e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
Analisis Tindak Tutur Ekspresif dalam Film Home Sweet Loan Karya Almira Bastari Kajian Pragmatik
This study examines expressive speech acts in Almira Bastari's film "Home Sweet Loan" as a manifestation of the main character's psychological attitudes toward the situations they experience. The main focus of this study is to identify and analyze various types of expressive utterances that appear in dialogues between characters, such as expressions of gratitude, anger, disappointment, happiness, and regret. This study uses pragmatics with Searle's theory of expressive speech acts as its theoretical foundation. The research method used is descriptive qualitative, using direct dialogue recording from the film as the primary data. The analysis shows that expressive utterances in the film not only reflect the characters' emotions but also represent complex social relations and interpersonal dynamics. Thus, this film is an effective medium for observing the realization of pragmatics in everyday communication through expressive language
Tiktok As A New Frontier For English Language Learning In Higher Education
In the current digital era, there are many tools or media that support English language learning by utilizing social media, such as TikTok which is one of the trending media.This research aims to explore the positive and negative experiences of students while using TikTok for learning English in higher education. The research method used is phenomenology with observation and interview techniques.The research indicate mostly positive and interesting learning experiences, driven by vocabulary growth, improved pronunciation and listening skills, and the platform's high accessibility, diverse content, and support for self-reflection and knowledge sharing. However, there are challenges such as distractions, content difficulty, technical issues, and a lack of structured learning. Nevertheless, TikTok significantly enhances student motivation
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik SMPIT An-Nida’ Lubuk Linggau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi matematika peserta didik SMPIT An-Nida’ Lubuk Linggau. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimental Design dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPIT An-Nida’ Lubuk Linggau dengan jumlah 116 orang dan sampel diambil secara acak yaitu kelas VIII.2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.1 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Posttest kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kotrol. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan uji-t dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai , karena maka ditolak dan diterima. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi matematika peserta didik SMPIT An-Nida’ Lubuk Linggau
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MENUL ANALISIS KESULITAN BELAJAR MENULIS TEKS OBSERVASI DI KELAS X SMA EKA PRASETYA MEDAN
This study aims to describe the forms of difficulties experienced by tenth-grade students of Eka Prasetya Senior High School Medan in writing observation texts, to identify and analyze the factors contributing to these difficulties, and to examine the strategies employed by teachers to address them. Using a qualitative phenomenological approach, the research explores students’ perceptions of the challenges they face in writing observation texts, with detailed data collection through direct interaction with the principal, Indonesian language teachers, and students. The findings reveal that students’ difficulties in writing observation texts are primarily related to linguistic aspects and text structure. The contributing factors include the lack of engaging learning models and overly monotonous, teacher-dominated instruction. To overcome these difficulties, teachers applied several strategies, such as providing contextual text examples and step-by-step guidance to understand structure and language, facilitating direct observation with supervision and written feedback, and implementing scaffolding techniques through object selection, outlining, drafting, and intensive revision support. Teachers also utilized visual media and technology to concretize object understanding, encouraged collaborative group discussions to foster idea exchange and strengthen comprehension of text structure, and provided personalized and constructive feedback to improve students’ writing. Furthermore, teachers built students’ motivation and self-confidence by appreciating their writing process and gradual progress.Penelitian dengan target mendeskripsikan bentuk kesulitan kelas X SMA Eka Prasetya Medan dalam menulis teks observasi, mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan tersebut, dan mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru. Kualitatif fenomenologi mengeksplorasi persepsi siswa kelas X SMA Eka Prasetya Medan dalam menghadapi kesulitan menulis teks observasi, dengan pengumpulan data secara detail di mana peneliti berinteraksi langsung dengan kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, dan siswa. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk kesulitan siswa kelas X SMA Eka Prasetya Medan dalam menulis teks observasi ditinjau dari aspek kebahasaan serta aspek struktur bahasa. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menulis teks observasi terdiri dari dua hal, yaitu kurang menariknya model pembelajaran dan pembelajaran terlalu monoton di dominasi oleh guru. Strategi guru dalam mengatasi kesulitan menulis teks observasi pada siswa kelas X meliputi penggunaan contoh teks kontekstual dan bimbingan bertahap untuk memahami struktur dan bahasa, pengamatan langsung dengan pendampingan serta umpan balik tertulis, penerapan scaffolding melalui pemilihan objek, penyusunan kerangka, penulisan draf, dan bimbingan revisi intensif. Guru juga memanfaatkan media visual dan teknologi untuk membantu pemahaman objek secara konkret, membentuk kelompok diskusi agar siswa saling bertukar ide dan memahami struktur teks secara kolaboratif, serta memberikan umpan balik personal dan konstruktif untuk memperbaiki kesalahan. Selain itu, guru membangun motivasi dan kepercayaan diri siswa melalui apresiasi terhadap proses dan kemajuan menulis secara bertaha
Workshop Pengenalan Materi Ajar Peluang Berbasis Media Microlearning
Pemanfaatan media pembelajaran sejalan dengan pesatnya kemajuan teknologi, sehingga membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk strategi penyampaian materi ajar kepada peserta didik. Microlearning merupakan metode pembelajaran yang menyajikan materi dalam bagian kecil sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. Berdasarkan beberapa hasil penelitian masih terdapat permasalahan dalam konsep peluang. Melalui media microlearning, diharapkan permasalahan ini dapat teratasi. Kegiatan workshop ini dilakukan secara daring, bertujuan untuk memperkenalkan media microlearning, dan memberdayakan guru untuk megembangkan materi ajar matematika berbasis media microlearning, sehingga menjadi karya inovatif bagi guru. Materi workshop meliputi pengenalan media microelarning, pemberian contoh materi matematika berbasis media microlearning, yakni komik dan video pembelajaran materi peluang. Peserta workshop adalah mahasiswa pendiidkan keguruan dan guru matematika di Provinsi Selatan. Kegiatan ini menghasilkan materi ajar matematika berbasis microlearning sebagai karya inovatif pembelajaran peserta workshop. Kegiatan workshop ini diharapkan dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematka di era digital
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Sebagai Pupuk Organik di Desa Suka Menang Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Suka Menang Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara dengan target sasaran masyarakat Desa Suka Menang. Berdasarkan hasil analisis terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan hasil diskusi, teridentifikasi persoalan yang dialami oleh mitra, diantaranya: kurangnya keterampilan masyarakat tentang proses pembuatan eco enzyme sebagai pupuk organik. Sehingga diharapkan setelah selesai kegiatan PKM ini mitra mampu membuat eco enzyme (pupuk organik) sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis di lahan pertanian. Adapun metode yang TIM gunakan adalah metode sosialisasi dan pelatihan tentang cara pembuatan Eco Enzym dari sampah rumah tangga. Berdasarkan hasil angket keterampilan yang diberikan TIM kepada responden sebanyak 30 orang, sebanyak 70% mitra (masyarakat petani) mampu membuat Eco Enzyme sendiri dengan komposisi yang tepat, dan menyatakan siap memproduksi dan menggunakannya secara rutin di lahan pertanian
Socialization on Social Media Addiction and Mental Health among Christian Youth
This community service program aims to provide socialization and mentoring for Christian youth of the I.S. Kijne Congregation in Abepura, Papua, to address social media addiction through a community-based digital wellness intervention program. The program integrates evidence-based psychological approaches with Christian theological perspectives to enhance mental health and the quality of interpersonal relationships. The one-day intensive socialization activity was designed using a Community-Based Participatory Education approach combined with Experiential Learning Theory. The program incorporates Cognitive Behavioral Therapy techniques, digital detox strategies, and Christian stewardship principles. The effectiveness assessment