e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    AN ANALYSIS OF LANGUAGE CODE THAT USED BY PEOPLE AT BLACKBERRY MESSENGER’S STATUS

    Get PDF
    The aims of this research is to describe kinds of language code that used by people in their daily life. This research is categorized as a qualitative research that focuses in naturalistic study. In collecting the data research, the writer was monitoring on Blackbarry mesanger’s status. The result at this research show that status on blackbarry messenger grouped in three parts, they are code mixing, code switching, and Borrowing language. The first group is  Code mixing’s status, it devided become three categories, they are Insertation, alternation, and  congruent lexicalization. The insertation found five status wherein two status mixing in English and Java. One statuses categories in congruent lexicalization and one statuses categoies in alternation. The second group is Code switching, the status devided in three types, they are : three statuses include  Intra-sentential switching, one status include taq- switching, three statuses include Inter-sentential switching. And the last group is borrowing language.The aims of this research is to describe kinds of language code that used by people in their daily life. This research is categorized as a qualitative research that focuses in naturalistic study. In collecting the data research, the writer was monitoring on Blackbarry mesanger’s status. The result at this research show that status on blackbarry messenger grouped in three parts, they are code mixing, code switching, and Borrowing language. The first group is  Code mixing’s status, it devided become three categories, they are Insertation, alternation, and  congruent lexicalization. The insertation found five status wherein two status mixing in English and Java. One statuses categories in congruent lexicalization and one statuses categoies in alternation. The second group is Code switching, the status devided in three types, they are : three statuses include  Intra-sentential switching, one status include taq- switching, three statuses include Inter-sentential switching. And the last group is borrowing language

    PENERJEMAHAN PANTUN BEGADISAN MASYARAKAT BASEMAH DI KECAMATAN KEDURANG BENGKULU SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman tentanh hasil  penerjemahan pantun Begadisan Masyrakat Basemah di Kecamatan Kedurang Bengkulu Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi atau pengamatan langsung, wawancara, dan pencatatan. Data dianalisis dan diinterpretasikan dengan langkah-langkah: membca teks bahasa sumber, mentranskripsikan hasil pengamatan, mentabulasikan data, mengelompokkan data, interpretsi, dan kesimpulan yang berkaitan dengan bentuk, fungsi dan peran, dan terjemahan pantun tersebut.Hasil dan temuan penelitian adalah pengambaran ungkapan perasaan masyarakat Besemah melalui pendeskripsian tentang aktivitas percintaan pemuda dan sang gadis pujaan hati dituangkan melalui syair-syair atau biasa disebut pantun begadisan.  Dalam sastra lisan pantun begadisan pada masyarakat Besemah  berfungsi sebagai sarana untuk menampilkan estetika, menarik perhatian pendengar, sarana kritikan sosial dan moral, dan sebagai sarana komunikasi pergaulan muda-mudi dalam mengungkapkan isi hati kepada sang pujaan hati dan sarana penyampaian pesan moral. Pandangan masyarakat Besemah tentang karya ini lebih pada aspek sebagai sarana hiburan dan media komunikasi pergaulan muda-mudi pada masa lalu.Jadi, dahulunya acara pantun begadisan ini hanya dilakukan pada acara saat akan ada taaruf antara pria dan perempuan yang dilakukan secara tertutup di rumah sang perempuan. Tetapi sekarang acara pantun begadisan ini sudah diperluas sebagai acara hiburan jika ada acara-acara tertentu di daerah tersebut, misalnya acara pernikahan atau acara hiburan lainnya.Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman tentanh hasil  penerjemahan pantun Begadisan Masyrakat Basemah di Kecamatan Kedurang Bengkulu Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi atau pengamatan langsung, wawancara, dan pencatatan. Data dianalisis dan diinterpretasikan dengan langkah-langkah: membca teks bahasa sumber, mentranskripsikan hasil pengamatan, mentabulasikan data, mengelompokkan data, interpretsi, dan kesimpulan yang berkaitan dengan bentuk, fungsi dan peran, dan terjemahan pantun tersebut.Hasil dan temuan penelitian adalah pengambaran ungkapan perasaan masyarakat Besemah melalui pendeskripsian tentang aktivitas percintaan pemuda dan sang gadis pujaan hati dituangkan melalui syair-syair atau biasa disebut pantun begadisan.  Dalam sastra lisan pantun begadisan pada masyarakat Besemah  berfungsi sebagai sarana untuk menampilkan estetika, menarik perhatian pendengar, sarana kritikan sosial dan moral, dan sebagai sarana komunikasi pergaulan muda-mudi dalam mengungkapkan isi hati kepada sang pujaan hati dan sarana penyampaian pesan moral. Pandangan masyarakat Besemah tentang karya ini lebih pada aspek sebagai sarana hiburan dan media komunikasi pergaulan muda-mudi pada masa lalu.Jadi, dahulunya acara pantun begadisan ini hanya dilakukan pada acara saat akan ada taaruf antara pria dan perempuan yang dilakukan secara tertutup di rumah sang perempuan. Tetapi sekarang acara pantun begadisan ini sudah diperluas sebagai acara hiburan jika ada acara-acara tertentu di daerah tersebut, misalnya acara pernikahan atau acara hiburan lainnya

