e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    Pembelajaran Berdiferensiasi Gaya Belajar Pada Asam Basa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa dalam materi asam-basa melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar dan model Problem Based Learning (PBL). Pembelajaran berdiferensiasi mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa yaitu visual, auditori, dan kinestetik untuk mendukung proses pemahaman konsep kimia yang dianggap abstrak. Penelitian dilakukan di kelas XII 5 SMA Negeri 4 Lubuklinggau dengan jumlah siswa 28 orang pada tahun ajaran 2024/2025. Proses pembelajaran mencakup tahapan persiapan, pelaksanaan PBL dengan diferensiasi konten, proses, dan produk sesuai dengan gaya belajar siswa, serta evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar siswa berdampak positif terhadap pemahaman konsep asam-basa dan kekuatan asam, ditandai dengan meningkatnya motivasi dan keaktifan siswa. Sebanyak 82% siswa mampu mencapai tingkat pemahaman yang memadai, dan kuesioner menunjukkan respons positif dari siswa terhadap pendekatan ini

    Kepraktisan Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa dan Sastra Daerah Berbasis Literasi Digital Bagi Mahasiswa Universitas PGRI Silampari

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan uji kepraktisan bahan ajar hasil pengembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif  yang merupakan bagian dari penelitian pengembangan dengan desain model pengembangan Dick and Carey. Dengan demikian artikel ini khusus membahas bagian implementasi sebagai lanjutan dari tahap pengembangan yaitu uji kepraktisan bahan ajar. Uji kepraktisan bahan ajar dilakukan dengan menggunakan angket kepraktisan bahan ajar yang ditinjau dari tiga aspek yaitu kemudahan penggunaan, kemenarikan sajian, dan kebermanfaatan bagi pengguna. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester III Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang mengambil konsentrasi mata kuliah bahasa dan sastra daerah. Hasil dan pembahasan menunjukan bahwa dari hasil rekapitulasi pada saat uji kepraktisan dari uji one to one didapat hasil berjumlah 82,66% masuk kategori sangat praktis. Sementara uji small group didapat 84,57% masuk kategori sangat praktis. Dengan demikian bahan ajar hasil pengembangan sangat praktis digunakan oleh mahasiswa dan dosen mata kuliah bahasa dan sastra daerah

    MODEL EXPERIENTAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XI PADA MATERİ CAHAYA DAN OPTIK

    Get PDF
    In physics learning, students are expected to be able to understand physics concepts thoroughly and be able to relate them to the phenomena they encounter. Based on SMAN 6 Pekanbaru, researchers highlighted that educators often find that students have concepts that are different from scientific concepts. So it is necessary to research on understanding concepts with the help of innovative learning models. The aim achieved is to determine the effect of Experiential Learning on increasing class XI students' understanding of concepts in light and optics. Quasi Experiment is the method used with a Posttest-Only Control Design. The results of the posttest understanding of concepts in the experimental class were superior to those in the control class. We can conclude that understanding of concepts in class XI light and optics at SMAN 6 Pekanbaru can be improved through the application of the Experiential Learning model.  Dalam pembelajaran fisika, siswa diharapkan mampu memahami konsep fisika secara menyeluruh dan mampu mengaitkan dengan fenomena yang ditemui. Berdasarkan di SMAN 6 Pekanbaru, peneliti menyoroti bahwa pendidik sering menemukan bahwa siswa mempunyai konsep yang berbeda dengan konsep imiah. Sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap pemahaman konsep dengan bantuan model pembelajaran inovatif. Adapun tujuan yang dicapai adalah mengetahui pengaruh pembelajaran Experiental Learning terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa kelas XI pada materi cahaya dan optik. Quasi Experiment menjadi metode yang digunakan dengan rancangan Posttest-Only Control Design. Hasil posttest pemahaman konsep pada kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan kelas kontrol. Kita dapat menyimpulkan bahwa pemahaman konsep pada materi cahaya dan optik kelas XI di SMAN 6 Pekanbaru dapat ditingkatkan melalui penerapan model Experiental Learning. &nbsp

    KESEPADANAN PENERJEMAHAN BAHASA PRANCIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA KATEGORI BUDAYA (STUDI KASUS FILM POURRIS GÂTÉS)

