e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
Kurikulum Merdeka Terhadap Perubahan Karakter Peserta Didik: Studi Analisis Dikelas IV SD Negeri 1 Air Satan Kabupaten Musi Rawas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dan dampaknya terhadap perubahan karakter siswa di SD Negeri 1 Air Satan, Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kemandirian, tanggung jawab, rasa percaya diri, dan kemampuan berpikir kritis. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran berbasis proyek yang memfasilitasi kolaborasi dan kreativitas.Beberapa tantangan yang diidentifikasi adalah keterbatasan sumber daya pendukung pembelajaran dan kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung proyek siswa. Temuan ini mendukung teori konstruktivisme dan pembelajaran berbasis proyek yang berpusat pada siswa, dengan guru bertindak sebagai fasilitator. Implementasi Kurikulum Merdeka dapat diperkuat melalui peningkatan pelatihan guru, penyediaan fasilitas pendukung, serta kolaborasi yang lebih intensif dengan orang tua
ASPEK DIDAKTIS PERAN PEREMPUAN JAWA DALAM SERAT SANDI WANITA KARYA K. G. P. A. PAKUALAM II
The didactic aspect of women's roles is conveyed from childhood to adulthood to advance their mindset. The purpose of this research is to show and describe the didactical aspects of the role of Javanese women in Serat Sandi Wanita by K. G. P. A. Pakualam II. The method used in this research utilizes a qualitative approach, where the data used is in the form of geguritan so that the results are in the form of phrases, words, or sentences. The theory used is the theory of feminism proposed by Lori Jo Marso which states that the demands of feminism depend on the situation and conditions. The results of this study show that the socio-cultural environmental conditions taught in SSW rely on the teachings of the kraton that a woman wants to do, where a woman plays a role as a child, wife, and mother. As a child obeying parents, behaving well, making parents happy and not favoring himself. As a wife, she respects her husband with gentle words, reminds each other, and respects her husband because he is the teacher in the household. The role of women as mothers gives advice to their children, such as having to respect their husbands when they are married, and any activity must have his permission.Aspek didaktis pada peran perempuan disampaikan sejak kecil hingga dewasa untuk memajukan pola pikirnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan dan medeskripsikan aspek didaktis peran perempuan Jawa dalam Serat Sandi Wanita karya K. G. P. A. Pakualam II. Metode yang digunakan penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif, dimana data-data yang digunakan berbentuk geguritan sehingga hasilnya berupa frasa, kata, atau kalimat. Teori yang digunakan adalah teori feminisme yang dikemukakan oleh Lori Jo Marso yang menyatakan bahwa tuntutan feminisme bergantung pada situasi dan kondisi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sosial budaya yang diajarkan pada SSW berpangku pada ajaran kraton yang hendak dilakukan oleh seorang perempuan, dimana seorang perempuan berperan sebagai anak, istri, dan ibu. Sebagai seorang anak taat pada orang tua, berperilaku yang baik, membahagiakan orang tua dan tidak mengunggul-unggulkan dirinya. Sebagai seorang istri berperilaku menghormati suami dengan perkataan yang lembut, saling mengingatkan, dan menghargai suami karena sebagai guru dalam rumah tangga. Peran perempuan sebagai ibu memberi nasihat kepada anak-anaknya, seperti harus menghormati suami saat sudah berkeluarga, dan aktifitas apapun harus ada izinnya
WHAT SCHOOL INSTITUTION CAN LEARN FROM MULTI-PLAYER ONLINE GAMES DEVELOPMENT AND IT CHALLENGE FOR PUPILS
This study analyzes verbal violence against female adolescents playing multiplayer online games in Jambi City from a sociolinguistic perspective. Communication features in multiplayer online games often involve verbal violence, especially against female players who are considered to have less playing skills than male players. This study uses qualitative data obtained through interviews and FGDs, which were analyzed using NVIVO. This study shows that patronizing and criticizing behavior is common among FF players. Verbal violence results in changes in player behavior. Currently, the Jambi City Government does not have a specific instrument to address the problem of verbal violence among adolescents, especially those aged 10 to 14 years.
