e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU GURU GLADHI JAWI KELAS 7 BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK GURU BAHASA JAWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan pengembangan buku guru Gladhi Jawi Kelas 7 berbasis problem based learning untuk guru bahasa Jawa. Saat ini belum ada buku guru yang dikembangkan khusus untuk mata pelajaran bahasa Jawa di sekolah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Proses pengambilan data melalui penyebaran angket dan wawancara dengan 5 guru bahasa Jawa di sekolah yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 77,14% guru bahasa Jawa di Kabupaten Sidoarjo membutuhkan pengembangan buku guru sebagai pedoman pembelajaran. Buku guru yang dikembangkan diharapkan memuat 1) sumber ajar yang mudah diakses oleh siswa dan guru, 2) model pembelajaran yang sesuai untuk peserta didik, 3) teks multimoda yang bisa menjadi materi ajar, 4) materi ajar yang bisa diakses saat fasilitas sekolah terbatas, 5) model pembelajaran yang membiasakan siswa berkolaborasi, interaktif, bernalar kritis, dan menumbuhkan percaya diri
REVITALISASI CERITA RAKYAT SAMPURAGA MELALUI KOMIK DIGITAL SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT PEMULA
Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam etnis, seperti Batak Toba, Pakpak Dairi, Mandailing, Karo, Simalungun, Nias, dan Melayu. Setiap suku bangsa mempunyai beragam budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda. Salah satu budaya yang menonjol adalah beragamnya cerita rakyat yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Salah satu cerita rakyat yang akan diteliti adalah cerita rakyat Sampuraga yang berasal dari daerah Mandailing Natal. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, deskriptif artinya menjelaskan atau mendeskripsikan dengan kata-kata dan menjelaskannya secara jelas dan rinci. Hasil penelitian ini menceritakan cerita rakyat Sampuraga melalui perancangan komik digital sebagai bahan ajar pembelajaran BIPA dengan harapan cerita rakyat Sampuraga dapat lebih dikenal orang banyak dan penutur asing. Selain itu juga dapat menjadi upaya memperkenalkan budaya Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat saat ini kurang populer. Banyak faktor penyebabnya, seperti semakin canggihnya teknologi yang menyebabkan anak malas membaca cerita rakyat. Untuk itu penulis mengadopsi cerita rakyat dari Sumatera Utara yaitu cerita rakyat Sampuraga. Cerita ini kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat umum karena kurangnya perkembangan cerita rakyat itu sendiri
EVALUASI PEDOMAN (ALAT PENILAI) PENYUSUNAN KARAKTERISTIK TES (SOAL) BAHASA INDONESIA RANAH KOGNITIF BERBASIS HOTS
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengevaluasi pedoman (alat penilai) Penyusunan Karakteristik Tes (Soal) bahasa Indonesia Ranah Kognitif berbasis HOTS pada Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Bengkulu. Ruang lingkup penelitian ini berkaitan dengan analisis evaluatif pedoman (alat penilai) penyusunan karakteristik tes (soal) bahasa Indonesia ranah kognitif berbasis HOTS meliputi; aspek menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasi (C6) dan penerapannya pada soal BI untuk Kelas X SMA. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif deskriptif dan pendekatan kuantitatif serta prosedur penelitian PTK. Data penelitian ini berupa pedoman (alat penilai) penyusunan karakteristik tes (soal) bahasa Indonesia ranah kognitif berbasis HOTS untuk kelas X SMA. Sumber data penelitian ini mahasiswa semester III Program S2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman evaluasi (alat penilai) untuk penyusunan tes (soal) bahasa Indonesia berbasis HOTS untuk kelas X SMA. Analisis data menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif melalui rumus rerata. Hasil penelitian bahwa terjadi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mengevalusi pedoman (alat penilai) penyusunan karakteristik tes (soal) bahasa Indonesia ranah kognitif berbasis HOTS. Hal ini dapat dilihat dari hasil PTK pembelajaran pada siklus I berkategori baik (rerata nilai 70,7) meningkat pada siklus II berkategori lebih baik (rerata nilai 81,7) dengan deskripsi bahwa karakteristik soal bahasa Indonesia sudah disusun sesuai tujuan pembelajaran yang menggunakan kata kerja operasional level penalaran (HOTS) aspek menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil ini diikuti dengan perubahan aktivitas mahasiswa dalam proses pembelajaran pada siklus I berkategori aktif meningkat pada siklus II menjadi berkategori sangat aktif. Khususnya, perubahan aktivitas mahasiswa pada sikap disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, kemandirian, dan kejujura
