e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA TRADISIONAL DITINJAU DARI MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan penggunaan alat peraga tradisional ditinjau dari motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik, dan mengetahui apakah motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik yang diajar menggunakan alat peraga tradisional lebih baik daripada motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik yang diajar menggunakan alat peraga gambar. Penelitian eksperimen dengan jenis quasi experiment ini menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Data diperoleh dengan teknik observasi untuk mendapatkan data awal, pretest untuk mengetahui kesetaraan prestasi anak didik, posttest untuk memperoleh data tentang prestasi anak didik setelah mendapatkan perlakuan, dan angket motivasi belajar untuk memperoleh data tentang tingkat motivasi belajar matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan alat peraga tradisional efektif dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik. Motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik yang diajar menggunakan alat peraga tradisional lebih baik daripada motivasi dan prestasi belajar anak didik yang diajar menggunakan alat peraga gambar.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan penggunaan alat peraga tradisional ditinjau dari motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik, dan mengetahui apakah motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik yang diajar menggunakan alat peraga tradisional lebih baik daripada motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik yang diajar menggunakan alat peraga gambar. Penelitian eksperimen dengan jenis quasi experiment ini menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Data diperoleh dengan teknik observasi untuk mendapatkan data awal, pretest untuk mengetahui kesetaraan prestasi anak didik, posttest untuk memperoleh data tentang prestasi anak didik setelah mendapatkan perlakuan, dan angket motivasi belajar untuk memperoleh data tentang tingkat motivasi belajar matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan alat peraga tradisional efektif dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik. Motivasi dan prestasi belajar matematika anak didik yang diajar menggunakan alat peraga tradisional lebih baik daripada motivasi dan prestasi belajar anak didik yang diajar menggunakan alat peraga gambar
PENERAPAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP
Artikel ini melaporkan hasil temuan suatu kuasi eksperimen dengan disain tes awal dan akhir kelompok kontrol untuk menelaah pengaruh model penemuan terbimbing terhadap kemampuan penalaran matematis serta kemandirian belajar. Studi ini melibatkan 80 siswa dari salah satu SMP sedang di kota Cimahi. Instrumen penelitian terdiri dari satu set soal, yaitu satu set soal mengenai kemampuann penalaran matematis seta satu set skala sikap mengenai kemandirian belajar. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Kemampuan penalaran matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model penemuan terbimbing lebih baik dari pada model konvensional dilihat dari keseluruhan dan Tingkat Kemampuan Awal Siswa (TKAS), (2) Kemandirian belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model penemuan terbimbing lebih baik dari pada model konvensional dilihat dari keseluruhan dan TKAS (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan TKAS terhadap kemampuan penalaran matematis, (4) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan TKAS terhadap kemandirian belajar (5) Terdapat asosasi antara kemampuan penalaran dan kemandirian belajar pada kelas yang pembelajarannya menggunakan model penemuan termbimbing.
Artikel ini melaporkan hasil temuan suatu kuasi eksperimen dengan disain tes awal dan akhir kelompok kontrol untuk menelaah pengaruh model penemuan terbimbing terhadap kemampuan penalaran matematis serta kemandirian belajar. Studi ini melibatkan 80 siswa dari salah satu SMP sedang di kota Cimahi. Instrumen penelitian terdiri dari satu set soal, yaitu satu set soal mengenai kemampuann penalaran matematis seta satu set skala sikap mengenai kemandirian belajar. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Kemampuan penalaran matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model penemuan terbimbing lebih baik dari pada model konvensional dilihat dari keseluruhan dan Tingkat Kemampuan Awal Siswa (TKAS), (2) Kemandirian belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model penemuan terbimbing lebih baik dari pada model konvensional dilihat dari keseluruhan dan TKAS (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan TKAS terhadap kemampuan penalaran matematis, (4) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan TKAS terhadap kemandirian belajar (5) Terdapat asosasi antara kemampuan penalaran dan kemandirian belajar pada kelas yang pembelajarannya menggunakan model penemuan termbimbing.
