e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    EFEKTIVITAS MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP-PGRI LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model explicit instruction secara signifikan efektif meningkatkan kemampuan memahami konsep keterampilan dasar mengajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP-PGRI Lubuklinggau. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 199 mahasiswa dengan jumlah samplel 38 orang (30%) dari jumlah populasi. Sedangkan teknik analisis data dengan langkah-langkah, yaitu: menghitung simpangan baku, uji normalitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model explicit instruction efektif untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep keterampilan dasar mengajar. Hl ini dibuktikan dari hasil uji t0 = 5,27 yang dikonsultasikan dengan tabel tt pada taraf signifikan 5% harga yang diperoleh adalah 2,02, sedangkan pada taraf signifikan 1% diperoleh harga tt = 2,71. Dengan demikian hipotesis diterima karena t0 lebih besar daripada tt, baik pada taraf signifikan 5% maupun 1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model explicit instruction secara signifikan efektif meningkatkan kemampuan memahami konsep keterampilan dasar mengajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP-PGRI Lubuklinggau. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 199 mahasiswa dengan jumlah samplel 38 orang (30%) dari jumlah populasi. Sedangkan teknik analisis data dengan langkah-langkah, yaitu: menghitung simpangan baku, uji normalitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model explicit instruction efektif untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep keterampilan dasar mengajar. Hl ini dibuktikan dari hasil uji t0 = 5,27 yang dikonsultasikan dengan tabel tt pada taraf signifikan 5% harga yang diperoleh adalah 2,02, sedangkan pada taraf signifikan 1% diperoleh harga tt = 2,71. Dengan demikian hipotesis diterima karena t0 lebih besar daripada tt, baik pada taraf signifikan 5% maupun 1%

    PERKEMBANGAN MADRASAH ALIYAH AL-FATAH SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DISELENGGARAKAN PESANTREN SHUFFAH HIZBULLAH NATAR LAMPUNG SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Madrasah Aliyah Al-Fatah sebagai lembaga pendidikan yang diselenggarakan Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah di Natar Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui teknik wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Madrasah Aliyah Al-Fatah telah mengalami perkembangan yang dapat dilihat dari unsur siswa, guru, kurikulum pendidikan, sarana dan prasarana, kerja sama pihak madrasah dengan instansi terkait, dan hubungan madrasah dengan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Madrasah Aliyah Al-Fatah sebagai lembaga pendidikan yang diselenggarakan Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah di Natar Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui teknik wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Madrasah Aliyah Al-Fatah telah mengalami perkembangan yang dapat dilihat dari unsur siswa, guru, kurikulum pendidikan, sarana dan prasarana, kerja sama pihak madrasah dengan instansi terkait, dan hubungan madrasah dengan masyarakat

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA TENTANG FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) MELALUI METODE KERJA KELOMPOK (PTK DI KELAS V SD NEGERI TAMBAHASRI)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui metode kerja kelompok. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan metode kerja kelompok. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus penelitian dengan masing-masing siklus menempuh  prosedur  perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tindakan dua siklus menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa yang cukup signifikan mulai dari posttest sebelum tindakan, posttest siklus I maupun posttest siklus II. Hasil akhir penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan dua siklus berhasil menunjukkan peningkatan yaitu persentase ketuntasan posttest rata-rata sebelum tindakan adalah 52,78, pada siklus I meningkat menjadi 63,89, dan nilai rata-rata pada siklus II 78,33. Persentase peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi tindakan adalah 34,73 %.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui metode kerja kelompok. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan metode kerja kelompok. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus penelitian dengan masing-masing siklus menempuh  prosedur  perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tindakan dua siklus menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa yang cukup signifikan mulai dari posttest sebelum tindakan, posttest siklus I maupun posttest siklus II. Hasil akhir penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan dua siklus berhasil menunjukkan peningkatan yaitu persentase ketuntasan posttest rata-rata sebelum tindakan adalah 52,78, pada siklus I meningkat menjadi 63,89, dan nilai rata-rata pada siklus II 78,33. Persentase peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi tindakan adalah 34,73 %