Pendampingan Pembelajaran Seni Rupa Berkarya Seni Grafis Cetak Tinggi di SMPN 1 Mlati, Sleman, Yogyakarta
Fine arts learning really participates in growing and developing all the competencies possessed by students. Fine arts learning at school includes creative activities to gain knowledge and skills in producing creative works of art, including relief printmaking. The fine arts learning service program for creating relief printmaking at SMP N 1 Mlati, Sleman, Yogyakarta provides benefits for the development of cultural arts materials in schools, because creating relief printmaking on canvas bag media is a new thing for students. The activities of this program include pre-program implementation activities, which are activities for preparing materials, lesson plans, media, and learning models. Program implementation activities are visual arts learning activities creating relief printmaking for class IX. Post-implementation activities of the program are evaluation activities of the community service program, namely filling out items by students related to the implementation of the community service program. Overall the results of the evaluation of the program that we implemented received a positive response as much as 87.3% of students strongly agreed that the program was in accordance with their needs. 88.26% strongly agreed that the program could increase learning motivation and a score of 88.03% stated that the program could encourage students' abilities. Then in the program aspect it can be useful for students obtaining a score of 89.9% and in the program aspect giving rise to student empowerment obtaining a score of 85.6%.Pembelajaran seni rupa sangat berperan dalam menumbuhkan dan mengembangkan segala kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran seni rupa di sekolah meliputi aktivitas berkarya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan karya seni kreatif termasuk seni grafis cetak tinggi. Program pengabdian pembelajaran seni rupa berkarya seni grafis cetak tinggi di SMP N 1 Mlati, Sleman, Yogyakarta memberi manfaat terhadap pengembangan materi seni budaya di sekolah, karena membuat karya seni grafis cetak tinggi di atas media tas kanvas tergolong hal baru bagi peserta didik. Kegiatan program ini meliputi kegiatan pra-palaksanaan program yaitu kegiatan penyusunan materi, rpp, media, dan model pembelajaran. Kegiatan pelaksanaan program adalah kegiatan pembelajaran seni rupa berkarya seni grafis untuk kelas IX. Kegiatan pasca-pelaksanaan program merupakan kegiatan evaluasi program pengabdian yaitu pengisian angket oleh peserta didik terkait pelaksanaan program pengabdian. Secara keseluruhan hasil evaluasi terhadap program yang kami laksanakan mendapat respon yang positif sebanyak 87,3% peserta didik sangat setuju bahwa program sesuai dengan kebutuhan. Sebesar 88,26% sangat setuju bahwa program dapat meningkatkan motivasi belajar dan skor 88, 03% menyatakan bahwa program dapat mendorong kemampuan peserta didik. Kemudian pada aspek program dapat bermanfaat untuk peserta didik memperoleh skor 89,9% dan pada aspek program memunculkan pemberdayaan peserta didik memperoleh skor sebesar 85,6%
Pelatihan Pembuatan Buket Sebagai Alternatif Peluang Usaha Untuk Meningkatkan Perekonomian di Desa Muara Tiku
The aim of this service activity is to provide knowledge to youth organizations and the community about techniques for making snack bouquets and flowers as well as fostering skills and creativity and empowering youth organizations and communities in the Muara Tiku Village area to be more productive. The service activity is carried out by providing training in making bouquets to the students. youth groups who have finished school in Muara Tiku Village, the importance of this bouquet making training can create business opportunities for the younger generation and improve the economy. Bouquet making training can not only create business opportunities, but can also increase income. Training in making attractive and beautiful bouquets with very affordable capital, so that they can be sold with maximum profit. Making attractive bouquets will increase the added value of the product which in turn supports the sustainability of the bouquet business thereby increasing better income.