 
TEACHING READING COMPREHENSION THROUGH SUMMARIZING TRAINING CAMP TECHNIQUE TO THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 5 LUBUKLINGGAU IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015/2016
The problem of the study was “Is it significant ly effect ive after the application of Summarizing Training Camp Technique on teaching reading comprehension to the tenth grade students of SMA Negeri 5 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016?”. The objective of this study was to find out whether or not there is significantly effective on reading comprehension after the application of Summarizing Training Camp Technique to the tenth grade students at SMA Negeri 5 Lubuklinggau. In this study, the writer proposed two hypotheses. They were null hypothesis (Ho) and alternative hypothesis (Ha). The method applied was pre-experimental with one group pre-test posttest design. The population of this study was all of the tenth grade students of SMA Negeri 5 Lubuklinggau which consisted of 245 students. The sample was taken through convenience random sampling which consisted of 40 students. The data were collected by means of test consisting 25 items of multiple choices. The data obtained were analyzed through three techniques: 1) Individual Score, 2) Conversion of Individual Score Based on Minimum Mastery Criteria, and 3) Matched t-test. The results of this study shows that the students’ mean score in the pre-test was 66.9 and those in the post-test was 76. The result of matched t test was 6.89, which was higher than t-table value (1.684) of 39 with 95% significant level for one tailed-test. Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It means that it was significantly effective to use Summarizing Training Camp Technique in teaching reading comprehension to the tenth grade students of SMA Negeri 5 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016.The problem of the study was “Is it significant ly effect ive after the application of Summarizing Training Camp Technique on teaching reading comprehension to the tenth grade students of SMA Negeri 5 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016?”. The objective of this study was to find out whether or not there is significantly effective on reading comprehension after the application of Summarizing Training Camp Technique to the tenth grade students at SMA Negeri 5 Lubuklinggau. In this study, the writer proposed two hypotheses. They were null hypothesis (Ho) and alternative hypothesis (Ha). The method applied was pre-experimental with one group pre-test posttest design. The population of this study was all of the tenth grade students of SMA Negeri 5 Lubuklinggau which consisted of 245 students. The sample was taken through convenience random sampling which consisted of 40 students. The data were collected by means of test consisting 25 items of multiple choices. The data obtained were analyzed through three techniques: 1) Individual Score, 2) Conversion of Individual Score Based on Minimum Mastery Criteria, and 3) Matched t-test. The results of this study shows that the students’ mean score in the pre-test was 66.9 and those in the post-test was 76. The result of matched t test was 6.89, which was higher than t-table value (1.684) of 39 with 95% significant level for one tailed-test. Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It means that it was significantly effective to use Summarizing Training Camp Technique in teaching reading comprehension to the tenth grade students of SMA Negeri 5 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016
RELIGIOUS VALUES AND INDUSTRIAL DEVELOPMENT IN VICTORIAN AGE AS RFLECTED IN NOVEL BRAM STOKER‟S DRACULA
The research aims to reveal the relationship between religious values and industrial development in Victorian age as reflected in novel Bram Stoker’s Dracula. The sociological approach was used to analyze the social aspects as reflected in the novel. There are two major concerns in the research; they are religious values and industrial development. The findings show that there are two kinds of relationships between the two aspects, namely, positive relationship and negative relationship. In a positive way, people still were able to maintained the religious values inside their selves, for instance, as reflected by the main character Jonathan Harker. Therefore, their religious values were useful to be a shield in revolutionary revolution. On the contrary, in a negative way, the religious values of society were decreasing along with the development of industry which also influenced many aspects in their lives.The research aims to reveal the relationship between religious values and industrial development in Victorian age as reflected in novel Bram Stoker’s Dracula. The sociological approach was used to analyze the social aspects as reflected in the novel. There are two major concerns in the research; they are religious values and industrial development. The findings show that there are two kinds of relationships between the two aspects, namely, positive relationship and negative relationship. In a positive way, people still were able to maintained the religious values inside their selves, for instance, as reflected by the main character Jonathan Harker. Therefore, their religious values were useful to be a shield in revolutionary revolution. On the contrary, in a negative way, the religious values of society were decreasing along with the development of industry which also influenced many aspects in their lives
KONTRIBUSI INTERAKSI DOSEN-MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN KETERAMPILAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATAKULIAH PERSAMAAN DIFFERENSIAL
