajukan 90% ≤ P ≤ 100% dengan kriteria sangat baik mahasiswa menjawab pertanyaan positif pada angket
STUDENTS’ PROBLEMS IN MASTERING SPEAKING SKILL FACED BY THE XI GRADE STUDENTS AT MA INTEGRAL HIDAYATULLAH MANOKWARI
This research aimed to investigate the students’ problem in mastering speaking skills, and the cause of that problem. This research was carried out at MA Integral Hidayatullah Manokwari. This research used qualitative approach with a descriptive analysis method. 28 students of MA Integral Hidayatullah Manokwari were interviewed and fill the questionnaire to determine their experience in speaking class. The result showed that students have lack of vocabulary (96%), Pronunciation 74%, lack of grammar 70%, lack of fluency (96%). Meanwhile, the cause of students’ speaking problems were lack of confidence, fear of making mistake, anxious, shyness, and lack of motivation
PERSEPSI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS TENTANG PENGGUNAAN AI DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan bahasa inggris STKIP Muhammadiyah Manokwari yang menggunakan AI sebagai metode pembelajaran bahasa inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran cukup membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berbahasa Inggris. Language service ini mampu memberikan umpan balik (feedback) atas kualitas tulisan yang dibuatnya hanya dalam hitungan detik saja dengan demikian maka hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam kegiatan pembelajaran bahasa inggris
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI TEKANAN KELAS VIII SMP NEGERI 7 TAMBANG
This study aims to determine the increase in cognitive learning outcomes of class VIII students on pressure material at SMP Negeri 7 Tambang using the Children Learning In Science (CLIS) model. The samples in this study were two classes, namely class VIII-A as the control class and class VIII-B as the experimental class. The type of research used is Experimental Research with a posttest-only control design model. Data collection was carried out using a written test instrument in the form of multiple choice questions of 20 items. The data obtained is then subjected to a normality test and homogeneity test to find out whether the data obtained is homogeneous or not. Furthermore, to find out whether or not there were significant differences in learning outcomes between the experimental and control classes, an independent sample test was carried out with a significance level of 0.05. Based on the results of data processing, a significance <0.05 was obtained which indicated that Ho was rejected and Ha was accepted. it can be concluded that there are significant differences in students' cognitive learning outcomes between classes that use the CLIS model and classes that apply conventional learning models
KEEFEKTIFAN MODUL PEMENTASAN MONOLOG BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN METODE ROLE PLAYING DAN TEKNIK 3M (MENIRU, MENGOLAH DAN MENGEMBANGKAN)
his study resulted in a monologue staging module based on local wisdom for students of the Indonesian Language Education Study Program. As an independent study material, the module contains four main parts: the concept of a monologue, the activity of writing a monologue script idea, the practice of a monologue using the role playing method and 3M techniques, and a follow-up activity. The modules are developed based on the Borg and Gall development model. The procedure carried out is divided into four main stages, namely preliminary studies, module draft development, and validation to experts and practitioners, and effectiveness testing. To measure the effectiveness of the drama performance module in supporting students' mastery of drama appreciation. Students are given the task of making a monologue video at the end of teaching and learning activities as an evaluation tool. Based on the results and discussion of this study, the t-table data for the small group was 2.0, while the t-count was 9.7. So, tcount > ttable is 9.7 > 2.0. ttable in the large group is 1.695 and tcount is 165.2. So, tcount > ttable is 165.2 > 1.695. So it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, because there is a significant difference between student learning outcomes before and after using the monologue staging module, this also proves that the module is very effective in improving the learning outcomes of drama theory courses.Penelitian ini menghasilkan modul pementasan monolog berdasarkan kearifan local bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Sebagai bahan belajar mandiri, modul berisi empat bagian utama: konsep monolog, kegiatan penulisan ide naskah monolog, praktik monolog dengan metode role playing dan teknik 3M, dan kegiatan tindak lanjut. Modul dikembangkan berdasarkan model pengembangan Borg and Gall. Prosedur yang dilakukan terbagi dalam empat tahap utama, yakni studi pendahuluan, pengembangan draf Modul, dan validasi kepada ahli dan praktisi, dan uji keefektifan.Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas PGRI Palembang yang mengikuti mata kuliah Teori Drama/Pementasan Drama. Untuk mengukur tingkat keefektifan modul pementasan drama dalam mendukung penguasaan apresiasi drama mahasiswa.Mahasiswa diberi tugas untuk membuat video monolog pada akhir kegiatan belajar mengajar sebagai alat evaluasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini diperoleh data ttabel pada kelompok kecil yaitu 2,0 sedangkan thitung 9,7. Jadi, thitung> ttabel adalah 9,7 > 2,0. ttabel pada kelompok besar yaitu 1,695 dan thitung 165,2. Jadi, thitung> ttabel adalah 165,2 > 1,695. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 di tolak dan Ha diterima, karena terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa sebelum dan sesudah menggunakan modul pementasan monolog, hal ini juga membuktikan bahwa modul tersebut sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar mata kuliah teori drama
REVEALING A CASE GRAMMAR IN THE FILM “WHERE DO WE GO NOW” BASED ON FILLMORE’S PERSPECTIVE
This study aims: (1) to reveal the modalities in the film “Where Do We Go Now” directed by Nadine Labaki based on the perspective of Charles J. Fillmore; (2) to reveal the propositions in the film “Where Do We Go Now” directed by Nadine Labaki based on the perspective of Charles J. Fillmore. This research is descriptive qualitative research. The data source in this study is the film “Where Do We Go Now” directed by Nadine Labaki with a duration of 110 minutes and produced by Les Films des Tournelles, Pathe, Les Films de Beyrouth in 2011. The data collection techniques in this study used watching and taking note techniques. The data validation technique in this study uses several steps, namely increasing persistence, triangulation, and discussion. This study has the following results: (1) there are two types of modalities in the form of a tense modality and an adverb modality; and (2) there are five types of propositions in the form of agentive case, objective case, source case, locative case, and time case.Penelitian ini bertujuan: (1) mengungkap modalitas dalam film “Where Do We Go Now” yang disutradarai oleh Nadine Labaki berdasarkan perspektif Charles J. Fillmore; (2) mengungkapkan proposisi dalam film “Where Do We Go Now” yang disutradarai oleh Nadine Labaki berdasarkan perspektif Charles J. Fillmore. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah film “Where Do We Go Now” yang disutradarai oleh Nadine Labaki dengan durasi 110 menit dan diproduksi oleh Les Films des Tournelles, Pathe, Les Films de Beyrouth pada tahun 2011. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik mengamati dan mencatat. Teknik validasi data dalam penelitian ini menggunakan beberapa langkah yaitu peningkatan ketekunan, triangulasi, dan diskusi. Penelitian ini memiliki hasil sebagai berikut: (1) terdapat dua jenis modalitas berupa modalitas tense dan modalitas adverbia; dan (2) terdapat lima jenis proposisi berupa kasus agenif, kasus objektif, kasus sumber, kasus lokatif, dan kasus wakt
ANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM CERAMAH USTADZ DAS'AD LATIF: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
The purpose of this study is to describe the form of code mixing in Ustadz Das'ad Latif's lectures. The method used in analyzing the data is a qualitative method. The data collection technique in this study used the listening method, the basic technique used tapping techniques, and the follow-up technique, namely SBLC (listening free of engagement). The data analysis technique used is the equivalent method and the basic technique uses the determinant sorting technique (PUP) and the continuation technique uses the equalizing comparison technique. The results of the analysis obtained in this study are in the form of code mixing in Ustadz Das'ad Latif's video lectures in the form of words, phrases, and clauses.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud campur kode dalam ceramah Ustadz Das’ad Latif. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, teknik dasarnya menggunakan teknik sadap, dan teknik kelanjutannya yaitu SBLC (simak bebas libat cakap). Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode padan dan teknik dasarnya menggunakan teknik pilah penentu (PUP) serta teknik kelanjutannya menggunakan teknik hubung banding menyamakan. Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini berupa wujud campur kode dalam video ceramah Ustadz Das’ad Latif yang berupa kata, frasa, dan klausa