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CO-OP CO-OP TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model Co-op Co-op dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimen semu (quasi experiment) dengan desain pre-test and post-test group. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X.3 sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes sebagai data utama dan nontes. Teknik tes berupa tes esai dan teknk nontes menggunakan wawancara. Teknik analisis data dimulai dari mencari simpangan baku, uji normalitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan model model Co-op Co-op efektif dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yakni uji “t” diketahui  to = 6,74 lebih besar dari tt baik pada taraf signifikansi 1%  (2,64) maupun 5% (2,02).Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model Co-op Co-op dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimen semu (quasi experiment) dengan desain pre-test and post-test group. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X.3 sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes sebagai data utama dan nontes. Teknik tes berupa tes esai dan teknk nontes menggunakan wawancara. Teknik analisis data dimulai dari mencari simpangan baku, uji normalitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan model model Co-op Co-op efektif dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yakni uji “t” diketahui  to = 6,74 lebih besar dari tt baik pada taraf signifikansi 1%  (2,64) maupun 5% (2,02)

    DEIKSIS PERSONA BAHASA MUSI DESA PULAU PANGGUNG KECAMATAN MUARA KELINGI KABUPATEN MUSI RAWAS

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan pemakaian deiksis persona bahasa Musi Desa Pulau Panggung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan beberapa warga Desa Pulau Panggung. Objek penelitian adalah keseluruhan bentuk dan pemakaian deiksis persona bahasa Musi Pulau Panggung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk deiksis persona bahasa Musi Desa Pulau Panggung, yaitu: (1) pronomina persona pertama tunggal adalah Aku, -ku, dan –ku; (2) pronomina persona pertama jamak adalah kite’; (3) pronomina persona kedua tunggal adalah kamu, nga, dan tubu’; (4) pronomina persona kedua jamak adalah ponga dan pronomina ketiga jamak yaitu kata raban tubu’ dan raban ponga; (5) pronomina persona ketiga tunggal adalah ye; dan (6) pronomina persona ketiga jamak adalah raban. Peran pemakaian deiksis persona yang ditemukan meliputi peran deiksis persona pertama sebagai pembicara, peran deiksis persona kedua sebagai lawan bicara, dan peran deiksis persona ketiga sebagai persona yang dibicarakan.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan pemakaian deiksis persona bahasa Musi Desa Pulau Panggung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan beberapa warga Desa Pulau Panggung. Objek penelitian adalah keseluruhan bentuk dan pemakaian deiksis persona bahasa Musi Pulau Panggung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk deiksis persona bahasa Musi Desa Pulau Panggung, yaitu: (1) pronomina persona pertama tunggal adalah Aku, -ku, dan –ku; (2) pronomina persona pertama jamak adalah kite’; (3) pronomina persona kedua tunggal adalah kamu, nga, dan tubu’; (4) pronomina persona kedua jamak adalah ponga dan pronomina ketiga jamak yaitu kata raban tubu’ dan raban ponga; (5) pronomina persona ketiga tunggal adalah ye; dan (6) pronomina persona ketiga jamak adalah raban. Peran pemakaian deiksis persona yang ditemukan meliputi peran deiksis persona pertama sebagai pembicara, peran deiksis persona kedua sebagai lawan bicara, dan peran deiksis persona ketiga sebagai persona yang dibicarakan

    ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA PADA KONSEP GAYA DAN HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa Pendidikan Fisika STKIP-PGRI Lubuklinggau pada konsep gaya dan hukum Newton tentang gerak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes objektif dengan alasan dilengkapi dengan Certainty of Response Index (CRI) dan wawancara pada konsep gaya dan hukum Newton tentang gerak. Hasil penelitian menunjukkan persentase miskonsepsi yang terjadi paling besar pada konsep hukum I Newton pada soal nomor 1 sebesar 94,7% mahasiswa mengalami miskonsepsi dan yang paling rendah miskonsepsi terjadi pada konsep gaya gesekan pada soal nomor 2 sebesar 36,8%. Hampir semua mahasiswa mengalami miskonsepsi (94,7%) dengan menganggap bahwa waktu jatuhnya benda selalu dipengaruhi oleh berat benda. Penyebab miskonsepsi yang berasal dari mahasiswa antara lain konsep awal, kemampuan, tahap perkembangan kognitif mahasiswa, pemikiran asosiasi, pemikiran humanistik, alasan yang tidak lengkap atau salah, intuisi yang salah dan minat belajar siswa atau mahasiswa. Solusi untuk mengatasi miskonsepsi yang disarankan yaitu dengan menyiapkan dan mempelajari konsep yang akan diajarkan, merencanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik konsep yang akan diajarkan dan yang paling penting adalah bagaimana cara menumbuhkan minat belajar mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa Pendidikan Fisika STKIP-PGRI Lubuklinggau pada konsep gaya dan hukum Newton tentang gerak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes objektif dengan alasan dilengkapi dengan Certainty of Response Index (CRI) dan wawancara pada konsep gaya dan hukum Newton tentang gerak. Hasil penelitian menunjukkan persentase miskonsepsi yang terjadi paling besar pada konsep hukum I Newton pada soal nomor 1 sebesar 94,7% mahasiswa mengalami miskonsepsi dan yang paling rendah miskonsepsi terjadi pada konsep gaya gesekan pada soal nomor 2 sebesar 36,8%. Hampir semua mahasiswa mengalami miskonsepsi (94,7%) dengan menganggap bahwa waktu jatuhnya benda selalu dipengaruhi oleh berat benda. Penyebab miskonsepsi yang berasal dari mahasiswa antara lain konsep awal, kemampuan, tahap perkembangan kognitif mahasiswa, pemikiran asosiasi, pemikiran humanistik, alasan yang tidak lengkap atau salah, intuisi yang salah dan minat belajar siswa atau mahasiswa. Solusi untuk mengatasi miskonsepsi yang disarankan yaitu dengan menyiapkan dan mempelajari konsep yang akan diajarkan, merencanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik konsep yang akan diajarkan dan yang paling penting adalah bagaimana cara menumbuhkan minat belajar mahasiswa

    PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 LUBUKLINGGAU TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkan model kooperatif tipe Teams Games Tournaments. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu yaitu eksperimen yang dilaksanakan tanpa adanya kelas pembanding. Populasinya siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau yang berjumlah 237 siswa dan sebagai sampel kelas VII3 berjumlah 39 siswa dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunkan uji-t pada taraf signifikan   = 0,05. Dari hasil perhitungan uji-t, post test diperoleh thitung > ttabel yaitu 3,57 >  1,69, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkan Model Teams Games Tournaments secara signifikan tuntas. Rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,97 dengan persentase jumlah siswa yang tuntas sebesar 82%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkan model kooperatif tipe Teams Games Tournaments. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu yaitu eksperimen yang dilaksanakan tanpa adanya kelas pembanding. Populasinya siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau yang berjumlah 237 siswa dan sebagai sampel kelas VII3 berjumlah 39 siswa dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunkan uji-t pada taraf signifikan   = 0,05. Dari hasil perhitungan uji-t, post test diperoleh thitung > ttabel yaitu 3,57 >  1,69, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkan Model Teams Games Tournaments secara signifikan tuntas. Rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,97 dengan persentase jumlah siswa yang tuntas sebesar 82%

    VARIASI BAHASA DAN TINGKATAN SOSIAL MASYARAKAT JAWA DAN SUNDA (TINJAUAN TEORITIS DAN DESKRIPTIF TERHADAP KASUS PENGGUNAAN BAHASA DI MASYARAKAT)

