e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 TUNGKAL JAYA

    Get PDF
    This research aims to describe the improvement in the ability to write text reports on observations and learning activities of class X students at SMK Negeri 1 Tungkal Jaya through the application of the Problem Based Learning model. The method used is the classroom action research method (PTK). The data analysis technique used is the cumulative descriptive analysis technique. The form of action given uses the Problem Based Learning model. This research was carried out in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The results of the writing test in cycle I showed that 17 students scored ≥70 (37%), while in student activities there were 22 students who were polite (56%). In cycle II there were 34 students who got ≥70 (87%), while in student activities there were 35 students who were polite (90%). This means that students' writing abilities increased by 50% in cycle II, and student activity increased by 34% in cycle II. Based on the research results and success criteria, it can be concluded that the ability to write report texts based on observations of class X students at SMK Negeri 1 Tungkal Jaya has increased

    MANAGING RAPPORT ON SOCIAL MEDIA: THE EFFECTIVENESS OF RAPPORT MANAGEMENT STRATEGIES TO MITIGATE RAPPORT THREATENING BEHAVIORS IN SOCIAL MEDIA INTERACTIONS

    Get PDF
    his study aims to find out the rapport management strategies to mitigate rapport threatening behaviors in social media interactions and to find out the effectiveness of the strategies. The social media platform from which the data was obtained is Facebook. There are a number of rapport threatening behaviors on the social media platform which are insult, criticism, cynicism, mockery, profanity, accusation, challenge, and blasphemy. These acts and expressions are considered to be threats to rapport since they can cause verbal conflicts and dispute in the interactions. This study found that these threats can be mitigated by rapport management strategies which comprise of five types of domains. This study, however, only found three domains of strategies and one newly found strategy in social media context. Most of the strategies are evidently effective to mitigate the rapport threats and consequently maintain the harmonious situation of the social media interaction

    Electric Motorbike Conversion Training to Reduce Pollution and Create A Friendly Environment For Society

    Get PDF
    Electric motorbike conversion training at Vocational High Schools (SMK) and motorbike workshops in Kotabumi, North Lampung, is a strategic step to prepare future workers to face the electricity-based transportation revolution. This study aims to evaluate the impact of training on improving the technical skills of vocational school students and motorbike repair shop mechanics, as well as analyzing the contribution of training to the adoption of environmentally friendly technology at the local level. The training method includes theoretical exposure, field practice sessions, and case studies to provide an in-depth understanding of electric motor conversion. Evaluation is carried out through practical exams and collecting feedback from participants and instructors. The research results showed a significant increase in participants' knowledge and skills regarding electric motor conversion. Adoption of this technology in local motorbike workshops is also increasing, creating the potential for reduced environmental impact and generating positive effects on the local automotive industry. The conclusion confirms that this training was successful in empowering vocational school students and motorbike repair mechanics, creating new career opportunities, and stimulating economic growth in the region. However, challenges such as adapting infrastructure and changing mindsets were also identified as areas requiring further attention. Therefore, this research provides valuable insights for further development in supporting technical education, industrial innovation and sustainability at the local level

    Peran Frans Kaisiepo Dalam Menyatukan Papua Kepangkuan NKRI

    No full text
    Papua merupakan bagian dari negara kesatua republik Indonesia, dimana dalam proses pembebasan Papua dari praktik kolonialisme dan imperialisme oleh bagsa Belanda memerlukan proses yang panjang dan banyak tokoh yang turut berperan aktif. Salah satunya adalah pemuda kelahiran Biak, yaitu Frans Kaisiepo. Oleh karena itu, melalui artikel ini penulis bertujuan untuk mengkaji lebih dalam terhadap upaya dan strategi Frans Kaisiepo dalam menyatukan Papua ke pangkuan NKRI. Tulisan ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan historis, dimana dalam penelitian tersebut terdapat sumber primer Vidio TVRI Nasional Jejak Langkah “Matahari dari Timur” dan sumber sekunder berupa Buku. Dalam proses analisis data yang sudah tertulis, penulis menggunakan analisis kandungan pemikiran (content analisys). Hasil dari penulisan ini peran Frans Kaisepo dalam pembebasan Papua terlihat dari ide-ide dan gagasannya yang mampu diimplementasikan berupa : 1)Membangkitkan semangat nasionalime dengan mengajak masyarakat Papua menyanyikan lagu Indonesia Raya 2)Patriotisme mengibarkan bendera merah putih ditanah Papua 3)Berupa ide untuk melakukan perlawanan kepada bangsa Belanda. &nbsp

    Kolaborasi Pengajar dengan Komunitas SARISEJAYA Dalam Meningkatkan Pembelajaran Sejarah Dan Karakter

