e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
Uji Fitokimia dan Pengaruh Ekstrak Etanol Batang Betadin (Jatropha Multifida L) terhadap Jumlah Leukosit Mencit (Mus Musculus) Jantan Diinduksi Imunos
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam ekstrak J.multifida L. serta pengaruhnya terhadap jumlah Leukosit mencit (M. musculus) jantan yang telah diinduksi Imunos. Pada pengujian senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada ekstrak kasar etanol batang J. multifida L. adalah alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Pada uji pengaruh ekstrak etanol batang Jatropha multifidaL., hewan coba yang digunakan adalah 30 ekor Mus musculus jantan Swiss Webster yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kelompok kontrol, kelompok II diinduksi imunos, kelompok III diinduksi imunos dan Prednikson, kelompok IV diinduksi imunos dan diberikan ekstrak dengan dosis 0,028 g/Kgbb, Kelompok V diinduksi Imunos dan diberikan ekstrak dengan dosis 0,056 g/Kgbb dan Kelompok VI diinduksi Imunos dan diberikan ekstrak dengan dosis 0,084 g/Kgbb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol dari batang Jatropha multifidaL. mampu menurunkan jumlah leukosit Mus musculus jantan yang telah diinduksi Imunos dengan optimum pada dosis 0,028 g/Kgbb sebesar 10.230/ mm.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam ekstrak J.multifida L. serta pengaruhnya terhadap jumlah Leukosit mencit (M. musculus) jantan yang telah diinduksi Imunos. Pada pengujian senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada ekstrak kasar etanol batang J. multifida L. adalah alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Pada uji pengaruh ekstrak etanol batang Jatropha multifidaL., hewan coba yang digunakan adalah 30 ekor Mus musculus jantan Swiss Webster yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kelompok kontrol, kelompok II diinduksi imunos, kelompok III diinduksi imunos dan Prednikson, kelompok IV diinduksi imunos dan diberikan ekstrak dengan dosis 0,028 g/Kgbb, Kelompok V diinduksi Imunos dan diberikan ekstrak dengan dosis 0,056 g/Kgbb dan Kelompok VI diinduksi Imunos dan diberikan ekstrak dengan dosis 0,084 g/Kgbb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol dari batang Jatropha multifidaL. mampu menurunkan jumlah leukosit Mus musculus jantan yang telah diinduksi Imunos dengan optimum pada dosis 0,028 g/Kgbb sebesar 10.230/ mm
Uji Potensi Jus Larva Myrmeleonsp terhadap Kadar Gula Darah MusMusculusSwiss Webster Jantan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus larvaMyrmeleon sp terhadap penurunan kadar Glukosa dalam darah Mus musculus Swiss Webster jantan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu faktor. Dari hasil penelitian diketahui jumlah rata-rata kadar gula dalam darah mencit yang diberi jus larvaMyrmeleon sp : (P0) kontrol ; 98,6, (P1) Perlakuan diberi jus larvaMyrmeleon spdengan dosis 0,0013 ml ; 80,4 mg/dL, (P2) Perlakuan diberi jus larvaMyrmeleon sp dengan dosis 0,0026 ml ; 77,8 mg/dL, (P3) Perlakuan diberi jus larvaMyrmeleon sp dengan dosis 0,0039 ml; 76,4 mg/dL. Sedangkan data hasil penelitian setelah masa pemulihan didapatkan jumlah rata-rata kadar gula dalam darah mencit (P0) kontrol ; 108,4 mg/dl, Kelompok perlakuan 1 (P1) ; 99,8 mg/dL, kelompok perlakuan 2 (P2) ; 101,2 mg/dL, kelompok perlakuan 3 (P3) ; 118,2 mg/dL. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian jus larvaMyrmeleon sp pada Musmusculus menunjukkan pengaruh yang nyata pada kadar gula dalam darah Musmusculus dan setelah masa pemulihan kadar gula darah Musmusculus kembali normal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus larvaMyrmeleon sp terhadap penurunan kadar Glukosa dalam darah Mus musculus Swiss Webster jantan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu faktor. Dari hasil penelitian diketahui jumlah rata-rata kadar gula dalam darah mencit yang diberi jus larvaMyrmeleon sp : (P0) kontrol ; 98,6, (P1) Perlakuan diberi jus larvaMyrmeleon spdengan dosis 0,0013 ml ; 80,4 mg/dL, (P2) Perlakuan diberi jus larvaMyrmeleon sp dengan dosis 0,0026 ml ; 77,8 mg/dL, (P3) Perlakuan diberi jus larvaMyrmeleon sp dengan dosis 0,0039 ml; 76,4 mg/dL. Sedangkan data hasil penelitian setelah masa pemulihan didapatkan jumlah rata-rata kadar gula dalam darah mencit (P0) kontrol ; 108,4 mg/dl, Kelompok perlakuan 1 (P1) ; 99,8 mg/dL, kelompok perlakuan 2 (P2) ; 101,2 mg/dL, kelompok perlakuan 3 (P3) ; 118,2 mg/dL. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian jus larvaMyrmeleon sp pada Musmusculus menunjukkan pengaruh yang nyata pada kadar gula dalam darah Musmusculus dan setelah masa pemulihan kadar gula darah Musmusculus kembali normal
Perkembangan Budaya pada Masyarakat Adat di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan
Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai perkembangan budaya pada masyarakat di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Perkembangan budaya tersebut ditunjukkan dari surat wasiat yang terdapat pada benda pusaka berupa: Kujur Semambu, Keris Penjege Dosun, Pedang Pucuk Rumbai, dan Tongkat Pangeran Kota Donok suku Bermani Rejang yang ditemukan di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan serta sebagian kecil dari Bengkulu. Secara umum adat istiadat yang ditemukan dari keterangan hasil identifikasi dari beberapa benda pusaka tersebut berupa adat istiadat tentang kriteria seorang pemimpin yang bijaksana dan adil.Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai perkembangan budaya pada masyarakat di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Perkembangan budaya tersebut ditunjukkan dari surat wasiat yang terdapat pada benda pusaka berupa: Kujur Semambu, Keris Penjege Dosun, Pedang Pucuk Rumbai, dan Tongkat Pangeran Kota Donok suku Bermani Rejang yang ditemukan di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan serta sebagian kecil dari Bengkulu. Secara umum adat istiadat yang ditemukan dari keterangan hasil identifikasi dari beberapa benda pusaka tersebut berupa adat istiadat tentang kriteria seorang pemimpin yang bijaksana dan adil
Pengaruh Pengajaran Sejarah Nasional Indonesia terhadap Sikap Patriotisme Siswa Kelas XI SMA PGRI 1 Lubuklinggau
Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh pengajaran Sejarah Nasional Indonesia terhadap sikap patriotismsiswa kelas XI SMA PGRI 1 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2009/2010.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA PGRI 1 Lubuklinggau yang berjumlah 40 orang siswa.Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan wawancara.Sedangkan analisis datanya menggunakan rumus product moment.Hasil orientasi sementara menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah belum kondusif untuk memberikan pengaruh terhadap sikap patriotisme siswa.Lemahnya kesadaran sejarah di kalangan siswa SMU tersebut, tentu saja disebabkan oleh berbagai faktor yang menyangkut; substansi, pendekatan, maupun strategi pembelajaran yang kurang menunjang. Dari hasil penghitungan menggunakan product moment menunjukkan bahwa t hitung 0,136 < t tabel 0,316. Dengan demikian, tidak ada pengaruh pengajaran sejarah nasional terhadap sikap patriotisme di SMA PGRI 1 Lubuklinggau.Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh pengajaran Sejarah Nasional Indonesia terhadap sikap patriotismsiswa kelas XI SMA PGRI 1 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2009/2010.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA PGRI 1 Lubuklinggau yang berjumlah 40 orang siswa.Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan wawancara.Sedangkan analisis datanya menggunakan rumus product moment.Hasil orientasi sementara menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah belum kondusif untuk memberikan pengaruh terhadap sikap patriotisme siswa.Lemahnya kesadaran sejarah di kalangan siswa SMU tersebut, tentu saja disebabkan oleh berbagai faktor yang menyangkut; substansi, pendekatan, maupun strategi pembelajaran yang kurang menunjang. Dari hasil penghitungan menggunakan product moment menunjukkan bahwa t hitung 0,136 < t tabel 0,316. Dengan demikian, tidak ada pengaruh pengajaran sejarah nasional terhadap sikap patriotisme di SMA PGRI 1 Lubuklinggau