    PENGEMBANGAN LKS FISIKA BERBASIS KERJA LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR SISWA SMA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) fisika berbsis kerja laboratorium yang bisa dipakai untuk mengukur keterampilan berpikir siswa SMA Negeri Margabaru kelas X. Penelitian ini termasuk dalam Reseach and Developmen (R&D). Subjek uji coba yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 46 orang siswa SMA Negeri Margabaru dengan 10 orang siswa untuk uji skala kecil dan 36 orang siswa untuk uji coba skala besar. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner, soal tes, dan sebaran jawab siswa dalam LKS. Hasil uji sekkala kecil digunakan sebagai dasar masukan untuk memperbaiki LKS hasil pengembangan pada uji coba selanjutnya. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa LKS fisika berbasis kerja laboratorium hasil pengembangan termasuk dalam kategori “Baik” setelah di validasi dari aspek isi, penyajian, kebahasaan berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan ahli bahasa maupun guru fisika di sekolah. Proses penerapan LKS hasil pengembangan dalam pembelajaran mendapatkan nilai Baik. Hasil respon siswa terhadap penggunaan LKS hasil pengembangan juga termasuk dalam kategori Baik. Sehingga dapat disimpulkan pembelajaran fisika dengan menggunakan LKS berbasis kerja laboratorium hasil pengembangan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.  Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) fisika berbsis kerja laboratorium yang bisa dipakai untuk mengukur keterampilan berpikir siswa SMA Negeri Margabaru kelas X. Penelitian ini termasuk dalam Reseach and Developmen (R&D). Subjek uji coba yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 46 orang siswa SMA Negeri Margabaru dengan 10 orang siswa untuk uji skala kecil dan 36 orang siswa untuk uji coba skala besar. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner, soal tes, dan sebaran jawab siswa dalam LKS. Hasil uji sekkala kecil digunakan sebagai dasar masukan untuk memperbaiki LKS hasil pengembangan pada uji coba selanjutnya. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa LKS fisika berbasis kerja laboratorium hasil pengembangan termasuk dalam kategori “Baik” setelah di validasi dari aspek isi, penyajian, kebahasaan berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan ahli bahasa maupun guru fisika di sekolah. Proses penerapan LKS hasil pengembangan dalam pembelajaran mendapatkan nilai Baik. Hasil respon siswa terhadap penggunaan LKS hasil pengembangan juga termasuk dalam kategori Baik. Sehingga dapat disimpulkan pembelajaran fisika dengan menggunakan LKS berbasis kerja laboratorium hasil pengembangan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK KELAS 1 SD NEGERI 10 KOTA LUBUKLINGGAU MELALUI KEGIATAN MENDONGENG TAHUN 2017

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1 SD N 10 Kota Lubuklinggau melalui kegiatan mendongeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek yang digunakan yaitu  siswa kelas 1 SD N 10 Kota Lubuklinggau berjumlah 27orang, terdiri dari 12 anak laki-laki dan 15 anak perempuan. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yang tiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada siklus pertama kemampuan menyimak  anak hanya meningkat 58 % sedangkan pada siklus kedua meningkat lebih dari 80% . Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ini dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa menyimak anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1 SD N 10 Kota Lubuklinggau melalui kegiatan mendongeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek yang digunakan yaitu  siswa kelas 1 SD N 10 Kota Lubuklinggau berjumlah 27orang, terdiri dari 12 anak laki-laki dan 15 anak perempuan. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yang tiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada siklus pertama kemampuan menyimak  anak hanya meningkat 58 % sedangkan pada siklus kedua meningkat lebih dari 80% . Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ini dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa menyimak anak

    EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN TEOREMA PHYTAGORAS KELAS VIII SMP NEGERI 2 LUBUKLINGGAU

    No full text
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan dari model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Konvensional dalam pembelajaran Teorema Phytagoras. Desain penelitian yang digunakan adalah kelompok kontrol pretes-postes beracak dengan dua kelompok eksperimen (model pembelajaran Problem Solving) dan satu kelompok kontrol (model pembelajaran Konvensional). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau sebanyak sembilan kelas dan sampel penelitian sebanyak 2 kelas yang dipilih secara random serta dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Solving efektif dalam pembelajaran Teorema Phytagoras kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau dibandingkan model pembelajaran konvensional.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan dari model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Konvensional dalam pembelajaran Teorema Phytagoras. Desain penelitian yang digunakan adalah kelompok kontrol pretes-postes beracak dengan dua kelompok eksperimen (model pembelajaran Problem Solving) dan satu kelompok kontrol (model pembelajaran Konvensional). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau sebanyak sembilan kelas dan sampel penelitian sebanyak 2 kelas yang dipilih secara random serta dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Solving efektif dalam pembelajaran Teorema Phytagoras kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuklinggau dibandingkan model pembelajaran konvensional

    UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SERVIS BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI MINI MELALUI MEMODIFIKASI PADA SISWA SISWI KELAS 5 SD NEGERI 58 PALEMBANG

    Get PDF
    Tinjauan penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran servis bawah permainan bola voli mini melalui modifikasi pada SD Negeri 58 Palembang Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan  Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dan tiap-tiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan atau 2x40 menit yang meliputi kegiatan  sebagai berikut yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi serta refleksi. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 58 Palembang Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang , semester dua Tahun Pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : Skor rata-rata teknik servis bawah bola voli pada tes awal KKMnya meningkat mencapai 38%. Skor rata-rata teknik servis bawah pada siklus1 KKMnya meningkat menjadi 59%. Skor rata-rata teknik servis bawah pada siklus 2 KKMnya meningkat menjadi 79%. Skor rata-rata nilai sikap siswa pada proses pembelajaran pada siklus 1 KKMnya mencapai 60%. Skor rata-rata pada pembelajaran siklus 2 KKMnya meningkat menjadi 85%. Dari hasil tes di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran servis bawah bola voli dapat diperbaiki.Tinjauan penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran servis bawah permainan bola voli mini melalui modifikasi pada SD Negeri 58 Palembang Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan  Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dan tiap-tiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan atau 2x40 menit yang meliputi kegiatan  sebagai berikut yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi serta refleksi. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 58 Palembang Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang , semester dua Tahun Pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : Skor rata-rata teknik servis bawah bola voli pada tes awal KKMnya meningkat mencapai 38%. Skor rata-rata teknik servis bawah pada siklus1 KKMnya meningkat menjadi 59%. Skor rata-rata teknik servis bawah pada siklus 2 KKMnya meningkat menjadi 79%. Skor rata-rata nilai sikap siswa pada proses pembelajaran pada siklus 1 KKMnya mencapai 60%. Skor rata-rata pada pembelajaran siklus 2 KKMnya meningkat menjadi 85%. Dari hasil tes di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran servis bawah bola voli dapat diperbaiki

    STUDI KESEGARAN JASMANI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 LUBUKLINGGAU

    No full text
    Studi Kesegaran Jasmani Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 4 Lubuklinggau. Penelitian ini dilatarbelakangi karena pentingnya kesegaran jasmani siswa dalam menunjang proses pembelajaran sedangkan sebagian besar kesegaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau masih kurang memenuhi standar kesegaran jasmani, disebabkan oleh, 1) siswa sering mengalami kelelahan ketika berada di kelas setelah jam istirahat dikarenakan ketika waktu istirahat mereka banyak menggunakan aktifitas fisik yang cukup banyak sehingga tenaga mereka terkuras habis, 2) siswa belum mengetahui tentang manfaat kesegaran jasmani yang dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat kesegaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau agar terus dijaga kebugaran tubuh siswa. Populasi adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau berjumlah 120 siswa dan sampel sebanyak 20 siswa. Teknik dalam pengumpulan data penelitian adalah tes kesegaran jasmani indonesia (TKJI). Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesegaran jasmani siswa putra dan putri kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau kategori sedang, hal ini berdasarkan hasil tes sebanyak 14 (70%) siswa kategori sedang.Studi Kesegaran Jasmani Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 4 Lubuklinggau. Penelitian ini dilatarbelakangi karena pentingnya kesegaran jasmani siswa dalam menunjang proses pembelajaran sedangkan sebagian besar kesegaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau masih kurang memenuhi standar kesegaran jasmani, disebabkan oleh, 1) siswa sering mengalami kelelahan ketika berada di kelas setelah jam istirahat dikarenakan ketika waktu istirahat mereka banyak menggunakan aktifitas fisik yang cukup banyak sehingga tenaga mereka terkuras habis, 2) siswa belum mengetahui tentang manfaat kesegaran jasmani yang dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat kesegaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau agar terus dijaga kebugaran tubuh siswa. Populasi adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau berjumlah 120 siswa dan sampel sebanyak 20 siswa. Teknik dalam pengumpulan data penelitian adalah tes kesegaran jasmani indonesia (TKJI). Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesegaran jasmani siswa putra dan putri kelas VIII SMP Negeri 4 Lubuklinggau kategori sedang, hal ini berdasarkan hasil tes sebanyak 14 (70%) siswa kategori sedang

