e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    Exploring Student Perceptions of Online Vocabulary Games for Learning : A Literature Review

    Get PDF
    Vocabulary acquisition remains a challenge in EFL contexts. This review examines how mobile-assisted online vocabulary games influence learner perceptions and vocabulary development. Through a structured analysis of peer-reviewed studies, we synthesized evidence on engagement, motivation, and retention. Findings indicate that flashcards, quizzes, crosswords, and peer-competition features promote practice, enjoyment, and confidence, while digital distractions, uneven access, and limited teacher readiness present significant barriers. We conclude that embedding mobile vocabulary games within structured curricula and providing targeted professional development enhances their effectiveness. Implications include the need for coherent pedagogical integration; future research should investigate long-term learning trajectories and blended instructional models

    Kepraktisan dan Keefektifan Bahan Ajar Matakuliah Bahasa dan Sastra Daerah Berbasis Kearifan Lokal Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Silampari

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan bahan ajar matakuliah Bahasa dan Sastra Daerah berbasis kearifan lokal pada mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Silampari. Mahasiswa yang menjadi subyek penelitian adalah mahasiswa semester III yang mengambil mata Kuliah Bahasa dan Sastra Daerah dengan jenis penelitian pengembangan pendidikan (Educational Research and Development.) Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan teknik tes. Analisis data menggunakan teknik analisis persentase dan uji pperbedaan dua rata-rata rumus N-Gain. Hasil analisis kepraktisan diketahui dari respons mahasiswa terhadap bahan ajar yang digunakan. Melalui evaluasi one to one dari 3 orang mahasiswa diperoleh persentase sebesar 94% (sangat praktis), pada evaluasi small group terhadap 9 orang mahasiswa diperoleh persentase sebesar 95% (sangat praktis), dan rerata persentase kepraktisan buku ajar sebesar 94,5%, menunjukkan kategori sangat praktis. Selanjutnya hasil keefektifan buku ajar diperoleh persentase N-Gain sebesar 0,78. Jika dikaitkan dengan kriteria klasifikasi persentase N-gain (g), berada dalam rentang 0,30 ≤ g ≤ 0,78 dalam kategori tinggi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bahan ajar matakuliah Bahasa dan Sastra Daerah berbasis kearifan lokal memiliki tingkat kepraktisan yang sangat praktis dan keefektifan yang tinggi

    ANALISIS INTENSITAS PETIR CLOUDE TO GROUND (CG) DI WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2022

    Get PDF
    Lightning is air electricity that occurs due to the discharge of electric charges from clouds in the form of negatively and positively charged electricity which usually occurs in convective clouds. can damage and harm humans. This study aims to analyze the intensity of lightning strikes (CG) in the North Sumatra region in 2022 and relate lightning strikes to rainfall. The research method used is a quantitative method by utilizing ArcGIS 10.8 software using the kriging method as an interpolation for mapping the density of the number of lightning strikes in each Regency/City. The data used is real-time data all day long in the form of a database recorded by Lightning Detector for one year. The results of this research are the areas with the highest number of lightning strikes occurring in Deli Serdang Regency with 345168 lightning strikes with a lightning density of >300 strikes strikes per square kilometer. and the area with the lowest number of strikes was Sibolga district with a total of 34 lightning strikes in a year (CG) with a lightning strike density of <100 strikes per square kilometer.Petir merupakan listrik udara yang terjadi karena pelepasan muatan listrik dari awan berupa listrik bermuatan negatif dan positif yang biasanya terjadi pada awan konvektif, Petir terbagi menjadi beberapa jenis yang salah satunya merupakan petir dengan jenis Cloud to Ground (CG) yang merupakan sambaran petir dari awan ke bumi, sehingga dapat merusak dan membahayakan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas sambaran petir (CG) di wilayah Sumatera Utara pada tahun 2022 dan menghubungkan sambaran petir terhadap curah hujan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memanfaatkan software ArcGIS 10.8 mengunakan metode kriging sebagai interpolasi pemetaan kerapatan jumlah sambaran petir setiap Kabupaten/Kota. Data yang digunakan data real-time sehari penuh berupa database yang direkam oleh Lightning Detektor selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukan wilayah dengan jumlah sambaran petir terbanyak terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 345168 sambaran dengan kerapatan petir >300 sambaran per kilometer persegi dan wilayah yang memiliki jumlah sambaran terendah adalah kabupaten Sibolga dengan total sambaran dalam setahun sebesar 34 sambaran petir (CG) dengan kerapatan sambaran petir <100 sambaran per kilometer persegi. &nbsp