Pengaruh Model Missouri Mathematics Project terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMAN 1 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2012/2013
Desain Eksperimental dalam Penelitian Pendidikan
Penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan mendeskripsikan pengaruh suatu perlakuan atau treatment sebagai variabel bebas terhadap hasil perlakuan sebagai variabel terikat. Oleh karena itu, subjek (kelompok yang dikenai dan atau yang tidak dikenai eksperimen) harus dibuat homogen, sehingga dapat dipastikan apapun yang terjadi setelah subjek atau kelompok yang diberi perlakuan eksperiman adalah diakibatkan oleh perlakuan eksperimen yang diberikan. Penelitian eksperimen memiliki tiga ciri pokok, yaitu: (1) adanya pengendalian, (2) adanya manipulasi, dan (3) adanya pengamatan. Untuk mewujudkan subjek atau kelompok dalam eksperimen agar homogen, ada beberapa metode pengendalian (control) yang dapat digunakan, yakni dengan cara: (1) penempatan secara acak, (2) pemadanan teracak, (3) pemilihan yang homogeny, (4) analisis kovariansi, dan (5) penggunaan subjek sebagai pengendalian mereka sendiri. Namun, kenyataannya untuk mewujudkan kelompok atau subjek yang benar-benar homogen itu tidak mudah, bahkan kadang kala sulit dicapai. Oleh karena itu, dalam penelitian bidang pendidikan, desain eksperimental dapat dibedakan menjadi: (1) Pre Experimental Design atau desain eksperimen yang belum baik sering disebut dengan istilah quasi experimental (eksperimen pura-pura); dan (2) True Experimental Design atau eksperimen yang dianggap sudah baik. Pre Experimental Design meliputi desain; one shot case study, pre test and post test, dan desain static group comparison. Sedangkan True Experimental Design meliputi: control group pre test–post test, random terhadap subjek, matched group design (pasangan terhadap subjek), random pre test–post test desain, bentuk tiga kelompok eksperimen dan kontrol, bentuk empat kelompok dengan tiga kelompok kontrol, dan desain waktu. Pemilihan atau penentuan suatu jenis desain yang akan digunakan, didasarkan terhadap pertimbangan beberapa faktor, yaitu: tujuan eksperimen, jenis (tipe) variabel yang akan dimanipulasi, dan faktor atau kondisi-kondisi yang membatasi pembahasan suatu eksperimen.Penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan mendeskripsikan pengaruh suatu perlakuan atau treatment sebagai variabel bebas terhadap hasil perlakuan sebagai variabel terikat. Oleh karena itu, subjek (kelompok yang dikenai dan atau yang tidak dikenai eksperimen) harus dibuat homogen, sehingga dapat dipastikan apapun yang terjadi setelah subjek atau kelompok yang diberi perlakuan eksperiman adalah diakibatkan oleh perlakuan eksperimen yang diberikan. Penelitian eksperimen memiliki tiga ciri pokok, yaitu: (1) adanya pengendalian, (2) adanya manipulasi, dan (3) adanya pengamatan. Untuk mewujudkan subjek atau kelompok dalam eksperimen agar homogen, ada beberapa metode pengendalian (control) yang dapat digunakan, yakni dengan cara: (1) penempatan secara acak, (2) pemadanan teracak, (3) pemilihan yang homogeny, (4) analisis kovariansi, dan (5) penggunaan subjek sebagai pengendalian mereka sendiri. Namun, kenyataannya untuk mewujudkan kelompok atau subjek yang benar-benar homogen itu tidak mudah, bahkan kadang kala sulit dicapai. Oleh karena itu, dalam penelitian bidang pendidikan, desain eksperimental dapat dibedakan menjadi: (1) Pre Experimental Design atau desain eksperimen yang belum baik sering disebut dengan istilah quasi experimental (eksperimen pura-pura); dan (2) True Experimental Design atau eksperimen yang dianggap sudah baik. Pre Experimental Design meliputi desain; one shot case study, pre test and post test, dan desain static group comparison. Sedangkan True Experimental Design meliputi: control group pre test–post test, random terhadap subjek, matched group design (pasangan terhadap subjek), random pre test–post test desain, bentuk tiga kelompok eksperimen dan kontrol, bentuk empat kelompok dengan tiga kelompok kontrol, dan desain waktu. Pemilihan atau penentuan suatu jenis desain yang akan digunakan, didasarkan terhadap pertimbangan beberapa faktor, yaitu: tujuan eksperimen, jenis (tipe) variabel yang akan dimanipulasi, dan faktor atau kondisi-kondisi yang membatasi pembahasan suatu eksperimen