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk memberikan pemahaman terhadap variasi bahasa dan tingkatan sosial masyarakat Jawa dan Sunda. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya, sehingga manusia dan bahasa tidak dapat dipisahkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dengan cara mencatat dan rekam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa variasi bahasa yang diakibatkan dari  tingkatan sosial masyarakat ini disebut variasi sosial atau sosiolek. Pembagian ragam bahasa ini dapat dilihat melalui dua segi: pertama, dari segi kebangsawanan; dan kedua, dari segi kedudukan sosial yang ditandai dengan tingkatan pendidikan dan keadaan perekonomian yang dimiliki. Pada golongan masyarakat kelas atas (berpendidikan) dikenal pemakaian variasi bahasa lemes (istilah dalam bahasa Sunda), krama inggil/kromo madyo (istilah dalam bahasa Jawa), dan pemakaian kode terperinci; pada golongan masyarakat kelas bawah (tak berpendidikan/pendidikan rendah) dikenal pemakaian variasi bahasa kasar (istilah dalam bahasa Sunda); dan ngoko (istilah dalam bahasa Jawa) dan pemakaian kode terbatas.Tujuan penelitian untuk memberikan pemahaman terhadap variasi bahasa dan tingkatan sosial masyarakat Jawa dan Sunda. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya, sehingga manusia dan bahasa tidak dapat dipisahkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dengan cara mencatat dan rekam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa variasi bahasa yang diakibatkan dari  tingkatan sosial masyarakat ini disebut variasi sosial atau sosiolek. Pembagian ragam bahasa ini dapat dilihat melalui dua segi: pertama, dari segi kebangsawanan; dan kedua, dari segi kedudukan sosial yang ditandai dengan tingkatan pendidikan dan keadaan perekonomian yang dimiliki. Pada golongan masyarakat kelas atas (berpendidikan) dikenal pemakaian variasi bahasa lemes (istilah dalam bahasa Sunda), krama inggil/kromo madyo (istilah dalam bahasa Jawa), dan pemakaian kode terperinci; pada golongan masyarakat kelas bawah (tak berpendidikan/pendidikan rendah) dikenal pemakaian variasi bahasa kasar (istilah dalam bahasa Sunda); dan ngoko (istilah dalam bahasa Jawa) dan pemakaian kode terbatas

    PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan desain yang digunakan yaitu random, pre-test, post-test desain.  Sebagai populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuklinggau yang berjumlah 332  dan sebagai sampel yaitu kelas VIII.2 (kelas eksperimen) dan kelas VIII.5 (kelas kontrol). Kelas eksperimen menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match dan kelas kontrol diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis uji-t untuk tes akhir untuk taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 72 diperoleh thitung > ttabel yaitu 1,87 > 1,67. Rata-rata hasil belajar siswa pada tes akhir dikelas eksperimen sebesar 75,32 dengan persentase jumlah siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM sebesar 62,16%. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuklinggau.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan desain yang digunakan yaitu random, pre-test, post-test desain.  Sebagai populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuklinggau yang berjumlah 332  dan sebagai sampel yaitu kelas VIII.2 (kelas eksperimen) dan kelas VIII.5 (kelas kontrol). Kelas eksperimen menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match dan kelas kontrol diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis uji-t untuk tes akhir untuk taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 72 diperoleh thitung > ttabel yaitu 1,87 > 1,67. Rata-rata hasil belajar siswa pada tes akhir dikelas eksperimen sebesar 75,32 dengan persentase jumlah siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM sebesar 62,16%. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuklinggau

    ANALISIS BUKU PELAJARAN FISIKA SMA KELAS XI PADA MATERI BANDUL SEDERHANA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahamanan tentang ambiguitas dan kesalahan diagram benda bebas bandul sederhana pada buku pelajaran Fisika SMA kelas XI. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan mengumpulkan, menganalisa, dan mengembangkan data yang diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan gambar diagram benda bebas yang lengkap dapat mempermudah penyusunan penyelesaian masalah bandul sederhana. Kemudian, model tradisional yang diberikan pada buku teks tidak menjelaskan secara penuh kejadian dinamika pada bandul sederhana. Akan tetapi, sesungguhnya solusi yang dipaparkan pada bagian hasil dan pembahasan hanya salah satu metode saja dan memungkinkan untuk mendapatkan solusi dengan metode yang berbeda.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahamanan tentang ambiguitas dan kesalahan diagram benda bebas bandul sederhana pada buku pelajaran Fisika SMA kelas XI. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan mengumpulkan, menganalisa, dan mengembangkan data yang diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan gambar diagram benda bebas yang lengkap dapat mempermudah penyusunan penyelesaian masalah bandul sederhana. Kemudian, model tradisional yang diberikan pada buku teks tidak menjelaskan secara penuh kejadian dinamika pada bandul sederhana. Akan tetapi, sesungguhnya solusi yang dipaparkan pada bagian hasil dan pembahasan hanya salah satu metode saja dan memungkinkan untuk mendapatkan solusi dengan metode yang berbeda

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