e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
PENGARUH JENIS BAHAN DANPENGGORENGAN BERULANG TERHADAP PERUBAHAN KUALITASMINYAK
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk 1) menentukan kualitas minyak goreng sebelum di pakai hingga enam kalipemakaian dengan bahan yang digoreng ikan yang telah diasinkan dan tahu 2) Minyak goreng digunakan untuk menggoreng kedua jenis bahan ikan asin dan tahu hingga enam kali penggorengan. Untuk menentukan kualitas minyak digunakan parameter viskositas, massa jenis, indeks bias, dan asam lemak bebas. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa semakin lama jumlah penggorengan mengakibatkan kualitas minyak menurun dan tidak sesuai dengan standar SII-0003-92 syarat mutu minyak goreng. Hal ini terlihat dari angka tiap parameter yang diukur yakni viskositas, massa jenis, asam lemak bebas dan indeks bias.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk 1) menentukan kualitas minyak goreng sebelum di pakai hingga enam kalipemakaian dengan bahan yang digoreng ikan yang telah diasinkan dan tahu 2) Minyak goreng digunakan untuk menggoreng kedua jenis bahan ikan asin dan tahu hingga enam kali penggorengan. Untuk menentukan kualitas minyak digunakan parameter viskositas, massa jenis, indeks bias, dan asam lemak bebas. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa semakin lama jumlah penggorengan mengakibatkan kualitas minyak menurun dan tidak sesuai dengan standar SII-0003-92 syarat mutu minyak goreng. Hal ini terlihat dari angka tiap parameter yang diukur yakni viskositas, massa jenis, asam lemak bebas dan indeks bias
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI SISTEM SARAF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS XI SMAN 4 LUBUKLINGGAU
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui manfaat multimedia pada materi sistem saraf dan mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa setelah menggunakan multimedia interaktif. Penelitian ini menggunakan 2 siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan pembelajaran dengan menggunakan multimedia interakti, keaktifan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 85,70% pada siklus II, siswa yang mencapai KKM dari 72,32% pada siklus I menjadi 79,29% pada siklus II. Berdasarkan analisa data tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan multimedia interaktif pada materi sistem saraf kualitas pembelajaran pada mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau meningkat. Adapun besar peningkatan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau pada pembelajaran biologi tentang materi sistem saraf menggunakan multimedia interaktif sebesar 16,45%.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui manfaat multimedia pada materi sistem saraf dan mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa setelah menggunakan multimedia interaktif. Penelitian ini menggunakan 2 siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan pembelajaran dengan menggunakan multimedia interakti, keaktifan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 85,70% pada siklus II, siswa yang mencapai KKM dari 72,32% pada siklus I menjadi 79,29% pada siklus II. Berdasarkan analisa data tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan multimedia interaktif pada materi sistem saraf kualitas pembelajaran pada mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau meningkat. Adapun besar peningkatan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau pada pembelajaran biologi tentang materi sistem saraf menggunakan multimedia interaktif sebesar 16,45%
PENGEMBANGAN MATERI GARIS SINGGUNG LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFC
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar materi garis singgung lingkaran dengan pendekatan scietific berupa Lembar Aktifitas Siswa (LAS) yang valid, praktis dan mempunyai efek potensial serta menjelaskan proses pengembanganya. Tahap penelitian meliput, tahap preliminary dan prototyng dengan alur formatif evaluation. Sebanyak 39 siswa SMPN 9 Palembang yang terlibat dalam tahap prototyping. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, walk through, lembar observasi, dan hasil tes. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar materi garis singgung lingkaran dengan pendekatan scientific berupa LAS yang valid, praktis, dan mempunyai efek potensial. Kevalidan bahan ajar ditinjau dari hasil validasi pakar pada tahap expert review dan uji prototipe pada tahap small group, sedangkan kepraktisan bahan ajar diperoleh dari revisi hasil uji one-to-one dan small group. Efek potensial dari bahan ajar ini diketahui dari hasil field test dan hasil tes avaluasi akhir siswa.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar materi garis singgung lingkaran dengan pendekatan scietific berupa Lembar Aktifitas Siswa (LAS) yang valid, praktis dan mempunyai efek potensial serta menjelaskan proses pengembanganya. Tahap penelitian meliput, tahap preliminary dan prototyng dengan alur formatif evaluation. Sebanyak 39 siswa SMPN 9 Palembang yang terlibat dalam tahap prototyping. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, walk through, lembar observasi, dan hasil tes. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar materi garis singgung lingkaran dengan pendekatan scientific berupa LAS yang valid, praktis, dan mempunyai efek potensial. Kevalidan bahan ajar ditinjau dari hasil validasi pakar pada tahap expert review dan uji prototipe pada tahap small group, sedangkan kepraktisan bahan ajar diperoleh dari revisi hasil uji one-to-one dan small group. Efek potensial dari bahan ajar ini diketahui dari hasil field test dan hasil tes avaluasi akhir siswa
PENAMBAHAN AIR KELAPA DALAM PROSES PEMBUATAN TEMPE PADA MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL SMA KELAS X SEBAGAI KETERAMPILAN
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penambahan air kelapa dalam proses pembuatan tempe pada matapelajaran muatan lokal SMA kelas X sebagai Keterampilan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 4 Lubuklinggau. Pengumpulan data dengan lembar observasi, kemudian data dianalisis menggunakan deskriptif persentase (Kualitatif). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterampilan afektif siswa pada pertemuan pertama dan ketiga mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu pada pertemuan pertama yang mendapatkan kriteria dengan jumlah siswa terbanyak adalah pada kriteria nilai sangat tinggi berjumlah 14 orang atau 45,16% dari seluruh jumlah siswa. Pertemuan ke tiga yang mendapatkan kriteria dengan jumlah siswa terbanyak adalah pada kriteria sangat tinggi dengan jumlah siswa 16 orang atau 51,61% dari jumlah seluruh siswa, sedangkan keterampilan psikomotorik siswa yang mendapatkan kriteria dengan jumlah siswa terbanyak adalah pada kriteria nilai sangat tinggi, dengan jumlah siswa 25 orang atau 84,64% dari jumlah seluruh siswa.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penambahan air kelapa dalam proses pembuatan tempe pada matapelajaran muatan lokal SMA kelas X sebagai Keterampilan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 4 Lubuklinggau. Pengumpulan data dengan lembar observasi, kemudian data dianalisis menggunakan deskriptif persentase (Kualitatif). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterampilan afektif siswa pada pertemuan pertama dan ketiga mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu pada pertemuan pertama yang mendapatkan kriteria dengan jumlah siswa terbanyak adalah pada kriteria nilai sangat tinggi berjumlah 14 orang atau 45,16% dari seluruh jumlah siswa. Pertemuan ke tiga yang mendapatkan kriteria dengan jumlah siswa terbanyak adalah pada kriteria sangat tinggi dengan jumlah siswa 16 orang atau 51,61% dari jumlah seluruh siswa, sedangkan keterampilan psikomotorik siswa yang mendapatkan kriteria dengan jumlah siswa terbanyak adalah pada kriteria nilai sangat tinggi, dengan jumlah siswa 25 orang atau 84,64% dari jumlah seluruh siswa