Penelitian ini menganalisis tindak kekerasan verbal pada remaja perempuan pemain game online multiplayer di Kota Jambi dari sudut pandang sosiolinguistik. Fitur komunikasi dalam game online multiplayer sering kali melibatkan kekerasan verbal, terutama terhadap pemain perempuan yang dianggap kurang memiliki kemampuan bermain dibandingkan laki-laki. Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara dan FGD, yang dianalisis menggunakan NVIVO. Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku menggurui dan mengkritik banyak terjadi di kalangan pemain FF. Kekerasan verbal mengakibatkan perubahan perilaku pemain. Saat ini, Pemerintah Kota Jambi belum memiliki instrumen khusus untuk mengatasi permasalahan kekerasan verbal di kalangan remaja, khususnya yang berusia 10 hingga 14 tahun
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB DENGAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
Technology has rapidly developed across various fields, including education, which has been significantly impacted by technological advancements. The development of computer technology can be utilized to assist in creating effective learning media. This research aims to develop web-based interactive learning media using an ethnomathematics approach for teaching flat-sided space shapes to eighth-grade junior high school students. The development model employed in this study is the 4-D or 4-P model, which was modified into three stages: the definition stage (define), the design stage (design), and the development stage (develop). The research subjects consisted of 15 students from SMP Swasta Budi Agung Medan. The instruments used in this research included expert material assessment questionnaires, expert media assessment questionnaires, and student response questionnaires. The findings revealed that the developed web-based interactive learning media with an ethnomathematics approach received a score of 93% from expert media validators, indicating that the media is highly valid. Expert material validators gave a score of 87%, classifying it as very good or highly valid. Meanwhile, the student response assessment showed an average score of 86%, indicating that the media was highly engaging and met the required criteria.Teknologi telah berkembang pesat di berbagai bidang, salah satu bidang yang tersentuh dampak perkembangan teknologi yakni dunia pendidikan. Perkembangan teknologi komputer dapat digunakan untuk membantu dalam pembuatan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis web dengan pendekatan etnomatematika pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dan efektif serta untuk mengetahui kelayakan dan respon siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D atau 4-P yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Swasta Budi Agung Medan kelas VIII sebanyak 15 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket yang terdiri dari angket penilaian ahli materi, angket penilaian ahli media, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis web dengan pendekatan etnomatematika yang telah dikembangkan mendapat presentase penilaian sebesar 93% dari validator ahli media dengan kriteria sangat valid dan presentase penilaian dari ahli materi sebesar 87% dengan kriteria sangat bagus atau sangat valid. Sedangkan menurut respon siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 86% dengan kriteria sangat menarik.
 
Membangun Kesadaran Masyarakat Peduli Lingkungan Melalui Produksi Ecobrick Dan Ecoprint
This community service program aims to raise awareness among the residents of Padukuhan Juawangen, Kalasan, Yogyakarta about the importance of environmental preservation through the creative processing and utilization of plastic waste and organic waste. Participants are given an understanding of the concepts of ecobrick and ecoprint as innovative solutions for waste management and environmental conservation. The making of ecobricks teaches participants how to process plastic waste into functional products, while the ecoprint technique introduces a method of environmentally friendly fabric dyeing using natural materials. The program is carried out in three stages: preliminary, implementation, and closing. In the preliminary stage, community awareness and habits in waste management are identified, and the necessary infrastructure is prepared. The implementation stage includes educating participants on the importance of environmental preservation, presenting material on ecobrick and ecoprint, and conducting direct demonstrations and practices. The closing stage involves evaluating and obtaining feedback from participants. The results of this program show active community participation with high enthusiasm and positive responses toward the adoption of environmentally friendly practices. Interviews revealed that the program provided new insights into waste management and encouraged participants to be more active in sorting and processing waste into creative products. Survey results show that 93.3% of participants strongly agree that the program was conducted with sufficient time and facilities, and that the instructors were clear in delivering the material. Additionally, 84% of participants stated that the program was effective in raising environmental awareness, while 83.3% strongly agreed that the program improved their skills in processing plastic waste. Furthermore, 95.3% of participants strongly agreed that the program was beneficial in increasing their knowledge of ecoprint and ecobrick techniques and processes. The program also motivated 80.6% of participants to continue creating ecobricks and ecoprints.Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Padukuhan Juawangen, Kalasan, Yogyakarta tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pengolahan dan pemanfaatan sampah plastik serta limbah organik secara kreatif. Peserta diberikan pemahaman tentang konsep ecobrick dan ecoprint sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Pembuatan ecobrick mengajarkan cara mengolah sampah plastik menjadi produk yang fungsional, sementara teknik ecoprint memperkenalkan metode pewarnaan kain yang ramah lingkungan menggunakan bahan alami. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: tahap pendahuluan, tahap pelaksanaan, dan tahap penutup. Pada tahap pendahuluan, dilakukan identifikasi kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah serta persiapan sarana prasarana. Tahap pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan, pemaparan materi ecobrick dan ecoprint, serta demonstrasi dan praktik langsung. Tahap penutup mencakup evaluasi dan umpan balik dari peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dengan antusiasme tinggi dan respon positif terhadap penerapan praktik ramah lingkungan. Berdasarkan wawancara, program ini memberikan wawasan baru tentang pengelolaan limbah dan mendorong peserta untuk lebih aktif dalam memilah dan mengolah sampah menjadi produk kreatif. Hasil angket menunjukkan bahwa 93,3% peserta sangat setuju bahwa program ini dilaksanakan dengan ketercukupan waktu dan fasilitas serta kejelasan instruktur dalam penyampaian materi. Sebanyak 84% peserta menyatakan program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, sementara 83,3% peserta sangat setuju bahwa program ini meningkatkan keterampilan dalam pengolahan limbah plastik. Selain itu, 95,3% peserta sangat setuju bahwa program ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan tentang teknik dan porses pembuatan ecoprint dan ecobrick. Program ini juga memotivasi 80,6% peserta untuk terus berkarya membuat ecobrick dan ecoprint
Aquaponik Sederhana Dalam Meningkatkan Keterampilan dan Ekonomi Masyarakat 3T
The specific objectives of implementing this service are: improving the skills of PKK mothers in Kelumpang Jaya Village through simple aquaponics, and improving the economy of PKK mothers in Kelumpang Jaya Village through simple aquaponics which not only relies on vegetable products, but also fish farming.
Kelumpang Jaya village is the most extreme (front) village in Nibung sub-district. Access to the village can be done by ordering a taxi only once a day and the journey to the village takes 3 hours. Based on interviews and observations conducted with the PKK Team Leader, Mrs. Gustina Yati, apart from difficult access, this village also does not have an internet network. Difficult access and the absence of an internet network are also exacerbated by the low economy in this village, where the people of this village only work by relying on plantations in the form of rubber trees which are also far from settlements and rubber latex which no longer produces much. Even though this village is isolated with various problems, this village also has abundant natural potential, such as spacious home gardens, a variety of plants, and of course abundant water sources. The difficulty of access to the outside world also has an impact on the latest information or skills to process the natural potential we have into something that has the potential to generate and increase income. In fact, with the existing natural potential, Kelumpang Jaya Village can improve its economy with double profits.One of them is a simple aquaponics skill that combines growing vegetable plants with raising fish in one container at a time. Aquaponics is a very important cultivation technique because apart from being easy to apply and saving water, there is also an integration process with plant roots, where nitrogen waste from fish waste in the water can be reduced by being absorbed by the roots as nutrients.
The results of implementing the simple aquaponics program for PKK mothers in Kelumpang Jaya Village show that there has been an increase in skills from 21% to 92%, apart from that there has also been an increase in the economy for PKK mothers in Kelumpang Jaya Village with the existence of simple aquaponics for one production generating a profit of Rp. ,98,000,-. This shows that simple aquaponics can be a new source of income for PKK mothers in Kelumpang Jaya VillageTujuan khusus dari pelaksanaan pengabdian ini, yaitu: meningkatkan keterampilan Ibu-ibu PKK Desa Kelumpang Jaya melalui aquaponik sederhana, dan meningkatkan perekonomian Ibu-ibu PKK Desa Kelumpang Jaya melalui aquaponik sederhana yang tidak hanya mengandalakan hasil sayuran, tetapi juga sekaligus beternak ikan.