    Get PDF
    Translating a culture is difficult because the culture contained in the source language doesn’t necessarily find its equivalent in the target language. This research focuses on the equivalence analysis of cultural translation from French into Indonesian in the film Pourris Gâtés (2021) by Nicholas Cuche. The purpose of this study is to describe the acceptability and unacceptability of material culture translation contained in the film Pourris Gâtés (2021) which is reviewed and confirmed in 3 aspects, namely 1) based on the theory of translation equivalence assessment by Nababan and Nuraenin (2012). 2) in terms of translation ideology according to Venuti (2008). 3) Based on the type of modulation proposed by Vinay and Dalbernet (1995). The method used in this research i qualitative-descriptive by using listening and note-taking techniques. The results of this study show that the material culture category reviewed by (Newmark, 1988) is divided into 5 namely food/beverage, clothing, buildings, vehicles, and living equipment there are 50 case data containing material culture which there are 50 case data containing material culture which acceptable of 45 (90% case data of material culture in an acceptable manner and 5 (10%) case data containing material culture that less acceptable. Furthermore, 32 case data were found to use modulation types of translation procedures, while 18 case data were found to use translation of modulation types in the film pourris gâtés is done by translator so that the culture contained in the source language can be easily understood and equivalent in the target language (TL) even though it has to change the word structureMenerjemahkan sautu budaya dinilai cukup sulit karena budaya yang terdapat dalam bahasa sumber belum tentu ditemukan padanannya di bahasa sasaran. Fokus penelitian ini yaitu analisis kesepadanan penerjemahan berkategori budaya dari bahasa Prancis ke dalam bahasa Indonesia dalam film Pourris Gâtés (2021) Karya Nicholas Cuche. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan keberterimaan dan tak keberterimaan dalam hasil terjemahan bermuatan budaya material yang terdapat pada film Pourris Gâtés yang ditinjau dalam 3 aspek yaitu 1) berdasarkan teori penilaian kesepadanan penerjemahan oleh Nababan & Nuraeni (2012). 2. Dari segi ideologi terjemahan menurut Venuti (2008) 3. Berdasarkan jenis modulasi yang dikemukakan oleh Vinay dan Dalbernet (1995). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif-deskriptif dengan menggunakan Teknik Simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kategori budaya material yang ditinjau oleh (Newmark, 1988) terbagi menjadi 5 yaitu makanan/minuman, pakaian, bangunan, kendaraan, dan peralatan hidup yang mana terdapat 50 data kasus bermuatan budaya material yang mana terdiri dari 45 (90%) data kasus budaya material secara berterima dan 5 (10%) data kasus bermuatan budaya material yang kurang berterima. Selanjutnya, ditemukan 32 data kasus menggunakan prosedur penerjemahan jenis-jenis modulasi, sedangkan 18 data kasus ditemukan menggunakan prosedur penerjemahan selain dari jenis modulasi. Penerjemahan jenis-jenis modulasi dalam film pouuris gates dilakukan oleh penerjemah agar budaya yang terdapat dalam bahasa sumber dapat mudah dipahami dan sepadan di bahasa sasaran (Bsa) meskipun harus dengan mengubah struktur katanya

    Generasi Muda Generasi Emas: Membekali Pelajar SMA di Manokwari Dengan Wawasan Kebangsaan Yang Kuat

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembekalan terhadap pelajar SMA di Manokwari tentang wawasan kebangsaan yang kuat. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah diskusi. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan pelajar tentang wawasan kebangsaan dengan mengetahui budaya bangsa, generasi muda juga akan bisa menghargai serta menghormati perbedaan antar budaya di seluruh dunia., generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat akan lebih mudah menghargai dan menghormati orang lain yang berbeda dari mereka. Mereka akan lebih cenderung menerima orang lain apa adanya dan bersikap toleran terhadap perbedaan. wawasan kebangsaan juga akan membantu generasi muda mengembangkan sikap nasionalisme yang kuat. Nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara karena merupakan wujud kecintaan dan kehormatan terhadap bangsa sendiri

    Pendampingan Penyusunan Digital Interactive Module Bagi Guru PAUD di Kota Lubuklinggau

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam penyusunan Modul Interaktif Digital bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Lubuklinggau. Modul ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi digital. Pendampingan dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan bimbingan teknis kepada para guru PAUD, dengan fokus pada pengembangan keterampilan dalam pembuatan dan pemanfaatan materi pembelajaran berbasis digital yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dalam prosesnya, guru diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan dilatih untuk menyusun materi yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Hasil dari pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD di Kota Lubuklinggau, memberikan keterampilan baru bagi guru dalam mengembangkan materi ajar, serta memperkaya pengalaman belajar anak-anak usia dini dengan media yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman

    Pemanfaatan Aplikasi Binasehat dalam Peningkatan Kesadaran Kesehatan di Puskesmas Cimaragas

    Get PDF
    Peningkatan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia menimbulkan tantangan besar dalam sistem kesehatan nasional. Puskesmas, sebagai ujung tombak layanan kesehatan primer, memainkan peran penting dalam mengatasi masalah ini melalui pendekatan promotif dan preventif. Aplikasi BinaSehat dikembangkan sebagai solusi teknologi digital untuk mendukung upaya ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di wilayah Puskesmas Cimaragas melalui fitur pelacakan kalori, panduan olahraga interaktif, dan edukasi kesehatan berbasis digital. Hasil implementasi menunjukkan respons positif dari tenaga kesehatan dan masyarakat. Aplikasi ini tidak hanya mempermudah edukasi kesehatan tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Namun, tantangan seperti adaptasi terhadap teknologi digital dan keterbatasan infrastruktur internet tetap menjadi hambatan. Diharapkan aplikasi BinaSehat dapat menjadi model inovasi layanan kesehatan primer yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia untuk mendukung transformasi digital sektor kesehatan

    Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Pada Pembelajaran IPA Kelas V SD Negeri 46 Lubuklinggau

    Get PDF
    This research aims to determine the validity, practicality and effectiveness of Learning Media Pop-Up Book Class V Science at SD Negeri 46 Lubuk Linggau which was developed. This type of research is Research and Development with a development model ADDIE. The research subjects consisted of experts, teachers and class V students at SDN 46 Lubuklinggau. Data was collected through observation, interviews, questionnaires and tests. Based on the results of validation carried out by linguists, material experts and media experts, the Pop-Up Book in class V science learning was declared to meet valid criteria with an average score of 0.91. Analysis of the practicality sheet assessment for educators and students meets the practical criteria with a score of 86.81%. Then the analysis of the effectiveness assessment is obtained by a score N-Gain an average of 0.74 in the high category. Based on the research results, it can be concluded that Learning Media Pop-Up Book In Class V science learning, it was proven to be valid, practical and effective so it is suitable for use in science learning, material on changes in the shape of objects for class V SDN 46 LubuklinggauPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktis, dan keefektifan Media Pembelajaran Pop-Up Book IPA Kelas V SD Negeri 46 Lubuk Linggau yang dikembangkan. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah ahli, guru dan siswa kelas V SDN 46 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes. Berdasarkan hasil validitas melalui penilaian ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media menunjukan bahwa Pop-Up Book pada pembelajaran IPA Kelas V memenuhi kriteria valid dengan skor rata-rata 0,91. Analisis penilaian lembar kepraktisan pendidik dan peserta didik memenuhi kriteria praktis dengan skor 86,81%. Kemudian analisis penilaian keefektifan diperoleh skor N-Gain rata-rata 0,74 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Media Pembelajaran Pop-Up Book Pada Pembelajaran IPA Kelas V terbukti valid, praktis dan efektif sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPA materi perubahan wujud benda kelas V SDN 46 Lubuklingga

    Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Model Pembelajaran Think Pair Share pada Materi Pertidaksamaan Linear Kelas X SMK GKPS 2 Pematangsiantar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan bepikir kritis siswa kelas X TSM 1 dan X TSM 2 SMK GKPS 2 Pematangsiantar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share pada materi Pertidaksamaan Nilai Mutlak Satu Variabel. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena kurang mampunya siswa dalam memecahkan suatu permasalahan dalam soal matematika. Kebanyakan siswa yang selalu menyatakan matematika itu adalah pembelajaran yang sangat sulit maupun membosankan. Ini terjadi dikarenakan kurang tepatnya suatu model pembelajaran yang digunakan oleh guru.Penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, Instrumen untuk mengumpulkan data pada penelitian berupa tes yang terdiri dari 5 butir essay. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa varian data penelitian homogen. Data tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji Anava Dua Arah pada taraf signifikansi 5%. Hasil perhitungan uji Anava Dua Arah yang dilakukan pada skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sedikit antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share. Setelah dilakukan uji Anava Dua Arah pretest dan posttest, terlihat bahwa selisih rata-rata setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share lebih besar dibanding sebelum diterapkan model pembelajaran. Kenaikan rata-rata posttest Problem Based Learning (84.00)lebih tinggi dibandingkan sebelum (pretes) diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (34,25) dan kenaikan rata-rata Posttest Think Pair Share (82,00) lebih tinggi dibanding sebelum (pretes) diterapkan model pembelajaran dan Think Pair Share (26.00). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share digunakan dalam pembelajaran pertidaksamaan nilai mutlak satu variabel tidak terlalu signifikan antara siswa.kelas X TSM 1 dan X TSM 2 SMK Swasta GKPS 2 Pematangsianta

    PENGARUH TES PENGETAHUAN AWAL TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN STRUKTUR KALIMAT SISWA KELAS VIII MTsN2 DELI SERDANG

    Get PDF
    This research raises the issue of whether there is an influence of the initial knowledge test on the reading comprehension and sentence structure skills of class VIII students at MTs Negeri 2 Deli Serdang in the 2023/2024 academic year? The aim of this research is to determine the effect of the initial knowledge test on the reading comprehension and sentence structure skills of class VIII students at MTs Negeri 2 Deli Serdang. The method used in this research is an experimental method with a simple 2 x 2 factorial design. The population in this research is the entire class VIII of MTs Negeri 2 Deli Serdang, totaling 352 people spread across 11 classes with a research sample of 80 students taken at random. The instrument used is an objective test consisting of 20 multiple choice questions, with a scoring technique that if 1 is correct, a score of 5 is given. So the highest score is 100 and the lowest is 5. The results of the research show that there is an influence of the initial knowledge test on reading comprehension skills and making sentence structures. Class VIII students at MTs Negeri 2 Deli Serdang, with the results of ANOVA calculations obtained Fcount = 6.32 and Ftable = 4.00 at a significance level of 0.05. This shows that Fcount > Ftable. Thus, the hypothesis is accepted. In this way, there is an influence of the initial knowledge test on the reading comprehension and sentence structure skills of class VIII students at MTs Negeri 2 Deli Serdang

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