KERAGAMAN DAN KERAPATAN TUMBUHAN LIANA YANG TERDAPAT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI RANDI YANG MENGALIRI DESA TANJUNG AGUNG KECAMATAN KARANG JAYA KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman dan kerapatan tumbuhan Liana di daerah aliran sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive Sampling pengambilan data menggunakan plot sistematik sebanyak 30 plot. Dari areal penelitian 3000 m ditemukan 20 spesies tumbuhan liana yang termasuk dalam 11 famili. Berdasarkan indeks Keragaman jenis (H’) didapatkan nilai 1,257. Berdasarkan kriteria Keragaman termasuk kategori sedang yakni (1,0 -1,5). Kepadatan Tumbuhan Liana ditemukan jumlah individu tertinggi adalah Tetracera scandens dengan jumlah kepadatan 46,67 batang/hektar, sedangkan yang memiliki jumlah kepadatan terendah adalah Calamus laevigatus dengan jumlah kepadatan 13,33 batang/hektar. hasil pengukuran faktor ekologi yang terdapat pada Daerah Aliran Sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Krang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara memiliki suhu udara yang berkisar antara 25 – 31 50 C, kelembaban udara berkisar antara 78-98 %, pH tanah berkisar antara 6,2 – 7,0 dan kelembaban tanah berkisar 0, 35 %.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman dan kerapatan tumbuhan Liana di daerah aliran sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive Sampling pengambilan data menggunakan plot sistematik sebanyak 30 plot. Dari areal penelitian 3000 m ditemukan 20 spesies tumbuhan liana yang termasuk dalam 11 famili. Berdasarkan indeks Keragaman jenis (H’) didapatkan nilai 1,257. Berdasarkan kriteria Keragaman termasuk kategori sedang yakni (1,0 -1,5). Kepadatan Tumbuhan Liana ditemukan jumlah individu tertinggi adalah Tetracera scandens dengan jumlah kepadatan 46,67 batang/hektar, sedangkan yang memiliki jumlah kepadatan terendah adalah Calamus laevigatus dengan jumlah kepadatan 13,33 batang/hektar. hasil pengukuran faktor ekologi yang terdapat pada Daerah Aliran Sungai Randi Desa Tanjung Agung Kecamatan Krang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara memiliki suhu udara yang berkisar antara 25 – 31 50 C, kelembaban udara berkisar antara 78-98 %, pH tanah berkisar antara 6,2 – 7,0 dan kelembaban tanah berkisar 0, 35 %
KUALITAS BATU BATA CAMPURAN KOTORAN SAPI DAN SERBUK KAYU
Penelitian pembuatan batu bata dan pengujian kualitas batu bata ini dilaksanakan pada bulan Maret s.d.Agustus2015 berlokasi di pabrik batu bata Mesat Seni Lubuklinggau. Uji kualitas dilakukan di Laboratorium Fisika dan Balai Pengujian Konstruksi dan Bangunan Provinsi Bengkulu. Sampel penelitian tanah lempung dengan komposisi campuran kotoran kotoran sapi dan serbuk kayu 0%, 3%, dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Semakin besar persentase komposisi kotoran sapi dan serbuk kayu terhadap uji kuat tekan batu bata menurut SII-02178 dan PUBI 1982 yakni kategori kelas 25 dan baik untuk kontruksi bangunan dan lebih ringan. Sehingga batubata ini sangat cocok digunakan sebagai konstruksi bangunan. (2) Penambahan komposisi kotoran sapi dan serbuk kayu terhadap uji daya serap air rata-rata batu bata melebihi 17 persen sehingga tidak memenuhi standar mutu kualitas batu bata bata menurut Civil Engeneering Materials, 2001 yakni ASTM C 67-03. (3) Ketiga ukuran batu bata tersebut termasuk kategori bata M-6 sesuai SK SNI S–04–1989–F dengan ukuran (23x11x55)cm sehingga terjadi penyimpangan ukuran standar 2 mm tebal, 3 mm lebar dan 5 mm panjang, sehingga ketiga batu bata tersebut memiliki penyimpangan masih dalam batas toleransi dan layak untuk konstruksi bangunan. (4) Penambahan komposisi kotoran sapi dan serbuk kayu terhadap uji kadar garamkurang dari 50 persen. Berdasarkan uji kadar garam menurut Yayasan Dana Normalisasi Indonesia NI–10, 1978maka seluruh batu bata campuran kotoran sapi dan serbuk kayu ataupun tanpa campuran sama sekali tidak membahayakan, karena kadar garamnya kurang dari 50% menutupi permukaan bata seperti lapisan tipis berwarna putih akibat pengkristalan garam-garam yang mudah larut.Penelitian pembuatan batu bata dan pengujian kualitas batu bata ini dilaksanakan pada bulan Maret s.d.Agustus2015 berlokasi di pabrik batu bata Mesat Seni Lubuklinggau. Uji kualitas dilakukan di Laboratorium Fisika dan