Desa kelumpang Jaya merupakan Desa yang paling ujung (Terdepan) di kecamatan Nibung. Akses ke Desa bisa dilalui dengan memesan mobil taksi yang hanya sekali dalam sehari dan perjalanan menuju ke desa ditempuh dalam waktu 3 jam. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan dengan Ketua Tim PKK yaitu Ibu Gustina Yati bahwa selain aksesnya yang sulit, desa ini juga tidak memiliki jaringan internet. Akses yang sulit dan ketidakadaan jaringan internet juga diperparah dengan rendahnya ekonomi didesa ini, dimana masyarakat desa ini hanya bekerja dengan mengandalkan perkebunan berupa pohon karet yang jaraknya juga jauh dari pemukiman serta getah karet yang tidak banyak lagi menghasilkan. Walaupun desa ini letaknya terisolir dengan berbagai permasalahan, desa ini juga memiliki potensi alam yang berlimpah, seperti pekarangan rumah yang luas, tanaman yang beraneka ragam, dan tentunya sumber air yang melimpah. Sulitnya akses ke dunia luar, juga berdampak pada informasi terbaru ataupun keterampilan untuk mengolah potensi alam yang dimiliki menjadi suatu hal yang berpotensi menghasilkan dan meningkatkan pendapatan. Padahal dengan potensi alam yang ada, Desa Kelumpang Jaya dapat meningkatkan ekonominya dengan keuntungan yang double. Salah satunya adalah keterampilan aquaponik sederhana yang mengkombinasikan bercocok tanaman sayuran dangan beternak ikan dalam satu wadah dan sekali waktu. aquaponik merupakan teknik budidaya yang sangat penting karena selain mudah diaplikasikan, hemat air, juga terdapat proses integrasi dari perakaran tanaman, dimana limbah nitrogen dari kotoran ikan pada air dapat dikurangi dengan cara diserap oleh akar sebagai nutrisi.
Hasil pelaksanaan program aquaponik sederhana bagi Ibu-ibu PKK Desa Kelumpang Jaya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan dari 21% menjadi 92%, selain itu juga terjadi peningkatan ekonomi bagi Ibu-ibu PKK Desa Kelumpang Jaya dengan adanya aquaponik sederhana untuk sekali produksi menghasilkan keuntungan sebesar Rp.98.000,-. hal ini menunjukkan bahwa adanya aquaponik sederhana ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Ibu-ibu PKK Desa Kelumpang Jay
Pendampingan Literasi Berbasis Digital melalui Komunitas Belajar Baca-Cerdas di Desa Ciptodadi II Kecamatan Sukakarya
Based on the results of observations and interviews conducted with a village official, Mr. Feri Ardi Ragil Saputra, the Village Secretary, on July 5, 2024, in Ciptodadi II Village, it was found that the literacy level among the community, especially the youth group, is low. The initial evaluation results showed that literacy skills were categorized as "adequate," with an average percentage of 57.5%, indicating that only slightly more than half of the community has sufficient literacy skills. Meanwhile, the assessment of digital literacy skills showed a low average percentage, with only 15% of participants demonstrating good digital literacy skills, while the rest did not possess adequate digital literacy abilities. However, the final evaluation results indicated a significant improvement. On average, 100% of the indicators were correctly answered. This demonstrates that the digital literacy mentoring activities conducted through the Baca-Cerdas (Smart Reading) community in Ciptodadi II Village, Sukakarya District, were successful in enhancing both reading literacy and digital literacy skills. The expected outcome, as presented in a scientific article to be published in the 2024 edition of the Cemerlang journal, includes the establishment of the Baca-Cerdas learning community as an initiative to improve digital literacy skills among the youth in Ciptodadi II Village, Sukakarya District. Additionally, the program achieved an improvement of over 50% in digital literacy skills among the broader community in Ciptodadi II.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada salah satu perangkat Desa yaitu Bapak Feri Ardi Ragil Saputra selaku Sekretaris Desa yang dilakukan oleh tim pada tanggal 5 Juli 2024 Di Desa Ciptodadi II diperoleh informasi bahwa, masyarakat di Desa Ciptodadi II terutama bagi kelompok remaja memiliki kemampuan literasi yang rendah. Berdasarkan hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa kemampuan literasi masih berada pada kategori cukup dengan persentase rata-rata 57,5% yang menunjukkan hanya lebih sedikit dari 50%. Sedangkan untuk aspek penilaian kemampuan literasi digital menunjukkan kemampuan yang rendah dengan rata-rata persentase 15% yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik sisanya belum memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Sedangkan hasil evaluasi akhir terjadi peningkatan yang signifikan. Bahkan rata-rata hasil indikator dijawab dengan benar sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan literasi berbasis digital melalui komunitas Baca-Cerdas di Desa Ciptodadi II Kecamatan Sukakarya berhasil dilakukan dengan memberikan peningkatan literasi membaca dan juga kemampuan literasi digital. Adapun luaran yang diharapkan dalam artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal Cemerlang tahun 2024, terbentuknya komunitas belajar Baca Cerdas sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan literasi berbasis digital bagi remaja di Desa Ciptodadi II Kecamatan Sukakarya dan terjadinya peningkatan > 50 % kemampuan literasi berbasis digital bagi masyarakat di Desa Ciptodadi II Kecamatan Sukakarya