utilized the Bergen Social Media Addiction Scale and mental health indicators among 45 participants aged 16–25 years. The preliminary survey revealed an alarming condition: 84.4% of respondents used social media for more than four hours per day, with 31.1% at high risk and 13.3% experiencing addiction. A strong correlation was found between problematic social media use and depression (r=0.567, p<0.001) as well as anxiety (r=0.523, p<0.001). The program results showed a significant increase in knowledge (≥40% pre–post improvement), a decrease in Fear of Missing Out (≥30%), and behavioral commitment (80% of participants pledged to reduce usage). The culturally adapted and faith-integrated program model proved effective for promoting digital wellness within religious communities. The program’s success demonstrates the importance of combining scientific evidence with theological frameworks to create sustainable behavioral change through peer support systems and community integration. This model offers a replicable solution for addressing digital addiction in faith-based contexts.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada pemuda Kristen Jemaat I.S. Kijne Abepura, Papua dalam mengatasi kecanduan media sosial melalui program intervensi digital wellness berbasis komunitas. Program mengintegrasikan pendekatan psikologi berbasis bukti dengan perspektif teologis Kristen untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas relasi interpersonal. Kegiatan sosialisasi intensif satu hari dirancang menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Education dikombinasikan dengan Experiential Learning Theory. Program menginkorporasi teknik Cognitive Behavioral Therapy, strategi digital detox, dan prinsip stewardship Kristen. Penilaian efektivitas menggunakan Bergen Social Media Addiction Scale dan indikator kesehatan mental terhadap 45 peserta berusia 16-25 tahun. Survei awal mengungkap kondisi mengkhawatirkan: 84,4% responden menggunakan media sosial lebih dari 4 jam per hari, dengan 31,1% berisiko tinggi dan 13,3% mengalami kecanduan. Korelasi kuat ditemukan antara penggunaan media sosial bermasalah dengan depresi (r=0,567, p<0,001) dan kecemasan (r=0,523, p<0,001). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan (≥40% peningkatan pre-post), penurunan Fear of Missing Out (≥30%), dan komitmen perilaku (80% peserta berjanji mengurangi penggunaan). Model program teradaptasi budaya dan terintegrasi iman terbukti efektif untuk promosi digital wellness dalam komunitas keagamaan. Keberhasilan kegiatan mendemonstrasikan pentingnya menggabungkan bukti ilmiah dengan kerangka teologis, menciptakan perubahan perilaku berkelanjutan melalui sistem dukungan sebaya dan integrasi komunitas. Model ini menawarkan solusi replikabel untuk mengatasi kecanduan digital dalam konteks berbasis iman
Dekonstruksi dan Transformasi Makna Tradisi Mandi Kasai dalam Masyarakat Lubuklinggau
Tradisi Mandi Kasai merupakan salah satu praktik budaya yang telah lama melekat dalam masyarakat Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Namun, seiring perkembangan zaman, makna dan fungsi tradisi ini mengalami pergeseran yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi makna dan menelusuri transformasi Tradisi Mandi Kasai dalam konteks masyarakat Lubuklinggau. Melalui pendekatan dekonstruksi, penelitian ini mengkritisi narasi dominan yang melekat pada tradisi tersebut, serta mengungkap konstruksi sosial, politik, dan budaya yang membentuknya. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan observasi partisipatif terhadap pelaksanaan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Mandi Kasai awalnya memiliki makna sakral sebagai bagian dari ritual penyucian diri dan penghormatan terhadap leluhur. Namun, dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami transformasi makna akibat pengaruh modernisasi, globalisasi, dan perubahan nilai-nilai masyarakat. Dekonstruksi terhadap tradisi ini mengungkap bahwa beberapa aspek Mandi Kasai telah direkonstruksi untuk kepentingan tertentu, seperti pelestarian budaya dan pariwisata. Selain itu, tradisi ini juga menjadi alat legitimasi kekuasaan bagi elite lokal yang berusaha mempertahankan pengaruhnya di tengah masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa transformasi makna Mandi Kasai membuka ruang bagi reinterpretasi dan inovasi tradisi agar lebih relevan dengan nilai-nilai modern, seperti inklusivitas dan kesetaraan gender. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya asli dan adaptasi terhadap perubahan sosial. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika tradisi lokal di tengah arus modernisasi, serta menawarkan perspektif kritis tentang bagaimana tradisi dapat bertransformasi tanpa kehilangan esensi kulturalnya. 
