e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI MENULIS MAHASISWA
Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan media sosial dalam peningkatan motivasi belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa D3 Keperawatan semester 3 FIKES Universitas Muhammadiyah Magelang. Metode deskriptif dipilih dalam penggunaan Instagram sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi menulis mahasiswa. Tekhnik pengumpulan data primer dalam penelitian menggunakan observasi dan metode kuesioner, pengumpulan data sekunder melalui hasil nilai mahasiswa. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Terjadi peningkatan motivasi melalui tingkat partisipasi dan keaktifan mahasiswa pada proses pembelajaran, (2) Terciptanya susasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi mahasiswa, dengan adanya account Instagram kelas sebagai wadah yang menampung kreativitas mahasiswa, sehingga mahasiswa lebih termotivasi dan (3) Terjadi peningkatan prestasi belajar melalui nilai menulis mahasiswa dari nilai rata-rata 67.93 menjadi 80.71.Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan media sosial dalam peningkatan motivasi belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa D3 Keperawatan semester 3 FIKES Universitas Muhammadiyah Magelang. Metode deskriptif dipilih dalam penggunaan Instagram sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi menulis mahasiswa. Tekhnik pengumpulan data primer dalam penelitian menggunakan observasi dan metode kuesioner, pengumpulan data sekunder melalui hasil nilai mahasiswa. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Terjadi peningkatan motivasi melalui tingkat partisipasi dan keaktifan mahasiswa pada proses pembelajaran, (2) Terciptanya susasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi mahasiswa, dengan adanya account Instagram kelas sebagai wadah yang menampung kreativitas mahasiswa, sehingga mahasiswa lebih termotivasi dan (3) Terjadi peningkatan prestasi belajar melalui nilai menulis mahasiswa dari nilai rata-rata 67.93 menjadi 80.71
INFERIORITAS PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJ PANE
Tujuan penelitian ini adalah mengemukakan masalah prasangka gender dan emansipasi perempuan yang diwujudkan dengan keinginan untuk menyejajarkan kedudukan laki-laki dan perempuan, keinginan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dalam keluarga dan masyarakat, dan pemberontakan terhadap adat yang mengokohkan subordinasi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Inferioritas perempuan (istri) kepada laki-laki (suami) walaupun kurang mewarnai novel belenggu yang disebabkan unsur modernitas, namun unsur tersebut tidak secara mutlak dan masih mewarnai dengan unsur tradisional atau adat istiadat. Teks yang mengandung makna menyenangkan dan melayani suami sekaligus sifat kepatuhan dan ketundukan istri kepada suaminya adalah tugas dan kewajiban istri. Hal ini digambarkan pada tokoh Tono (suami) menghendaki Tini (istri) sebagai perempuan yang tahu hak dan kewajibannya dalam rumah tangga. Perempuan yang tetap menyayangi suaminya, mencintainya dengan tidak merasa sebagai budak. Namun, yang diinginkan tersebut tidak ada pada tokoh Tini dan yang diinginkan Kartono adalah perempuan seperti Yah. Jelas di sini ketidaksalingmengertilah yang menerbitkan belenggu itu muncul menjadi perkara utama yang mendorong tokoh-tokoh tersebut menemukan dirinya sebagai karakter yang problematis.Tujuan penelitian ini adalah mengemukakan masalah prasangka gender dan emansipasi perempuan yang diwujudkan dengan keinginan untuk menyejajarkan kedudukan laki-laki dan perempuan, keinginan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dalam keluarga dan masyarakat, dan pemberontakan terhadap adat yang mengokohkan subordinasi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Inferioritas perempuan (istri) kepada laki-laki (suami) walaupun kurang mewarnai novel belenggu yang disebabkan unsur modernitas, namun unsur tersebut tidak secara mutlak dan masih mewarnai dengan unsur tradisional atau adat istiadat. Teks yang mengandung makna menyenangkan dan melayani suami sekaligus sifat kepatuhan dan ketundukan istri kepada suaminya adalah tugas dan kewajiban istri. Hal ini digambarkan pada tokoh Tono (suami) menghendaki Tini (istri) sebagai perempuan yang tahu hak dan kewajibannya dalam rumah tangga. Perempuan yang tetap menyayangi suaminya, mencintainya dengan tidak merasa sebagai budak. Namun, yang diinginkan tersebut tidak ada pada tokoh Tini dan yang diinginkan Kartono adalah perempuan seperti Yah. Jelas di sini ketidaksalingmengertilah yang menerbitkan belenggu itu muncul menjadi perkara utama yang mendorong tokoh-tokoh tersebut menemukan dirinya sebagai karakter yang problematis
STUDI KORELASI ANTARA MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR SISWAKELAS X DI SMA NEGERI SELANGIT KABUPATEN MUSIRAWAS
Tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan positif atau negatif antara motivasi belajar dan hasil belajar sejarah pada siswa kelas X di SMA Negeri Selangit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 responden yang diambil 20% secara acak dari populasi sebanyak 233 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan analisis data menggunakan korelasi product moment diperoleh besar korelasi antara kedua variabel yang di uji (rxy) adalah 0,261. Nilai tersebut menunjukan bahwa antara variabel motivasi belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah memiliki korelasi yang positif hal ini dapat dilihat dari dari hasil perhitungan t hitung = 2,239, sedangkan t tabel pada taraf signifikan 5% dan dk = 68 adalah 2,000 berarti t hitung > t tabel (2,239 > 2,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi r dengan hasil belajar sejarah pada siswa kelas X di SMA Negeri Selangit.Tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan positif atau negatif antara motivasi belajar dan hasil belajar sejarah pada siswa kelas X di SMA Negeri Selangit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 responden yang diambil 20% secara acak dari populasi sebanyak 233 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan analisis data menggunakan korelasi product moment diperoleh besar korelasi antara kedua variabel yang di uji (rxy) adalah 0,261. Nilai tersebut menunjukan bahwa antara variabel motivasi belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah memiliki korelasi yang positif hal ini dapat dilihat dari dari hasil perhitungan t hitung = 2,239, sedangkan t tabel pada taraf signifikan 5% dan dk = 68 adalah 2,000 berarti t hitung > t tabel (2,239 > 2,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi r dengan hasil belajar sejarah pada siswa kelas X di SMA Negeri Selangit
PENGARUH METODE LATIHAN PLIOMETRIK DAN METODE LATIHAN SIRKUIT TERHADAP KEMAMPUAN LARI 100 METER ATLIT UNIT KEGIATAN OLAHRAGA ATLETIK UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan lari 100 meter atlet UKO Atletik Universitas PGRI Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh Metode latihan pliometrik dan Metode latihan sirkuit terhadap kemampuan lari 100 meter atlIt UKO Atletik Universitas PGRI Palembang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian adalah atlit UKO Atletik universitas PGRI Palembang yang berjumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan menetapkan semua anggota populasi sebagai sampel. Setelah dilakukan tes, sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok metode latihan pliometrik dan kelompok metode latihan sirkuit. Masing-masing kelompok terdiri dari 13 orang. Perlakuan dilaksanakan 16 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Lamanya latihan setiap pertemuan ± 120 menit. Instrumen yang dipakai untuk mengukur kemampuan lari 100 meter adalah tes lari 100 meter. Untuk hipotesis 1 dan 2 adalah dengan analisis data dependen sampel t tes sedangkan tes hipotesis 3 independent sampel t tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Metode latihan pliometrik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan lari 100 meter dimana t (15,78) > t (1,77). 2) Metode latihan sirkuit berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan lari 100 meter, dimana t tabel (12,50) > t hitung (1,77). 3). Terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan pliometrik dan metode latihan sirkuit terhadap kemampuan lari 100 meter, dimana t hitung (6,24) > t tabel (1,77). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode latihan pliometrik lebih efektif aripada metode latihan sirkuit meningkatkan kemampuan lari 100 meter. Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan lari 100 meter atlet UKO Atletik Universitas PGRI Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh Metode latihan pliometrik dan Metode latihan sirkuit terhadap kemampuan lari 100 meter atlIt UKO Atletik Universitas PGRI Palembang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian adalah atlit UKO Atletik universitas PGRI Palembang yang berjumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan menetapkan semua anggota populasi sebagai sampel. Setelah dilakukan tes, sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok metode latihan pliometrik dan kelompok metode latihan sirkuit. Masing-masing kelompok terdiri dari 13 orang. Perlakuan dilaksanakan 16 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Lamanya latihan setiap pertemuan ± 120 menit. Instrumen yang dipakai untuk mengukur kemampuan lari 100 meter adalah tes lari 100 meter. Untuk hipotesis 1 dan 2 adalah dengan analisis data dependen sampel t tes sedangkan tes hipotesis 3 independent sampel t tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Metode latihan pliometrik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan lari 100 meter dimana t (15,78) > t (1,77). 2) Metode latihan sirkuit berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan lari 100 meter, dimana t tabel (12,50) > t hitung (1,77). 3). Terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan pliometrik dan metode latihan sirkuit terhadap kemampuan lari 100 meter, dimana t hitung (6,24) > t tabel (1,77). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode latihan pliometrik lebih efektif aripada metode latihan sirkuit meningkatkan kemampuan lari 100 meter. 