Balai Pengujian Konstruksi dan Bangunan Provinsi Bengkulu. Sampel penelitian tanah lempung dengan komposisi campuran kotoran kotoran sapi dan serbuk kayu 0%, 3%, dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Semakin besar persentase komposisi kotoran sapi dan serbuk kayu terhadap uji kuat tekan batu bata menurut SII-02178 dan PUBI 1982 yakni kategori kelas 25 dan baik untuk kontruksi bangunan dan lebih ringan. Sehingga batubata ini sangat cocok digunakan sebagai konstruksi bangunan. (2) Penambahan komposisi kotoran sapi dan serbuk kayu terhadap uji daya serap air rata-rata batu bata melebihi 17 persen sehingga tidak memenuhi standar mutu kualitas batu bata bata menurut Civil Engeneering Materials, 2001 yakni ASTM C 67-03. (3) Ketiga ukuran batu bata tersebut termasuk kategori bata M-6 sesuai SK SNI S–04–1989–F dengan ukuran (23x11x55)cm sehingga terjadi penyimpangan ukuran standar 2 mm tebal, 3 mm lebar dan 5 mm panjang, sehingga ketiga batu bata tersebut memiliki penyimpangan masih dalam batas toleransi dan layak untuk konstruksi bangunan. (4) Penambahan komposisi kotoran sapi dan serbuk kayu terhadap uji kadar garamkurang dari 50 persen. Berdasarkan uji kadar garam menurut Yayasan Dana Normalisasi Indonesia NI–10, 1978maka seluruh batu bata campuran kotoran sapi dan serbuk kayu ataupun tanpa campuran sama sekali tidak membahayakan, karena kadar garamnya kurang dari 50% menutupi permukaan bata seperti lapisan tipis berwarna putih akibat pengkristalan garam-garam yang mudah larut
PENENTUAN POLA-POLA INTERFERENSI MENGGUNAKAN KISI DIFRAKSI DENGAN MEDIUM UDARA, AIR DAN ASAM CUKA
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola-pola interferensi yang terbentuk, mencari jarak garis gelap terang yang terbentuk dan mengetahui pengaruh penggunaan medium yang berbeda-beda terhadap interferensi. Peneliti menggunakan perangkat percobaan kisi dengan harga tetap L (Jarak antara kisi dengan sumber sinar) 20 cm dan d (harga tetapan kisi) sebesar 100 garis/mm dan 300 garis/mm. Medium yang digunakan adalah medium udara, air dan asam cuka. Berdasarkan data yang diperoleh pada saat d = 100 garis/mm dan L = 20 cm panjang gelombang pada medium udara sebesar 550 nm, medium air 650 nm dan medium asam cuka 700 nm. Pada d = 300 garis/mm dan L = 20 cm panjang gelombang pada medium udara saat orde satu 627 nm dan orde dua 635 nm, pada medium air panjang gelombang saat orde satu 693 nm dan orde dua 644 nm, serta pada asam cuka panjang gelombang saat orde pertama sebesar 709,5 nm saat orde kedua 668,25 nm. Hasil penelitian menunjukkan Pola-pola interferensi yang terbentuk relatif sama tetapi jarak titik gelap terang berbedabeda, jarak garis gelap terang yang terbentuk berbeda-beda semakin besar medium yang digunakan maka semakin jauh jarak garis gelap terang yang terbentuk. Jadi, jarak garis gelap terang dari medium udara, air dan asam cuka cenderung mengalami kenaikan dan ada pengaruh medium terhadap panjang gelombang, semakin besar medium yang digunakan maka semakin besar pula panjang gelombang yang dihasilkan dan semakin jauh titik gelap terang yang terbentuk.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola-pola interferensi yang terbentuk, mencari jarak garis gelap terang yang terbentuk dan mengetahui pengaruh penggunaan medium yang berbeda-beda terhadap interferensi. Peneliti menggunakan perangkat percobaan kisi dengan harga tetap L (Jarak antara kisi dengan sumber sinar) 20 cm dan d (harga tetapan kisi) sebesar 100 garis/mm dan 300 garis/mm. Medium yang digunakan adalah medium udara, air dan asam cuka. Berdasarkan data yang diperoleh pada saat d = 100 garis/mm dan L = 20 cm panjang gelombang pada medium udara sebesar 550 nm, medium air 650 nm dan medium asam cuka 700 nm. Pada d = 300 garis/mm dan L = 20 cm panjang gelombang pada medium udara saat orde satu 627 nm dan orde dua 635 nm, pada medium air panjang gelombang saat orde satu 693 nm dan orde dua 644 nm, serta pada asam cuka panjang gelombang saat orde pertama sebesar 709,5 nm saat orde kedua 668,25 nm. Hasil penelitian menunjukkan Pola-pola interferensi yang terbentuk relatif sama tetapi jarak titik gelap terang berbedabeda, jarak garis gelap terang yang terbentuk berbeda-beda semakin besar medium yang digunakan maka semakin jauh jarak garis gelap terang yang terbentuk. Jadi, jarak garis gelap terang dari medium udara, air dan asam cuka cenderung mengalami kenaikan dan ada pengaruh medium terhadap panjang gelombang, semakin besar medium yang digunakan maka semakin besar pula panjang gelombang yang dihasilkan dan semakin jauh titik gelap terang yang terbentuk