ANALISIS TARI SILAMPARI KAYANGAN TINGGI (Studi Etnografi Di Kota Lubuklinggau)
ABSTRACT
This research was carried out with the aim of finding out and analyzing the meaning of the Silampari Kayangan Tinggi Dance which is part of the culture of the people of Lubuklinggau City, both the meaning of the clothes they wear and the meaning of their movements, as well as analyzing the values of local wisdom contained in the Silampari Kayangan Tinggi Dance. The method used is qualitative with an ethnographic study approach that does not only rely on documentation studies but also with field studies as supporting such as in-depth interviews. Informants were selected based on criteria while data analysis was carried out using qualitative data analysis techniques that have been developed by Spradley. For the validity of the data, the truth will be tracked through triangulation techniques. The results of the study show that (1) the clothes used in the Silampari Kayangan Tinggi Dance symbolize politeness, politeness, and ethics when welcoming guests. (2) The resulting Silampari Kayangan Tinggi Dance Movement is a movement that contains values, namely gentleness and consistency. Dance movements are divided into two, namely meaningful movements and pure movements. Meaningful motion is motion that contains a clear meaning, while pure motion is motion that describes something symbolically. (3) The Silampari Kayangan Tinggi Dance contains local wisdom values that can be applied in daily life, including the values of manners, gentleness, consistency, privilege of guests, mutual respect, mutual respect, humility, care, harmony or familiarity, patience, responsibility and cooperation.
Keywords: Silampari Kayangan Tinggi Dance and Value of Local Wisdo
Kesenian Senjang Dan Rejung Sebagai Bagian Dari Tradisi Masyarakat Uluan Musi
This research is an article about the revitalization of senjang and rejung arts as part of the traditions of the uluan Musi community. Senjang and rejung themselves are types of spoken literary arts that developed in the people of South Sumatra, especially the Uluan Musi area. The efforts to answer the problems and analysis in this paper were carried out using qualitative methods through processes and procedures starting from collecting data through interviews, observation, documentation, then carrying out data analysis, and checking the validity of the data. From this research, the author discovered the fact that the arts of senjang and rejung are starting to be abandoned by their supporting communities and are threatened with extinction, because the Uluan Musi community is more interested in using modern music in various activities. The steps for revitalizing the arts include local content learning from primary to secondary school levels, carrying out various events and artistic activities that include the arts of sejang and rejung.
Penelitian ini merupakan tulisan mengenai revitalisasi kesenian senjang dan rejung sebagai bagian tradisi masyarakat uluan Musi. Senjang dan rejung sendiri merupakan jenis kesenian sastra tutur yang berkembang di masyarakat Sumatera Selatan khususnya daerah uluan Musi. Adapaun upaya untuk menjawab permasalahan dan analisis pada tulisan ini ditempuh dengan metode kualitatif melaui proses dan prosedur yang dimulai dari pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, kemudian melakukan analisis data, dan pemeriksaan keabsahan data. Dari penelitian ini penulis menemukan fakta jika kesenian senjang dan rejung mulai ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya dan terancam punah, karena masyarakat uluan Musi lebih tertarik menggunakan musik modern dalam berbagai kegiatan. Adapaun langkah-langkah revitalisasi kesenian ini memasukkan kedalam pembelajaran muatan lokal dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah, melaksanakan berbagai event dan kegiatan seni yang measukkan kesenian senjang dan rejun