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ICARE BERBANTAUN PhET SIMULASTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VIII SMP TARUNA PEKANBARU

    Get PDF
    This research aims to describe the application of the ICARE learning model assisted by PhET simulation to improve students' conceptual understanding and to determine the differences in students' conceptual understanding between classes that apply the ICARE learning model assisted by PhET simulation and classes that apply the conventional learning model in class VIII of Taruna Pekanbaru Middle School on light material. and optical instruments. This research uses a quasi-experimental research method with a nonequivalent post-test control group design. This research uses a sampling technique, namely simple random sampling. The samples in this study included Tiger Kumbang 3 class as the experimental class and Macan Kumbang 2 as the control class. The results of the descriptive analysis in the experimental class obtained an average conceptual understanding of 75.8 in the good category, while in the control class the average conceptual understanding was 63.8 in the quite good category. The hypothesis test results obtained were 0.000, which is a value smaller than 0.05. There is a significant difference in student understanding of concepts between classes that apply the ICARE learning model assisted by PhET simulation and control classes that apply conventional learning models on light and optical devices.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran ICARE berbantuan PhET simulation untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelas yang menerapkan model pembelajaran ICARE berbantuan PhET simulation dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Taruna Pekanbaru pada materi cahaya dan alat optik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment dengan design penelitian nonequivalent post-test control group design. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini meliputi kelas Macan Kumbang 3 sebagai kelas eksperimen dan Macan Kumbang 2 sebagai kelas kontrol. Hasil analisis deskriptif pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata pemahaman konsep sebesar 75,8 pada kategori baik, sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata pemahaman konsep sebesar 63,8 pada kategori cukup baik. Hasil uji hipotesis diperoleh 0,000 yang nilainya lebih kecil dari 0,05. Terdapat perterdapat perbedaan pemahaman konsep siswa yang signifikan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran ICARE berbantuan PhET simulation dengan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi cahaya dan alat optik.&nbsp

    EFEKTIVITAS E-MODUL RELATIVITAS KHUSUS BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENGUKUR MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA

    Get PDF
    Understanding Physics concepts in the Physics Education Study Program at PGRI Silampari University is very important to support their field of expertise in understanding more complex material. Modern physics courses consist of various abstract concepts, including special relativity. The use of e-modules is very important to explain abstract material. The aim of this research is to determine students' interest in learning after implementing scientific-based special relativity e-modules in learning. The research method that will be used is a descriptive method, and data analysis that will use quantitative descriptive analysis regarding interest in learning after learning. The test subjects in this research were third semester TA students. 2024/2025 Physics education study program at PGRI Silampari University. The data collection technique uses a questionnaire, and the data collection instrument is a learning interest questionnaire sheet. The research results obtained after implementing the scientific-based special relativity e-module, the average student learning interest questionnaire score reached 73.17, with a percentage value of 94%, so it can be concluded that the application of the scientific-based special relativity e-module made students' learning interest very good.Pemahaman konsep Fisika di Program Studi pendidikan Fisika Universitas PGRI Silampari sangat penting untuk mendukung bidang keahlian mereka dalam memahami materi yang lebih kompleks. Mata kuliah fisika modern terdiri dari berbagai macam konsep yang abstrak diantaranya pada materi relativitas khsus. Penggunaan e-modul sangat penting guna menjelaskan materi yang abstrak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar mahasiswa setelah diterapkan e-modul relativitas khusus berbasis saintifik dalam pembelajaran. Metode penelitian yang akan digunakan yaitu metode deskriptif, dan analisis data yang akan digunakan analisis deskriptif kuantitatif mengenai  minat belajar setelah pembelajaran. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu mahasiswa semester III  TA. 2024/2025 Program Studi pendidikan Fisika Universitas PGRI Silampari. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dan instrumen pengumpulan data berupa lembar angket minat belajar. Hasil penelitian diperoleh setelah penerapan e-modul relativitas khusus berbasis saintifik nilai angket minat belajar mahasiswa rata-rata mencapai 73,17 , dengan nilai persentase 94%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan e-modul relativitas khusus berbasis saintifik membuat minat belajar mahasiswa sangat baik.&nbsp

    KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH, SHARING TASK DAN JUMPING TASK MAHASISWA MENGGUNAKAN CASE METHOD DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING

    Get PDF
    The research was carried out at PGRI Silampari University, Physics Education Study Program, from September to November 2024, based on the graduate output which required them to have problem solving competence, whether learning so far had built meaningfulness in learning (Deep Learning). This descriptive research uses a case-based learning method through lesson study for two cycles on campus involving 16 students as objects and 8 observers from fellow lecturers who observe the emergence of problem solving indicators, Sharing and Jumping Task indicators of students when solving cases on electrical circuits. Instruments include 1) sharing task and jumping task worksheets, 2) problem solving observation sheets, and 3) learning reflection sheets. To measure the increase in variables measured using N-Gain, the resulting data is then in the form of learning transcripts using TBLA (Transcript-based Lesson Analysis), the observation data is reduced and displayed graphically. Based on the results of open class observations for two cycles, it shows that there was an increase in students' problem solving skills during two cycles with an N-gain of 0.80 (high) so that the average problem solving skills of students were in the skilled category, while the Sharing and Jumping Task achievements of students with an N-Gain were of 0.88 (high) in the developing category. Furthermore, the results of peer lecturers' reflections and student reflections show that learning has adapted to learning needs (mindful), students think and are involved in the learning process (Meaningful) and students feel happy and satisfied in seeking deep understanding in a lesson (Joyful).Penelitian dilaksanakan di Universitas PGRI Silampari, Prodi Pedidikan Fisika, dari bulan September s.d November 2024, dilatar belakangi output lulusan yang mengharuskan memiliki kompetensi pemecahan masalah, apakah pembelajaran selama ini sudah membangun kebermaknaan dalam belajar (Deep Learning). Penelitian deskriptif ini menggunakan metode pembelajaran berbasis kasus melalui Lesson Study selama dua siklus di kampus melibatkan 16 mahasiswa sebagai objek dan 8 observer dari dosen sejawat yang mengamati kemunculan indikator pemecahan masalah, indikator Sharing dan Jumping Task mahasiswa saat menyelesaikan kasus pada rangkaian listrik. Instrumen berupa 1) lembar kerja sharing task dan jumping task, 2) Lembar observasi pemecahan masalah, dan 3) lembar refleksi pembelajaran. Untuk mengukur peningkatan variabel yang diukur menggunakan N-Gain, selanjutnya data yang dihasilkan berupa transkrip pembelajaran dengan menggunakan TBLA (Trasncript-based Lesson Analysis), data hasil pengamatan di reduksi dan display dalam grafis. Berdasarkan hasil pengamatan buka kelas selama dua siklus menunjukan terdapat peningkatan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa selama dua siklus dengan N-gain 0.80 (tinggi) sehingga rata-rata keterampilan pemecahan masalah  mahasiswa dengan kategori terampil, sedangkan capaian Sharing dan Jumping Task mahasiswa dengan N-Gain sebesar 0,88 (tinggi) dengan kategori berkembang. Selanjutnya hasil refleksi dosen sejawat dan refleksi mahasiswa menunjukkan bahwa pembelajaran sudah menyesuaikan kebutuhan belajar (mindfull), mahasiswa berpikir dan terlibat dalam proses belajar (Meaningfull) dan mahasiswa merasa senang dan puas dalam mencari pemahaman mendalam di suatu pelajaran (Joyfull)

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERBASIS SCIENTIFIC UNTUK MAHASISWA PRODI PGSD UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI

    Get PDF
    This study aims to produce a scientific-based elementary school mathematics learning module for students of the PGSD study program at PGRI Silampari University that is valid, practical and has potential effects. The research method used is development research with a 4D development model, consisting of the stages of Define, Design, Development and Disseminate. The instruments used to answer the research objectives are the validation questionnaire, practicality questionnaire, and Test. The data in this study were analyzed using the Aiken V and N-Gain formulas. development of a scientific-based elementary school mathematics learning development module in semester V of the PGSD Study Program at PGRI Silampari University, so it was concluded that from the three validators, namely language experts, material experts and media experts, an overall value of 0.91 was obtained. For the practicality test stage of lecturers and students with an overall percentage of 93.18. While for the effectiveness test stage after being analyzed by the researcher, a percentage value of 0.52 was obtained, therefore the scientific-based elementary school mathematics learning development module is feasible to use.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran matematika SD berbasis scientific untuk mahasiswa prodi PGSD universitas PGRI Silampari yang valid, praktis dan memeliki efek potensial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D, yang terdiri dari tahap Difine, Design, Development dan Desiminate. Instrumen yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian yaitu Angket validasi, angket kepraktisan, dan Tes. Data dalam penelitian ini di analisis dengan menggunakan rumus Aiken V dan N-Gain. pengembangan modul pengembangan pembelajaran matematika SD berbasis scientific pada semester V Prodi PGSD Universitas PGRI Silampari, sehingga disimpulkan bahwa dari ketiga validator yakni ahli bahasa, ahli materi dan ahli media diperoleh nilai keseluruhan sebesar 0,91. Untuk tahap uji kepraktisan dosen dan mahasiswa dengan persentase secara keseluruhan sebesar 93,18. Sedangkan untuk tahap uji efektifitas setelah dianalisis oleh peneliti diperoleh nilai persentas sebesar 0,52, oleh karena itu modul pengembangan pembelajaran matematika SD berbasis scientific layak digunakan

    PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT

    Get PDF
    This study aims to enhance students' mathematical problem-solving skills through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in the topic of quadratic equations. The research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method based on the Kemmis and McTaggart spiral model, consisting of two cycles with the stages of planning, action, observation, and reflection. The participants were 18 eleventh-grade students from a vocational high school (SMK) in Sleman. The findings revealed a significant improvement in students' mathematical problem-solving abilities, with the average score increasing from 75 in Cycle I to 84.72 in Cycle II. The PBL model proved effective in enhancing problem-solving skills. Challenges encountered during Cycle I, such as students' difficulties in understanding problems and lack of participation in group activities, were successfully addressed in Cycle II through improvements, including clearer visualizations in the Student Worksheets and more heterogeneous group arrangements. This study concludes that PBL is an effective teaching model for fostering meaningful learning and improving students' learning outcomes in the topic of quadratic equations.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL) pada materi persamaan kuadrat. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas dua siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sleman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 75 pada siklus I menjadi 84,72 pada siklus II. Model pembelajaran PBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Kendala yang muncul pada siklus I, seperti kesulitan siswa dalam memahami soal dan kurangnya partisipasi kelompok, berhasil diatasi pada siklus II melalui perbaikan berupa visualisasi yang lebih jelas pada Lembar Kerja Siswa (LKS) serta pembagian kelompok yang lebih heterogen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL merupakan model pembelajaran yang efektif dalam menciptakan pembelajaran bermakna sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat

    Guru Sebagai Agen Perubahan: Sosialisasi Kompetensi PSE Dalam Pendidikan Karakter

    Get PDF
    Artikel ini membahas pelaksanaan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dalam meningkatkan praktik pembelajaran guru sekolah menengah kejuruan, dengan fokus pada integrasi kompetensi PSE untuk membangun karakter siswa. Sosialisai yang berlangsung selama satu hari, yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 4 Kalisat Jember, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai lima kompetensi inti PSE: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Sesi ini mencakup pemaparan teori, tanya jawab dan diskusi, simulasi, dan aktivitas reflektif untuk membantu guru menerapkan kompetensi-kompetensi tersebut di kelas. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan guru untuk mengintegrasikan PSE dalam praktik pembelajaran mereka. Namun, tantangan terkait keterbatasan waktu dan dukungan berkelanjutan menunjukkan perlunya pelatihan lanjutan dan pendampingan terus-menerus untuk memastikan penerapan PSE yang berkelanjutan di kelas. Inisiatif ini terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan emosional dan sosial siswa, yang pada gilirannya berkontribusi pada pembentukan karakter mereka secara keseluruhan

    Implementation of Web-Based E-Learning for English Language Learning in Early Childhood

    Get PDF
    Learning English is learning that is difficult for children to understand and digest because it is a foreign language that is rarely used in everyday life. However, in this era of globalization, English is very important because it is an international language as the language of world communication. The task of the PAUD teacher is to introduce English as early as possible. This study aims to find out how the implementation of E-learning in PAUD schools in the Rumbai sub-district. This type of research is quantitative with a survey method approach. This study consisted of 14 respondents from 7 PAUD schools in the Rumbai sub-district. The results of this study used the CIPP evaluation (Context, Input, Process, Product) to measure the implementation of E-learning in PAUD schools. The result is a Context variable with a proportion of 21% in the weak category, while for the input variable with the same proportion, namely 21%, with a weak category. Furthermore, the Process variable with a proportion of 70% is in the strong category, while for the Product variable it has a proportion of 71% in the strong category. It can be concluded that the implementation of e-learning is effectively implemented even though it has obstacles

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