e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    Pengembangan Keterampilan Berpikir Historis melalui Pembelajaran Sejarah

    No full text
    Abstract Learning history and developing historical thinking skills is an important component of a curriculum that aims to improve students' understanding of historical events and contexts. Analytical literature study methods used for sources, understanding context, and applying various perspectives are some of the ways to improve historical thinking skills in this article. The results of this study show that learning history and developing historical thinking skills is an important aspect of education. These skills help students understand past events, analyze data critically, and bring history to bear on contemporary issues. Through an approach that emphasizes context, evidence, and perspective, students can develop critical thinking skills, awareness of cultural identity, and empathy. Overall, historical thinking skills enhance students' understanding of history and prepare them to become active and responsible citizens. Therefore, it is important for educators to integrate this approach into the curriculum. Keywords: Development, Historical Thinking, Learning, History.Abstrak   Pembelajaran sejarah dan pengembangan keterampilan berpikir historis adalah komponen penting dari kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang peristiwa dan konteks sejarah. Metode studi pustaka digunakan untuk analisis sumber, pemahaman konteks, dan penerapan berbagai perspektif adalah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir historis dalam artikel ini. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran sejarah dan pengembangan keterampilan berpikir historis adalah aspek penting dalam pendidikan. Keterampilan ini membantu siswa memahami peristiwa masa lalu, menganalisis data secara kritis, dan mengaitkan sejarah dengan isu kontemporer. Melalui pendekatan yang menekankan konteks, bukti, dan perspektif, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kesadaran identitas budaya, dan empati. Secara keseluruhan, keterampilan berpikir historis meningkatkan pemahaman siswa tentang sejarah dan mempersiapkan mereka untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam kurikulum.   Kata Kunci: Pengembangan, Berfikir Historis, Pembelajaran, Sejara

    Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon di SMA Negeri Tugumulyo

    Get PDF
    Proses pembelajaran di sekolah sangat diharuskan untuk melibatkan peserta didik dengan media digital. Namun sebagian besar guru terbiasa menggunakan buku pelajaran yang diberikan oleh sekolah tanpa menggunakan sumber pembelajaran lain. Sehingga, guru hanya fokus pada topik materi yang tersedia dalam buku pelajaran yang diberikan oleh sekolah, sehingga siswa cenderung bosan dan tidak tertarik dengan apa yang diajarkan oleh guru. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pemahaman tentang media pembelajaran serta melatih dan mendampingi dalam pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi powtoon. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi dan latihan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat disampaikan bahwa pelaksanaan “Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon di SMA Negeri Tugumulyo”, baik proses maupun hasil, dapat dikatakan berhasil dengan baik. Hal ini dilihat dari hasil evaluasi yang meliputi kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan, antusiasme peserta, dan tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan. Adapun luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu publikasi artikel di Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

    Pengembangan LKPD Fisika Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MA Riyadhus Sholihin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Fisika berbasis Discovery Learning  yang layak serta untuk mengatahui peningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI MA Riyadhus Sholihin. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Validasi ahli materi memperoleh skor 57 dengan kategori Baik, validasi ahli media memperoleh skor 48 dengan kategori Sangat Baik, dan validasi ahli bahasa memperoleh skor 32 dengan kategori Sangat Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa LKPD telah memenuhi standar kualitas dari segi materi, media dan kebahasaan. Selain itu LKPD fisika berbasis Discovery Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan nilai standard gain sebesar 0,42 (kategori sedang). LKPD fisika berbasis Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan nilai standard gain sebesar 0,67 (kategori sedang). Secara keseluruhan, ketiga hasil validasi tersebut membuktikan bahwa LKPD Fisika berbasis Discovery Learning layak digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI MA Riyadhus Sholihin

    Validasi Model Pembelajaran IPAS Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Science Process Skills dan Social Skills Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Kurikulum merdeka di tingkat pendidikan dasar memberikan perubahan, salah satunya pelajaran IPAS. Perubahan itu menjadikan konsekuensi bagi pola pembelajaran yang selama ini dilakukan. Hadirnya IPAS juga menghadirkan kebingungan  sebagian guru dalam mengimplementasikan di kelas yang dituntut menekankan pada science process skills dan social skills. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan science process skills dan social skills untuk siswa sekolah dasar yang valid. Penelitian menggunakan desain penelitian Research and Development model Borg and Gall yang mengambil 5 dari 10 langkah, yaitu (1) mengumpulkan informasi, (2) merancang model, (3) mengembangkan produk awal, (4) melakukan uji coba awal produk, (5) merevisi produk awal. Instrumen penelitian berupa lembar validasi instrumen. Analisi data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian berhasil mengembangkan model pembelajaran berbasis kearifan lokal yang valid dalam meningkatkan science process skills dan social skills siswa sekolah dasar dengan kriteria sangat baik pada 4 aspek, yaitu teori pendukung, sintaks, pengelolaan kelas, dan tujuan