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kontribusi interaksi dosen-mahasiswa dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial mahasiswa program studi pendidikan matematika STKIP PGRI Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan hubungan/korelasi (correlational research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang mengambil matakuliah persamaan diferensial sebanyak 100 mahasiswa dengan sampel 30 mahasiswa pada semester IV tahun akademik 2014/2015. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling yang diundi secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi dengan uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji homogenitas. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa (1) ada kontribusi interaksi dosen-mahasiswa dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial sebesar 7,4%, (2) ada kontribusi yang signifikan keterampilan belajar mahasiswa terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial sebesar 23,91%, (3) ada kontribusi yang signifikan interaksi dosen-mahasiswa dalam proses pembelajaran dan keterampilan belajar mahasiswa secara bersama-sama terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial sebesar 26,01%.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kontribusi interaksi dosen-mahasiswa dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial mahasiswa program studi pendidikan matematika STKIP PGRI Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan hubungan/korelasi (correlational research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang mengambil matakuliah persamaan diferensial sebanyak 100 mahasiswa dengan sampel 30 mahasiswa pada semester IV tahun akademik 2014/2015. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling yang diundi secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi dengan uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji homogenitas. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa (1) ada kontribusi interaksi dosen-mahasiswa dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial sebesar 7,4%, (2) ada kontribusi yang signifikan keterampilan belajar mahasiswa terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial sebesar 23,91%, (3) ada kontribusi yang signifikan interaksi dosen-mahasiswa dalam proses pembelajaran dan keterampilan belajar mahasiswa secara bersama-sama terhadap hasil belajar matakuliah persamaan differensial sebesar 26,01%
DESAIN PEMBELAJARAN LUAS PERMUKAAN LIMAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan learning trajectory pada materi luas permukaan limas menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan penelitian design research yang melibatkan 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palembang. Dalam penelitian ini serangkaian instruksi dikembangkan berdasarkan hipotesis proses pembelajaran yang dirancang menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini memuat serangkaian pembelajaran yang terdiri dari 2 aktivitas mengenai luas permukaan limas. Hasil dari learning trajectory menunjukan bahwa dengan pendekatan saintifik siswa dapat memahami konsep luas permukaan limas serta dapat menyelesaian soal dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan luas permukaan limas.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan learning trajectory pada materi luas permukaan limas menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan penelitian design research yang melibatkan 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palembang. Dalam penelitian ini serangkaian instruksi dikembangkan berdasarkan hipotesis proses pembelajaran yang dirancang menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini memuat serangkaian pembelajaran yang terdiri dari 2 aktivitas mengenai luas permukaan limas. Hasil dari learning trajectory menunjukan bahwa dengan pendekatan saintifik siswa dapat memahami konsep luas permukaan limas serta dapat menyelesaian soal dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan luas permukaan limas
TEACHING READING BY USING INDEX CARD MATCH STRATEGY
The problem of in this study was formulated as follow: “Is it significant ly effective to teach reading by using Index Card Match strategy to the eighth grade students of SMP Negeri 3 Lubuklinggau?” The objective of this study was to find out whether or not it is significantly effective to teach reading by using Index Card Match strategy to the eighth grade students of SMP Negeri 3 Lubuklinggau. Method applied in this study was Pre-experimental method with one group pretest post-test design. The population for this study was all of the eighth grade students of SMP Negeri 3 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016 which consistted of 306 students. The number of sample was 34 students Based on the result of data analysis, there were three major findings, 1) The mean score in the pre-test, it was 61.76, 2) The mean score in the post-test it was 76.18, and the result of matched t-test calculation showed that t obtained was 7.17, which was higher than 1.697 as the critical value of the t table for degree of freedom 33(34-1) with 95% significant level for one-tailed test. It means that it was significantly effective to teach reading by using index card match strategy to the eight grade students of SMP N 3 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016.The problem of in this study was formulated as follow: “Is it significant ly effective to teach reading by using Index Card Match strategy to the eighth grade students of SMP Negeri 3 Lubuklinggau?” The objective of this study was to find out whether or not it is significantly effective to teach reading by using Index Card Match strategy to the eighth grade students of SMP Negeri 3 Lubuklinggau. Method applied in this study was Pre-experimental method with one group pretest post-test design. The population for this study was all of the eighth grade students of SMP Negeri 3 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016 which consistted of 306 students. The number of sample was 34 students Based on the result of data analysis, there were three major findings, 1) The mean score in the pre-test, it was 61.76, 2) The mean score in the post-test it was 76.18, and the result of matched t-test calculation showed that t obtained was 7.17, which was higher than 1.697 as the critical value of the t table for degree of freedom 33(34-1) with 95% significant level for one-tailed test. It means that it was significantly effective to teach reading by using index card match strategy to the eight grade students of SMP N 3 Lubuklinggau in the academic year of 2015/2016