Perbandingan Penerapan Strategi Critical Incident dengan Strategi Mind Mapping dalam Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri L Sidoharjo
This thesis titled "Comparison The Application Of Strategy Critical Incident With Strategy Mind Mapping in Learning Writing Poetry Students' Classroom VIII SMP Negeri L. Sidoharjo” Research problem, "is there any significant difference between the application of strategies critical incident with the strategy mind mapping in learning to write poetry graders VIII SMP Negeri L. Sidoharjo? Destination the research, "for know the difference who significant between the application of strategy Critical Incident with strategy Mind Mapping in learning writing poetry students' classroom VIII SMP Negeri L. Sidoharjo Types of experiment research pure. Population the research entire students classroom VIII SMP Negeri L. Sidoharjo totaled 174 students. Two class as samples selected "were randomly flocking" namely, the class VIII.2 as experimental I class with implementing the strategy critical incident and class VIII.3 as experimental II class with applying strategy mind mapping. Number of each class of samples 34 students. Data collection techniques tests. The acquisition value of the average pretest experimental I class 66.7 and experimental II class 66.9, whereas postes experimental I class 80.2 and experimental II class is 78.4. Acquisition data is were analyzed with test-t at significant level 0,05 = 2,00. Based on the calculation known to t (1,21) < t (2,00) Ho is accepted, then the not the existence of differences who significant in learning writing poetry students' classroom. VIII SMP Negeri L. Sidoharjo. with applying strategy of Critical Incident and strategies Mind Mapping.This thesis titled "Comparison The Application Of Strategy Critical Incident With Strategy Mind Mapping in Learning Writing Poetry Students' Classroom VIII SMP Negeri L. Sidoharjo” Research problem, "is there any significant difference between the application of strategies critical incident with the strategy mind mapping in learning to write poetry graders VIII SMP Negeri L. Sidoharjo? Destination the research, "for know the difference who significant between the application of strategy Critical Incident with strategy Mind Mapping in learning writing poetry students' classroom VIII SMP Negeri L. Sidoharjo Types of experiment research pure. Population the research entire students classroom VIII SMP Negeri L. Sidoharjo totaled 174 students. Two class as samples selected "were randomly flocking" namely, the class VIII.2 as experimental I class with implementing the strategy critical incident and class VIII.3 as experimental II class with applying strategy mind mapping. Number of each class of samples 34 students. Data collection techniques tests. The acquisition value of the average pretest experimental I class 66.7 and experimental II class 66.9, whereas postes experimental I class 80.2 and experimental II class is 78.4. Acquisition data is were analyzed with test-t at significant level 0,05 = 2,00. Based on the calculation known to t (1,21) < t (2,00) Ho is accepted, then the not the existence of differences who significant in learning writing poetry students' classroom. VIII SMP Negeri L. Sidoharjo. with applying strategy of Critical Incident and strategies Mind Mapping
Penambahan Ekstrak Kulit Nanas terhadap Lama Simpan Tempe Kedelai Lokal dan Tingkat Kesukaan Mahasiswa Biologi STKIP PGRI Lubuklinggau
