e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN KIT HIDROSTATIKA DAN PANAS PADA MATERI KALOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMAN 4 PEKANBARU
This research aims to describe students' cognitive learning outcomes by applying the scientific approach assisted by KIT hydrostatics and heat in heat material and to determine the differences in students' cognitive learning outcomes between learning using the scientific approach assisted by KIT hydrostatics and conventional learning in heat material at SMAN 4 Pekambaru. The research method used is quasi-experimental with data collection techniques in the form of a posttest. This research uses a sampling technique, namely simple random sampling. The sample in this study included class XI Engineering 1 as the experimental class and class XI Engineering 3 as the control class. The analysis techniques used are descriptive analysis and inferential analysis. The results of research using descriptive analysis showed that the experimental class obtained an average cognitive learning outcome of 83.30 in the very high category, while the control class obtained an average cognitive learning outcome of 70.67 in the high category. The results of inferential analysis in hypothesis testing obtained a value of 0.000 with the condition p < 0.05, which means that there is a significant difference in student cognitive learning outcomes between classes that apply the scientific approach assisted by KIT hydrostatics and heat and classes that apply conventional learning on heat material.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar kognitif siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik berbantuan KIT hidrostatika dan panas pada materi kalor dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik berbantuan KIT hidrostatika dengan pembelajaran konvensional pada materi kalor di SMAN 4 Pekambaru. Metode penelitian yang digunakan ialah quasi experimental dengan teknik pengumpulan data berupa posttest. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini meliputi kelas XI Engineering 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Engineering 3 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menggunakan analisis deskriptif menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata hasil belajar kognitif sebesar 83,30 dengan kategori sangat tinggi sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata hasil belajar kognitif sebesar 70,67 dengan kategori tinggi. Hasil analisis inferensial dalam uji hipotesis memperoleh nilai sebesar 0,000 dengan syarat p < 0,05, yang artinya terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang signifikan antara kelas yang menerapkan pendekatan saintifik berbantuan KIT hidrostatika dan panas dengan kelas yang menerapkan pembelajaran konvensional pada materi kalo
ANALISIS MATERI PADA BUKU AJAR S’IL VOUS PLAÎT UNTUK TINGKAT A1
One way to assist students in the language learning process is by using textbooks. There is a difference in learning achievement before and after implementing literacy-based thematic textbooks with a contextual approach for students. This study aims to determine the quality and relevance of the content used in the teaching and learning process. The method employed in this research is qualitative descriptive method by analyzing the content and describing data regarding the suitability of A1 level material based on the CECRL assessment in the textbook "S’il Vous Plaît". The analysis results of the "S’il Vous Plaît" textbook indicate that it is 90% suitable based on the Lopez analysis theory. Additionally, the percentage of suitability based on CECRL A1 level includes: (1) Listening skills 96%, (2) Speaking skills 82%, (3) Reading skills 90%, (4) Writing skills 77%.Salah satu cara untuk membantu peserta didik dalam proses pembelajaran berbahasa yaitu dengan menggunakan buku ajar. Terdapat perbedaan antara prestasi belajar sebelum dan setelah penerapan materi dalam buku ajar tematik berbasis literasi dengan pendekatan kontekstual bagi para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan relevansi isi materi yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara menganalisis materi dan juga mendeskripsikan data yang berupa kesesuaian materi pada tingkat A1 berdasarkan penilaian CECRL dalam buku ajar S’il Vous Plaît. Hasil analisis pada buku ajar S’il Vous Plaît menunjukan bahwa buku ini 90% sesuai berdasarkan teori analisis Lopez. Selain itu, presentase kesesuaian berdasarkan CECRL tingkat A1 yaitu: (1) Keterampilan menyimak 96% (2) Keterampilan berbicara 82% (3) Keterampilan membaca 90% (4) Keterampilan menulis 77%
UNDERSTANDING BY DESIGN: MENGGUNAKAN SEBAGAI KURIKULUM ALUR MUNDUR UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI INDONESIA