    ANALISIS CITRAAN PADA KUMPULAN PUISI “DOA UNTUK ANAK CUCU” KARYA W. S. RENDRA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bentuk citraan dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis isi. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan teknik analisis data dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi.  Data dalam penelitian ini berupa citraan dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kumpulan puisi  Doa Untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra terdapat beragam citraan yang cukup bervariasi. Citraan  yang  digunakan pengarang dapat menciptakan imajinasi yang lebih hidup. Citraan yang terdapat pada kumpulan puisi tersebut yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerak, citraan perabaan, citraan penciuman, citraan pengecapan dan citraan suhu. Jumlah seluruh citraan yang di peroleh dari hasil analisis data pada kumpulan puisi Doa Untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra adalah 226 buah.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bentuk citraan dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis isi. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan teknik analisis data dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi.  Data dalam penelitian ini berupa citraan dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kumpulan puisi  Doa Untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra terdapat beragam citraan yang cukup bervariasi. Citraan  yang  digunakan pengarang dapat menciptakan imajinasi yang lebih hidup. Citraan yang terdapat pada kumpulan puisi tersebut yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerak, citraan perabaan, citraan penciuman, citraan pengecapan dan citraan suhu. Jumlah seluruh citraan yang di peroleh dari hasil analisis data pada kumpulan puisi Doa Untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra adalah 226 buah

    HUBUNGAN TOLERANSI DAN ADAPTASI SOSIAL DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS VIII KOTA LUBUKLINGGAU

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara  toleransi dengan perilaku sosial, hubungan antara adaptasi sosial dengan perilaku sosial, dan hubungan antara toleransi dan adaptasi sosial secara bersama-sama dengan perilaku sosial. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei, yang bersifat deskriptif dan asosiatif korelasional. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Gugus VIII Kota Lubuklinggau, dengan jumlah sampel 149 siswa. Data dianalisis menggunakan ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji uji t dan uji f dengan taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan positif antara toleransi dan perilaku sosial, (2) Terdapat hubungan positif antara adaptasi sosial dan perilaku sosial siswa, (3) Terdapat hubungan positif antara toleransi dan adaptasi sosial secara bersama-sama dengan perilaku sosial.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara  toleransi dengan perilaku sosial, hubungan antara adaptasi sosial dengan perilaku sosial, dan hubungan antara toleransi dan adaptasi sosial secara bersama-sama dengan perilaku sosial. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei, yang bersifat deskriptif dan asosiatif korelasional. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Gugus VIII Kota Lubuklinggau, dengan jumlah sampel 149 siswa. Data dianalisis menggunakan ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji uji t dan uji f dengan taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan positif antara toleransi dan perilaku sosial, (2) Terdapat hubungan positif antara adaptasi sosial dan perilaku sosial siswa, (3) Terdapat hubungan positif antara toleransi dan adaptasi sosial secara bersama-sama dengan perilaku sosial

    PENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL MELALUI BERCERITA DENGAN BONEKA (Penelitian Tindakan pada Anak Kelompok B TK Eka Puri Mandiri Surakarta Tahun 2015/ 2016)

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran melalui bercerita dengan boneka yang dapat meningkatkan perilaku prososial anak kelompok B TK Eka Puri Mandiri Surakarta Tahun 2015/ 2016. Subjek penelitian ini berjumlah 15 anak. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan yang mengacu pada model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 8 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan cara menganalisis data dari hasil catatan lapangan dan wawancara selama penelitian dengan langkah-langkah reduksi data, display data dan verifikasi data. Analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptif yaitu membandingkan hasil yang diperoleh dari pra-intervensi, siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan perilaku prososial anak melalui bercerita dengan boneka, dapat dibuktikan rata-rata TCP perilaku prososial pra-intervensi sebesar 31,87. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 56,80 dan siklus II sebesar 72,40 dari TCPmax 85.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran melalui bercerita dengan boneka yang dapat meningkatkan perilaku prososial anak kelompok B TK Eka Puri Mandiri Surakarta Tahun 2015/ 2016. Subjek penelitian ini berjumlah 15 anak. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan yang mengacu pada model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 8 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan cara menganalisis data dari hasil catatan lapangan dan wawancara selama penelitian dengan langkah-langkah reduksi data, display data dan verifikasi data. Analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptif yaitu membandingkan hasil yang diperoleh dari pra-intervensi, siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan perilaku prososial anak melalui bercerita dengan boneka, dapat dibuktikan rata-rata TCP perilaku prososial pra-intervensi sebesar 31,87. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 56,80 dan siklus II sebesar 72,40 dari TCPmax 85

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