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak kulit nanas terhadap lama simpan tempe kedelai local dan mengukur tingkat kesukaan mahasiswa Biologi STKIP PGRI Lubuklinggau terhadap tempe kedelai lokal yang telah diberi penambahan ekstrak kulit nanas. Metode penelitian ini dilakukan dengan eksperimen RAL dengan 5 perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Kualitas tempe terdiri dari: lama simpan tempe yang paling bagus adalah pada penambahan ekstrak 20% dengan lama simpan tempe pada hari ke-6, dan kesukaan mahasiswa biologi STKIP PGRI Lubuklinggau terhadap rasa tempe kedelai lokal dengan nilai tertinggi ada pada penambahan ekstrak 15%, serta aroma tempe kedelai lokal dengan nilai tertinggi ada pada penambahan ekstrak 5%.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak kulit nanas terhadap lama simpan tempe kedelai local dan mengukur tingkat kesukaan mahasiswa Biologi STKIP PGRI Lubuklinggau terhadap tempe kedelai lokal yang telah diberi penambahan ekstrak kulit nanas. Metode penelitian ini dilakukan dengan eksperimen RAL dengan 5 perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Kualitas tempe terdiri dari: lama simpan tempe yang paling bagus adalah pada penambahan ekstrak 20% dengan lama simpan tempe pada hari ke-6, dan kesukaan mahasiswa biologi STKIP PGRI Lubuklinggau terhadap rasa tempe kedelai lokal dengan nilai tertinggi ada pada penambahan ekstrak 15%, serta aroma tempe kedelai lokal dengan nilai tertinggi ada pada penambahan ekstrak 5%
Perbandingan Hasil Belajar Fisika antara Model Pembelajaran Snowball Throwing dengan Model Pembelajaran Group Investigation Siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 3 Lubuklinggau
Pengaruh Pemberian Jus Myrmeleon sp terhadap Kadar Trigliserida Mus Musculus Swiss Webster Jantan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus larva undur-undur (Myrmeleon sp) terhadap kadar trigliserida dalam darah mencit (Mus musculus) Swiss Webster jantan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap. Pengukuran kadar trigliserida darah dilakukan sebanyak dua kali sesudah perlakuan dan setelah masa pemulihan. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu faktor. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah rata-rata kadar trigliserida dalam darah mencit yang diberi Jus larva Myrmeleon sp : (P0) kontrol: 113,80 mg/dL, (P1) 89,40 mg/dL, (P2): 72,80 mg/dL, (P3): 60,00 mg/dL. Data hasil penelitian setelah masa pemulihan didapatkan jumlah rata-rata kadar trigliserida dalam darah mencit (P0) kontrol ; 107,00 mg/dL, kelompok perlakuan 1 (P1) ; 96,40 mg/dL, kelompok perlakuan 2 (P2) ; 85,80 mg/dL, kelompok perlakuan 3 (P3) ; 83,40 mg/dL. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Jus larva Myrmeleon sp kepada mencit menunjukkan pengaruh yang nyata menurunkan kadar trigliserida dalam darah mencit dan setelah masa pemulihankadar trigliserida darah mencit tidak kembali normal tetapi menunjukkan kenaikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus larva undur-undur (Myrmeleon sp) terhadap kadar trigliserida dalam darah mencit (Mus musculus) Swiss Webster jantan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap. Pengukuran kadar trigliserida darah dilakukan sebanyak dua kali sesudah perlakuan dan setelah masa pemulihan. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu faktor. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah rata-rata kadar trigliserida dalam darah mencit yang diberi Jus larva Myrmeleon sp : (P0) kontrol: 113,80 mg/dL, (P1) 89,40 mg/dL, (P2): 72,80 mg/dL, (P3): 60,00 mg/dL. Data hasil penelitian setelah masa pemulihan didapatkan jumlah rata-rata kadar trigliserida dalam darah mencit (P0) kontrol ; 107,00 mg/dL, kelompok perlakuan 1 (P1) ; 96,40 mg/dL, kelompok perlakuan 2 (P2) ; 85,80 mg/dL, kelompok perlakuan 3 (P3) ; 83,40 mg/dL. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Jus larva Myrmeleon sp kepada mencit menunjukkan pengaruh yang nyata menurunkan kadar trigliserida dalam darah mencit dan setelah masa pemulihankadar trigliserida darah mencit tidak kembali normal tetapi menunjukkan kenaikan