e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
NILAI-NILAI SOSIAL DAN MORAL DALAM NOVEL “AYAHKU BUKAN PEMBOHONG” KARYA TERE LIYE
This research aims to describe the social and moral values contained in the novel My Father is Not a Liar by Tere Liye. The method used is a descriptive qualitative method, with data collection techniques in this research using documentation techniques, the data used in this research are stories contained in the Social Values and Morals in the novel Ayahku Bukan Liar by Tere Liye. Contains social and moral values. Social values, namely: social values related to caring attitudes. Caring about other people by providing help to people in need, giving a friendly attitude to others, and caring about the environment by loving and protecting nature reflects an individual who has good social relations. Meanwhile, moral values are: always being grateful and having an open and clean heart. Tell the truth and be disciplined in your time and obey the rules. Have curiosity about new things. Feel happy in the family with a simple life. Be patient in facing injustice. Have harmonious relationships in the family
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SURULANGUN
This study aims to determine the completeness of science learning outcomes of fifth grade students of SD Negeri 1 Surulangun after the Inquiry Learning learning model is applied. The method used in this study is an experiment with a pre-test and post-test design. The research instrument is in the form of 10 essay questions that have been tested for validity. The sample was taken from a population consisting of only one class, namely class V, with a total of 22 students, making it a saturated sample. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and hypothesis testing to determine the significance of learning outcomes. Based on the results of the hypothesis test, the Zcount value of 6.90 was obtained, which is greater than the Ztable of 1.64 at a significance level of 0.05, so Ho was rejected and Ha was accepted. The results of the study showed that there was a significant completeness of students' science learning outcomes after the application of the Inquiry Learning learning model. This finding confirms that the Inquiry Learning learning model has a significant positive impact on student learning outcomes in science subjects in fifth grade of SD Negeri 1 Surulangun. With these significant results, the Inquiry Learning learning model can be considered an effective method to improve the quality of learning and student achievement.
Keywords: Learning outcomes, Inquiry Learning, and Scienc
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD
This study aims to determine the ability to solve mathematical problems after the application of the problem based learning (PBL) model assisted by interactive powerpoint of fourth grade students of SD Negeri 59 Lubuklinggau is significantly categorized as good. This type of research is in the form of a quasi-experiment carried out without a comparison group. The population in this study were all fourth grade students of SD Negeri 59 Lubuklinggau, totaling 38 students. The sample was class IV.A students who were taken randomly. Data collection was taken using the test technique in the form of descriptions. The data analysis technique used the t-test with a significance level of α = 0.05. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the ability to solve mathematical problems of students after the application of the problem based learning (PBL) model assisted by interactive powerpoint of fourth grade students of SD Negeri 59 Lubuklinggau is significantly categorized as good. The average value of students' mathematical problem solving abilities after being given treatment was 70. The percentage of students with good and very good categories was 83.33%.
Keywords: Problem Based Learning Model, Problem Solving Abilit
Peran Kecerdasan Emosional dalam Menghadapi Fear of Missing Out (FOMO) pada Remaja
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kecerdasan emosional (emotional intelligence/EI) dalam membantu remaja menghadapi fenomena Fear of Missing Out (FoMO), yang sering terjadi akibat tingginya penggunaan media sosial dan berdampak negatif pada kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan ketidakpuasan diri. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, dan artikel yang relevan. Dalam pengumpulan literatur, peneliti menggunakan pendekatan sistematis dengan menelusuri jurnal-jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan melalui database terpercaya seperti Google Scholar, ResearchGate, dan portal jurnal universitas. Kriteria inklusi yang digunakan adalah literatur yang membahas FoMO, kecerdasan emosional, dan dampaknya terhadap remaja, serta literatur yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir untuk memastikan relevansi dengan konteks era digital saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan tingkat EI yang tinggi lebih mampu mengelola emosi negatif akibat FoMO, meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), dan membangun hubungan sosial yang sehat tanpa ketergantungan pada media sosial. Strategi seperti praktik mindfulness dan pendidikan emosional terbukti efektif dalam meningkatkan EI. Studi ini menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor kunci dalam mengurangi dampak negatif FoMO dan perlu dikembangkan melalui pendidikan formal maupun nonformal untuk mendukung kesejahteraan mental remaja di era digital