PENERAPAN AJARAN MARHAENISME BUNG KARNO DALAM MEMBENTUK TATANAN SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA YANG ADIL DAN MAKMUR
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan Bung Karno, dan ajaran marhaenismenya di Indonesia. Disamping itu juga untuk mengetahui penerapan ajaran marhaenismenya di berbagai dibidang kehidupan. Dalam membahas skripsi ini digunakan metode sejarah dengan tahapan yaitu, pemilihan judul, heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Dalam penulisan skripsi ini dapat diambil kesimpulan bahwa Soekarno atau yang akrab di sapa Bung Karno, adalah putra kedua dari pasangan Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ni Njoman Rai Siremben dan mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Soekarmini. Di masa kecilnya Bung Karno pernah tinggal dengan kakeknya Raden Hardjokromo di Tulung Agung dan juga pernah di asuh oleh pembantunya yang bernama Sarinah. Bung Karno termasuk anak yang pandai diantara teman-temannya dan juga termasuk anak yang nakal karna selama tinggal dengan kakeknya ia sering pulang larut malam karna sering menonton pertujukan wayang. Bung Karno adalah Presiden pertama Republik Indonesia, dalam perjuangannya untuk mencapai Indonesia merdeka Bung Karno merumuskan sebuah ajaran yang dikenal dengan marhaenisme, yang menginginkan terciptanya suatu tatanan masyarakat yang dapat menyelamatkan kaum marhaen yaitu masyarakat adil dan makmur. Artinya mengingankan hilangnya sistem kapitalisme, imperialisme borjuisme dan feodalisme yang menyebabkan terjadinya kepincangan di masyarakat. Niscaya apabila ajaran ini diinsitusikan dalam sistem negara akan berdampak besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, Meskipun sampai sekarang ajaran tersebut belum sepenuhnya di institusikan secara resmi di sistem negara Indonesia, tapi nilai-nilai yang terkandung di ajaran tersebut sangat berpengaruh dalam proses revolusi kemerdekaan Indonesia yang sampai sekarang masih berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan Bung Karno, dan ajaran marhaenismenya di Indonesia. Disamping itu juga untuk mengetahui penerapan ajaran marhaenismenya di berbagai dibidang kehidupan. Dalam membahas skripsi ini digunakan metode sejarah dengan tahapan yaitu, pemilihan judul, heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Dalam penulisan skripsi ini dapat diambil kesimpulan bahwa Soekarno atau yang akrab di sapa Bung Karno, adalah putra kedua dari pasangan Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ni Njoman Rai Siremben dan mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Soekarmini. Di masa kecilnya Bung Karno pernah tinggal dengan kakeknya Raden Hardjokromo di Tulung Agung dan juga pernah di asuh oleh pembantunya yang bernama Sarinah. Bung Karno termasuk anak yang pandai diantara teman-temannya dan juga termasuk anak yang nakal karna selama tinggal dengan kakeknya ia sering pulang larut malam karna sering menonton pertujukan wayang. Bung Karno adalah Presiden pertama Republik Indonesia, dalam perjuangannya untuk mencapai Indonesia merdeka Bung Karno merumuskan sebuah ajaran yang dikenal dengan marhaenisme, yang menginginkan terciptanya suatu tatanan masyarakat yang dapat menyelamatkan kaum marhaen yaitu masyarakat adil dan makmur. Artinya mengingankan hilangnya sistem kapitalisme, imperialisme borjuisme dan feodalisme yang menyebabkan terjadinya kepincangan di masyarakat. Niscaya apabila ajaran ini diinsitusikan dalam sistem negara akan berdampak besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, Meskipun sampai sekarang ajaran tersebut belum sepenuhnya di institusikan secara resmi di sistem negara Indonesia, tapi nilai-nilai yang terkandung di ajaran tersebut sangat berpengaruh dalam proses revolusi kemerdekaan Indonesia yang sampai sekarang masih berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
TEACHING SIMPLE PRESENT TENSE BY USING SINGLE SLOT SUBSTITUTION DRILL TECHNIQUE
