e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KAJIAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS DEMONSTRASI PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
This study aims to examine the concept and application of the demonstration-based Problem Based Learning (PBL) Model in junior high school mathematics learning. The articles used as a source of review are 9 articles that have been published in accredited national journals. From the results of the review, findings were obtained. This research uses the Systematic Literature Review (SRL) method, which is carried out through the stages of identifying, reviewing, exploring, and interpreting all reference articles that have been collected. Based on the literature review that has been conducted, it shows the relevance of the demonstration-based Problem Based Learning (PBL) model in an effort to improve student learning skillsPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan penerapan Model Problem Based Learning (PBL) berbasis demonstrasi pada pembelajaran matematika Sekolah Menengah Pertama. Artikel yang dijadikan sebagai sumber review sebanyak 9 artikel yang telah diterbitkan di jurnal nasioanl terakreditas. Dari hasil review diperoleh temuan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Riview (SRL) yaitu dilakukan melalui tahapan mengindetifikasi, mengkaji, mengevauasi, serta menafsirkan semua artikel rujukan yang telah terkumpul. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakuakan menunjukan adanya relevansi model Problem Based Learning (PBL) berbasis demonstrasi dalam upaya meningkatkan hasisl belajar siswa
Sosialisasi Pentingnya Literasi di Sekolah Dasar Sebagai Salah Satu Wujud Penguatan Pendidikan Karakter
Tujuan kegiatan PKM ini yaitu sosialisasi pentingnya literasi di sekolah dasar sebagai salah satu wujud penguatan pendidikan karakter. Adapun metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah pertama, tahap persiapan yaitu: a) koordinasi internal, dilakukan oleh tim untuk merencanakan pelaksanaan secara terkonsep. b) koordinasi secara eksternal, dilakukan dengan pihak luar yang terkait. c) persiapan lokasi, dokumentasi, dan persiapan lainnya. Kedua, tahap pelaksanaan kegiatan: a) Pembukaan program pengabdian masyarakat. b) Penyajian materi, diskusi, praktik, simulasi, dan tanya jawab. c) Penutup. Ketiga, Monitoring. Hasil dan pembahasan dalam PKM ini bahwa pada tahap pertama yaitu tahap persiapan TIM PKM terlebih dahulu melakukan koordinasi baik secara internal dan eksternal dengan mitra PKM SD N 47 Lubuklinggau. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh TIM PKM kepada mitra bahwa pentingnya sosialisasi terkait literasi di sekolah dasar sebagai salah satu wujud penguatan pendidikan karakter. Tahap kedua, tahap pelaksanaan kegiatan PKM, TIM PKM menyampaikan tujuan kegiatan PKM yang digagas sekaligus penyampaian materi berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah. Menurut mereka materi yang disampaikan TIM PKM sangat membuka pemikiran bagi guru-guru bagaimana menyelesaikan permasalah yang terjadi di sekolah dasar terkait kemampuan siswa yang masih ada belum bisa membaca dan menulis. Tahap ketiga, tahap monitoring dengan melihat perkembangan literasi siswa sebagai penguat pendidikan karakter yang telah dilaksanakan di SDN 47 Lubuklinggau melalui grup WA. Setelah proses pengabdian dilakukan dengan baik diharapkan guru dapat menjadi inspirator bagi siswa sekaligus penyelenggara kegiatan literasi di sekolah
Pengembangan LKPD Fisika Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Rasa Ingin Tahu Siswa Kelas XI MA Riyadhus Sholihin
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) fisika berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan pemahaman konsep dan rasa ingin tahu siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Research dan Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang terbagi dalalm 5 tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, daln Evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di MA Riyadhus Sholihin. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa LKPD fisika berbasis PBL yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Penilalian dari ahli materi mendapatkan skor 67 (kategori sangat baik), ahli media 48 (kategori sangat baik), dan ahli bahasa 32 (kategori sangat baik). LKPD berbasis PBL ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep dan rasa ingin tahu siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji N-Gain untuk pemahaman konsep sebesar 0,48 yang termasuk kategori sedang dan peningkatan rata-rata skor rasa ingin tahu siswa dari 53,68% menjadi 80,84% yang termasuk kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasi analisis tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa LKPD fisika berbasis PBL layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELELLECTUALY, REPETITION) DENGAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR
This study aims to determine the learning outcomes of Mathematics students of grade 5 of SD Negeri 57 Lubuklinggau after the implementation of the AIR Learning Model (Auditor, Intellectualy, Reppetition). This research method is experimental, this study uses Pre-test and Post-test. Sampling was taken from the population, the sample of this study was grade V students of SD Negeri 57 Lubuklinggau totaling 23 students with the sampling technique in this study using saturated sampling. The data collection technique used a multiple-choice test. The data analysis technique used the z test. Based on the results of the z test analysis with a significance level of a = 0.05. The results of the study showed that Zcount = 5.23> Ztable = 1.64. The average pre-test value of students was 43.96 and the average post-test value was 78.52. So it can be said that Ha is accepted and Ho is rejected. The results of this study can be concluded that the Mathematics learning outcomes of grade V students of SDN 57 Lubuklinggau after the application of the AIR Learning model (Auditor, Intellectualy, Reppetition) were significantly complete.