ASPEK AFEKTIF PADA MATA KULIAH KALKULUS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek afektif yakni: 1) sikap mahasiswa, 2) minat mahasiswa, 3) motivasi belajar mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP-PGRI Lubuklinggau Tahun Ajaran 2014/2015 terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. Metode penelitian menggunakan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Kalkulus I di Semester Gasal TA. 2014/2015 yang terdiri dari 3 kelas. Diambil dua kelas sebagai sampel pada penelitian adalah kelas IA terdiri dari 25 mahasiswa dan kelas IB terdiri dari 24 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non-tes berupa angket sikap, minat, dan motivasi belajar. Hasil analisis deskriptif statistik menunjukkan: 1) Mahasiswa kelas 1A memiliki sikap rata-rata sangat baik dari pada mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. 2) Mahasiswa kelas 1A memiliki minat rata-rata sangat tinggi dari pada mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. 3) Mahasiswa kelas 1A memiliki motivasi belajar rata-rata sangat tinggi dari pada mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. Mahasiswa kelas 1A lebih baik dari rata-rata sikap mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. Untuk uji keefektifan tidak dapat dilanjutkan karena hasil uji asumsi awal menunjukkan bahwa data berdistribusi normal namun tidak homogen.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek afektif yakni: 1) sikap mahasiswa, 2) minat mahasiswa, 3) motivasi belajar mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP-PGRI Lubuklinggau Tahun Ajaran 2014/2015 terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. Metode penelitian menggunakan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Kalkulus I di Semester Gasal TA. 2014/2015 yang terdiri dari 3 kelas. Diambil dua kelas sebagai sampel pada penelitian adalah kelas IA terdiri dari 25 mahasiswa dan kelas IB terdiri dari 24 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non-tes berupa angket sikap, minat, dan motivasi belajar. Hasil analisis deskriptif statistik menunjukkan: 1) Mahasiswa kelas 1A memiliki sikap rata-rata sangat baik dari pada mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. 2) Mahasiswa kelas 1A memiliki minat rata-rata sangat tinggi dari pada mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. 3) Mahasiswa kelas 1A memiliki motivasi belajar rata-rata sangat tinggi dari pada mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. Mahasiswa kelas 1A lebih baik dari rata-rata sikap mahasiswa kelas 1B terhadap hasil belajar mata kuliah Kalkulus. Untuk uji keefektifan tidak dapat dilanjutkan karena hasil uji asumsi awal menunjukkan bahwa data berdistribusi normal namun tidak homogen
PENERAPAN MODEL PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION (POE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 8 LUBUKLINGGAU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peningkatkan hasil belajar Fisika siswa kelas X1 SMA Negeri 8 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan model pembelajaran POE. Penelitian ini termasuk ke dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini sebanyak 27 orang yang merupakan siswa kelas X1 SMA Negeri 8 Lubuklinggau tahun peajaran 2012/2013. Penelitian ini berlangsung dalam tiga siklus pembelajaran. Siklus pertama berlangsung dengan materi kalor dan perubahan suhu dan kegiatan siswa adalah praktikum. Siklus kedua dengan materi kalor dan perubahan wujud dan Siklus ketiga dengan materi perpindahan kalor. Pembelajaran dititik beratkan kepada hasil belajar fisika