The problem of this study was “Is it significantly effective teaching simple present tense by using single slot substitution drill technique to the eighth grade students at Islamic Junior High School Lubuklinggau in the academic year 2015/2016?”The population of this study was 333 students coming from nine classes. The sample was taken through cluster random sampling. The sample of this study was VIII.8 as the sample group with the total number of 35 students. The result was the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It means that it was significantly effective teaching simple present tense by using single slot substitution drill technique to the eighth grade students Islamic Junior High School Lubuklinggau in the academic year 2015/2016.Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah efektive pengajaran simple present tense dengan menggunakan teknik single slot substitution drill pada siswa kelas 12 di SMP Islam Lubuklinggau tahun akademik 2015/2016? Jumlah respondent pada penelitian ini adalah 333 siswa dari semiblan kelas. Sample di ambil menggunakan teknik cluster random sampling. Sample pada penelitian ini adalah kelas VIII dengan jumlah 35 siswa. Hasilnya adalah hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya, secara efektif pengajarannya sederhana dengan menggunakan teknik single slot substitution drill untuk siswa kelas VIII Lubuklinggau SMP di tahun ajaran 2015/2016. 
PENGARUH MODEL COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TENTANG MATERI SEJARAH SEBAGAI ILMU DI SMA NEGERI 3 LUBUKLINGGAU
“Pengaruh Model Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Tentang Materi Sejarah Sebagai Ilmu di SMA Negeri 3 Lubuklinggau”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh model Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa kelas X tentang materi Sejarah Sebagai Ilmu di SMA Negeri 3 Lubuklinggau. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X berjumlah 138 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X. IIS 3 yang berjumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X. IIS 1 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa harga thitung = 3,45. Hasil ini dibandingkan dengan ttabel (db/df = 60) pada taraf signifikan 5% yaitu 2,00. Hal ini menunjukan bahwa hasil perhitungan thitung lebih besar daripada ttabel yang dapat dituliskan seperti berikut ini 3,45 > 2,00. Dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh model Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa kelas X tentang materi Sejarah Sebagai Ilmu di SMA Negeri 3 Lubuklinggau.“Pengaruh Model Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Tentang Materi Sejarah Sebagai Ilmu di SMA Negeri 3 Lubuklinggau”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh model Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa kelas X tentang materi Sejarah Sebagai Ilmu di SMA Negeri 3 Lubuklinggau. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X berjumlah 138 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X. IIS 3 yang berjumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X. IIS 1 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa harga thitung = 3,45. Hasil ini dibandingkan dengan ttabel (db/df = 60) pada taraf signifikan 5% yaitu 2,00. Hal ini menunjukan bahwa hasil perhitungan thitung lebih besar daripada ttabel yang dapat dituliskan seperti berikut ini 3,45 > 2,00. Dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh model Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa kelas X tentang materi Sejarah Sebagai Ilmu di SMA Negeri 3 Lubuklinggau
AN ANALYSIS OF THE FIRST YEAR STUDENTS’ ABILITY TO WRITE PRESENT CONTINUOUS TENSE IN SIMPLE SENTENCES TRIGGERED BY PICTURES AT SMK KARTIKA 1-2 PADANG
The purpose of this research was to find out the ability of the first students to write present continuous sentences triggered by picture. In specific the purposes of this study are as follows: 1. to describe the students’ ability of SMK Kartika 1-2 Padang to write positive form sentences in present continuous tense triggered by pictures. 2. to describe the students’ ability of SMK Kartika 1-2 Padang to write negative form sentences in present continuous tense triggered by pictures. 3. to describe the students’ ability of SMK Kartika 1-2 Padang to write interrogative form sentences in present continuous tense triggered by pictures. The design of this study was a descriptive in nature. According to Gay (1987:189), descriptive research involves collecting data in order to answer question concerning the current status of the subject of the study. The instrumentation that used to collect the data in this research was writing test. It consisted of 20 pictures. In this test, the students were required to write present continuous in simple sentences (positive sentences, negative sentences and interrogative sentences) triggered by pictures. Based on the result of the study, in