Keywords: Training, Craft, BouquetTujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan kepada karang taruna dan masyarakat teknik pembuatan buket snack, bunga serta menumbuhkan keterampilan dan kreatifitas dan memberdayakan karang taruna dan masyarakat di kawasan Desa Muara Tiku agar lebih produktif. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dengan memberikan pelatihan pembuatan buket kepada para karang taruna yang sudah tamat sekolah di Desa Muara Tiku, pentingnya pelatihan pembuatan buket ini dapat menciptakan peluang usaha bagi generasi muda serta meningkatkan perekonomian. Pelatihan pembuatan buket selain dapat menciptkan peluang usaha, juga dapat menambah pendapatan. Pelatihan pembuatan buket yang menarik dan cantik dengan modal yang sangat terjangkau, sehingga dapat dijual dengan keuntungan yang maksimal. Pembuatan buket yang menarik dan akan meningkatkan nilai tambah produk yang pada gilirannya menunjang sustainabilitas usaha perbuketan sehingga meningkatkan pendapatan yang lebih baik.
Kata Kunci : Pelatihan, Kerajinan, Buke
Revitalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Permainan Rakyat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musirawas Utara
Pengabdian pada masyarakat dengan judul “Revitalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui Permainan Rakyat pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Karang Dapo Kabupaten Musirawas Utara” ini bertujuan untuk merevitalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui permainan rakyat. Target dan sasaran kegiatan adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 2 di Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara yang berjumlah 68 orang. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, demonstrasi, simulasi, dan praktik. Materi yang disampaikan tentang Nilai Pendidikan Karakter, Permainan Rakyat, dan Praktik Bermain Permainan Rakyat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam permainan Congklak adalah kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, mandiri, komunikatif, tanggung jawab, dan menghargai prestasi. Dalam permainan Bola Bekel ditemukan kesabaran, terampil, cekatan, keseimbangan otak dan berpikir kritis. Dalam permainan karet ditemukan sikap sportif, kebersamaan, kesederhanaan, kejujuran, kepemimpinan, tanggung jawab, berlapang dada dan disipin. Dan dalam permainan Egrang Batok Kelapa ditemukan nilai kerja keras
Sosialisasi dan Pendampingan Literasi Digital Bagi Guru Sebagai Upaya Penguatan Literasi Digital Disekolah
Literasi digital sendiri didefinisikan sebagai pengetahuan dan kecakapan dalam memanfaatkan media digital, termasuk alat komunikasi dan jaringan internet.Dalam konteks pendidikan, literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman tentang penggunaan teknologi secara efektif dan aman. Tujuan dari sosialisasi dan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat menjadi teladan bagi siswa dalam menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Selain itu, penguatan literasi digital di kalangan guru juga berkontribusi pada pengembangan karakter siswa, mengingat pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung literasi digital Strategi Implementasi.Beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam sosialisasi dan pendampingan ini meliputi, Pelatihan dan workshop untuk guru mengenai penggunaan alat digital dan platform pembelajaran online.Pemberian materi edukatif tentang etika berinternet, pengenalan hoaks, dan cara mengenali informasi yang benar Penghargaan bagi guru dan siswa yang menunjukkan kemajuan dalam literasi digital, sebagai motivasi untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi.Dengan langkah-langkah ini, diharapkan literasi digital di sekolah dapat diperkuat, sehingga guru dan siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan lebih baik dalam proses pembelajaran
Arus Balik Kekuasaan Sriwijaya: Relasi Ekonomi-Politik dan Agama Jalur Perdagangan Daerah Uluan
ABSTRACT