Keywords: Learning Outcomes, Auditor, Intellectualy, Reppetitio
Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Unsur Estetis Tari Tunggal Nusantara di Kelas XI Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan menghasilkan multimedia interaktif yang valid, praktis, dan menghasilkan efek potensial terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (development research) yang mengadopsi dari model pengembangan Barbara N.Flagg. Prosedur penelitian dimulai dari planning, design, production, dan implementation. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Pemulutan Barat. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Tahun Pelajaran 2013-2014. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, wawancara, angket, observasi, dan tes. Teknik analisis data terdiri atas uji validasi, analisis data wawancara, analisis data angket, analisis data observasi, dan analisis data tes. Hasil analisis disimpulkan bahwa multimedia interaktif yang peneliti kembangkan dengan kompetensi dasar mendeskripsikan unsur estetis tari tunggal nusantara di kelas XI Sekolah Menengah Atas sudah memenuhi aspek validitas baik valid secara materi (content), desain instruksional (construct), dan media (layout). Multimedia interaktif yang dikembangkan sangat praktis sehingga layak untuk digunakan oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pemulutan Barat, karena kepraktisannya sudah diujicobakan secara satu-satu dan kelompok kecil. Multimedia interaktif yang telah dikembangkan mempunyai efek potensial terhadap hasil belajar siswa. Efek potensial terhadap hasil belajar siswa pada tahap uji lapangan yaitu sebesar 90 berada pada kategori sangat baik, dan setelah dianalisis dengan N-gain termasuk kategori tinggi yaitu di atas 0,7
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMAN 1 KUBU PADA MATERI SIFAT ELASTISITAS BAHAN
This study aims to describe the cognitive learning outcomes of students with learning models using creative problem solving learning models in the material Elasticity Properties of Materials and To find out the cognitive learning outcomes of students using creative problem solving learning models in the material Elasticity Properties of Materials for class XI SMA Negeri 1 Kubu with class who apply conventional learning. The research was conducted on students in class XI SMA Negeri 1 Kubu on the material elasticity of the material, the classes taken were class XI IPA 2, which consisted of 28 students and class XI IPA 1, which consisted of 33 students where the two classes consisted of an experimental class and a control class. . The data collection instrument was in the form of a post-test results test for understanding the concept of material elasticity properties for class XI high school which consisted of 12 objective questions. The type of research used in this study was a quasi experiment and the research design used in this study was the Posttest Only Control Group Design. This type of research is a quasi-experimental design with Posttest Only Non-equivalent Control Group Design. The independent sample t-test with the help of SPSS version 21 shows that the creative problem solving learning model has an effect on students' cognitive learning. The students' cognitive learning outcomes in the experimental class were better than the control class. Furthermore, the average value of the experimental class was 81,85 and that of the control class was 73,48. These results indicate that the creative problem solving learning model is effective on students' cognitive learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar kognitif siswa dengan model pembelajaran menggunakan model pembelajaran creative problem solving pada materi Sifat Elastisitas Bahan dan untuk Mengetahui hasil belajar kognitif siswa antara yang menggunakan model pembelajaran creative problem solving pada materi Sifat Elastisitas Bahan kelas XI SMA Negeri 1 Kubu dengan kelas yang menerapkan pembelajaran konvensional. Penelitian dilakukan terhadap peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Kubu pada materi sifat elastisitas bahan, kelas yang diambil yaitu kelas XI IPA 2 yang berjumlah 28 peserta didik dan kelas XI IPA 1 yang berjumlah 33 siswa dimana kedua kelas tersebut terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrument pengumpulan data berupa tes hasil postes pemahaman konsep pada materi sifat elastisitas bahan kelas XI SMA yang terdiri dari 12 soal objektif. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) dan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Posttest Only Control Group Design. Jenis penelitiannya adalah quasi eskperimen dengan desain Posstest Only Non-equivalen Kontrol Group Design. Uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS versi 21 menunjukkan bahwa model pembelajaran creative problem solving berpengaruh terhadap belajar kognitif siswa. Kemampuan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Selanjutnya, nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 81,85 dan kelas kontrol sebesar 73,48. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran creative problem solving efektif terhadap hasil belajar kognitif siswa
PENGGUNAAN MEDIA SEDERHANA PADA PEMBELAJARAN MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