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Bowi Subur dalam Pengolahan Bubur Ubi Kayu (Manihot utilisima) sebagai Bahan Pengganti Pangan Konvensional yang Kaya akan Karbohidrat Kompleks, Serat dan Rendah Gula
Ubi kayu (Manihot utilissima) adalah tanaman masa depan, dan merupakan salah satu tanaman yang paling efektif dalam fotosintesis, tahan terhadap berbagai stres kekeringan karena sangat rendah kebutuhan air per kilogram biomasa dan rendah serangan hama dan penyakit sehingga kebutuhan penggunaan pestisida juga rendah. Ubi kayu (Maninot utilissima) mengandung berbagai zat gizi antara lain karbohidrat, protein, serat, dan mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan kalsium. Ubi Kayu merupakan bahan pangan dengan indeks glikemik rendah yang tidak mengakibatkan kenaikan gula darah secara cepat. Indeks glikemik ubi kayu bisa mengontrol kadar gula darah sehingga menjadikan ubi kayu sebagai sumber karbohidrat yang cocok bagi pengidap diabetes. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa Bowi Subur dalam pengolahan bubur ubi kayu sebagai bahan pengganti pangan konvensional yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat dan rendah gula. Metode dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pendekatan yang melibatkan ibu-ibu PKK dan anak-anak muda secara langsung sebagai objek dan subjek dalam pelaksanaan kegiatan. Tahapan-tahapan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah persiapan, pelaksanaan, tahap akhir (evaluasi). Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK dan anak-anak muda dalam pengolahan ubi kayu menjadi bubur, terbentuknya keterampilan ibu-ibu PKK dan anak-anak muda dalam pengolahan ubi kayu menjadi bubur, produk berupa bubur ubi kayu dalam bentuk kemasan (gelas cup plastik), dan terbentuknya unit usaha baru dalam pengolahan ubi kayu menjadi bubur sebagai Bahan Pengganti Pangan Konvensional yang Kaya akan Karbohidrat Kompleks, Serat dan Rendah Gula
Pelatihan Mental Health dalam Menjalankan Bisnis bagi UMKM
The purpose of this study was to explore the importance of mental health among entrepreneurs and employees in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the context of post-COVID-19 pandemic recovery. The methods used included the development of a training program designed to improve mental health literacy. The results showed that many workers in MSMEs experienced increased stress and anxiety due to the impact of the pandemic, with many workers losing their jobs. Effective mental health training can increase knowledge and reduce stigma related to mental health issues, as well as build support networks among entrepreneurs. In conclusion, comprehensive mental health interventions are essential to improve psychological well-being and productivity in MSMEs, as well as support business resilience in the face of existing challenges.The purpose of this study was to explore the importance of mental health among entrepreneurs and employees in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the context of post-COVID-19 pandemic recovery. The methods used included the development of a training program designed to improve mental health literacy. The results showed that many workers in MSMEs experienced increased stress and anxiety due to the impact of the pandemic, with many workers losing their jobs. Effective mental health training can increase knowledge and reduce stigma related to mental health issues, as well as build support networks among entrepreneurs. In conclusion, comprehensive mental health interventions are essential to improve psychological well-being and productivity in MSMEs, as well as support business resilience in the face of existing challenges
Pendampingan Menumbuhkan Minat dan Kegemaran Membaca Sejak Anak Usia Dini Melalui Gerakan Literasi Ibu dan Anak di PAUD Basmalah Preschool Tanah Periuk Kota Lubuklinggau
Tujuan PKM adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua (terutama ibu) dan siswa/siswi PAUD Basmalah Preschool tentang pentingnya menumbuhkan minat dan kegemaran membaca sejak usia dini. Juga mensosialisasikan urgennya gerakan literasi ibu dan anak dalam upaya menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini. Kegiatan PKM dilaksanakan selama enam minggu, mulai dari tahap persiapan dan observasi awal sampai tahap evaluasi dan pelaporan. Bentuk kegiatan pendampingan berupa penyuluhan dan sosialisasi dengan menerapkan metode problem solving, diskusi, tanya jawab, dan ceramah. Jumlah peserta 59 orang, terdiri dari 56 orang bunda dan 3 orang ayahanda. Temuan awal, diperoleh dua permasalahan mitra, yaitu: (1) kurangnya pemahaman dan kesadaran orang tua (terutama ibu) dan anak tentang pentingnya menumbuhkan minat dan kegemaran membaca sejak usia dini; (2) kurangnya pemahaman orang tua (terutama ibu) tentang bagaimana pola asuh dalam menumbuhkan minat dan kegemaran membaca anaknya sejak usia dini. Setelah kegiatan PKM dilakukan, para orang tua (peserta) mulai memahami dan menyadari pentingnya penanaman minat dan kegemaran membaca anak sejak usia dini melalui pendidikan dalam keluarga. Ini ditunjukkan dari antusias dan respons para orang tua selama mengikuti kegiatan pendampingan penyuluhan dan sosialisasi. Ada perubahan cara pandang dan sikap para orang tua, yang diperoleh dari jawaban angket yang diberikan, juga wawancara dengan guru dan beberapa siswa/siswi PAUD Basmalah Prechool I Tanah Periuk Kota Lubuklinggau. Pada siswa siswi PAUD, terjadi perubahan sikap berkaitan dengan minat dan kegemarannya dalam literasi membaca