This research is a paper about the Backflow of Srivijaya Power: Economic-Political and Religious Relations of the Uluan Trade Route. The purpose of this research is to find out what Sriwijaya's archaeological remains are in the Uluan region and why Sriwijaya also focused on trade and religious propagation missions in the Uluan region, especially Lubuklinggau, Musi Rawas and Muratara. Efforts to answer the problems and analysis in this paper are pursued with historical methods through processes and procedures starting from heuristics, then criticizing sources and verifying relevant sources. Then after going through the process of analyzing and interpreting historical facts, the last stage is historiography. From this research, the author found that there was an economic-political and religious relationship when Sriwijaya tried to instill its hegemony and influence in the Uluan area. Sriwijaya started the mission of spreading religion as an instrument to secure its political-economic interests in the Uluan region, related to the supply of trade commodities and spices needed by Sriwijaya at that time. The conclusion of this paper is that the efforts made by Srivijaya in instilling its hegemony and influence in the Uluan area were a countercurrent to Srivijaya's power itself, which was originally the ruler of the international trade route and then had an interest in fully controlling the Uluan area which was rich in spices and Srivijaya's leading commodity at that time. As for the recommendations of this paper, in the future researchers, activists and historical writers can also focus their research and writing on the glory and influence of the Srivijaya Kingdom in the Uluan area which is still very minimal, so that the balance of information and narratives about Sriwijaya can be studied proportionally.ABSTRAK
Penelitian ini merupakan tulisan tentang Arus Balik Kekuasaan Sriwijaya: Relasi Ekonomi-Politik dan Agama Jalur Perdagangan Daerah Uluan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja tinggalan-tinggalan arkelogis Sriwijaya di wilayah Uluan dan mengapa Sriwijaya juga memfokuskan perdagangan dan misi penyebaran agama di wilayah Uluan, khususnya Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara. Upaya untuk menjawab permasalahan dan analisis pada tulisan ini ditempuh dengan metode sejarah melaui proses dan prosedur yang dimulai dari heuristik, kemudian melakukan kritik sumber dan memverifikasi sumber yang relevan. Kemudian setelah melalui proses analisis dan interpretasi terhadap fakta sejarah, dilakukan tahapan terakhir yaitu historiografi. Dari penelitian ini penulis menemukan fakta jika terdapat relasi ekonomi-politik dan agama ketika Sriwijaya mencoba menanamkan hegemoni dan pengaruhnya di daerah Uluan. Sriwijaya memulai misi penyebaran agama sebagai intrumen untuk mengamankan kepentingan ekonomi-politiknya di wilayah Uluan, terkait dengan suplai komoditi perdagangan dan rempah yang dibutuhkan Sriwijaya saat itu. Adapun kesimpulan dari tulisan ini bahwa upaya-upaya yang dilakukan Sriwijaya dalam menanamkan hegemoni dan pengaruhnya di daerah Uluan merupakan arus balik dari kekuasaan Sriwijya itu sendiri, yang semula sebagai penguasa jalur luat perdagangan internasional lalu berkepentingan untuk menguasai secara penuh daerah Uluan yang kaya akan rempah-rempah dan komoditi unggulan Sriwijaya saat itu. Adapun rekomendasi dari tulisan ini kedepan para peneliti, penggiat dan penulis sejarah juga dapat memfokuskan penelitian-penelitian dan tulisannya mengenai kejayaan dan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di daerah Uluan yang masih sangat minim diangkat, agar keseimbangan informasi dan narasi mengenai Sriwijaya dapat dipelajari secara proporsional
IMPLEMENTASİ MODEL PHENOMENA BASED-INTERACTİVE CONCEPTUAL INSTRUCTİON (PB-ICI) DALAM PEMBELAJARAN IPBA UNTUK MENİNGKATKAN PENALARAN ILMİAH
Physics is a science that involves high curiosity about natural phenomena which are then solved using scientific methods. The learning program is designed to improve scientific reasoning skills, one of which is by using the Phenomena Based-Interactive Conceptual Instruction (PB-ICI) learning model. This research aims to implement the Phenomena Based-Interactive Conceptual Instruction (PB-ICI) learning model to improve students' scientific reasoning through IPBA courses. This research uses quasi-experiment, including pre-experimental, experimental and experimental data analysis stages. Based on the results of data analysis, it is known that student reasoning is spread