    Penggunaan Media Gambar Berseri Untuk Keterampilan Menulis Kreatif Bahasa Prancis Tingkat A2

    Get PDF
    Menulis kreatif merupakan keterampilan produktif yang menuntut kemampuan mengembangkan ide dan menyusun cerita secara imajinatif dan terstruktur. Media gambar berseri berperan sebagai alat bantu visual yang merangsang imajinasi dan membantu dalam menuangkan cerita secara runtut ke dalam bentuk tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media gambar berseri dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menulis kreatif bahasa Prancis tingkat A2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimental dan desain One Shot Case Study dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel purposif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan tes dan angket. Berdasarkan hasil analisis data dari 23 mahasiswa, sebagian besar mampu menulis secara kreatif dengan struktur yang cukup baik. Sebanyak 8 mahasiswa memperoleh nilai sangat baik, 5 mahasiswa mendapat nilai baik, 9 mahasiswa dengan nilai cukup, dan 1 mahasiswa dengan nilai kurang. Hasil angket pun menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan media gambar berseri. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media gambar berseri dapat digunakan sebagai media pendukung dalam keterampilan menulis kreatif bahasa Prancis tingkat A2

    IDEOLOGI DALAM STRUKTUR BAHASA: ANALISIS LINGUISTIK MODEL NORMAN FAIRCLOUGH PADA DEBAT KEABSAHAN IJAZAH JOKO WIDODO

    Get PDF
    The public debate over the legitimacy of Joko Widodo's diploma involves not only legal debates but also ideological content and linguistic strategies that reflect power relations in Indonesian politics. This study uses Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) approach to examine the micro-dimensions of language, specifically the aspects of cohesion, transitivity, modality, diction, and metaphor used in the debate. A descriptive qualitative method was applied with a focus on one episode of the debate on the iNews YouTube channel, using listening techniques and verbatim transcription. The results reveal that these five micro-linguistic aspects work synergistically in representing and reproducing ideologies that strengthen the position and dominance of power in political discourse. These findings provide a new contribution to the development of CDA, especially in the micro-level of Indonesian politics and emphasize the role of language as a tool of ideological struggle in public debate. The limited focus on one episode and micro-dimension is a limitation of this research, opening up opportunities for further study with a broader context and integration of macro-dimensions. The implications of this research are important for a critical understanding of language use in politics and social communication.  Debat publik mengenai keabsahan ijazah Joko Widodo tidak hanya melibatkan perdebatan legalitas, tetapi juga muatan ideologi dan strategi linguistik yang mencerminkan relasi kekuasaan dalam politik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough untuk mengkaji dimensi mikro bahasa, khususnya aspek kohesi, transitivitas, modalitas, diksi, dan metafora yang dipakai dalam debat tersebut. Metode kualitatif deskriptif diaplikasikan dengan fokus pada satu episode debat di kanal YouTube iNews, menggunakan teknik simak dan transkripsi verbatim. Hasil penelitian mengungkap bahwa kelima aspek linguistik mikro tersebut bekerja secara sinergis dalam merepresentasikan dan mereproduksi ideologi yang memperkuat posisi dan dominasi kekuasaan dalam wacana politik. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam pengembangan AWK terutama di ranah mikro dalam konteks politik Indonesia dan menegaskan peran bahasa sebagai alat perjuangan ideologis dalam debat publik. Terbatasnya fokus pada satu episode dan dimensi mikro menjadi batasan penelitian yang membuka peluang studi lanjut dengan konteks lebih luas dan integrasi dimensi makro. Implikasi penelitian ini penting bagi pemahaman kritis penggunaan bahasa dalam politik dan komunikasi sosial

    Pendampingan Guru dalam Pengelolaan Administrasi dan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Digital di SMP Negeri Karang Jaya

    Get PDF
    Kegiatan pendampingan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Karang Jaya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengelolaan administrasi pembelajaran dan evaluasi berbasis digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perencanaan program, pelatihan dan workshop, pendampingan praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi. Aplikasi yang digunakan dalam pendampingan meliputi Google Workspace for Education, Google Form, Quizizz, dan e-Rapor SMP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran digital seperti RPP, modul ajar, dan jurnal mengajar berbasis cloud. Guru juga mampu memanfaatkan evaluasi digital melalui pembuatan soal dan pengolahan nilai otomatis, serta mengoperasikan e-Rapor dengan lebih akurat dan tepat waktu. Selain peningkatan keterampilan teknis, pendampingan ini juga berdampak pada perubahan sikap guru terhadap penggunaan teknologi, meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, dan kolaborasi antarguru. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan perangkat, kegiatan pendampingan tetap berjalan efektif melalui strategi adaptif dan dukungan fasilitator. Secara keseluruhan, pendampingan ini berhasil meningkatkan profesionalisme guru dalam pengelolaan administrasi serta evaluasi pembelajaran berbasis digital, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih modern, efisien, dan sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21