This research aims to determine the differences in student learning outcomes who apply learning using simple media and conventional learning on dynamic electrical material. This research uses a quasi-experimental design, with a posttest-only control group design. The sample in this research were students from Brawijaya I and Brawijaya II IX classes at Taruna Sakti Middle School. Multiple choice questions with a total of 18 questions were the data collection method used in this research. In carrying out descriptive analysis, data analysis methods include analysis of calculating the mean, median, mode, and standard deviation. Student learning outcomes in classes that use simple media show a high category with an average of 74.95, while classes that take part in conventional learning reach the sufficient category with an average of 63.38. Thus, it shows that there are differences in the learning outcomes of students who apply learning using simple media and those who apply conventional learning.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menerapkan pembelajaran menggunakan media sederhana dengan pembelajaran konvensional pada materi listrik dinamis. Penelitian ini menggunakan quasi experiment design, dengan desain posttest only control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas Brawijaya I dan Brawijaya II IX SMP Taruna Sakti. Soal pilihan ganda dengan total 18 soal menjadi metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam melakukan analisis deskriptif, metode analisis data mencakup perhitungan mean, median, modus, dan standar deviasi. Hasil pembelajaran siswa pada kelas yang menggunakan media sederhana menunjukkan kategori tinggi dengan rata-rata 74,95, sedangkan kelas yang mengikuti pembelajaran konvensional mencapai kategori cukup dengan rata-rata 63,38. Dengan demikian, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menerapkan pembelajarn menggunakan media sederhana dengan yang menerapkan pembelajaran konvensional
PENGGUNAAN MANTRA DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL AKIBAT BISA GIGITAN ULAR DI DESA SRIKATON (KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna, nilai dan fungsi pada gaya bahasa mantra pengobatan tradisional di Desa Srikaton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang berasal dari hasil wawancara dan dokumentasi bersama para informan. Gaya bahasa pada mantra ini berupa lantunan bahasa Jawa dan Arab. Mantra ini telah digunakan sekitar 15 tahun dan telah mengobati kurang lebih 1000 jiwa. Hasil analisis makna pada gaya bahasa mantra tersebut diperoleh makna denotatif, konotatif, emotif dan kognitif. Fungsi pada gaya bahasa mantra menerangkan kefungsiannya dalam memohon pertolongan kepada Tuhan, meminta perlindungan, menghilangkan penyakit, dan penenang hati. Nilai yang terkandung dalam mantra tersebut meliputi nilai hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan Tuhan. Kebaruan dari penelitian ini adalah peneliti melakukan analisis gaya bahasa dari mantra pengobatan menggunakan kajian antropolinguistik. Penelitian ini dilakukan sebagai wujud pendokumentasian terhadap salah satu jenis sastra lisan agar tidak menghilang dari kehidupan masyarakat
The Implementation of Project-Based Learning in English Learning Classroom in SMK Terpadu Lampang
Project-based learning is a teaching approach designed for students, enabling them to solve problems through a series of learning activities and real-world tasks. The aims of this research are to find out the process of the implementation of project-based learning methods in English learning classrooms and the impact of using project-based learning methods in English learning classrooms on student critical thinking. This study uses a qualitative method with a descriptive design. The data sources for this study came from observations and interviews. Based on the results of the study, it shows that the English learning process in the classroom using project-based learning has the same aspects as the theory. It can be seen that teachers do preparation, planning, research, conclusion, showing the findings, and evaluation. And using project-based learning also has an impact on students' critical thinking. It can be seen from some aspects that students have reached levels C4, C5, and C6, or High Order Thinking Skills (HOTS), which indicate that they can give examples of what they learn and how they answer questions given by the researcher
Penerapan Model Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
This research is entitled "Application of the Project Based Learning Model in the History Subject to Improve Learning Outcome". This research is motivated by the low result of students studying history in class X.5 due to the learning model that was not yet interactive. Based on this background, the researcher formulated the research problem how to improve the learning outcome of Class X.5 students in history subject with the material for the arrival of Islam into Indonesia through the Project based Learning (PjBL) learning model. This study aimed to improve student learning outcome by using the classroom action research method (CAR) and the Kemmis and Taggart's research design consisting of planning, implementing, observing, and reflecting. Kemmis and Taggart's research design consists of 2 cycles. The result of this study indicated that the learning outcome of students in class X.5 Class X.5 from 22 Senior High School Students Palembang experienced an improvement during 2 class action cycles. In the pre cycle classical completeness stage that class X.5 achieved was 34%, in the first cycle stage the classical completeness achieved by class X.5 was 65%, and in the second cycle stage the classical completeness achieved by class X.5 was 86%.Penelitian ini berjudul “Penerapan Model Project Based Learning pada Mata Pelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil Peserta didik belajar pada mata pelajaran sejarah di kelas X.5 karena model pembelajaran yang belum interaktif. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti merumuskan masalah penelitian Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar Peserta didik kelas X.5 pada mata pelajaran sejarah dengan materi proses masuknya Islam di Indonesia melalui model pembelajaran Project based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Peserta didik dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dan desain penelitian Kemmis dan Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Desai penelitan Kemmis dan Taggart terdiri dari 2 siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Peserta didik di kelas X.5 SMA Negeri 22 Palembang mengalami peningkatkan selama 2 sikus tindakan kelas. Pada tahap pra siklus ketuntasan klasikal yang dicapai kelas X.5 adalah 34%, pada tahap siklus I ketuntasan klasikal yang dicapai kelas X.5 adalah 65%, dan pada tahap siklus II ketuntasan klasikal yang dicapai kelas X.5 adalah 86%