Pendampingan Komunitas Sarisejaya Dalam Konservasi Situs Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Batu Urip Kota Lubuklinggau
Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan keaktifan Komunitas SARISEJAYA melalui konservasi situs sejarah Batu Urip. Kegiatan ini ditujukan kepada komunitas SARISEJAYA Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah pendampingan dengan pendekatan Organizational Domains of Community melalui kegiatan dikusi sarasehan sejarah dan konservasi lapangan. Diskusi saresehan sejarah dalam rangka memberikan pemaparan teoritis pengetahuan tentang aktivasi komunitas dan pengetahuan tentang situs sejarah Batu Urip. Pendampingan selanjutnya dilakukan secara langsung di lapangan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diberikan melalui dikusi saresehan sejarah dengan melakukan konservasi terhadap situs-situs sejarah Batu Urip. Hasilnya adalah Komunitas SARISEJAYA mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan orientasi komunitas ini yakni melalui konservasi situs-situs sejarah Batu Urip yang terdiri sektor 1, sektor, sektor 3, sektor 4 dan sektor 5. Dalam kegiatan konservasi yang dilaksanakan tim PkM dan mitra berhasil melakukan pengelompokan situs berdasarkan lokasi masing-masing, memverifikasi nama-nama setiap situs dan melakukan pemasangan papan nama situ
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS III SD NEGERI 24 LUBUKLINGGAU
This study aims to determine whether the scramble learning model on the learning outcomes of third grade Civics students of SD Negeri 24 Lubuklinggau significantly completed. The research design was in the form of a pseudo-experiment in the pre-test and post-test group category. The research was conducted at SD Negeri 24 Lubuklinggau with the population being third grade students. Sampling was done by random sampling. The data collection technique was done with a test technique consisting of 25 questions. The data collected was then analyzed using the Z-test. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the learning outcomes of Civics in class III SD Negeri 24 Lubuklinggau after the application of the picture and picture learning model is significantly complete. The average value of student learning outcomes for the pretest was 59.08, for the posttest it increased to 83.54 with the number of students who were complete also increased by 84.61%. While based on the results of hypothesis testing analysis obtained Zhitung > Ztabel = Zhitung (6.237) > Ztabel (1.64), thus the proposed hypothesis can be accepted, scramble learning model on student learning outcomes Civics Class III SD Negeri 24 Lubuklinggau significantly Completed.
Keywords: Scramble, Learning Outcomes, Civic
ANALISIS KEBUTUHAN MAHASISWA TERHADAP BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN MITIGASI BENCANA
This study aims to analyze students' needs for teaching materials in disaster mitigation learning. This research method uses quantitative descriptive research. Then analyzed and described to answer the existing problems. The subjects of the study were 53 students of the Science Education study program, University of Bengkulu, semester V. The instrument used was a questionnaire, with 3 aspects (disaster mitigation, teaching materials and learning process) and 24 questions. The results of the analysis showed that 95% of students chose the need for education about natural disaster mitigation. 11% of students did not know the Evacuation Location (gathering point) for the earthquake disaster at the University of Bengkulu and 22% of students did not know the flow map showing evacuation signs at the University of Bengkulu, so teaching materials that contain this are needed. The teaching materials needed by students are interactive and easy-to-use teaching materials, the contents of the material are clearly described in accordance with the facts in life, teaching materials that are audio-visual based (there are videos and animations), equipped with things that need to be considered in disaster mitigation and have a suitable color combination.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar dalam pembelajaran mitigasi bencana. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Kemudian dianalisis dan dideskripsikan untuk menjawab permasalahan yang ada. Subjek penelitian 53 mahasiswa program studi Pendidikan IPA Universitas Bengkulu semester V. Instrumen yang digunakan yaitu angket, dengan 3 aspek (mitigasi bencana, bahan ajar dan proses pembelajaran) dan 24 pertanyaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 95% mahasiwa memilih bahwa perlunya edukasi tentang mitigasi bencana alam. 11% mahasiswa belum Lokasi Evakuasi (titik kumpul) bencana gempa bumi di Universitas Bengkulu dan 22% mahasiswa belum mengetahui peta alur yang menunjukkan rambu-rambu evakuasi di Universitas Bengkulu, sehingga diperlukannya bahan ajar yang memuat hal tersebut. Bahan ajar yang dibutuhkan mahasiswa yaitu bahan ajar yang interaktif dan mudah untuk digunakan, isi materi dijabarkan dengan jelas sesuai dengan fakta yang ada di kehidupan, bahan ajar yang berbasis audio visual (terdapat video dan animasi), dilengkapi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mitigasi bencana serta memiliki perpaduan warna yang sesuai