This study aims to look at the the concept and application of understanding by design as a backward design curriculum for mathematics learning in Indonesia. The articles used as the core review source for this research were 5 articles that had a reputation of SINTA standards. From the results of the review, it was found the understanding, role and steps of UbD as an integral part of learning in Indonesia today. In mathematics learning, which is often a problem for students, the problem can be overcome by creating effective and interesting learning through learning with the UbD framework. Of course, the teacher's role as designer and facilitator has had a big influence, even though UbD is given the freedom to determine the direction of the material, this does not mean that the teacher underestimates the characteristics of students as well as their learning styles and interests. The conclusion of this research is to show the main focus in the understanding by design approach, namely emphasizing the desired results (learning objectives).Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan penerapan understanding by design sebagai kurikulum alur mundur untuk pembelajaran matematika di Indonesia. Artikel yang dijadikan sebagai sumbe review inti penelitian ini adalah sebanyak 5 artikel yang telah bereputasi standar SINTA. Dari hasil review, ditemukan pengertian, peranan dan langkah-langkah UbD sebagai kesatuan dalam pembelajaran di Indonesia saat ini. Pada pembelajaran matematika yang sering menjadi momok bagi siswa, mampu diatasi permasalahannya dengan menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik melalui pembelajaran dengan kerangka UbD. Tentunya, peran guru sebagai perancang dan fasilitator telah memberikan pengaruh besar, meski diberi kebebasan dalam menentukan arah materi, bukan berarti guru menyepelekan karakteristik siswa sampai dengan gaya belajar dan minat siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah menunjukkan fokus utama dalam pendekatan understanding by design yaitu menekankan pada hasil yang diinginkan (tujuan pembelajaran)
Pelatihan Pembuatan Roket Air Untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Tentang Gaya Pada Siswa di SMP Negeri Air Satan Kabupaten Musi Rawas
Pelatihan pembuatan roket air bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap konsep gaya dalam fisika melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri Air Satan, Kabupaten Musi Rawas, dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Metode pelatihan meliputi penjelasan teori, demonstrasi, pembuatan roket air, dan praktik peluncuran. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat belajar siswa dan pemahaman siswa terhadap konsep gaya seperti gaya dorong, gravitasi, dan tekanan udara juga meningkat, berdasarkan hasil evaluasi melalui diskusi dan observasi. Aktivitas pembuatan roket air memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif, sehingga mempermudah siswa dalam mengaitkan teori dengan kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih mendalami sains, khususnya fisika. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran
PENERAPAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS III SDS MUHAMMADIYAH SURO
This research aims to determine the learning outcomes of PPKn class III students at SDS Muhammadiyah Suro after the application of crossword puzzle media has been significantly completed. The research method used is pre-experimental design. The population taken was all class III students at SDS Muhammadiyah Suro and the sample was class III students, totaling 25 students. The data collection technique uses a test in the form of essay questions. The data obtained were analyzed using the z-test at a significance level of a= 0.05. The research results showed that Zcount = 1.72 > Ztabel = 1.65, which shows that Ho was rejected and Ha was accepted with an average student learning outcome value of 74.28. So it can be concluded that student learning outcomes after implementing crossword media in PPKn learning for class III students at SDS Muhammadiyah Suro are significantly complete.
Keywords: Hasil Belajar, Media Teka-Teki Silang
 
IMPLEMENTATION OF BAHASA INDONESIA AND LITERATURE CURRICULUM BASED ON LOCAL WISDOM
Students, teachers, and curricula complement each other, which needs collaboration and interaction among those parties to reach an effective and holistic learning environment. Many factors influence curriculum development: local culture, diversity, and social conditions in an area. As Indonesian citizens, we should still be proud of the cultural diversity that our country has. Therefore, considering how foreign cultural values have developed rapidly, many schools, especially teachers, apply a learning curriculum based on local wisdom. This research aims to determine how the local wisdom-based curriculum is applied in Bahasa Indonesian and Literature lessons. This study uses the observation method, in which the data collection is based on what is observed and reviewed. At the junior high school, which was the object of the study, the researchers found several forms of local wisdom application in learning Indonesian. This application form is seen in the extracurricular, co-curricular, and extracurricular learning processes.Siswa, guru, dan kurikulum saling melengkapi dan saling bergantung satu sama lain. Kolaborasi dan interaksi yang baik antara ketiga pihak tersebut menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan holistik. Dalam pengembangan kurikulum, terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah budaya lokal, keanekaragaman, dan kondisi sosial di suatu wilayah. Sebagai warga negara Indonesia, kita seharusnya tetap membanggakan keragaman budaya yang dimiliki oleh negara kita. Maka dari itu, mengingat bagaimana saat ini nilai-nilai budaya asing telah berkembang dengan cepat dalam kehidupan masyarakat, banyak sekolah khusunya guru menerapkan sebuah kurikulum pembelajaran berbasis kearifan lokal. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode observasi, metode observasi itu sendiri merupakan suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya berdasarkan apa yang diamati dan ditinjau. Pada sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi objek penelitian, peneliti menemukan beberapa bentuk penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa indonesia. Bentuk penerapan itu terlihat jelas pada proses pembelajaran intrakurikuler, kokulikuler maupun ekstrakurikuler
KORELASI KEMAMPUAN BERPIDATO DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA
. The purpose of this study was to determine the correlation of Speech Ability with the Ability to Write Speech Texts of Class XI Students of SMAN 2 Bengkulu City. This research used correlational method. The research population was all students of class XI of SMAN 2 Bengkulu city with the research sample using purposive sampling technique that is with special consideration only taking students of class XI-E MIPA as many as 30 people. Research design with independent variable (X) speech skills and dependent variable (Y) ability to write speech text. Data collection used speech practice tests and speech text writing tests. The research instruments were (1) instructions and rubrics for writing speech texts including aspects of content, text structure, diction, formal sentences, and mechanics (BI spelling) and (2) rubrics for assessing speech practice including five elements of linguistic aspects and five elements of non-language aspects. The data analysis technique used the average formula for each variable and the product moment correlation formula to test the research hypothesis. The results showed that students' speech skills were categorized as good followed by students' speech text writing skills which were also categorized as good. The alternative hypothesis test results with kk of 0.977 at the 5% significance level or rhit (0.977) > rtabel (0.361) are accepted. That is, there is a positive and significant correlation between Speech Proficiency and Speech Text Writing Ability of Class XI Students of SMAN 2 Bengkulu City. This means that the high value of speech text writing ability occurs because of the high value of students' speech ability or vice versaTujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi Kemampuan Berpidato dengan Kemampuan Menulis Teks Pidato Siswa Kelas XI SMAN 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Populasi penelitian seluruh siswa kelas XI SMAN 2 kota Bengkulu dengan sampel penelitian menggunakan teknik sampel purposif yakni dengan pertimbangan khusus hanya mengambil siswa kelas XI-E MIPA sebanyak 30 orang. Desain penelitian dengan variabel bebas (X) kemampuan berpidato dan variabel terikat (Y) Kemampuan menulis teks pidato. Pengumpulan data menggunakan teknik tes praktik berpidato dan tes menulis teks pidato. Instrumen penelitian berupa (1) petunjuk dan rubrik penilaian menulis teks pidato meliputi aspek isi, struktur teks, diksi, kalimat formal, dan mekanik (ejaan BI) dan (2) rubrik penilaian praktik berpidato meliputi lima unsur aspek kebahasaan dan lima unsur dari aspek nonkebahasaan. Teknik analisis data menggunakan rumus rerata untuk masing-masing variabel dan rumus korelasi produk moment untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpidato siswa berkategori baik dikuti dengan kemampuan menulis teks pidato siswa yang juga berkategori baik. Hasil uji hipotesis alternatif dengan kk sebesar 0,977 pada taraf signifikansi 5% atau rhit (0,977) > rtabel (0,361) diterima. Artinya, terdapat korelasi positif dan signifikan antara Kemampuan Berpidato dengan Kemampuan Menulis Teks Pidato Siswa Kelas XI SMAN 2 Kota Bengkulu. Hal ini berarti t nilai tinggi kemampuan menulis teks pidato terjadi karena nilai tinggi dari kemampuan berpidato siswa atau sebalikny
EFEKTIVITAS MEDIA TARIK GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR DI KELAS 4 SD