STRATEGIES TO CREATE A POSITIVE CLASSROOM ENVIRONMENT IN TEACHING ENGLISH AS FOREIGN LANGUAGE (TEFL)
This article discusses about tearcher’s strategies to create a positive classroom environment in Teaching English as Foreign Language. One of the first tasks of teaching is to develop a learning environment so that students can engage in meaningful activities that support their learning. Teachers who are able to engage students in a teaching and learning process should be ready to have a plan to create a positive classroom environment for students. Creating a positive classroom environment is an important aspect of effective teaching. It is for keeping the interaction between teacher and students in teaching and learning process at classroom so that it increases students’ motivat ion to learn. Then, students are productive in and out of the classroom. By creating positive classroom environments, teachers have the opportunity in developing their ideas for better classroom environment. Furthermore, it also help to enhance and encourage students in learning English as Foreign Language. In addition, this article also describes the effects of a positive classroom environment on students’ learning English as Foreign Language.This article discusses about tearcher’s strategies to create a positive classroom environment in Teaching English as Foreign Language. One of the first tasks of teaching is to develop a learning environment so that students can engage in meaningful activities that support their learning. Teachers who are able to engage students in a teaching and learning process should be ready to have a plan to create a positive classroom environment for students. Creating a positive classroom environment is an important aspect of effective teaching. It is for keeping the interaction between teacher and students in teaching and learning process at classroom so that it increases students’ motivat ion to learn. Then, students are productive in and out of the classroom. By creating positive classroom environments, teachers have the opportunity in developing their ideas for better classroom environment. Furthermore, it also help to enhance and encourage students in learning English as Foreign Language. In addition, this article also describes the effects of a positive classroom environment on students’ learning English as Foreign Language
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA BIOLOGI STKIP PGRI LUBUKLINGGAU
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Problem Based Instruction (PBI) terhadap Kemampuan Kreatif Mahasiswa Biologi STKIP PGRI Lubuklinggau. Jenis penelitian ini ekperimen yang diawali dengan pemberian soal pretes dan penerapan model pembelajaran pada kedua kelas penelitian yang diakhiri dengan kegiatan postest. Pengolahan data pretes dan postes dengan menghitung jumlah skor dan dikonversikan kedalam bentuk nilai kemudian menginterpretasi nilai tersebut berdasarkan predikat. Dengan membandingkan hasil analisis data setiap kelas diketahui adanya perbedaan pada setiap kelas, sehingga diperoleh kesimpulanada pengaruh yang signifikan model problem based instruction (PBI) terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa biologi STKIP PGRI Lubuk linggau.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Problem Based Instruction (PBI) terhadap Kemampuan Kreatif Mahasiswa Biologi STKIP PGRI Lubuklinggau. Jenis penelitian ini ekperimen yang diawali dengan pemberian soal pretes dan penerapan model pembelajaran pada kedua kelas penelitian yang diakhiri dengan kegiatan postest. Pengolahan data pretes dan postes dengan menghitung jumlah skor dan dikonversikan kedalam bentuk nilai kemudian menginterpretasi nilai tersebut berdasarkan predikat. Dengan membandingkan hasil analisis data setiap kelas diketahui adanya perbedaan pada setiap kelas, sehingga diperoleh kesimpulanada pengaruh yang signifikan model problem based instruction (PBI) terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa biologi STKIP PGRI Lubuk linggau
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans. Poir)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans. Poir). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan konsentrasi kompos limbah kulit kopi 0%, 25%, 50%, dan 75% dan masing-masing 6 ulangan. Penelitian ini dilakukan dengan tahap pembuatan kompos, penyiapan benih, persiapan media tanam, penanaman benih, pemeliharaan, dan pengamatan. Pengamatan yang dilakukan yaitu terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, persentase tanaman yang hidup, dan berat basah tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANNOVA satu faktor. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kompos limbah kulit kopi berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tunas, dan berat basah tanaman) kangkung (Ipomoea reptans. Poir), tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun dan persentase tanaman yang hidup. Dapat disimpulkan bahwa yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans. Poir) yaitu pada perlakuan C (50%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans. Poir). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan konsentrasi kompos limbah kulit kopi 0%, 25%, 50%, dan 75% dan masing-masing 6 ulangan. Penelitian ini dilakukan dengan tahap pembuatan kompos, penyiapan benih, persiapan media tanam, penanaman benih, pemeliharaan, dan pengamatan. Pengamatan yang dilakukan yaitu terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, persentase tanaman yang hidup, dan berat basah tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANNOVA satu faktor. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kompos limbah kulit kopi berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tunas, dan berat basah tanaman) kangkung (Ipomoea reptans. Poir), tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun dan persentase tanaman yang hidup. Dapat disimpulkan bahwa yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans. Poir) yaitu pada perlakuan C (50%)