siswa pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil analisis pada siklus I diperoleh hasil nilai kognitif 61,1 atau 62,96% afektif 77,31 dan psikomotorik74,74, kemudian pada siklus II diperoleh hasil pada ranah kongitif 68,2 atau 70,32% afektif 78,82 dan psikomotorik 81,21 sedangkan untuk siklus III diperoleh hasil nilai kognitif 71,8 atau 96,47% afektif 81,85 dan psikomotorik 89,55. Berdasarkan hasil analisa tersebut dan hasil pengamatan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, maka model pembelajaran POE dapat meningkatkan hasil belajar Fisika siswa X1 SMA Negeri 8 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2012/2013.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peningkatkan hasil belajar Fisika siswa kelas X1 SMA Negeri 8 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan model pembelajaran POE. Penelitian ini termasuk ke dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini sebanyak 27 orang yang merupakan siswa kelas X1 SMA Negeri 8 Lubuklinggau tahun peajaran 2012/2013. Penelitian ini berlangsung dalam tiga siklus pembelajaran. Siklus pertama berlangsung dengan materi kalor dan perubahan suhu dan kegiatan siswa adalah praktikum. Siklus kedua dengan materi kalor dan perubahan wujud dan Siklus ketiga dengan materi perpindahan kalor. Pembelajaran dititik beratkan kepada hasil belajar fisika siswa pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil analisis pada siklus I diperoleh hasil nilai kognitif 61,1 atau 62,96% afektif 77,31 dan psikomotorik74,74, kemudian pada siklus II diperoleh hasil pada ranah kongitif 68,2 atau 70,32% afektif 78,82 dan psikomotorik 81,21 sedangkan untuk siklus III diperoleh hasil nilai kognitif 71,8 atau 96,47% afektif 81,85 dan psikomotorik 89,55. Berdasarkan hasil analisa tersebut dan hasil pengamatan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, maka model pembelajaran POE dapat meningkatkan hasil belajar Fisika siswa X1 SMA Negeri 8 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2012/2013
MINAT SISWA TERHADAP PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan minat siswa terhadap pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Lubuklinggau tahun pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis datanya menggunakan triangulasi melalaui 1) pengumpulan data, 2) reduksi data (data reduction), 3) penyajian data (data display), 4) verifikasi (conclusion drawing/verification), 5) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat yang cukup baik terhadap pelajaran Sejarah karena dari beberapa indikator minat seperti perhatian, kemauan, dan kebutuhan pada pelajaran Sejarah pada umumnya sudah cukup baik. Dari beberapa indikator minat yang diajukan pada umumnya siswa menyenangi pelajaran Sejarah. Faktor guru menjadi penentu dari berminatnya siswa dalam pembelajaran Sejarah, karena guru Sejarah di SMA Negeri 1 Lubuklinggau dalam melakukan pembelajaran sudah dapat menggunakan motede ataupun model pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar dan menimbulkan daya tarik siswa dalam belajar Sejarah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan minat siswa terhadap pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Lubuklinggau tahun pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis datanya menggunakan triangulasi melalaui 1) pengumpulan data, 2) reduksi data (data reduction), 3) penyajian data (data display), 4) verifikasi (conclusion drawing/verification), 5) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat yang cukup baik terhadap pelajaran Sejarah karena dari beberapa indikator minat seperti perhatian, kemauan, dan kebutuhan pada pelajaran Sejarah pada umumnya sudah cukup baik. Dari beberapa indikator minat yang diajukan pada umumnya siswa menyenangi pelajaran Sejarah. Faktor guru menjadi penentu dari berminatnya siswa dalam pembelajaran Sejarah, karena guru Sejarah di SMA Negeri 1 Lubuklinggau dalam melakukan pembelajaran sudah dapat menggunakan motede ataupun model pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar dan menimbulkan daya tarik siswa dalam belajar Sejarah