general, the students’ ability to write present continuous tense in simple sentences triggered by pictures was moderate since there were 24 students (55.81%) from 43 students had moderate ability. Data also exhibited that their ability to write positive form, negative form, and interrogative form was moderate with percentages as follow: 69.77% for positive form present continuous tense sentences triggered by pictures, 67.44% for negative form present continuous tense sentences triggered by pictures and 76.74% for interrogative form present continuous tense sentences triggered by pictures.The purpose of this research was to find out the ability of the first students to write present continuous sentences triggered by picture. In specific the purposes of this study are as follows: 1. to describe the students’ ability of SMK Kartika 1-2 Padang to write positive form sentences in present continuous tense triggered by pictures. 2. to describe the students’ ability of SMK Kartika 1-2 Padang to write negative form sentences in present continuous tense triggered by pictures. 3. to describe the students’ ability of SMK Kartika 1-2 Padang to write interrogative form sentences in present continuous tense triggered by pictures. The design of this study was a descriptive in nature. According to Gay (1987:189), descriptive research involves collecting data in order to answer question concerning the current status of the subject of the study. The instrumentation that used to collect the data in this research was writing test. It consisted of 20 pictures. In this test, the students were required to write present continuous in simple sentences (positive sentences, negative sentences and interrogative sentences) triggered by pictures. Based on the result of the study, in general, the students’ ability to write present continuous tense in simple sentences triggered by pictures was moderate since there were 24 students (55.81%) from 43 students had moderate ability. Data also exhibited that their ability to write positive form, negative form, and interrogative form was moderate with percentages as follow: 69.77% for positive form present continuous tense sentences triggered by pictures, 67.44% for negative form present continuous tense sentences triggered by pictures and 76.74% for interrogative form present continuous tense sentences triggered by pictures
USING PICTORIAL CONTEXT IN PRE READING IN READING ACTIVITY TO THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI AIR SATAN
The problem of this study was “Is iteffective to improve Student reading achievement byusing Pictorial Context to the Eighth Grade Students of SMP Negeri Air Satan in the academic year of 2013/2014?” Therefore, the objective of this study was to find out whether or not it was it significant effective to use Pictorial Context In Teaching Reading Comprehension to the eighth grade students of SMP NegeriAir Satan in the academic year of 2013/2014.The writer proposed two hypotheses in this research.They werenull hypotheses (Ho) and alternative hypothesis (Ha).The method applied was pre-experimental with one group pre-test post-test design. The population of this study was all of the eighth grade students of SMP Negeri Air Satan in the academic year of 2013/ 2014 which consistedof 147students. The sample was taken through cluster random sampling. The number of the sample was 35 students. The datawere collected through test that a consisting 20 items of multiple choices. The data obtained were analyzed through three techniques: 1) Individual Score, 2) Minimum Mastery Criteria, 3) Matched t-test. The results of this study shows that: (1) The mean students’ score in the pre-test was 62.57,and the mean score of post-test was 69.42, (2) Comparing to the KKM the mean score of pre-test was 62.57 that was still in”failed” qualification and the mean score of post-test was 69.42,that considered in”mastered”qualification. And (3) The result of matched t-test was 2.8152, which was higher than 1.684value of the ttable of 35 with 95% significant level for one tailed-test. Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It means that it was significantly effective to use Pictorial Context In Teaching reading Comprehension to the eighth grade students of SMP NegeriAir Satan in the academic year of 2013/2014.The problem of this study was “Is iteffective to improve Student reading achievement byusing Pictorial Context to the Eighth Grade Students of SMP Negeri Air Satan in the academic year of 2013/2014?” Therefore, the objective of this study was to find out whether or not it was it significant effective to use Pictorial Context In Teaching Reading Comprehension to the eighth grade students of SMP NegeriAir Satan in the academic year of 2013/2014.The writer proposed two hypotheses in this research.They werenull hypotheses (Ho) and alternative hypothesis (Ha).The method applied was pre-experimental with one group pre-test post-test design. The population of this study was all of the eighth grade students of SMP Negeri Air Satan in the academic year of 2013/ 2014 which consistedof 147students. The sample was taken through cluster random sampling. The number of the sample was 35 students. The datawere collected through test that a consisting 20 items of multiple choices. The data obtained were analyzed through three techniques: 1) Individual Score, 2) Minimum Mastery Criteria, 3) Matched t-test. The results of this study shows that: (1) The mean students’ score in the pre-test was 62.57,and the mean score of post-test was 69.42, (2) Comparing to the KKM the mean score of pre-test was 62.57 that was still in”failed” qualification and the mean score of post-test was 69.42,that considered in”mastered”qualification. And (3) The result of matched t-test was 2.8152, which was higher than 1.684value of the ttable of 35 with 95% significant level for one tailed-test. Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It means that it was significantly effective to use Pictorial Context In Teaching reading Comprehension to the eighth grade students of SMP NegeriAir Satan in the academic year of 2013/2014
KETERKAITAN UNSUR INTRINSIK, PARGMATIK DAN EKSPRESIF NASKAH DRAMA MIANG PUKAT KARYA RUSMANA DEWI
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis untuk melihat keterkaitan unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Naskah drama yang digunakan berjudul Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini merupakan deskripsi keterkaitan antara unsur intrinsik yang melingkupi (Tema, alur, setting, tokoh, penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa) dengan prgmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Temanya adalah realita gambaran sosial kehidupan masyarakat pedalaman yang masih memegang adat istiadat dengan kepercayaan yang mereka yakini walau hal itu salah, sehingga membawa dampak yang besar bagi kehidupan mereka. Pragmtik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi melingkupi tujuan moral, sosial, politik, agama dan kebudayaan. Sedangkan ekspresif naskah drama melingkupi latar belakang psikologi pengarang, latar belakang pendidikan, latar belakang sosial dan latar belakang agama dari pengarang. Secara garis besar unsur intrinsik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi sangat berkaitan dengan pragmatik atau tujuan dari naskah drama itu diciptakan, begitu juga halnya kesesuainya denga ekspresif dari pengarangnya. Berdasarkan hal tersebut terbukti bahwasanya unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi berkaitan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis untuk melihat keterkaitan unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Naskah drama yang digunakan berjudul Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini merupakan deskripsi keterkaitan antara unsur intrinsik yang melingkupi (Tema, alur, setting, tokoh, penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa) dengan prgmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Temanya adalah realita gambaran sosial kehidupan masyarakat pedalaman yang masih memegang adat istiadat dengan kepercayaan yang mereka yakini walau hal itu salah, sehingga membawa dampak yang besar bagi kehidupan mereka. Pragmtik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi melingkupi tujuan moral, sosial, politik, agama dan kebudayaan. Sedangkan ekspresif naskah drama melingkupi latar belakang psikologi pengarang, latar belakang pendidikan, latar belakang sosial dan latar belakang agama dari pengarang. Secara garis besar unsur intrinsik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi sangat berkaitan dengan pragmatik atau tujuan dari naskah drama itu diciptakan, begitu juga halnya kesesuainya denga ekspresif dari pengarangnya. Berdasarkan hal tersebut terbukti bahwasanya unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi berkaitan