By recognizing the poor ability of the student to write on the text material of the procedure, the researchers aimed to carry out this research to find out the effectiveness of the image drawing media that is expected to improve the value of the skills of writing the text procedure in students of 4th grade SD based on structural aspects, content, the principle of writing, and skill characteristics. The use of the image drawing learning media is very easy to do because the students are not strangers because the media hamper similar to its use to the games that are often found in front of the school. The media is also easy for teachers to make because they don't use a lot of tools and materials. The approach used in this study is a quantitative approach with one group pre-test post-test method. The population in this study is Class IV SDN Pondok Jagung Timur with a sample of the research class IV B that was taken by random sampling. Data collection techniques are done with pre-test and post-test techniques. Students work on 10 issues of knowledge covering 4 aspects of procedural texts and skills. The results of the study showed that students' skills using drawing media improved based on pre-test and post-test averages. Not only that, based on the test hypothesis paired sample t test also showed a difference between pre-test and post-test. However, on the N Gain Score test the results showed that the influence or improvement occurred was not significant.Dengan mengetahui rendahnya kemampuan menulis siswa pada materi teks prosedur, peneliti bertujuan melaksanakan penelitian ini untuk mengetahui keefektifitasan media tarik gambar yang diharapkan mampu meningkatkan nilai keterampilan menulis dalam materi teks prosedur pada siswa kelas IV SD berdasarkan aspek struktur, isi, kaidah penulisan, dan ciri kebahasaan. Penggunaan media pembelajaran tarik gambar ini sangat mudah dilakukan karena siswa tidak asing sebab media tersebut hamper mirip penggunaannya dengan permainan yang sering terdapat di depan sekolah. Media tersebut juga mudah dibuat oleh guru karena tidak menggunakan banyak alat dan bahan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV SDN Pondok Jagung Timur dengan sampel penelitian yaitu kelas IV B yang diambil secara random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pre-test dan post-test. Siswa mengerjakan 10 soal pengetahuan yang meliputi 4 aspek kebahasaan teks prosedur dan soal keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan siswa dengan menggunakan media Tarik gambar mengalami peningkatan berdasarkan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Tak hanya itu, berdasarkan uji hipotesis paired sample t test juga menunjukkan adanya perbedaan antara pre-test dan post-test. Namun, pada uji N Gain Score hasilnya menunjukkan bahwa pengaruh atau peningkatan yang terjadi tidak signifikan
Teknis Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan Sebagai Bekal Mahasiswa Dalam Melaksanakan Program Praktik Pengalaman Lapangan Universitas PGRI Silampari
Tujuan kegiatan ini adalah mahasiswa memiliki pemahaman tentang teknis pelaksanaan dan penyusunan laporan melaksanakan praktik pengalaman lapangan di sekolah agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan pendidikan di masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Ceramah merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan penyajian materi melalui penjelasan lisan oleh pemateri kepada peserta. Metode ini sangat efektif digunakan untuk menghadapi peserta dalam jumlah banyak. Sementara Tanya jawab dalam hal ini adalah peserta dipersilahkan menanyakan hal-hal yang belum dimengerti terkait dengan materi pendidikan karakter. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat pemahaman mahasiswa peserta praktik pengalaman lapangan sangat baik, dilihat dari perolehan nilai tes sebanyak 397 mahasiswa yang mendapat nilai 91-100 sebanyak 176 mahasiswa dengan nilai rata-rata 93,47, nilai 81-90 sebanyak 202 mahasiswa dengan nilai rata-rata 86,86, nilai 71-80 sebanyak 18 mahasiswa dengan nilai rata-rata 78,55, dan nilai 61-70 sebanyak 1 mahasiswa dengan nilai rata-rata 66,15. Selain itu, dari pengamatan terlihat mahasiswa sangat antusias, berperan aktif menyimak dan aktif bertanya
Pelatihan Pembelajaran Menggunakan Kontekstual Pada Siswa Kls V SD Negeri 1 Embacang Baru
Tujuan dari PKM ini keberhasilan siswa mencapai nilai yang tinggi, dan dari setiap materi yang disampaikan dapat dihubungkan dalam kehidupan sehari. Hal ini diharapkan pada proses pembelajaran di kelas lebih interaktif. Selain itu siswa sekaligus mendapatkan pencerahan dalam pembelajaran dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Februari s.d Maret 2024. PKM ini melibatkan tim peneliti yang berjumlah 1 orang ketua dan 1 orang anggota dosen, 3 orang anggota mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, dan praktek pembelajaran menggunakan model kontekstual dengan melibatkan peserta dalam diskusi secara berkelompok, dan Pendampingan pasca pelatihan. Untuk efektivitasnya kegiatan pelatihan ini, tim pelaksana membatasi peserta yang mengikuti pelatihan adalah siswa kelas V. Selama proses berjalannya PKM ini, tim menyiapkan instrumen tes untuk mengukur ketercapaian materi selama pelatihan. Adapun pelatihan yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap pendampingan. Hasil belajar yang diperoleh dalam evaluasi pembelajaran sains siswa kelas V, rata-rata 73,2 mencapai persentase rata-rata 73,2% dengan kategori tinggi. Siswa yang mencapai nilai minimal 70 berjumlah 30 dari 35 siswa, dengan persentase sebesar 85,7%, hasil belajar siswa secara klasikal dianggap berhasil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembelajaran menggunakan kontekstual pada siswa SDN 1 Embacang Baru dapat menigkatkan hasil belajar siswa