    No full text
    The role of History learning in space and time is very important. The values contained in the study of History are a provision for the next generation of the Indonesian nation in the future. The purpose of this research is the collaboration of teachers with the SARISEJAYA Community in improving History learning and character. In developing this research, researchers used descriptive qualitative methods. This descriptive research method combined with a qualitative approach produces a work that is authentic and in accordance with the needs. In supporting the analysis system, this research uses data sources through direct observation studies in the field of how the History learning process is at the secondary and higher education levels. Then supporting reference sources from scientific papers journals and books that help in this research. History learning and character values are how the role of History learning to continue to be raised to become a favorite learning. History learning itself has local wisdom values that can help increase understanding for students. For the introduction of History learning based on local wisdom, of course, it requires a big struggle such as opportunities in the combination between the education level and the SARISEJAYA Community. Furthermore, the role of the SARISEJAYA community in strengthening History learning is very important. Teachers at the education level will be able to adapt to the times through collaboration with the SARISEJAYA Community. On the other hand, Community members will gain knowledge related to the needs of History learning in the era of globalization as it is today. the conclusion is that creating interesting learning certainly requires a huge struggle. The learning needs of students must be optimized. The combination of cooperation between the education sector and the SARISEJAYA Community in Lubuklinggau City is very good in developing good, innovative, and relevant history learning with the needs of today's students.Peran pembelajaran Sejarah dalam ruang dan waktu sangat penting sekali. Nilai-nilai yang terkandung dalam kajian Sejarah menjadi bekal bagi generasi penerus bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah kolaborasi pengajar dengan Komunitas SARISEJAYA dalam meningkatkan pembelajaran Sejarah dan karakter. Dalam pengembangan penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian deskriptif yang dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif ini menghasilkan sebuah karya yang otentik dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam penunjang sistem analisis, penelitian ini menggunakan sumber data melalui studi pengamatan secara langsung dilapangan bagaimana proses pembelajaran Sejarah dijenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Kemudian sumber referensi penunjang dari karya ilmiah jurnal dan buku yang membantu dalam penelitian ini. Pembelajaran Sejarah dan nilai karakter adalah bagaimana peran pembelajaran Sejarah untuk terus diangkat agar menjadi pembelajaran yang favorit. Dalam pembelajaran Sejarah sendiri memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang dapat membantu dalam peningkatan pemahaman bagi peserta didik. Untuk pengenalan pembelajaran Sejarah yang berbasis kearifan lokal tentunya membutuhkan perjuangan yang besar seperti peluang dalam kombinasi antara jenjang pendidikan dengan Komunitas SARISEJAYA. Selanjutnya peran komunitas SARISEJAYA dalam penguatan pembelajaran Sejarah sangat penting sekali. Pengajar dijenjang pendidikan akan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman melalui kolaborasi dengan Komunitas SARISEJAYA. Disisi lain anggota Komunitas akan mendapatkan ilmu terkait kebutuhan pembelajaran Sejarah di era globalisasi seperti saat ini. simpulannnya adalah dalam menciptakan pembelajaran yang menarik tentunya membutuhkan perjuangan yang sangat besar. Kebutuhan belajar peserta didik harus dioptimalkan. Kombinasi kerjasama antara pihak pendidikan dengan Komunitas SARISEJAYA di Kota Lubuklinggau sangat bagus dalam pengembangan pembelajaran Sejarah yang baik, inovasi, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini

    TRADISI LISAN MASYARAKAT DUSUN BATU URIP SEBAGAI PENGUAT NILAI KEARIFAN LOKAL KOTA LUBUKLINGGAU

    No full text
    The purpose of this research is to describe and analyze oral traditions in the Batu Urip Hamlet community, Lubuklinggau City, and specifically aims to describe the position of oral traditions in strengthening local wisdom values, the oral traditions that formed Batu Urip Hamlet, and the forms of oral traditions that developed in the Batu Urip community. To reconstruct various interrelated events, this research uses historical research methods which consist of several stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The conclusions of this research show that oral traditions in the Batu Urip community are seen as being able to strengthen local wisdom values ​​for several reasons, including: oral traditions are considered regional identity, oral traditions function as a source of local history, and oral traditions serve as conveying messages and inheritance culture. One form of oral tradition in Batu Urip Hamlet is folklore which explains the origins of Batu Urip Hamlet. Meanwhile, the types of oral traditions that developed in Batu Urip include folklore, nandai, rejung, senjang and regional songs.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis tradisi lisan pada masyarakat Dusun Batu Urip Kota Lubuklinggau, dan secara spesifik bertujuan untuk mendeskripsikan kedudukan tradisi lisan dalam penguatan nilai kearifan lokal, tradisi lisan terbentuknya Dusun Batu Urip, dan bentuk-bentuk tradisi lisan yang berkembang dalam masyarakat Batu Urip. Untuk merekonstruksi berbagai peristiwa yang saling berkaitan, penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari beberapa tahapan, yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lisan dalam masyarakat Batu Urip dipandang dapat mengokohkan nilai-nilai kearifan lokal dikarenakan beberapa alasan, antara lain: tradisi lisan dianggap sebagai identitas daerah, tradisi lisan berfungsi sebagai sumber sejarah lokal, dan tradisi lisan sebagai penyampaian pesan dan pewarisan budaya. Salah satu wujud tradisi lisan di Dusun Batu Urip adalah cerita rakyat yang menjelaskan tentang asal usul Dusun Batu Urip. Sedangkan jenis-jenis tradisi lisan yang berkembang di Batu Urip diantaranya adalah cerita rakyat, nandai, rejung,  senjang dan lagu daerah

    Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Kreatif untuk Meningkatkan Efektivitas Proses Belajar Mengajar di SD Negeri Mulyosari

    Get PDF
    Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Kreatif bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di SD Negeri Mulyosari melalui pemberdayaan guru dalam merancang bahan ajar yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dan meningkatkan pemahaman materi secara menyeluruh. Metode pelatihan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung penyusunan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep modul ajar kreatif serta kemampuan mereka dalam mengembangkan modul yang inovatif dan aplikatif. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna, sehingga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Flash dengan Pendekatan Scientific Approach di SMAN 3 Lubuklinggau

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Flash dengan pendekatan Scientific Approach Untuk Mengukur Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Lubuk Linggau dengan materi Besaran dan Pengukuran yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini yaitu research and development (R & D) dengan model pengembangan yang digunakan yaitu 4D (define, design, development, and disseminate). Sampel penelitian atau subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Lubuk Linggau, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 9 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket dan tes. Validasi yang dilakukan mendapatkan hasil dengan kategori baik yaitu dengan skor total 158. Respon siswa dan guru terhadap media pembelajaran berbasis adobe flash dengan pendekatan Scientific Approach yaitu dengan skor 46,12 dengan kategori sangat setuju. Selain itu dari hasil tes yang dilakukan,diperoleh nilai rata-rata 80,45 dan persentase hasil belajar sebesar 79,78%.Sehingga dapat dikatakan media pembelajaran berbasis adobe flash dengan pendekatan Scientific Approach yang dikembangkan telah valid dan praktis

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN SIMULASI PHET TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI FLUIDA DINAMIS

    Get PDF
    In the era of technological and information development in the 21st century, it is important for students to improve their critical thinking skills in order to compete with the demands of an increasingly advanced era. Therefore, guided inquiry teaching is needed to train students to solve problems, make decisions, and develop critical thinking skills. This study aims to evaluate the effect of guided inquiry model with the help of PhET simulation on critical thinking skills of students of SMAN 5 Pekanbaru on dynamic fluid material. The research method used was Quasi Experiment with Posttest Only Control Group Design. The population of this research was all students of class XI SMAN 5 Pekanbaru, with samples of class XI Engineering 1 as the control class and XI Engineering 2 as the experimental class. The results showed a significant difference between the critical thinking skills of students taught using guided inquiry model assisted by PhET simulations with students taught using conventional learning models.Dalam era perkembangan teknologi dan informasi abad ke-21, penting bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis agar bisa bersaing dengan tuntutan zaman yang semakin maju. Oleh karena itu, pengajaran inkuiri terbimbing diperlukan untuk melatih siswa dalam memecahkan masalah, membuat keputusan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh model inkuiri terbimbing dengan bantuan simulasi PhET terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 5 Pekanbaru pada materi fluida dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 5 Pekanbaru, dengan sampel kelas XI Engineering 1 sebagai kelas kontrol dan XI Engineering 2 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan model inkuiri terbimbing berbantuan PhET simulations dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensiona

    Pelatihan Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Saintifik di SDN 1 Embacang Baru

    Get PDF
    Tujuan dari PKM ini keberhasilan siswa mencapai minat belajar yang tinggi, dan dari setiap materi yang dipelajari dapat dipahami dengan baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar  siswa. Selain itu siswa sekaligus mendapatkan pencerahan dalam pembelajaran dengan baik. Adapun masalah yang ditemui di sekolah mitra yang menjadi sasaran kegiatan Program Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah proses pembelajaran IPA di kelas masih  berorientasi dan berpusat pada guru sehingga siswa hanya menerima pelajaran, dan tidak terlibat aktif dalam proses belajar–mengajar, belum diterapkannya pendekatan saintifik, sehingga kurangnya minat belajar siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Juli s.d Agustus 2024. PKM ini melibatkan tim peneliti yang berjumlah 1 orang ketua dan 1 orang anggota dosen, 3 orang anggota mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, dan praktek pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan melibatkan peserta dalam diskusi secara berkelompok, dan Pendampingan pasca pelatihan.. Kegiatan dilaksanakan di  SDN  1 Desa Embacang Baru kecamatan Karang Jaya kabupaten Muratara. Untuk efektivitasnya kegiatan pelatihan ini, tim pelaksana membatasi peserta yang mengikuti pelatihan adalah siswa kelas V. Selama proses berjalannya PKM ini, tim menyiapkan instrumen tes untuk mengukur ketercapaian materi selama pelatihan. Adapun pelatihan yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap pendampingan. Hasil angket minat  belajar yang diperoleh dalam evaluasi pelatihan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik siswa kelas V, nilai rata-rata 74,1 mencapai persentase rata-rata 87,5%, secara klasikal  dianggap  berhasil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan minat belajar siswa  SDN 1  Embacang Baru

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