    Pemberdayaan dalam Aspek Pendidikan Melalui Bimbingan Belajar Pada Anak-Anak di Kampung Sambab

    Get PDF
    Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Papua Barat kelompok 3 yang dilaksanakan pada 26 Juli 2025 sampai 25 Agustus 2025 bertempat di Kampung Sambab Distrik Masni Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat telah memberikan kepada contoh yang sangat berarti bagi masyarakat khususnya wilayah Kampung Sambab dan mendapatkan sambutan baik dan antusias yang tinggi. Program kerja yang kami laksanakan selama berada di Kampung Sambab sangat terfokuskan terhadap masalah pendidikan karena kurangnya minat belajar dan minimnya motivasi menjadi masalah utama yang dihadapi siswa Kampung Sambab sehingga kami mengadakan program bimbingan belajar, dengan adanya program bimbingan bimbingan belajar tersebut akan meningkatkan minat belajar dan ilmu pengetahuan pada anak-anak Kampung Sambab, Adapun faktor pendukung mengenai sminat dan motivasi belajar tersebut antara lain: kemauan dan antusias belajar masih ada pada setiap anak, rasa ingin berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik sangat terlihat,dan kekurangan pada masyarakat sudah sebagai pembenahan yang harus kami lakukan sebagai mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Papua Barat di Kampung Sambab Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif

    Pengembangan Pendidikan Non-Formal Raja Bimbel melalui Pelatihan Tutor sebagai Upaya Pemberantasan Buta Aksara Masyarakat Putus Sekolah di Desa Wisata Terak

    Get PDF
    Raja Bimbel merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sangat memperhatikan angka buta aksara di desa terak. Data statistik pendidikan di Desa Terak menunjukkan fasilitas pendidikan masih minim. Terdata sekolah yang terdapat didesa terak sebanyak 2 sekolah di tingkat SD dan 1 sekolah di tingkat SMP. Pendataan Anak Putus Sekolah di Desa Terak yang didapat bahwa Terdapat 52 anak putus sekolah sedangkan yang Buta Aksara sebanyak 20 Orang dari umur produktif. Kegitan yang akan dilakukan adalah pelatihan literasi untuk memberantas buta aksara dengan target luaran tutor yang kompeten dan berdedikasi dalam program calistung untuk pemberantasan buta aksara, Penentuan dan koordinasi terkait peran dan tanggungjawab tim kelompok Raja Bimbel (Pembuatan Struktur Organisasi), serta Pengaturan jadwal pelaksanaan proram calistung (Baca, Tulis, dan Hitung). Metode yang digunakan adalah pendampingan atau suvervisi dengan tahap persiapan dan Perizinan, tahap pelaksanaan, dan tahap Evaluasi. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan sangat baik dan kondusif. Semua peserta yang hadir dengan tenang mengikuti seluruh kegiatan. Sampai dengan selesainya penyampaian materi oleh pemateri, semua peserta mendengarkan dengan seksama. Sehingga dari kegiatan ini menghasilkan tutor yang mampu memberikan pembelajaran yang menarik dan berdedikasi, visi dan misi bimbel, struktur organisasi dan SOP, serta jadwal pelatihan calistung yang terstruktur

    Translation Techniques Employed in Indonesian Subtitles of The Children’s Film "Stuart Little" on Netflix

    No full text
    This study analyzes the Indonesian subtitles of the movie Stuart Little (1999) on Netflix, focusing on how the subtitles are adapted for Indonesian audiences, particularly young viewers and this study utilized a qualitative approach. The study identifies five main techniques used in subtitle translation: expansion, cultural adaptation, simplification, localization, and domestication. Expansion involves adding details to clarify meaning, while cultural adaptation modifies culturally specific references to align with the cultural norms of the target audience. Simplification reduces linguistic complexity to make the content easier for viewers to understand, and localization adjusts expressions, humor, and idioms to align with local language usage. Domestication transforms foreign elements into forms more relatable to the target audience. These techniques help to enhance comprehension and ensure cultural relevance, making the movie more accessible and enjoyable for Indonesian viewers. The findings highlight the importance of tailoring subtitles to meet the cultural and linguistic needs of the audience, particularly in major media aimed at younger viewers

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