Developing An Interactive English For Children Textbook Oriented To Critical Thinking Skills
Being able to speak another language, particularly a foreign language, will not only improve communication, but it will also make it easier to keep up with advances in science and technology. The availability of suitable textbooks is a crucial element in a learning process as an effort to achieve optimal learning. If the teaching materials and the students’ level and maturity are compatible, then the textbooks are deemed acceptable. This research’sgoal is to examine an Interactive English for Children Textbook Oriented to Critical Thinking Skills for Beginner students at SD Negeri 45 Lubuklinggau that has been adapted to meet the needs of Grade 4 Elementary School students. By modifying the ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) development model, this form of research is considered research and development (R&D). The research participants included 20 students in the 4th grade of an elementary school in Lubuklinggau City, one elementary English teacher, and two lecturers from Bina Insan University, one of whom was an expert in learning media and the other on materials and language. Researchers used observation, interviews, questionnaires, and documentation as data collection methods. The findings revealed that while the evaluation of learning English teacher replies reached 91.66%, the level of applicability of the textbook development outcomes acquired from students’ response reached 91.05%. These findings support the notion that the end result of the construction of textbooks is highly applicable
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Materi Ekosistem Kelas VII di SMP Negeri 7 Lubuklinggau
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Materi Ekosistem untuk Kelas VII di SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D). Teknik analisis data menggunakan skala likert dengan uji validitas dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi desain berada pada kategori valid dengan nilai persentase 75% berada pada kategori valid. Hasil validasi bahasa berada pada kategori sangat valid dengan nilai persentase 90% berada pada kategori sangat valid. Hasil validasi materi berada pada kategori sangat valid dengan nilai persentase 97% berada pada kategori sangat valid. Uji kepraktisan untuk guru IPA dengan persentase 80% berada pada kategori praktis, kemudian pada uji coba siswa kelompok kecil memperoleh nilai rata-rata 27,8 berada pada kategori praktis. Terakhir pada uji coba siswa kelompok besar memperoleh nilai rata-rata 28,9 berada pada kategori praktis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CASE BASED LEARNING BERBANTUAN SMOKELESS INCINERATOR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SUHU, KALOR, DAN PEMUAIAN
This research aims to describe the application of case based learning model assisted by smokeless incinerator to improve students' critical thinking skills and to determine the difference in students' critical thinking skills between classes that apply case based learning model assisted by smokeless incinerator and classes that apply conventional learning model on temperature, heat, and expansion material at SMPN 1 Tapung Hulu. The research method used is quasi experimental with data collection techniques in the form of pretest and posttest. This study used a simple random sampling technique. The samples in this study included class VII B as the experimental class and VII C as the control class. The results of descriptive analysis in the experimental class obtained an average critical thinking ability of 79.11 in the good category, while the control class obtained an average critical thinking ability of 46.06 in the sufficient category. The results of hypothesis testing obtained 0.000 whose value is smaller than 0.05. There is a significant difference in students' critical thinking skills between the experimental class that applies the case based learning model assisted by smokeless incinerator and the control class that applies the conventional learning model on temperature, heat, and expansion material.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran case based learning berbantuan smokeless incinerator terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang menerapkan model pembelajaran case based learning berbantuan smokeless incinerator denga kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi suhu, kalor, dan pemuaian di SMPN 1 Tapung Hulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental dengan teknik pengumpulan data berupa pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini meliputi kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan VII C sebagai kelas kontrol. Hasil analisis deskriptif pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata kemampuan berpikir kritis sebesar 79,11 pada kategori baik, sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata kemampuan berpikir kritis sebesar 46,06 pada kategori cukup. Hasil uji hipotesis diperoleh 0,000 yang nilainya lebih kecil dari 0,05. Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang signifikan antara kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran case based learning berbantuan smokeless incinerator dengan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi suhu, kalor, dan pemuaia