across the categories of inductive-deductive reasoning at 30%), reasoning with evidence at 33%, reasoning with data at 33%, no reasoning at 3%, and undefined at 0%. The effectiveness of IPBA learning in instilling scientific reasoning is in the medium category with a distribution percentage of 63%. Based on these results, it can be interpreted that students have been able to organize various knowledge in the form of concepts, theories, laws, principles as well as data and facts to explain earth and space phenomena comprehensively. It can be concluded that IPBA learning using the PB-ICI model can train reasoning skills. After learning activities, 63% of the total students had reasoning in the categories of inductive-deductive reasoning and reasoning with evidence.Fisika merupakan ilmu yang bersifat melibatkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fenomena alam yang kemudian dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah. Program pembelajaran dirancang untuk dapat meningkatkan keterampilan bernalar ilmiah salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Phenomena Based-Interactive Conceptual Instruction (PB-ICI). Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan model pembelajaran Phenomena Based-Interactive Conceptual Instruction (PB-ICI) guna meningkatkan penalaran ilmiah mahasiswa melalui matakuliah IPBA. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen, meliputi tahap pra eksperimen, eksperimen, dan analisis data eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa penalaran mahasiswa tersebar pada kategori penalaran induktif-deduktif sebesar 30%), penalaran dengan bukti sebesar 33%, penalaran dengan data sebesar 33%, tidak ada penalaran 3%, dan tidak terdefinisi 0%. Efektivitas pembelajaran IPBA dalam menanamkan penalaran ilmiah berada pada kategori sedang dengan persentase sebaran sebesar 63%. Berdasarkan data hasil tersebut dapat diinterpretasikan bahwa mahasiswa telah mampu mengorganisasi berbagai pengetahuan baik berupa konsep, teori, hukum, prinsip maupun data dan fakta untuk menjelaskan suatu fenomena bumi dan antariksa secara komprehensif. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPBA menggunakan model PB-ICI dapat melatih keterampilan bernalar. Setelah kegiatan pembelajaran, 63% dari total mahasiswa memiliki penalaran yang berada pada kategori penalaran induktif-deduktif dan penalaran dengan bukti
TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI DAN PERLOKUSI PADA KBM PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI IPA
Penggunaan Bahasa Indonesia yang memiliki interaksi ketika kbm Bahasa Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik secara menyuruh dalam kegiatan KBM berlangsung. Hal ini disebabkan karena dapat memudahkan proses komunikasi yang baik antara guru dengan siswa yang memiliki ujaran yang mengacu kepada interaksi dalam bidang komunikasi, baik itu secara perintah, pertanyaan,pernyataan, nasihat maupun yang lain. Kegiatan ini dilakukan guru biasanya ketika membuka pelajaran (opening act) dan menutup pelajaran (closing act), tetapi juga harus mampu dalam menggunakan komunikasi yang berisi candaan, gurauan maupun memuat kritikan-kritikan yang halus seperti “kurang tepat” ketika menyanggah ucapan murid yang tidak tepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sebagaimana jenis tindak tuturan yang sering digunakan guru maupun siswa ketika melakukan komunikasi di SMAS YAPIM MEDAN ketika KBM Bahasa Indonesia berlangsung. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode mix methode, yang dimana metode ini melakukan tindakan kelas selama KBM berlangsung dan menggabungkan antara metode analisis kualitiatif dengan kuantitatif, sehingga menghasilkan instrument penelitian yang melibatkan antara komunikasi guru dan siswa yang dapat ditarik kesimpulannya menggunakan hasil perhitungan dari komunikasi tersebut. Dari hasil penelitian ini ditemukan data yang dapat ditinjau keberhasilannya dalam berkomunikasi, yaitu tindak tutur yang berbasis tanpa ada bas abasi, dan tindak tuturan yang memiliki fungsi dalam komunikasi. Dari hasil analisis data yang dilakukan, dttemukan memiliki strategi dalam bertindak tuturan ditemukan 25 tuturan secara lokusi, 30 tuturan secara ilokusi dan 20 tuturan secara perlokusi